Categories
Ekonomi Megapolitan

Hanif Dhakiri: Penghargaan IPK Mampu Mendorong Percepatan Pembangunan Ketenagakerjaan di Daerah

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan M.Hanif Dhakiri memberikan penghargaan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) kepada beberapa kepala daerah yang sukses dalam meningkatkan pembangunan ketenagakerjaan di wilayahnya.

Penganugerahan IPK tersebut sebagai salah satu bentuk apresiasi pemerintah (pusat) kepada Gubernur/Bupati/Walikota yang memiliki prestasi di bidang ketenagakerjaan.

“Kami ucapkan selamat kepada para gubernur dan wagub yang hadir di sini dan hari ini menunjukkan prestasi luar biasa dengan pembangunan ketenagakerjaan di daerahnya masing-masing. Sekali lagi applause untuk gubernur dan wakil gubernur yang dihadir di sini,” kata Menaker dalam sambutan penyerahan penghargaan IPK di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Menaker Hanif mengingatkan masalah tenaga kerja atau ketenagakerjaan merupakan masalah sangat penting, tidak boleh dianggap isu pinggiran. Tetapi harus menjadi isu sentral atau isu kunci dalam pembangunan ketenagakerjaan. Sebab tolok ukur keberhasilan kepemimpinan kepala daerah bisa dilihat dari keberhasilan pimpinan daerah itu membangun dunia ketenagakerjaan seperti kesempatan kerja dan mengatasi pengangguran di wilayahnya masing-masing.

“Itu indikator paling konkrit yang bisa dipahami masyarakat dan bisa menjadi alat ukur untuk menilai kesuksesan di daerah,” kata Hanif.

Menaker Hanif mengungkapkan hasil IPK Tahun 2019 sebesar 61,06 meningkat 0,25 dibandingkan IPK tahun 2018 sebesar 60,81. Kenaikan tersebut terjadi pada enam indikator utama, yaitu perencanaan tenaga kerja; penduduk dan tenaga kerja; pelatihan dan kompetensi kerja; hubungan industrial; kondisi lingkungan kerja dan jaminan sosial tenaga kerja.

“Peningkatan tersebut menunjukkan kemajuan cukup baik dalam pembangunan ketenagakerjaan di seluruh provinsi. Salah satu hal yang mendorong kenaikan IPK adalah meningkatnya kesadaran Pemda akan pentingnya perencanaan ketenagakerjaan dan pengembangan unit-unit pelatihan kerja berbasis komunitas,” kata Menaker.

Menaker Hanif menambahkan pembangunan ketenagakerjaan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional memiliki empat tujuan utama. Yakni pendayagunaan angkatan kerja, pemerataan kesempatan kerja, perlindungan tenaga kerja, dan peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

“Pencapaian keempat tujuan tersebut harus selalu dimonitor dan dievaluasi secara berkesinambungan,” katanya.

Hanif Dhakiri berharap hasil pengukuran IPK ini dapat dijadikan acuan bagi semua pihak dalam mengembangkan ketenagakerjaan dan seluruh unit kerja di Kemenaker menjadikan hasil penilaian IPK sebagai acuan dalam melakukan pembinaan, penyusunan program dan kegiatan ketenagakerjaan di masing-masing daerah.

“Diharapkan juga bahwa kegiatan ini mampu mendorong percepatan pembangunan ketenagakerjaan di daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota,” ujar Menaker.

Atas prestasi kepala daerah tersebut, Hanif memerintahkan jajarannya di masing-masing untuk untuk menunjukkan mekanisme reward dan punishmant-nya dan bukan hanya pemberian penghargaan ini cuma judulnya kertasnya saja.

“Kalau ada penghargaan dan pengakuan atas kinerja Pemda, minimal anggarannya juga ditambah untuk ke daerahnya. Kalau yang tidak berprestasi, apalagi mengalami penurunan, turunkan juga anggarannya. Itu baru fair sehingga ini bisa menjadi insentif,” katanya.

Ditempat sama, Kabarenbang Kemenaker Tri Retno Isnaningsih mengatakan hasil pengukuran diperoleh data Pemprov dengan IPK kategori “Menengah Atas” atau IPK di atas 66,00 bertambah menjadi 7 provinsi, naik 1 provinsi dari tahun 2018. “Sedangkan provinsi berkategori “Rendah” atau IPK di bawah 50,00 berkurang menjadi 1 provinsi, dibandingkan tahun 2018 sebanyak 2 provinsi,” katanya

Berikut 19 kategori penghargaan yang diserahkan Kemenaker kepada 13 pemerintah daerah sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian pembangunan ketenagakerjaan di masing-masing daerah.

– Provinsi dengan Urusan ketenagakerjaan kategori Besar Terbaik Pertama : Jawa Tengah dengan indeks 65,71. Terbaik Kedua, Jatim (64,74); Terbaik Ketiga, Sulsel (64,73).

– Provinsi dengan Urusan Ketenagakerjaan kategori Sedang Terbaik Pertama, DIY (70,79); Terbaik Kedua, DKI Jakarta (68,34); dan Terbaik Ketiga, Kalteng (67,94).

– Provinsi dengan Urusan Ketenagakerjaan kategori Kecil Terbaik Pertama, Kaltara (69,63); Terbaik Kedua, Papua Barat (67,07) dan Terbaik Ketiga Sultra (68,83).

– Provinsi dengan Akselerasi Indeks Terbaik Pemenang, NTB dengan indeks 57,84.

– Provinsi dengan Indikator Utama Perencanaan Ketenagakerjaan Terbaik Pemenang : DI Yogyakarta

– Provinsi dengan Indikator Utama Penduduk dan Tenaga Kerja Terbaik Pemenang : DKI Jakarta

– Provinsi Dengan Indikator Utama Kesempatan Kerja Terbaik Pemenang : DKI Jakarta

– Provinsi dengan Indikator Utama Pelatihan dan Kompetensi Kerja Terbaik Pemenang : DI Yogyakarta

– Provinsi dengan Indikator Utama Produktivitas Tenaga Kerja Terbaik Pemenang : DKI Jakarta

– Provinsi dengan Indikator Utama Hubungan Industrial Terbaik Pemenang : Sumatera Barat

– Provinsi dengan Indikator Utama Kondisi Lingkungan Kerja Terbaik Pemenang : Sulawesi Tenggara

– Provinsi dengan Indikator Utama Pengupahan dan Kesejahteraan Pekerja Terbaik Pemenang : Jawa Barat

– Provinsi dengan Indikator Utama Jaminan Sosial Tenaga Kerja Terbaik Pemenang : DKI Jakarta

Turut hadir dalam acara penyerahan anugerah IPK 2019 diantaranya Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan; Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo; Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X; Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno; Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie.(red)

Categories
Ekonomi IPTEK Nasional

Menaker Luncurkan Aplikasi Sistem Informasi Pekerja Migran Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Pekerja Migran Indonesia (SIPMI).

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri menuturkan, aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Ini merupakan platform berbasis komunitas dimana dunia yang terkait dengan pekerja migran bisa terintegrasi langsung melalui sebuah platform berbasis digital,” ujar Menaker Hanif Dhakiri saat memberikan sambutan pada peluncuran alpikasi SIPMI, di kantor Kemenaker RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2018).

Aplikasi yang dapat diunduh di playstore ini, kata Menaker Hanif, adalah kado bagi Pekerja Migran Indonesia, dan bisa dimanfaatkan oleh calon pekerja migran, pekerja migran, purna pekerja migran, pemerintah, dan semua pihak yang peduli terhadap perkembangan PMI.

“Terkait regulasi, tata cara dan proses migrasi ke luar negeri, keadaan negara tujuan migrasi dan lain sebagainya,” ringkas Menaker Hanif.

Menurut Menaker, aplikasi ini mudah diakses dan digunakan oleh semua orang terutama PMI baik di dalam maupun luar negeri.

“SIPMI menyediakan beberapa fasilitas seperti personal chatting, group cahtting, dan bisa juga dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan keluarga. Sekaligus melalui aplikasi ini pemerintah bisa menyerap apa yang menjadi aspirasi pekerja migran,” ujar Menaker Hanif Dhakiri.

Aplikasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendekatkan diri kepada stakeholder terkait migrasi terutama PMI.

Selain itu SIPMI juga dilengkapi dengan tombol panik agar dalam kondisi tertentu PMI dapat membutuhkan bantuan.

“Harapannya agar setidaknya ada pertolongan tingkat pertama,” tukas Menaker Hanif.

SIPMI merupakan salah satu wujud konkret kehadiran negara dalam meningkatkan pelayanan dan perlindungan bagi PMI yang sudah berkontribusi besar bagi perekonomian Indonesia.(red)

Categories
Megapolitan

Guyuran Hujan Tak Surutkan Menteri Hanif Dhakiri dan Mahasiswa Peringati Lahirnya Sumpah Pemuda

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri bersama ribuan Mahasiswa dari berbagai Almamater Perguruan Tinggi berkumpul dan melaksanakan upacara dalam rangka memperingati hari lahirnya Sumpah Pemuda, yang digelar di lapangan Gelora Mahasiswa  Sumantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (28/10/2017).

Dari pantauan rekan tim media koranjurnal di lokasi, upacara yang dilaksanakan ditengah guyuran hujan deras tidak menyurutkan semangat Menteri Hanif Dhakiri dalam pemimpin upacara dan bersama ribuan Mahasiswa untuk mengenang perjuangan para pemuda-pemudi Indonesia yang pada saat itu telah mendeklarasikan tekad bulat segenap Pemuda Indonesia dengan menyatakan, Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia.

Saat hujan mulai turun, Menteri Hanif Dhakiri yang mengenakan kemeja putih menyapa ribuan Mahasiswa. “Masih sanggup hujan-hujan,” tanya Menteri Hanif Dhakiri. “Sanggup!!!,” jawab ribuan Mahasiswa penuh semangat.

“Kita bersyukur hari ini kita memperingati Sumpah Pemuda dan kalau hari ini kita memperingati sumpah pemuda, kita hanya mendapatkan hujan, ya insya Allah membuat kita sehat. Kita nga perlu khawatir karena dulu pemuda-pemuda Indonesia bersumpah mempertaruhkan Jiwa Raga mereka. Namun hari ini kita cukup mempertaruhkan baju (almamater) untuk mengenang perjuangan mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam sambutannya Menteri Hanif Dhakiri mengajak kepada seluruh mahasiswa khususnya pemuda-pemuda Indonesia untuk senantiasa bersyukur terhadap apa yang dikaruniai bangsa Indonesia sampai saat ini.

“Saya ingin mengajak kita semua untuk bersyukur, bersyukur menjadi Indonesia. Indonesia sebagai sebuah bangsa yang dikaruniai dengan kekayaan yang melimpah, dikaruniai berbagai macam kelebihan dan dikaruniai dengan berbagai kesempatan yang akhirnya membuat negara Indonesia menjadi negara besar,” ucapnya.

Selanjutnya, Menteri Hanif Dhakiri mengingatkan juga bahwa bangsa Indonesia memiliki keragaman suku, ras dan agama, namun Indonesia tetap satu.

“Kita patut bersyukur, kita bisa hidup di negara Indonesia yang berbeda-beda tetapi tetap satu. Dan menyongsong hari depan bersama-sama,” ucapnya.

Peringatan hari Sumpah Pemuda yang dikemas dengan Kuliah Akbar dan Deklarasi Kebangsaan 2017 serta pembacaan teks Sumpah Pemuda oleh mahasiswa dari puluhan instansi Perguruan Tinggi se-DKI Jakarta, menandakan bahwa jiwa kebangsaan, nasionalisme dan semangat pemuda Indonesia tetap bergelora sepanjang waktu.

Dalam kesempatan itu, Menteri Hanif Dhakiri juga mengapresiasi kegiatan memperingati Sumpah Pemuda yang diselenggarakan gabungan Perguruan Tinggi, untuk memberikan semangat kebangsaan bagi para mahasiswa dan pemuda Indonesia.

“Ini inisiatif yang baik dan sangat positif. Dengan menggelorakan semangat kebangsaan yang toleran, melawan paham-paham radikalisme,” ungkapnya kepada wartawan usai acara tersebut.

Ditempat sama, Menaker menyampaikan pesan kepada generasi muda dan mahasiswa untuk selalu meningkatkan daya saing di era sekarang. ‎

“Harapan saya, era ini adalah era persaingan, kita ingin anak-anak kita khususnya mahasiswa juga mereka bisa terus meningkatkan daya saingnya dengan belajar dan bekerja lebih keras agar mereka bisa menjadi pribadi-pribadi yang berkompeten diatas standar,” tukasnya.

Pewarta : Anton