Categories
Megapolitan

Bahas Kolaborasi Riset Kelautan Nasional, Komandan Pushidros TNI AL Rapat Bersama Menteri PPN/Bappenas 

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., menghadiri rapat bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., bertempat di Ruang Rapat Kantor Pusat Bappenas Jakarta Pusat, Kamis (2/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi riset kelautan nasional yang dihadiri antara lain Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio (Penasehat Kemendikti Saintek), Prof. Alex Soleman Wellem Retraubun (Universitas Patimura), Prof. Augy Syahailatua (BRIN), Prof. Jamaluddin Jompa (Rektor Universitas Hasanuddin), serta pejabat Bappenas di antaranya Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia & Kebudayaan Bpk. Pungkas Bahjuri Ali, Staf Khusus Menteri PPN Bpk. Gellwynn Jusuf, dan Perencana Ahli Utama Ibu Sri Yanti.

Dalam paparannya, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio menekankan pentingnya membangun pusat laboratorium kelautan terpadu yang dapat dimanfaatkan secara bersama oleh universitas-universitas dengan jurusan kelautan dan perikanan. Beliau juga mengusulkan dukungan anggaran bagi Pushidrosal guna memperkuat peran dalam riset kelautan nasional.

Sementara itu, Danpushidrosal memaparkan sejarah, peran, dan fungsi Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional, termasuk kontribusinya dalam penyediaan Peta Laut Indonesia (PLI) yang vital bagi perekonomian nasional. Danpushidrosal juga menegaskan peran Pushidrosal dalam penataan pipa dan kabel bawah laut, serta keterlibatan sebagai tim teknis perundingan batas maritim. Selain itu, ia menyampaikan bahwa aspek hidro-oseanografi kini masuk dalam RPJMN 2025–2029 di bawah Asta Cita 2.6 sebagai bagian dari prioritas nasional bidang pertahanan dan keamanan.

Dari kalangan akademisi, Prof. Jamaluddin Jompa (Rektor UNHAS) mengusulkan untuk menghidupkan kembali program Marine Science Education Project yang pernah dijalankan pemerintah 40 tahun lalu, guna mencetak kembali generasi ahli kelautan yang kini banyak memasuki masa purna tugas. Usulan ini diamini oleh Prof. Alex Soleman Wellem Retraubun (Universitas Patimura), yang menegaskan urgensi lahirnya Marine Science Education Project Jilid II. Menurutnya, program tersebut sangat penting untuk menutup kesenjangan akademik antara universitas di Jawa dan kawasan Indonesia Timur, sekaligus sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo terhadap peningkatan kualitas SDM.

Dari sisi riset, Prof. Augy Syahailatua (BRIN) menekankan bahwa sejak 2022 BRIN telah membentuk Pusat Kolaborasi Riset Ekosistem Perairan Indonesia Timur untuk mengoordinasikan berbagai kegiatan penelitian agar tidak terjadi tumpang tindih. Ia menilai perhatian Presiden pada riset kelautan merupakan momentum yang tepat untuk mempercepat program kolaborasi ini.

Menutup rapat, Menteri Bappenas Prof. Dr. Rachmat Pambudy menegaskan bahwa usulan kolaborasi riset dan pengembangan SDM kelautan perlu segera diformulasikan lebih tajam. Beliau mengarahkan agar proposal yang diajukan ke Bappenas disusun dengan terperinci sehingga dapat segera diproses sebagai bagian dari prioritas pembangunan nasional.

Rapat ini menjadi momentum penting dalam menyinergikan peran pemerintah, akademisi, lembaga riset, dan TNI AL dalam memperkuat ekosistem kelautan Indonesia, sekaligus menjawab tantangan regenerasi ahli dan pemanfaatan sumber daya kelautan bagi kemajuan bangsa.(disp)

Categories
Polhukam TNI

KSAL Berikan Brevet Kehormatan Hidro-Oseanografi kepada Tujuh Pejabat Negara RI

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memberikan brevet kehormatan hidro-oseanografi kepada tujuh Pejabat negara bertempat di Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, (19/10/2021).

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati 100 tahun Hari Hidrografi Dunia tahun 2021.

Pemberian Brevet kehormatan ini didasarkan atas kerjasama yang erat dan harmonis antara Pushidrosal dengan kementerian dan lembaga pemerintah dalam mendukung tugas pokok Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi militer dan lembaga Hidrografi nasional.

Ketujuh Pejabat negara tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, M. P. A., Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi, S.I.P., LL.M, Menteri Pertahanan, Letnan Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Menteri Kelautan dan Perikanan, Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M., IPU, Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Dr. Ir. H. Suharso Monoarfa, serta Panglima Tentara Nasional Indonesia, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya, Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P, Para Panglima Kotama TNI AL wilayah Jakarta, para pejabat Utama Mabes TNI AL, serta perwakilan pejabat dari Lembaga/Kementerian terkait.

Penyematan Brevet kehormatan hidro-oseanografi merupakan bentuk penghargaan kepada para pejabat negara atas dukungan, peran, serta kontribusi dalam turut memajukan dan mengembangkan Pushidrosal serta telah memberikan jasa, dan berkontribusi besar dalam mewujudkan kerjasama di bidang hidro-oseanografi secara nasional dan Internasional.

Selain itu, dengan penyematan brevet kehormatan secara resmi menetapkan pejabat negara tersebut sebagai warga kehormatan komunitas hidrografi. Hal ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dalam peningkatan motivasi dan semangat profesionalisme bidang hidrografi bagi seluruh personel Pushidrosal sebagai Kotama Pembinaan dan Operasi pada lingkup TNI AL dan pengembangan hidrografi pada tingkat nasional.(disp/red)