Categories
IPTEK Nasional TNI

Megawati Soekarnoputri Terima Brevet Kehormatan ‘Hidro-Oseanografi’ TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri menerima brevet kehormatan Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut. Seremoni penyematan brevet itu dilakukan oleh Wakil Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya (Laksdya) TNI Ahmadi Heri Purwono dan Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksdya TNI Nurhidayat pada momen peringatan Hari Hidrografi Dunia (World Hydrography Day) Ke-102 Tahun 2023, di Balai Samudra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (21/6/2023).

Megawati Soekarnoputri menerima Brevet Hidro-Oseanografi itu sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) yang diteken oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

“Kepala Staf Angkatan Laut mempertimbangkan, memutuskan, dan menetapkan keputusan pemberian brevet kehormatan kepada Prof. Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri, jabatan Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),” demikian isi SK Kepala Staf TNI AL Nomor KEP/1517/VI/2023 dan Nomor KEP/1518/IV 2023 yang dibacakan saat acara  tersebut.

Penyematan itupun ditandai dengan penyerahan jaket Brevet Hidro-Oseanografi Pushidrosal kepada Megawati Soekarnoputri oleh Wakasal bersama Danpushidrosal.

Megawati Soekarnoputri kemudian memakai jaket itu dan selanjutnya menerima sertifikat penghargaan dari TNI AL. Ketiganya menutup sesi penyematan brevet dengan foto bersama.

Seusai menerima brevet kehormatan, selanjutnya Megawati Soekarnoputri memberikan pidato pada acara tersebut.

Megawati mengatakan, pentingnya Hidrografi dan Oseanografi terutama setelah berlakunya Deklarasi Juanda yang diteken pada 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaya pada masa pemerintahan Presiden Ke-1 RI Soekarno.

Deklarasi Juanda menjadi tonggak kedaulatan Indonesia, terutama di wilayah laut, mengingat salah satu poinnya menetapkan semua perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang masuk daratan NKRI adalah bagian-bagian yang tak terpisahkan dari wilayah yurisdiksi Republik Indonesia.

“Dengan adanya Deklarasi Juanda ini konsekuensinya adalah menempatkan pentingnya Hidrologi dan Oseanografi,” kata Megawati Soekarnoputri dalam pidato arahannya yang sekaligus menjadi pembuka seminar internasional sebagai rangkaian peringatan Hari Hidrografi Dunia Ke-102 tahun 2023.

Sebagai informasi, TNI AL melalui SK yang diteken oleh KSAL juga memberikan brevet kehormatan Hidro-Oseanografi kepada Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal Laksamana Muda (Laksda) TNI Iwan Isnurwanto, Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri RI Amrih Jinangkung, dan Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Yunani Bebeb AK Nugraha Djundjunan.

Sertifikat dan brevet diberikan oleh Wakasal dan Danpushidrosal kepada tiga pejabat itu.

Selain itu, brevet Hidro-Oseanografi Pushidrosal juga diberikan kepada pejabat negara, para ahli, dan tokoh-tokoh yang diyakini berjasa terhadap kemajuan Pushidrosal dan perkembangan hidrografi dan oseanografi di tingkat nasional dan internasional.(*)

Categories
IPTEK Militer TNI

Danpushidrosal: Peringatan 100 Tahun Hidrografi sebagai Momentum Emas Catatan Sejarah Eksistensi

Koran Jurnal, Jakarta – Tanggal 21 Juni mengandung arti sangat penting bagi insan Hidrografi, karena pada tanggal tersebut tercatat sebagai sejarah awal kehadiran organisasi hidrografi dunia khususnya dalam aspek pemetaan laut bagi kepentingan keselamatan pelayaran bagi komunitas pelayaran dan maritim dunia. Pada tahun 2021 ini, telah genap 100 tahun perjalanan hidrografi, dan merupakan momentum emas yang membuktikan eksistensi peran hidrografi, yang terus berkembang selaras dengan perkembangan peradaban dan teknologi, sehingga saat ini, hidrografi tidak hanya penting untuk keselamatan pelayaran, akan tetapi telah berkembang bagi berbagai kepentingan strategis lainnya mulai dari kepentingan pertahanan, dan keamanan maritim, mitigasi bencana alam, eksplorasi sumberdaya hayati dan mineral di laut, perlindungan lingkungan laut, koneksitas maritim, dan kegiatan pembangunan maritim nasional lainnya serta menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung diplomasi negara terutama dalam upaya menetapkan batas-batas maritim dengan negara tetangga.

Demikian disampaikan Komandan Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P dalam upacara pembukaan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan 100 Tahun Hari Hidrografi Dunia di Lapangan Apel Mako Pushidrosal, Jalan Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara. Senin (21/06/2021).

Dalam sambutannya, Danpushidrosal juga menambahkan bahwa pada hari ini (21 Juni 2021), 100 tahun yang lalu merupakan momentum awal Kerjasama internasional di bidang pemetaan hidrografi melalui pembentukan organisasi hidrografi dunia- IHO (International Hydrographic Organization) tepatnya tanggal 21 Juni 1921 atas mandat dari konvensi SOLAS (Safety Of Life At Sea) dalam rangka membuat suatu standar Internasional peta laut untuk keselamatan pelayaran di seluruh dunia.

Pushidrosal sebagai pengemban Amanah pemetaan laut nasional, secara resmi ditunjuk sebagai wakil pemerintah Indonesia menjadi anggota IHO sejak tahun 1951 dimana Indonesia merupakan salah satu Negara pertama di Asia yang menjadi anggota IHO selain Jepang dan Thailand. Selanjutnya Konvensi Solas tersebut telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia sehingga sejak saat itu selanjutnya kapal-kapal yang melintas wilayah perairan Indonesia wajib menggunakan peta laut produksi Pushidrosal yang telah sesuai dengan standar IHO sebagaimana peta laut yang kita produksi sampai dengan saat ini.

Pada peringatan 100 tahun hari Hidrografi Dunia pada tahun ini, sebagai apresiasi, terhadap personel Pushidrosal yang berprestasi, Danpushidrosal juga memberikan penghargaan Jala Citra Cendekia yang merupakan penghargaan tertinggi kepada prajurit dan Pegawai Negeri Sipil yang dinilai memiliki dedikasi dan prestasi di bidang hidrografi khususnya di lingkungan Pushidrosal.
Selain itu juga akan digelar berbagai kegiatan di antaranya; penganugrahan brevet Hidrografi kepada warga kehormatan hidrografi, pelaksanaan ekspedisi Jala Citra I-2021 “AURORA” dan seminar nasional yang akan membahas hasil ekspedisi dengan tema “Mengungkap SUmber Daya Kelautan di Wilayah Perairan Halmahera dan Papua Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia”.

Secara historis, Pushidrosal sebagai lembaga Hidrografi Nasional memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan kontribusinya untuk negara dan bangsa Indonesia. Pushidrosal maju bersama masyarakat Internasional, khususnya Bangsa Indonesia.

100 tahun merupakan momen emas dan periode terbaik dalam kegiatan eksplorasi laut, kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi bagi kesejahteraan Bangsa dan Negara Indonesia.(disp/red)

Categories
TNI

Peringati Hidrografi Dunia 2020, Pushidros TNI AL Gelar Webinar Pemanfaatan ‘Satellite-Derived Bathymetry’ 

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Hidrografi Dunia tahun 2020, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar Webinar atau Seminar Daring dengan topik Pemanfaatan Satellite-Derived Bathymetry (SDB) atau Batimetri Berbasis Satelit, Rabu (27/08/2020).

Satellite-Derived Bathymetry (SDB) adalah suatu metode baru yang dikembangkan dari teknologi penginderaan jauh untuk mendapatkan data kedalaman di area perairan dangkal dari citra satelit yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan pemetaan laut.

Seminar daring yang diselenggarakan ini bertujuan untuk menyebarluaskan aplikasi, sains, dan teknologi penginderaan jauh optik untuk estimasi batimetri dan batas darat-air.

Webinar yang merupakan kerjasama antara Pushidrosal, Institut Teknologi Bandung dan EOMAP ini digelar selama dua, 26-27 Agustus 2020. Hari pertama mengetengahkan topik “Pemanfaatan Satellite-Derived Bathymetry (SDB) Untuk Kepentingan Nasional” dan hari kedua dengan topik “Pemanfaatan Satellite Derived Bathymetry untuk Kepentingan Militer”.

Beberapa pembicara hadir dengan memaparkan materinya, di antaranya Kolonel Laut (E) Dr. Yanuar Handwiono, M.Sc. (Direktur Pengamanan, Kerja sama dan Perbatasan/Dirpamkersamtas) Pushidrosal dengan topik pemanfaatan SDB, Dr. rer. nat Poerbandono (Dosen Hidrografi ITB Bandung) dengan topik Penginderaan jauh batimetri, Dr. Thomas Heege (CEO EOMAP Gmbh) dengan topik Teknologi SDB, serta Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana, M.M (Kepala Dinas Pemetaan Pushidrosal) dengan topik penggunaan data SDB. Sementara jalannya diskusi dipandu oleh Host Letkol Laut (KH) M. Qisthi Amarona, S.T., M.Tr. Hanla, dengan moderator Gabriela Alodia, M.Sc.(Kandidat Doktor University of Leeds, Inggris, Cat. A Hydro Surveyor) pada hari pertama dan Kolonel Laut (P) Dyan Primana S (Komandan Satuan Survei Pushidrosal) pada hari kedua.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. Dalam sambutannya, Kapushidrosal antara lain menyampaikan bahwa Satellite-Derived Bathymetry (SDB) atau Batimetri Berbasis Satelit merupakan teknologi terbaru dalam bidang pemetaan hidro-oseanografi yang sangat dibutuhkan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar.

Ini dikarenakan posisi geografis Indonesia yang terletak di antara dua samudera dan dua benua, yang memiliki peran penting dalam perdagangan dunia, terlebih tekad pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritime dunia, agar Indonesia sebagai pusat informasi yang berkaitan dengan kemaritiman, sehingga teknologi pemetaan yang cepat dan akurat mutlak dibutuhkan.

“Pemanfaatan SDB untuk kepentingan nasional sangat diperlukan, salah satunya dalam rangka menyongsong Audit Wajib anggota IMO atau Mandatory IMO Member States Audit Scheme (MIMSAS) yang akan dilaksanakan pada Tahun 2022” kata Kapushidrosal.

Untuk itu Pushidrosal harus memenuhi target capaian survei dan pemetaan di seluruh perairan Indonesia, guna memberikan jaminan dan kepercayaan kepada publik tentang keamanan dan keselamatan bernavigasi di seluruh perairan Indonesia.

“Dalam hal ini, peran hidrografi sangat penting. Hidrografi bukan hanya sekedar peta laut. Hidrografi adalah kunci gerbang perekonomian dan ujung tombak pertahanan laut suatu negara” tegas Kapushidrosal.(disp/red)