Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Dorong Eksportir Pertanian Buka Lapangan Kerja Lebih Luas

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar pertemuan dengan puluhan eksportir di Auditorium Gedung D, Kantor Pusat Kementan, Rabu (08/01/2020). Pertemuan ini digelar untuk memastikan jalannya akselerasi gerakan tiga kali ekspor (Geratieks) khususnya di sektor perkebunan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang dalam acara tersebut, menegaskan bahwa gerakan ekspor harus dimulai dengan kehadiran eksportir ditengah-tengah rakyat. Lebih dari itu, peranan eksportir harus bisa membuka lapangan pekerjaan secara luas.

“Saya menitipkan pesan kepada eksportir agar kalian membuka lapangan pekerjaan secara luas. Kami butuh tangan eksportir agar rakyat kita banyak yang kerja. Caranya tingkatkan ekspor kalian menjadi tiga kali lipat,” ujar Mentan Syahrul, di Kanpus Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (08/01).

Menurut Syahrul, Gerakan tersebut adalah bagian dari gerakan rakyat untuk menunjukan bahwa Indonesia merupakan negara kuat yang memiliki potensi besar dan derajat tinggi di mata dunia. Gerakan ini harus menjadi titik balik bangkitnya pertanian Indonesia.

“Kalau begitu pertanian di tangan kita tidak boleh mundur. Yang ada adalah maju. Pertanian di tangan kita harus berjalan efektif dan maksimal. Harus berkembang dan lebih baik,” katanya.

Syahrul menambahkan, Indonesia merupakan negara subur yang seluruh kekayaan alamnya selalu dibutuhkan penduduk dunia. Lebih dari itu, sektor pertanian menjadi bagian penting dalam meningkatkan ekonomi bangsa dan menekan angka kemiskinan.

“Coba resapi sedikit. Negara ini butuh kita semua kok. Karena ini menjadi kewajiban kebangsaan kita. Apa gunanya kita menjadi eksekutif tapi sebenernya negara melayang dari tangan kita. Toh saya sangat yakin kita cukup memiliki kemampuan. Hanya membutuhkan sedikit lagi kemauan yang tidak kalah dengan negara lain. Intinya kita tidak boleh berpura-pura dalam mengurus negara ini,” katanya.

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyo mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah menyisir dan memperbesar pemanfaatan sejumlah komoditas yang memiliki potensi ekspor cukup besar.

“Kami memang sedang merancang satu program gerakan potensi ekspor. Diantaranya kopi, kakao, jamu mete sampai fanile. Ini sudah punya target. Jadi 5 tahun ke depan pertumbuhannya harus lebih dari 3 kali lipat. Kita akan menaikan produksinya dan memiliki dampak terhadap penyerapan lapangan kerja serta PDB pertanian,” katanya.

Dikatakan Kasdi, Dirjen Perkebunan juga sudah menetapkan target jangan panjang, yakni peningkatan capaian hingga 1000 triliun ekspor di tahun 2024. Target ini meliputi angka produksi yang ditargetkan naik sebesar 7 persen serta PDB sebesar 25 persen.

“Kita juga akan membangun milenial menjadi enterpreneurship dan mengenal pertanian secara dalam. Kemudian sektor perkebunan diharapkan menekan losis. Untuk itu, kami mohon eksportir dan pengusaha juga turun sampai level kecamatan,” tukasnya.(hum/red)

Categories
Daerah Ragam

Mentan SYL Serukan Persaudaraan Saat Serahkan Bantuan Kemanusiaan Korban Banjir Lebak Banten

Koran Jurnal, Lebak – Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Desa Kampung Nunggul, Desa Sukasari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (07/01/2020). Bantuan ini diberikan, terutama kepada masyarakat yang bermukim di 3 desa terparah yakni Sajira, Sukasari dan Lebakgedong.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan upaya negara dalam mengajak semua pihak agar merasa empati terhadap kepentingan bangsa dan negara. Musibah dan bencana, kata Syahrul, harus menjadi introspeksi dalam memperbaiki diri.

“Bencana adalah peringatan dari Tuhan agar kita terus memperbaiki diri. Tentu setiap saat ada hal hal yang harus kita tingkatkan, minimal menghadirkan rasa persaudaraan dan persatuan,” ujar Syahrul yang didampingi Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya saat meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Sukasari, Selasa sore.

Syahrul berharap, masyarakat Lebak kembali pulih dan memulai aktivitas dengan penuh semangat. Ke depan, dia berjanji akan membantu merevitalisasi lahan pertanian yang ada dengan mengirim bantuan bibit dan benih.

“Tentu saja revitalisasi adalah bagian dari proses yang akan kita lakukan ke depan. Tapi yang terpenting saat ini adalah memulihkan semangat warga Lebak, terutama para petani agar memulai bercocok tanam. Yang pasti, lahan pertanian harus dipulihkan,” katanya.

Syahrul menambahkan, sektor pertanian harus menjadi konsep pendidikan dan edukasi yang baik untuk menghidupkan perekonomian masyarakat luas. Pertanian, lanjut Syahrul, harus menjadi pilihan pasti dalam mendorong hadirnya kesejahteraan.

“Saya katakan bahwa pertanian itu punya backup yang cukup untuk kehidupan masyarakat. Tentu kita berharap pertanian di Kabupaten Lebak lebih kuat dan lebih baik. Yang paling penting pertanian harus mengenergi masyarakat sebagai suatu konsep dalam menghadirkan kesejahteraan,” katanya.

Bupati Lebak menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan pemberian bantuan jajaran Kementerian Pertanian kepada warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Lebak. Bantuan ini, kata Iti akan disalurkan secara bertahap melalui gotong royong warga sekitar.

“Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah kita dikunjungi bapak Menteri. Hari ini kita merasa bahagia karena mendapat bantuan. Kita harus bangkit dan kembali bertani untuk mendukung program pemerintah pusat dalam mencapai swasembada,” katanya.

Ke depan, tambah Iti, pihaknya akan mendorong petani di Kabupaten Lebak untuk menggunakan layanan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disiapkan Kementerian Pertanian dalam mendorong kemajuan usahatani dan kesejahteraan petani.

“Kredit Usaha Rakyat yang disampaikan pak Menteri akan kita dorong agar petani Lebak memiliki kemampuan menghitung pasar dan melihat potensi pasar, terutama kemajuan petani dan usahatani,” tukasnya.

Masih dari Kabupaten Lebak, sebelumnya Kementan juga melakukan nota kesepahaman MoU peningkatan produksi dan akselerasi ekspor komoditas perkebunan di Kantor Bupati Lebak. MoU ini diharapkan dapat menekan angka rentan rawa pangan. Adapun penandatangan ini dilakukan oleh jajaran Dirjen Kementan dan Kepala Dinas Pertanian setempat.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Menteri Pertanian Dukung Program Satu Juta Ternak Sapi Bali

*Rilis Kementan, 5 Januari 2020*
Koran Jurnal, Denpasar –  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendukung sepenuhnya program Provinsi Bali mencapai Satu Juta Ternak Sapi Bali. Hal tersebut disampaikannya saat menyaksikan penandatangan tiga nota kesepahaman antara Kementerian Pertanian dengan Gubernur Bali di Denpasar, 4 Januari 2020. Salah satu nota kesepahaman tersebut adalah terkait Populasi Sejuta Sapi Bali Mendukung Program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan).

Menurut Mentan SYL, Bali merupakan provinsi yang memiliki potensi pertanian dan peternakan yang sangat besar. Dengan adanya nota kesepahaman ini, maka Kementan akan mendukung sepenuhnya program-program pertanian dan peternakan di Bali.

“Pada hari ini telah ditandatangani tiga buah nota kesepahaman antara Kementan dan Pemda Bali. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pembangunan pertanian menuju pertanian yang maju, mandiri, dan modern” ungkap Mentan SYL.

Lebih lanjut Mentan juga menyampaikan harapannya bahwa dengan meningkatnya produksi dan produktivitas maka ke depan produksi pertanian tersebut bisa diekspor. Langkah ini lanjutnya sejalan dengan gerakan tiga kali ekspor atau Gratieks.

Sementara Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan bahwa Provinsi Bali merupakan provinsi yang berbasis pertanian, dan penyediaan pangan merupakan salah satu program utama saat ini. Dukungan Kementan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian di Bali dipandangnya sangat penting dalam membantu program Pemda dan masyarakat Bali.

“Bali kaya akan komoditas pertanian lokal seperti jeruk, salak, kopi, sapi, kambing dan lain-lain. Namun komoditas-komoditas ini belum diberdayakan secara optimal. Ke depan, diharapkan bantuan Kementan untuk mengoptimalkan potensi ini,” jelasnya.

Khusus terkait Program satu juta ternak Sapi Bali pada tahun 2025, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita menyampaikan bahwa target tersebut dapat dicapai apabila ada peningkatan jumlah induk sapi sebesar 30%-45 % dari populasi saat ini, dan didukung oleh peningkatan kelahiran pedet sebesar 80%-85% dari Indukan jumlah sapi. Sementara itu angka pemotongan sapi betina produktif di Bali harus bisa diturunkan hingga 5%-10% dari pemotongan tercatat saat ini, dan angka kematian pedet harus diturunkan ke angka di bawah 5% dari sapi yang lahir.

“Apabila parameter-parameter tersebut tercapai, maka program sejuta ternak Sapi Bali akan kita capai. Ditjen PKH selalu siap mendukung program ini, karena hal ini sejalan dengan Sikomandan, salah satu program penting dari bapak Mentan SYL,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Lepas Ekspor Edamame Jember Senilai 2,6 Miliar Tujuan Jepang

Koran Jurnal, Jember – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor edamame hasil produksi PT Mitra Tani 27 Jember senilai $ 185.200 dollar atau sekitar 2,6 miliar. Ekspor ini merupakan ekspor lanjutan dengan negara tujuan Jepang dan 12 Negara-negara lain di Asia.

“Saya kira apa yang dilakukan hari ini menunjukan bahwa Indonesia adalah negara hebat dan luar biasa. Hari ini kita membuktikan bahwa edamame menjadi satu contoh kekuatan bangsa ini, dimana Kabupaten Jember sebagai penghasil produk pertanian yang bisa mengantarkan kesejahteraan,” ujar Syahrul, Kamis (26/12/2019).

Menurut Syahrul, akselerasi ini harus menjadi pemicu bagi perusahaan lain di seluruh daerah untuk meningkatkan ekspor hingga tiga kali lipat. Kata dia, sektor pertanian harus menjadi pilihan tepat bagi kekuatan ekonomi bangsa dan negara.

“Karena itu ayo kita dorong kegitan ekspor ini sebagai sesuatu yang luar biasa. Kan membuat pertanian menjadi hebat itu adalah tempat kita membuka ruang bagi rakyat, dan tempat usaha bagi ekonomi yang sangat terbuka. Pertanian itu adalah sarana bagi orang orang untuk berbuat ibadah,” katanya.

Syahrul mengatakan, pertanian itu harus bisa menurunkan angka kemiskinan melalui pembukaan lapangan pekerjaan. Kegiatan ekspor harus membuka ruang kerja bagi rakyat yang masih berada di lingkaran pengangguran.

“Pekerjaan kita adalah membuat orang miskin makin sedikit dan membuka lapangan pekerjaan lebih banyak. Kalau begitu jawabnya ada pada sektor pertanian. Makanya pertanian itu bicara negara dan bicara lapangan kerja,” katanya.

Direktur PT Mitra Tani 27, Dwi Anurogo menyampaikan terimakasih atas dorongan Menteri Pertanian dalam membangun kegiatan akselerasi ekspor edamame melalui program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Geratieks).

“Terimakasih kepada bapak Menteri atas kunjungannya ke perusahaan kami, dimana PT Mitra Tani 27 saat ini telah mengembangkan berbagai produk ekspor pertanian,” katanya.

Dwi menjelaskan, saat ini perusahaanya memiliki 2500 karyawan dengan mitra tani sekitar 4000 petani. Ke depan, kata dia, Mitra Tani akan mengembangkan produk strategis lainya seperti tembakau dan gula yang menjadi produk utama mitra tani.

“Ekspor ini merupakan kebanggan bagi PT Mitra Tani 27 yang bergerak di bidang gula dan tembakau. Ke depan kami akan terus mengembangkan produk kami sesuai arahan Bapak Menteri terkait gerakan tiga kali lipat ekspor,” tukasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul: Tiga Program Strategis Kementan Harus Saling Terkait demi Terwujudnya Kesejahteraan Petani

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan peningkatan kesejahteraan petani melalui tiga program strategis. Ketiga program ini adalah penyediaan layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR), program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) dan pembentukan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostra Tani).

“Ketiganya harus saling terkait demi terwujudnya kesejahteraan petani,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Syahrul menjelaskan, program KUR adalah program strategis yang diperuntukan untuk meningkatkan kinerja sektor pertanian dari hulu ke hilir melalui akses yang lebih mudah. Program ini diharapkan mampu menopang dan memperkuat potensi pertanian di daerah-daerah.

“Kami memiliki anggaran Rp50 triliun dari total plafon anggaran sebesar Rp190 triliun. Kredit ini juga memiliki bunga murah, yakni hanya 6 persen,” katanya.

Selain itu, Syahrul menerangkan bahwa Kementerian Pertanian juga memiliki program penguat melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Geratieks). Gerakan ini dibuat sebagai ajakan pemerintah kepada seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian agar bekerja dengan cara yang tidak biasa.

“Tentu kita bisa bekerja dengan memanfaatkan teknologi, inovasi, jejaring dan kerjasama yang kuat. Dengan begitu, akses informasi terkait potensi komoditas ekspor di masing-masing daerah terbuka lebar dan memiliki tujuan ekspor yang bisa diakses melalui aplikasi peta potensi ekspor dan IMACE (Indonesia Maps of Agriculture Commodities Export,” katanya.

Berikutnya, kata Syahrul, Kementan sudah membentuk kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostra Tani). Komando ini nantinya akan memperkuat fungsi penyuluh sebagai ujung tombak pemantauan kondisi lapangan di tiap kecamatan.

“Semua kita kendalikan dengan artificial intelligence seperti pengendali AWR (Agricultural War Room). Kendali ini kami persiapkan juga untuk pengatur lalu lintas data pertanian yang bisa berubah-ubah setiap hati,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberi catatan khusus pada sektor pertanian. Dia meminta agar Kementan fokus terhadap upaya peningkatan pertanian on farm dan off farm, terutama pascaproduksi.

Pertanian on farm merupakan proses yang berhubungan langsung dengan budidaya pertanian, seperti menyemai bibit, mengawinkan hewan ternak, memupuk, memberi pakan ternak, mengendalikan hama dan penyakit, panen dan lainnya. Sementara, off farm yaitu proses komersialisasi hasil-hasil budidaya pertanian, seperti pedagang, pengepul dan lain-lain.

“Petani dan nelayan perlu keluar dari aktivitas on farm menuju ke off farm dengan memberikan nilai tambah aktivitas usaha tani dan perikanannya melalui pengolahan produk pertanian dan perikanan, maupun pengembangan usaha berbasis pertanian dan perikanan,” tukasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Lepas Ekspor Ayam Olahan dan Pakan Ternak Senilai 506 Miliar ke Republik Demokratik Timor Leste

Koran Jurnal, Surabaya – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus melipatgandakan ekspor produk pertanian termasuk peternakan hingga meningkat tiga kali lipat. Langkah nyata yang ditempuh yakni dengan menggenjot kegiatan ekspor produk peternakan berupa daging ayam olahan dan pakan ternak dengan tujuan ke Negara Republik Demokratik Timor Leste senilai Rp 506,2 miliar di Unit PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Sidoarjo, Minggu (08/12/2019).

Pelepasan ekspor ini langsung dilakukan Mentan SYL bersama Komisaris Utama PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Ito Sumardi dan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah. Hadir Hadir Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmok dan jajaran Eselon I Kementan.

Menurut SYL bahwa Kementerian Pertanian berupaya optimal untuk meningkatkan ekspor berbagai komoditi pertanian termasuk produk peternakan dalam meningkatkan pendapatandan kesejahterakan peternak. Ekspor juga sekaligus guna meningkatkan perekonomian negara melalui capaian devisa.

“Ekspor hari ini membuktikan bahwa kemampuan perunggasan kita yang dilakukan PT Japfa telah berkontribusi langsung kepada kepentingan nasional dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan daging unggas, telur dan berbagai produk turunannya, baik nugget, bakso, dan lainnya. Kita yakin bahwa kita tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan Nasional, tetapi ke depan kita sudah mampu berkata bahwa kita adalah pesaing dunia,” demikian ujar SYL dalam acara pelepasan tersebut.

SYL menegaskan Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen mendongkrak volume ekspor sebanyak tiga kali lipat dalam 5 tahun kedepan. Untuk itu, ia mendorong perusahaan-perusahaan besar agar tidak hanya berpikir bagaimana mewujudkan ketahanan pangan nasional, tetapi juga menciptakan produk-produk ekspor yang mampu berkompetisi atau bersaing dengan negara-negara lain dalam memperebutkan pasar dunia.

“Hari ini sudah kita buktikan, kurang lebih Rp 500 miliar PT Japfa telah berkontribusi untuk melakukan ekspor. Dan ini tentu saja harus kita dorong bersama Pak Bupati Sidoarjo, pihak lain dan Bupati lainnya agar terus menjaganya,” tegasnya.

“Dan ini kita harus apresiasi daerah-daerah yang terus mau melihat daerahnya, tidak hanya masalah nasional tapi mampu bahkan berprestasi untuk menghadirkan ekonomi dari hasil-hasil ekspor kita,” imbuh SYL.

Lebih lanjut, menteri asal Sulawesi Selatan ini mengaku optimis mewujudkan peningkatan volume ekspor pangan. Pasalnya, Indonesia memiliki berbagai potensi dan komoditi pertanian yang memiliki kemampuan untuk diolah menjadi produk ekspor yang berdaya saing. Karena itu, Kementan di bawah kepemimpinannya mempersiapkan pangan yang tidak hanya menjadi kebutuhan nasional, tapi juga untuk kebutuhan dunia.

“Disaat kondisi ekonomi melemah di dunia pun orang juga butuh makan kan? Perutnya masih harus diisi dengan coklat, dengan daging, dan lainnya. Kalau kita persiapkan ini dengan baik tentu kita berharap kemampuan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional bisa kita lakukan,” bebernya.

“Di bidang peternakan itu kurang lebih ekspor kita sudah berbicara sekitar Rp 9 sampai 10 triliun. Kalau begitu 5 tahun kedepan dia harus tiga kali lipat dari apa yang ada sekarang. Dan ini harus dicapai lebih cepat lebih bagus,” sambungnya.

Dorong Pelaku Usaha Percepat Ekspor

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita menyebutkan volume ekspor peternakan pada 2018 sebesar USD 640,17 juta setara Rp. 9,05 trilyun atau meningkat 2,42% dibanding tahun 2017 yang sebesar USD 625,14 juta setara Rp. 8,83 trilyun. Melansir data Statistik Peternakan tahun 2018, populasi ayam ras pedaging (broiler) mencapai 3,14 milyar ekor, ayam ras petelur (layer) mencapai 261,93 juta ekor dan ayam bukan ras (buras) mencapai 300,98 juta ekor.

“Karena itu, kegiatan ekspor seperti ini harus terus didorong sehingga lonjakan ekspor harus tiga kali lipat dari kondisi ekspor saat ini,” ujar Ketut.

Ketut menuturkan Kementan terus mendorong pelaku usaha perunggasan untuk melakukan industrialisasi perunggasan nasional. Tujuannya adalah agar mampu melakukan ekspor dan bersaing di perdagangan global.

“Momen pelepasan ekspor komoditas peternakan ini dapat memotivasi pelaku usaha lain dalam berupaya melakukan percepatan ekspor komoditas peternakan lainnya melalui peningkatan kualitas produksi dan promosi ke negara lain,” tuturnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Ito Sumardi menjelaskan nilai nominal ekspor hari ini adalah merupakan bagian dari ekspor selama tahun 2019 sebesar Rp 506,200 miliar. PT. Japfa senantiasa berkomitmen mendukung upaya pemerintah memenuhi kebutuhan protein hewani di dalam negeri maupun meningkatkan ekspor sesuai dengan harapan Presiden Jokowi. Selain itu, juga memberdayakan peran serta masyarakat baik dalam bentuk kemitraan maupun bekerja sama dalam bentuk usaha mandiri.

“Kegiatan ekspor hari ini merupakan wujud komitmen untuk meningkatkan ekspor. Meskipun dihadapkan berbagai kendalai teknis, kamis selalu konsisten mematuhi segala ketentuan dan kebijakan pemerintah di bidang pertanian maupun perdagangan,” katanya.

Terkait kebijakan pemerintah saat ini, Ito menegaskan pihaknya siap berkontribusi secara optimal di dalam pelaksanaanya guna meningkatkan ekspor pangan Indonesia yang mampu berdaya saing dengan negara-negara lain. Namun demikian unsur utama dalam keberhasilan ekspor yakni harga yang kompetitif, kebutuhan lasar luar negeri yang memadai, kualitas dan ketersediaan produk, tentu sangat tergantung dari ketersediaan bahan baku utama dan kebijakan pemerintah.

“Kondisi memburuknya harga ayam hidup antara lain disebabkan oleh over supply akan dapat dikonversikan sebagai produk ekspor dengan difasilitasi oleh kementerian terkait,” sebutnya.

“Kami yakin dan percaya, melalui Kabinet Indonesia Maju saat ini akan memperhatikan faktor-faktor yang menjadi kendala kurang optimalnya ekspor pangan saat ini dan memberikan solusi yang komprehensif sehingga harapan Bapak Presiden Jokowi untuk meningkatkan ekspor secara signifikan terwujud,” tambah Ito.(hum/amp)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Yasin Limpo Ingin Vaksin Unggas Kita Mendunia

Koran Jurnal, Bogor – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyatakan keinginannya untuk mengembangkan inovasi dan teknologi vaksin unggas yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Saya berharap nantinya kita dapat mengintervensi dunia, tidak hanya memanfaatkan vaksin dari luar, tetapi juga mampu menciptakan vaksin kesehatan hewan sendiri bahkan dapat dimanfaatkan oleh negara lain, untuk meningkatkan kesehatan unggas, sehingga populasi dan produksinya akan lebih baik,“ ujar Syahrul dalam acara Launching Inovasi dan Teknologi Kesehatan Unggas Veteriner, di Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet), Balitbang, Kementerian Pertanian, Bogor (05/12/2019).

Mentan Syahrul menyebutkan bahwa program Kementerian Pertanian dalam bidang peternakan salah satunya adalah mengembangkan dan meningkatkan populasi ayam kampung, terutama jenis petelur melalui pemberdayaan masyarakat.

“ Tentunya kita berharap populasi ternak semakin berkembang, namun akselerasi dan perkembangan yang cepat juga rentan terhadap berbagai hama, virus dan penyakit, untuk itu kita harus dapat memgantisipasinya secara tepat,“ ucap Syahrul.

Lebih lanjut Mentan Syahrul menyebutkan bahwa melalui inovasi dan teknologi yang dihasilkan BB Litvet kita dapat mengantisipasi segala masalah dan tantangan terkait kesehatan hewan mengingat ancaman virus global saat ini semakin banyak.

“ Kita perlu melakukan penelitian dan riset yang baik terhadap segala permasalahan kesehatan hewan, para ahli peneliti dan dokter hewan kita cukup hebat dan tidak kalah saing dengan negara lain, “ ujar Syahrul

Dalam peluncuran inovasi teknologi untuk kesehatan unggas, BB Litvet berhasil meluncurkan beberapa vaksin, antara lain: vaksin unggas, yaitu vaksin avian influenza bivalen, vaksin avian influenza kombinasi HPAI dan LPAI, dan vaksin ND GTT 11, serta teknologi diagnosa kit ELISA DIVA yang digunakan untuk membedakan hasil vaksinasi dan infeksi avian influenza.

“ Nantinya vaksin kita juga terbuka untuk para pengusaha dan investor yang ingin berinvestasi, kalau perlu kita akan melakukan diplomasi perdagangan dengan negara lain terhadap vaksin yang kita miliki,“ tegas Syahrul.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL dan Gubernur Jatim Lepas Ekspor 110 Ton Komoditas Pertanian Senilai 2 Miliar

Koran Jurnal, Surabaya – Komitmen Kementerian Pertanian mendorong ekspor tiga kali lipat nampaknya semakin terwujud. Hal tersebut dibuktikan dengan dilepasnya ekspor komoditas pertanian ke tiga negara tujuan antara lain Brazil, Italia, dan Singapura yang langsung dilepas Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Gubernur Jawa Timur, Hj Khofifah Indar Parawansa di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Senin (02/12/2019).

Pelepasan Ekspor melalui Pelabuhan Tanjung Perak ini sebanyak 110 ton senilai Rp 2 Miliar, terdiri dari pupuk Organik 54 ton senilai Rp 108,6 juta dengan negara tujuan Singapore, Bunga Cengkeh 10 ton senilai Rp. 877,8 juta tujuan Brasil, Biji Kopi Robusta 46 ton senilai Rp 1,02 miliar tujuan Italia.

Mentan SYL mengatakan dengan dilepasnya ratusan ton komoditas pertanian ini membuktikan bahwa ekspor merupakan ruang yang cukup bagus untuk memfasilitasi berbagai komoditas yang ada di Indonesia sehingga bisa dikenal dan dinikmati oleh negara luar. Ekspor ini merupakan gerakan yang sesuai dengan ajakan sekaligus instruksi Presiden Jokowi untuk menggiatkan ekspor dan investasi.

“Hari ini dengan segala kebanggaan saya bersama Gubernur Jawa Timur telah membuktikan ekspor kita memiliki ruang yang cukup bagus untuk menjadi bagian yang mengenergi ekonomi kita dan memfasilitasi berbagai komoditi yang kita miliki,” ujarnya dalam acara pelepasan ekspor tersebut.

Mantan Gubernur Sulsel ini juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama Gubernur Jatim berkomitmen mendorong seluruh eksportir bisa berakselerasi lebih tinggi lagi. Kementan bersama kementerian terkait, pemerintah daerah dan stakeholder lainya membangun Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Grati-Eks) pertanian yang dilakukan secara bertahap, terukur, terencana pada kurun waktu 4 tahun mendatang secara bersama-sama.

“Grati-Eks, merupakan ajakan kepada seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian untuk bekerja dengan cara yang tidak biasa.Bekerja dengan memanfaatkan teknologi, inovasi, jejaring dan kerjasama yang kuat,” jelasnya.

“Jatim memiliki segalanya. Saya bersama Ibu Gubernur berkomitmen mendorong seluruh eksportir kita bisa akselerasi lebihnya tinggi. Dan hari ini kita buktikan dengan melepas komoditas pertanian dengan nominal Rp800 miliar,” pintanya.

Selain itu, SYL menegaskan dengan dilepasnya ekspor komoditas pertanian ini menjadi salah satu keyakinan bahwa kedepan ekspor bisa ditingkatkan lagi sampai 100 persen. Ini menjadi pemantik agar terus meningkat kualitas komoditas pertanian berkualitas sehingga target tiga kali lipat eksport bisa tercapai.

“Seperti yang selalu diingatkan Bapak Presiden, saat ini kita tengah memasuki era kompetisi antarnegara yang semakin sengit. Kita tidak boleh berhenti berkreasi dan berinovasi. Saya mengajak para pelaku usaha Jawa Timur untuk memberi masukan agar kita mampu menggenjot ekspor, mencapai target kita bersama,” tegasnya.

“Dan saya berharap, kepada seluruh dunia usaha agribisnis dengan potensi dan iklim yang telah terbangun ini dapat terus ditingkatkan. Tiga kali loncatannya dalam 5 tahun kedepan,” sambungnya.

Lebih lanjut SYL mengungkapkan penolakan Notification of Non Compliance (NNC) sangat kecil dari negara tujuan komoditas yang berasal dari pelabuhan di Jawa Timur merupakan sebuah tanda bahwa pemerintah dan seluruh jajaran di Jawa Timur telah berkejar dengan maksimal dan kompak. Artinya, Karantina Pertanian telah bekerja dengan benar dan kompak sehingga melalui pintu Jatim, Pelabuhan Tanjung Perak penolakan dari negara tujuannya sangat kecil ini akan terus ditingkatkan.

“Saya berharap ekspor di Jatim semakin lancar dan tidak terjadi kendala yang membuat urusan ekspor di Jatim terhambat. Tentu sajak harapan kita makin lancar dipelabuhan dan tidak terjadi kendala yang membuat kita ribet urusan dengan ekspor. Dan Jatim menjadi contoh pelabuhan di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar parawansa mengatakan mobil ekspor yang dimiliki Badan Karantina Pertanian sebagai terobosan akselerasi ekspor akan membantu para produsen sekala menengah bisa terkonsolidasikan. Sebab tak semua terkonfirmasi apa saja persyaratan ekspor.

“Makanya proses literasi dan edukasi yang masif akan membuka harapan seperti pak menteri sampai kan tiga kali lipat ekspor,” ujarnya.

Karenanya, mantan Menteri Sosial ini mendorong agar suasana perekonomian di Jatim bisa tumbuh signifikan. Sebab Jatim dan Jateng merupakan penopang ekonomi cukup tinggi.

“Makanya kita harus menjaga suasana stabilitas ekonomi, keamanan terjaga ,masyarakat produktif dan saya berharap presiden meningkatkan ekspor dan membuka lapangan kerja sebanyak –Bakal,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengatakan kinerja eksportasi produk pertaian yang melalui Balai Besar Karantina Petanian Surabaya, Jawa Timur menunjukan tren yang cukup menggembirakan. Dibandingkan tahun 2018 dan 2019 hingga 2 Desember 2019 adalah masing-masing indikator yakni frekuensi meningkat 8%, volume meningkat dari 18,6 %, dimana di tahun 2018 hanya 16,3 juta ton menjadi 20,1 juta ton di tahun 2019 dan nilai ekonomi meningkat 100% dari Rp 35,3 triliun tahun 2018 menjadi Rp. 70,8 triliun di tahun 2019.

“Dan yang akan terus menjadi fokus kerja kami, selaku otoritas karantina adalah memastikan produk pertanian yang akan diekspor telah terjamin kesehatan dan keamanannya,” bebernya.

Menjalankan peran sebagai alat perdagangan atau economic tools, Ali Jamil menyatakan Badan Karantina Pertanian mengambil langkah dengan layanan yang berorientasi mendorong akselerasi ekspor.

“Selain itu, juga mengemban peran sebagai pelindung sumber daya alam hayati Indonesia dengan melakukan pengawasan lalu lintas hewan, tumbuhan dan produknya diseluruh pintu pemasukan dan pengeluaran NKRI,” pungkasnya.

Dalam pelepasan ekspor ini, Mentan SYL sekaligus menyerakan sertifikat ekspor dan dilakukan juga menandatanganan deklarasi ekspor pertanian Jawa Timur tiga kali lipat.(hum/red)

Categories
Ekonomi Ragam

Kunjungi Balithi Litbang Kementan Saat Libur, Mentan SYL: Tiada Hari Tanpa Kerja Keras

Koran Jurnal, Cianjur – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang akrab disapa SYL menyempatkan diri mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian (Litbang Kementan) di Cianjur, Minggu (01/12/2019). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat dari dekat kinerja Balai tersebut yang terhampar pada lahan seluas area 10 hektar yang ditumbuhi tanaman hias.

Dalam kunjunganya selama empat jam, SYL mengatakan pembangunan pertanian menuju era industri diperlukan kerja keras dan fokus terhadap permasalahan yang cukup kompleks. Lebih khusus komoditas tanaman hias diperlulan terobosan baru untuk menjaga kualitas dan daya saing produk di pasar global.

“Saya juga berharap kepada jajaran Kementan agar tiada hari tanpa kerja karena Litbang suatu kebanggan kita yang ditunjang dengan kondisi negara tropis dan bermuara pada sub tropis memudahkan untuk berkreasi dan berkarya lebih baik. Kita harus menjadi Legazi, sesuatu yang bermakna untuk orang banyak,” demikian ditegaskan SYL dihadapan para peneliti dan staf Balithi di Aula Balithi di Cianjur Jawa barat

SYL merasa terkagum dengan kehadiran para senior peneliti para staf yang merasa memiliki tanggung jawab.

“Tanaman Hias sangat berpotensi dikembangkan salah satunya untuk agro wisata saat ini,” ujarnya.

Agro Wisata yang dikunjungingi merupakan area konservasi berbagai jenia tanaman dan sarana edulasi untuk pengembangan tanaman hias. Terdapat rumah kaca hexagonal anggrek dan berbagai tanaman hias lainnya hasil silangan dan tanaman hasil kerjasama dgn jepang.

“Ciptakan hebridasi yang unggul artinya sesuatu yang lebih dari biasa, harus ada terobosan-terobosan yang dihasilkan dari balai penelitian ini,” tandasnya.

Kepala Badan Litbang Kementan, Fadjry Djufry yang hadir mendampingi Mentan SYL menambahkan Balithi pun memiliki lahan 3 ha parsial bangunan menunjang kegiatan 30 para peneliti.

“Peneliti didampingi 27 orang teknisi dan 35 orang tenaga administrasi, serta 14 orang Staf penunjang,” sebutnya.

Kunjungan ini pun, SYL diampingi Sekjen Kementan, Momon Rusmono, Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi, Dirjen Perkebunan, Kasdi Subagiyono dan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PHK), I Ketut Diarmita. Lepas dari Balithi, SYL dan rombongan melakukan kunjungan di Taman Bunga Nusantara, Kecamatan Sukareski Kabupaten Cianjur.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Lepas Ekspor ‘Pallet’ Senilai 132 Miliar ke Filipina

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor pakan ternak (pallet) berupa produk olahan gandum ke Filipina sebanyak 7.700 ton dengan nilai Rp132 miliar.

“Hari ini kita buktikan Indonesia sebagai negara besar memiliki potensi pangan yang menjanjikan sehingga besok kehidupan kita harus lebih baik dari apa yang dicapai sampai hari ini. Oleh karena itu, Kementan dengan pihak Bogasari memiliki tekad yang sama bisa melakukan sesuatu yang langsung berkontribusi terhadap kesejahteraan rakyat dan kejayaan bangsa ke depan,” kata Mentan Syahrul di lokasi pelepasan ekspor produk pertanian di Dermaga 1 PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Divisi Bogasari, Jakarta Utara, Rabu (27/11/2019).

Mentan Syahrul mengatakan, ekspor yang dilakukan merupakan salah satu bukti bahwa tidak semua gandum itu menjadi sesuatu yang kebutuhannya hanya untuk impor.

“Faktanya, hari ini melakukan ekspor dan ini sudah dibuktikan dengan 50 kapal nilainya Rp 1 triliun lebih dan yang diekspor hari ini merupakan kapal yang ke 50 sebanyak 7.700 ton, nilainya Rp 132 miliar yang diberangkatkan ke Filipina,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambung Syahrul, kegiatan ekspor seperti ini harus di-engineering terus sehingga lonjakan ekspor harus tiga kali lipat dari kondisi ekspor saat ini.

“Tentu saja Kementan bersama pelaku usaha terus melakukan upaya-upaya baik diplomasi bisnis dengan pihak luar negeri maupun kesiapan-kesiapan internal,” paparnya.

Lebih lanjut, Mentan Syahrul menuturkan, Kementan bersama seluruh jajaran termasuk pemerintah daerah siap mendukung untuk mengambil bagian. Sebab, ada hal lain bahwa gandum itu tidak hanya dari impor saja dan ternyata dipakai menjadi terigu tapi terigu itu diolah menjadi biskuit dan olahan pangan lainya yang diekspor.

“Seperti itulah cara berpikir kita, kita boleh impor dan impor tidak haram apabila dengan segala daya dan upaya kalau memang tidak ada lagi kemampuan kita dalam negeri. Tetapi impor tidak hanya impor, tapi harus bisa meng-engineering kehidupan agar lebih baik,” tambahnya.

Syahrul menekankan ke depan pihaknya harus menyiapkan kemampuan untuk memproduksi pangan sendiri atau mandiri secara bertahap.

“Dengan demikian, Indonesia semakin memperkuat ekspor sehingga tidak banyak membicarakan impor saja, tetapi justru ekspor,” tukasnya.

Sementara, Direktur Indofood, Fransiscus Welirang, selaku eksportir mengungkapkan, ekspor Wheat Bran Pellet oleh Bogasari ke Filipina sampai November 2019 sudah mencapai 58 ribu ton atau senilai hampir Rp 158 miliar. Belum lagi ekspor ke negara lain seperti Jepang, Vietnam, Korea, Thailand, Cina, Timur Tengah.

“Jadi sampai bulan November 2019, diperkirakan total ekspor produk pakan ternak oleh Bogasari akan mencapai 273 ribu ton atau senilai hampir Rp 726 miliar,” ujar pria yang akrab disapa Franky Welirang.

“Sampai dengan September 2019, nilai ekspor industri terigu nasional dari aneka produk turunan sudah mencapai Rp 9 triliun. Produk yang diekspor antara lain berupa tepung terigu, by product atau dedak gandum, dan aneka produk turunan seperti pasta, mie instan, biscuit, cake, pastry dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Pelepasan ekspor turut dihadiri, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, Anggota DPR RI, dan sejumlah pejabat dari lingkungan Kementerian Pertanian, serta instansi pemerintah terkait.(red)