Categories
Uncategorized

Sinergi Polri-TNI: Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Kunjungi Pangkormar

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi mengunjungi Markas Komando Korps Marinir di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas Jakarta sekaligus mendukung kelancaran berbagai agenda kenegaraan.

Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya diterima langsung oleh Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Endi Supardi beserta jajaran. Pertemuan berlangsung hangat dengan membahas penguatan koordinasi, kesiapan personel, serta kolaborasi dalam menghadapi berbagai dinamika keamanan di Jakarta.

Pangkormar Letjen TNI (Mar) Endi Supardi menyatakan kesiapan Korps Marinir untuk mendukung pelaksanaan tugas pengamanan di wilayah Jakarta.

“Korps Marinir siap dan harus terus bersinergi. Kami siap mendorong pasukan untuk memperkuat Kodam Jaya serta mendukung Polda Metro Jaya karena Jakarta merupakan central of gravity atau pusat berbagai aktivitas nasional,” ujar Letjen TNI (Mar) Endi Supardi.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menekankan pentingnya soliditas antar institusi dalam menghadapi dinamika keamanan yang terus berkembang.

“Sinergitas TNI-Polri merupakan pilar utama ketahanan NKRI. Dinamika geopolitik global dan regional yang dipengaruhi berbagai faktor harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antar institusi harus terus diperkuat,” kata Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi turut menyampaikan apresiasi atas dukungan personel Korps Marinir dalam berbagai kegiatan pengamanan di Jakarta.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan bantuan kendali operasi pasukan Marinir. Jakarta harus tetap kondusif agar aktivitas masyarakat berjalan aman dan seluruh agenda kenegaraan dapat berlangsung dengan aman dan lancar,” ujar Letjen TNI Deddy Suryadi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, Asintel Kasdam Jaya Brigjen TNI Sri Marantika Beruh, Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto, serta para pejabat utama Korps Marinir.

Melalui silaturahmi tersebut, Korps Marinir, Kodam Jaya, dan Polda Metro Jaya menegaskan komitmen untuk terus memperkuat soliditas dan kerja sama dalam menjaga keamanan serta stabilitas Jakarta. Komitmen itu sejalan dengan semangat “TNI PRIMA, POLRI PRESISI, JAGA JAKARTA UNTUK INDONESIA” dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(***)

Categories
Polhukam

Sinergitas TNI-Polri dan Masyarakat Bali Siap Amankan KTT AIS Forum 2023

Koran Jurnal, Bali – Polri bersama TNI telah menyiapkan pengamanan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island State (AIS) Forum 2023 yang akan digelar di Bali pada 10-11 Oktober 2023.

Kabaharkam Polri Komjen Pol Fadil Imran mengatakan, Polri dalam pengamanan KTT AIS Forum 2023 menggelar operasi bernama Operasi Tribrata Agung 2023. Ribuan personel telah disiagakan dalam pengamanan ini.

Fadil mengatakan, dalam setiap penyelenggaraan operasi, diharapkan semuanya berjalan aman dan lancar. Untuk itu, guna mewujudkan hal tersebut, sinergitas dan kerja sama antara TNI-Polri sangat dibutuhkan.

“Tentunya di setiap operasi ini kita mengharapkan operasi ini bisa berjalan dengan aman dan lancar. Oleh sebab itu sinergitas kerja sama antara TNI-Polri menjadi hal utama,” kata Fadil dalam apel gelar pasukan pengamanan KTT AIS Forum 2023 di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, Sabtu (7/10/2023).

Sinergitas dan kerja sama TNI-Polri dalam melakukan pengamanan event VVIP pada tahun ini bukanlah hal yang pertama. Sebelumnya, TNI-Polri bersinergi mengamankan penyelenggaraan KTT G20 di Bali, dan KTT ASEAN di Labuan Bajo dan Jakarta.

“Kami berharap agar situasi ini (pengamanan) akan lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Lebih lanjut, Fadil menuturkan, Polri mengembangkan metode pengamanan tentunya bekerja sama dengan TNI dan posko-posko pengamanan agar lebih baik. Ia pun berharap dengan kekuatan pengamanan bersama TNI bisa mengamankan KTT AIS Forum yang merupakan negara pulau dan kepulauan.

“Ini menjadi kebanggaan kita semua terutama Bali, lantaran Bali terkenal dengan kearifan lokal yang mengamankan wilayah-wilayah. Oleh sebab itu kami yakin pengamanan bisa berjalan dengan baik,” katanya.(hum)

Categories
Militer Polisi TNI

Pesan Kapolri Kepada 1.028 Taruna: Sinergisitas TNI-Polri Akan Menjamin Stabilitas Keamanan dan Politik

Koran Jurnal, Magelang – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri upacara Wisuda Prabhatar Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2022 di Magelang, Jawa Tengah, Senin (31/11/2022).

Wisuda kali ini diikuti 1.028 Taruna terdiri dari 379 Pratar Akmil, 250 Pratar AAL, 149 Pratar AAU dan 250 Bhatar Akpol. Mereka telah berhasil menyelesaikan Program Pendidikan Dasar Integratif Kemitraan Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian dengan baik.

“Saya ucapkan selamat kepada 1.028 Taruna yang merupakan pemuda-pemudi calon pimpinan bangsa masa depan,” kata Sigit dalam sambutannya.

Menurut Sigit, keberhasilan tersebut harus menjadi pemacu semangat bagi seluruh Taruna, karena perjalanan kedepan masih panjang. Dimana setiap orang masih berpeluang untuk menjadi juara.

Oleh sebab itu, Sigit meminta mereka untuk terus berlatih dan jangan menyerah sebagaimana perkataan dari petinju legendaris Muhammad Ali bahwa, “I hated every minute of training, but I said don’t quit, suffer now and live the rest of your life as a champion” (Saya benci setiap menit dalam berlatih, tapi saya berkata jangan menyerah, menderitalah sekarang dan nikmati sisa hidupmu sebagai juara).

“Hal tersebut sangat penting agar kelak nantinya para Taruna dapat menjadi perwira-perwira muda yang mampu berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai tantangan bangsa di masa depan,” ungkap mantan Kabareskrim Polri itu.

Sigit mengungkapkan, para Taruna perlu mengetahui bahwa saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks baik dalam pada tataran global, regional, maupun nasional.

Penyelesaian berbagai tantangan tersebut kata dia merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, terutama TNI-Polri sebagai garda terdepan penjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Melihat hal tersebut, maka tentunya sinergisitas dan soliditas TNI-Polri harus terus diperkokoh. Apabila sinergisitas dan soliditas TNI-Polri kokoh, maka tentunya juga dapat menjamin stabilitas keamanan dan politik.

“Hal tersebut sejalan dengan penyampaian Presiden Joko Widodo bahwa, Kalau dilihat Polri solid, kemudian bergandengan dengan TNI solid, saya memberikan jaminan, stabilitas keamanan kita, stabilitas politik kita pasti akan baik,” tegasnya.

Dikatakan Sigit, sebagai langkah untuk memupuk soliditas dan sinergisitas TNI-Polri sejak dini, maka TNI dan Polri telah membuat nota kesepahaman untuk menyelenggarakan Pendidikan Dasar Integratif Kemitraan Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian.

Oleh sebab itu, mantan Kadiv Propam Polri itu berpesan kepada para Taruna agar terus meningkatkan soliditas dan sinergisitas yang telah terjalin selama menempuh pendidikan dasar integrasi.

Sehingga diharapkan pada tahun 2026 ketika rekan-rekan menyelesaikan pendidikan maka akan lahir sosok-sosok perwira TNI-Polri yang mampu berjuang bersama dalam rangka mempererat kebhinekaan guna mewujudkan Indonesia Maju.

Lebih jauh Sigit mengungkapkan bahwa para Taruna memiliki peran yang sangat penting dalam rangka mewujudkan Indonesia Maju yang kita cita-citakan bersama. Pada tahun 2030 sampai 2035 ketika bangsa kita akan memetik manfaat dari momen bonus demografi, rekan-rekan sudah menyandang pangkat Kapten atau AKP sebagai motor organisasi yang memimpin langsung personel di lapangan.

“Bukan hanya itu, pada tahun 2045 ketika kita berhasil mewujudkan Visi Indonesia Emas, rekan-rekan sudah berpangkat Letkol atau AKBP dan akan menduduki jabatan strategis seperti Kapolres, Dandim serta Danyon yang memimpin personel dalam jumlah besar,” tandasnya.

Melihat berbagai hal tersebut, Sigit berpesan para Taruna tentunya harus terus menempa diri, karena salah satu kunci utama guna memetik manfaat dari bonus demografi dan mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 adalah dukungan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Sigit memahami menempuh pendidikan sebagai seorang Taruna bukanlah perjalanan yang mudah. Dibutuhkan semangat dan pengorbanan dalam menempuh pendidikan sehingga dapat menjadi perwira tangguh dan memiliki resiliensi yang tinggi untuk bertahan menghadapi segala tantangan.

“Oleh karena itu, saya berpesan kepada para Taruna sekalian agar terus mengasah 3 kompetensi, meliputi kompetensi teknis, leadership dan etika, serta latihlah diri untuk menerapkan Servant Leadership yaitu pemimpin teladan yang menempatkan anggota maupun masyarakat sebagai prioritas utama. Selain itu, jangan lupa juga untuk terus membiasakan berbuat baik dalam keseharian, sehingga nantinya para Taruna memiliki sifat pribadi yang unggul,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sigit meminta para Taruna terus mengasah berbagai hal tersebut. Dia yakin para Taruna kelak akan menjadi perwira yang berkarakter karena memiliki kompetensi, kepemimpinan dan sifat pribadi yang unggul. Ibarat sebuah patung yang melalui proses pemahatan yang panjang agar menjadi mahakarya yang indah. Para Taruna juga harus melalui proses pendidikan yang berat agar menjadi sosok perwira yang kehadirannya selalu diharapkan, karena dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Diakhir sambutannya, mantan Kapolda Banten itu menitipkan masa depan bangsa Indonesia dipundak para Taruna. Manfaatkan setiap waktu dengan sebaik-baiknya untuk terus belajar sebagaimana perkataan dari Mahatma Gandi bahwa, “Live as if you were to die tomorrow, learn as if you were to live forever.” (Hiduplah seolah-olah anda akan mati besok dan belajarlah seolah-olah anda akan hidup selamanya).

Categories
Megapolitan TNI

Jajaran Kepolisian Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Kunjungi Pushidros TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Jajaran Kepolisian wilayah kerja Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mengunjungi Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Selasa (05/10/2021). Kunjungan ini dimaksudkan guna membangun sinergitas antara instansi POLRI dan TNI, sekaligus untuk mengucapkan selamat Hari Jadi TNI yang ke-76.

Kunjungan tersebut di antaranya adalah Jajaran Polres Metro Jakarta Utara Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan, Polres Kepulauan Seribu yang dipimpin oleh Kompol H. Jajang, serta jajaran KPPP yang dipimpin Wakapolres KPPP AKBP Ricky.

Wakil Komandan Pushidrosal Laksamana Muda TNI Budi Purwanto, S.T., M.M., mewakili Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P. didampingi para pejabat utama Pushidrosal menyambut tamu dari Polri tersebut di Lobby Pushidrosal, Jalan Pantai Kuta V/1 Ancol Timur, Jakarta Utara.

Pada kesempatan ini, Wadanpushidrosal menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Jajaran Kepolisian ke Mako Pushidrosal, dan menyampaikan bahwa kunjungan jajaran Kepolisian ke Pushidrosal tersebut merupakan hal yang positif untuk terus meningkatkan sinergitas dan soliditas antar kedua institusi, khususnya di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

Sementara itu Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan menyampaikan bahwa dalam usianya yang ke-76, semoga TNI makin jaya dan profesional dalam mengemban tugas-tugas negara. Ia juga berharap kerja sama antar kedua institusi yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat terus ditingkatkan.(disp/red)

Categories
Megapolitan

Bangun Sinergitas Polri-TNI, Kapolsek Pademangan Kunjungi Pushidrosal

Koran Jurnal, Jakarta – Guna membangun sinergitas antara instansi Polri dan TNI, Segenap jajaran Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pademangan, Polres Metro Jakarta Utara mengadakan kunjungan ke Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Jum’at (10/09/2021).

Kunjungan Jajaran Polsek Pademangan yang dipimpin oleh Kapolsek Pademangan Jakarta Utara, AKP Panji Ali Chandra SE,SH,SIK, MH ini dilaksanakan dalam rangka silahturahmi dan meningkatkan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini antara Polsek Pademangan dengan Pushidrosal.

Selain itu untuk mengucapkan selamat Hari Jadi TNI AL yang ke-76 kepada Komandan Pushidrosal serta seluruh keluarga besar Pushidrosal.

Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P. didampingi para pejabat utama Pushidrosal, serta Ketua Gabungan Jalasenastri Pushidrosal Ny. Ita Agung Prasetiawan menyambut tamu dari Polri tersebut di Lobby Pushidrosal, Jalan Pantai Kuta V/1 Ancol Timur, Jakarta Utara.

Dalam kunjungan yang penuh dengan suasana kekeluargaan tersebut, Danpushidrosal menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan ke Mako Pushidrosal, dan menyampaikan bahwa kunjungan jajaran Kepolisian ke Pushidrosal tersebut merupakan hal yang positif untuk terus meningkatkan sinergitas dan soliditas yang selama ini sudah dilaksanakan antara TNI dan Polri. Hal tersebut diperlukan karena banyak kegiatan-kegiatan penugasan maupun kerja sama dalam hal lain yang melibatkan kedua institusi tersebut, khususnya di kawasan Jakarta Utara.(disp/red)

Categories
Megapolitan Militer Polisi TNI

Panglima TNI: Soliditas dan Sinergi TNI-Polri Mampu Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Koran Jurnal, Jakarta – Soliditas dan sinergi TNI-Polri telah mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari berbagai ancaman dan gangguan terhadap ke-Bhineka Tunggal Ika-an bangsa Indonesia. Demikian ditegaskan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan peserta Rapim TNI-Polri tahun 2021, baik yang dilaksanakan secara langsung dengan protokol kesehatan yang ketat bertempat di Mabes Polri, Jakarta Selatan, maupun secara virtual di berbagai wilayah Indonesia, Senin (15/02/2021).

Panglima TNI menyampaikan bahwa dengan meningkatnya sinergitas, gesekan antara personel TNI dan Polri juga semakin berkurang. “Dari laporan yang masuk ke saya, terlihat bahwa jumlah kasus 2020 berkurang setengahnya dari jumlah kasus pada tahun 2016. Sebagai dua institusi strategis negara, energi yang kita miliki harus diarahkan sepenuhnya pada upaya pelaksanaan tugas pokok serta kolaborasi lintas sektoral,” terangnya.

Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah saudara kandung yang lahir dari rahim yang sama. Perjalanan sejarah TNI-Polri menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan dan sejarah perjuangan bangsa. “Saat ini TNI dan Polri menjadi dua institusi penting yang memiliki tugas spesifik sebagaimana ditetapkan undang-undang,” tegas Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI terdapat blurring boundaries atau irisan dalam melaksanakan tugas antara TNI dan Polri, terutama dalam hal memberikan perlindungan kepada masyarakat, bangsa dan negara. “Hal yang menjadi penting disini, bahwa kita harus sepakat untuk tidak menyebutnya sebagai wilayah abu-abu atau grey area,” katanya.

Panglima TNI mengatakan bahwa wilayah itu harus dipandang sebagai keterkaitan yang erat antara medan tugas TNI dan Polri atau yang sering diungkapkan sebagai wilayah sinergisitas.  Persepsi ini mau tidak mau harus menjadi semakin kuat mengingat berkembangnya spektrum tantangan yang telah menjadi sedemikian kompleks dan menuntut penanganan yang bersifat komprehensif serta lintas sektoral.

Lebih lanjut dikatakan, ada permasalahan-permasalahan bangsa yang harus dituntaskan secara bersama-sama oleh TNI dan Polri, dan bahkan melibatkan seluruh komponen yang ada. “Kita bisa melihat kembali bagaimana sinergi TNI-Polri dalam penanggulangan bencana alam, pengamanan Pilkada Serentak dan pendisiplinan protokol kesehatan sejak adanya pandemik Covid-19,” ujarnya.

“Dengan komunikasi, koordinasi serta kerja sama yang baik antara TNI-Polri, terbukti telah berhasil membantu penanganan bencana alam dan mengamankan pelaksanaan Pilkada Serentak di tengah suasana pandemi Covid-19 pada Desember 2020 yang lalu,” tambahnya.

Panglima TNI menyampaikan bahwa saat ini  pemerintah telah menetapkan tema dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021 yaitu Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial. Hal ini tentu saja hanya bisa dilakukan dengan memastikan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi terus berjalan beriringan.

“Saat ini, pemerintah memfokuskan upaya penanganan Covid-19 dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Jawa dan Bali berbasis komunitas terkecil di RT-RW bersamaan dengan program vaksinasi nasional. Kebijakan ini diharapkan akan menjadi kunci untuk memutus rantai penularan Covid-19 agar dapat menurunkan angka kasus dan melandaikan kurva,” tuturnya.

Panglima TNI menjelaskan bahwa sebagai implementasi kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah, TNI telah menyiapkan beberapa strategi untuk memantapkan sinergi TNI-Polri untuk mendukung pencapaian target pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yaitu melalui strategi Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi.  Menurutnya, sangat tepat Rapim TNI-Polri tahun ini mengangkat tema “Dilandasi profesionalisme, soliditas dan sinergisitas, TNI-Polri siap mendukung penanggulangan paripurna Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa menuju Indonesia maju”.(Pusp/red)

Categories
Militer TNI

Panglima TNI: Sinergitas TNI dan Polri Harga Mati 

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Sinergitas TNI dan Polri harus tetap dijaga. Hal ini sesuai dengan komitmen TNI yang diikuti oleh seluruh jajaran, karena sinergitas tersebut adalah harga mati.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat membuka Pameran Alutsista TNI-Polri Tahun 2018 di Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (27/09/2018).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa pameran Alutsista TNI-Polri adalah rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun TNI ke-73.

“Kegiatan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban TNI kepada rakyat Indonesia bahwa selama kurun waktu Renstra kedua yang saat ini berjalan, TNI telah melakukan suatu perubahan yaitu penambahan dan modernisasi kekuatan Alutsista,” ucapnya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa kekuatan Alutsista dibangun berdasarkanMinimum Essential Force  (MEF). Pada akhir tahun 2019, sudah masuk kepada tahapan-tahapan sesuai rencana strategi (Renstra) mencapai 72 persen. “Saat ini sekarang sudah sekitar 61 persen dan diharapkan kedepan tahun 2019 sudah mencapai sasaran yangkita inginkan 72 persen. Sebentar lagi akan berdatangan secara bertahap Alutsista untuk TNI AD, TNI AL maupun TNI AU,” tuturnya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan kepada segenap prajurit TNI-Polri bahwa tantangan tugas ke depan secara global, regional dan nasional akan semakin berat dan kompleks. Kekompakan dan sinergitas TNI dan Polri telah ditunjukkan dengan baik pada kegiatan pengamanan Pilkada Serentak dan Asian Games sebagai modal dalam pengamanan pemilihan Legislatif dan Presiden tahun 2019 yang akan datang. “Saya yakin tantangan-tantangan yang saya sampaikan tadi akan bisa dihadapi dengan baik dengan merapatkan barisan, menjaga harmonisasi, soliditas dan netralitas serta memiliki semangat yang sama satu sama lain antara TNI dan Polri,” jelasnya.

Dihadapan awak media, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa kegiatan pameran Alutsista TNI bukan hanya dilaksanakan di DKI Jakarta tetapi hampir seluruh Kodam dengan waktu yang berbeda. “Kebetulan di DKI Jakarta ini kita laksanakan mendahului yaitu tanggal 27, 28 dan 29 September 2018, sedangkan di wilayah lain akan dilaksanakan tanggal 6 s.d 7 Oktober 2018 yang akan datang,” katanya.

Ditambahkan oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bahwa Alutsista TNI yang dimiliki tiga matra baik TNI AD, AL dan AU saat ini sudah maju karena hampir seluruh peralatan sudah komputerais. “Yang tak kalah lebih penting adalah sinergitas TNI dan Polri dalam memeriahkan pameran Alutsista tahun 2018 ini dan Polri pun ikut memamerkan Alutsistanya seperti Rantis Polri,” ujarnya.

Usai meresmikan Pameran Alutsista, Panglima TNI bersama Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E., M.M., Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M., Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. dan Komandan Korps Brimob Irjen Pol Drs. Rudy Sufahriadi serta segenap Pejabat Teras TNI dan Polri meninjau alat peralatan TNI-Polri yang dipamerkan.

Selanjutnya, Panglima TNI bersama Kapolri Jenderal Pol Prof. H.M Tito Karnavian. Ph.D. dan Gubernur DKI Anies Baswedan serta para Pejabat TNI-Polri menyaksikan Malam Panggung Prajurit.(tonmp/Pusp)

Categories
Polhukam TNI

Panglima TNI: Netralitas TNI-Polri di Bidang Pengamanan Kunci Keberhasilan Pemilu 2019

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Netralitas TNI-Polri dalam menghadapi Pemilu tahun 2019 adalah salah satu kunci yang  akan menentukan keberhasilan Pemilu, khususnya di bidang pengamanan. TNI-Polri harus mampu menunjukkan  komitmen yang kuat dalam membangun dan mewujudkan sinergitas TNI-Polri agar dalam pelaksanaan tugas pengamanan dapat dicapai kesuksesan, sehingga keamanan dan keutuhan NKRI dapat terjaga.

Demikian pembekalan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. diwakili Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman dengan materi “Sinergi TNI-Polri Dalam Pengamanan Pemilu 2019”di hadapan 364 peserta Rapat Koordinasi Nasional Pengamanan Pemilu Tahun 2019 Dalam Rangka Mewujudkan Keamanan Dalam Negeri, di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jalan Tirtayasa Raya No. 6 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/09/2018).

Menurut Panglima TNI, upaya untuk  mensukseskan pelaksanaan perbantuan TNI kepada Polri dalam pengamanan  Pemilu tidak bisa dicapai secara instan, dibutuhkan proses untuk mencapai keberhasilan, diperlukan sosialisasi masing-masing pihak tentang aturan yang berlaku, mekanisme perbantuan, prosedur pengamanan dan penyamaan persepsi tentang tujuan perbantuan untuk mencapai keterampilan yang tinggi dan kemampuan interoperability.

Panglima TNI menegaskan bahwa selama pelaksanaan Pemilu 2019,  TNI-Polri harus tetap mewujudkan terpeliharanya Kamtibmas, mencegah terjadinya anarkisme, kerusuhan sosial baik vertikal maupun horisontal dan mencegah terjadinya kerawanan lanjutan yang berpotensi mengancam eksistensi  negara.

“Mari bersama-sama kita bangun etos kerja sesuai bidang keahlian kita masing-masing, sehingga TNI-Polri akan makin profesional dan dengan dilandasi jiwa ksatria serta loyalitas tegak lurus, kita Dharma Baktikan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kerawanan-kerawanan Pemilu 2019 antara lain pada tahap masa tenang, yaitu penyebaran isu hoax, money politik,  intimidasi dan perusakan logistik Pemilu pada tahap pemungutan suara.

“Dengan pengalaman Pilkada serentak 2018, TNI-Polri sudah mempersiapkan diri, apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan,  itu semua sudah disimulasikan,” ungkapnya.

Disisi lain Panglima TNI mengatakan bahwa untuk mengantisipasi pengamanan Pemilu 2019, TNI akan mengerahkan personel sampai dengan dua pertiga dari kekuatan Polri yang terlibat operasi dan  kekuatan itu akan digelar di wilayah-wilayah yang memang dianggap rawan termasuk berbagai macam Alutsista dari ketiga matra.

“Jumlah personel yang disiagakan tentunya akan kita sesuaikan dan kita akan menunggu apa yang diperlukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujarnya.

“Dalam pelaksanaan pentahapan Pemilu 2019, TNI selalu berkoordinasi dengan Polri tentang rencana  pengamanan sesuai dengan pentahapan dimulai dari tahap pendaftaran dan penetapan calon,masa kampanye, distribusi logistik, masa tenang pemungutan dan penghitungan suara serta pengamanan objek vital termasuk  pengamanan pejabat penyelenggara Pemilu sampai dengan pelantikan anggota DPR, DPRD, serta Presiden dan Wakil Presiden,” jelasnya.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa  saat ini TNI-Polri sudah melakukan latihan-latihan parsial bersama tentang prosedur pengamanan bersama di setiap wilayah dengan melakukan koordinasi antara Polda dan Kodam.

“Diharapkan pada saat pelaksanaan pengamanan sudah terjadi sinkronisasi dan saling kesepahaman sehingga tidak akan terjadi benturan antara sesama aparat di lapangan,” tegasnya.(red/Pusp)