Categories
Polhukam

Ketua DPR RI Puan Maharani Tutup Perhelatan P20 Summit

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani secara resmi menutup perhelatan pertemuan Ketua Parlemen negara-negara G20 atau the 8th G20 Parliamentary Speaker’s Summit pada Jumat, 7 Oktober 2022. Hal ini sekaligus mengakhiri keketuaan Indonesia di P20 pada tahun 2022.

Perhelatan yang digelar selama dua hari tersebut telah sukses menghasilkan suatu babak baru dalam mengatasi berbagai permasalahan global melalui penguatan multilateralisme. Sesuai tema yang diusung yaitu Stronger Parliament for Sustainable Recovery, para Pemimpin Parlamen negara-negara anggota G20 sepakat untuk terus meningkatkan peran parlemen pada tataran global.

Selama dua hari diskusi, para pemimpin parlemen membahas isu-isu prioritas mulai dari pembangunan berkelanjutan, green economy, ketahanan pangan dan energi serta tantangan ekonomi, hingga kesetaraan gender.

Ketua DPR RI Puan Maharani yang menjadi chair pada setiap sesi diskusi mengatakan bahwa para parlemen dunia sepakat bahwa penguatan peran parlemen merupakan solusi dalam menghadapi situasi global yang sulit.

P20 Summit menghasilkan outcome document berupa Chair’s Summary yang menggarisbawahi beberapa hal sebagai berikut:

Multilateralisme merupakan kanal paling efektif untuk mengatasi ragam tantangan global bersama.

Perang dan konflik persenjataan merupakan ancaman atas keamanan dan tatanan global serta membawa dampak negatif terhadap ketahanan pangan, ketahanan energi, dan perekonomian global.

Mendesak negara-negara G20 untuk melipatgandakan upaya dalam mengatasi perbedaan, mempromosikan perdamaian, dan memperkuat pemulihan ekonomi.

Perlunya sarana pembiayaan yang efektif dan inovatif, termasuk keuangan campuran, untuk membantu mempersempit kesenjangan keuangan SDG.

Perlunya ekonomi digital yang inklusif, terbuka, adil, dan tidak diskriminatif dan memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan penanganan perubahan iklim.

Pentingnya realisasi komitmen negara-negara maju untuk segera memenuhi target USD 100 miliar/tahun hingga 2025 serta komitmen untuk transfer teknologi ke negara-negara berkembang.

Urgensi kesetaraan gender yang dapat mewujudkan kemakmuran yang lebih besar dan pembangunan berkelanjutan untuk semua.

Parlemen yang kuat adalah kunci bagi demokrasi yang kuat dan untuk memastikan bahwa kesejahteraan dan kesejahteraan warga negara berada di pusat pembuatan kebijakan dan legislasi.

Poin-poin yang tertuang dalam outcome document merupakan wujud komitmen bersama para pemimpin parlemen negara-negara G20, yang akan menjadi masukan bagi pemerintah RI khususnya dalam KTT G20 yang akan dilaksanakan pada bulan November tahun ini di Bali.

Ketua DPR RI juga menegaskan bahwa outcome document tersebut akan menjadi rujukan bagi parlemen negara-negara G20 dalam menyusun legislasi sekaligus menjadi referensi bagi pelaksanaan pertemuan P20 berikutnya yang akan diketuai oleh Parlemen India.(**)

Categories
Polhukam

Bilateral Meeting P20, Indonesia Ajak Perkuat Solidaritas Global

Koran Jurnal, Jakarta – Pertemuan Parliamentary Speaker’s Summit (P20) telah menjadi ruang dialog antar parlemen negara G20. Dalam pertemuan yang sudah dibuka sejak 5 Oktober 2022 lalu, mengemuka seruan untuk memperkuat solidaritas global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan saat ini dunia sedang berjuang untuk mengatasi krisis multidimensi. Oleh sebab itu, tantangan tersebut hanya dapat diatasi dengan semangat solidaritas.

“Kami berkumpul di sini hari ini karena dunia berubah dengan cepat. Kami menyebutnya sebagai perfect storm, yaitu krisis multidimensi yang cepat. Tantangan keamanan, ekonomi, dan lingkungan ini menunda upaya kita untuk mempercepat pemulihan,” ujar Airlangga.

Hal tersebut disampaikan Airlangga saat sambutan pada bilateral meeting Parliamentary Forum in the Context of the G20 Parliamentary Speaker’s Summit (P20), Rabu (5/10/2022).

Airlangga yang mewakili Pemerintah Indonesia tersebut mengingatkan bahwa negara-negara di dunia, khususnya G20, dapat menghadapi krisis pangan, inflasi, hingga perubahan iklim dengan mengedepankan solidaritas.

“Tantangan itu hanya bisa diatasi jika kita dipersatukan oleh rasa kemanusiaan dan solidaritas yang kuat. Saat kita berkumpul di sini, hari ini dunia melihat kita dengan harapan untuk membawa perbaikan bagi konstituen,” pungkasnya

Airlangga juga mengapresiasi pelaksanaan Parliamentary Speaker’s Summit (P20). Pertemuan tersebut, kata Airlangga, diharapkan mampu memberikan solusi komprehensif terhadap isu krisis global, khususnya di bidang ekonomi. Selain itu, P20 juga diharapkan mampu menjadi pedoman bagi negara yang hadir dalam KTT G20 mendatang.

Senada, Ketua DPR Puan Maharani mendorong seluruh delegasi negara G20 untuk berkolaborasi mengatasi gejolak ekonomi global.

“Sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan Parliamentary-20 (P20) tahun ini, DPR RI berkomitmen penuh untuk menyukseskan kontribusi parlemen dalam menyelesaikan berbagai krisis global, termasuk upaya dalam pemulihan pandemi Covid-19 yang inklusif dan berkelanjutan,” ucap Puan dalam keterangan persnya.

Maka dari itu, tambah Puan, multilateralisme dibutuhkan untuk membangun kolaborasi antar-negara yang efektif. Dengan multilateralisme dinilai akan bisa menjawab berbagai persoalan yang terjadi saat ini, seperti konflik geopolitik, perang dagang, serta krisis pangan dan energi.

Sebagai informasi, P20 mengangkat tema peran parlemen dalam memperkuat Multilateralisme di abad 21. Selain itu, P20 dihadiri oleh Presiden Inter-Parliamentary Union (IPU) Duarte Pacheco dan para Pimpinan Parlemen Negara G20, termasuk Speaker of The House of Commons Inggris, Sir Lindsay Harvey Hoyle.(**)

Categories
Polhukam

Konferensi P20 Jadi Nilai Tambah Bangsa Indonesia Membangun Negara Demokrasi yang Maju

Koran Jurnal, Jakarta – Parliamentary Speaker Summit at G20/P20 akan dilaksanakan pada 5-7 Oktober 2022 di Jakarta, rencananya dihadiri  36 negara yang terdiri dari 20 negara anggota P20 dan 16 negara non anggota P20 beserta berbagai  organisasi internasional lainnya  yang pembukaannya  akan dilaksanakan di Gedung Nusantara, DPR/MPR RI.

Ketua Umum APINDO (Asosiasi Penguasa Indonesia), Hariyadi Sukamdani ikut berkomentar dalam kesiapan dilaksanakannya P-20. Beliau mengatakan, terkait Indonesia menjadi tuan rumah pada P-20 merupakan hal yang patut diapresiasi. Pasalnya, hal tersebut adalah momen prestasi bagi bangsa yang menjadi kebanggaan tersendiri dan suatu kehormatan bagi Indonesia karena dapat dipercaya menjadi tuan rumah dalam peristiwa besar tersebut.

“Harapan saya, semoga pertemuan ini menjadi nilai tambah bagi bangsa kita sendiri yang telah diberi kepercayaan langsung menjadi tuan rumah pada P-20. Hal tersebut dinilai karena parlemen Indonesia  dalam demokrasi Indonesia saat ini memiliki peran relatif lebih dominan dibandingkan negara lainnya,” ungkap Hariyadi Sukamdani, Rabu (5/10/2022).

Ketum Hariyadi juga menyampaikan, dalam kegiatan positif ini, yang perlu dibangun adalah bagaimana parlemen bisa  menjalankan peran dan fungsinya yang justru membuat negara kita lebih maju.

“Maju dalam arti kata dapat menjamin keberadaan parlemen tersebut dalam menjalankan peran dan fungsinya  berjalan dengan kinerja yang baik untuk kemajuan bangsa,” jelas Hariyadi Sukamdani.

Dirinya berharap, semoga pembelajaran dan kinerja Parlemen terus menerus menjadi lebih baik dalam rangka kepentingan bangsa Indonesia yang lebih makmur dan sejahtera.

Sementara itu, Menurut Wakil Ketua BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen) DPR RI Ir. Achmad Hafisz Tohir, Forum P20 Summit dirancang untuk memberikan dukungan Parlemen terhadap penyelenggaraan dan implementasi hasil hasil pertemuan G20.

“G20 atau Group of Twenty adalah forum utama kerjasama ekonomi internasional yang beranggotakan negara dengan perekonomian besar di dunia. Terdiri dari 19 negara dan 1 wakil lembaga Uni Eropa. Sedang P20 adalah suatu Engagement Group G20 yang terdiri dari para Ketua Parlemen negara-negara anggota G20,” papar Hafisz Tohir dalam Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI ber tema “Peran Pers Dalam Menyukseskan P20 Stronger Parliaments For Sustainable.

Hafisz Tohir lebih rinci memaparkan, tujuan P20 antara lain untuk meningkatkan dimensi Parlemen untuk mendukung agenda global. Terutama yang dirumuskan di KTT G20. Serta untuk mendorong interaksi dan kerjasama yang lebih erat antara pemerintah dan parlemen dalam implementasi hasil pertemuan G20.

Dirinya berharap, bahwa penyelenggaraan P20 diyakini bisa memberikan citra positif bagi bangsa Indonesia, juga menjadi sumbangan bagi penyelesaian persoalan global akibat Covid-19, yakni krisis ekonomi, pangan, energi dan berbagai persoalan geopolitik. Hal tersebuta ditunjukkan oleh berbagai ketegangan antar negara, seperti Rusia kontra Ukraina.

Sebelumnya Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mengapresiasi  langkah Presiden Joko Widodo dalam pertemuan G7 dan pemimpin-pemimpin negara yang sedang berkonflik beberapa waktu lalu. Menurut Puan, langkah tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Puan menyampaikan, pertemuan P20 dengan tema ‘Stronger Parliament for Sustainable Recovery’ yang akan berlangsung pada 5-7 Oktober dii Jakarta dinilai sejalan dengan tema Presidensi G20, yaitu ‘Recover Together, Recover Stronger’. Dalam P20 akan dibahas empat isu prioritas yakni soal akselerasi pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau, ketahanan pangan dan energi, serta tantangan ekonomi, kemudian mengenai parlemen yang efektif dan demokrasi dinamis, hingga terkait inklusi sosial, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

“DPR RI akan memberikan perhatian dan fokus pada isu ketahanan pangan, yang menjadi bagian dari isu pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau,” terang Puan.

Menurutnya, bahwa kesepakatan P20 merupakan wujud komitmen bersama bahwa pemerintah berusaha membangun suatu dunia yang sehat dan aman, berusaha membangun suatu dunia, di mana setiap orang dapat hidup dalam suasana damai.(**)

Categories
Polhukam

Kesiapan Infrastruktur dan Keamanan Jelang Pembukaan Event P20

Koran Jurnal, Jakarta – Anggota BKSAP DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri menyatakan bahwa ajang P20 merupakan sebuah gelaran yang sangatlah bergengsi. Maka dari itu Indonesia sendiri akan benar-benar menunjukkan bagaimana kemampuannya dalam memimpin dan menyelenggarakan forum dengan sangat baik, termasuk juga bagaimana kontribusi untuk kepentingan nasional dalam diskusi internasional.

Beberapa persiapan pun juga dilakukan, salah satu persiapan yang dilakukan adalah pada segi infrastruktur demi bisa menyambut seluruh tamu delegasi dengan baik. DPR RI menggencarkan pengaspalan jalan di kompleks parlemen dan juga dilakukan beberapa perbaikan pada sejumlah gedung dan ruangan.

Irine menambahkan bahwa terdapat pula perbaikan pada beberapa bagian interior, utamanya yang memang menjadi Ruang Rapat Paripurna dan venue utama P20. Seluruhnya sudah dipersiapkan dengan sangat detail mulai dari bagaimana hal teknisnya. Semua itu demi bisa memberikan kenyamanan dan juga menjamin bahwa gelaran P20 di Jakarta menjadi pertemuan yang sangat berkualitas untuk seluruh delegasi.

Terkait aspek keamanan sendiri, menurut anggota BKSAP tersebut, DPR sudah sangat siap dan akan mampu mengkondisikan dengan sebaik mungkin. Bagaimana tidak, pasalnya Indonesia juga sempat menjadi tuan rumah dalam forum global, yakni tatkala pergelaran Inter-Parliamentary Union ke-144 dan nyatanya memang DPR RI mampu dengan sukses besar melaksanakannya meski di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menjelaskan kepada para perwakilan Duta Besar terkait protokol acara Sidang The 8th G20 Parlementary Speakers Summit atau P20.

Menurutnya, Protokol pelaksanaan penting diinformasikan kepada peserta sidang P20 mengenai mekanisme dan prosedur pelaksanaan P20.

“Kami jelaskan protokol acara tersebut mulai dari kehadiran di airport sampai dengan kepulangan, mekanisme persidangan-persidangan, sampai dengan cara-acara di luar persidangan. Jadi kami jelaskan semua mekanismenya, kemudian prosedur-prosedur yang harus dilakukan supaya kalau ada yang kurang jelas bisa diklarifikasi sekarang,” jelas Indra

Indra juga menjelaskan tentang jaminan keamanan untuk pelaksanaan P20 yang diselenggarakan di Senayan. Pihaknya akan bekerja sama dengan TNI, Polri, dan Badan Intelejen Negara (BIN) guna menjamin keamanan pelaksanaan P20 pada hari rabu hingga jumat (5-7 oktober 2022)

“Untuk jaminan keamanan kami bekerjasama dengan TNI, Polri, dan Badan Intelejen Negara untuk meminta bantuan dalam sisi pengamanan kegiatan ini,” ungkapnya.(**)

Categories
Polhukam

DPR RI Siap Gelar P20 dan Ajak Semua Pihak Sukseskan P20

Koran Jurnal, Jakarta – Indonesia siap memimpin perhelatan The 8th G20 Parliamentary Speaker Summit (P20) yang akan digelar pada 5-7 Oktober 2022 di Jakarta sebagai bagian dari rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Pimpinan DPR RI hari ini mengecek persiapan akhir penyelenggaraan The 8th G20 Parliamentary Speaker Summit (P20) yang akan digelar Rabu mendatang.

“Ini momen istimewa karena Indonesia belum pernah menjadi tuan rumah P20 sehingga kita harus memastikan semua delegasi dan tamu yang akan datang merasa nyaman saat mengikuti acara ini,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani dalam keterangan persnya di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/10/2022).

Ketua DPR RI pun sempat mencoba mengendarai Hyundai Ionic 5, mobil listrik yang akan digunakan sebagai kendaraan bagi delegasi P20. Sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s) yang menjadi agenda dunia.

“Penggunaan mobil listrik ini sejalan dengan salah satu tema utama yang akan dibahas dalam P20 yakni pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau. DPR ingin menunjukkan komitmen bahwa Indonesia serius dalam mengurangi emisi, oleh karena itu pimpinan DPR memohon kepada semua pihak untuk ikut mensukseskan perhelatan ini demi nama baik bangsa,” tuturnya.

Menurutnya, pada acara P20 nanti gedung kura-kura menjadi salah satu perhatian dari para delegasi dimana dalam setiap agenda P20 akan diadakan di gedung parlemen dari tuan rumah. Hal tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan sejarah gedung kura-kura tersebut.

“Tradisi P20 memang selalu diselenggarakan di gedung parlemen tuan rumah. Gedung Kura-kura dipilih sebagai lokasi utama karena kita ingin menunjukkan kepada delegasi mengenai sejarah gedung ini,” ucap Puan.

“Penyelenggaraan P20 akan menjadi momentum bagi Indonesia untuk membawa Gedung Kura-kura semakin mendunia,” lanjutnya.

Nantinya para delegasi akan menanam pohon yang akan menjadi simbol dukungan P20 untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. DPR juga akan menunjukkan aksi nyata dengan memberi contoh praktik perubahan penggunaan energi, termasuk dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dibangun untuk memenuhi tambahan kebutuhan listrik di lingkungan parlemen.

Sebelumnya Wakil Ketua BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen) DPR RI Ir. Achmad Hafisz Tohir, Forum P20 Summit dirancang untuk memberikan dukungan Parlemen terhadap penyelenggaraan dan implementasi hasil hasil pertemuan G20.

“G20 atau Group of Twenty adalah forum utama kerjasama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia. Terdiri dari 19 negara dan 1 wakil lembaga Uni Eropa. Sedang P20 adalah suatu Engagement Group G20 yang terdiri dari para Ketua Parlemen negara-negara anggota G20,” papar Hafisz Tohir dalam Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI bertema “Peran Pers Dalam Menyukseskan P20 Stronger Parliaments For Sustainable.”

Hafisz Tohir lebih rinci memaparkan, tujuan P20 antara lain untuk meningkatkan dimensi Parlemen untuk mendukung agenda global. Terutama yang dirumuskan di KTT G20. Serta untuk mendorong interaksi dan kerjasama yang lebih erat antara pemerintah dan parlemen dalam implementasi hasil pertemuan G20.

Dirinya berharap, bahwa penyelenggaraan P20 diyakini bisa memberikan citra positif bagi bangsa Indonesia, juga menjadi sumbangan bagi penyelesaian persoalan global akibat Covid-19, yakni krisis ekonomi, pangan, energi dan berbagai persoalan geopolitik. Hal tersebuta ditunjukkan oleh berbagai ketegangan antar negara, seperti Rusia kontra Ukraina.(*)

Categories
Polhukam

Event P20 Momentum Angkat Keberhasilan Indonesia di Masa Pandemi Untuk Tingkatkan Sektor Pariwisata

Koran Jurnal, Jakarta – DPR RI akan menyelenggarakan kegiatan 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20) pada minggu depan yaitu pada Rabu hingga Jumat (5-7/10/2022) mendatang di Jakarta. Gelaran event tersebut menurut Ketua DPR RI Puan Maharani akan berdampak positf bagi sektor pariwisata Indonesia.

“DPR RI optimis pelaksanaan P20 akan berdampak positif terhadap kunjungan wisatawan di sejumlah destinasi pariwisata di Indonesia,” kata Puan, Jum’at (30/9/2022) lalu.

Ia juga yakin bahwa kegiatan P20 ini merupakan kesempatan bagi para delegasi KTT P20 dan G20 untuk bisa mengujungi berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia.

“Saya yakin para delegasi dan tamu KTT P20 dan G20 tidak mau melewatkan momen untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata kita saat datang ke Indonesia,” ujarnya.

Puan juga mengingatkan bahwa event P20 ini merupakan momen yang harus dimanfaatkan untuk pemulihan ekonomi bangsa Indonesia pasca pandemi Covid-19. Karena itu, DPR meminta dukungan rakyat untuk menyukseskan KTT P20 dan G20. Mengingat seri P20 merupakan beberapa rangkaian acara yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu.

“Momen pelaksanaan P20 dan KTT G20 harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19,” lanjutnya.

Ketua DPR RI itu juga sudah mengisyaratkan para delegasi KTT P20 dan G20 untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata yang ada di seluruh indonesia, tidak hanya di Bali dan Jakarta saja sebagai tempat penyelenggaraan KTT G20.

“Kami ingin tamu negara yang datang ke Indonesia nantinya bisa mengunjungi daerah tujuan wisata lainnya seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, Danau Toba, Lombok, dan lainnya,” kata Puan.

“Semoga kehadiran utusan dari negara-negara yang tergabung dalam G20 dapat menjadi pendorong bagi dunia pariwisata kita,” tutupnya.(*)

Categories
Polhukam Ragam

DPR Optimis Perhelatan P20 Momentum Angkat Eksistensi Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – DPR RI siap menggelar perhelatan The 8th G20 Parliamentary Speakers Summit (P20) pada 5-7 Oktober 2022, sebagai bagian dari rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Rangkaian acara tersebut diyakini mampu mengangkat eksistensi Indonesia.

Ketua DPR RI, Puan Maharani optimis forum internasional tersebut akan berdampak positif untuk mengekspos keindahan pariwisata Indonesia.

“DPR RI optimistis penyelenggaraan P20 akan berdampak positif pada kunjungan wisata di sejumlah destinasi pariwisata di Indonesia,” kata Puan Maharani, Jum’at (30/9/2022) kemarin.

Kehadiran pimpinan parlemen dan para kepala negara G20 dengan delegasi-delegasi mereka serta tamu undangan dunia lainnya akan meningkatkan penerimaan negara di sektor pariwisata. Menurut Puan, dunia internasional akan semakin mengenal Indonesia sebagai negara yang memiliki keindahan alam.

“Saya yakin delegasi dan tamu-tamu P20 maupun KTT G20 tidak ingin kehilangan momen mendatangi berbagai destinasi wisata kita ketika datang ke Indonesia,” ujarnya.

Selain memegang kursi Presidensi G20 untuk pertama kalinya, Indonesia juga menjadi tuan rumah bagi forum multilateral tersebut.

Untuk memastikan keberhasilan tersebut, DPR meminta dukungan rakyat untuk keberhasilan gelaran P20 dan KTT G20. Mengingat, kata Puan, rangkaian P20 dan G20 sudah mulai dilakukan sejak beberapa waktu lalu dengan lokasi di sejumlah daerah.

“Momen pelaksanaan P20 dan KTT G20 harus dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi pemulihan ekonomi dampak pandemi Covid-19. Masyarakat dapat ikut menyemarakkan kedua event ini melalui berbagai cara yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat,” ujar mantan Menko PMK itu.

Senada dengan pernyataan Ketua DPR RI, Puan Maharani, Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Puteri Komarudin mengatakan penyelenggaraan P20 akan di Bali pada 5-7 Oktober 2022 harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Dalam pertemuan tersebut akan merumuskan deklarasi bersama sebagai konsensus politik untuk memberikan gambaran kerjasama diplomasi 20 negara ekonomi terbesar di dunia. Komitmen yang akan dicapai pada acara P20 akan disampaikan pada masing-masing parlemen dan selanjutnya dapat disepakati pada KTT G20 November 2022.

Indonesia sebagai negara besar memiliki kekayaan berlimpah dan potensi pariwisata alam yang sangat potensial, harus dimanfaatkan dengan menjalin kerja sama dengan berbagai negara.

Perhelatan acara G20, termasuk penyelenggaraan P20, secara keseluruhan diprediksi berkontribusi terhadap proyeksi peningkatan wisatawan mancanegara hingga 1,8 juta–3,6 juta orang.

Penyelenggaraan P20 di Jakarta, dan KTT G20 di Bali, tentu berdampak langsung kepada rakyat Indonesia dengan adanya kunjungan dari utusan negara-negara sahabat yang datang ke Indonesia.

Event P20 dan KTT G20 sangat diyakini juga mampu menopang 600 ribu–700 ribu lapangan kerja baru, termasuk di sektor kuliner, fashion, dan kriya. Rangkaian kedua event dunia ini pun melibatkan UMKM yang menyerap sekitar 33.000 pekerja.

Kehadiran para delegasi dari negara-negara yang tergabung dalam G20 bisa menjadi booster bagi dunia pariwisata Indonesia sekaligus pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau.

Selain itu, kesuksesan P20 pada nantinya diharapkan mampu meningkatkan eksistensi Indonesia sebagai negara yang berhasil menyelenggarakan event internasional.(*)