Categories
Featured TNI

Danpushidrosal Sambangi Menparekraf: Jalin Kerjasama Meningkatkan Wisata Bahari 

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat mengadakan kunjungan kerja ke Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Dr. Sandiaga Salahuddin Uno di kantor Kemenparekraf Jl. Medan Merdeka Barat No.17, Gambir, Jakarta, Selasa (08/03/2022).

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama antara kedua institusi yang selama ini sudah terjalin dengan baik serta untuk meningkatkan wisata bahari di tanah air.

Kunjungan kerja Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat yang didampingi Asisten Operasi Survei dan Pemetaan (Asopssurta) Pushidrosal Laksamana Pertama TNI Dyan Primana Sobaruddin, M.Sc, dan Kadispeta Dr. Oke Dwiyana Pribadi, kunjungan ini diterima langsung oleh Menparekraf RI Dr. Sandiaga Salahuddin Uno yang didampingi Deputi 1 Bidang Pemasaran Nia Niscaya, S.H, M.B.A, Direktur Hubungan Antar Lembaga Imam Santosa, serta Deputi 6 Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Ir. Rizky Handayani.

Pada kesempatan tersebut, Danpushidrosal menyampaikan secara umum tentang tugas pokok dan fungsi Pushidrosal yang merupakan lembaga Hidrografi nasional di bawah organisasi TNI AL. Salah satu fungsi yang terkait dengan Pariwisata adalah Fungsi pelayanan umum, dimana Pushidrosal sebagai penyedia resmi (official) Peta Laut Indonesia dan Publikasi Nautika untuk mendukung peningkatan Wisata Bahari.

Pushidrosal siap mendukung Kemenparekraf dalam setiap kegiatan yang berkaitan pariwisata perairan untuk mengembangkan pariwisata Indonesia, dengan menyediakan data berupa peta laut, baik peta kertas dan peta elektronik (ENC) maupun buku-buku nautika yang dibutuhkan.

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan Pushidrosal dalam mendukung pengembangan wisata bahari antara lain, kerja sama Pushidrosal dengan Carnival Group dalam penggunaan data ENC S 57 untuk meningkatkan kunjungan kapal pesiar (cruise), kegiatan survei Pushidrosal di Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata dengan status super prioritas, penyiapan Peta Laut baik bentuk Kertas maupun Peta elektronik untuk keperluan kapal-kapal Yacth dan Cruise, membangun portal Indonesia Hydrographic Data Centre (IHDC) yang merupakan layanan hidrografi dapat di akses secara terbuka oleh para pengguna maupun pemangku kepentingan baik nasional maupun internasional, serta kegiatan yang akan dilaksanakan Pushidrosal yaitu Ekspedisi Jala Citra II-2022 “BANDA”.

Sementara itu, Menparekraf sangat mengapresiasi kinerja Pushidrosal dan menyampaikan bahwa Kebijakan strategis Kemenparekraf dapat didukung dengan produk Pushidrosal berupa peta dengan data akurasi yang tinggi yang dapat dimanfaatkan dalam memasarkan spot-spot wisata bahari seperti diving, yacht, serta boat race. Untuk itu pihaknya akan meningkatkan kolaborasi dengan memperbarui PKS antara TNI AL dengan Kemenparekraf dalam hal ini Pushidrosal.(disp)

Categories
Ekonomi Hiburan

Menparekraf Ajak Pelaku Parekraf Banyuwangi Terapkan Protokol Kesehatan

Koran Jurnal, Banyuwangi – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengajak pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif terus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat sebagai bagian dari upaya pemulihan destinasi wisata di Banyuwangi, Jawa Timur.

Wishnutama Kusubandio dalam kegiatan “Rakor Penyelesaian Isu Pengembangan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi” Rabu (29/07/2020), mengatakan salah satu strategi wisata yang baik yakni tidak hanya membangun infrastruktur, membuat konsep promosi, dan membangun sumber daya, melainkan menciptakan daya tarik wisata yang baru bagi pariwisata Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

“Bisnis pariwisata adalah bisnis kepercayaan. Pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif Banyuwangi harus menjalankan protokol kesehatan dengan tanggung jawab sehingga mampu membangun kepercayaan dan rasa aman bagi wisatawan,” kata Wishnutama.

Wishnutama juga menyampaikan adanya perubahan tren baru pariwisata sesudah pandemi COVID-19 yang akan bermuara pada quality tourism atau perjalanan pariwisata yang lebih berkualitas. Untuk itu setiap daerah atau destinasi wisata harus betul-betul menerapkan protokol kesehatan, terutama destinasi yang nantinya banyak dikunjungi wisatawan.

“Kesehatan masyarakat dan produktivitas perekonomian harus dijalankan dengan seimbang. Mengingat perubahan pola wisatawan membuat setiap destinasi wisata mesti mengedepankan protokol kesehatan,” ujar Wishnutama.

Untuk mendukung kembalinya destinasi wisata di Banyuwangi, Kemenparekraf akan memfasilitasi penyediaan fasilitas kamar kecil di Alas Purwo dan kawasan Agrowisata di Tamansuruh. Serta, alat penunjang kebersihan dan keamanan seperti, penyediaan tempat cuci tangan, tempat sampah, toilet portable, masker, face shield, sarung tangan, baju APD, alat semprot, tenda, life ring buoy, tandu lipat, signage (papan himbauan), dan kacamata goggle.

Wishnutama menambahkan, Kemenparekraf juga terus membantu mengangkat destinasi wisata di Banyuwangi dalam berbagai bentuk program, misalnya dalam Festival Parekraf online melalui kegiatan Talk Show dengan Kepala Dinas Pariwisata yang salah satunya mengundang Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.

Selain itu, juga akan melakukan Fam Trip ke destinasi di Banyuwangi menggunakan jasa penyeberangan ASDP, Pelibatan Komunitas, kegiatan _flash sale_ serta B2C Epic sale yang dilakukan dengan mitra e-commerce.

Bupati Banyuwangi, Azwar Anas, mengatakan dengan bantuan yang diberikan oleh Kemenparekraf, pemulihan pariwisata dan ekonomi di Banyuwangi bisa segera pulih kembali hingga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Azwar menambahkan masyarakat Banyuwangi sebagian besar telah sadar untuk menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari penggunaan teknologi serta sertifikasi protokol kesehatan di berbagai bidang usaha.

“Kami telah membuat aplikasi panduan kesehatan serta sertifikasi kebersihan dan kesehatan dari dinas kesehatan meliputi hotel, homestay, café, restoran, dan warung makan,” kata Azwar.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan di masa adaptasi kebiasaan baru ini, diharapkan vaksin COVID-19 bisa segera berhasil diproduksi dalam waktu dekat sehingga sektor pariwisata kembali bangkit dan Luhut berharap kondisi pariwisata akan lebih baik dari sebelumnya.(hum/red)