Categories
Pendidikan TNI

KSAL: Pendidikan Tingkatkan SDM yang Berkualitas dan Berdaya Saing

Koran Jurnal, Makassar – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali meresmikan pembangunan fasilitas Gedung Satuan Pendidikan (Satdik) 1, 2, dan 3 Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) serta pembangunan Sky Diving Simulator di Surabaya, bertempat di Markas Komando (Mako) Satdik 2 Kodiklatal, Makassar, Kamis (8/6/2023).

Dalam sambutannya, Kasal menyampaikan peran pendidikan sangatlah penting untuk melahirkan generasi muda yang berkualitas.

“Pemerintah telah menetapkan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan, sebagai salah satu program prioritas nasional, yaitu meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” ungkapnya.

Lebih lanjut KSAL menjelaskan bahwa untuk mendukung pembangunan SDM yang tangguh dan profesional, dibutuhkan kerja keras dan komitmen yang tinggi dari semua pihak. Kemajuan teknologi yang semakin pesat dan dinamika perkembangan lingkungan strategis yang semakin dinamis, tentunya akan menimbulkan tantangan tugas yang juga semakin kompleks dan tidak mudah.

Tujuan dibangunnya fasilitas ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi para calon prajurit TNI Angkatan Laut yang berasal dari seluruh penjuru nusantara.

“Jadi Satdik 1 berada di Tanjung Uban, Satdik 2 berada di Makassar dan Satdik 3 berada di Sorong, di mana keberadaan Satdik ini ditujukan untuk merekrut atau melaksanakan pengadaan personel, pengawak dari organisasi TNI AL, baik yang mengawaki alutsista maupun mereka yang akan mengawaki Pangkalan-Pangkalan, Posal-Posal, dan termasuk kantor-kantor yang berada di wilayah masing-masing,” ucap KSAL dihadapan awak media.

Selain peresmian pembangunan gedung Satdik, dalam kesempatan ini juga diresmikan Sky Diving Simulator 01 Di Surabaya. Pembangunan simulator ini dilaksanakan guna meningkatkan kecakapan prajurit dalam hal kemampuan terjun payung. Dengan adanya Sky Diving simulator ini diharapkan dapat memberikan pelatihan simulasi terjun payung yang lebih realistis dan aman, sehingga dapat mengasah keterampilan, melatih teknik penerjun serta meningkatkan kepercayaan diri prajurit sebelum melakukan terjun payung yang sebenarnya dalam penugasan.(disp)

Categories
Polhukam TNI

Monumen 4th MNEK Jadi Ikon Baru Kota Makassar 

Koran Jurnal, Jakarta – Monumen 4th Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) sebagai ikon baru masyarakat kota Makassar, yang berada di Center Point Of Indonesia (CPI), Makassar, diresmikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, Selasa (6/6/2023) kemarin.

Monumen 4th MNEK  tahun 2023 dengan bentuk bola dunia dan Komodo ini adalah hasil kerja dari prajurit TNI AL serta personel Angkatan Laut dari negara sahabat peserta the 4th MNEK 2023, yang dibangun selama kurang lebih satu bulan dibawah pimpinan Komandan Subsatgas Engineering Civic Action Program  (ENCAP) 2023  Kolonel Marinir Firman Gunawan.

Monumen  tersebut dibangun sebagai bukti bahwa  Angkatan Laut 36 negara peserta MNEK 2023 telah melaksanakan latihan multilateral non perang dengan mengedepankan kerja sama maritim di kawasan, penanggulangan bencana serta operasi kemanusiaan guna mempererat kerja sama antara TNI AL dengan negara negara sahabat peserta MNEK 2023.

Pembangunan monumen tersebut sekaligus menunjukkan sinergitas TNI Angkatan Laut dengan Pemerintah Daerah Kota Makassar serta Angkatan Laut negara sahabat sesuai dengan tema MNEK 2023 “Partnership To Recover And To Rise Stronger”.

Dengan suksesnya Kegiatan MNEK 2023 ini, TNI AL terus mendukung program pemerintah dalam upaya mewujudkan “Poros maritim dunia”, serta wujud aktualisasi kemitraan maritim dengan berbagai negara di seluruh dunia.

“Monumen ini sebagai simbol dan apresiasi atas partisipasi dari para delegasi dalam menyukseskan Multilateral Naval Exercise Komodo ke-4 Tahun 2023,” ujar KSAL menegaskan.(disp)

Categories
Polhukam TNI

The 5th IMSS 2023, TNI AL Bahas Eksplorasi Trend Tantangan Ketertiban dan Keamanan di Laut

Koran Jurnal, Makassar – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menyelenggarakan 5th International Maritime Security Symposium (IMSS) dalam The 4th MNEK 2023 yang diikuti 35 Delegasi Angkatan Laut dari negara sahabat, yang dibuka oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali bertempat di Phinisi Hall, Hotel Claro Makassar, Selasa (6/6/2023).

“Suatu kehormatan bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan simposium yang penting ini, dan rasa terima kasih saya sampaikan kepada seluruh peserta untuk berpartisipasi dalam 5th International Maritime Security Symposium 2023 yang merupakan agenda rutin dua tahunan TNI Angkatan Laut”, ungkap KSAL dalam sambutannya.

Lebih lanjut KSAL menyampaikan bahwa IMSS pada tahun ini memilih tema “Partnership To Recover and To Rise Stronger” yang bertujuan untuk mengeksplorasi perkembangan trend tantangan ketertiban dan keamanan laut, serta untuk membangun kerangka kerja sama keamanan maritim multilateral yang efektif, sehingga dapat diperoleh suatu konsep upaya mewujudkan ketertiban dan keamanan di laut.

Simposium internasional yang digagas TNI AL tersebut terbagi dalam 3 sesi diantaranya sesi-1 membahas Assessment and Monitoring Disaster In Regional, sesi ke-2 membahas Rapid Evolution Of Coordinated and Collective Response to Large Scale Disaster Emergencies dan sesi ke-3 membahas Sustainable Development And Blue Economy For Recovery And Rise Stronger From Pandemic.

“Ancaman keamanan non-tradisional terkait environmental security, food security, economic security, energy security, human security, maritime security, masih menjadi topik utama, yang disebabkan adanya keterkaitan dan memungkinkan terjadinya overlapping. Saya berharap melalui simposium ini kita semua dapat mengakui tantangan dan peluang untuk lebih memperluas kerja sama dalam rangka menjaga stabilitas keamanan,” ujar KSAL.(disp)

Categories
Militer TNI

Seaman Brotherhood, KSAL Berikan Penghargaan kepada Nahkoda MV Golden Ace

Koran Jurnal, Makassar – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali secara langsung mengucapkan terima kasih dan memberikan piagam penghargaan kepada nahkoda kapal MV Golden Ace yang turut membantu evakuasi para prajurit Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Hading-538 saat mengalami kebakaran di sekitar Perairan Selayar, bertempat di Mako Lantamal VI Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (4/6/2023) kemarin.

Nahkoda MV Golden Ace, Captain Johanes, menyampaikan kepada KSAL saat menerima berita keadaan tanda bahaya dari KRI Teluk Hading-538 melalui radio di channel 16. Captain Johannes segera memerintahkan Anak Buah Kapal (ABK) nya menuju titik koordinat yang telah diinformasikan oleh prajurit KRI Teluk Hading-538. Sesampai dilokasi kejadian, Captain Johanes bersama ABK dari MV Golden Ace segera mengevakuasi seluruh prajurit ke MV Golden Ace.

Captain Johanes juga menyampaikan rasa kagumnya kepada prajurit KRI Teluk Hading-538 yang kapalnya saat itu mengalami kebakaran. Semua prajurit terlihat tenang dan tidak panik, sehingga evakuasi berjalan dengan lancar.

Ketenangan dari para Prajurit KRI Teluk Hading-538 tersebut tidak lepas dari latihan yang setiap saat dilakukan oleh para prajurit TNI AL terutama yang bertugas di KRI, saat mengalami bahaya salah satunya saat terjadi kebakaran di kapal. Setiap prajurit sudah mengerti apa yang harus dilakukan, bagaimana cara menanggulanginya dan bagaimana cara menyelamatkan diri.

Didasarinya jiwa Seaman Brotherhood dan tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh Captain Johanes terhadap prajurit KRI Teluk Hading-358 tersebut, Kasal memberikan perhargaan berupa Koin penghargaan, Plakat dan Jaket Layar khas TNI AL. Semangat Seaman Brotherhood lainnya ditunjukkan oleh kapal-kapal lainnya yang berada di dekat lokasi kejadian saat itu diantaranya TB Bahtera Zalfa dan MV Green Wave yang juga turut standby untuk memberikan membantu.

Semangat Seaman Brotherhood ini merupakan wujud kerjasama yang baik antar sesama pengguna laut. Hal ini juga ditunjukkan TNI AL bersama 35 Angkatan Laut negara sahabat mulai tanggal 5-8 Juni 2023 melaksanakan kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023 di Makassar yang bertujuan melaksanakan latihan non perang dengan mengedepankan kerja sama bidang maritim, penanggulangan bencana, serta operasi kemanusiaan guna mempererat kerja sama antara TNI AL dengan angkatan laut negara-negara sahabat.(disp)

Categories
Militer Polhukam TNI

KRI Bung Karno-369 Resmi Perkuat Armada TNI AL, Megawati Soekarnoputri: Buat Saya dan Keluarga Besar sebuah Kebanggaan

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mendampingi Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri meresmikan pengoperasian Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Karno-369 sebagai kapal perang jenis Korvet yang akan memperkuat jajaran armada TNI AL.

“Pada hari ini Kamis 1 Juni 2023, dengan ini KRI Bung Karno dengan nomor 369 saya resmikan untuk jajaran TNI Angkatan Laut,” kata Megawati Soekarnoputri, dilanjutkan dengan pengguntingan pita serta pemecahan kendi, di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (1/6/2023).

Peresmian yang digelar bertepatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila 1 Juni itu turut disaksikan Putra-Putri Keluarga Besar Presiden RI Pertama, Ir. Soekarno, yaitu Guntur Soekarnoputra, Sukmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, serta kedua anak Megawati Soekarnoputri, Rizki Pratama (Mas Tatam) dan Puan Maharani (Ketua DPR RI).

Megawati Soekarnoputri mengatakan, peresmian KRI Bung Karno-369 menjadi sebuah kebanggaan bagi Keluarga Besar Presiden RI Pertama, Ir. Soekarno. Putri bapak Proklamator RI ini juga mengaku tak menyangka TNI AL memberi nama ayahnya (Bung Karno) pada sebuah KRI.

“Saya sebetulnya tidak menyangka, maksudnya TNI Angkatan Laut akan memberikan nama (KRI) kepada Presiden Pertama Doktor Ir. Soekarno. Jadi buat saya dan keluarga besar sebuah kebanggaan,” ujar Megawati dalam sambutannya sebelum peresmian.

Adapun penamaan KRI Bung Karno diharapkan dapat meneladani kebulatan tekad dan kegigihan Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dan menjaga kedaulatan negara.

Kapal korvet Bung Karno-369 hadir untuk memperkuat armada TNI AL yang akan dioperasionalkan dalam mendukung pelaksanaan operasi militer untuk perang (OMP), serta mendukung operasi militer selain perang (OMSP). Selain itu, korvet baru ini akan menggantikan kapal kepresidenan KRI Barakuda-633 yang sudah beroperasi selama 27 tahun.

Kapal ini dibangun oleh PT Karimun Anugrah Sejati, Batam. KRI buatan anak bangsa ini akan dipersenjatai dengan satu meriam leonardo 40 Mm, dua senapan mesin berat 20 Mm, dan dua peluncur rudal permukaan ke udara. KRI Bung Karno akan dilengkapi dengan torpedo dan sonar, serta dirancang mampu membawa helikopter Panther dan memiliki helidek yang mirip dengan korvet kelas Bung Tomo.

Dalam acara tersebut, juga dilaksanakan upacara pengukuhan Komandan KRI Bung Karno-369 oleh Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono. Yakni Letkol Laut (P) Krido Satrio Utomo menjadi Komandan KRI Bung Karno-369 yang pertama.

Categories
Polhukam TNI

Hadir di LIMA Exhibition, KSAL Bicarakan Kerjasama dengan Pemimpin Angkatan Laut Dunia

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menghadiri Upacara Pembukaan Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) Exhibition, bertempat di Langkawi, Malaysia, Selasa (23/5/2023).

LIMA Exhibition yang digelar di Malaysia ini, merupakan acara dua tahunan, pada tahun 2023 ini merupakan edisi ke-16, yang diselenggarakan mulai tanggal 23 sampai dengan 27 Mei 2023. Kegiatan ini merupakan salah satu pameran maritim dan kedirgantaraan terbesar di Asia-Pasifik.

Dalam rangkaiannya kegiatan LIMA 2023 juga dilaksanakan Chief of Navy Roundtable Talk dan diskusi para Kepala Angkatan Laut yang hadir dalam acara LIMA. Pada kegiatan ini juga Kasal beserta sejumlah pejabat TNI AL yang hadir, berkesempatan melaksanakan kunjungan ke booth pameran alutsista dari industri Pertahanan Republik Indonesia dan dari negara-negara peserta lainnya.

Pada kegiatan LIMA 2023 ini KSAL juga berkesempatan melaksanakan bilateral meeting dan membicarakan kerja sama pertahanan dengan sejumlah pimpinan Angkatan Laut Dunia.

Dalam bilateral meeting, KSAL melaksanakan pertemuan dengan Panglima Tentera Laut Diraja Malaysia (PTLDM) Laksamana Datuk Abdul Rahman bin Ayob, General Inspector French Joint Armed Forces VADM Stanislas de la Motte dan Deputy of Japan Maritime Staff Office VADM Tomohiko Madono.

Salah satu hal penting yang dibicarakan yaitu dalam waktu dekat Indonesia akan menggelar event internasional 4th Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023 pada bulan Juni mendatang, di wilayah Sulawesi Selatan.

“Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) merupakan latihan non-perang dengan mengedepankan kerja sama maritim di kawasan, penanggulangan bencana serta operasi kemanusiaan guna mempererat kerja sama antara TNI AL dengan Angkatan Laut negara-negara sahabat, selain itu juga merupakan salah satu program TNI AL dalam memperkuat hubungan internasional dan tugas diplomasi,” ungkap KSAL, dalam siaran pers dinas penerangan TNI-AL, Kamis (25/5/2023).(disp)

Categories
TNI

Dua Kapal Cepat Rudal 60 Meter Segera Perkuat Armada TNI Angkatan Laut

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memimpin pelaksanaan Shipnaming dua Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter, produksi dalam negeri PT. PAL Indonesia, yaitu KRI Kapak-625 dan KRI Panah-626, di Surabaya, Rabu (17/05/2023). Penamaan keduanya dibacakan oleh Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali dan ditandai dengan pemecahan kendi di kedua KRI.

Selangkah lagi, akan melaksanakan delivery dan bergabung dengan Armada TNI AL. Sebelumnya kedua kapal tersebut telah berhasil melalui rangkaian uji kelaikan Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Test (SAT), hingga Life Firing Test (LFT). Selain itu juga berhasil dinyatakan lulus dalam Commodore Inspection yang merupakan pengujian terakhir oleh para perwira tinggi dari Kementerian Pertahanan RI dan Markas Besar TNI AL.

Nama Kapak dan Panah, mengacu pada senjata tradisional khas Papua, yang digunakan untuk alat pertahanan diri maupun alat berburu, melambangkan keberanian, keterampilan dan keahlian bela diri. Selain itu merupakan wujud kecintaan dan kebanggaan bangsa Indonesia kepada masyarakat Papua, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI. Nantinya kedua kapal perang akan diproyeksikan memperkuat jajaran Satuan Kapal Cepat Koarmada III.

Filosofi kedua senjata ini selaras dengan fungsi asasi Kapal Cepat Rudal, sebagai kapal yang mampu melaksanakan manuver dan serangan cepat, dengan pukulan yang mematikan, sesuai dengan taktik Hit and Run di dalam peperangan anti kapal permukaan.

Hadirnya kedua kapal ini sebagai manifestasi dari upaya pemenuhan kebutuhan Alutsista TNI AL, sesuai dengan perencanaan strategis dan postur kekuatan yang telah ditetapkan. Selain itu, akan semakin meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI AL, sebagai komponen utama pertahanan negara, dalam mengamankan kepentingan nasional dan menjaga kedaulatan negara di laut.

Kedua kapal ini memiliki panjang keseluruhan 60 meter dengan lebar 8,10 meter dan tinggi 4,85 meter. Kapal ini mampu membawa muatan penuh 450 hingga 500 ton. Memiliki jarak jelajah 2.400 nautical mile dan mampu mengangkut 55 orang. KCR kelima dan keenam milik TNI AL ini juga telah dilengkapi dengan sistem persenjataan yang mampu mendeteksi sasaran/target baik di udara, permukaan, dan bawah laut dan mampu melaju dengan kecepatan maksimal 28 knot.

Dalam kesempatan ini, KSAL juga mengukuhkan Komandan yang pertama bagi kedua KRI tersebut yaitu Letkol Laut (P) Rahmat Arif sebagai Komandan KRI Kapak – 625 dan Letkol Laut (P) Irianto Kurnianto selaku Komandan KRI Panah – 626.(disp)

Categories
TNI

TNI AL Bangun Kluster Pertahanan di Perbatasan Jaga Kedaulatan NKRI

Koran Jurnal, Jakarta – TNI AL akan membangun cluster pertahanan di beberapa wilayah yang berbatasan dengan negara-negara tetangga. Pembangunan kluster pertahanan termasuk dalam program dari TNI AL membangun Kampung Bahari Nusantara (KBN).

“Untuk saat ini memang Kampung Bahari Nusantara ini baru ada 68, ini juga dari pangkalan-pangkalan TNI Angkatan Laut yang kelas A dan kelas B. Nantinya, untuk kluster pertahanan tentunya diutamakan untuk pulau-pulau terluar yang berbatasan dengan negara-negara tetangga. Mengapa itu penting karena itu terkait dengan pertahanan wilayah kedaulatan,” kata Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali saat mendampingi Wapres RI KH. Ma’ruf Amin dalam acara peresmian Kampung Bahari Nusantara secara serentak sejumlah 68 KBN di Satuan Komando Wilayah TNI AL (Satkowil TNI AL). Peresmian bertempat di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Senin, (15/5/2023).

Dengan dibentuknya Cluster Pertahanan maka, TNI AL akan membina para penduduk yang tinggal di wilayah perbatasan agar masyarakat memiliki sikap kesiagaan utamanya yang berkaitan dengan kedaulatan dan penegakan hukum,salah satu contoh dapat melaporkan apabila terjadi hal-hal yang terkait dengan kegiatan ilegal, terutama yang melanggar kedaulatan. “Jadi warga masyarakat tahu bagaimana wilayah negara batas-batasnya seperti apa dan melaporkan apabila terjadi hal-hal yang terkait dengan kegiatan ilegal terutama yang melanggar kedaulatan,” ujarnya.

Sementara itu di pulau-pulau yang tak berpenghuni, TNI AL akan menempatkan pasukan Marinir. Penempatan prajurit itu semata-mata untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI. “Di beberapa pulau yang tidak ada penduduk itu kita tempatkan pasukan Marinir. Ini juga untuk menjaga kedaulatan wilayah terutama di perbatasan,” jelas Kasal.

TNI AL menginisiasi program Kampung Bahari Nusantara sebagai wadah pembinaan wilayah pesisir. Agenda ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan ekonomi, kesehatan dan pendidikan, dalam rangka mewujudkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh serta kemanunggalan tni dengan rakyat dalam mendukung sistem pertahanan semesta. Sejalan dengan tema ”Kampung Bahari Nusantara TNI AL Siap Mendukung Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Masyarakat Maritim yang Sejahtera”. KBN menjadi program TNI AL yang sasarannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, pariwisata, ekonomi dan pertahanan.

Sehingga program KBN terdapat 5 cluster, yaitu pendidikan, ekonomi, kesehatan, pariwisata dan pertahanan sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan berbagai masalah kemiskinan di desa pesisir.(disp)

Categories
Militer TNI

KSAL Tekankan Sinergi Antar Angkatan Laut Negara ASEAN 

Koran Jurnal, Jakarta – Stabilitas dan perdamaian kawasan Indo-Pasific khususnya Kawasan Asia Tenggara menjadi topik pembicaraan yang dibahas dalam forum Asean Navy Chief’s Meeting (ANCM) ke-17 Tahun 2023 di Filipina yang dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, Kamis (11/5/2023).

Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali sebagai ketua delegasi TNI Angkatan Laut menyampaikan pandangan dan upaya yang dilakukan TNI AL  dalam memajukan kerja sama maritim ASEAN, serta berbagi pengalaman dan inisiatif yang dapat memperkuat sinergi di antara negara-negara anggota ASEAN.

Tiga hal strategis yang disampaikan yaitu mempromosikan kerjasama antara personil dibidang pelatihan, pendidikan, workshop, seminar dan dialog strategis. Hal kedua adalah kerjasama maritim dalam rangka peningkatan pemahaman bersama dan mengedepankan solusi damai guna menghadapi tantangan dan ancaman di kawasan. Dan terakhir adalah menjamin keberlangsungan lingkungan maritim untuk menjaga sumber daya kelautan dan menjaga biodiversity laut.

Kasal menjelaskan telah melaksanakan pertemuan-pertemuan secara intens agar lebih mudah dalam berkoordinasi melalui pelaksanaan latihan-latihan maupun patroli secara terkoordinasi khususnya di perbatasan-perbatasan antara Indonesia dengan negara ASEAN sehingga semuanya sepakat untuk menjaga stabilitas kawasan di laut khususnya negara ASEAN.

ANCM merupakan ajang tahunan yang memberikan kesempatan kepada Kepala Staf Angkatan Laut ASEAN untuk berdiskusi, bertukar pendapat, dan merumuskan langkah-langkah yang efektif dalam menjawab tantangan keamanan maritim regional. Dalam ANCM ke-17 ini, peserta mengeksplorasi tema utama “Synergi at Sea : Regional Cohesion for Peace and Stability“ yang mencerminkan pentingnya kolaborasi diantara negara-negara ASEAN untuk mencapai tujuan bersama dalam membangun keamanan dan stabilitas maritim.

Selain itu, TNI AL juga mengikuti International Fleet Review (IFR) dengan menghadirkan KRI I Gusti Ngurah Rai – 332 di Pelabuhan Subic, Filipina. Laksamana TNI Muhammad Ali beserta Kepala Staf Angkatan Laut negara ASEAN hadir untuk memberikan kehormatan diatas kapal Angkatan Laut Filipina Davao del Sur (LD-602) yang merupakan kapal buatan PT PAL, Indonesia.

Event berskala internasional ini akan berlangsung selama 3 hari hingga 12 Mei 2023. Dan TNI AL terus melaksanakan strategi diplomasi maritim guna mewujudkan pertahanan maritim melalui forum kerja sama strategis untuk memperluas kerja sama bilateral dan multilateral antara negara-negara ASEAN.

Turut mendampingi Kasal dalam event tersebut Asintel Kasal Mayjen TNI Mar Suaf Yanu, Asops Kasal Laksda TNI Denih Hendrata, Koorsahli Kasal Laksda TNI Tunggul Suropati, Waasrena Kasal Laksma TNI Hudiarto Krisno Utomo dan Paban V Straops dan Diplomasi Sopsal Kolonell Laut (P) Robert Marpaung.
(Disp)

Categories
Militer TNI

KSAL Kunjungi Italian Navy, Sepakat Tingkatkan Kerjasama Berbagai Bidang

Koran Jurnal, Italia – Pertemuan antara Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali dan Chief of Italian Navy Admiral Enrico Credendino menghasilkan kesepakatan untuk semakin meningkatkan kerjasama di berbagai bidang. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Markas Besar Angkatan Laut Italia, Palazzo Della Marina, Roma, Italia, Jum’at (05/05/2023).

Pertemuan kedua pimpinan Angkatan Laut ini berlangsung hangat dan akrab. Keduanya sepakat untuk semakin mempererat hubungan yang sudah terjalin sejak lama khususnya dalam membangun kesepahaman dan kerja sama antar kedua Angkatan Laut. Kerjasama yang telah terbangun selama ini tetap terus dipertahankan dan membuka peluang peningkatan bidang lainnya.

Berbagai potensi bidang kerja sama yang disepakati untuk dapat ditingkatkan antara lain bidang pendidikan dan latihan, pertukaran personel serta kunjungan kapal perang. Untuk merencanakan dan mewujudkan kerja sama tersebut, kedua pihak sepakat membentuk forum Navy to Navy Talk (NTNT) sebagai wadah pertemuan dan interaksi para staf.

Pada pertemuan tersebut, juga dibicarakan secara khusus undangan kepada Angkatan Laut Italia untuk ikut berpartisipasi pada Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023 yang diselenggarakan oleh TNI AL pada bulan Juni mendatang di Makassar. Admiral Credendino menyatakan keinginannya untuk menghadirkan kapal perangnya pada latihan tersebut.

Seperti diketahui pada pertengahan tahun 2023 ini, TNI AL akan menggelar sejumlah event internasional dibidang latihan dan symposium yaitu Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK), International Maritime Security Symposium (IMSS) dan International Fleet Review (IFR), dimana pertemuan ini akan berlangsung di Makassar dan diikuti oleh Angkatan Laut negara-negara sahabat.(disp)