Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL-UKHO Sepakat untuk Terus Tingkatkan Kerjasama di Bidang Hidrografi

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dan The United Kingdom Hydrographic Office (UKHO) sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

Hal tersebut merupakan pokok pembahasan dalam kunjungan National Hydrographer of United Kingdom Rear Admiral Peter Sparkes ke Pushidrosal. Kamis (20/02/2020).

Dalam kunjungan itu, Rear Admiral Peter Sparkes yang didampingi Mr. Steve Druce dan Mr Christopher Hunt selaku Head of Partnering and Engagement of Asia pasific, , diterima langsung oleh Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. yang didampingi pejabat utama di anjungan utama Pushidrosal Jalan Pantai Kuta V/1 Ancol Timur Jakarta Utara.

Dalam Pertemuan itu, dibahas beberapa kerja sama yang selama ini sudah terjalin erat antara Pushidrosal dan UKHO di antaranya tentang peningkatan capacity building SDM hidrografi. Selama ini, Pushidrosal secara rutin telah mengirimkan peserta kursus marine kartografi kategori B di UKHO Inggris, diharapkan kerja sama tersebut dapat berlanjut untuk meningkatkan profesionalisme personel Pushidrosal dan diharapkan kedepannya Pushidrosal diberikan kesempatan untuk bisa mengirimkan perwira untuk pendidikan yang lebih tinggi

Hal lain yang didiskusikan adalah tentang pendistribusian peta laut. Saat ini UKHO merupakan Partner Utama bagi Pushidrosal dalam hal pendistribusian peta terutama peta ENC, diharapkan hal ini dapat terus ditingkatkan di masa datang.

Kerja sama peta dual badge antara Pushidrosal dan Inggris yang berjumlah 57 nomer peta saat ini sudah terlaksana sejumlah 42 nomer, diharapkan 15 nomer peta lagi dapat segera diselesaikan

Pada kesempatan tersebut Kapushidrosal juga menyampaikan bahwa Indonesia telah berhasil mengajukan trafic separation Scheme (TSS) di selat sunda dan selat lombok dan telah di adopsi dalam peta laut, dan akan diberlakuakn secara penuh pada 1 juli 2020, diminta untuk Admiralty dan peta ENC dari UKHO dapat menyesuaikan dengan memasukan kedua TSS tadi

Sementara itu, National Hydrographer of United Kingdom Rear Admiral Peter Sparkes mengapresiasi kemajuan Kantor Hidrografi Indonesia, serta eksistensi dan kontribusi Pushidrosal terhadap berbagai kegiatan di IHO, serta aktif dalam 3 regional hydrographic Commission yaitu EAHC, NIOHC dan SWPHC yang memiliki cakupan area yang sangat luas.

Rear Admiral Peter Sparkes menyampaikan, bahwa secara geografis wilayah Indonesia berada pada posisi yang sangat strategis, sehingga Misi untuk Menjadi World Maritime Fulcrum bukan lah suatu hal yang salah, keberadaan kantor hidrografi yang kuat dan modern sangatlah penting untuk mewujudkan hal tersebut.

UKHO mengakui bahwa Indonesia merupakan partner yang penting bagi Inggris, sehingga kedepannya kerja sama antar dua kantor hidrografi dapat terus ditingkatkan lagi.(disp/red)

Categories
Megapolitan TNI

National Hydrographer of United States Kunjungi Pushidros TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – National Hydrographer Of United States Rear Admiral Shepard M. Smith mengunjungi Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal), dalam rangka mempererat kerja sama Angkatan Laut Amerika Serikat/US Navy dengan TNI AL terutama di bidang hidrografi.

Kunjungan Rear Admiral Shepard M. Smith yang merupakan Chief Hydrographer Amerika Serikat ini, diterima langsung oleh Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. yang didampingi pejabat utama di anjungan utama Pushidrosal Jalan Pantai Kuta V/1 Ancol Timur Jakarta Utara. Senin (17/02/2020).

Pertemuan Chief Hydrographer Amerika Serikat dan Indonesia tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kedua pihak saling bertukar pikiran dan berdiskusi mengenai Angkatan Laut kedua negara, utamanya dalam bidang hidrografi. kegiatan tersebut juga sebagai sarana menjalin hubungan yang baik dan meningkatkan kerjasama antara TNI AL dan Angkatan Laut Amerika Serikat dalam kerangka Navy to Navy Talk, khususnya dalam peningkatan Capacity building antar kedua kantor hidrografi.

Pada kesempatan itu, Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H, menyampaikan bahwa Indonesia yang diwakili Pushidrosal, selain sebagai anggota IHO, juga berupaya meningkatkan kiprah dan perannya dalam organisasi regional seperti EAHC, NIOHC maupun SWPHC untuk menunjukkan kontribusi dan memperluas kerjasama kawasan regional dalam bidang hidrografi.

Pushidrosal juga terus meningkatkan pelayanan publik dengan mengembangkan terus Marine Spatial data Infrastructure (MSDI), dengan mengembangkan Hydrographic Data Center menjadi Indonesian Marine Geospatial Information Center (IMaGIC) yang menjadi sumber informasi bagi masyarakat luas tentang masalah kehidrografian.

Hal tersebut sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah yang mendudukkan sektor kemaritiman sebagai salah satu pilar prioritas pembangunan nasional, sesuai visi Pushidrosal, yaitu mewujudkan Pushidrosal sebagai lembaga hidrografi nasional dan Pusat Informasi Geospasial Kelautan terbaik di dunia.

Sementara itu, menurut Rear Admiral Shepard M. Smith yang pada kunjungan ini didampingi Atase Angkatan Laut Captain Stacey Prescot, kunjungan ke Pushidrosal ini bertujuan untuk bertemu dan berdiskusi dengan negara yang sama-sama anggota International Hydrographic Organization (IHO) tentang masalah kehidrografian dan peluang menjalin kemitraan hidrografi antara The National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan Pushidrosal.

Menurutnya, menjalin kemitraan hidrografi dengan Indonesia merupakan hal yang sangat penting, karena secara geografis, posisi wilayah Indonesia yang sangat strategis karena terletak di antara dua samudera dan dua benua, sebagai jalur pelayaran internasional yang sangat padat.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Negara-negara Pasifik Barat Daya Apresiasi Kemajuan Hidrografi Indonesia

Koran Jurnal, Wollongong – Negara-negara kawasan Pasifik Barat yang tergabung dalam South West Pacific Hydrographic Commission (SWPHC) mengapresiasi keberhasilan dan kemajuan Indonesia dalam bidang hidrografi.

Apresiasi itu disampaikan dalam Konferensi Hidrografi Regional Pasifik Barat Daya ke -17, atau17th South West Pacific Hydrographic Commission Conference (SWPHC) 12-14 Februari 2020 di Hotel Wollongong North Beach, Wollongong Australia dengan Australian Hydrographic Office (AHO) berlaku sebagai tuan rumah.

Dalam konferensi ini, Delegasi Indonesia dipimpin Wakapushidrosal sekaligus sebagai Deputy Chief Hydrographer Laksma TNI Dr. Ir. Trismadi yang hadir mewakili Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H.selaku Chief Hydrographer Indonesia, yang didampingi oleh Kasubdit Kerja sama Pushidrosal, Letkol Laut (P) Franciscus Asisi Mahendra.

Apresiasi itu diberikan kepada Indonesia dalam hal ini Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) terkait terlaksananya survei Danau Toba (inland waterways), keberhasilan pembuatan Trafic separation Scheme di selat Sunda dan Selat Lombok, keberhasilan dalam menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, pelaksanaan Maritime Safety Information (MSI) Training dan MSI Database Workshop yang merupakan kegiatan capacity Building lintas regional serta bersandarnya kapal Cruise Sun Princess Cruise milik Carnival Cruise Company baik di pelabuhan gili mas Lombok serta Splendor Cruise di Pelabuhan Benoa Bali, karena adanya jaminan Peta Laut yang akurat.

Konferensi SWPHC yang diadakan di Wollongong ini merupakan Rapat tahunan yang dilaksanakan sebagai bentuk Evaluasi Negara Pasifik barat daya terkait dengan kegiatan survei dan pemetaan di Tahun 2019, sekaligus penyampaian Agenda serta rencana kegiatan masing-masing Kantor Hidrografi di Tahun 2020 terutama kegiatan yang berkaitan baik dengan organisasi Hidrografi Internasional (IHO) maupun dengan regional SWPHC sendiri

Selain itu juga dilaksanakan sharing experience antara Negara anggota SWPHC dan beberapa pelaku bisnis di Bidang Survey dan pemetaan seperti: Fugro, Eomap, Teledyne CARIS, IIC Technologies dan Carnival Cruise, salah satu tujuannya sebagai upaya untuk dapat meningkatkan kemampuan teknis hidrografi dan kartografi dengan mengedepankan teknologi yang disesuaikan dengan tema hari hidrografi Dunia 2020 “Hydrography Enabling Autonomous Technologies”.

Dalam salah satu sesi disebutkan adanya peluang serta permintaan untuk dapat menjadikan Labuhan Bajo sebagai salah satu tujuan Wisata yang bias disinggahi oleh kapal Cruise, hal ini cukup sejalan dengan program pemerintah yang menjadikan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi Wisata super prioritas yang nantinya akan dijadikan salah satu Objek Wisata Premium di Indonesia

Untuk peningkatan capacity di Kawasan Pushidrosal memenawarkan suatu kegiatan Workshop dan Seminar terkait dengan Marine spatial data Infrastructure (MSDI) yang direncanakan akan diselenggarakan pada triwulan ke tiga tahun 2020 oleh Pushidrosal kepada negara anggota SWPHC diharapkan untuk bisa hadir dan berpartisipasi dalam program tersebut.

Selain itu, Pushidrosal juga menawarkan kepada negara anggota SWPHC untuk dapat mengirimkan perwira Angkatan Laut sebagai siswa pada pendidikan kursus hidrografi Cat B dengan sertifikasi IHO yang secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

Untuk rapat tahunan SWPHC tahun 2021 akan dilaksanakan di Tonga. Sementara untuk pemilihan Chairman terpilih New Zealand dengan Vice Chairman Tonga.(disp/red)

Categories
Militer TNI

TNI AL Dukung Republik Demokratik Timor Leste Memiliki Kantor Hidrografi

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut dalam hal ini diwakili Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) akan mendukung dan membantu Republica Democratic de Timor-Leste (RDTL) untuk dapat memiliki kantor Hidrografi guna menjamin keselamatan navigasi dan pelayaran di wilayah perairan RDTL.

Hal tersebut disampaikan Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H saat berkunjung ke Kantor Komponen Angkatan Laut Timor Leste dalam rangkaian kegiatan Satuan Tugas (Satgas) Port Visit Indonesia Maritim Envoy (IME) 19.B le Dilli, baru-baru ini.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kapushidrosal beserta Komandan Satgas dan Komandan unsur Satgas IME 19.B melaksanakan Courtesy Call dan diterima oleh pimpinan Komponen Angkatan Laut Timor Leste Capitao de fragata Joao Da Silva.

Menurutnya, saat ini Pushidrosal memiliki Peran yang cukup Strategis baik di IHO sebagai Anggota Dewan/Council serta Di regional sebagai Vice chairman EAHC dan pada tahun 2021 akan menjadi Chairman EAHC, sehingga Pushidrosal memiliki posisi yang cukup baik dalam membantu RDTL untuk menjadi anggota baik IHO maupun sebagai anggota regional EAHC.

“Pelabuhan Dili belum mempunyai Peta Laut maupun ENC yang diproduksi oleh pemerintah Timor Leste, peta laut yang ada merupakan peta laut lama yang dibuat oleh pemerintah Indonesia saat masih bergabung dengan Indonesia dan dari hasil bantuan Australia namun tidak pernah dilakukan pemutakhiran data,” kata Kapushidrosal, Sabtu (14/12/2019).

Pada kesempatan itu, Kapushidrosal yang juga merupakan Chief Hydrographer Indonesia tersebut menekankan pentingnya suatu negara Pantai untuk membangun suatu Kantor hidrografi demi menjamin tersedianya peta Laut bagi keselamatan bernavigasi, sehingga memberikan keyakinan kepada Kapal barang maupun Cruise ship untuk memasuki pelabuhan-pelabuhan yanga ada di RDTL sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi baik dari segi ekspor, impor maupun pariwisata serta membuka lapangan pekerjaan seluas luasnya terutama bidang Injasmar.

“Selain itu, keuntungan menjadi Anggota IHO maupun EAHC seperti memperoleh kesempatan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang survei dan pemetaan hidro-oseanografi melalui IHO Capacity Building maupun kerjasama-kerjasama yang dapat dilakukan oleh Negara-negara anggota IHO khususnya Negara-negara anggota EAHC,” pungkas Kapushidrosal.

Dalam kesempatan yang baik tersebut dengan didampingi Kepala Dinas Pendidilan TNI AL, Kapushidrosal juga menyampaikan tawaran kepada Komponen AL Timor Leste untuk mengirimkan Perwiranya untuk mengikuti pendidikan setingkat Seskoal dan Pusdikhidros yang selama ini juga telah diikuti oleh Angkatan Laut Negara Tetangga dan meningkatkan hubungan antara kedua Angkatan Laut dalam wadah Navy To Navy Talk (NTNT).(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Kapushidrosal: Pentingnya Hidrografi dalam Penyelenggaraan Pembangunan Nasional

Koran Jurnal, Surabaya – Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H memeparkan pentingnya hidrografi dalam penyelenggaraan pembangunan nasional pada forum Geomatics International Conference 2019 (GEOICON 2019) yang digelar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di Ballroom Swiss Bell Inn Hotel, Surabaya, Rabu (21/08/2019).

Dalam event yang bertema “Geospatial Technology for Mapping The Future: Integrating Land And Marine Development” ini Kapushidrosal diundang oleh penyelenggara sebagai Keynote Speakers. Hadir pula pembicara lain, di antaranya Dr. Ian Church Assistant Professor, Department of Geodesy and Geomatics Engineering, University of New Brunswick, Canada., Prof Kai Wei Chiang, Geomatics Engineering Department, National Cheng Kung University, Taiwan., serta Prof Wan Mohd Naim, Head of Strategic Planning Unit, Universiti Teknologi Mara, Malaysia

Pada kesempatan itu, Kapushidrosal memaparkan tentang Tugas pokok Pushidrosal selaku penyedia data dan informasi hidro-oseanografi berupa Peta Laut Indonesia (PLI) baik peta kertas maupun elektronik bagi kepentingan umum maupun militer.

Menurut Kapushidrosal, Indonesia merupakan negara maritime yang besar, kepentingan nasional dapat dicapai dengan menggunakan lingkungan maritime sebagai salah satu medianya. Ini didasarkan karena Perairan Indonesia merupakan perairan yang sangat strategis, karena sebagai Sea Line of Communication(SLOC) dan Sea Lane of Oil Trade (SLOT) bagi kapal-kapal yang berlayar mengingat posisi Indonesia berada pada persilangan dua samudera dan dua benua, serta 4 dari 9 choke point dunia berada di Indonesia.

“Lebih dari 80% perdagangan dunia dilaksanakan melalui laut, 40% melalui perairan Indonesia. Oleh sebab itu dibutuhkan data dan informasi hidro-oseanografi yang akurat, terpercaya dan mutakhir berupa peta laut Indonesia dan publikasi nautika terbitan Pushidrosal termutakhir yang dapat memberikan jaminan keselamatan bagi-kapal-kapal yang berlayar di perairan Indonesia,” katanya.

Dalam penentuan batas maritime, data hidrografi dipergunakan dalam mendukung kebijakan politik luar negeri dalam menentukan batas maritime antar negara. Dalam hal ini Pushidrosal merupakan staf teknis Kementerian Luar Negeri RI. Data hidrografi yang akurat sangat vital dan merupakan persyaratan dasar penentuan batas maritime sesuai ketentuan UNCLOS’82.

Selain itu, hidrografi juga memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan kelautan, seperti pengembangan/pembangunan pulau-pulau kecil, pengembangan pariwisata bahari, pembuatan peta tematik area konservasi laut, zonasi laut, data untuk analisa pertahanan laut nasional, serta pembangunan pelabuhan, alur pelabuhan, ALKI dan alur strategis untuk tol laut dalam rangka mewujudkan Poros Maritim Dunia.

“Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa Pushidrosal adalah center of grafity dalam kebijakan Poros Maritim Dunia” tegas Kapushidrosal.(pen/red)