Categories
Daerah Kesehatan TNI

Rumah Sakit Lanud Sjamsudin Noor Gelar Serbuan Vaksinasi Covid-19 Bagi Calon Penumpang Pesawat

Koran Jurnal, Banjarmasin – TNI Angkatan Udara kembali melaksanakan serbuan vaksinasi Covid-19. Serbuan vaksinasi kali ini bagi calon penumpang pesawat udara, bertempat di Rumah Sakit Lanud Sjamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (11/07/2021).

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Yulmaizir Chaniago mengatakan, serbuan vaksinasi secara massal ini digelar guna membantu pemerintah untuk mempercepat capaian sasaran dimana pemerintah menargetkan vaksinasi 1 juta dosis per hari.

Danlanud menambahkan, kegiatan tersebut menargetkan seluruh calon penumpang yang akan berangkat dari Bandara Syamsudin Noor agar dapat melaksanakan vaksin, sehingga dapat membentuk imun tubuh dari Covid-19, serta kembali mengajak warga masyarakat untuk vaksin.

“Jangan takut, lindungi diri dan keluarga dengan vaksin, vaksin aman, halal dan terpercaya, dan meskipun sudah divaksin, kita semua tetap harus patuh dan disiplin dalam protokol kesehatan karena disiplin Protokol Kesehatan merupakan senjata utama kita supaya terhindar dari virus Covid-19,” tegas Danlanud Sjamsudin Noor.

Pelaksanaan serbuan vaksinasi ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan harapan dapat mendorong terciptanya herd immunity atau kekebalan komunal di seluruh lapisan masyarakat khususnya yang ada di kawasan Bandara Syamsudin Noor agar dapat segera memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, TNI Angkatan Udara (AU) Lanud Sjamsudin Noor telah menggelar Serbuan Vaksinasi Massal yang diadakan untuk masyarakat umum, bekerja sama dengan salah satu pusat perbelanjaan di Banjarmasin pada Senin (5/7/2021).

Sebanyak 2.006 warga telah menerima vaksin Covid-19 dalam serbuan vaksinasi massal TNI-AU tersebut.(disp/red)

Categories
Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19: Calon Penumpang Pesawat Tetap Wajib Patuhi Aturan PSBB

Koran Jurnal, Jakarta – Antrian padat terjadi di terminal Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Kamis pagi (14/05/2020). Menyikapi situasi tersebut, pihak Angkasa Pura II mengimbau para calon penumpang tiba di bandara 3-4 jam sebelum keberangkatan, disertai dokumen yang dipersyaratkan di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Gugus Tugas Nasional telah melakukan koordinasi terus menerus kepada otoritas bandara terkait dengan pengendalian penumpang. Koordinasi tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan aspek perlindungan dan keselamatan pengguna pelayanan jasa udara maupun semua pihak yang terkait operasional bandara. Di samping itu, jaga jarak antar penumpang perlu diperhatikan oleh setiap individu apabila di ruang publik. Gugus Tugas Nasional menekankan pada protokol kesehatan dalam pelayanan publik.

Gugus Tugas mengharapkan para calon penumpang transportasi publik untuk secara mandiri berdisiplin apabila berada di ruang publik, seperti menerapkan jaga jarak atau physical distancing dan penggunaan masker. Gugus Tugas berpesan upaya percepatan penanganan COVID – 19 perlu dilakukan dengan disiplin tinggi dan sinergi setiap warga masyarakat.

Pascaperistiwa tadi pagi, otoritas Angkasa Pura (AP) II segera melakukan koordinasi yang melibatkan multipihak yang tergabung dalam satuan tugas bandara dan operator maskapai penerbangan. Salah satu poin yang dihasilkan pada koordinasi tersebut yakni imbauan kepada para calon penumpang pesawat untuk tiba 3 atau 4 jam lebih awal di bandara sebelum keberangkatan pada situasi PSBB ini.

Hasil koordinasi oleh pihak otoritas bandara menyebutkan bahwa maskapai penerbangan akan ditegur apabila melakukan penjualan tiket melalui online. Pengendalian jam penerbangan diterapkan untuk menghindari penumpukan melalui pembatasan pergerakan per jam. Pihak otoritas bandara juga akan menurunkan satuan tugas untuk memperketat pengawasan di lapangan, seperti penerapan physical maupun social distancing, serta penggunaan masker.

Di samping itu, pihak penyedia layanan penerbangan harus mematuhi ketentuan bahwa penjualan tiket penumpang dengan persentase 50% dari kapasitas jumlah kursi penumpang di pesawat. Selanjutnya, pihak AP II akan membuat penunjuk arah atau penanda menuju Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara.

Di samping itu, para calon penumpang diharapkan telah menyiapkan dokumen yang dibutuhkan sesuai yang dipersyaratkan pada Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

“Adapun dokumen yang diverifikasi sebagai syarat agar calon penumpang dapat memproses check in antara lain tiket penerbangan, surat keterangan dinas, surat bebas Covid-19, dan dokumen lainnya sesuai yang tercantum dalam Surat Edaran No. 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 yang diterbitkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” ucap Senior Manager of Branch Communication and Legal Febri Toga Simatupang dalam rilis AP II terkait peristiwa tadi pagi.

Pihak Angkasa Pura II menginformasikan kondisi sudah kembali normal. Peristiwa tadi pagi terjadi ketika penumpukan 12 penerbangan pada pukul 6 hingga 7 pagi. Sedangkan kepadatan antrean tampak hingga jam 8 pagi. Sejak pukul 08.30 situasi terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta sudah sangat terkendali dan tidak ada kepadatan.(hum/red)