Categories
Polhukam

Elemen Masyarakat Kalteng Beri Dukungan kepada Bambang Irawan agar Menjadi Ketua DPRD, Berharap PDI-P Terima Aspirasi 

Koran Jurnal, Jakarta – Forum Kebangsaan Kalimantan Tengah menyampaikan dukungan penuh kepada Bambang Irawan untuk menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Dukungan ini disampaikan oleh beberapa perwakilan Forum Kebangsaan Kalimantan Tengah melalui penyampaian surat permohonan aspirasi dukungan ke DPP PDI Perjuangan di Jakarta, pada Selasa (17/9/2024).

Ketua Himpunan Masyarakat Nias Kalimantan Tengah, Sinar Semara Gulo mengatakan, dirinya bersama rombongan datang ke kantor DPP PDI-P untuk menyampaikan aspirasi agar Bambang Irawan dapat diberikan kepercayaan menjadi Ketua DPRD Kalteng.

Sinar mengungkapkan bahwa masyarakat adat Kalimantan Tengah, termasuk beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) dan komunitas lokal, berharap agar PDI Perjuangan mengusung Bambang Irawan sebagai Ketua DPRD. Ia menilai Bambang adalah sosok yang memiliki kemampuan untuk mempersatukan berbagai suku dan agama di wilayah Kalimantan Tengah.

“Kami datang ke DPP PDI Perjuangan mewakili masyarakat adat dan beberapa elemen berbasis masyarakat di Kalimantan Tengah, menyampaikan surat rekomendasi dari masing masing Ormas, paguyuban serta komunitas Lokal Kami berharap agar saudara kami, Bambang Irawan, dapat diusung menjadi Ketua DPRD. Beliau adalah tokoh yang sangat dekat dengan masyarakat dan sudah terbukti mampu menyelesaikan berbagai sengketa yang terjadi di Kalimantan Tengah,” ujar Sinar, mewakili 32 ormas.

Menurutnya, Bambang Irawan merupakan figur yang murah hati, bertanggung jawab, dan konsisten dalam pekerjaannya. Ia juga disebut memiliki basis massa yang kuat serta militan di Kalimantan Tengah, sehingga diyakini akan memberikan kontribusi positif baik untuk PDI Perjuangan maupun pembangunan di Kalimantan Tengah.

“Beliau adalah sosok yang sangat dihormati oleh masyarakat Kalimantan Tengah, dan kami yakin beliau mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat Kalimantan Tengah selama lima tahun ke depan. Kami berharap permohonan ini bisa dipertimbangkan oleh para petinggi PDI Perjuangan demi kesejahteraan rakyat Kalimantan Tengah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sinar Semara Gulo menuturkan bahwa salah satu program unggulan yang bisa diusung oleh Bambang Irawan adalah peningkatan sektor pertanian dan perkebunan di Kalimantan Tengah, mengingat kedekatannya dengan masyarakat yang bergelut di bidang tersebut.

Dengan posisi strategis sebagai Ketua DPRD, aspirasi masyarakat di sektor ini dapat tersampaikan dengan lebih efektif.

“Kami yakin, dengan Bambang Irawan sebagai Ketua DPRD, aspirasi masyarakat di sektor pertanian dan perkebunan bisa diperjuangkan dengan baik. Ini akan berdampak positif bagi perekonomian Kalimantan Tengah,” jelas Sinar.

Sinar juga menegaskan bahwa Forum Kebangsaan Kalimantan Tengah siap mendukung penuh langkah PDI Perjuangan, khususnya dalam memperkuat basis di Kalimantan Tengah.

Mereka berharap aspirasi yang disampaikan dapat diterima oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Jika permohonan kami diterima, kami akan sangat bersyukur karena itu berarti aspirasi kami sebagai masyarakat adat bisa diterima.
Mengingat Hal ini juga akan membuat PDI Perjuangan semakin kuat di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

Kunjungan ini menegaskan harapan masyarakat Kalimantan Tengah akan adanya pemimpin yang mampu menyatukan perbedaan, didalam kemajemukan kita sebagai bangsa, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat. Forum Kebangsaan Kalimantan Tengah optimistis bahwa dengan dukungan PDI Perjuangan, Bambang Irawan dapat mewujudkan harapan tersebut, khususnya bagi masyarakat di Kalimantan Tengah.(**)

Categories
Ekonomi

Presiden Jokowi Tinjau Percontohan Kawasan Food Estate Kalteng

Koran Jurnal, Pulang Pisau – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan kunjungan lapangan ke Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Kunjungan ini dalam rangka meninjau lumbung pangan (food estate), proses olah tanah dan tanam padi, keramba ikan, serta peternakan bebek.

“Jadi hari ini saya kembali lagi Provinsi Kalimantan Tengah khususnya sekarang ini ada di Kabupaten Pulang Pisau ingin memastikan dimulainya food estate,” ujar Jokowi dalam keterangan persnya pada Kamis (08/10/2020).

Presiden menyampaikan bahwa kawasan food estate di Provinsi Kalteng akan di garap seluas 168.000 hektar (ha) dan pada tahun 2020 dikerjakan seluas 30.000 ha sebagai model percontohan terdiri lahan di Kabupaten Pulang Pisau seluas 10.000 ha dan Kapuas 20.000 ha.

“Disini misalnya pemupukan kita memakai drone, untuk membajak sawah memakai traktor apung. Saya tanya tadi satu hari bisa berapa hektar? Operator mengatakan bisa 2 hektar. Inilah kecepatan,” terangnya.

Presiden Jokowi menambahkan pengembangan kawasan lumbung pangan yang digarap berskala besar sehingga mekanisasi alat-alat modern sangat diperlukan. Selain itu, di kawasan yang sama akan dibuat pengembangan berbagai komoditas meliputi komoditas tanaman pangan, komoditas hortikultura, perkebunan dan peternakan serta perikanan

“Lumbung pangan ini mengkombinasikan antara sawah yang ditanam padi kemudian dipinggirnya ditanam jeruk, bawang merah, kelapa dan kita harapkan nanti hasil yang dihasilkan, petani bukan hanya padi tapi ada jeruk, kelapa dan yang lainnya,”

Jokowi mengatakan kombinasi-kombinasi model bisnis akan diterapkan di kawasan food estate ini sebagai tahapan percontohan sehingga kedepan jika upaya ini berhasil maka akan di replikasi ke daerah lain.

Selain itu, Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas memiliki hamparan lahan luas dan semuanya datar, kekayaan airnya melimpah serta tanah yang subur sehingga sangat sayang sekali jika tidak dimanfaatkan supaya lahan menjadi produktif.

“Dengan cara-cara ini kita harapkan pendapatan petani akan naik, tidak hanya dari padi tapi juga dari jeruk, dari bawang merah, dari kelapa, dari ikan ditambah juga dari itik,”tambah Jokowi.

Secara terpisah, Mentan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, food estate merupakan salah satu Program Strategis Nasional 2020-2024 guna membangun lumbung pangan nasional.

“Upaya ini dapat menciptakan lapangan kerja di pedesaan, pemberian perlindungan sosial, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional,” ucapnya.

Syahrul menyampaikan bahwa pengembangan kawasan food estate di Provinsi Kalteng, dilakukan dengan teknologi optimalisasi lahan rawa secara intensif, guna meningkatkan produksi dan indeks pertanaman (IP).

Pengembangan pertanian dilakukan melalui teknologi modern yang sudah ada. Kawasan pengembangan food estate, akan dibangun model bisnis korporasi petani dengan melibatkan kelompok tani di lahan per 100 ha, dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di lahan per 1000 ha.

“Semua dalam bentuk hilirisasi dan semua industrinya harus dirancang dengan baik. Pengembangan lahan food estate ini merupakan model percontohan, sehingga didalamnya kita harus kembangkan korporasi dalam kelompok yang besar,”ucapnya.

Saat ini, khususnya pada masa pandemi Covid-19, sektor pertanian memberikan pertumbuhan positif sebesar 16,24% pada kuartal II (q to q). Oleh karena itu diperlukan upaya khusus untuk tetap mempertahankan keamanan dan ketersediaan pangan demi terciptanya kondisi masyarakat yang damai dan sejahtera.

“Kita semua harus bekerja keras dan bekerja sama dilandasi dalam upaya penyediaan tambahan stok pangan nasional. Semoga wabah ini segera berakhir dan aktifitas kembali normal, sehingga perekonomian masyarakat bangkit kembali,” tandas Syahrul.(hum/red)

Categories
Daerah

Sebanyak 49 Titik Panas Terdeteksi di Wilayah Kalimantan Tengah

Koran Jurnal, Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah menginformasikan bahwa jumlah titik panas atau hotspot yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan terdeteksi hingga 49 titik. Sejumlah titik panas tersebut tercatat berdasarkan data Lapan Fire Hotspot Kamis (15/08/2019) pukul 18.00 WIB.

Persebaran titik panas terdeteksi di tujuh kabupaten dan 1 kota yaitu Kabupaten Pulang Pisau 21, Barito Selatan 9, Kapuas 8, Barito Timur 4, Kotawaringin Timur 2, Lamandau 2, Seruyan 1 dan Kota Palangkaraya 2. Sejumlah titik _hotspot_ berpengaruh terhadap kualitas udara di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Kualitas udara menunjukkan kategori sedang hingga tidak sehat di wilayah Palangkaraya, sedangkan di wilayah lain seperti Pangkalan Bun, Sampit dan Muara Teweh menunjukkan kualitas udara baik.

Asap yang masih terjadi di wilayah Kalteng juga berpengaruh pada jarak pandang atau visibilitas. BPBD Provinsi Kalteng mencatat jarak pandang yang berbeda di beberapa tempat, seperti Pangkalan Bun dan Sampit 9 km, Palangkaraya 6 km, Buntok 5 km dan Muara Teweh 4 km.

Mengantisipasi bahaya asap, BPBD Provinsi Kalteng bersama dinas terkait lainnya memberikan pelayan kesehatan kepada para petugas maupun sukarelawan yang berjibaku menghadapi karhutla. Selain itu, BPBD juga memberikan masker untuk murid-murid sekolah dasar, seperti SD Negeri 11 Langkai dan SD Negeri 3 Tanjung Pinang.

Hingga kini (15/08) BPBD di tingkat kabupaten dan kota serta provinsi terus berupaya untuk memadamkan api dan titik panas. Sebanyak 1.512 personel gabungan melakukan operasi pemadaman maupun pendinginan atau mopping up. Ke-1.512 personel tersebut berasal dari warga 705 personel, TNI 500, Polri 205, dan BPBD 102. Personel gabungan tersebut tersebar di beberapa titik dengan tugas utama yaitu pencegahan. Personel turun ke masyarakat untuk mengimbau mereka tidak membakar lahan. Upaya pencegahan lain yaitu melakukan patroli di wilayah-wilayah rawan. Di samping itu, tentu melakukan upaya pemadaman maupun penegakan hukum.

Sementara itu, satuan tugas (satgas) darat tersebut mendapatkan dukungan satgas udara melalui pengiriman helikopter untuk pengeboman air atau _water-bombing_ dan patroli. Sejumlah helikopter melakukan pengeboman di beberapa titik, seperti helikopter jenis Mi-7 melakukan 2 sorti di wilayah Bukit Tunggal dan Marang. Total 2 sorti pengeboman hanya di wilayah tersebut menghabiskan air sebanyak 160.000 liter atau dengan 40 kali pengeboman.(hum/red)