Categories
Bencana

BNPB Sebut Total Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir Longsor di Aceh, Sumut dan Sumbar Capai 1.016 Jiwa

Koran Jurnal, Jakarta – Operasi pencarian korban masih dilakukan petugas gabungan hingga hari ini, Minggu (14/12). BNPB merilis total korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor (bansor) di tiga provinsi, Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, mencapai 1.016 jiwa.

Pos Pendamping Nasional atau Pospenas yang dipimpin oleh BNPB mencatat korban meninggal tertinggi terjadi di Provinsi Aceh dengan jumlah 424 jiwa, Sedangkan Sumatra Utara mencapai 349 jiwa dan Sumatra Barat 243 jiwa. Dalam seminggu terakhir (8-13/12) korban meninggal dunia bertambah 66 jiwa, dengan rincian Provinsi Aceh 33 jiwa, Sumatra Utara 19 jiwa dan Sumatra Barat 14 jiwa.

Sedangkan total jumlah korban hilang mencapai 212 jiwa dengan rincian di wilayah Aceh 32 jiwa, Sumatra Utara 90 jiwa dan Sumatra Barat 90 jiwa.

Terkait pencatatan korban hilang, ini tidak mesti dari data yang ditemukan di lapangan tetapi juga data penambahan identifikasi dari korban yang sebelumnya tidak ditemukan, kemudian dikonfirmasi. Misalnya korban tersebut bukan dari warga kabupaten A, pindah ke kabupaten B. Kondisi seperti ini masih ditemui di lapangan sehingga data yang dicatat sesuai identifikasi _by name by address_ di kabupaten dan kota.

Pemerintah kabupaten dengan basis kecamatan sudah melakukan identifikasi _by name by address_. Meskipun setiap hari masih terdapat penambahan jumlah korban meninggal dunia, di beberapa kabupaten-kota hasil verifikasi dari identifikasi korban _by name by address_ ini mempengaruhi jumlah korban meninggal. Hal tersebut dipengaruhi beberapa situasi, seperti adanya banjir dan longsor di area pemakaman. Jenazah yang meninggal di area itu kemudian ditemukan oleh petugas SAR dan dihitung sebagai korban bencana.

Operasi pencarian di bawah Basarnas memfokuskan beberapa sektor di setiap wilayah. Provinsi Aceh, pencarian masih berlangsung di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Bireuen.

Di wilayah Sumatra Utara, pencarian terbagi ke dalam 5 sektor yang ada di 3 wilayah kabupaten/kota. Operasi pencarian di Tapanuli Selatan dipersempit di wilayah Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru. Di Tapanuli Selatan, pencarian difokuskan pada dua sektor, yaitu di Kecamatan Sukabangun dan Aloban Bair, dan Kota Sibolga di Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota.

Operasi pencarian di Provinsi Sumatra Barat tertuju pada 5 sektor yaitu di Kecamatan Malalak dan Palembayan, Kabupaten Agam. Masing-masing satu sektor di aliran Sungai Batang Anai, yang berada di wilayah Kota Padang, Padang Pariaman dan Tanah Datar

Sementara itu, populasi warga yang mengungsi mencapai total 624.670 jiwa. Pospenas mencatat terjadi penurunan jumlah pengungsi dari hari sebelumnya (13/12).

Misalnya di wilayah Aceh utara, jumlah pengungsian mengalami penurunan signifikan dari hari ke hari. Namun demikian, mereka yang pindah ke pengungsian mandiri, seperti ke rumah keluarga atau kerabat ini masih tercatat sebagai pengungsi. Mereka tetap didukung dengan bantuan makanan karena masih dikategorikan sebagai pengungsi mandiri.

Merespons bencana tiga provinsi di Sumatra, Pemerintah Pusat melalui Kementerian dan lembaga terus bekerja sama untuk membantu dalam penanganan darurat dan pemulihan masyarakat terdampak.

Tak hanya itu, dukungan sumber daya berbagai pihak yang terwadahi dalam klaster nasional membantu dan mempercepat pemulihan pascabencana.(hum)

Categories
Megapolitan

Pemerintah Indonesia Kirim Personel USAR ke Lokasi Gempa Myanmar 

Koran Jurnal,  Jakarta – Pemerintah Indonesia mengirimkan Tim Urban Search and Rescue (USAR) ke Myanmar sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap negara yang sedang dilanda bencana. Seperti diketahui pada Jumat (28/3/2025) Myanmar dilanda gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang berdampak pada korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

Hari ini atau tiga hari pascagempa yang terjadi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M beserta perwakilan Kementerian dan Lembaga terkait melepas Tim USAR. Kepala BNPB dalam arahannya saat memimpin apel menyatakan, bantuan ini merupakan kebutuhan yang dibutuhkan Myanmar dan juga sebagai bentuk dukungan Indonesia kepada negara yang sedang dilanda bencana.

“Kita bergerak atas permintaan negara Myanmar, dari Pemerintah Myanmar meminta bantuan melalui Kemenlu kemudian berkoordinasi,” ucap Suharyanto, Selasa (1/4/2025).

Pengiriman bantuan ini juga telah disepakati dalam rapat tingkat menteri yang telah dilaksanakan satu hari setelah kejadian gempa dan dipimpin Menko PMK.

“Hari minggu meskipun suasananya masih lebaran, langsung rakor di bawah pimpinan Menko PMK, rapat ini memutuskan pengiriman bantuan kepada masyarakat terdampak di Myanmar,” ujarnya.

Pelepasan kali ini tidak hanya berisikan Tim USAR saja, namun juga perwakilan Kemenlu dan TNI total 73 personel. Untuk sementara waktu bertugas selama dua minggu dan bisa menyesuaikan jika masih dibutuhkan.

Kepala BNPB mengungkapkan, bantuan pada Myanmar ini merupakan salah satu yang terbesar.

“Bantuan yang diberikan adalah yang terbesar, TNI mengerahkan kekuatan dan armada, Kemenkes menyiapkan 1 tim kesehatan lengkap dokter spesialis dan umum serta obat-obatan baik dari pemerintah atau swasta,” tuturnya.

“Basarnas kemarin membawa tim gabungan TNI, Polri dan BNPB. Baznas dan beberapa organisasi kemasyarakatan turut membantu dan mendukung tim,” imbuh Suharyanto.

Dengan bantuan yang diberikan, tujuannya meringankan penderitaan rakyat Myanmar yang terdampak bencana gempa bumi.

“Bantuan ini paling tidak, bentuk dukungan indonesia bisa berkontribusi kepada rakyat Myanmar,” pungkasnya.

Pemerintah Indonesia kemarin dan dini hari tadi telah memberangkatkan Tim Aju dan sejumlah bantuan logistik dan peralatan ke Myanmar dengan menggunakan Hercules TNI AU.

Adapun logistik peralatan yang telah dikirimkan kemarin (31/3) antara lain Bantuan BNPB berupa Biskuit Protein 1.300 pouch, Makanan Siap Saji 500 paket, Pakaian 100 pcs dan Selimut 600 pcs. Bantuan Kemenhan ialah Tenda Pengungsi 20 set, Sarong 1.000 pcs dan Mie Instans 100 dus. Kemudian Basarnas mengirimkan satu unit truk dan dua unit genset.

Sementara itu bantuan logistik dan peralatan yang dikirimkan pada Selasa (1/4) dini hari juga menggunakan Hercules, berisikan Bantuan Basarnas berupa satu unit truk, 3 anjing K9 dan peralatan penyelamatan. Kemudian dari Kemenhan berupa Tenda Pengungsi 17 set serta tim Pengawal Satwa.(**)

Categories
Bencana International

Presiden Erdogan Anugerahi Personel Indonesia Medali dan Penghargaan Pasca Gempa Turki M7,8

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan memberikan medali dan sertifikat penghargaan kepada seluruh personel dari dalam negeri dan masyarakat internasional. Mereka berjasa untuk upaya pencarian, pertolongan dan pelayanan darurat kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Penganugerahan medali dan sertifikat penghargaan diberikan secara langsung oleh Presiden Erdogan kepada perwakilan organisasi dari dalam dan luar negeri, di Ankara, Turkiye, pada Selasa (25/4/2023) kemarin. Pemerintah Indonesia melalui perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Turkiye menerima penghargaan tersebut pada acara yang bertajuk Presidential Medal and Order of Distinguished Humanitarian Service.

“Atas nama Pemerintah Indonesia, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan menerima medali penghargaan dari Pemerintah Turkiye,” ujar Brigjen TNI Lukmansyah, perwakilan BNPB yang hadir pada acara tersebut.

Dalam siaran pers BNPB, Lukmansyah juga berpesan, masyarakat Turkiye tidak boleh larut dalam kesedihan akibat bencana. Menurutnya, masyarakat di sana tetap optimis untuk bangkit dan pulih pascabencana.

“Kita harus berdiri dalam solidaritas penuh dengan rakyat, Pemerintah Turkiye, Pemerintah Indonesia dan semua negara anggota di seluruh dunia,” tambah Lukmansyah.

Sementara itu, Presiden Erdogan menyebutkan lebih dari 35.000 tim pencarian dan pertolongan bertugas di Turkiye pascagempa M7,8 yang terjadi pada 6 Februari 2023 lalu. Erdogan mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam respons darurat. Beberapa dari mereka mengirimkan bantuan yang dimiliki, sebagian lainnya hadir di tengah masyarakat dan memberikan dukungannya.

Presiden Erdogan menyerahkan medali yang bertuliskan ‘Outstanding Sacrifice Medal’ atau ‘Medali Pengorbanan Luar Biasa’ pada satu sisi, sedangkan sisi lain tertulis narasi dari Surat al-Maidah ‘Barangsiapa menyelamatkan satu nyawa, maka seakan-akan dia telah menyelamatkan semua orang’.

“Kami akan menganugerahi 55.000 warga Turkiye dan masyarakat dari berbagai negara yang telah mengorbankan diri untuk membantu selama pascagempa,” kata Erdogan.

Penganugerahan medali dan penghargaan ini merupakan ingatan spiritual. Erdogan menyebutnya sebagai ungkapan rasa terima kasih yang tulus atas nama negara dan bangsa kita. Namun pengakuan dan kehormatan terbesar adalah tempat luar biasa yang telah para personel peroleh di hati 85 juta orang, terutama para korban gempa bumi di Turkiye.

Categories
Polhukam

Hadiri Rakornas BNPB, Kapolri Bicara Langkah Konkret Manajemen Risiko Bencana

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal pentingnya untuk menguatkan manajemen risiko bencana alam di Indonesia, sebagaimana instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada TNI, Polri, dan seluruh stakeholder terkait lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolri saat menjadi salah satu Pemateri pada Rakornas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (2/3/2023).

“Harapan Pak Presiden Kita memiliki manajemen risiko yang baik pada saat tahapan pra, pada saat tanggap darurat dan pasca-bencana juga akan semakin baik. Pak Presiden juga sudah menyampaikan bagaimana masalah bencana akibat climate change (perubahan iklim),” kata Sigit di awal pemaparan materinya.

Manajemen risiko, kata Sigit, menjadi penting lantaran Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki historis bencana alam yang cukup besar. Seperti, tsunami Aceh, gempa bumi di Cianjur, bencana gunung merapi, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Faktor kerap terjadinya bencana alam di Indonesia juga salah satunya disebabkan terjadinya pergeseran sesar di wilayah tertentu seperti sesar Sumatera, sesar Palu-Koro, sesar Matano, sesar Cimandiri, sesar Opak, sesar Gorontalo, sesar Sorong, sesar Tarera Aiduna dan sesar Yapen.

Tak hanya itu, kondisi geografis Indonesia yang berada di lingkaran api menjadi salah satu faktor terjadinya bencana alam. Kemudian, pada tiap tahunnya juga kerap terjadi fenomena El Nino dan La Nina.

“Jadi ini adalah wilayah-wilayah di Indonesia yang tentunya kita harus memiliki kesiapan lebih. Karena yang namanya bencana terjadi sewaktu-waktu, namun yang paling penting bagaimana upaya kita melakukan persiapan. Sehingga pada saat terjadi, dampaknya bisa kita mitigasi seminimal mungkin,” ujar Sigit.

Dalam penanganan bencana alam, Sigit mengungkapkan bahwa, seluruh pihak terkait dapat mengadopsi rumus yang dikeluarkan oleh, UN Disaster Risk Reduction (UNDRR), untuk mengurangi dampak yang disebabkan dari bencana alam.

“Tentunya menjadi salah satu yang perlu kita pahami bahwa ada rumus terkait bagaimana kita bisa mengurangi potensi dampak bencana rumusnya itu risiko (Risk), sama dengan (=), Hazard atau ancaman bencana, dan disitu dikalikan (x) vulnerability atau kerentanan masyarakat, dibagi (÷) capacity atau kemampuan mengatasi bencana,” ucap Sigit.

“Artinya kalau kerentanan masyarakat bisa kita perkecil dan capacity bisa ditingkatkan maka risiko terjadi akibat dampak bencana bisa kita kurangi,” Sigit menambahkan.

Oleh karena itu, Sigit menegaskan bahwa, dalam penanganan bencana alam, diperlukan penguatan sinergitas dan kolaborasi antara Pemerintah, TNI, Polri, BNPB, BMKG, Basarnas dan stakeholder masyarakat lainnya.

“Yang paling utama adalah menguatkan sinergitas kolaborasi seluruh stakeholder, TNI, Polri, Pemerintah, BMKG, BNPB, Basarnas untuk menyatukan kemampuan dan kekuatan. Sehingga kita bisa mempersiapkan dan memperkuat apa yang menjadi kebijakan Pak Presiden terkait dengan kemampuan melakukan manajemen risiko, memiliki resiliensi yang kuat dalam menghadapi bencana,” papar Sigit.

Lebih dalam, ditegaskan Sigit, sejak awal Polri telah memasukan kebijakan penanganan bencana alam ke dalam strategi konsep transformasi menuju Polri yang Presisi, yang dituangkan dalam, transformasi operasional.

Dengan adanya hal tersebut, Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk terus melakukan upaya-upaya manajemen risiko bencana alam mulai dari pencegahan, sosialisasi, penyuluhan, edukasi, memberikan panduan, Quick Response bersama stakeholder terkait.

Menurut Sigit, dengan kesiapan dan cepatnya respon jajaran Polri di wilayah bencana, itu merupakan bentuk representasi hadirnya negara di tengah masyarakat.

“Sehingga masyarakat merasakan negara hadir disitu. Ini harus dilakukan dan dipersiapkan khususnya di wilayah yang memang rentan terjadi bencana. Tolong dicek begitu ada peristiwa bagaimana rekan-rekan simulasi, melatih secepatnya bisa datang dan SOP yang disiapkan dan apa saja yang kita lakukan,” tutur Sigit.

Dalam penanganan bencana alam, Sigit menyatakan, personel kepolisian harus mampu berperan baik sebelum terjadinya bencana, ketika terjadi, dan setelah bencana terjadi. Ketika masa tanggap darurat, Polri harus menyiapkan personel terbaiknya untuk melakukan penyelamatan, evakuasi, identifikasi melalui DVI, membuat tenda darurat, dapur lapangan hingga menyiapkan sarana dan prasarana penunjang.

Kemudian, sambung Sigit, setelah pasca-bencana, jajaran Polri harus menyiapkan langkah konkret seperti psikologi sosial, trauma healing, layanan kesehatan, dan menggelar patroli di wilayah tersebut.

Untuk di tahap pra-bencana atau sebelum kejadian, Sigit mengatakan, harus dilakukan upaya edukasi, bisa melalui konten video, bekerjasama dengan media, dan penguatan peran Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat.

Disisi lain, Sigit menuturkan bahwa, pihaknya bersama stakeholder terkait juga harus memanfaatkan perkembangan teknologi informasi (TI). Dalam hal ini, dikatakan Sigit, Polri telah membentuk 91 Command Center yang bisa diadopsi oleh seluruh Polda jajaran.

“Terkait dengan karhutla kembangkan terus aplikasi ASAP Digital Nasional. Karena ini menjadi penting didalamnya kita memiliki CCTV Live Auto Monitoring yang bisa memonitor jarak 8 kilo, berputar 360 derajat, ada sensor, bisa menampilkan suhu udara. Dan kita bisa dapatkan update titik api selama lima menit. Yang paling penting adalah posisi pergerakan personel dilapangan bisa termonitor,” kata Sigit.

Sebelum mengakhiri pemaparannya, Sigit menegaskan bahwa, seluruh stakeholder harus memiliki kesamaan visi dan misi terkait menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi soal melakukan manajemen risiko bencana alam. Sigit pun melantunkan pantun untuk mengakhiri paparannya.

“Hujan gerimis tiada henti, paling enak minum cokelat. Mari bersinergi untuk melindungi, menghadirkan negara di tengah rakyat,” tutup Sigit.(*)

Categories
Bencana Daerah

Korban Meninggal Dunia Pasca Gempa Cianjur Capai 321 Orang

Koran Jurnal, Cianjur –  Tim gabungan pencarian dan pertolongan kembali berhasil menemukan 3 jasad korban pada Minggu (27/11). Penemuan jasad tersebut menambah data korban meninggal dunia sementara hingga pukul 17.00 WIB sebanyak 321 orang.

“Hari ini ditemukan 3 jenazah sehingga catatan kita semua, berarti dengan ditemukan 3, yang meninggal dunia menjadi 321 orang,” ujar Kepala BNPB Suharyanto dalam konferensi pers Update Penanganan Gempa Bumi M5,6 Cianjur, Minggu (27/11/2022).

Kemudian untuk korban hilang yang sebelumnya 14 orang berkurang menjadi 11 orang.

Satuan tugas gabungan juga telah berhasil mengidentifikasi titik pengungsiandengan akumulasi sebanyak 325 titik yang tersebar di 15 kecamatan.

Jumlah pengungsi 73.874 orang dengan rincian pengungsi laki-laki 33.713 orang dan pengungsi perempuan 40.161 orang.

Sementara untuk infrastruktur yang rusak berat 27.434 rumah, rusak sedang 13.070  dan rusak ringan 22.124 rumah, sehingga total rumah rusak sebanyak 62.628 rumah.

“Tentu saja data ini akan terus berkembang sesuai dengan oendataan tim di lapangan,” kata Suharyanto.

BNPB juga terus mendorong pendistribusian logistik secara bertahap kepada warga terdampak gempa M5,6 Kabuoaten Cianjur.

“Terkait distribusi logistik semakin hari kian membaik. Sementara untuk tenda, secara bertahap kami akan terus menambah bantuan dan personil distribusi,”

Suharyanto juga memastikan lokasi pengungsian yang dilaporkan belum mendapat bantuan, akan segera terpenuhi kebutuhannya.

“Pendistribusian secara berjenjang mulai dari kepala desa sampai dengan kabupaten mudah-mudahan dapat menjadi lebih baik untuk proses distribusi bantuan,” jelas Suharyanto.

Hari ini juga Minggu (27/11), Kepala BNPB kembali menyambangi pos pengungsian di Kecamatan Pacet dan Sukatani menggunakan sepeda motor. Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB juga memberikan bantuan kepada warga mengungsi.

Terkait dengan relokasi warga yang rumahnya rusak berat, saat ini BNPB bersama instansi terkait secara pararel sedang melakukan pendataan.

“Untuk yang relokasi sudah mendapat lahan sekitar 2 hektar. Semoga minggu depan sudah mulai pembangunan,” jelas Suharyanto.

Dirinya juga menambahkan, bagi warga yang ingin mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga untuk sementara waktu, akan mendapatkan bantuan dana tunggu hunian sebesar Rp500 ribu.

Abdul Muhari, Ph.D.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

#SiapUntukSelamat
#KitaJagaAlamJagaKita
#BudayaSadarBencana
#BersatuLawanCOVID19
#AyoPakaiMasker
#AyoSegeraBooster
#Pulihbersamapulihlebihkuat
#DariIndonesiaduniapulihbersama

Categories
Kesehatan Megapolitan

BNPB Pastikan Alur Kepulangan Delegasi G20 di Bandara Ngurah Rai, Aman dari Virus PMK dan Covid-19

Koran Jurnal, Bali – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan peninjauan kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, pada Selasa (15/11), jelang kepulangan para delegasi G20 dan juga wisatawan mancanegara lainnya.

Tinjauan kali ini dimulai dengan melihat fasilitas yang disiapkan pengelola bandara terkait pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) seperti, lokasi penempatan publikasi penanganan penyakit mulut dan kuku, kemudian titik-titik karpet disinfeksi yang akan dilalui oleh penumpang dipastikan telah semprotkan cairan disinfektan sebagai salah satu upaya penerapan biosecurity.

Selanjutnya pengecekan barang bawaan penumpang melalui x-ray yang mampu mendeteksi adanya daging mentah maupun produk olahan daging lainnya, kemudian jika ditemukan akan dilakukan tindakan lebih lanjut. Selanjutnya melakukan peninjauan posko terpadu yang terdapat di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan mengatakan, saat ini Bali sedang menjadi sorotan dunia dengan adanya agenda G20, sehingga perlu adanya langkah-langkah yang masif guna penanganan delegasi maupun wisatawan yang keluar dari Bali.

“Bali menjadi barometer nasional dan dunia, terlebih adanya G20 perhatian tertuju kepada Bali. Oleh karena itu jangan sampai kepulangan wisatawan asing menjadi sarana penularan virus PMK dan Covid,” kata Fajar disela-sela diskusi dengan jajaran yang bertugas di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (14/11/2022).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan BNPB sebagai yang ditunjuk menjadi Satgas penanganan Covid-19 serta Satgas penanganan PMK terus melaksanakan pengawasan dan jika terjadi sesuatu akan mengambil tindakan penanganannya.

“BNPB melakukan pengawasan atas surat edaran yang telah dikeluarkan selama ini apakah dijalankan, utamanya selama G20 berlangsung, jika ada kendala diharapkan langsung berkoordinasi untuk dilakukan tindakan lebih lanjut,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama Raditya Jati selaku Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB mengimbau jelang kepulangan para delegasi agar maskapai penerbangan lebih memperketat pengecekan barang bawaan penumpang.

“Beberapa hari ke depan, harapannya untuk airlines khususnya di counter check in agar memperketat pengecekan, dengan juga menanyakan kepada penumpang apakah membawa daging mentah atau produk olahan daging,” ungkap Radit.

Tinjauan lapangan ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, jajaran pejabat tinggi BNPB, Tenaga Ahli BNPB, jajaran Satgas Covid-19, jajaran Satgas PMK, jajaran BPBD Provinsi Bali, jajaran Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, jajaran Badan Karantina Pertanian Bandara I Gusti Ngurah Rai dan jajaran pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Tingkatkan Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Selama Gelaran G20

Setelah meninjau Bandara I Gusti Ngurah Rai rombongan melanjutkan perjalanan menuju Posko BNPB di kawasan Puja Mandala, Nusa Dua. Guna melakukan pemantauan personil dan peralatan yang disiapkan oleh BNPB beserta lembaga terkait untuk mendukung perhelatan G20.

Saat tiba di posko, Fajar Setyawan menjelaskan, BNPB menerjunkan tim dan posko lapangan dibeberapa titik baik di Pulau Bali, Pulau Lombok dan Pulau Jawa yang menjadi pintu masuk dan keluar menuju Bali.

“BNPB melakukan penguatan dukungan yang menunjang pagelaran G20, terkait protokol kesehatan Covid, penanganan PMK dan tentunya bencana alam,” ucap Fajar.

Menurutnya BNPB akan bersiaga sejak sebelum puncak kegiatan G20 hingga selesai, sebagai bentuk langkah kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi.

“BNPB harus siap siaga di daerah pelaksanaan, nantinya ketika dibutuhkan kita dapat memberikan penanganan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

“Keselamatan adalah prioritas utama baik VVIP, VIP hingga masyarakat. SOP telah dibuat, sehingga ketika terjadi bencana jangan menunggu komando tapi secara otomatis langsung melaksanakan tugasnya masing-masing,” tutur Fajar.

Kemudian, Raditya yang turut mendampingi, berujar, panduan dan rencana kontinjensi yang telah disusun sebelumnya diharapkan dapat menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kebijakan yang terlibat penanganan bencana di Bali.

“Ancaman gempa bumi sudah dipetakan, sudah dilatih dalam Tabletop Exercise dan Tactical Floor Game, sudah ada rencana kontijensi dari saat terjadi bencana sampai dengan evakuasi,” ujar Radit.

“Panduan yang sudah telah dihasilkan akan menjadi panduan bagi semua yang ada di lapangan ketika terjadi bencana,” pungkasnya.(Pusd)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Kepala BNPB Lepas Tim Kesehatan untuk Pakistan

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memberikan dukungan kemanusiaan kepada Pemerintah Pakistan, untuk pemulihan sekaligus meringankan beban penderitaan masyarakat terdampak banjir bandang yang dipicu oleh hujan monsun sejak Juni 2022.

Adapun bentuk dukungan yang diberikan kali ini adalah tenaga kesehatan sebanyak 29 personel dari komponen pentaheliks yang meliputi 10 dari TNI, 6 dari Polri, 2 dari Universitas Andalas, 6 dari MDMC dan 5 dari Kementerian Kesehatan RI.

Dukungan tenaga medis tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo, usai melepas bantuan kemanusiaan untuk Pemerintah Pakistan yang berisi logistik, peralatan dan dana senilai 1 juta dolar pada Senin (27/9). Pemerintah Pakistan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., melepas secara simbolis para tenaga kesehatan itu dengan menyematkan rompi kepada perwakilan dari masing-masing personel di Aula Sutopo Purwonugroho, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (6/10).

“Hari ini saya melepas tim medis, bantuan kemanusiaan ke Pakistan. Ini sebagai tindak lanjut, kita ketahui bersama pada 27 September 2022, bapak Presiden Joko Widodo sudah melepas bantuan kemanusiaan ke Pakistan, waktu itu diberangkatkan dua pesawat yang membawa bahan kebutuhan atau logistik yang diperlukan para pengungsi di Pakistan,”

Menurut Kepala BNPB, bantuan tim kesehatan ini juga dikirimkan atas permintaan langsung Pemerintah Pakistan ke Pemerintah Republik Indonesia melalui Presiden Joko Widodo. Tim kesehatan ini akan bertugas selama satu bulan penuh di Karachi, sebagai wilayah terdampak paling parah.

Sesuai rencana, tim kesehatan akan diberangkatkan melalui pesawat Garuda Indonesia dari Lanud Halim Perdanakusuma pada Kamis (6/10) dini hari pukul 01.00 WIB. Dari Jakarta, tim kesehatan akan mendarat dan bertugas di Karachi, Ibu Kota Provinsi Sindh, sebagai wilayah terdampak paling parah.

“Atas permintaan Pemerintah Pakistan dan disetujui Presiden Joko Widodo, Pemerintah Indonesia pun mengirimkan tim kesehatan,” jelas Suharyanto.

“Akan berangkat nanti malam pukul 01.00 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia langsung ke Karachi. Kenapa di Karachi karena wilayah terdampak paling parah ini ada Provinsi Sindh,” tambah Suharyanto.

Tim Terbesar yang Pernah Dikirim Indonesia

Tim kesehatan yang dikirimkan ke Pakistan ini menurut Suharyanto merupakan tim terbesar yang pernah dikirimkan Indonesia kepada negara lain dalam penanggulangan bencana alam. Tim kesehatan ini akan melaksanakan tugas kemanusiaan selama satu bulan.

Selain tragedi banjir bandang Pakistan 2022, Pemerintah Indonesia sebelumnya juga pernah membantu penanggulangan bencana alam yang sama di Pakistan pada tahun 2010 silam.

“29 orang tim kesehatan ini merupakan tim terbesar yang pernah dikirimkan Indonesia untuk membantu penanganan bencana alam di negara lain,” jelas Suharyanto.

“Mereka akan melaksanakan tugas selama 1 bulan. Mudah-mudahan kehadiran tim kesehatan dari Indonesia ini dapat sedikit meringankan penderitaan saudara-saudara kita warga Pakistan,” tambah Suharyanto.

Melalui tim kesehatan yang akan dikirimkan ke Pakistan, Suharyanto berharap bahwa mereka mampu memberikan yang terbaik bagi saudara-saudara yang membutuhkan dan membawa nama baik Indonesia di mata dunia.

“Jaga nama Merah Putih di sana. Kita punya budaya yang selalu menyatu dengan masyarakat di mana kita bertugas. Kami yakin tim kesehatan ini bisa bersatu dengan masyarakat,” pungkas Suharyanto.(pusd)

Categories
Megapolitan Ragam

BNPB Raih Dua Penghargaan BKN Award

Koran Jurnal, Jakarta – Manajemen sumber daya manusia menjadi salah satu kunci optimalisasi penanggulangan bencana yang profesional dan akuntabel. Langkah ini diwujudkan BNPB saat meraih penghargaan BKN Award 2022.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meraih dua penghargaan dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Award dengan kategori Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) Terbaik dan peringkat ke-3 Implementasi Manajemen Kinerja. Sekretaris Utama BNPB Dr. Lilik Kurniawan menerima penghargaan tersebut dari Plt. Kepala BKN Bima Haria Wibisana di Jakarta, Senin (5/9/2022).

Pada saat menerima penghargaan tersebut, Lilik menyampaikan apresiasi kepada jajarannya, khususnya kinerja Biro Sumber Daya Manusia dan Umum BNPB. Lilik juga berpesan, pencapaian ini harus terus ditingkatkan dan dikembangkan pada kinerja ASN di lingkungan BNPB sehingga pencapaian target terbaik dapat diraih pada tahun berikutnya.

Sebagai upaya untuk terus meningkatkan ASN ber-AKHLAK, BNPB juga memiliki para agen perubahan untuk meningkatkan kualitas penanggulangan bencana yang lebih baik di Indonesia.(pusd)

 

Categories
Daerah Jurnal Lain-lain

Kepala BNPB Letjen Suharyanto Sambangi Pengungsi Gempa dan Bagikan Sembako di Stadion Manakarra Mamuju

Koran Jurnal, Mamuju – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., menyambangi lokasi pengungsian warga di Stadion Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (9/6/2022).

Pada peninjauan tersebut, Suharyanto berkeliling melihat kondisi tenda-tenda yang didirikan setelah terjadi gempa bumi M 5.8 Mamuju pada Rabu (8/6). Sesekali, Suharyanto melakukan dialog singkat dengan warga yang mengungsi untuk mendapatkan informasi penting di lapangan.

Dalam dialog tersebut, Suharyanto mendapati kesaksian warga yang merasa masih trauma dengan gempa bumi M 6.2 Mamuju pada Januari 2021 lalu. Kepala BNPB meminta agar masyarakat tidak larut dalam ketakutan, dan kembali ke rumah masing-masing dengan tetap waspada.

Kepala BNPB menyampaikan bahwa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memastikan gempa bumi M 5.8 kemarin tidak berpotensi tsunami. Di sisi lain, gempa susulan juga minim terjadi dengan kekuatan yang semakin kecil. Sehingga masyarakat dipastikan aman apabila kembali ke rumah, dengan catatan tetap harus waspada karena Mamuju dan wilayah Sulawesi Barat merupakan daerah rawan gempa bumi sedang hingga tinggi.

“Sudah. Tidak usah panik, ya bapak dan ibu. Sudah aman. Tidak ada tsunami,” kata Suharyanto.

Pada kesempatan itu Suharyanto juga menyerahkan bantuan logistik dan permakanan yang langsung dapat dimanfaatkan oleh warga. Beberapa jenis bantuan yang diserahkan itu berupa tenda pengungsi 10 unit, makanan tambahan gizi 174 paket, paket perlengkapan bayi 110 paket, perlengkapan keluarga 68 paket, masker 3.600 lembar, kantong jenazah 65 lembar, selimut 500 buah, matras 300 buah hingga rendang sebanyak 300 paket. Selain itu, Suharyanto juga menyampaikan dukungan untuk dapur umum berupa beras ukuran 5 kg sebanyak 500 paket, mie instan 500 dus dan air mineral 500 dus.

“Logistik yang kami bawa ini langsung bisa digunakan. Sehingga kami pastikan kebutuhan dasar bagi warga pengungsian ini bisa dipenuhi,” jelas Suharyanto.

Stadion Manakarra telah menampung sebanyak kurang lebih 1.185 warga atas gempa bumi M 5.8 kemarin. Tim gabungan dari unsur forkopimda telah mendirikan beberapa tenda darurat guna tempat evakuasi sementara, dapur umum, posko kesehatan dan tenda khusus trauma healing bagi anak-anak.

Hasil kaji cepat dan pendataan sementara di Kabupaten Mamuju ada 70 unit rumah rusak akibat terdampak gempa bumi M 5.8, 1 tempat ibadah rusak dan 4 gedung pemerintah rusak. Sementara itu 17 orang harus dilarikan ke RS Bhayangkara karena mengalami luka-luka terkena reruntuhan bangunan saat terjadi gempa bumi.(pusd)

Categories
Daerah Kesehatan TNI

Meski Hari Libur, Relawan Prokes Merauke Tetap Jalankan Aktivitas Distribusikan Masker ke Masyarakat

Koran Jurnal, Merauke – Warga beraktivitas di hari Minggu (3/10) menjadi perhatian Sub Satuan Tugas Protokol Kesehatan Merauke. Pendistribusian masker menyasar warga yang akan beribadah di gereja, tempat penyelenggaraan PON XX dan warga yang berada di pinggir jalan untuk menyambut Presiden RI Joko Widodo.

Para relawan memulai aktivitas pada pagi hari untuk membagikan masker kepada warga yang akan beribadah. Mereka berada di gerbang bersama pengelola gereja untuk memastikan jemaatnya dalam kondisi sehat. Sebelum memasuki gereja, mereka mendapatkan masker dari relawan. Kemudian mereka mencuci tangan dan mendapatkan pengecekan suhu dari petugas sebelum memasuki gereja.

Pembagian masker ini menjadi perhatian Ketua Sub Satuan Tugas Protokol Kesehatan (Satgas Prokes) wilayah Merauke Agus Riyanto, S.T., M.M. pada rapat koordinasi di pos komando pada Sabtu sore (2/10).

“Entitas keagamaan pada hari Jum’at sudah dilaksanakan di masjid pada saat pelaksanaan solat Jumat dan besok diharapkan dapat menyasar entitas keagamaan lain saat ibadah di hari Minggu,” pesan Agus.

Relawan prokes membagikan masker kepada jemaat di beberapa gereja, di antaranya gereja katolik katedral, gereja jemaat Pniel dan jemaat Karmel.

Tak hanya di tempat ibadah, relawan dari berbagai organisasi nonpemerintah yang dibantu dinas terkait dan personel TNI mendistribusikan masker di gerai masker. Gerai yang telah dipersiapkan dan didukung relawan menyambut antusias warga yang ingin memasuki tempat pertandingan. Mereka mengimbau para warga untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak saat memasuki gedung. Penonton juga diarahkan panitia untuk tidak duduk pada tempat yang telah diberi tanda silang.

Sementara itu, Sub Satgas Prokes juga membagikan masker kepada warga di wilayah Sota, Kabupaten Merauke. Kegiatan ini bertepatan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota. Wakil Sub Satgas Prokes Merauke Drs. Lilis Adi Sulistianto, M.Si. bersama relawan mengimbau warga untuk tidak berkerumun saat menyambut Presiden. Pihaknya telah membagikan masker kepada warga sebelum rombongan Presiden tiba di PLBN Sota.(Pusd/red)