Categories
TNI

KSAU: Lambangja bukan hanya Prioritas, tetapi Fondasi Utama Keberhasilan Misi TNI AU

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., menyampaikan betapa krusialnya aspek keselamatan terbang dan kerja (Lambangja) dalam setiap misi TNI AU. Dikatakan, bahwa keselamatan terbang dan kerja bukan hanya sebuah prioritas, melainkan fondasi utama yang sangat menentukan keberhasilan tugas, dalam setiap misi TNI AU.

Hal ini disampaikan Kasau saat membuka, sekaligus sebagai keynote speaker pada Seminar Nasional dan Safety Award TNI AU tahun 2024 yang berlangsung di gedung Puri Ardhya Garini, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (1/8/2024).

Kasau menekankan, bahwa keselamatan adalah collective action yang membutuhkan peran aktif dari setiap personel Angkatan Udara. Hal ini, guna mewujudkan generative safety culture di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Seminar dengan tema “Masa Depan Keselamatan Penerbangan dan Kerja: Tantangan dan Peluang di Era Digital Menuju Budaya Keselamatan Generatif,” diawali dengan sambutan Kepala Pusat Kelaikan Keselamatan Terbang dan Kerja TNI AU (Kapuslaiklambangjaau), Marsda TNI Danet Hendriyanto, S.Sos. Dalam sambutannya disampaikan, bahwa seminar bertujuan menyatukan persepsi dan pola pikir para pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan Safety Management System.

Seminar menghadirkan tiga narasumber, yakni Letnan Kolonel Joshua Ramirez yang menjabat sebagai Deputy Chief of Aviation Safety, United States Pacific Air Force (US PACAF). Narasumber kedua dr. Retno Wibawanti, Sp.KP., Sekretaris Prodi Spesialis Kedokteran Penerbangan FKUI dan Mr. Mark Clark, Deputy Director Safety System Airworthiness, Defence Aviation Safety Authority (DASA), Australia.

Seminar Nasional diikuti oleh Pangkoopsud I, Pangkoopsud II, Pangkoopsud III, Wadankopasgat, dan seluruh komandan satuan jajaran TNI AU, baik secara tatap muka, maupun melalui video conferensi.

Selain itu, peserta juga berasal dari mahasiswa, operator penerbangan komersial di Indonesia, sejumlah kementerian lembaga, perusahaan penerbangan serta pejabat TNI dan Polri.

Hadir saat pembukaan seminar Wakasau, Marsdya TNI Andyawan Matono. P., S.I.P., M.Tr (Han), Dankodiklatau, Marsdya TNI Dr. Arif Mustofa ., M.M., CGRE, Koorsahli Kasau, para Asisten Kasau, Kaskoopsudnas, dan sejumlah pejabat utama TNI AU lainnya.(disp)

Categories
Ragam TNI

TNI AL Gelar Seminar Wujudkan Kekuatan Berdaya Gentar Tinggi

Koran Jurnal, Jakarta – Markas Besar Angkatan Laut menggelar seminar Pembangunan Postur TNI AL 2025 – 2044 yang mengusung tema “Terwujudnya kekuatan TNI AL yang berdaya gentar tinggi, guna mendukung visi Indonesia 2045 sebagai negara nusantara yang berdaulat, maju dan berkelanjutan”. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, Selasa (4/7/2023) di Wisma Elang Laut, Jakarta.

Diselenggarakannya seminar tersebut sebagai forum untuk menampung pandangan, gagasan dan masukan dari berbagai narasumber yang berasal dari kalangan akademisi dan pemangku kepentingan, dalam rangka mendukung proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan kekuatan jangka panjang TNI AL.

Disampaikan Kasal saat membuka seminar tersebut bahwa, TNI AL dituntut untuk mampu membangun kekuatan yang efektif dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan strategis dan kemajuan teknologi di dalam framework rencana pembangunan jangka panjang nasional 2045.

“Untuk itu, rancangan awal visi pembangunan postur kekuatan TNI AL 2025-2044 diarahkan untuk mewujudkan TNI AL yang modern, menggentarkan, dan berproyeksi global”. Tegas Kasal.

Bertindak sebagai Moderator dalam seminar ini Dr. Phill Shiska Prabawaningtyas, serta menghadirkan sejumlah pembicara yang berlatar belakang akademisi serta pengamat pertahanan diantaranya Dr. Connie Rahakundini Bakrie yang menyampaikan terkait rencana visi kemaritiman terhadap pembangunan kekuatan TNI AL. Selain itu juga ada bapak Bogat Widyatmoko yang menyampaikan materi rencana pembangunan jangka panjang nasional dan tren anggaran pertahanan dihadapkan dengan pembangunan TNI AL.

Gubernur Lemhanas bapak Andi Widjajanto yang berbicara terkait implikasi perkembangan lingkungan strategis terhadap pembangunan kekuatan TNI AL. Selain itu, materi perkembangan teknologi dan peperangan masa depan serta komparasi kekuatan militer kawasan yang disampaikan oleh Ristian Atriandi Supriyanto.(disp)

Categories
Uncategorized

KSAL Laksamana Yudo Margono: Kelola Potensi Konflik Dalam Membangun Kejayaan Maritim Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – “Kita harus mampu mengatasi berbagai tantangan saat ini dan ke depan, termasuk potensi konflik yang ada untuk membangun kejayaan maritim Indonesia,” demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono saat membuka acara Seminar Maritim Internasional Tahun 2022 dalam rangka peringatan Ulang Tahun TNI Angkatan Laut Ke-77 di Auditorium Jos Soerdarso, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir Jakarta Selatan, Selasa (13/09/2022).

Laksamana Yudo menyampaikan selain sebagai agenda akademis Seskoal, melalui seminar ini diharapkan akan lahir sumbangan pemikiran yang inovatif dan solutif terkait dengan pembangunan kejayaan maritim Indonesia, khususnya dalam menghadapi berbagai potensi konflik saat ini dan ke depan, baik pada lingkup nasional, regional maupun global.

Lebih lanjut, Kasal menyampaikan bahwa sebagai bangsa yang sadar akan kodrat dan takdirnya menjadi penghuni negara kepulauan, visi kemaritiman telah menjadi inspirasi serta cita-cita para pemimpin negeri sejak lama.

“Tanpa didukung oleh armada laut yang kuat, baik armada perang maupun armada niaga, sebagai generasi penerus seyogyanya kita tidak hanya sekedar bangga dengan sejarah kejayaan masa lalu, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun dan membawa kembali kejayaan maritim yang pernah kita capai di masa lampau,” ujarnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh para Pejabat Utama Mabesal, Pejabat Kotama TNI AL, para Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) Seskoal Angkatan Ke-60 TA. 2022 dan segenap perwakilan Mahasiswa Perguruan Tinggi di Jakarta ini juga di laksanakan secara virtual dengan pembicara dan narasumber yang membahas sikap Indonesia dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis Indo-Pasifik, menghadapi kompetisi hegemoni Cina-AS dan negara-negara yang beraliansi serta dapat memanfaatkan momen tersebut untuk membangun kejayaan maritim yang dibahas dari perspektif akademik dan praktisi.

Sehingga secara umum seminar internasional ini bertujuan untuk mendapatkan kesamaan pola pikir dan saran serta masukan dalam memahami sikap Indonesia menghadapi konflik keamanan regional ditinjau dari kepentingan pertahanan dan ekonomi nasional guna membangun kejayaan maritim. Selain itu dapat memberikan ruang dan waktu bagi praktisi, akademisi, dan pemerintah untuk berdialog saling bertukar informasi serta ide-ide dalam suatu kerangka pemikiran pertahanan dan keamanan sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif demi kepentingan nasional Indonesia.

Seminar internasional yang mengangkat tema “Menyikapi Konflik Guna Membangun Kejayaan Maritim” ini dilaksanakan dalam bentuk diskusi panel dan webinar menghadirkan keynote speaker Menhan RI Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto dan Kepala Staf Angkatan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, serta menghadirkan para pembicara dari akademisi dan praktisi. Untuk akademisi Philips J. Vermonte, M.A., Ph.D, Senior Fellow CSIS; Prof. Dr. Anhar Gonggong dari Lemhannas RI; dan Prof. Geoffrey Till, M.A., Ph.D. Sedangkan dari praktisi Andi Widjajanto, S.Sos., MS.c.; Dr. Arif Havas Oegroseno, S.H., M.H.; dan Kakordos Seskoal Laksma TNI Judijanto, S.T., M.A., M.Si.(disp)

Categories
Ragam TNI

Seminar Keantariksaan, KSAU: Pentingnya Ruang Angkasa Sebagai Bagian Kepentingan Nasional

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA., mengungkapkan, kebangkitan masa depan keantariksaan nasional, dapat diawali dengan munculnya kesadaran nasional akan pentingnya menaruh perhatian terhadap ruang angkasa sebagai bagian kepentingan nasional. Kesadaran tersebut guna menyikapi dan mengantisipasi tantangan tugas masa depan yang berada di domain luar angkasa.

Ungkapan tersebut disampaikan Kasau saat tampil sebagai keynote speech, sekaligus membuka seminar keantariksaan di gedung Ardhyaloka, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (31/8/2022)

Kasau mengatakan, secara nasional, bangsa Indonesia memiliki kesadaran akan arti penting domain antariksa, seperti yang diperingati setiap tanggal 6 Agustus, yaitu Hari Keantariksaan Nasional melalui Undang-Undang Keantariksaan Indonesia Nomor 21 tahun 2013.

“Sesuai amanat Undang-Undang, kita harus mampu mewujudkan tujuan Penyelenggaraan Keantariksaan yang dapat menjadi komponen pendukung pertahanan dan integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Kasau.

Kasau berharap, melalui seminar ini dapat mengambil wawasan berharga dan membuka cakrawala pandang dalam upaya bersama membangun visi pertahanan antariksa nasional. Kasau mengajak para pemangku kepentingan, para akademisi, para pengamat dan pecinta kedirgantaraan, dan juga para prajurit TNI AU untuk memperluas cakrawala pandang pentingnya domain ruang angkasa.

Seminar yang mengangkat tema pemanfaatan ruang angkasa dalam rangka keamanan nasional, diselenggarakan oleh TNI AU, bersama National Air and Space Power Center of Indonesia (NASPCI) dan PT. Napindo. Seminar merupakan rangkaian Space Summit yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 November 2022 bersamaan dengan pelaksanaan Indo Aerospace 2022.

Seminar dibagi dalam 3 sesi, sesi pertama tentang “The use of space – an over view”, yang membahas bagaimana membangun pemahaman serta wawasan secara global tentang pemanfaatan ruang angkasa untuk keamanan nasional.

Sesi kedua tentang “Threats and opportunities in the use of space,” membahas ancaman dan peluang dari ruang angkasa dari berbagai aspek.

Sedangkan sesi ketiga adalah “The imolementatiin of the use of space in Indonesia”, membahas implementasi pemanfaatan ruang angkasa yang dapat dilakukan di Indonesia, yang dimulai dari sisi regulasi, gagasan pengembangan serta pemanfaatan teknologi.

Pembicara dalam seminar keantariksaan ini antara lain dari pakar keantariksaan/akademisi, TNI AU, BRIN, dan pelaku keantariksaan yaitu US Space Command.

Para pembicara antara lain Kepala Staf Angkatan Udara ke-14, Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, selaku Guest of Honor Speaker, Guru Besar Universitas Pertahanan Republik Indonesia Prof. Drs. Anak Agung Banju Perwita, M.A., Ph.D., Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN Dr. Robertus Heru Triharjanto, Dosen Hukum Universitas Katolik Atma Jaya Prof. Dr. Ida Bagus Rahmadi Supancana, S.H., M.H, Pakar Aerospace Engineering Dr. Edi Sofyan, B.Eng.,M.Eng., serta Kadissurpotrudau Marsma TNI Asril Samani, S.IP.,M.Si.

Selain itu juga ada Brigadier General Jesse M. Morehouse, from the United States Space Command, dan Mr. Amartya De, from Frost & Sullivan Consulting and Research Firm.

Turut hadir Wakasau Marsdya TNI A. Gustaf Brugman., M.Si (Han), Aspotdirga Kasau Marsda TNI Bowo Budiarto, S.E., CHRMP, Ketua Umum NASPCI Marsma TNI Penny Radjendra, S.T., M.Sc., M., Sc, dan sejumlah pejabat dari Kementerian dan Lembaga Non-Kementerian, para Rektor Perguruan Tinggi, para pimpinan BUMN, serta para Direktur Utama Industri Pertahanan Dalam Negeri.

Seminar dipandu oleh tiga moderator yaitu Currie Maharani., Ph.D, Kolonel Tek Jon K. Ginting, MMgtStud, qtc., CPPM., MAIPM dan Kolonel (Purn) Dr. Supri Abu, S.H., M.H.

Peserta seminar berasal dari Kementrian dan Lembaga Negara Republik Indonesia, TNI AU, Kedutaan Luar Negeri di Indonesia, Asosiasi dan Industri terkait ruang angkasa di Indonesia, Para Peneliti, Media dan Universitas.(disp)

Categories
Megapolitan Militer TNI

Keterlibatan TNI AL Dalam IPNIC, Pahami Pengembangan Visi Maritim

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI-AL) mengikutsertakan perwiranya dalam kegiatan berskala internasional 6th Indo-Pacific Navy Planning Process International Course (IPNIC) yang diselenggarakan oleh Japan Maritime Self Defence Force (JMSDF) Command And Staff College dan U.S. Naval War College secara daring di Meeting Room Ha-Ka Resto Rasuna, Jakarta, Senin (13/06/2022).

Kegiatan yang akan dilaksanakan mulai 13 sampai dengan 24 Juni 2022 mendatang ini dibuka President Japan Maritime Self Defence Force (JMSDF) Command and Staff College, VADM Madono Tomohiko secara langsung dari Tokyo, Jepang.

Kegiatan  IPNIC yang sebelumnya bernama Asia-Pacific Navy Planning Process International Course, merupakan kegiatan kursus singkat yang dilaksanakan rutin setiap tahun oleh JMSDF Command Staff and College dan U.S Naval War College dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang proses perencanaan militer dalam pengembangan misi maritim di tingkat operasional dan taktis.

Staf Operasi Angkatan Laut (Sopsal) selaku kotama pembinaan fungsi operasional TNI AL mengikutsertakan 15 perwira yang terdiri dari perwakilan Sintelal, Koarmada I, Kolinlamil, Kormar, Seskoal, dan Disopslatal sebagai perwakilan TNI AL di Forum berskala Internasional yang juga diikuti oleh 19 negara dari belahan dunia lainnya.

Keikutsertaan TNI AL dalam forum ini merupakan tindak lanjut kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam  meningkatkan sumber daya manusia dan meningkatkan diplomasi TNI AL, yang mana hal tersebut juga merupakan wujud aplikasi peran TNI AL dalam bidang diplomasi sesuai UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.(disp)

Categories
IPTEK Megapolitan TNI

KSAL: Hidro-Oseanografi, Miliki Urgensi dan Peran Sangat Strategis Wujudkan Keberhasilan Poros Maritim Dunia

Koran Jurnal, Jakarta – Penerapan sains dan teknologi kemaritiman, termasuk Hidro-Oseanografi, memiliki urgensi dan peran yang sangat strategis dalam mewujudkan keberhasilan poros maritim dunia. Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono saat membuka Seminar Nasional Tahun 2022 yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) bertempat di Graha Jala Puspita, Jakarta Pusat, Rabu (25/5/2022) kemarin.

Pada seminar yang mengangkat tema “Peran IPTEK Hidro-Oseanografi pada Pembangunan Nasional Bidang Kemaritiman Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut, Komandan STTAL Laksamana Pertama TNI Dr. Ir. Avando Bastari selaku penyelenggara seminar menghadirkan keynote speaker Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan dan mengundang 3 narasumber sebagai pembicara dengan Moderator Akademis Prof. Dr. Ing Widodo Setyo Pranowo, S.T., M.SI., dan Eva Jalesveva presenter Usee TV.

Tampil sebagai pembicara pertama adalah Ketua Tim Penyusun Konsepsi Haluan Maritim Nasional 2045 Dr. Tukul Rameyo Adi, M.T., dilanjutkan pembicara berikutnya Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat, S.H., M.A.P., dan yang ketiga adalah Vice Chair – 2 From The Fig/Iho/Ica International Board On Standars Of Competence For Hydrographic Surveyors And Nautical Chartographers (IBSC) Ir. M. Sobri Ahmad Syawie.

Kasal berharap melalui Seminar Nasional ini akan mendapat masukan berupa ide, gagasan dan pemikiran yang inovatif dari berbagai perspektif para akademisi, praktisi, birokrasi, dan mahasiswa peserta seminar yang mendalami bidang Hidro-Oseanografi. “Ide, gagasan dan pemikiran yang inovatif tersebut nantinya akan dirumuskan dalam bentuk prosiding dan rekomendasi sebagai bahan masukan bagi TNI Angkatan Laut dan Pemerintah Indonesia yang membidangi bidang kemaritiman dalam meningkatkan kontribusinya bagi pembangunan nasional bidang kemaritiman melalui optimalisasi peran pendayagunaan iptek Hidro-oseanografi untuk berbagai kepentingan negara, bangsa dan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Seminar Nasional Tahun 2022 ini diikuti secara langsung dan secara daring oleh kurang lebih 300 stakeholder dan peserta, baik pejabat di lingkungan Mabesal, pejabat Kotama TNI AL wilayah Timur dan Barat, Dosen dan mahasiswa teknokrat STTAL juga lembaga pendidikan tinggi lainnya, serta institusi penelitian dan pengembangan Hidro-Oseanografi.

Pada kesempatan itu, Menko Marves didampingi Kasal, Komandan STTAL dan para pejabat lainnya berkesempatan meninjau peralatan yang dipamerkan hasil karya inovasi penelitian para Dosen/Mahasiswa STTAL diantaranya: Pengembangan prototype multibeam echosounder (MBES) guna mendukung kebutuhan operasional survei dan pemetaan laut; Pengembangan purwarupa system fusi dan prediksi nasional untuk mendukung pertahanan maritim; Rancang bangun perekam data cuaca berbasis internet of things; Pengembangan purwarupa alat ukur pasang surut sensor pressure dengan modul pengiriman data nirkabel jarak jauh (long range).

Selain itu juga dipajang pengembangan purwarupa perangkat lunak akusisi data singlebeam echosounder yang dilengkapi dengan diffrential global navigation satelite system; Rancang bangun alat penentu jarak bawah air dengan menggunakan prinsip USBL; Pngembangan propelan amunisi kaliber 9 mm, 5.56 mm, 12.7 mm dan 20 mm guna mendukung kebutuhan industri pertahanan negeri; Review design propeller kapal selam changbogo class dengan uji numerik dan uji model; serta Rancang bangun controlable riddingbouy.(disp)

Categories
TNI

Seminar Nasional Pasis Sekkau A-111: Realignment FIR RI-Singapura, Untuk Keselamatan Penerbangan

Koran Jurnal, Jakarta – Sejak 25 Januari 2022 lalu, pemerintah Indonesia dan Singapura, telah sepakat melaksanakan Realignment FIR di wilayah udara Kepulauan Riau dan Natuna. Indonesia dan Singapura juga menyepakati pembentukan kerangka Kerja Sama Sipil dan Militer dalam Manajemen Lalu Lintas Penerbangan atau Civil-Military Cooperation in Air Traffic Management (CMAC).

Kesepakatan tersebut bertujuan memberikan kepastian, terbukanya jalur komunikasi aktif, guna menjamin tidak terjadinya pelanggaran kedaulatan Indonesia, serta menghadirkan kelancaran dan keselamatan penerbangan, baik pesawat sipil maupun militer yang melintas di wilayah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA selaku Keynote Speech pada Seminar Nasional Pasis Sekkau Angkatan ke-111 yang mengangkat tema Implementasi Civil-Military Cooperation in Air Traffic Management (CMAC) Pasca Perjanjian Realignment FIR Indonesia-Singapura” di Gedung Pramanasala kampus Sekkau, Halim Perdanakusuma, Senin (25/4/2022).

“Pemerintah Indonesia akan menempatkan beberapa orang personel sipil dan militer di Singapore Air Traffic Control Centre (SATCC),” ujar KSAU.

Selain hal tersebut, otoritas penerbangan udara Singapura juga berkewajiban mencegah dan menginformasikan kemungkinan adanya pelanggaran wilayah udara oleh pesawat asing kepada otoritas pertahanan udara Indonesia.

Melalui penyelenggaraan seminar, KSAU berharap mendapatkan berbagai masukan yang bersifat strategis, hal ini penting bagi TNI AU sebagai stakeholder penegak kedaulatan di udara.

Seminar menghadirkan sejumlah nara sumber, antara lain Menteri Perhubungan RI Ir. Budi Karya Sumadi, Kaskoopsudnas Ir. Novyan Samyoga., M.M., Direktir Utama Airnav Indonesia Ir. Polana Baluningsih Pramesti., MSC, Alternate Representative RI untuk ICAO Indra Sanada Sipayung., LL. M dan Guru Besar Ilmu Hukum Unpad Prof. Atip Latipulhayad., Ph.D.

Turut hadir pada pembukaan seminar, para pejabat utama TNI AU, antara lain Pangkoopsudnas, Dankodiklarau, Asops Kasau, Kadiskumau dan Dansekkau, serta sejumlah pejabat TNI AU lainnya.(disp)

Categories
Kesehatan Nasional TNI

Peran TNI-Polri dan Komponen Bangsa Sangat Dibutuhkan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Koran Jurnal, Lembang – Pandemi Covid-19 menjadi permasalahan serius yang sedang dihadapi seluruh dunia, termasuk Indonesia di mana berdampak luas baik terhadap aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Untuk menanganinya tidak terlepas dari pemulihan ekonomi nasional.

TNI Polri sebagai salah satu kekuatan bangsa turut berperan serta dalam menangani dan mengatasi pandemi Covid-19 yang merupakan suatu ancaman, hambatan, dan tantangan bagi bangsa Indonesia guna mendukung berlangsungnya pemulihan perekonomian dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional, hal tersebut disampaikan Danseskoau Marsda TNI Samsul Rizal, S.I.P., M.Tr (Han)., saat membuka Seminar Pra Program Kegiatan Bersama Kejuangan (PKB Juang) Pasis Seskoau Angkatan Ke-58 di Bangsa Srutasala, Seskoau, Lembang, Bandung, Senin (24/05/2021).

Guna mewujudkan hal tersebut TNI Polri beserta komponen bangsa lainnya bekerja sama dalam rangka menciptakan bangsa yang kuat dan unggul dalam terwujudnya Indonesia tangguh yang berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, tetapi perlu adanya kolaborasi dan kerja sama antara TNI Polri serta berbagai komponen bangsa lainnya,” ujar Danseskoau.

Peran TNI Polri dalam mendukung dan mengupayakan percepatan dalam penanganan Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional sangat dibutuhkan. Seperti yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo saat Rapim TNI Polri Tahun 2021, untuk berperan aktif dalam mendukung iklim usaha dan investasi yang kondusif sehingga terciptanya pemulihan ekonomi guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Seminar yang bertemakan “TNI Polri Beserta Komponen Bangsa Lainnya Siap Melaksanakan Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Guna Mewujudkan Indonesia Tangguh” mengundang narasumber antara lain Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal Kementerian Bidang Perekonomian Dr. Ferry Irawan, S.E., M.S.E., memaparkan Optimalisasi Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Terwujudnya Indonesia Tangguh, kemudian Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara, S.E., M.Sc., memaparkan Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional.

Meskipun dilaksanakan secara daring maupun luring, Danseskoau berharap para peserta seminar khususnya Pasis mengikuti dan menyimak dengan penuh rasa tanggung jawab, fokus dan serius sehingga dapat menyamakan visi dan persepsi dalam diskusi akademis terhadap tema yang diangkat dan akhirnya menghasilkan naskah laporan yang memiliki nilai strategis sebagai bahan masukan bagi pimpinan untuk menentukan kebijakan kedepannya.

Sebelumnya, juga telah dilaksanakan ceramah pembekalan PKB Juang secara daring oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang tentunya mampu memotivasi Pasis untuk memberikan hasil terbaik, berupa naskah laporan diakhir seminar ini.(disp/red)

Categories
TNI

Bahas ALKI I, Seskoau Adakan Seminar Nasional

Koran Jurnal, Lembang – Setelah melaksanakan Kuliah Kerja Manajemen (KKM) Pasis Seskoau Angkatan Ke-58 dan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Sesau Angkatan Ke-15 di akhir Maret 2021 dengan mengunjungi beberapa instansi terkait diantaranya Kohanudnas, Kosekhanudnas I, Koopsau I, Lanud Halim Perdanakusuma, Sopsau, Dispamsanau, dan Koarmada I untuk mendapatkan informasi serta mempelajari berbagai potensi ancaman yang mungkin terjadi di wilayah yurisdiksi nasional, secara khusus di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.

Melanjutkan pembahasan mengenai potensi ancaman ALKI I, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) menyelenggarakan Seminar Nasional Pasis Seskoau Angkatan Ke-58 dan Sesau Angkatan Ke-15 yang bertemakan “Antisipasi Ancaman Udara Di Wilayah ALKI I Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia” yang dibuka secara resmi oleh Danseskoau Marsda TNI Samsul Rizal, S.I.P., M.Tr (Han)., di Bangsal Srutasala, Seskoau, Lembang, Bandung, Kamis (22/04/2021).

Dalam sambutannya, Danseskoau mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki posisi strategis dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya yaitu adanya berbagai potensi ancaman yang mungkin terjadi di ALKI I. “Melalui seminar ini, para Pasis diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal dan menyampaikan ide-ide serta dapat merumuskan pemikiran orisinal guna mengantisipasi potensi ancaman udara di wilayah ALKI I dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI,” jelasnya.

Seminar yang rencananya dilaksanakan selama dua hari ini, menghadirkan Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., sebagai Keynote Speaker serta tiga narasumber yaitu Ketua Pusat Studi Air Power Indonesia Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim memaparkan “Antisipasi Ancaman Udara Di Wilayah ALKI I”, Pangkohanudnas Marsda TNI Ir. Novyan Samyoga, M.M., memaparkan “Operasi Penegakan Hukum dan Pengamanan Wilayah Udara di ALKI I dan Perkembangan ZEE”, dan Flight Data Analisis and Safety Auditor Kolonel Pnb (Purn) Dr. Supri Abu, S.H., M.H., memaparkan “Ancaman Udara di Wilayah ALKI I (Perspektif Hukum Udara)”.

Pada kesempatan yang sama, secara daring dari gedung Raden Suryadi Suryadarma, Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Kasau menjelaskan keberadaan ALKI I kini menjadi semakin startegis, terutama dengan meningkatnya volume perdagangan maritim dunia secara signifikan, antara berbagai negara yang terhubung pada jalur tersebut. Secara geopolitik, perkembangan situasi di laut Tiongkok Selatan, tidak menutup kemungkinan akan berimbas peningkatan ancaman militer, baik dari laut maupun dari udara, di wilayah kedaulatan Indonesia.

Kasau menyampaikan bahwa TNI Angkatan Udara terus berupaya memberikan kemampuan terbaik dalam menjalankan tugas untuk mengamankan kedaulatan negara, bersama dengan Koarmada I, Koopsau I melaksanakan operasi Alur Segara di wilayah ALKI I yang melibatkan pesawat F-16 dari Skadron Udara 16, pesawat Hawk 100/200 dari Skadron Udara 1, dan Skadron Udara 12. Selain itu satuan-satuan radar di jajaran Kosekhanudnas I dan Kosekhanudnas III juga melaksanakan pengawasan dan pemantauan di wilayah ALKI I.

“Saya berkomitmen untuk mewujudkan Angkatan Udara yang disegani di kawasan, dengan titik berat pada peningkatan profesionalisme SDM TNI AU, yang memperhatikan aspek Span of Control dan Unity of Command yang efektif dan efisien,” ujar Kasau.

Lebih lanjut Kasau mengharapkan dengan berharganya ruang udara bagi suatu negara, bersifat complete dan exclusive, berpengaruh tidak hanya terhadap kedaulatan suatu negara, namun juga berdampak terhadap kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran.

“Undang-Undang nomor 23 tahun 2019 yang didalamnya mengatur pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan udara telah disahkan pemerintah, sehingga TNI AU bukan satu-satunya pihak yang berperan, dimana komponen cadangan dan komponen pendukung  matra udara lainnya dapat didayagunakan,” tutup Kasau.

Selanjutnya, Ketua Panitia Seminar Nasional Mayor Tek Anselmus Warianto R., disela acara mengatakan seminar ini sebagai momentum yang sangat tepat untuk mendapatkan gambaran tentang berbagai isu strategis ancaman udara di wilayah ALKI I serta bagaimana upaya-upaya untuk mengatasinya.

Ketua Panitia Seminar Nasional mengajak seluruh peserta baik yang mengikuti secara daring maupun luring untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan berdialog, berdiskusi, dan bertukar pikiran sehingga menghasilkan sebuah karya atau naskah seminar yang dapat menjadi bahan masukan bagi pimpinan untuk menentukan kebijakan terkait pengamanan wilayah udara ALKI I.

Turut hadir dalam seminar ini Wadanseskoau Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M., Seslem Seskoau, Kapusoyu Seskoau, Dankorsis Seskoau, para Direktur, para Kepala Departemen, Dosen dan Patun baik Seskoau maupun Sesau.(disp/red)

Categories
TNI

Sambut HUT ke-75, Seskoau Gelar Seminar ‘Transformasi Air Power Guna Mewujudkan TNI Angkatan Udara yang Disegani di Kawasan’

Koran Jurnal, Lembang – Seminar Internasional Air Power Tahun 2021 dalam menyambut peringatan HUT ke-75 TNI AU mengangkat tema “Transformasi Air Power Guna Mewujudkan TNI Angkatan Udara yang Disegani di Kawasan”, yang diselenggarakan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau), Lembang, Rabu (31/03/2021).

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., menyampaikan, dalam dekade terakhir adanya perubahan yang fundamental pada strategi dan bentuk air power, dimana kekuatan udara menjadi faktor krusial penentu kemenangan dalam perang modern, demikian disampaikan Kasau saat menjadi keynote speaker.

Kasau menjelaskan, di masa depan pertempuran udara diprediksi akan banyak melibatkan Alutsista yang mampu mengintegrasikan informasi dari berbagai unsur secara cepat dan tepat untuk meningkatkan air domain awareness serta kecepatan pengambilan keputusan dalam pertempuran.

Keberhasilan TNI AU dalam mengembangkan kekuatan udara (Air Power) yang handal baik pada kemampuan diplomasi, intelijen, penyerangan, pertahanan, khusus, dukungan, integrasi komunikasi dan informasi, siber, perang elektronika (pernika), pemeliharaan dan pemberdayaan wilayah pertahanan udara.

Untuk itu diperlukan adanya transformasi Air Power, proses transformasi kekuatan udara guna memenuhi standar kesiapan operasi perang modern menjadi prasyarat mutlak bagi TNI AU dalam mengoptimalkan kekuatan dan kemampuan untuk mewujudkan keunggulan udara, mengingat perkembangan lingkungan strategis yang begitu dinamis yang berpotensi memberikan ancaman militer maupun ancaman bersenjata.

Sementara itu Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., selaku keynote speaker melalui virtual menyampaikan pada perang dunia II menjadi catatan sejarah paling lengkap bagi kebangkitan kekuatan udara sebagai senjata mematikan baru dalam pertempuran.

“TNI AU harus terus mencermati teknologi pesawat nirawak atau UCAV sebagai alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang modern serta pentingnya meningkatkan kemampuan personel serta kesiapan operasional,” tegas Panglima TNI.

Kegiatan Seminar Internasional Air Power ini merupakan implementasi dari visi Kasau untuk mewujudkan TNI Angkatan Udara yang disegani di kawasan, dan merupakan saat yang tepat diadakannya sebuah transformasi dalam konteks sebuah perubahan dalam membangun TNI Angkatan Udara ke depan.

Proses transformasi kekuatan udara diperlukan guna memenuhi standar kesiapan operasi perang modern menjadi prasyarat mutlak bagi TNI Angkatan Udara dalam mengoptimalkan kekuatan dan kemampuan untuk mewujudkan keunggulan udara mengingat perkembangan lingkungan strategis yang begitu dinamis yang berpotensi memberikan ancaman militer maupun ancaman bersenjata.

Transformasi Air Power dengan landasan konseptual yang tepat didasarkan melalui pengembangan organisasi, teknologi dan kesiapan operasi yang meningkatkan kemampuan TNI Angkatan Udara dalam menjalankan peran kendali udara (control of the air), serangan udara (air strike), intelligence, surveilance and revoninase (ISR), dan mobilitas udara (air mobility) secara optimal.

Transformasi perubahan dibidang khususnya air power ini bukan dalam bentuk perlombaan senjata atau mengancam negara lain, tetapi transformasi ini dilakukan semata-mata untuk sistem pertahanan.

Dua aspek pendekatan yang dilakukan yaitu hardpower dan softpower, dimana banyak yang berlomba-lomba membangun hardpower dan disadari bahwa kawasan Asia Tenggara adalah kawasan damai, sehingga tidak membangun kekuatan udara secara penuh dari sisi hardpower, tetapi pada batas dimana dapat mempertahankan diri untuk menjaga wilayah kedaulatan negara dari berbagai bentuk ancaman. Namun lebih penting pembangunan softpower yaitu kekuatan yang menjadi alternatif pilihan untuk membangun kawasan yang damai melalui perang diplomasi, kerja sama, saling percaya melalui kegiatan bantuan kemanusiaan berupa penaggulangan bencana yang bukan hanya konteks nasional maupun regional.

Dalam kesempatan itu, Danseskoau selaku narasumber menjelaskan tentang Plan Bobcat dalam rangka mengembangkan TNI Angkatan Udara agar selaras dengan kepentingan nasional yang bersifat strategis. Plan Bobcat merupakan peran esensial dalam konsep Air Power TNI Angkatan Udara modern yang meliputi reformasi organisasi, modernisasi teknologi, dan transformasi TNI Angkatan Udara menjadi Air Power yang berorientasi pada hasil (effect based appoarch).

Dengan demikian, lanjutnya, model transformasi Plan Bobcat ini meliputi perubahan organisasi dan teknologi yang diarahkan pada kesiapan operasi yang selaras dengan kepentingan nasional Indonesia yang bersifat strategis, diharapkan dapat meningkatkan daya tangkal TNI Angkatan Udara dan pada gilirannya akan membuat Indonesia disegani di kawasan.

Seminar Internasional Air Power ini menghadirkan keynote speaker Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dan Wamenhan RI Letjen TNI M. Herindra melalui virtual, dengan Narasumber Sekjen Kemhan RI Marsdya TNI Donny Ernawan T, M.D.S., Danseskoau Marsda TNI Samsul Rizal, S.I.P., M.Tr (Han)., Kadep Hukum Internasional Unpad Prof. Atif Latifulhayat, S.H., LLM., Ph.D., Senior Adviser for Air Power Strategy At National Security College of the Australian National University and Director of Air Force Strategy of the Royal Australian Air Force Dr. Peter Hunter, Research Fellow on the Maritime Security Programme of the institute of Defence and Strategic Studios (IDSS) at the S. Rajaratnam School of Internasional Studies (RSIS) Dr. Olli Pekka Suorsa, dan French Ministry of Defence Colonel Sven Meic, Ph.D.

Kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari ini dihadiri langsung oleh Sekjen Kemhan Marsdya TNI Donny Ernawan T, M.D.S., para Asisten Kasau, para pejabat TNI-Polri di wilayah Bandung, dan para Kepala Dinas di jajaran Mabesau, serta diikuti secara virtual oleh para pejabat dari Kementerian dan Lembaga Non Kementerian, akademisi, mahasiswa beberapa perguruan tinggi, serta siswa dari dalam dan luar negeri dengan jumlah sekitar 10.000 peserta via daring.(disp/red)