Categories
Daerah TNI

15 Gereja di Papua Terima Bantuan Alkes dari Satgas Yonif MR 413 Kostrad

Koran Jurnal, Papua – Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad membagikan bantuan berupa alat kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19 kepada 15 Gereja yang tersebar di Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom berupa masker, hand sanitizer, herbavid-19, vitamin C, tanki spray elektrik dan tablet disinfektan.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam konfirmasinya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Minggu (17/01/2021).

Dansatgas mengatakan bahwa ribuan alat kesehatan tersebut untuk pencegahan Covid-19 dengan sasaran Gereja, dimana pada hari ini masyarakat menunaikan ibadah rutin hari Minggu. “Kami ingin membantu dan menjamin masyarakat khususnya di wilayah Perbatasan RI-PNG tetap dapat beribadah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan menggunakan alat kesehatan yang kami berikan,” ujarnya.

“Dengan demikian harapan kami, wabah Covid-19 ini tidak merebak hingga ke wilayah Perbatasan RI-PNG,” kata Dansatgas.

Mayor Anggun juga membeberkan rincian alat kesehatan yang diberikannya kepada masyarakat Perbatasan RI-PNG.

“Berdasarkan laporan para Komandan Pos jajaran, dari 15 Gereja yang dapat kami berikan bantuan alat kesehatan, diantaranya 2.500 Masker, 1500 hand sanitizer 500 ml, 2.000 hand sanitizer 100 ml, 200 strip vitamin C, 150 kotak herbavid-19, 50 tanki spray elektrik dan 100 tablet disinfektan,” ucapnya.

Sebelum dilakukannya pembagian alat-alat kesehatan tersebut, para Komandan Pos menerangkan tentang penggunaan dari masing-masing alat sehingga masyarakat memahami tujuan diberikannya alat itu.

“Para Danpos beserta anggotanya memberikan penjelasan tentang penggunaan alat kesehatan tersebut. Seperti bagaimana cara memakai masker yang baik, penggunaan hand sanitizer yang tidak berlebihan, konsumsi vitamin C sehari sekali, mengkonsumsi Herbavid-19 bagi yang memiliki gejala batuk dan cara penggunaan Tanki spray elektronik beserta tablet disinfektannya,” jelas Mayor Anggun.

Ditambahkan oleh orang nomor satu di Satgas Yonif MR 413 Kostrad bahwa kegiatan pembagian alat kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini akan berlanjut dengan waktu dan sasaran yang berbeda. “Dalam waktu dekat ini juga kami akan membagikan alat-alat tersebut diantaranya di tempat ibadah Masjid pada saat pelaksanaan Ibadah solat Jum’at dan di Perkantoran seperti PLBN Skouw, Distrik, Polsek, Koramil, Puskesmas, Kantor Kampung, serta diberbagai tempat umum lainnya,” pungkasnya.(pen/red)

Categories
TNI

Panglima TNI Tinjau Korban Gempa dan Serahkan Bantuan Presiden Jokowi di Mamuju Sulbar

Koran Jurnal, Mamuju – Setelah meninjau dan menyerahkan Bantuan Presiden Jokowi di Kalsel, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., langsung bertolak ke Kabupaten Majene, Mamuju Sulawesi Barat, Sabtu (16/01/2021).

Adapun tujuan dari Panglima TNI untuk meninjau, melihat dan mendengar langsung masyarakat yang terkena musibah bencana gempa bumi dengan kekuatan 6,2 SR dan telah memakan korban jiwa. Dalam kesempatan itu pula, Panglima TNI menyerahkan bantuan Presiden Joko Widodo sebanyak 10.000 Paket Sembako.

Sebelumnya, pada Jum’at 15 Januari 2021 Panglima TNI telah memerintahkan jajaran TNI untuk menerjunkan Prajurit dan bantuan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) untuk membantu korban gempa di lokasi tersebut.

Kegiatan diawali Panglima TNI dengan mengunjungi Posko pengungsian di Kantor Gubernur Sulawesi Barat dan menerima penjelasan dari Komandan Korem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P., terkait situasi dan kondisi terkini di wilayah Sulbar Pasca Gempa dan secara simbolis menyerahkan bantuan Paket Sembako dari Presiden Jokowi yang nantinya akan diberikan 10.000 paket.

“Saat ini TNI terus mempersiapkan langkah-langkah berikutnya, langkah evakuasi korban sudah dilaksanakan. Kemudian langkah berikutnya adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban, untuk itu dalam beberapa hari nanti akan kita hadirkan KRI  dr. Soeharso, kebetulan saya lihat Lanal kondisinya bagus tidak ada kerusakan. Bagi korban patah tulang, termasuk korban-korban akibat yang lain bisa dirawat atau dioperasi apabila perlu di KRI Soeharso,” terang Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI menekankan kepada jajaran, untuk para korban juga harus dipersiapkan bantuan sembako yang saat ini sudah mulai berdatangan, baik dari Jakarta melalui jalur udara dan dari wilayah-wilayah sekitar Mamuju.

“Yang perlu diperhatikan adalah sistem distribusi bantuan yang saat ini sedang berjalan, harus benar-benar diamankan mulai dari pemberangkatan sampai menuju wilayah Mamuju,” ujarnya.

Panglima TNI menekankan pengawalan dari aparat TNI-Polri sampai bantuan tersebut  benar-benar sampai ke gudang dan petugas segera mendistribusikan karena masyarakat memerlukan bantuan tersebut.

“Kemudian yang berikutnya adalah bagaimana kita bersama untuk menormalkan kembali kebutuhan-kebutuhan masyarakat akan bahan bakar, kita lihat tadi masih adanya antrian kendaraan dan tugas kita adalah untuk berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menormalkan kembali, sehingga kebutuhan bahan bakar minyak khususnya bisa terdukung dengan baik dan termasuk juga kebutuhan akan listrik,” kata Panglima TNI.

Permasalahan-permasalahan lain contohnya beberapa gedung juga dalam kondisi hancur, Panglima TNI menginstruksikan kepada Pangdam, Danrem untuk menggerakkan anggota untuk membersihkan puing-puing dan juga akan dibantu dari Batalyon Zeni.

“Semoga tidak terlalu lama kita bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di Mamuju ini dengan baik dan aktifitas perekonomian di Mamuju juga bisa berjalan dengan baik,” harap Panglima TNI.

Kegiatan dilanjutkan Panglima TNI dan rombongan meninjau RSUD Sulawesi Barat yang saat ini banyak menampung korban gempa. Di tempat ini Panglima TNI berdialog langsung dengan beberapa tenaga medis dan meninjau tenda-tenda darurat tempat perawatan korban. Setelah dari RSUD Sulawesi Barat, Panglima TNI mengunjungi Stadion Manakara untuk berdialog dengan korban gempa.

Panglima TNI juga membawa bantuan berupa, 7 Unit Tenda TNI, 1200 Tikar Plastik, 1000 selimut, 1000 dus mie instan, 2000 sarung, 100.000 masker medis, 170 box obat obatan, 432 box vitamin dan 300 dus air mineral botol.(Pusp/red)

Categories
Nasional Ragam

Kemensos Kirim Bantuan Rp 1,7 Miliar untuk Korban Gempa Bumi Sulawesi Barat

Koran Jurnal, Mamuju – Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sebesar 1.7 milyar rupiah bagi korban gempa di Sulawesi Barat. Bantuan dikirim dengan pesawat herkules milik TNI AU melalui Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Jum’at (15/01/2021).

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam M Safii Nasution mengawal langsung bantuan dengan ikut naik pesawat herkules, setelah sebelumnya Mensos Tri Rismaharini bersama Kepala BNPB juga bertolak ke Sulawesi Barat.

Safii menjelaskan bahwa bantuan tersebut terdiri dari bantuan logistik tanggap darurat pusat senilai Rp 979.819.710, bantuan logistik gudang regional timur senilai Rp621.911.700 dan santunan ahli waris bagi delapan korban yang telah teridentifikasi sebesar 120 juta rupiah untuk masing – masing ahli waris senilai 15 juta rupiah, selanjutnya seluruh ahli waris korban bencana meninggal dunia akan diberikan santunan dengan nilai yang sama.

“Bantuan ini diwujudkan makanan siap saji, makanan anak, tenda gulung, matras, peralatan keluarga, tenda serbaguna dan keperluan lainnya,” jelas Safii Nasution di Sulbar, sore ini.

Rincian bantuan yang diserahkan Kemensos antara lain makanan siap saji 2500 paket, makanan anak 1200 paket, tenda gulung 500 lembar, matras 1000 lembar, selimut 700 lembar, peralatan dapur 200 paket, tenda serbaguna 10 unit, Kids ware 500 paket, Ford ware 500 paket, velbed 40 unit, kasur 370 buah, sandang 30 paket, perlengkapan Tagana 20 paket.

Kemensos juga mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Sulawesi Selatan sebanyak 50 personil dan Sulawesi Tengah sebanyak 19 personil untuk membantu Tagana setempat untuk membuka dapur umum dan memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP).

“Sejak bencana terjadi, kami melalui Tagana telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial di wilayah terdampak gempa tentang aktivitas penanganan dan mengamati situasi terkini,” ucap Syafii.

BPBD Kabupaten Majene mengabarkan 8 (delapan) warganya meninggal dunia dan lebih dari enam ratus menderita luka-luka. BPBD setempat terus melakukan upaya penanganan darurat dan memutakhirkan data dampak pascagempa M6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat.

Data Pusat Pengendali Operasi BNPB per 15 Januari 2021, pukul 11.10 WIB, mencatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 15.000 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. BPBD setempat terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan. Sedangkan kerusakan bangunan di Kabupaten ini mencakup 62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor danramil Maluda rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi selular tidak stabil dan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene – Mamuju.

Sedangkan pada Kabupaten Mamuju, BPBD setempat menginformasikan kerusakan berat (RB) antara lain Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market. Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju. Kerusakan rumah warga serta korban jiwa masih dalam pendataan.(hum/red)

Categories
Ragam TNI

TNI Kirim Prajurit dan Alutsista Bantu Korban Gempa Majene dan Mamuju

Koran Jurnal, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengirimkan sejumlah prajurit dan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dalam rangka membantu korban bencana gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, pada Jumat (15/1/2021) dini hari, dengan kekuatan Magnitudo (M) 6,2.

Bantuan terhadap bencana tersebut, merupakan bentuk kepedulian TNI dalam misi kemanusiaan dan juga merupakan bagian dari tugas pokok TNI sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia Pasal 7 Ayat 2, diantaranya melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Saat ini, TNI telah memberangkatkan 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Batalyon Infanteri (Yonif) 721/Makkasau dan Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 8 dari Kodam XIV/Hasanudin. Sedangkan peralatan yang sudah dikirim diantaranya, tenda lapangan sebagai Posko kesehatan, dapur lapangan, tenda pengungsi, genset, alat perhubungan, repeater, alat berat exavator dan mobil tangki air serta 1500 paket sembako.

Alutsista TNI yang dikirim yaitu kapal rumah sakit apung KRI dr. Soeharso 990 dan KRI Teluk Ende 517, Cassa NC 212-200 dan Aviocar U-6207 berada di Mamuju, 1 pesawat Boeing 737 dari Skadron Udara 5 Lanud Hasanuddin, 2 pesawat Hercules C-130 dari Skadron Udara 33 Lanud Hasanuddin dan Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, 1 pesawat CN 295 dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma serta 1 Helikopter Super Puma Nas-332 dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sandjaja.

Selain Alutsista, TNI AL juga telah menyiapkan Batalyon Kesehatan (Yonkes) 1 dan 2 Marinir, Batalyon Zeni 1 Marinir yang akan memmbantu membersihkan daerah terdampak gempa untuk rehabilitasi dan rekonstruksi, Lantamal VI Makassar sejumlah 97 personel untuk mendukung kegiatan SAR dan kesehatan serta ratusan ton logistik berupa beras, mie instan, air mineral, biskuit karton, sarden, telur, biskuit kabin, konserven, gular pasir, handuk, alat mandi, velbet, tenda lapangan, genset, motor trail, bensin, tempat makan, alat kesehatan dan obat-obatan serta alat komunikasi

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dan Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidarus, S.E. mengantar Mensos RI Tri Rismaharini bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo menuju Kabupaten Majene, Sulbar, dalam rangka meninjau lokasi gempa dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jum’at (15/01/2021).

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,2 di Majene dan Mamuju, Sulbar, mengakibatkan jaringan listrik padam dan komunikasi seluler terputus, kantor Gubernur Sulbar, RSUD Mamuju, kantor Danramil Malunda dan Hotel The Maleo dan ratusan rumah warga mengalami rusak berat.(Pusp/red)

Categories
TNI

Panglima TNI Bagikan Bingkisan untuk Masyarakat Sulawesi Tengah

Koran Jurnal, Sulteng – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Irwasum Polri Komjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si. membagikan 750 bingkisan untuk masyakarat yang terdampak pandemi Covid-19 dan empat unit kunci rumah, bertempat di Poskotis Tinombala Tokorondo, Sulawesi Tengah, Rabu (23/12/2020).

Pada acara Gerakan Bakti Sosial TNI-Polri di Sulawesi Tengah, Panglima TNI menyampaikan bahwa Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang digelar oleh TNI dan Polri serta komunitas masyarakat hari ini merupakan bentuk persatuan dan kesatuan serta saling bantu sesama anak bangsa untuk meringankan beban masyarakat. Bantuan ini juga akan diserahkan kepada masyarakat yang menjadi korban dari aksi teror. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban bapak ibu sekalian beserta keluarga,” tegasnya.

Panglima TNI mengatakan, bantuan tersebut akan didistribusikan oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas dan komponen masyarakat yang tergabung dalam komunitas motor.

“Kepada Satgas Baksos Bermotor, saya ucapkan selamat bertugas, semoga upaya yang dilakukan bersama menjadi awal dari keberhasilan kita menekan pandemi Covid-19 dan memulihkan keamanan di Kabupaten Poso,” katanya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan kembali agar selalu melaksanakan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak) harus sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. “Dengan 3M, tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi orang-orang tercinta di sekitar kita dan masyarakat luas,” tegasnya.

Usai menyerahkan bantuan, Panglima TNI dan Irwasum Polri melanjutkan kegiatan silaturahmi, bertatap muka langsung dengan Forkopimda, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat Poso, dengan tajuk “Dialog Lintas Agama dan Lintas Generasi”

Panglima TNI menjelaskan bahwa beberapa insiden terakhir seperti yang terjadi di Sigi, merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dengan kedok agama. Pembunuhan terhadap rakyat yang tidak berdosa, tidak bisa dibenarkan dengan dalih apa pun. Situasi ini harus dikelola secara arif dan bijaksana, dengan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku teror di wilayah Poso.

“Seluruh masyarakat jangan sampai terprovokasi dengan isu SARA atas beberapa insiden yang terjadi. Inilah saat yang tepat untuk bergerak bersama melawan aksi teror dengan melaksanakan upaya terstruktur dan komprehensif dalam berbagai bidang,” ujarnya.

Untuk itu, peranan tokoh lintas agama dan tokoh pemuda menjadi sangat penting, untuk menjalin komunikasi dan menumbuhkan semangat toleransi dalam kerangka ke-Bhinneka Tunggal Ika-an. “Kita harus bersama-sama menghapus radikalisme dari bumi Indonesia,” pungkasnya.

Pada acara tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Prof. H. Rusli Baco Daeng Palabbi, S.Sos., S.H., M.H., menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Panglima TNI dan Irwasum Polri atas kehadiran serta perhatiannya kepada bagi masyarakat Poso, sehingga dengan hadirnya Panglima TNI di tanah Poso dapat memberikan semangat baru. Damai Poso, Damai Indonesiaku.(disp/red)

Categories
Jurnal Foto TNI

Panglima TNI Bantu 59 Ekor Babi Hutan untuk Upacara Adat Bakar Batu di Papua