Categories
Energi SDA Ragam

Keterlibatan Perempuan Dalam Energi Masih Kurang Perhatian dari Pemerintah

Koran Jurnal, Jakarta – Keterlibatan perempuan dalam perencanaan dan pemenuhan energi di Indonesia masih dianggap minim. Itulah salah satu yang mengemuka dalam acara webinar nasional srikandi energi bersuara yang dilaksanakan Dewan Energi Mahasiswa Jember bertema Kenaikan Energi untuk Siapa? pada Selasa 26 April 2022.

Annisa Nuril Deanty, Ketua Dewan Energi Mahasiswa Jember menyampaikan pernyataan dalam makalah Perempuan Kedaulatan Energi  bahwa perempuan memiliki kepentingan terhadap ketersediaan energi, untuk kegiatan domestik maupun publik.

“Ketersediaan energi dibutuhkan di ranah domestik untuk keperluan penyediaan pangan keluarga, air bersih, penerangan, pengoperasian peralatan elektronik rumah tangga dan industri rumah tangga,” tegasnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan sedangkan ketersediaan energi di ranah publik terutama dibutuhkan untuk penerangan jalan umum yang berdampak pada keamanan perempuan.

“Dalam penyelenggaraan dan perencanaan energi peran perempuan dan keterlibatannya masih minim, hal ini dikarenakan pemerintah masih belom responsif gender dalam menentukan kebijakannya,” katanya.

“Oleh karena itu kami mendorong perempuan untuk memahami hak-haknya termasuk hak perempuan dalam memanfaatkan energi. Hak perempuan untuk mendapatkan energi menjadi prioritas, karena hubungan erat antara perempuan dengan energi, perempuan sebagai pengguna utama energi mengalami banyak kendala di lapangan terkait dengan energi. Kendala tersebut mulai dari minimnya sosialisasi cara penggunaan energi dari segi keamanan, akses, distribusi, pemeliharaan dan kesulitan teknis lainnya,” sambungnya.

Dalam webinar itu pula Dewan Energi Mahasiswa merekomendasikan beberapa poin kepada pemerintah.

Pertama, Pemerintah menerapkan Pengarusutamaan Gender dalam Kebijakan, Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi Pengembangan Energi di indonesia

Kedua, Pemerintah perlu meningkatkan akses informasi dan pengetahuan tentang

Energi bagi perempuan, agar perempuan mengetahui dampak dan manfaat        energi,serta dapat berpartisipasi dalam perencanaan dan pengambilan keputusan dalam pengembangan Energi

Ketiga, Pemerintah harus mengembangkan layanan energi yang inklusif untuk menjamin adanya pemerataan pasokan listrik bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia

Keempat, Pemerintah harus dapat menjamin keterlibatan perempuan dalam setiap proses perencanaan dan pengambilan keputusan yang berhubungan dengan penggunaan layanan energi yang inklusif.

Acara webinar nasional ini juga menghadirkan pembicara srikandi energi di Indonesia antara lain, Fajriyah Usman Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Yuli Rachwati Sekretaris BPH Migas, dan Dr Dina Nurul Fitria  Ketua Lembaga Kajian Manajemen Energi STIE IPWI Jakarta. (*)

Categories
Hukum TNI

Pushidrosal Kerjasama Dinas Hukum TNI AL Gelar Webinar Rancangan Perpres Survei Pemetaan Hidrografi

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) dan Dinas Hukum TNI Angkatan Laut (Diskumal) menggelar Webinar tentang rancangan Peraturan Presiden (Perpres) survei dan pemetaan hidrografi, Rabu (25/11/2020).

Kegiatan Webinar ini secara resmi dibuka oleh Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P. secara daring.

Webinar ini digelar dengan tujuan untuk memperoleh masukan dari para pakar yang kompeten di bidang hidrografi dan mendapatkan solusi dari berbagai permasalahan, khususnya aspek regulasi dan arti pentingnya penyusunan rancangan peraturan presiden tentang survei dan pemetaan hidro-oseanografi, guna penyempurnaan pokok-pokok pikiran dan pematangan draft rancangan peraturan presiden tentang survei dan pemetaan hidrografi nasional.

Seminar bertema “Survei Pemetaan Hidrografi Untuk Keselamatan Pelayaran, Perlindungan Lingkungan Laut, dan Pembangunan Kelautan Nasional” ini menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya Prof. Henry M. Manik, S.Pi., M.T., Ph.D. (Anggota Dewan Hidrografi Indonesia dan Guru Besar Akustik dan Instrumentasi FPIK IPB), Ir. Henki Angkasawan (Direktur Kenavigasian Ditjen Hubla Kemenhub), serta Bunyamin, S.H., M.H.(Direktur Harmonisasi PUU I Ditjen PP Kemenkumham).

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Al (Kapushidrosal) Laksda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P. dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa Pushidrosal merupakan Lembaga Hidrografi Nasional Indonesia sekaligus sebagai wakil pemerintah RI di International Hydrographic Organization (IHO) yang mempunyai tugas dan peranan penting dalam menyediakan data dan informasi untuk mendukung keselamataan navigasi pelayaran.

Tugas dan fungsi Pushidrosal kedepan semakin berat, baik berperan di tingkat nasional, regional maupun di tingkat internasional untuk dapat mewujudkan Pushidrosal sebagai lembaga hidrografi nasional dan pusat informasi geospasial kelautan terbaik di dunia guna mendukung program pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Sehingga perlu perangkat hukum sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan survei dan pemetaan hidrografi dan oseanografi, dalam rangka penyempurnaan pokok-pokok pikiran dan untuk mematangkan draft rancangan Peraturan Presiden tersebut perlu dilaksanakan seminar untuk mendapatkan masukan dari segala aspek yang berhubungan dengan kegiatan penyusunan rancangan Perpres tersebut.

Sebelum kegiatan diskusi dimulai, Direktur Operasi Survei dan Pemetaan (Diropssurta) Pushidrosal Kolonel Laut (KH) Dr. Haris Djoko Nugroho, M.Si. memaparkan tentang Pushidrosal secara umum, yang meliputi tugas pokok, pencapaian-pencapaian yang telah diraih, maupun kiprah dan peran Pushidrosal dalam lingkup Nasional, regional, maupun internasional.

Kegiatan secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas Hukum TNI AL (Kadiskumal) Laksma TNI Kresno Buntoro, S.H., LLM., Ph.D.

Hadir dalam acara tersebut di antaranya Wakapushidrosal Laksamana Pertama Budi Purwanto, S.T., M.M., beserta segenap pejabat Utama Pushidrosal, perwakilan Kementerian /Lembaga terkait, organisasi kemaritiman, serta kalangan universitas.(disp/red)

Categories
TNI

Peringati Hidrografi Dunia 2020, Pushidros TNI AL Gelar Webinar Pemanfaatan ‘Satellite-Derived Bathymetry’ 

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Hidrografi Dunia tahun 2020, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar Webinar atau Seminar Daring dengan topik Pemanfaatan Satellite-Derived Bathymetry (SDB) atau Batimetri Berbasis Satelit, Rabu (27/08/2020).

Satellite-Derived Bathymetry (SDB) adalah suatu metode baru yang dikembangkan dari teknologi penginderaan jauh untuk mendapatkan data kedalaman di area perairan dangkal dari citra satelit yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan pemetaan laut.

Seminar daring yang diselenggarakan ini bertujuan untuk menyebarluaskan aplikasi, sains, dan teknologi penginderaan jauh optik untuk estimasi batimetri dan batas darat-air.

Webinar yang merupakan kerjasama antara Pushidrosal, Institut Teknologi Bandung dan EOMAP ini digelar selama dua, 26-27 Agustus 2020. Hari pertama mengetengahkan topik “Pemanfaatan Satellite-Derived Bathymetry (SDB) Untuk Kepentingan Nasional” dan hari kedua dengan topik “Pemanfaatan Satellite Derived Bathymetry untuk Kepentingan Militer”.

Beberapa pembicara hadir dengan memaparkan materinya, di antaranya Kolonel Laut (E) Dr. Yanuar Handwiono, M.Sc. (Direktur Pengamanan, Kerja sama dan Perbatasan/Dirpamkersamtas) Pushidrosal dengan topik pemanfaatan SDB, Dr. rer. nat Poerbandono (Dosen Hidrografi ITB Bandung) dengan topik Penginderaan jauh batimetri, Dr. Thomas Heege (CEO EOMAP Gmbh) dengan topik Teknologi SDB, serta Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana, M.M (Kepala Dinas Pemetaan Pushidrosal) dengan topik penggunaan data SDB. Sementara jalannya diskusi dipandu oleh Host Letkol Laut (KH) M. Qisthi Amarona, S.T., M.Tr. Hanla, dengan moderator Gabriela Alodia, M.Sc.(Kandidat Doktor University of Leeds, Inggris, Cat. A Hydro Surveyor) pada hari pertama dan Kolonel Laut (P) Dyan Primana S (Komandan Satuan Survei Pushidrosal) pada hari kedua.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. Dalam sambutannya, Kapushidrosal antara lain menyampaikan bahwa Satellite-Derived Bathymetry (SDB) atau Batimetri Berbasis Satelit merupakan teknologi terbaru dalam bidang pemetaan hidro-oseanografi yang sangat dibutuhkan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar.

Ini dikarenakan posisi geografis Indonesia yang terletak di antara dua samudera dan dua benua, yang memiliki peran penting dalam perdagangan dunia, terlebih tekad pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritime dunia, agar Indonesia sebagai pusat informasi yang berkaitan dengan kemaritiman, sehingga teknologi pemetaan yang cepat dan akurat mutlak dibutuhkan.

“Pemanfaatan SDB untuk kepentingan nasional sangat diperlukan, salah satunya dalam rangka menyongsong Audit Wajib anggota IMO atau Mandatory IMO Member States Audit Scheme (MIMSAS) yang akan dilaksanakan pada Tahun 2022” kata Kapushidrosal.

Untuk itu Pushidrosal harus memenuhi target capaian survei dan pemetaan di seluruh perairan Indonesia, guna memberikan jaminan dan kepercayaan kepada publik tentang keamanan dan keselamatan bernavigasi di seluruh perairan Indonesia.

“Dalam hal ini, peran hidrografi sangat penting. Hidrografi bukan hanya sekedar peta laut. Hidrografi adalah kunci gerbang perekonomian dan ujung tombak pertahanan laut suatu negara” tegas Kapushidrosal.(disp/red)