Categories
Polhukam

Mayjen TNI (Purn) Deni K. Irawan Kembali Pimpin DPD IKAL Lemhannas Jawa Barat

Koran Jurnal, Bandung – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas Jawa Barat telah melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) I IKAL Lemhannas Jawa Barat di Kota Bandung, Sabtu (22/7/2023). Para peserta Musda I secara aklamasi memilih kembali Mayjen TNI (Purn) Deni K Irawan sebagai Ketua DPD IKAL Lemhannas Jawa Barat Periode 2024 – 2027.

Dalam kesempatan tersebut Ketua DPD IKAL Lemhannas Jawa Barat Mayjen TNI (Purn) Deni K Irawan menyampaikan pernyataan bahwa DPD IKAL Lemhannas Jawa Barat harus menjadi sokoguru bagi semua elemen di Provinsi Jawa Barat dalam tahun politik dan menjelang Pemilu 2024.

“IKAL secara organisatoris tidak ikut berpolitik, tetapi kami sebagai warga negara Indonesia memberi kebebasan para anggota IKAL untuk terlibat secara pribadi dalam konstelasi perpolitikan nasional,” katanya Sabtu (22/7).

Namun demikian Deni K. Irawan tetap mengingatkan kepada anggota IKAL, “Kami membebaskan tapi tetap kami ingatkan tidak ada membawa IKAL, karena IKAL ini kebanggaan bangsa Indonesia yang harus selalu menjaga Netralitas dalam rangka keutuhan bangsa,” tegasnya.

Ditegaskan Deni lagi, DPD IKAL Lemhannas Jawa Barat memastikan pihaknya tetap netral dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Lemhannas untuk tahun Politik yang akan datang, kita tetap hormat dengan apa yang menjadi keputusan Politik yang dikeluarkan negara,” ucap Deni.

Perlu diketahui bahwa Lemhannas bagian dari bangsa Indonesia memiliki visi dan misi yang mana melaksanakan apa yang menjadi landasan dan ideologi bangsa. Sejak jaman dahulu, nenek moyang kita sudah menggunakan dan mengamalkan Pancasila. Pancasila sendiri tidak dibuat tapi digali dari akar budaya bangsa kita. Dalam budaya kita tidak ada pilih memilih yang ada adalah musyawarah.

“Karenanya saya ingin memberikan contoh bagaimana berproses Musyawarah mufakat yang baik. Dimulai dari pemilihan Ketua DPD IKAL Jawa Barat ini, dimana dalam pemilihannya kami bermusyawarah dan bermufakat. Hal ini semoga menjadi inspirasi bagi organisasi lainnya di seluruh indonesia baik di Pemerintahan maupun di DPRD, DPR dan DPD maupun organisasi-organisasi lainnya. Harapan saya, jika nanti beliau-beliau duduk kesitu yang dipikirkan betul adalah apa yang jadi tujuan akhir kehidupan berbangsa yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia karena saat terpilihnya dengan bermusyawarah untuk bermufakat,” ungkap Deni.

Sementara di lokasi acara yang sama, Sekretaris Musda I IKAL Lemhannas Jawa Barat, DR (HC) Marcellus Hakeng Jayawibawa menyebutkan pelaksanaan Musda I berjalan lancar dan telah menetapkan kembali Mayjen TNI (Purn) Deni K. Irawan sebagai Ketua.

“Musda I IKAL Lemhannas Jawa Barat berjalan lancar. Kami juga telah melakukan pemilihan Ketua. Para peserta Musda telah memilih dan mempercayakan kembali Mayjen TNI Purn Deni K Irawan untuk memimpin IKAL Lemhannas Jawa Barat melalui musyawarah dan mufakat. Pemilihan ini mencerminkan kedemokratisan khas Bangsa Indonesia,” ucapnya.

Marcellus mengajak seluruh masyarakat baik itu sipil maupun Aparatur Pemerintah khususnya di Provinsi Jawa Barat untuk bisa turut menyambut kehadiran Pengurus IKAL DPD Jawa Barat yang baru ini, karena potensi yang dimiliki anggota DPD IKAL Jawa Barat yang lintas profesi ini sangatlah besar. Jika potensi ini bisa disinergikan dengan program-program yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentunya akan berdampak sangat baik bagi Masyarakat Provinsi Jawa Barat kedepannya.(**)

Categories
Megapolitan Opini

Ngopbar Sersan DPD IKAL Jabar: Menghadapi Ancaman Nyata terhadap Pancasila di Era Digitalisasi dan Globalisasi Saat Ini

Koran Jurnal, Jabar – Di sela sela kesibukan dalam penyusunan persiapan pelaksanaan MUSDA I IKAL Lemhannas RI Provinsi Jawa Barat tahun 2023, Dewan Pengurus Daerah Ikatan Alumni Lemhannas RI (DPD IKAL) Provinsi Jawa Barat, melakukan diskusi dan bincang alumni lewat acara “Ngopbar Sersan”, Minggu (5/2/2023).

Ajang Ngopbar Sersan ini  menjadi budaya ngobrolnya para alumni untuk mengangkat berbagai isu yang berkembang dan terjadi secara faktual, dengan melakukan telaahan serta melakukan identifikasi faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan pada lingkungan strategis bangsa. Dalam bincang bincang “ngopbar Sersan” para alumni menyoroti tentang bagaimana menghadapi ancaman nyata terhadap Pancasila di era digitalisasi dan globalisasi saat ini.

Ketua DPD IKAL Lemhannas RI Provinsi Jawa Barat Mayjend TNI (Purn) Deni K Irawan menyampaikan pandangan terkait Pancasila. “Pancasila merupakan “Way of Life” memiliki kekuatan moril dan spiritual sekaligus, memiliki kepatuhan terhadap hukum dan perundang undangan yang dilaksanakan,” katanya.

Oleh karena itu, Ketua IKAL Jabar berpesan pada generasi penerus bangsa khususnya alumni Lemhannas harus bisa merawat dan menjaganya juga harus dapat mengantisipasi adanya upaya upaya lain baik kelompok maupun golongan tertentu yang ingin mengubah Pancasila dengan paham atau Ideologi lain.

Ketua DPD IKAL menegaskan kepada para alumni, “Sesungguhnya Pancasila itu yang pada hakikatnya bukan buatan manusia” tidak seperti negara negara lain di dunia seperti Kapitalisme, Liberalisme, Marxisme, Sosialisme yang kesemuanya merupakan buatan manusia tentunya sangat beda dengan Pancasila. Karena Pancasila itu sesungguhnya digali dari sumber akar budaya bangsa.”

Sementara itu di tempat yang sama, Wakil Ketua Bidang Pengkajian DPD IKAL Jabar  Romie Gojali, SH., MM., AAAIK memberikan gambaran kondisi bangsa saat ini. “Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang sedemikian cepat, sangat memiliki dampak pengaruh besar terhadap nilai nilai kehidupan masyarakat dalam berbangsa. Indonesia merupakan negara besar dengan kepulauan terbesar di dunia memiliki 17,508 Pulau yang dihuni lebih dari 360 suku bangsa dengan keragaman suku budaya dan tradisi serta sumber daya alam yang melimpah, tentunya harus menjadikan perhatian serius para alumnus angkatan agar dapat tetap terjaga secara utuh demi kelangsungan hidup bangsa,” ucapnya.

Kemudian sebagai bagian dari Bidang Pengkajian IKAL Jabar Usep Wahyu, SH menambahkan bahwa perkembangan Lingkungan Strategis sangat penting dan perlu dicermati oleh segenap para alumni KBS angkatan baik pada tataran tingkat global, regional maupun nasional. Mengingat telah pergeseran-pergeseran paradigma dan ini akan terus terjadi bahkan sangat begitu cepat terjadinya perubahan perubahan pada rona kehidupan masyarakat Indonesia.

“Para alumni KBS angkatan merupakan bagian tidak terpisahkan dari IKAL dan menjadi agen perubahan, sebagai agen perubahan, sudah selayaknya mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di era digitalisasi saat ini. IKAL harus dapat mampu mengantisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi, untuk itu potensi sumberdaya manusia IKAL dibutuhkan agar bangsa Indonesia memiliki daya saing dengan negara negara lain di dunia,” ujarnya.

Ditambahkan dia lagi, kemajuan teknologi informasi telah membawa pengaruh besar dalam kegiatan penyediaan, pengelolaan, dan penyebarluasan informasi. Secara psikologis, membanjirnya informasi di tengah-tengah masyarakat telah menimbulkan apa yang disebut dengan ‘infoglut’ di mana masyarakat merasa kewalahan karena banyaknya informasi yang diterimanya. Sementara secara sosial. timbul pula apa yang disebut ‘shock culture’ akibat pesan-pesan yang terkandung di dalam suatu informasi menimbulkan pergesekan dan pertentangan dengan nilai-nilai sosial yang ada.

“Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi lewat jaringan Internet, merupakan sarana penetrasi halus budaya luar yang sedang menggerus dan menyebar secara cepat pada peradaban manusia Indonesia,  dimana budaya luar tersebut telah membawa ekses terhadap nilai nilai budaya bangsa sendiri, dan apabila budaya luar mendominasi dalam perilaku budaya bangsa Indonesia, maka  eksistensi budaya bangsa akan hilang tak berbekas, dan memunculkan disparitas baru yang semakin hari semakin mengkhawatirkan,” ungkap Usep.

Sebagian masyarakat masih berpikir bahwa “perang” masih seperti tempo dulu, melakukan gencatan senjata lalu tembak-tembakan, tidak sadar bahwa perang sudah menggunakan teknologi tinggi, misalnya melalui smartphone yang tiap hari dipegangnya. Sesungguhnya teknologi itu ancaman terbesar karena bisa jadi merusak pikiran bawah sadar yang mampu merusak moralitas bangs ini. Hal ini yang membuat  IKAL Jawa Barat berpikir keras mengantisipasi hal tersebut salah satunya dengan kemandirian teknologi agar anak bangsa terlindungi dari serangan informasi yang bebas.

Lebih daripada itu, kemandirian teknologi untuk melindungi data serta informasi yang hari ini di pegang sistemnya oleh pihak-pihak luar. IKAL Jabar mendorong para anggotanya melakukan terobosan-terobosan teknologi keamanan pertahanan di bidang ini. Hari ini kekuatan teknologi mampu mengalahkan jutaan orang. Putra-putri bangsa yang hari ini memiliki SDM yang mumpuni di bidang teknologi harus diakomodir dan menjadi garda terdepan dalam pertahanan teknologi.  Seperti yang disampaikan ketua IKAL Jabar bahwasanya demokrasi digitalisasi algoritma bisa menjadi ancaman dan juga bisa menjadi peluang perubahan. Maka kemandirian teknologi harus betul-betul diaplikasikan oleh anak bangsa.

Dalam Ngopbar Sersan itu juga mendapat pandangan yang disampaikan oleh Captain Marcellus Hakeng Jayawibawa anggota IKAL Jawa Barat, Pengamat Maritim dan yang juga merupakan perwakilan dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC).

Menurutnya, keuntungan dari globalisasi bagi Indonesia meliputi pertama, Pertumbuhan ekonomi: Globalisasi membuka peluang pasar dan investasi baru yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Keuntungan yang Kedua menurut  Marcellus Hakeng adalah Peningkatan teknologi. Akses ke teknologi terbaru dan peningkatan pengetahuan melalui hubungan dengan negara-negara lain dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi.

“Keuntungan ketiga dari globalisasi adalah Diversifikasi ekspor. Globalisasi membuka peluang untuk mengekspor produk Indonesia ke pasar-pasar baru dan meningkatkan pendapatan negara,” tegasnya.

Namun demikian, sambung Marcellus Hakeng, juga ada beberapa kerugian dari globalisasi bagi Indonesia, seperti:

Pertama, Persaingan yang ketat. Globalisasi meningkatkan persaingan yang ketat bagi produsen Indonesia, terutama dengan produsen dari negara-negara maju yang memiliki teknologi dan sumber daya lebih baik.

Kedua, Keluarnya modal dan tenaga kerja. Globalisasi dapat mengarah pada perpindahan modal dan tenaga kerja ke negara-negara lain, yang dapat mempengaruhi perekonomian Indonesia dan memperburuk kondisi lapangan kerja.

Kerugian ketiga dari globalisasi adalah Terpuruknya sektor tradisional. Globalisasi dapat mengurangi permintaan untuk produk tradisional Indonesia dan mempengaruhi keberlangsungan sektor-sektor seperti industri tekstil dan kerajinan.

Ketiga, imbas lingkungan. Globalisasi dapat memperburuk masalah lingkungan, seperti pencemaran dan degradasi sumber daya alam, jika tidak diterapkan dengan cara yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Masuknya budaya asing ke Indonesia kata Marcellus Hakeng dapat membawa dampak negatif seperti kehilangan identitas budaya. Budaya asing dapat menimbulkan ancaman bagi identitas dan tradisi budaya Indonesia.

Dampak negatif masuknya budaya asing samjung Marcellus Hakeng adalah  perubahan sosial dan moral. Budaya asing yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial masyarakat Indonesia dapat mempengaruhi perubahan sosial dan moral.

“Dampak negatif yang lainnya adalah  dominasi budaya asing. Budaya asing dapat menjadi lebih dominan dan mengalahkan budaya Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa masuknya budaya asing harus dilakukan dengan cara yang seimbang dan tidak merugikan budaya asli Indonesia,” pungkas Marcellus Hakeng.(*)

Categories
Megapolitan Ragam

DPD IKAL Lemhanas RI Jabar Gelar “Ngopbar Sersan

Koran Jurnal, Jakarta – DPD IKAL Lemhannas RI Jabar menghelat acara “Ngopbar Sersan” pada hari Jumat, 9 September 2022 di Hotel Santika Bandung.

Acara “Ngopbar Sersan”  dimanfaatkan pengurus DPD IKAL Jabar sebagai ajang silaturahmi yang mempertemukan para alumni angkatan tanpa pengecualian dari pendidikan dan ataupun program apa yang diterima para alumni dari Lemhannas RI.

Pengurus menyadari secara organisatoris bahwa pihak-pihak yang telah menerima program dan telah  berikrar untuk menjadi agen perubahan dapat mengimplementasikan nilai – nilai empat konsensus kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI) harus menjadi pedoman untuk menjawab tantangan berbangsa pada masa kini dan masa datang. Dan, menjadi komitmen bersama alumni dimana KBS angkatan baik ToT / Binlak Taplai merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keluarga Alumni Lemhannas RI.

Dalam siaran persnya Ketua DPD IKAL Jawa Barat Mayjend TNI (P) Deni K Irawan berpesan bahwa, “Pertemuan tersebut, dapat dijadikan ruang ekspresi para alumni angkatan untuk mengambil bagian dari keluarga IKAL. Ketua DPD IKAL  menaruh harapan pada rekan rekan angkatan, dapat berkontribusi dalam mengaktualisasikan IKAL sebagai wadah organisasi mitra intelektual dan prestisius di wilayah,” ungkapnya, Senin (12/9/2022).

Dalam acara “Ngopbar Sersan” beberapa hari lalu Ketua DPD IKAL Lemhanas Jabar telah memberikan mandat kepada Usep Wahyu, SH untuk bertindak sebagai fasilitator  guna menampung apa yang menjadi pokok-pokok dalam pembahasan. “Dalam pertemuan tersebut beberapa hal menjadi pembahasan antara lain Konsolidasi KBS PUP/ Bin & Laks Taplai lintas angkatan adalah penguatan organisasi IKAL Jawa Barat. Kemudian kedudukan IKAL Jabar sebagai organisasi di wilayah, serta upaya mewujudkan kesekretariatan IKAL Jabar yang representatif. Sselain itu  mengangkat isu terkait bidang Kemaritiman dan penyimpangan illegal fishing, serta isu ancaman nyata nirmiliter dalam penyebaran HIV/AIDS di Jawa Barat khususnya Kota Bandung,” kata Usep.

“Konsolidasi KBS PUP/ Bin & Laks Taplai angkatan yang terinisiasi dapat berjalan lancar walau kemasannya sederhana namun begitu cukup khidmat.  Rekan-rekan alumni sangat interest pada pertemuan yang digelar seperti ini dan harus menjadi budaya IKAL dalam menjalin keakraban baik pengurus dan anggota, dalam  membangun berkomunikasi yang efektif sesama alumni,” kata Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa yang juga sebagai alumni Pelatihan bagi Pelatih Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI Angkatan II Tahun 2022.

Dalam pertemuan tersebut para alumni angkatan juga, menaruh harapan besar terhadap IKAL sebagai organisasi besar agar dapat mampu mewujudkan diri sebagai organisasi garda terdepan dalam membangun, serta mengembangkan potensi sumberdaya manusia yang handal yang dapat menjawab tantangan global  serta menjalin hubungan dengan berbagai elemen bangsa lainya.

Selain itu juga membicarakan terkait sumberdaya manusia IKAL yang dituntut harus memiliki kepekaan tinggi dalam menyikapi fenomena kebangsaan yang terjadi secara faktual dan nyata yang mempengaruhi terhadap ketahanan kehidupan berbangsa di wilayah dan menjaga keutuhan bangsa,  aktif memberikan sumbangsih pemikirannya melalui konseptual terhadap bangsa. Sumberdaya manusia IKAL khususnya Jawa Barat harus mampu menumbuh kembangkan rasa kepedulian sosial yang tinggi di wilayah Jawa Barat.

Dalam kegiatan Ngopbar Sersan tersebut lanjut Capt. Hakeng bahwa dirinya mengusulkan beberapa program terkait kemaritiman yang potensial di wilayah Jawa Barat.

“Saya dalam pertemuan tersebut mengusulkan kepada DPD IKAL Lemhanas RI Jabar terkait isu bagaimana mengangkat kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir. Salah satunya memperhatikan kebutuhan solar atau BBM dari nelayan untuk melaut. Diusahakan ketersediaan BBM di SPBN terpenuhi setiap harinya. Sehingga nelayan tidak perlu mencari jauh-jauh BBM dari lingkungannya,” kata Capt. Hakeng.

“Seperti diketahui Nilai Luhur Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia merupakan cita-cita bangsa Indonesia  untuk selalu mengedepankan prinsip-prinsip keadilan dalam mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur. Setiap warga negara harus diperlakukan adil tanpa memandang agama, suku, dan status sosialnya,” imbuhnya.

Selain itu kesejahteraan hidup masyarakat pesisir juga menjadi prioritas yang harus diperhatikan oleh pemangku kepentingan dengan bekerja sama para anggota IKAL Lemhannas RI se-Jawa Barat. “Masyarakat pesisir dapat diajak untuk memanfaatkan potensi yang tersedia di sekitar lingkungannya. Misalnya, memanfaatkan hasil tangkapan ikan atau membuat kerajinan tangan dari hasil laut yang ada,” ungkapnya.

Selain itu untuk menambah income dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta memajukan sektor ekonomi, “Sudah selayaknya pelabuhan Patimban terus dikembangkan menjadi pelabuhan bertaraf internasional,” saran Capt. Hakeng.

Dalam pertemuan itu juga beberapa perwakilan alumni Lemhannas RI antara lain Isdani Sudarisman Sirod, M.Pd, Pollmer Sirait, SH.,MH.,CHt, Dr. Epin Saepudin, S.Pd. M.Pd. dan Pak John menyampaikan  kesamaan pandangan mereka menyoroti kesekretariatan. Kesekretariatan memiliki fungsi sebagai tempat atau wadah berkumpul dan berkomunikasi organisasi melalui kegiatan atau aktivitas, yang dalam pelaksanaanya secara konkrit mengenai tugas tugas organisasi.

Kondisi saat ini kesekretariatan DPD IKAL Jabar sementara masih memanfaatkan fasilitas Gedung Pemda Jabar  tepatnya di menara Gedung Sate. Dengan kondisi demikian dipandang belum cukup representatif untuk dijadikan sarana mediasi para alumnus angkatan mengingat pengelolaan gedung diselenggarakan secara langsung oleh pemerintah daerah sehingga tidak secara bebas bagi pihak pihak dalam berkunjung.

Bertolak dari itu para alumni KBS angkatan menaruh harapan besar terhadap DPD IKAL Jabar agar dapat memiliki kesekretariatan yang representatif sehingga dapat menjadi ruang gerak bagi para alumni untuk menyampaikan ide gagasan serta berbagi pengetahuan dan pengalamanya dengan jajaran kepengurusan IKAL Jabar. (*)