Categories
IPTEK TNI

Expo Pendidikan Tinggi KPPTI 2025, Pushidros TNI AL Tampilkan Inovasi Hidrografi

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) turut ambil bagian dalam Expo Pendidikan Tinggi pada Konferensi Puncak Perguruan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025. Kegiatan yang menghadirkan puluhan perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 November 2025, bertempat di Graha Unesa, Surabaya, Jawa Timur.

Expo Pendidikan Tinggi merupakan salah satu agenda utama KPPTI 2025, yang menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk menampilkan capaian, inovasi, dan praktik terbaik di bidang akademik, vokasi, maupun profesi. Tahun ini, sebanyak 35 booth berpartisipasi, memamerkan teaching factory, karya inovatif, produk riset, hingga berbagai startup kampus. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jejaring sekaligus membuka ruang kolaborasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wahana berbagi pengalaman antar perguruan tinggi, baik dalam menghasilkan lulusan unggul maupun dalam menghadirkan produk riset berkelas dunia. Menurutnya, kompetisi sehat dan kolaborasi antarlembaga pendidikan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi Indonesia agar mampu bersaing secara global.

Dalam ajang pameran tersebut, Pushidrosal menampilkan berbagai inovasi dan produk unggulan di bidang hidrografi dan keselamatan navigasi maritim, antara lain Aplikasi Electronic Navigational Chart (ENC), Aplikasi Hidro SDB35, Buku Almanak Nautika Indonesia, Tabel Pasang Surut Kepulauan Indonesia, Katalog Peta dan Informasi Pelabuhan Indonesia, Serta penayangan video filler profil Pushidrosal.

Partisipasi Pushidrosal menjadi bentuk kontribusi nyata dalam memperkenalkan peran strategis hidrografi nasional, sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya data dan informasi maritim bagi keselamatan navigasi dan pembangunan bangsa.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Gelar Forum Hidrografi: Pentingnya SDM Unggul

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar Forum Hidrografi bertajuk “Membangun Kompetensi Sumber Daya Manusia Hidrografi: Kontribusi Ilmu Geografi bagi Pertahanan Maritim” bertempat di gedung serbaguna Pushidrosal, Jakarta Utara, Rabu (8/10). Acara yang dikemas dalam suasana santai bertajuk “Minum Kopi Bersama Perwira Pushidrosal” ini menghadirkan akademisi dan praktisi dari berbagai institusi untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi di bidang hidrografi nasional.

Komandan Pushidrosal, Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun SDM hidrografi yang tangguh, adaptif, dan berwawasan multidisiplin. Sumber daya manusia hidrografi merupakan kunci utama kekuatan maritim modern. Ilmu geografi memberikan dasar ilmiah untuk memahami ruang laut, arus, pasang surut, dan dinamika pantai sebagai bagian dari pertahanan maritim yang berbasis pengetahuan.

Menurut Danpushidrosal, bidang hidrografi berperan penting dalam mendukung operasi militer laut, baik dalam penyediaan data navigasi dan keamanan laut, perencanaan taktik pendaratan amfibi, maupun deteksi ancaman bawah laut. Selain itu, hidrografi juga memperkuat kemampuan Maritime Domain Awareness (MDA) Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki jalur laut strategis.

Dalam menghadapi percepatan kemajuan teknologi seperti Geographic Information System (GIS), remote sensing, big data, dan artificial intelligence (AI), TNI AL menekankan perlunya SDM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan digital.

“Pendidikan, pelatihan, dan riset bersama antara Pushidrosal dan kalangan akademisi menjadi langkah penting untuk melahirkan generasi hidrografer yang unggul,” kata Laksdya Budi Purwanto.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Eng. Masita Dwi Mandini Manessa, S.Si., M.Si., M.Eng., Kaprodi Pascasarjana Ilmu Geografi Universitas Indonesia, memaparkan kontribusi geografi dalam mendukung pertahanan maritim. Menurutnya, geografi tidak hanya memetakan permukaan bumi, tetapi juga menjadi alat analisis strategis dalam memahami fenomena laut, pesisir, dan perairan nasional.

Forum yang dikemas secara interaktif ini diharapkan dapat melahirkan ide dan rekomendasi strategis untuk memperkuat kompetensi SDM, serta menumbuhkan minat generasi muda terhadap bidang hidrografi dan pertahanan maritim.

“Pushidrosal membuka diri menjadi laboratorium lapangan bagi dunia pendidikan dan riset. Melalui kerja sama yang erat, kita berharap dapat mewujudkan Center of Excellence di bidang hidrografi nasional,” tutup Danpushidrosal.(disp)

Categories
Polhukam

Danpushidrosal Hadiri Pertemuan ke-8 Dewan IHO di Monako

Koran Jurnal, Jakarta – Guna memperkuat diplomasi hidrografi di kancah internasional, Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M. menghadiri Pertemuan ke-8 Dewan International Hydrographic Organization (IHO) yang berlangsung di Monte Carlo, Monako, 15-17 Oktober 2024.

Dalam pertemuan tersebut, Danpushidrosal didampingi oleh oleh Asopssurta Danpushidrosal Laksamana Pertama TNI Dwi Jantarto, S.T., M.T., Kadispeta Pushidrosal Kolonel Laut (P) Agus Sutrianto dan Paban Kerja Sama Spamkersamtas Pushidrosal Letkol Laut (P) Indragiri Yani.

Kehadiran Pushidrosal sebagai wakil Indonesia tersebut, merupakan salah satu implementasi peran Pushidrosal dalam menjalankan mandat diplomasi hidrografi sebagai Lembaga Hidrografi Nasional, dan sebagai upaya untuk memperkuat pengaruh Indonesia serta mengawal kepentingan nasional di tingkat internasional.

Organisasi Hidrografi Internasional atau International Hydrographic Organization (IHO) didirikan pada tahun 1921 dan awalnya bernama International Hydrographic bureau (IHB) dengan kantor pusat di Monako. Sebagai badan internasional yang bertanggung jawab terhadap standar hidrografi dan keselamatan pelayaran, IHO mengadakan pertemuan rutin dengan negara anggota melalui sidang majelis (Assembly) dan dewan IHO (Council). Pertemuan Dewan IHO pertama kali dilaksanakan di Monako pada tahun 2017.

Dewan IHO melaksanakan pertemuan satu kali dalam setahun dalam rangka menyerahkan rancangan keputusan untuk disetujui Majelis IHO. Dewan IHO terdiri dari 30 perwakilan Negara Anggota IHO. Dua pertiga kursi Dewan IHO diisi oleh Negara-negara Anggota yang dipilih oleh Regional Hydrographic Commission (RHC) dan sepertiga kursi Dewan lainnya diisi oleh negara-negara Anggota yang memiliki minat terbesar dalam hidrografi (Hydrographic Interest). Indonesia yang diwakili oleh Pushidrosal telah menjadi Anggota Dewan IHO sejak tahun 2017, selain itu saat ini Indonesia masih menjabat sebagai Ketua RHC East Asia Hydrographic Commission (EAHC).

Pertemuan Dewan IHO ke-8 tahun ini dilaksanakan di Monte Carlo, Monako dihadiri oleh 130 peserta terdiri dari anggota tetap Dewan (salah satunya Indonesia), ketua komisi-komisi regional IHO, badan-badan di bawah IHO, IMO, pengamat dan organisasi internasional lain terkait IHO. Agenda utama pertemuan ini membahas program kerja dan anggaran, laporan keuangan, menerima laporan-laporan dari badan-badan IHO, pendirian S-100 Infrastructure Center Establishment (ICE) dan pembentukan Kelompok Kerja Reviu Rencana Strategis 2027 – 2032 serta menyiapkan materi atau publikasi-publikasi yang akan diusulkan pada sidang Majelis tahun 2026.Di sela-sela pertemuan tingkat tinggi IHO ini, untuk meningkatkan kerja sama hidrografi dilaksanakan pula pertemuan bilateral dengan delegasi dari Banglades, Inggris (UKHO), HNHS Yunani dan IC-ENC.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Hidrografi Mainkan Peran Sentral dalam Menjaga Rute Navigasi dan Memastikan Keselamatan Kapal 

Koran Jurnal, Bali – Asia timur memiliki arti penting dalam lanskap global saat ini karena ekonominya yang dinamis dan transportasi laut berdiri sebagai pilar penting dari kerangka ekonomi kawasan ini. Menyoroti kebutuhan kritis untuk memastikan keselamatan navigasi, hidrografi muncul sebagai disiplin ilmu penting yang memainkan peran sentral dalam menjaga rute navigasi dan memastikan keselamatan kapal yang melintasi perairan ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Budi Purwanto saat membuka pertemuan internasional the 10th Meeting of East Asia Hydrographic Commission Steering Committee (EAHC SC10) di hotel courtyard by mariot nusa dua, Bali, Rabu (6/3/2024), yang akan berlangsung tanggal 6 – 8 Maret 2024.

KSAL menambahkan, sangat menghargai kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah dan menyelenggarakan kegiatan EAHC ini, melalui pertemuan ini Kasal berharap dapat memupuk rasa saling pengertian yang mencerminkan semangat kolaboratif.

EAHC berdiri sebagai komisi hidrografi regional yang sangat penting yang beroperasi dalam kerangka kerja yang lebih luas dari organisasi hidrografi internasional (IHO). Pertemuan ini merupakan forum diskusi yang mencakup tinjauan komprehensif atas kemajuan yang telah dicapai oleh setiap kelompok kerja di bawah EAHC, dan mengeksplorasi rencana strategis yang dirumuskan oleh EAHC serta berusaha untuk menjabarkan visi dan tujuan kolektif untuk masa depan.

Pembukaan tersebut dihadiri oleh 48 orang delegasi termasuk Director IHO DR. John Nyberg, Vice Chair EAHC Li Hongyin, Vice Chair MSDI IHO MS. Caitlin Johnson, termasuk didalamnya delegasi Indonesia yang dihadiri Asopssurta Danpushidrosal Laksamana Pertama TNI Dyan Primana Sobaruddin dan Aspamkersamtas Danpushidrosal Kolonel Laut (E) Renny Lilik Asmoro serta Letkol Laut (KH) Muh. Qisthi Amarona.

Agenda pertemuan tersebut meliputi 12th Training, Research and Development Centre Board of Directors (TRDC-BOD), 21th Capacity Building Sub-Committee (CBSC), Malacca and Singapore Strait – Electronic Navigational Charts (MSS ENC) yang diikuti 16 negara yaitu USA, New Zealand, Thailand, Japan, Hongkong, China, Singapura, Vietnam, United Kingdom (Inggris), Australia, Indonesia, Korea, Philipina, Malaysia, Cambodia, Brunei Darussalam.

EAHC merupakan forum high level untuk memutuskan beberapa kegiatan strategis maupun working group yang telah direncanakan oleh sekertariat EAHC dan organisasi hidrografi dikawasan Asia Timur di bawah International Hidrographic Organization (IHO) yang saat ini ketua EAHC dipimpin oleh Danpushidrosal, untuk membahas beberapa materi penting yang terkait dengan penguatan kerja sama di bidang hidrografi dalam rangka menjamin keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan laut di kawasan,

Selain itu, pertemuan ini juga membahas mengenai skema pembangunan kapasitas sdm dan riset bidang hidrografi dalam kelompok kerja dibawah EAHC yaitu Training Research and Developmpent Centre-Board of Directors (TRDC-BoD) khususnya dalam mengantisipasi perkembangan teknologi hidrografi yang berkembang sangat pesat belakangan ini.

Pertemuan selanjutnya yang dilaksanakan adalah Malacca and Singapore Straits Electronic Navigational Charts (MSS-ENC) Steering Commiittee ke-15, yang merupakan kelanjutan kerja sama pemetaan di selat malaka dan selat singapura antara indonesia, singapura, dan malaysia dan jepang sejak 2005 dalam memenuhi kebutuhan jaminan keselamatan pelayaran di selat malaka dan selat singapura yang merupakan check point strategis dan jalur terpadat di dunia.

Sebagai focal point dalam kegiatan internasional bidang hidrogafi dan keketuaan di level regional peran pushidrosal di kawasan Asia Timur sangat penting dalam membangun kepercayaan dunia internasional kepada indonesia terkait dukungan bidang hidrografi untuk menjamin keselamatan pelayaran dan secara umum pada sektor maritim serta perdagangan dunia lewat laut.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Delegasi Negara Peserta “5th Meeting of Hydrographic Surveys Working Group” Kumpul di Lombok Bahas Survei Hidrografi 

Koran Jurnal, Lombok – Delegasi beberapa negara berkumpul di Lombok bahas aspek-aspek dalam pelaksanaan survei hidrografi dalam pertemuan the 5th Meeting of Hydrographic Surveys Working Group (HSWG).

Kegiatan tersebut digelar TNI Angkatan Laut dalam hal ini Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) selama empat hari mulai 2-5 Oktober 2023 bertempat di Malimbu Meeting Room Aruna Senggigi Hotel, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (2/10/2023).

Penyelenggaraan Pertemuan HSWG ke-5 dibuka oleh Wakil Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Wadanpushidrosal) Laksamana Muda TNI Budi Purwanto selaku tuan rumah penyelenggara.

Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat dalam amanatnya yang dibacakan Wadanpushidrosal mengatakan, bahwa HSWG berfokus pada semua aspek yang berkaitan dengan pelaksanaan survey hidrografi dan pemeliharaan publik International Hydrographic Organization (IHO) yang relevan termasuk memelihara publikasi IHO S-44 (standar untuk survey hidrografi) serta memperbaharui publikasi IHO C-13 (manual tentang hidrografi).

Selain itu pertemuan HSWG ini untuk menjaga hubungan yang erat dengan kelompok kerja Hydrographic Services and Standards Committee (HSSC) dan the Inter-Regional Coordination Committee (IRCC) lainnya, khususnya pekerjaan kelompok kerja data, kelompok kerja kualitas data untuk memenuhi presentasi/visualisasi persyaratan data maritime kepada pelanggan maritime dan Capacity Building Sub-Committee (CBSC).

Kegiatan berskala internasional yang digelar Pushidrosal diikuti 18 peserta yang hadir antara lain Sekretaris IHO, Sekretaris HSWG, Ketua dan Wakil Ketua HSWG, beberapa anggota IHO, Kalangan Industri Hidrografi serta akademisi dari perwakilan negara Perancis, Inggris, Swedia, Brazil, Jerman, Finlandia dan Indonesia.

Delegasi Indonesia dalam pertemuan ini adalah Asopssurta Danpushidrosal Laksamana Pertama TNI Dyan Primana Sobaruddin, Kadishidro Pushidrosal Kolonel Laut (P) Agus Triyana, Komandan KRI Rigel-933 Letkol Laut (P) Yohanis L Kalambo, dan Komandan KRI Pollux-935 Letkol Laut (P) Albert Mahendro Yudono.

Selanjutnya pemberian plakat dan cinderamata oleh Wadanpushidrosal kepada David Parker selaku Chair, Megan Greenaway selaku Vice Chair, Sam Harper selaku IHO Presentative dan Carlos Videira Marques selaku Secretary dan diakhiri dengan foto bersama.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Komandan Pushidros TNI AL Terima Kunjungan Kehormatan Kepala Pusat Hidrografi Nasional Malaysia 

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menerima kunjungan kehormatan Kepala Pusat Hidrografi Nasional (NHC) Malaysia Rear Admiral Dato’ Hanafiah beserta rombongan di Anjungan Pushidrosal, Jakarta Utara, Senin (19/6/2023).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat didampingi pejabat terkait Pushidrosal.

Dalam kunjungan tersebut, Danpushidrosal memberikan penjelasan dengan penuh keakraban, yang diawali dengan memperkenalkan pejabat Pushidrosal diantaranya Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Budi Purwanto, Kapoksahli Danpushidrosal, Aspamkersamtas Danpushidrosal, Kadispeta Pushidrosal dan beberapa staf Perwira Pushidrosal.

Pada kesempatan tersebut, Danpushidrosal mengajak Kepala Pusat Hidrografi Nasional (NHC) Malaysia untuk bekerjasama dalam kemajuan bidang teknologi dan standarisasi survey hidrografi dan kartografi yang terus berkembang secara pesat, khususnya dalam meningkatkan keselamatan pelayaran, sesuai standar Malacca and Singapore Straits – Electronic Navigational Charts (MSS-ENC).

Diakhir pertemuan, Danpushidrosal dan Rear Admiral Dato’ Hanafiah saling bertukar cinderamata dan diakhiri dengan foto bersama seluruh rombongan dan pejabat Utama Pushidrosal.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Gelar Sarasehan  Standarisasi Survei Hidrografi 

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar sarasehan tentang standarisasi survey hidrografi dalam rangka mewujudkan skema hidrografi nasional bertempat di ruang serbaguna Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Senin (13/3/2023).

Kegiatan yang mengambil tema “Peran Hidrografi Dalam Rangka Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Maju”, tersebut dibuka oleh Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat, yang sekaligus sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Danpushidrosal menjelaskan bahwa survey hidro-oseanografi merupakan serangkaian kegiatan pengumpulan data hidro-oseanografi hingga pada tahap akhir berupa peta dan buku-buku publikasi laut lainnya, dengan rangkaian tahapan dimulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengendalian, pengolahann data serta diakhiri dengan tahapan pengakhiran.

Lebih lanjut dikatakannya, Pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang informasi geospasial dan penetapan jenjang kualifikasi dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) menunjukan pentingnya pengembangan SDM di bidang Hidrografi dengan kualifikasi tertentu.

Ditambahkannya, terbentuknya Mutual Recognition Arrangement (MRA) merupakan wujud kesepakatan kerjasama ekonomo ASEAN untuk mengakui kualifikasi pendidikan, kualifikasi profesional dan pengalaman seseorang dalam pekerjaan tertentu. Surveying Qualification menjadi salah satu dari delapan sektor tenaga kerja yang disepakati dalam MRA.

“Perkembangan metode maupun teknologi survey dan pemetaan hidro-oseanografi (surta hidros) menjadi tuntutan tugas yang harus dimiliki Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai surveyor hidrografi” Pungkas Danpushidrosal.

Dalam sarasehan tersebut pembicara pertama yakni Dr. Rer. Nat Poerbandono, S.T., M.M., Dosen Senior ITB membahas tentang konsep, kondisi actual dan rekomendasi arah pengembangan skema nasional profesi surveyor hidrografi, serta pembicara kedua Laksma TNI Dyan Primana Sobarudin, M.Sc. Asopssurta Danpushidrosal membahas tentang kolaborasi dalam membangun kelautan Indonesia yang berkelanjutan untuk mewujudkan Indonesia maju 2045. Jalannya kegiatan dipandu oleh moderator Mrs. Grace Gabriella Binowo.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 41 peserta secara daring dan dihadiri oleh pejabat terkait Pushidrosal, lembaga terkait, profesional, perusahaan swasta bidang kemaritiman.(disp)

Categories
TNI

Implementasikan Hasil Pembelajaran, STTAL Hidros Latihan Survei dan Pemetaan

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka mengimplementasikan hasil pembelajaran, Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Program Studi Hidro-Oseanografi (Hidros) menggelar Latihan Pratek (Lattek) Survei dan Pemetaan tahun 2022, Jum’at (30/12/2022).

Lattek kali ini dilaksanakan di perairan Ancol Jakarta Utara selama 15 hari dengan melibatkan peserta sebanyak 66 orang, yang terdiri dari Instruktur/Pelatih dari Pushidrosal, Dosen dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Mahasiswa STTAL Hidros Program S2, S1 dan D3.

Komandan STTAL, Laksamana Pertama TNI Dr. Mukhlis, S.T., M.M., CHRMP., CACA., CRMP., menyampaikan dalam sambutannya yang diwakili oleh Kaprodi S2 STTAL Hidros, Letkol Laut (KH) Johar Setyadi, S.T., M.T., bahwa kegiatan Lattek ini merupakan modal awal dalam setiap pelaksanaan Operasi Survei dan Pemetaan Hidros, yang pada masa mendatang merupakan medan juang para Mahasiswa untuk memajukan dan mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia serta menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.

Dengan dilaksanakannya Lattek ini, Mahasiswa STTAL Hidros dituntut harus bisa merencanakan kegiatan Survey dan Pemetaan Hidros sesuai dengan prosedur dan standar yang benar. Melaksanakan pengukuran geodetik, pengukuran kedalaman laut, pengamatan dan pengukuran unsur-unsur oseanografi, pengamatan unsur-unsur cuaca dan pengumpulan data kewilayahan (geografi maritim) sesuai standar prosedur yang baik dan benar.

Kegiatan Lattek ini sejalan dengan program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., MTr.Opsla., bahwa pendidikan bagi SDM TNI AL harus terus dilaksanakan secara bertingkat dan berlanjut sesuai dengan kompetensinya, sehingga nantinya dapat menjadikan Prajurit TNI-AL yang profesional, modern dan tangguh. Diharapkan lulusan dari STTAL Hidros nantinya dapat berpartisipasi aktif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik di kancah nasional maupun internasional.(disp)

Categories
TNI

Bahas Masa Depan Hidrografi, Para Pemimpin Regional Hidrografi Dunia Berkumpul di Bali

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka membahas masa depan hidrografi, para pemimpin Regional Hidrografi Dunia berkumpul bersama di Bali dalam pertemuan Inter-Regional Coordination Committee (IRCC) ke-14.

TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam hal ini Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Pushidrosal) menggelar pertemuan tersebut di Hotel Anvaya Beach Resort, Kuta Bali, Rabu (1/6/2022) dan dibuka oleh Komandan Pushidrosal (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat.

IRCC merupakan salah satu komite kelompok kerja IHO yang dibentuk untuk mengawasi pembangunan strategi IHO serta mempromosikan penggunaan dan pengumpulan data kelautan serta bertanggung jawab atas masalah kebijakan yang berhubungan dengan data peta elektronik.

IRCC sebagai wadah pertemuan serta menerima laporan baik progress dari tahun sebelumnya serta rencana ke depan dari empat belas 14 Regional Hydrographic Commissions (RHC) yang ada di IHO dimana saat ini Pushidrosal sebagai anggota di tiga RHC yaitu EAHC (sebagai Vice Chair), NIOHC (Sebagai Chairman) dan Sebagai Associate member di SWPHC. Selain itu, IRCC juga mengkoordinasikan dan mempromosikan kerja sama dengan organisasi international lainnya dari berbagai bidang. Saat ini Chair IRCC IHO oleh Mr. Thomas Dehling dari Jerman dan Vice Chair dijabat oleh Dr. John Nyberg dari Amerika Serikat.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dalam sambutannya yang dibacakan Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat menyampaikan bahwa IRCC-14 secara umum membahas dan mendiskusikan hal-hal yang berhubungan dengan bidang hidrografi, kartografi, capacity building, pemetaan laut dan lain-lain serta untuk mendefinisikan pendekatan yang terbaik untuk diterapkan di tingkat regional maupun global.

Ditambahkannya, Pertemuan IRCC ke-14 ini memiliki nilai khusus dan sangat penting, karena usulan dan keputusan yang di ambil dalam forum ini akan dibawa sidang Majelis IHO, yang akan diadakan di Monaco pada bulan April2023.

Kegiatan ini juga terkait dengan implementasi Rencana Strategis IHO dan pembangunan roadmap S-100, dengan berbagai Langkah yang telah dilakukan di bidang capacity building, GEBCO, Crowd Sourced Bathymetry, WEND, MSI, MSDI serta Pendidikan.

IRCC-14 diikuti 36 negara anggota, dengan jumlah peserta sebanyak 79 peserta, yang terdiri dari 40 peserta face-to-face dan 39 peserta via teleconference, 1 Observer, serta 1 dari industri bidang hidrografi. Kegiatan pertemuan dipimpin oleh Chair: Mr. Thomas Dehling (Jerman), Vice-Chair: Mr. Dr John Nyberg (Amerika), serta Director IHO Luigi SINAPI dan dibantu oleh Assistant Director Leonel MANTEIGAS.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Tim Teknis Pushidros TNI AL Serahkan Dokumen Hasil Identifikasi dan Penetapan Perairan Pedalaman RI kepada Kemenko Marinves

Koran Jurnal, Jakarta – Bertempat di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu 8 September 2021, Pushidrosal sebagai wakil TNI AL dalam keanggotaan Tim Teknis Tim Teknis penyusunan identifikasi perairan pedalaman Indonesia yang terdiri dari Pushidrosal, BIG, KKP, DJ Hubla dgn supervisi dari Kemenko Marinves yg telah Bekerja semenjak tahun 2019.

Sebelum penyerahan secara resmi dokumen hasil pelaksanaan kajian dari Tim nasional, dilaksanakan penandatanganan Berita Acara Indentifikasi Calon Teluk Yuridis, Teluk Historis, Garis Penutup Sungai Dan Garis Penutup Pelabuhan sebagai bagian dari proses penetapan perairan pedalaman RI, yang memiliki arti pengesahan kesepakatan pada tingkat Kelembagaan Tim Teknis yang terlibat terkait hasil akhir dari penetapan Perairan Pedalaman RI.

Adapun Penetapan Perairan pedalaman merupakan implementasi dari pasal 50 UNCLOS 82 tentang perairan pedalaman suatu negara Kepulauan, yang dirasakan perlu untuk ditetapkan, agar secara yuridis formal dapat dijadikan sebagai landasan penetapan tata kelola yang dapat meliputi aspek pengelolaan tata ruang, akses perlintasan pelayaran, maupun perlindungan lingkungan hidup di wilayah perairan pedalaman..

Sebagai hasil akhir dari kegiatannya, Tim Teknis ini telah berhasil mengidentifikasi perairan pedalaman Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
a. Luas calon Teluk Yuridis
b. Jumlah calon Teluk Historis
c. Hasil Identifikasi Garis Penutup Mulut Sungai
d. Hasil Identifikasi Garis Penutup Pelabuhan

Pushidrosal bersama Tim Teknis Dalam melaksanakan pengkajian data Dan simulasi penarikan Garis-garis tersebut merujuk kepada informasi dan data yang telah dicantumkan pada Peta Laut Indonesia dan publikasi nautika, yang secara rutin di produksi dan diterbitkan oleh Pushidrosal sebagai Lembaga yang memiliki fungsi Nasional dalam menyediakan pelayanan pemetaan untuk kepentingan navigasi dan pelayaran maupun untuk kepentingan nasional lainnya seperti publikasi navigasi tentang, Alur Kepulauan Indonesia, Traffic Separation Scheme, Area Berlabuh, Delimitasi dengan negara tetangga, dan sebagainya. Peta Laut Kertas maupun Peta Navigasi Elektronik serta publikasi nautika dan navigasi yang diterbitkan dan di distribusikan oleh Pushidrosal kepada pengguna maritim mulai dari tingkat nasional, regional dan internasional, sehingga seluruhnya dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi standar internasional. Selain daripada itu, Pushidrosal juga merupakan Lembaga Nasional di bidang Hidrografi dan Pemetaan yang merupakan wakil tunggal Pemerintah RI dalam keanggotaan organisasi hidrografi internasional (IHO), organisasi kartografi internasional, maupun pada komisi hidrografi regional Samudera Hindia, Asia Pasifik dan Timur, Pasifik Selatan.

Selanjutnya, dokumen hasil identifikasi perairan pedalaman Indonesia ini akan diserahkan kepada Kemenko Marinves, dan kemudian akan dijadikan sebagai acuan dalam perencanaan tindak lanjut yang dapat berupa program legislasi nasional dalam upaya penetapan secara legal formal sesuai dengan tata perundang-undangan yang dapat berlaku, baik secara nasional maupun Internasional dengan harapan dapat mempertegas kewenangan hak Indonesia sebagai negara Kepulauan terbesar di dunia, maupun dalam aspek pengelolaan tata ruang maritim, pemanfaatan dan penegakan Hukumnya di seluruh wilayah perairan pedalaman Indonesia.(disp/red)