Categories
Megapolitan

Tiga KRI Jajaran Pushidrosal Dukung Operasi SAR di Laut Jawa dan Perairan Anak Krakatau

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) mengerahkan tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) jajaran Pushidrosal, yakni KRI Dewa Kembar-932, KRI Spica-934, dan KRI Canopus-936, untuk mendukung pelaksanaan operasi Search and Rescue (SAR) TNI Angkatan Laut dalam pencarian dan pertolongan di wilayah perairan Indonesia.

Menurut Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., Ketiga KRI tersebut melaksanakan tugas dukungan berupa deteksi bawah air dan deteksi arus bawah permukaan untuk mendukung penyelam, serta menyediakan informasi hidro-oseanografi yang diperlukan dalam mendukung efektivitas pencarian dimana dalam pelaksanaan tugas berada di bawah kendali On Scene Commander (OSC) Danguskamlabar di lapangan.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan Pushidrosal dalam memperkuat operasi SAR, baik dalam penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa maupun operasi pencarian terhadap rombongan yang hilang kontak di sekitar perairan Anak Krakatau, Selat Sunda.

Dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8, KRI Canopus-936 dengan Komandan KRI Kolonel Laut (P) Indragiri Yani Wardhono, S.T., M.Sc., M.Tr.Opsla., dan KRI Spica-934 dengan Komandan KRI Letkol Laut (P) Alin Abimanyu, S.T., M.Ling., dikerahkan setelah kapal tersebut mengalami kecelakaan dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Sebelumnya, kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk dan mengalami kondisi miring sebelum kehilangan komunikasi. TNI Angkatan Laut kemudian memperkuat operasi SAR gabungan dengan mengerahkan sejumlah unsur KRI.

Sementara itu, KRI Dewa Kembar-932 dengan Komandan KRI Letkol Laut (P) Aris Priyadi, S.T., M.Tr.Opsla., turut dilibatkan dalam operasi SAR gabungan untuk mencari lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau. Dalam pelaksanaannya, operasi memperhatikan faktor keselamatan personel, kondisi cuaca, serta aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Keterlibatan KRI jajaran Pushidrosal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan hidro-oseanografi tidak hanya berperan dalam penyediaan data dan informasi kelautan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendukung operasi kemanusiaan, khususnya pencarian dan pertolongan di laut.

Melalui kemampuan survei dan dukungan data hidro-oseanografi, Pushidrosal terus memperkuat sinergi dengan unsur TNI Angkatan Laut dan instansi terkait guna membantu menciptakan operasi SAR yang terukur, aman, dan efektif.

Kesiapsiagaan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional dalam mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran serta memberikan kontribusi nyata terhadap tugas kemanusiaan di wilayah perairan Indonesia.(disp)

Categories
TNI

KRI Canopus-936 Laksanakan Pelayaran Perdana Menuju Indonesia

Koran Jurnal, Jerman – Kapal Bantu Hidro-Oseanografi terbaru milik TNI Angkatan Laut, KRI Canopus-936, melaksanakan pelayaran perdana dari Jerman menuju Indonesia sebagai bagian dari proses pengiriman kapal setelah menyelesaikan tahapan pembangunan dan pengujian di galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder Jerman, pada Sabtu (14/03/2026)

Pelayaran ini menjadi momentum penting dalam perjalanan kapal sebelum nantinya resmi memperkuat armada survei milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Selama perjalanan menuju tanah air, kapal akan menempuh rute pelayaran jarak jauh dengan beberapa persinggahan di pelabuhan internasional untuk keperluan logistik, koordinasi teknis, serta memastikan kesiapan operasional kapal hingga tiba di Indonesia.

Kehadiran KRI Canopus-936 diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kemampuan survei hidro-oseanografi nasional. Kapal ini dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan pengumpulan data kelautan, pemetaan dasar laut, serta penelitian hidro-oseanografi yang menjadi bagian penting dalam penyediaan informasi maritim yang akurat.

Pengoperasian kapal survei modern ini akan semakin memperkuat pelaksanaan tugas TNI AL dalam hal ini Pushidrosal, baik sebagai lembaga hidrografi militer maupun sebagai lembaga hidrografi nasional, khususnya dalam menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi, berupa peta laut maupun buku-buku publikasi nautika guna mendukung keselamatan navigasi pelayaran, operasi TNI Angkatan Laut, serta pengelolaan wilayah perairan Indonesia.

Keberadaan KRI Canopus-936 juga menjadi bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL di bidang survei dan pemetaan laut. Dengan dukungan teknologi survei yang lebih maju, diharapkan kegiatan pemetaan dan penelitian kelautan di wilayah perairan Indonesia dapat dilakukan secara lebih efektif dan akurat.

Pelayaran perdana ini menjadi langkah awal bagi KRI Canopus-936 sebelum nantinya mulai menjalankan berbagai misi survei dan penelitian kelautan dalam mendukung kepentingan maritim nasional.(disp)

Categories
TNI

KRI Canopus-936 Resmi Masuk Menjadi Alutsista Terbaru TNI Angkatan Laut

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut secara resmi menerima alutsista matra laut KRI Canopus-936 yang merupakan salah satu proyek pengadaan kapal Kementerian Pertahanan RI. Upacara penyerahan KRI Canopus-936 dilaksanakan di galangan PT. Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman dipimpin oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma. Kegiatan serah terima kapal dilaksanakan pada hari Kamis (12/2/2026) yang dirangkaikan dengan acara shipnaming dan pengukuhan Komandan KRI Canopus-936.

Wakasal menyampaikan sambutan Menteri Pertahanan RI yang menekankan bahwa pengadaan kapal ini merupakan salah satu bagian dalam rangka modernisasi alutsista TNI Angkatan Laut. Selain itu, penyerahan kapal ini merupakan tonggak pencapaian yang merefleksikan kuatnya kerja sama strategis antara Indonesia dan Jerman.

Pada kesempatan yang sama, Waketum PP Jalasenastri Ibu Ketty Erwin S. Aldedharma meresmikan pemberian nama KRI Canopus-936 yang ditandai dengan pemotongan pita dan pemecahan kendi sebagai simbolis peresmian nama kapal.

Kegiatan selanjutnya adalah Upacara pengukuhan Komandan KRI Canopus-936 kepada Kolonel Laut (P) Indragiri Yani W., S.T., M.Sc., M.Tr.Opsla yang menandai dimulainya masa operasional kapal perang tersebut dalam jajaran TNI Angkatan Laut. Kapal ini akan memperkuat kekuatan Kotama Pushidrosal dalam melaksanakan fungsi asasi melaksanakan operasi survei hidro-oseanografi dan mendukung pelaksanaan SAR maupun patroli keamanan laut.

Upacara serah terima, shipnaming dan pengukuhan tersebut dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman, Staf Ahli Kasal, Asisten Logistik Kasal, Wakil Komandan Pusat Hidro-oseanografi TNI AL, Wakil Asisten Logistik Panglima TNI, Direktur Indhan Dirjen Pothan Kemhan, Perwakilan Angkatan Laut Republik Federasi Jerman, Direktur Utama ANK dan CEO Abeking & Rasmussen.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan kunjungan ke kapal atau ship tour untuk mengenal lebih jauh kemampuan dari KRI Canopus-936. Beberapa teknologi canggih dan modern yang dimiliki oleh KRI Canopus-936 antara lain beberapa peralatan Unmanned seperti Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), Autonomous Surface Vehicle (ASV) ZBoat, Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Drone Lidar dan Multibeam Echosounder. Selain itu KRI Canopus-936 juga dilengkapi dengan persenjataan meriam 20 mm dan mitraliur 12.7 mm.

Kehadiran kapal ini diharapkan semakin meningkatkan kemampuan operasi laut, baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Pembangunan kapal ini merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam memperkuat postur pertahanan laut, selaras dengan perintah Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dimana KRI Canopus-936 tidak hanya menjadi wujud nyata kekuatan maritim TNI AL, tetapi juga komitmen nyata untuk semakin tegas menjaga kedaulatan NKRI.(disp)

Categories
Polhukam TNI

Danpushidrosal Tinjau Pembangunan KRI Canopus-936 di Jerman

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanyo, S.T., M.M., melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka peninjauan pembangunan Kapal Bantu Hidrografi dan Oseanografi (BHO) KRI Canopus-936 di galangan Abeking & Rasmussen, Jerman yang didampingi sejumlah pejabat terkait serta Satgas BHO.

Kegiatan dimulai dengan penyambutan resmi di Main Office Abeking & Rasmusse, dilanjutkan dengan paparan Dansatgas Yekda Kapal BHO mengenai perkembangan pembangunan kapal yang saat ini telah mencapai 86,09% dengan deviasi –4,89 Abeking & Rasmusse.

Dalam sesi diskusi, Danpushidrosal menegaskan pentingnya seluruh pengujian Sea Acceptance Test (SAT) dilaksanakan sesuai standar dan spesifikasi kontrak, khususnya terhadap peralatan ilmiah seperti Multibeam Echosounder (MBES) dan Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dan setiap capaian kedalaman harus memenuhi ketentuan teknis yang telah ditetapkan.

Abeking & Rasmusse berkomitmen membantu menyiapkan fasilitas penyimpanan, dengan penanganan senjata dan dangerous explosive goods secara terpisah. Athan RI Berlin menegaskan bahwa MOD Jerman akan menerbitkan dukungan administratif kepada galangan. Seluruh pihak sepakat untuk mendorong forwarder segera menetapkan agen lokal guna memperlancar proses pengiriman.

Dalam kegiatan familiarisasi, Danpushidrosal memberikan pengarahan kepada para calon awak kapal (Cawak). Beliau menekankan pentingnya penguasaan seluruh peralatan kapal BHO agar dapat dioperasikan secara maksimal. Pelatihan yang dilaksanakan di Jerman diharapkan mampu ditransfer secara efektif kepada gelombang pengawak berikutnya.

Cawak juga diminta melakukan pengecekan teknis yang detail terhadap kondisi kapal, serta melaporkan setiap temuan kepada Satgas. Sementara itu, beberapa kebutuhan teknis disampaikan oleh Cawak, antara lain perlunya pelatihan pengoperasian ROV (bukan hanya TOT), optimalisasi uji peralatan sesuai spesifikasi kedalaman (hingga 2000 m), kebutuhan technical assistance dari galangan, permintaan pemasangan reiling di boat deck dan tiang mast untuk keselamatan.

Rangkaian kunjungan diakhiri dengan peninjauan langsung kondisi KRI Canopus-936 di dermaga Abeking & Rasmusse serta ramah tamah bersama jajaran galangan. Danpushidrosal mengapresiasi upaya seluruh pihak dalam menjaga kualitas pembangunan kapal, sekaligus menegaskan komitmen Pushidrosal untuk memastikan KRI Canopus-936 siap beroperasi optimal sebagai kapal hidrografi modern milik TNI Angkatan Laut.(disp)