Categories
TNI

Pushidros TNI AL Terima Kunjungan Kerja Staf Kemenko Marves dan Oceanx 

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menerima kunjungan kerja Staf Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) RI dan OceanX bertempat diruang rapat Danpushidrosal, Jakarta Utara, Rabu (8/2/2023) kemarin.

Pada kunjungan tersebut Staf dari Kemenkomarves RI terdiri dari PIC Riset OceanX Anisa dan PIC perijinan Henny. Sementara dari Oceanx terdiri dari Vice Chairman OceanX Mr. Vincent, Media Associate OceanX Mr. Dj. Bergo serta Head of Marine Operation OceanX Mr. Gerald.

OceanX adalah lembaga non pemerintah Internasional yang diketuai dan dibiayai oleh Ray Dalio yang digandeng Kemenkomarves sejak perhelatan G20 di Bali dengan visi untuk membuat sebuah komunitas global para penjelajah, ilmuwan dan pencerita yang berinteraksi dengan erat untuk mendidik, menginspirasi dan melindungi laut guna menuju arah perubahan yang positif.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mendiskusikan rencana kolaborasi Indonesia dan Oceanx dalam riset maritim Oceanx Expedition di perairan Indonesia.

Kedatangan diterima oleh Wakil Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Wadanpushidrosal) Laksamana Muda TNI Budi Purwanto yang didampingi oleh Asopssurta Danpushidrosal, Aspamkersamtas Danpushidrosal, Kadishidro Pushidrosal, Pabanlat Sopssurta, Kadispeta Pushidrosal, Kapusdalpos Pushidrosal dan Perwira Pushidrosal yang terkait.

Komandan Pushidrosal (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wadanpushidrosal antara lain menyampaikan bahwa terima kasih kepada Kemenkomarves yang telah memberikan kesempatan kepada Pushidrosal untuk menjadi bagian dari kerja sama ini yang sangat didukung oleh Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan.

Ditambahkannya, kerja sama ini sangat penting bagi kepentingan nasional indonesia dan juga bagi masyarakat global. seluruh pemangku kepentingan nasional telah menyatakan dukungannya terhadap ekspedisi ini. pushidrosal akan selalu memberikan sumber daya, kompetensi, jaringan dan segala bentuk bantuan yang mungkin diperlukan untuk mencapai tujuan dan sasaran penelitian maritim ini.

Lebih lanjut Danpushidrosal menyampaikan bahwa Kolaborasi penelitian maritim ini sangat penting, tidak hanya untuk keselamatan navigasi, namun juga untuk mengembangkan pengetahuan kelautan dan mendukung ekonomi biru.

“Kami menyadari bahwa hanya sebagian kecil dari perairan Indonesia yang telah dieksplorasi. Oleh karena itu, kolaborasi Indonesia dan Oceanx dalam Oceanx Expedition akan memberikan tambahan data baru dan memperbaharui informasi kelautan. Terkait dengan perencanaan Ekspedisi Oceanx di perairan Indonesia, Pushidrosal akan berkontribusi dalam kerja sama riset maritim Indonesia-Oceanx,” pungkas orang nomor satu di jajaran Pushidrosal tersebut.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Tim Teknis Pushidros TNI AL Serahkan Dokumen Hasil Identifikasi dan Penetapan Perairan Pedalaman RI kepada Kemenko Marinves

Koran Jurnal, Jakarta – Bertempat di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu 8 September 2021, Pushidrosal sebagai wakil TNI AL dalam keanggotaan Tim Teknis Tim Teknis penyusunan identifikasi perairan pedalaman Indonesia yang terdiri dari Pushidrosal, BIG, KKP, DJ Hubla dgn supervisi dari Kemenko Marinves yg telah Bekerja semenjak tahun 2019.

Sebelum penyerahan secara resmi dokumen hasil pelaksanaan kajian dari Tim nasional, dilaksanakan penandatanganan Berita Acara Indentifikasi Calon Teluk Yuridis, Teluk Historis, Garis Penutup Sungai Dan Garis Penutup Pelabuhan sebagai bagian dari proses penetapan perairan pedalaman RI, yang memiliki arti pengesahan kesepakatan pada tingkat Kelembagaan Tim Teknis yang terlibat terkait hasil akhir dari penetapan Perairan Pedalaman RI.

Adapun Penetapan Perairan pedalaman merupakan implementasi dari pasal 50 UNCLOS 82 tentang perairan pedalaman suatu negara Kepulauan, yang dirasakan perlu untuk ditetapkan, agar secara yuridis formal dapat dijadikan sebagai landasan penetapan tata kelola yang dapat meliputi aspek pengelolaan tata ruang, akses perlintasan pelayaran, maupun perlindungan lingkungan hidup di wilayah perairan pedalaman..

Sebagai hasil akhir dari kegiatannya, Tim Teknis ini telah berhasil mengidentifikasi perairan pedalaman Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
a. Luas calon Teluk Yuridis
b. Jumlah calon Teluk Historis
c. Hasil Identifikasi Garis Penutup Mulut Sungai
d. Hasil Identifikasi Garis Penutup Pelabuhan

Pushidrosal bersama Tim Teknis Dalam melaksanakan pengkajian data Dan simulasi penarikan Garis-garis tersebut merujuk kepada informasi dan data yang telah dicantumkan pada Peta Laut Indonesia dan publikasi nautika, yang secara rutin di produksi dan diterbitkan oleh Pushidrosal sebagai Lembaga yang memiliki fungsi Nasional dalam menyediakan pelayanan pemetaan untuk kepentingan navigasi dan pelayaran maupun untuk kepentingan nasional lainnya seperti publikasi navigasi tentang, Alur Kepulauan Indonesia, Traffic Separation Scheme, Area Berlabuh, Delimitasi dengan negara tetangga, dan sebagainya. Peta Laut Kertas maupun Peta Navigasi Elektronik serta publikasi nautika dan navigasi yang diterbitkan dan di distribusikan oleh Pushidrosal kepada pengguna maritim mulai dari tingkat nasional, regional dan internasional, sehingga seluruhnya dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi standar internasional. Selain daripada itu, Pushidrosal juga merupakan Lembaga Nasional di bidang Hidrografi dan Pemetaan yang merupakan wakil tunggal Pemerintah RI dalam keanggotaan organisasi hidrografi internasional (IHO), organisasi kartografi internasional, maupun pada komisi hidrografi regional Samudera Hindia, Asia Pasifik dan Timur, Pasifik Selatan.

Selanjutnya, dokumen hasil identifikasi perairan pedalaman Indonesia ini akan diserahkan kepada Kemenko Marinves, dan kemudian akan dijadikan sebagai acuan dalam perencanaan tindak lanjut yang dapat berupa program legislasi nasional dalam upaya penetapan secara legal formal sesuai dengan tata perundang-undangan yang dapat berlaku, baik secara nasional maupun Internasional dengan harapan dapat mempertegas kewenangan hak Indonesia sebagai negara Kepulauan terbesar di dunia, maupun dalam aspek pengelolaan tata ruang maritim, pemanfaatan dan penegakan Hukumnya di seluruh wilayah perairan pedalaman Indonesia.(disp/red)