Categories
TNI

Panglima TNI Buka Rapat Pimpinan TNI Tahun 2021

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. membuka  Rapat Pimpinan TNI Tahun 2021 yang diikuti 333 peserta dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19, bertempat di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (16/02/2021).

Rapat Pimpinan TNI 2021 yang dilaksanakan dengan bertatap muka langsung dan secara virtual dengan peserta di seluruh Indonesia, mengangkat tema “TNI Kuat, Solid, Profesional, Dicintai Rakyat Siap Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Serta Menjaga Persatuan Kesatuan Bangsa Demi Keutuhan NKRI”.

Mengawali sambutannya Panglima TNI menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI dimanapun berada dan bertugas, baik di daerah perbatasan, daerah rawan konflik dan beberapa daerah yang terkena musibah bencana alam, serta garda terdepan dalam memerangi Covid-19.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh prajurit yang ditugaskan di wilayah perbatasan seperti Indonesia-PNG.  Wilayah rawan yang saat ini menjadi perhatian kita semua seperti di wilayah Papua, Intan Jaya khususnya adalah di titik-titik komando taktis Sugapa, Hitadipa, Titigi, Mamba dan yang lainnya,” ungkapnya.

Seperti diketahui bahwa beberapa waktu lalu TNI terlibat sangat intens dalam berbagai peristiwa yang menjadi sorotan publik, seperti penanggulangan kelompok bersenjata di Papua, distribusi Vaksin Covid-19, jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ-182, bencana alam gempa bumi di Mamuju Sulawesi Barat, banjir di Kalimantan, tanah longsor di berbagai daerah lainnya.

“Hal ini menunjukkan bahwa seluruh prajurit TNI beserta seluruh alutsistanya siap dan siaga hadir di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, saya apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada prajurit yang rela untuk melaksanakan tugas demi stabilitas keamanan di NKRI,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI menyampaikan bahwa Rapat Pimpinan TNI tahun 2021 juga membahas beberapa isu strategis yang terjadi seperti perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang telah melahirkan ‘senjata sosial baru’ yaitu internet, siber dan media sosial yang harus menjadi perhatian bersama.

“Kekuatan medsos telah menggulirkan kerusuhan di beberapa negara seperti Eropa, Amerika Serikat, Myanmar dan Thailand,” ucapnya.

Menurut Panglima TNI, kekuatan internet dan medsos telah digunakan untuk menyebarkan faham radikalisme dan terorisme. Dimana dunia maya telah menjadi domain untuk perekrutan generasi radikal dan teroris yang juga memanfaatkan media sosial untuk propaganda-propagandanya.

Rapat Pimpinan TNI Tahun 2021 merupakan kesempatan untuk melakukan refleksi atas pelaksanaan tugas pokok TNI kedepan. “Dinamika lingkungan strategis harus dihadapi dengan perhitungan yang cermat dan terukur agar dapat menjadi keuntungan bagi kepentingan nasional,” tutup Panglima TNI.

Pada kesempatan Rapat Pimpinan TNI Tahun 2021 kali ini dihadirkan pula beberapa narasumber diantaranya Menhan RI Prabowo Subianto, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo.(Pusp/red)

Categories
TNI

Kompak, Warga dan Satgas Yonif 642 Laksanakan Karya Bakti Perehaban Surau

Koran Jurnal, Kalbar – Kekompakan ditunjukan oleh Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Pos Sei Tengah bersama masyarakat, dengan gotong royong melaksanakan karya bakti perehaban Surau Nurul Iman di Dusun Sei Tengah, Desa Sebubus, Kec. Paloh, Kab. Sambas, Prov. Kalbar.

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa dalam keterangannya di Mako Satgas Entikong, Sanggau, Senin (15/02/2021) mengatakan bahwa kegiatan perehaban Surau Nurul Iman yang dipimpin Wadanpos Sei Tengah Serda Rizki merupakan bukti kemanunggalan TNI Satgas Yonif 642 bersama rakyat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini dapat semakin mempererat hubungan baik antara Satgas Yonif 642 dengan masyarakat setempat,” ujarnya.

Dansatgas juga mengharapkan dengan diperbaikinya atap dan dinding Surau, dapat membuat masyarakat semakin nyaman dalam menjalankan ibadah di Surau tersebut.

“Surau tersebut merupakan tempat ibadah umat muslim di Dusun Sei Tengah, anggota pos juga sering melaksanakan ibadah disana, oleh karena itu harus kita jaga dan kita rawat demi kenyamanan kita bersama,” tuturnya.

Pengurus Surau Nurul Iman mengucapkan terima kasih kepada prajurit TNI Satgas Yonif 642/Kapuas dan warga Dusun Sebubus yang turut membantu dalam proses perehaban bangunan tersebut.(pen/red)

Categories
Megapolitan Militer Polisi TNI

Panglima TNI: Soliditas dan Sinergi TNI-Polri Mampu Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Koran Jurnal, Jakarta – Soliditas dan sinergi TNI-Polri telah mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari berbagai ancaman dan gangguan terhadap ke-Bhineka Tunggal Ika-an bangsa Indonesia. Demikian ditegaskan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan peserta Rapim TNI-Polri tahun 2021, baik yang dilaksanakan secara langsung dengan protokol kesehatan yang ketat bertempat di Mabes Polri, Jakarta Selatan, maupun secara virtual di berbagai wilayah Indonesia, Senin (15/02/2021).

Panglima TNI menyampaikan bahwa dengan meningkatnya sinergitas, gesekan antara personel TNI dan Polri juga semakin berkurang. “Dari laporan yang masuk ke saya, terlihat bahwa jumlah kasus 2020 berkurang setengahnya dari jumlah kasus pada tahun 2016. Sebagai dua institusi strategis negara, energi yang kita miliki harus diarahkan sepenuhnya pada upaya pelaksanaan tugas pokok serta kolaborasi lintas sektoral,” terangnya.

Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah saudara kandung yang lahir dari rahim yang sama. Perjalanan sejarah TNI-Polri menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan dan sejarah perjuangan bangsa. “Saat ini TNI dan Polri menjadi dua institusi penting yang memiliki tugas spesifik sebagaimana ditetapkan undang-undang,” tegas Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI terdapat blurring boundaries atau irisan dalam melaksanakan tugas antara TNI dan Polri, terutama dalam hal memberikan perlindungan kepada masyarakat, bangsa dan negara. “Hal yang menjadi penting disini, bahwa kita harus sepakat untuk tidak menyebutnya sebagai wilayah abu-abu atau grey area,” katanya.

Panglima TNI mengatakan bahwa wilayah itu harus dipandang sebagai keterkaitan yang erat antara medan tugas TNI dan Polri atau yang sering diungkapkan sebagai wilayah sinergisitas.  Persepsi ini mau tidak mau harus menjadi semakin kuat mengingat berkembangnya spektrum tantangan yang telah menjadi sedemikian kompleks dan menuntut penanganan yang bersifat komprehensif serta lintas sektoral.

Lebih lanjut dikatakan, ada permasalahan-permasalahan bangsa yang harus dituntaskan secara bersama-sama oleh TNI dan Polri, dan bahkan melibatkan seluruh komponen yang ada. “Kita bisa melihat kembali bagaimana sinergi TNI-Polri dalam penanggulangan bencana alam, pengamanan Pilkada Serentak dan pendisiplinan protokol kesehatan sejak adanya pandemik Covid-19,” ujarnya.

“Dengan komunikasi, koordinasi serta kerja sama yang baik antara TNI-Polri, terbukti telah berhasil membantu penanganan bencana alam dan mengamankan pelaksanaan Pilkada Serentak di tengah suasana pandemi Covid-19 pada Desember 2020 yang lalu,” tambahnya.

Panglima TNI menyampaikan bahwa saat ini  pemerintah telah menetapkan tema dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021 yaitu Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial. Hal ini tentu saja hanya bisa dilakukan dengan memastikan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi terus berjalan beriringan.

“Saat ini, pemerintah memfokuskan upaya penanganan Covid-19 dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Jawa dan Bali berbasis komunitas terkecil di RT-RW bersamaan dengan program vaksinasi nasional. Kebijakan ini diharapkan akan menjadi kunci untuk memutus rantai penularan Covid-19 agar dapat menurunkan angka kasus dan melandaikan kurva,” tuturnya.

Panglima TNI menjelaskan bahwa sebagai implementasi kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah, TNI telah menyiapkan beberapa strategi untuk memantapkan sinergi TNI-Polri untuk mendukung pencapaian target pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yaitu melalui strategi Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi.  Menurutnya, sangat tepat Rapim TNI-Polri tahun ini mengangkat tema “Dilandasi profesionalisme, soliditas dan sinergisitas, TNI-Polri siap mendukung penanggulangan paripurna Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa menuju Indonesia maju”.(Pusp/red)

Categories
International TNI

Satgas Kompi Zeni Konga XX-Q/Monusco Terima Penghargaan PBB

Koran Jurnal, Mavivi – Sebanyak 175 personel Satgas Kizi Konga XX-Q/MONUSCO menerima penghargaan medali menjelang akhir pelaksanaan misi Perdamaian Bangsa-Bangsa (PBB).

Demikian dikatakan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Kompi Zeni (Kizi) Kontingen Garuda (Konga) XX-Q/Mission de LOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation En Republique Democratique du Congo (MONUSCO) Letkol Czi M.P. Sibuea, S.H., M.Han usai menyematkan medali penghargaan PBB kepada personel Satgas dalam Upacara Medal Parade, bertempat di Lapangan Bumi Nusantara Camp, Mavivi, Sabtu (13/02/2021).

Dalam sambutannya Dansatgas menyampaikan bahwa pemberian medali tersebut merupakan wujud apresiasi dari PBB kepada seluruh peacekeeper yang telah berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia. Satgas Kizi Konga XX-Q telah menyelesaikan pembangunan jembatan Hululu yang menghubungkan Republik Demokratik Kongo dengan Uganda.

“Jembatan itu merupakan jalur utama perekonomian dan logistik yang sangat membantu kebutuhan masyarakat sehingga mampu merebut hati masyarakat lokal khususnya di daerah Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo”, ucapnya.

Selanjutnya Dansatgas berharap prestasi ini dapat terus ditingkatkan dalam upaya menjaga perdamaian dan mencapai stabilitas yang tidak akan terlupakan dalam sejarah Republik Demokratik Kongo.

“Untuk itu saya ucapkan terimakasih atas dedikasi dan kinerja yang telah ditunjukkan seluruh personel Satgas selama satu tahun dalam melaksanakan tugas pembangunan dengan sangat baik,” ungkap Dansatgas.(Pusp/red)

Categories
TNI

Mayor Udara Corinus Krey-Tokoh Pejuang Pembebasan Papua dan Pencetus Nama Irian yang Hampir Terlupakan

Koran Jurnal, Jayapura – Terkuaknya kembali peran besar Corinus Marselus Koreri Krey dalam pergulatan perjuangan di Papua berawal dari kunjungan Komandan Lanud Silas Papare, Marsma TNI Budhi Achmadi, ke rumah Pahlawan Nasional asal Papua, Marthen Indey.

Dalam pertemuan tersebut, Marsma TNI Budhi Achmadi bertemu dengan Ibu Aca, salah satu cucu Marthen Indey yang bertugas merawatnya hingga akhir hayat, yang menyampaikan amanah Marthen Indey.

“Jasa Corinus Krey kepada bangsa Indonesia dan Papua sangatlah besar. Apapun bentuk penghargaan negara kepada saya, maka Corinus Krey juga pantas untuk mendapatkannya. Dan kami mohon agar Corinus dapat diurus menjadi pahlawan seperti bapak kami dan komandan bisa menemui Ibu Corinus karena beliau masih ada,” kata Aca.

Setelah mendapat informasi itu, Komandan Lanud Silas Papare mengambil langkah cepat dan akhirnya bisa berdialog dengan keluarga Corinus Krey. Dalam pertemuan tersebut, Marsma TNI Budhi Achmadi akhirnya mendapatkan informasi lengkap tentang perjuangan Corinus Krey.

Corinus Krey bergabung bersama TNI AU berstatus sebagai Mayor Kehormatan sejak tahun 1967-1975. Namun perlu diketahui bahwa pangkat Mayor AU yang disandangnya waktu itu sudah menjadi pangkat militer tertinggi yang disandang putra asli Papua, bersama tokoh pejuang lain yang mendapatkan pangkat kehormatan yaitu Marthen Indey dan Abraham Dimara sebagai Mayor AD. Pangkat militer itu diberikan kepada tokoh asli Papua yang telah berjasa besar memperjuangkan pembebasan Papua dari kolonialisme Belanda.

Kisah perjuangan Corinus berawal dari  gerakan pemuda yang dirintis Kepala Sekolah Beestur (Pamong Praja) Jayapura, Soegoro Atmoprasodjo, yang melibatkan Frans Kaisiepo (siswa sekolah Beestur) dan Corinus Krey (ajudan Soegoro). Soegoro adalah salah satu penggerak nasionalisme di Papua dan pada tanggal 1 April 1945 mencetuskan ide untuk mengubah nama Papua, yang berasal dari kata PAPA HUA yang sering dipakai oleh Kerajaan Tidore dan memiliki arti TIADA BAPAK. Hal itu terjadi karena Kerajaan Tidore menganggap sejarah Papua tidak diketahui asal usulnya sehingga disebut demikian.

Dalam rangka mengangkat harkat dan martabat Papua, maka pemuda-pemuda Papua berpikir untuk mencari nama lain yang juga berasal dari sejarah Papua (Hikayat Koreri). Maka, diskusi Corinus Krey dan Frans Kaisiepo yang terjadi di Jayapura pada tanggal 1 Mei 1945, melahirkan nama IRIAN sebagai ganti kata PAPUA. Corinus Krey berulang-ulang menceritakan kepada anak cucunya, yang mengartikan IRIAN dengan arti “Ikut Republik  Indonesia Anti Netherland”.

Ketika itu pejabat Belanda ingin membungkam gerakan nasionalisme Indonesia di Papua. Frans Kaisiepo dan Corinus Krey mengambil kata IRIAN dari bahasa Biak yang artinya PANAS karena tanah Papua adalah tempat matahari terbit. Promosi nama dilakukan kepada kepala-kepala suku dan dititipkan kepada Frans Kaisiepo yang mewakili pemuda Papua dalam Konferensi Malino  tanggal 18 Juli 1946.

Pada tahun 1947, Krey bergabung dengan Komite Indonesia Merdeka (KIM) sebagai Sekretaris II dibawah pimpinan Dr. Gerungan. Organisasi ini adalah motor pergerakan politik menentang Belanda dan disinilah Krey mulai berjuang bersama Marthen Indey yang menjabat Komisaris 1 KIM. Ketika Belanda mengendus KIM, Dr Gerungan dipulangkan ke Ambon dan KIM akhirnya digerakkan oleh Marthen Indey dan Corinus Krey.

Sepanjang hidupnya, Corinus Krey empat kali merasakan kejamnya penjara Belanda di Papua, yaitu penjara Kota Nica Jayapura (1-7 Desember 1945), penjara Abepura  Jayapura (7-3-1947 hingga 7-8-1947), penjara Biak (7-12-1949 hingga 7-6-1950), dan yang terlama adalah tujuh tahun di penjara Digul (7-6-1950 hingga 7-8-1957).

Kepada putranya Max Krey, Corinus pernah menceritakan bahwa Belanda pernah menanam bagian perut ke bawah dalam kubangan dan diplester dengan semen hingga mengeras, sehingga menyisakan bagian perut ke bawah membiru dalam waktu yang lama. Dokumen kesaksian bahwa Corinus Krey pernah dipenjara empat kali ditandatangani oleh Marthen Indey karena kebetulan juga “rekan di penjara yang sama”.

“Sekelumit tentang kisah mendiang Mayor AU Corinus Krey ini didapatkan dari dokumen yang ditinggalkan Almarhum, serta dialog dengan Ibu Martina Krey beserta putra-putra,” kata Marsma TNI Budhi Achmadi, Minggu, (14/02/2021).

Yang menarik, jelas Danalud Silas Papare, beberapa dokumen dan kesaksian diparaf langsung oleh rekan seperjuangannya, Marthen Indey. Sepertinya Marthen Indey yang jauh lebih senior dari Krey sudah mengantisipasi, saat dirinya berpulang maka akan semakin sedikit yang akan bisa menjadi saksi kepahlawanan sahabatnya tersebut.

Ditambahkannya, selain pernah berdinas di Lanud Jayapura sebagai perwira TNI AU, almarhum adalah anggota MPRS Tahun 1964-1968 dan pemegang bintang veteran RI.

“Terima kasih Bapak, dan bangsa Indonesia berhutang besar padamu, Corinus Marselus Koreri Krey,” tegas Marsma TNI Budhi Achmadi.(rls/red)

Categories
TNI

Satgas Pamtas Yonif 642 Amankan Dus Berisi Puluhan Jenis Obat-obatan Ilegal

Koran Jurnal, Kalbar– Personel Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Pos Komando Taktis (Kotis) berhasil mengamankan dua kotak kardus berisi puluhan jenis obat-obatan ilegal asal Malaysia di sektor jalan tikus (jalan pelolosan), Desa Entikong, Kec. Entikong, Kab. Sanggau, Kalbar, Sabtu (13/2/2021).

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa, di Mako Satgas Yonif 642, Entikong, menjelaskan bahwa diamankannya dua kotak kardus yang berisikan obat-obatan ilegal tersebut bermula dari kegiatan patroli yang dilaksanakan oleh personel Pos Kotis dipimpin Serda Muliyadi, di jalan tikus sektor kanan luar Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.

“Ketika melaksanakan patroli dan penyisiran di jalur tikus, ditemukan dua kotak kardus yang disembunyikan dibalik semak-semak. Dari hasil pemeriksaan ditempat, ditemukan berbagai jenis obat-obatan di dalam kardus tersebut,” ujarnya.

Menurut Dansatgas, setelah dilakukan penyisiran di lokasi oleh anggota, didapat bahwa barang tersebut sengaja disembunyikan oleh pemiliknya karena sengaja ditutupi oleh daun dan ditaruh di semak-semak, namun untuk pelakunya sampai dengan saat ini belum ditemukan.

“Obat-obatan tersebut meliputi Panadol, Optive Fusion, Cloerumazole, Viruses Cream, Ventolin Evohaler, Rhinocort Aqua, Multivitamin dan masih banyak jenis lainnya dengan total 21 jenis obat didalam dua kardus tersebut,” jelasnya.

Karena berasal dari Malaysia dan tidak ada sertifikasi dari BPOM maupun karantina kesehatan maka obat tersebut dapat dikategorikan sebagai obat-obatan ilegal, selanjutnya untuk barang bukti obat-obatan tersebut diserahkan kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Pontianak, Wilayah Kerja PLBN Entikong, Kab. Sanggau.

“Kita tidak akan membiarkan terjadinya segala bentuk kegiatan ilegal di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia yang kita jaga ini,” tegas Dansatgas.(pen/red)

Categories
Daerah TNI

Kodam Cenderawasih Lantik 447 Putra Terbaik Papua Jadi Prajurit TNI Angkatan Darat

Koran Jurnal, Jayapura – Setelah menempuh pendidikan selama 20 Minggu di Rindam XVII/Cenderawasih, Sebanyak 447 mantan Prajurit Siswa Sekolah Calon Bintara (Secaba) mengikuti pelantikan dan pengambilan Sumpah dalam Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara TNI AD TA 2020 (Ov) TA 2021.

Dalam masa pandemi Covid-19, Pangdam XVII/Cenderawasih yang diwakili oleh Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Bambang Trisnohadi bertindak sebagai Inspektur Upacara, sekaligus melaksanakan pelantikan dan penyumpahan secara virtual di Aula Tonny A Rompis Makodam XVII/Cenderawasih dan di Lapangan Sapta Marga Rindam XVII/Cenderawasih dengan mempedomani aturan protokol kesehatan, Sabtu (13/02/2021).

Dalam amanat Pangdam yang dibacakan oleh Kasdam XVII/Cenderawasih mengucapkan selamat dan sukses kepada mantan Prajurit Siswa yang telah dilantik sebagai Prajurit TNI AD dengan pangkat Sersan Dua.

“Pendidikan yang telah dilaksanakan selama 20 minggu (140 hari) bertujuan untuk membentuk Bintara TNI AD agar memiliki sikap, karakter dan perilaku prajurit yang berlandaskan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI, serta memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan keprajuritan golongan Bintara dengan kondisi jasmani yang Samapta,”ucap Kasdam.

Selanjutnya Kasdam juga berpesan agar jangan lengah untuk tetap pelihara kondisi fisik, kesehatan dan senantiasa beribadah serta berdoa.

“Pendidikan ini merupakan pendidikan tahap I, dan akan melanjutnya pendidikan lanjutan ke tahap II sesuai kecabangan masing-masing selama 4 bulan, jadi saya berharap jangan lengah, tetap pelihara kondisi fisik, kesehatan dan manfaatkan waktu libur bersama keluarga,”harap Kasdam.

Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria mengatakan, dalam penerimaan prajurit TNI AD di Papua, TNI AD dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih memprioritaskan Putra Asli Papua dengan alokasi 80% Putra Daerah dan 20% Pendatang.

“Ini semua merupakan wujud kepedulian Kodam XVII/Cenderawasih dalam meningkatkan SDM masyarakat Asli Papua,” tutup Kapendam.(pen/red)

Categories
Daerah TNI

Prajurit TNI, Anggota Satgas Apter TNI AD, Kodim Persiapan Intan Jaya Ditembak KKSB

Koran Jurnal, Papua – Seorang Prajurit TNI yang diperbantukan di Kodim Persiapan Intan Jaya, Praka Hendra Sipayung ditembak gerombolan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Kampung Mampa, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya, Papua, Jumat (12/2/2021) sekitar pukul 15.15 WIT.

Kejadian bermula saat korban berkunjung ke kios sdr Kevin, kemudian korban berbincang-bincang dengan sdr Frans keponakan sdr kevin dan Prada Irjen sesama prajurit TNI. Tak lama kemudian, saat sdr Frans masuk ke warung, datang empt orang tak dikenal menggunakan dua motor, pura-pura belanja di warung sdr Kevin.

Salah seorang dari empat orang itu mengeluarkan senjata dan langsung menembak kearah Praka Hendra Sipayung, dan langsung melarikan diri dengan arah berpencar.

Prada Irjen yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian kemudian meminta pertolongan dan menghubungi tim medis dari Yonif 400/BR dan mengevakuasi korban ke Puskesmas terdekat dengan menggunakan kendaraan dinas Wakil Bupati Intan Jaya.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono saat dihubungi melalui telepon selularnya membenarkan terkait kejadian penembakan terhadap prajurit TNI tersebut.
“Memang benar korban ditembak di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Jumat sekitar pukul 15.15 WIT,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa melalui sambungan telepon juga membenarkan kejadian tersebut dan menduga pelaku adalah KKSB dari kelompok Undius Kogoya yang akhir-akhir ini aktif melakukan aksi teror di Intan Jaya.

“Atas koordinasi dengan pihak Polri, kita lakukan pendalaman motifnya dan sedang dilakukan pengejaran terhadap pelaku,” jelasnya.

Saat ini korban masih dalam keadaan sadar dan rencana akan dievakuasi ke Timika, menunggu kondisi cuaca yang baik untuk penerbangan.(rls/red)

Categories
TNI

TNI AL Ikuti Multinational Exercise AMAN-21 di Pakistan

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut yang menugaskan KRI Bung Tomo-357 (KRI TOM-357) resmi mengikuti Latihan Bersama Multinational Exercise AMAN-21 yang dibuka di Karachi, Pakistan, Jum’at (12/02/2021).

Dalam Latihan Multinasional tersebut, KRI TOM-357 dipimpin oleh Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Excercise AMAN-21, Kolonel Laut (P) Sirilus Arif Susbintoro, S.E. dan Komandan KRI Bung Tomo-357 Kolonel Laut (P) Rizky Prayudi.

Mengutip pernyataan Kepala Staf Angkatan Laut Pakistan Laksamana Amjad Khan Niazi dalam pembukaan Latihan Excercise AMAN-21 mengatakan bahwa latihan maritim multinasional AMAN-21 yang diselenggarakan oleh Angkatan Laut Pakistan diikuti 47 Negara dan akan berlangsung hingga 16 Februari. Pada pembukaan Latihan tersebut Dansatgas Kolonel Laut (P) Sirilus Arif mengatakan bahwa “Dengan slogan “Together for Peace”/Bersama untuk Perdamaian, Latihan Bersama AMAN-21 resmi dibuka tadi siang sekitar pukul 10.00 waktu setempat”. ungkapnya

Terpisah, Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksda TNI Abdul Rasyid K., S.E., M.M. mengatakan “Tahun ini KRI Bung Tomo-357 menjadi delegasi Indonesia. TNI AL mengerahkan 100 Personel termasuk 9 Orang Kadet AAL dalam event dua tahunan Multinational Exercise AMAN-21/Latihan Bersama (Latma) Multinasional AMAN-21 ke-7 yang diselenggarakan oleh Angkatan Laut Pakistan” papar Pangkoarmada I

“Latihan tersebut merupakan kebijakan strategis Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam penguatan diplomasi militer dan peningkatan kontribusi dalam memenangkan kepentingan nasional” lanjut Pangkoarmada I

“Selain Itu, latihan tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas regional, kesamaan pemikiran dalam melawan terorisme pada domain maritim, kolaborasi untuk menjaga stabilitas maritim yang aman dan berkelanjutan, serta yang terpenting meningkatkan interoperabilitas antara angkatan laut regional dan ekstra-regional” Pungkas Pangkoarmada I.

Diketahui sebelumnya, KRI TOM-357 yang merupakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) MRLF Class jajaran Satkor Koarmada I dilepas di Jakarta International Container Terminal II (JICT) pada Jumat (29/01) untuk mengikuti Multinational Exercise AMAN-21 yang diselenggarakan oleh Angkatan Laut Pakistan.(disp/red)

Categories
Kesehatan TNI

Panglima TNI Meninjau Pelaksanaan PPKM Skala Mikro di Surabaya

Koran Jurnal, Surabaya – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Gubernur Jawa Timur Hj. Dra. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus, S.E., meninjau dan mengecek langsung pelaksanaan protokol kesehatan di Kel. Kedung Baruk, Kec. Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/02/2021).

Peninjauan Panglima TNI di pemukiman yang padat penduduk tersebut, untuk mengecek secara langsung kedisiplinan warga masyarakat sejak diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro oleh pemerintah.

Di hadapan awak media, Panglima TNI menjelaskan bahwa kunjunganya ke Surabaya ini bertujuan untuk melihat dan mengecek langsung implementasi dari tenaga tracer Covid-19 yang beberapa hari lalu telah dilaksanakan Apel Gelar Kesiapan Tenaga Vaksinator dan Tracer Covid-19 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Menurut Panglima TNI, di kampung tangguh yang padat penduduknya berbasis RT/RW kondisinya sudah menjadi wilayah hijau sehingga fungsi dari tenaga tracer Babinsa dan Bhabinkamtibmas termasuk unsur dari desa tetap melaksanakan tugas, namun tugasnya adalah sebagai petugas pengawas protokol kesehatan.

“Mudah-mudahan pada posisi hijau ini bisa dipertahankan, tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat, sesuai laporan dari Ibu Gubernur bahwa di Jawa Timur masih ada 210 RT yang masuk zona merah dan saya sudah perintahkan Pangdam V/Brawijaya untuk berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Timur untuk terus memborbardir 210 RT tersebut, melakukan pelacakan dan isolasi serta diperketat pelaksanaan PPKM,” ujarnya.

Panglima TNI juga menambahkan bahwa  dengan melakukan pelacakan dan isolasi kemudian terus memperketat serta melaksanakan pembatasan sosial dan tentunya dari Pemerintah Daerah mengeluarkan peraturan. “Saya yakin dari 210 RT tersebut dengan sistem kampung tangguh yang berbasis RT dan RW ini bisa masuk menjadi wilayah hijau,” tandasnya.

Turut serta mendampingi Panglma TNI diantaranya para Asops Panglima TNI Mayjen TNI Tiopan Aritonang, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E., Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad, S.I.P., Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Dr. Nico Afinta dan Kababek TNI Kolonel Tek Sugeng Wiwoho.(Pusp/red)