Categories
Megapolitan Militer TNI

Keterlibatan TNI AL Dalam IPNIC, Pahami Pengembangan Visi Maritim

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI-AL) mengikutsertakan perwiranya dalam kegiatan berskala internasional 6th Indo-Pacific Navy Planning Process International Course (IPNIC) yang diselenggarakan oleh Japan Maritime Self Defence Force (JMSDF) Command And Staff College dan U.S. Naval War College secara daring di Meeting Room Ha-Ka Resto Rasuna, Jakarta, Senin (13/06/2022).

Kegiatan yang akan dilaksanakan mulai 13 sampai dengan 24 Juni 2022 mendatang ini dibuka President Japan Maritime Self Defence Force (JMSDF) Command and Staff College, VADM Madono Tomohiko secara langsung dari Tokyo, Jepang.

Kegiatan  IPNIC yang sebelumnya bernama Asia-Pacific Navy Planning Process International Course, merupakan kegiatan kursus singkat yang dilaksanakan rutin setiap tahun oleh JMSDF Command Staff and College dan U.S Naval War College dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang proses perencanaan militer dalam pengembangan misi maritim di tingkat operasional dan taktis.

Staf Operasi Angkatan Laut (Sopsal) selaku kotama pembinaan fungsi operasional TNI AL mengikutsertakan 15 perwira yang terdiri dari perwakilan Sintelal, Koarmada I, Kolinlamil, Kormar, Seskoal, dan Disopslatal sebagai perwakilan TNI AL di Forum berskala Internasional yang juga diikuti oleh 19 negara dari belahan dunia lainnya.

Keikutsertaan TNI AL dalam forum ini merupakan tindak lanjut kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam  meningkatkan sumber daya manusia dan meningkatkan diplomasi TNI AL, yang mana hal tersebut juga merupakan wujud aplikasi peran TNI AL dalam bidang diplomasi sesuai UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.(disp)

Categories
Militer TNI

Latihan Bersama TNI AL dengan JMSDF di Perairan Natuna Utara

Koran Jurnal, Natuna – TNI Angkatan Laut dengan Kapal Perang Pasukan Beladiri Jepang (JMSDF) menggelar latihan bersama berupa Passing Exercise (Passex) di ZEEI Barat daya Pulau Jemaja hingga keluar dari Perairan Natuna Utara, Selasa (06/10/2020).

Dalam latihan tersebut, TNI AL menugaskan unsur gelar operasi BKO Gugus Tempur Laut Koarmada I (Guspurla Koarmada I) yaitu KRI John Lie-358 dan KRI Sutanto-377, sedangkan JMSDF melibatkan unsur JS KAGA (DDH 184) dan JS Ikazuchi (DD 107).

Gugus Tempur kedua negara yaitu TNI AL dan JMSDF setelah melaksanakan Rendezvous (RV) di ZEEI Barat Daya Pulau Jemaja, dilanjutkan melaksanakan salute and greetings antara Danguspurla Koarmada I Laksma TNI Dato Rusman dengan Rear Admiral Konno Yasushige Commander of Escort Flotilla 2. Komandan Guspura Koarmada I menyampaikan salam hormat dan selamat datang kepada Commander of Escort Flotilla 2 JMSDF di perairan ZEEI.

Latihan dilanjutkan dengan komunikasi menggunakan isyarat bendera (Flaghoist) yang dipimpin oleh KRI John Lie-358, latihan RAS Approach/RASAP yaitu prosedur manuver dalam pemindahan logistic yang dipimpin oleh JS KAGA. Dalam kegiatan tersebut, dilaksanakan pertukaran cinderamata antara Danguspurla Koarmada I dan Komandan KRI John Lie dengan RADM Konno dan JS KAGA, serta antar Komandan KRI Sutanto dengan JS Ikazuchi.

Materi latihan dilanjutkan dengan Manuver Taktis/Tactical Maneuver (TACMAN) yang di pimpin oleh KRI Sutanto dan diakhiri dengan Farewell Pass. Pada akhiri latihan RADM Konno Yasushige, Commander of Escort Flotilla 2 mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Danguspurla Koarmada I dan kedua unsur KRI dalam latihan tersebut.

Komandan Guspurla Koarmada I Laksma TNI Dato Rusman menyampaikan “Kami sangat senang bertemu dan latihan bersama dengan JMSDF, berlatih dengan Angkatan Laut negara sahabat yang professional untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam menjaga stabilitas kawasan”.

Secara terpisah Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., menyampaikan “ Pada masa pandemik Covid-19 ini TNI AL dalam hal ini Koarmada I secara aktif melakukan peran diplomasi militer. Salah satunya melaksanakan latihan bersama dengan negara-negara sahabat menggunakan metode Passing Exercise untuk mempererat hubungan internasional dan menjaga stabilitas di kawasan,” pungkasnya.(disp/red)