Categories
TNI

Tuntaskan Misi Perdamaian Dunia, KSAL Pimpin Penyambutan KRI Frans Kaisiepo-368 di Jakarta

Koran Jurnal, Jakarta – KRI Frans Kaisiepo-368 (KRI FKO-368) yang tergabung dalam Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-N/UNIFIL telah berhasil menuntaskan misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB selama 14 bulan dan tiba di tanah air dengan selamat.

Penyambutan kedatangan KRI FKO-368 dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam Upacara Penyambutan Satgas MTF TNI Konga XVIII-N/UNIFIL bertempat di Kolinlamil, Jakarta Utara, Selasa (06/02/2024).

KRI FKO-368 merupakan Satgas MTF ke-14 yang sudah dikirimkan oleh TNI AL, dimana pertama kali TNI AL mengirimkan Alutsista dan personelnya untuk terlibat dalam Satgas MTF pada tahun 2008. Pada Satgas MTF XVIII-N/UNIFIL tahun 2023 jumlah personel yang terlibat adalah total 119 personel, dengan perincian ABK KRI FKO-368 sejumlah 103 orang, ditambah personel pendukung yang terdiri dari Crew Heli 9 orang, Perwira Intelijen 1 orang, Perwira Hukum 1 orang, Perwira Psikologi 1 orang, Perwira Kesehatan/Dokter 1 orang, Perwira Penerangan 1 orang, Penyelam 1 orang dan Kopaska 1 orang.

Panglima TNI dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kasal menyampaikan bahwa dalam melaksanakan tugasnya Satgas MTF TNI Konga XVIII-N/UNIFIL telah berhasil mengukir berbagai prestasi dan sebagai pengakuannya telah diterima berbagai penghargaan.

Adapun prestasi yang telah diraih antara lain menerima penghargaan tertinggi dari UNIFIL Force Commander berupa “Letter of Commendation” atas dedikasi, profesionalitas, dan kontribusi yang luar biasa terutama keberhasilan melaksanakan Search and Rescue (SAR) terhadap kapal pengungsi asal Suriah yang tenggelam di awal penugasan.

Pada penyelamatan pengungsi tersebut, KRI FKO-368 berhasil mengevakuasi korban selamat sebanyak 96 orang yang terdiri dari 18 pria, 21 wanita, dan 57 anak-anak termasuk di dalamnya bayi yang masih berusia 29 hari.

Selanjutnya Satgas MTF TNI Konga XVIII-N/UNIFIL juga mendapat penganugerahan Lebanon Armed Forces (LAF) medal kepada Komandan Satgas dan Letter of Appreciation of Outstanding Service kepada Wadansatgas atas komitmen yang luar biasa dalam menjalankan amanat PBB serta memajukan Kerjasama dengan Lebanon Armed Forces.

Apresiasi juga diberikan oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia (Dubes LBBP RI) untuk Lebanon berupa medal for peace dan duta kebudayaan sebagai bukti konkrit bahwa kehadiran Satgas MTF TNI Konga XVIII-N/UNIFIL tidak hanya memberikan dampak positif pada aspek operasi dan latihan, namun juga pada aspek diplomasi dalam mendukung terwujudnya perdamaian dunia.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh personel Satgas MTF TNI Konga XVIII-N/UNIFIL. Selanjutnya lakukan pemeriksaan dan inventarisir kembali semua material pasca penugasan. Segera laksanakan adaptasi terhadap lingkungan satuan masing-masing agar siap melaksanakan tugas selanjutnya,” pesan Panglima TNI.

Diakhir sambutannya, Kasal menyampaikan apresiasi yang tinggi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh kontingen MTF TNI Konga XVIII-N/UNIFIL, Komandan KRI dan Komandan Satgas terhadap kinerja yang telah membanggakan TNI, TNI AL, bangsa, dan negara.

“Kalian telah menjadi duta bangsa mewujudkan tiga fungsi Angkatan Laut di dunia yaitu fungsi pertahanan, fungsi konstabulari, dan fungsi diplomasi. Tiga fungsi itu telah kalian tunjukkan dengan penuh kebanggaan dan dedikasi yang tinggi. Saya atas nama pribadi dan seluruh prajurit TNI Angkatan Laut mengucapkan selamat datang kembali di tanah air,” pungkas KSAL.

TNI AL berkomitmen untuk terus mengirimkan Satgas MTF Konga setiap tahunnya dibawah bendera PBB, dimana saat ini KRI Diponegoro-365 (KRI DPN-365) telah berada di Lebanon sebagai Satgas MTF TNI Konga XXVIII-O/UNIFIL menggantikan KRI FKO-368.(disp)

Categories
Militer TNI

Bukti Eksistensi dan Kontribusi KRI FKO-368 Dimata Dunia, Seluruh Unsur Kapal MTF-Unifil Kibarkan Merah Putih

Koran Jurnal, Lebanon – Jelang akhir masa penugasan unsur TNI Angkatan Laut (TNI AL) KRI Frans Kaisiepo – 368 (KRI FKO-368), seluruh unsur kapal Maritime Task Force United Nations Interim Force In Lebanon (MTF-UNIFIL) mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai bentuk pengakuan serta penghormatan atas eksistensi dan kontribusi unsur TNI AL KRI FKO-368 di kancah Internasional khususnya dalam menjaga perdamaian dunia dibawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pengibaran bendera Indonesia oleh seluruh unsur tersebut dilaksanakan seusai gelaran latihan on task ke-46 yang merupakan periode operasi pemungkas melibatkan seluruh kekuatan MTF-UNIFIL di Laut Mediterania, Lebanon, Minggu (07/01) kemarin.

KRI FKO-368 bersama dengan BNS Sangram-F113 (Bangladesh), FGS Baden Wuerttemberg F-222 (Jerman), TCG Yildrim F-243 (Turki), dan HS Limnos F-451 (Yunani) berlayar dalam formasi dan saling unjuk kemampuan di tengah kondisi Laut Mediterania yang bergelombang. MTF Commander RADM Dirk Gurtner (Jerman) menyaksikan langsung kehandalan manuver, interoperabilitas, profesionalitas, dan kesiapsiagaan operasional kekuatan laut penjaga perdamaian dunia tersebut.

Farewell sail past dilaksanakan sebagai penutup dalam Advance Maneuvering Exercise, dimana seluruh kapal perang yang terlibat memberikan penghormatan kepada KRI FKO-368 yang dalam waktu dekat akan end mission dan kembali ke tanah air.

Haru dan bangga dirasakan oleh Komandan beserta seluruh prajurit KRI FKO-368 ketika menyaksikan bendera Merah Putih dikibarkan di atas kapal perang negara sahabat menjelang transfer of authority ke KRI Diponegoro (DPN) 365 dalam waktu dekat.

Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N/ UNIFIL, Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh menjelaskan bahwa latihan yang telah dirancang oleh MTF-UNIFIL ini, memiliki peran sentral dalam arsitektur perdamaian dunia untuk mempertajam naluri tempur, memperkuat interoperabilitas dan mempertinggi kesiapsiagaan operasional sebagai determinan keberhasilan mandat.

“Latihan ini juga juga merupakan implementasi diplomasi militer dengan motif confidence building measure, security enhancement dan capacity building. Kepercayaan untuk berkiprah dalam operasi dan latihan bertaraf multinasional merupakan bentuk pengakuan terhadap kapabilitas TNI AL setara dengan Angkatan Laut negara-negara maju dunia,” jelas Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N/Unifil.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali sangat mengapreasiasi atas capaian yang telah diraih oleh Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL dan senantiasa menyampaikan kepada seluruh prajurit Jalasena yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan, serta menjaga nama baik TNI AL, bangsa dan negara agar tetap harum di dunia internasional.(disp)

Categories
TNI

Begini Cara Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL Gelar Pekan Psikologi Keangkatanlautan di Lebanon

Koran Jurnal, Jakarta – Jelang akhir misi perdamaian dunia, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL kembali menggelar pekan psikologi keangkatanlautan yang terangkum dalam dua tahap yakni harbor phase dan sea phase yang berlangsung selama dua hari mulai tanggal 1 sampai dengan 2 Januari 2024 di Laut Mediterania dan Port of Beirut, Lebanon.

Bertugas di kapal perang, identik dengan kondisi Isolated, Confined, Extreme (ICE) terlebih beroperasi di bawah bendera PBB yang berkarakter multinasional, standar tinggi, jauh dari tanah air, tempo operasi lama, serta tantangan medan tugas yang kompleks dan dinamis membutuhkan berbagai inovasi dalam pembinaan personel.

Salah satunya melalui pekan psikologi keangkatanlautan secara berkala seperti yang dilaksanakan Perwira Psikologi Satgas, Kapten Laut (KH) Dhimas Rezananta, S.Psi atas prakarsa Dansatgas. Kegiatan ini didesain untuk memberikan reinforcement psikologis mengatasi Fatigue Seafarer, manajemen stres, dan menangani kondisi ICE sehingga setiap prajurit senantiasa memiliki moril dan kesiapsiagaan tinggi dalam menuntaskan misi yang diemban

Adapun materi pokok harbor phase meliputi soft skill berupa manajemen stres dan komunikasi yang diperlukan dalam deteksi dan penanganan stres yang mungkin timbul setelah setahun bertugas, menjaga moril, meningkatkan kemampuan komunikasi efektif, serta memperkuat soliditas tim.

Kegiatan diawali dengan materi psikoedukasi dan afirmasi positif di dalam kapal dilanjutkan field psychology melalui mini outbond yang sekaligus menjadi media refreshing.

Pada tahap sea phase, dilaksanakan pemberian materi lanjutan di beberapa kompartemen kapal dilanjutkan field psychology yang dikemas dalam permainan gambar dan komuni kata, serta menyusun profil bentuk diorama menggunakan peralatan di kapal perang. Hal ini dinilai mampu mempertajam kolaborasi, daya ingat, logika verbal, dan pengambilan keputusan.

Setiap prajurit dilatih agar mampu melihat setiap masalah dalam penugasan, memahaminya dengan baik dan mengkomunikasikannya secara efektif untuk dapat mengatasi masalah tersebut. Manisfestasi perilaku yang dihasilkan berupa ketahanan kerja, kerja sama dan komunikasi yang baik sekalipun dibawah tekanan, serta stabilitas emosi.

“Pekan psikologi keangkatanlautan kali ini didesain untuk menyiapkan prajurit jelang end mission dan lintas laut kembali ke tanah air. Keberhasilan metode ini selain berkontribusi dalam menjaga moril dan kesiapan prajurit untuk menjawab tantangan tugas, juga akan menjadi sumbangsih TNI Angkatan Laut bagi pengembangan ilmu pengetahuan bidang psikologi”, pungkas Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL, Letkol Laut(P) John David Nalasakti Sondakh.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh prajurit TNI AL untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan terutama prajurit yang tengah berada dalam misi perdamaian, serta menjaga nama baik TNI AL, bangsa dan negara di dunia internasional.(disp)

Categories
Militer TNI

Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N UNIFIL Gelar Latihan Kontijensi Siaga-Waspada Eskalasi Konflik di Lebanon

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam tiga pekan terakhir sejak pecahnya konflik bersenjata antara Israel dan Hamas, wilayah Lebanon turut memanas menyusul saling serang antara kelompok perlawanan Lebanon dengan Israel di perbatasan.

Siaga dan waspada terhadap peningkatan eskalasi konflik tersebut, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N UNIFIL menggelar latihan kontijensi selama tiga hari mulai tanggal 1 sampai dengan 3 November 2023, latihan tersebut juga diikuti Dubes LBBP RI untuk Lebanon, Bapak Hajriyanto Y. Thohari, bersama Staf KBRI dan WNI bertempat di Dermaga Beirut, Lebanon.

Latihan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji Rencana Kontijensi yang telah disusun, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi di Lebanon termasuk apabila konflik terus bereskalasi dan terjadi peningkatan status dari Red Alert menjadi Black Alert berdasarkan keputusan Head of Mission/ Force Commander (HoM/FC) UNIFIL.

Materi yang dilatihkan diantaranya pertahanan pangkalan, pertahanan udara, lawan sabotase bawah air, pengaturan marshalling area, embarkasi-debarkasi, evakuasi jalur udara, perlindungan WNI, dan force protection.

“Apabila situasi memburuk dan perintah penarikan mundur atau withdraw diberikan, maka evakuasi melalui jalur laut ke Cyprus menjadi opsi ketika Bandara Rafic Hariri tidak dapat dioperasionalkan dan jalur darat dinyatakan tidak aman. Sejauh ini terdapat 222 WNI dan 1.229 Kontingan Garuda UNIFIL di Lebanon”, terang Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N UNIFIL, Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh.

Lebih lanjut Dansatgas menjelaskan bahwa sesuai penekanan terakhir dari HoM/FC, Major General Aroldo Lazaro Saenz, pasukan perdamaian UNIFIL tetap pada posisi dan on task. Satgas MTF TNI terus bekerja siang dan malam melaksanakan tugas yang dimandatkan PBB termasuk dalam membangun gambaran situasi taktis udara dan permukaan sebagai dasar HoM/FC dalam pengambilan keputusan dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk menurunkan tensi dan menghentikan konflik di Area of Responsibility.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh prajurit Jalasena yang tengah melaksanakan misi perdamaian dunia untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi tantangan ke depan dalam hal ini waspada terhadap eskalasi dan kemungkinan adanya serangan ataupun dampak serangan dari bagian-bagian yang bertikai.(disp)

Categories
TNI

Haru dan Bangga Warnai Kenaikan Pangkat Kontingen Garuda TNI AL di Lebanon

Koran Jurnal, Jakarta – Jelang keberangkatan berlayar dari Port of Beirut Lebanon untuk melaksanakan on task ke-34, para Prajurit TNI AL Satuan Tugas Maritime Task force (MTF) TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL KRI Frans Kaisiepo-368 menggelar upacara kenaikan pangkat 8 prajuritnya yang terdiri dari 1 Perwira menengah (Pamen), 5 Perwira pertama (Pama), 1 Bintara dan 1 Tamtama. Upacara ini sekaligus dirangkai dengan penganugerahan penghargaan Bintara dan Tamtama teladan periode kedua, Minggu (1/10/2023).

Momen kenaikan pangkat dan penganugerahan penghargaan prajurit teladan di daerah misi kali ini menjadi semakin istimewa dengan hadirnya keluarga secara daring. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri karena tidak semua prajurit dapat merasakan naik pangkat dan menjadi prajurit teladan di luar negeri ketika sedang mengemban misi perdamaian PBB, terlebih turut disaksikan keluarga. Kegiatan ini diprakarsai oleh Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh, agar para prajurit dan keluarganya dapat mengikuti momen bahagia ini bersama-sama sekalipun terpisah jarak 27 hari perjalanan laut.

“Upacara kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan negara dan TNI bagi prajurit yang telah memenuhi syarat atas segala dedikasinya dalam bertugas. Hal ini merupakan stepping stone dalam berkarir. Semakin tinggi pangkat maka semakin besar pula tanggungjawab dan tuntutan profesionalisme seorang prajurit. Demikian pula bagi prajurit yang terpilih sebagai teladan, hendaknya dapat menjadikannya sebagai motivasi dan mampu menjadi influencer untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian,” ujar Dansatgas dalam amanatnya.

Pada kesempatan ini, prajurit yang terpilih mendapat kehormatan sebagai prajurit teladan yaitu Serda NAV Zaenal Azizi sebagai Bintara Teladan dan Tamtama Teladan adalah Kls BAH Simon Christianto Rumailai.

Mengakhiri acara, Dansatgas mengucapkan selamat kepada para prajurit yang menerima kenaikan pangkat dan menerima penghargaan Bintara dan Tamtama Teladan. Tangis haru dan bangga pun pecah ketika keluarga juga berkesempatan untuk menyapa dan memberikan ucapan selamat. Acara dilanjutkan dengan tradisi terjun ke laut dari geladak heli sebagai bentuk syukur dan bahagia atas anugerah yang telah diterima.

Di tempat terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh prajurit TNI AL yang tengah bertugas sebagai pasukan perdamaian untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan.

“Jaga nama baik TNI AL dan Indonesia, serta pelihara hubungan dengan negara-negara yang juga tergabung dalam UNIFIL, sehingga nama baik bangsa maupun TNI AL tetap harum di dunia internasional”, ungkap KSAL.

Categories
TNI

Meriahnya HUT RI ke-78 Satgas MTF TNI AL di Lebanon

Koran Jurnal, Jakarta – Jauh dari tanah air, tidak menyurutkan semangat Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/ UNIFIL untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-78. Pelaksanaan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-78 yang dipimpin oleh Duta Besar LBBP RI untuk Lebanon, Drs. Hadjriyanto Y. Thohari, M.A. berlangsung di halaman Kantor KBRI Beirut, Kamis (17/8/2023).

Perayaan Kemerdekaan RI memiliki makna mendalam untuk mengenang jasa para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan, sekaligus membangun semangat generasi penerus dalam mengisi kemerdekaan menuju Indonesia maju, termasuk dalam melaksanakan amanat konstitusi ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Upacara bendera diikuti oleh Prajurit Satgas MTF, perwakilan Kontingen Garuda dari Naqoura, KBRI Beirut, Dharma Wanita KBRI, dan diaspora Indonesia di Lebanon. Upacara berlangsung khidmat yang dirangkai pemotongan tumpeng dan ramah tamah dengan penuh kekeluargaan sebagai tanda syukur.

Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-78 juga dirangkai dengan kegiatan perlombaan seperti futsal, voli, tenis meja, bulu tangkis, dan soft competency games untuk menggelorakan semangat juang dengan tetap menjunjung sportivitas. Selain itu juga dilaksanakan webinar bertajuk “Memperkokoh Semangat Membangun Bangsa Dengan Kolaborasi Lintas Generasi”, serta malam tasyakuran dan nonton bareng film perjuangan di KRI. Dubes LBBP RI memberikan kesan mendalam terhadap kegiatan yang menurutnya baru pertama dilaksanakan.

“Pada tahun ini, perayaan Hari Kemerdekaan dilakukan secara berbeda dan lebih semarak dengan banyaknya partisipan dan jenis kegiatan yang dilaksanakan. Momen ini sekaligus menjadi media refleksi diaspora Indonesia di Lebanon guna mempererat persatuan dan membangun semangat mengisi kemerdekaan untuk Indonesia maju”, terang Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N/ UNIFIL, Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh.

Kegiatan yang terselenggara selaras dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali kepada seluruh prajurit Jalasena untuk terus memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan dengan pengabdian tulus ikhlas guna sebagai jalan menuju kejayaan Angkatan Laut “Jalesveva Jayamahe”.(disp)

Categories
TNI

Pembinaan Personel TNI AL dalam Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N

Koran Jurnal, Jakarta – Sebagai Satuan Tugas (Satgas) perdamaian dunia, dimana TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengirimkan personel dan unsurnya yang tergabung dalam Maritime Task Force (MTF) TNI KONGA XXVIII-N, dituntut memberikan yang terbaik, standar tinggi dalam integritas, serta tidak melanggar hukum, kode etik, disiplin dan tata tertib. Untuk mewujudkan hal tersebut, MTF TNI KONGA XXVIII-N melaksanakan pembinaan personel (Binpers) Fungsi Komando (BFK) secara ketat terhadap personel Satgas di KRI Frans Kaisiepo-368 saat sandar di Port of Beirut, Selasa (01/08).

Satgas MTF TNI merupakan duta PBB, Bangsa Indonesia, dan TNI yang berpegang teguh pada nilai-nilai inti dan kompetensi PBB (UN Core values and competencies), menjunjung tinggi hukum nasional maupun internasional, bahkan tunduk kepada hukum yang secara khusus diberlakukan untuk TNI.

Dalam misi perdamaian dunia, pelanggaran yang berpotensi terjadi di daerah misi diantaranya membeli, menjual, menyimpan, memiliki, dan membawa barang terlarang seperti senjata api, munisi, dan satwa yang dilindungi. BFK mempunyai sasaran manusia sebagai salah satu fungsi organik militer mulai dari tingkat yang terendah.

Keberhasilan implementasi BFK sangat tergantung pada kepedulian seluruh personel dari atasan hingga bawahan terhadap diri sendiri, bawahan, atasan, lingkungan kerja, dan organisasi.

Hal yang dilakukan antara lain dengan mengintensifkan jam Komandan, Palaksa, Kadep, Kadiv, dan kepala bagian, menggalakkan penyuluhan hukum dan intelijen termasuk materi Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Aturan Kepemilikan dan Pemberian Izin Pemakaian Senjata Api.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, menggiatkan pemeriksaan dan sidak, melaksanakan pengawasan dan pengendalian melekat terhadap personel yang keluar kapal, serta pengecekan secara detail terhadap isi tas/koper/barang bawaan personel keluar masuk kapal. Selain itu diberlakukan reward and punishment secara proporsional, serta penandatanganan pakta integritas dan surat pernyataan untuk mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Langkah preventif Satgas dalam mencegah pelanggaran di daerah misi merupakan implementasi perintah Kasal, Laksamana TNI Muhammad Ali dan Komandan PMPP TNI, Laksda TNI Retiono Kunto sebagai wujud komitmen dalam menjaga kehormatan dan nama baik TNI AL, TNI, Bangsa dan Negara di kancah internasional,” tegas Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N/ UNIFIL, Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh prajurit TNI AL yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia untuk terus memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan dan menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang terjadi.

“Jaga nama baik TNI AL, TNI, dan Bangsa Indonesia supaya tetap harum di dunia internasional,” tegas KSAL.

Categories
Militer TNI

‘Bangga’, Itu yang Dikatakan Panglima TNI saat Bertemu Satgas MTF TNI AL di Libanon

Koran Jurnal, Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI KONGA XXVIII-N/UNIFIL menerima kunjungan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono beserta Ibu Ketua Umum Dharma Pertiwi, Ny. Vero Yudo Margono di KRI Frans Kaisiepo-368, Jum’at (26/05/2023), di Libanon. Panglima TNI sangat mengapresiasi dan bangga atas prestasi yang telah dicapai Satgas MTF TNI KONGA XXVIII-N/UNIFIL.

Menurut Panglima TNI, diplomasi yang telah dilaksanakan oleh Satgas MTF TNI KONGA XXVIII-N/UNIFIL tidak dapat ternilai dengan uang dan materi, karena dampak yang ditimbulkan sangat besar dan strategis terhadap nama baik Bangsa Indonesia dan TNI.

“Saya bangga dengan pencapaian yang telah diraih oleh Satgas MTF, baik dari segi operasional, latihan maupun diplomasi. Satgas MTF TNI KONGA XXVIII-N/UNIFIL harus bisa menjadi teladan bagi Satgas MTF berikutnya. Kesiapan Satgas MTF berikutnya sudah dimulai dengan menunjuk unsur/alutsista pengganti, sehingga diharapkan masa dinas Satgas MTF di Libanon tidak lebih dari satu tahun,” ungkap Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa segala bentuk upaya dan kerja keras prajurit untuk tetap mempertahankan kondisi teknis KRI maupun Heli merupakan bukti konsistensi dari semangat prajurit untuk melaksanakan tugas pokok di daerah operasi. “Manfaatkan sisa penugasan yang ada dengan terus mengisi diri dengan kegiatan positif, sehingga moril dan semangat tempur prajurit tetap terjaga,” pesan Panglima TNI kepada prajurit Satgas MTF TNI KONGA XXVIII-N/UNIFIL.

Kunjungan orang nomor satu di TNI ini disambut hangat oleh Dansatgas MTF TNI KONGA XXVIII-N/UNIFIL TA. 2022, Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh, dengan persembahan Tarian Nusantara dari prajurit Satgas MTF. Dalam kunjungannya ini pula, Panglima TNI berkesempatan meninjau akomodasi prajurit dan bertukar cinderamata, dilanjutkan dengan pertemuan dengan MTF Commander didampingi oleh Dubes LBBP RI untuk Lebanon, Asintel Panglima TNI, Dan PMPP TNI, Deputy-MTF COS dan Dansatgas MTF.

Di tempat terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh prajurit TNI AL yang tengah bertugas sebagai pasukan perdamaian untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan.

“Jaga nama baik TNI AL dan Indonesia, serta pelihara hubungan dengan negara-negara yang juga tergabung dalam UNIFIL, sehingga nama baik bangsa maupun TNI AL tetap harum di dunia internasional,” ungkap KSAL.(disp)

Categories
Polhukam TNI

Delegasi BKSAP DPR RI Kunjungi Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/Unifil, Dukung Penuh Modernisasi Alutsista TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL menerima kunjungan kerja delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Dr. Fadli Zon (Komisi I) dan Putu Supadma Rudana (Komisi VI) beserta 13 anggota delegasi saat kapal sandar di Port of Beirut. Turut hadir mendampingi kunjungan tersebut, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Lebanon Drs. Hadjriyanto Y. Thohari, M.A., Dirbinops PMPP TNI, Kolonel Inf Haris Isya Siregar, dan Komandan Kontingen Garuda UNIFIL, Kolonel Inf Syafruddin, Senin (15/05/2023).

Delegasi disambut dengan kolaborasi Tari Rampak Gendang, Tari Saman dan band oleh prajurit KRI Frans Kaisiepo-368. Kegiatan dilanjutkan dengan pengisian buku tamu, sambutan ketua delegasi, serta paparan situasi terkini dan berbagai capaian Satgas MTF oleh Wadansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL, Letkol Laut (P) Abdiyan Syaiful Hidayat.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari Program Kerja BKSAP DPR RI di Lebanon dan Suriah. Ketua BKSAP DPR RI dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap modernisasi Alutsista TNI AL dan partisipasi aktif dalam pemeliharaan perdamaian dunia sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi.” terang Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL, Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh.

Ketua BKSAP DPR RI menyampaikan apresiasi tinggi atas segala pencapaian Satgas sebagai wujud komitmen Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Ketua Delegasi juga terkesan dengan hospitality, performa prajurit, serta kondisi kapal yang bersih dan terawat seperti kapal baru dari pabrikan.

“Saya merasa bangga menyaksikan putra putri terbaik Indonesia bekerja dalam rangka memenuhi perintah konstitusi. Saya bangga dengan pencapaian Satgas yang tidak hanya melaksanakan misi perdamaian namun juga misi kemanusiaan, misi kebudayaan, misi pariwisata, dan misi diplomasi untuk kepentingan nasional,” tegas Ketua BKSAP DPR RI, Dr. Fadli Zon.

Usai menikmati santap siang hasil racikan juru masak handal KRI, delegasi melanjutkan ships’s tour dengan dirangkai simulasi peran tempur yang dikendalikan dari ruang Pusat Informasi Tempur (PIT) untuk meninjau langsung profesionalitas prajurit dan kemampuan kapal. Di akhir kegiatan dilaksanakan sesi foto bersama, persembahan yel-yel, penyampaian arahan kepada seluruh prajurit, serta pertukaran cinderamata sebelum meninggalkan KRI Frans Kaisiepo-368 untuk melanjutkan kunjungan ke Suriah.(disp)