Categories
TNI

KSAU Pimpin Pergantian 4 Pejabat TNI AU dan Peresmian Validasi Organisasi Kodiklatau serta Lanud Tipe A

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., memimpin acara serah terima jabatan Empat jabatan strategis TNI AU, Peresmian Validasi Organisasi Kodiklatau, Lanud Tipe A, dan Serah Terima Tanggung Jawab Wilayah di Auditorium Gedung I.G. Dewanto Denma Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (02/03/2021).

Empat jabatan yang diserahterimakan yaitu Asisten Operasi (Asops) Kasau, Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) I, Pangkoopsau III, dan Kepala Dinas Pengamanan dan Persandian Angkatan Udara (Kadispamsanau).

Adapun pejabat yang menerima jabatan yaitu Asops Kasau Marsda TNI M. Khairil Lubis, serah terima jabatan Pangkoopsau I dari Marsda TNI Ir. Tri Bowo Budi Santoso, M.M., M.Tr. (Han)., kepada Marsma TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M., Pangkoopsau III dari Marsda TNI Ir. Novyan Samyoga kepada Marsma TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.D.S., dan Kadispamsanau dari Marsma TNI Donald Kasenda, S.T., S.I.P., M.M., kepada Kolonel Pnb Bambang Juniar Djatmiko, S.Sos.

Serah terima jabatan ini dilaksanakan berdasarkan surat perintah Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Sprin/234/II/2021 tanggal 24 Februari 2021 dan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/145/II/2021.

Seusai memimpin Sertijab Kasau juga meresmikan Validasi Organisasi Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Udara (Kodiklatau), Lanud Adi Soemarmo (SMO), Lanud Sam Ratulangi (SRI), dan Lanud El Tari (ELI) dari Lanud Tipe B menjadi Lanud Tipe A, serta serah terima tanggung jawab wilayah Lanud Jenderal Besar Sudirman, Lanud Iskandar, dan Lanud El Tari.

Peresmian tersebut berdasarkan peraturan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor 53 tahun 2020 tentang perubahan organisasi dan tugas Kodiklatau dari Pati Bintang Dua ke Pati Bintang Tiga serta Peraturan Kasau Nomor 56 dan 57 tahun 2020 dan nomor 2 tahun 2021 tentang perubahan organisasi Lanud Adi Soemarmo (SMO), Lanud Sam Ratulangi (SRI), dan Lanud El Tari (ELI) dari Lanud Tipe B menjadi Lanud Tipe A.

Selanjutnya Instruksi Kepala Staf Angkatan Udara Nomor Ins/1/II/2021 dan Ins/2/II/2021 tentang pelaksanaan penataan kedudukan Lanud El Tari dari Kotama Lama Koopsau III menjadi Koopsau II, Lanud Jenderal Besar Sudirman Koopsau I menjadi Koopsau II, dan Lanud Iskandar Koopsau II menjadi Koopsau I.

Rangkaian upacara berlangsung khidmat, diawali dengan pengambilan sumpah jabatan pejabat yang baru, penyematan tanda jabatan, dan penandatanganan pakta integritas, serta pernyataan peresmian Validasi Organisasi Kodiklatau dan Lanud Tipe A oleh KSAU.

Hadir pada acara tersebut, Wakasau Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto, S.H., M.D.S., Irjenau, Koorsahli Kasau, para Asisten Kasau, Pangkohanudnas, Pangkoopsau I, II, dan III, Dankodiklatau, Kapuslaiklambangjaau, Danpuspomau, para Kadis di jajaran Mabesau, Danlanud El Tari, Danlanud Adi Soemarmo, dan Danlanud Sam Ratulangi.(disp/red)

Categories
Ekonomi Transportasi

Resmikan KRL Yogyakarta-Solo, Presiden: Ini Transportasi Massal Ramah Lingkungan

Koran Jurnal, Yogyakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) Lintas Yogyakarta-Solo, Senin (01/03/2021). Acara peresmian tersebut berlangsung di Stasiun Tugu Yogyakarta dan merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Presiden ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kehadiran KRL tersebut selain meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan bertransportasi serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar, juga akan mengurangi tingkat polusi udara. Hal itu disebabkan oleh peralihan dari kereta rel diesel (KRD) berbahan bakar solar menjadi kereta rel listrik yang mendapatkan pasokan tenaga listrik melalui infrastruktur listrik aliran atas di sepanjang jalur rel listrik.

“Ini adalah sebuah transportasi massal yang ramah lingkungan. Saya kira moda transportasi di negara kita ke depan harus semuanya mengarah kepada angkutan yang ramah lingkungan,” kata Presiden.

Beroperasinya rute Kereta Rel Listrik Yogyakarta-Solo tersebut merupakan hasil dari kegiatan elektrifikasi jalur kereta api lintas Yogyakarta-Solo yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional. Lintasan tersebut dimulai dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan berakhir di Stasiun Solo Balapan dengan 11 stasiun pemberhentian dan memiliki panjang lintasan keseluruhan kurang lebih 60 kilometer.

Presiden berharap agar hadirnya KRL lintas Yogyakarta-Solo tersebut dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan transportasi massal kepada para pengguna sekaligus meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

“Kita harapkan ini bisa membantu baik mobilisasi orang maupun barang dari Yogyakarta ke Solo, Solo ke Yogya, dan juga meningkatkan pariwisata dan ekonomi kita,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara beserta rombongan terbatas sekaligus meninjau dan menjajal KRL Lintas Yogyakarta-Solo dengan pengaturan dan pelaksanaan protokol kesehatan selama perjalanan berlangsung.

Untuk diketahui, KRL Lintas Yogyakarta-Solo tersebut selanjutnya menggantikan KRD Prambanan Ekspres (Prameks) berbahan bakar solar untuk rute perjalanan Yogyakarta-Solo.

Hadir dalam acara peresmian di antaranya ialah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.(Ist/red)

Categories
Infrastruktur Nasional

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan

Koran Jurnal, Kalsel – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Tapin yang berada di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (18/02/2021).

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim hari ini saya resmikan Bendungan Tapin, di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Presiden dilanjutkan dengan penekanan tombol sirine peresmian bendungan.

Dalam sambutan, Presiden mengungkapkan, pembangunan bendungan ini dimulai sejak tahun 2015 sampai tahun 2020 dengan menghabiskan anggaran Rp986 miliar.

Bendungan Tapin, terangnya, memiliki fungsi memperkuat ketahanan pangan melalui penyediaan irigasi, mereduksi banjir, menyediakan air baku, serta sebagai sumber air untuk pembangkit listrik.

“Bendungan Tapin ini memiliki kapasitas 56,7 juta meter kubik air yang perannya sangat penting dalam pengendalian banjir, juga memperkuat ketahanan pangan karena bisa menyediakan irigasi untuk 5.472 hektare, dan juga menyediakan air baku 0,50 meter kubik per detik, dan juga menghasilkan tenaga listrik 3,3 megawatt,” terang Presiden.

Keberadaan bendungan ini, menjadikan Kabupaten Tapin menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling kecil pada bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalsel beberapa waktu lalu.

“Tadi Pak Gub (Pj. Gubernur Kalsel) juga menyampaikan bahwa karena adanya Bendungan Tapin ini, banjir di Kabupaten Tapin bisa dikurangi sangat drastis sekali, hanya kecil sekali daerah yang terkena banjir karena Kabupaten Tapin memiliki bendungan ini,” ujar Presiden.

Presiden kemudian mengatakan, dampak reduksi banjir dari keberadaan bendungan tersebut harus disertai dengan penanganan menyeluruh mulai dari sisi hulu hingga hilirnya.

“Penghutanan kembali, penanaman kembali di lahan-lahan terutama yang berkaitan dengan daerah aliran sungai yang ada ini perlu segera dilakukan secara besar-besaran kalau kita tidak mau lagi terkena banjir di masa-masa yang akan datang,” ujarnya.

Selain itu, Presiden menambahkan, Bendungan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tapin juga dapat menjadi salah satu destinasi wisata di Kalsel.

“Kondisi keindahan di sekitar waduk ini bisa menjadi objek pariwisata bukan hanya di Kabupaten Tapin tapi (juga) di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), proses impounding atau pengisian awal Bendungan Tapin telah dimulai sejak Oktober 2020 lalu.

Pj. Gubernur Kalsel dalam laporannya mengatakan, sebelum diresmikan bendungan ini telah bekerja sangat efektif terutama dalam mengendalikan banjir yang terjadi di Kalsel beberapa waktu lalu. Dengan berfungsinya bendungan ini, Kabupaten Tapin menjadi salah satu wilayah di Kalsel yang paling kecil terdampak banjir tersebut.

“Bendungan ini berhasil menahan banjir untuk Kabupaten Tapin sehingga Kabupaten Tapin adalah salah satu kabupaten yang  Kalsel yang paling kecil mendapat efek banjirnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Safrizal berharap masyarakat Tapin dapat merasakan seluruh manfaat dari bendungan ini, tidak hanya sebagai pengendali banjir tetapi juga sebagai sumber energi dan irigasi bagi sawah yang berada di sektor hilir.

“Beberapa sawah di sektor hilir, pertanian di sektor hilir sudah empat kali panen, dengan keberadaan bendungan ini insyaallah pertanian akan lebih meningkat bahkan mampu nantinya akan menjadi penyuplai pangan bagi calon ibu kota baru yang ada di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Safrizal pun meminta warga sekitar untuk menjaga infrastruktur yang memiliki banyak manfaat tersebut. “Kepada masyarakat yang berada di Kabupaten Tapin kami meminta untuk menjaga aset ini sebagai salah satu kebanggaan Kalimantan Selatan dan Kabupaten Tapin pada khususnya,” pintanya.

Usai peresmian, Presiden didampingi rombongan terbatas melakukan peninjauan fasilitas dan melakukan penebaran benih ikan patin, nila, gabus, dan papuyu di kawasan bendungan.

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Pj. Gubernur Kalsel Safrizal ZA, dan Bupati Tapin Muhammad Arifin Arpan.(red)

Categories
Infrastruktur Nasional

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tukul, Pacitan Jawa Timur

Koran Jurnal, Jawa Timur – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Tukul, di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (Jatim), Minggu (14/02/2021).

Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno tiba di lokasi sekitar pukul 11.50 WIB yang langsung disambut oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Bupati Pacitan Indartato.

“Alhamdulillah siang hari ini, Bendungan Tukul yang telah dimulai (pengerjaannya) enam tahun yang lalu dengan biaya, tadi Bu Gubernur menyampaikan, Rp916 miliar hari ini sudah selesai dan siap difungsikan,” ujar Presiden dalam sambutannya mengawali acara peresmian.

Kepala Negara mengungkapkan, terdapat 65 bendungan di seluruh Tanah Air yang telah mulai dibangun sejak enam tahun yang lalu yang beberapa di antaranya juga telah selesai pengerjaannya dan diresmikan, seperti Bendungan Raknamo dan Rotiklot di Nusa Tenggara Timur, Bendungan Tanju dan Bendungan Mila di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Teritip di Kalimantan Timur, Bendungan Gondang di Jawa Tengah, Bendungan Sei Gong di Kepulauan Riau, serta Bendungan Nipah di Jawa Timur.

“Dan hari ini (diresmikan) Bendungan Tukul di Pacitan, Jawa Timur, selain nanti minggu depan ini kita akan resmikan lagi Bendungan Napun Gete di NTT, Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan, dan Bendungan Sindang Heula di Provinsi Banten,” ujarnya.

Dengan adanya bendungan ini, tegas Presiden, memiliki peran yang sangat penting untuk pengendalian banjir, mengairi sawah atau irigasi, dan juga penyediaan air baku.

“Yang di sini nanti kurang lebih 300 liter per detik dan tentu saja ini adalah untuk warganya Bapak Bupati Pacitan. Dengan kapasitas tampung 8,7 juta meter kubik bendungan ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar yaitu 600 hektare sawah sehingga meningkatkan indeks pertanaman dari biasanya 1 kali, 1 kali tanam padi dan 1 kali tanam palawija, menjadi 2 kali tanam padi dan 1 kali tanam palawija,” terangnya.

Lebih jauh Kepala Negara mengharapkan dengan berfungsinya Bendungan Tukul di Pacitan ini akan menjadi infrastruktur yang penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan juga memperkuat ketahanan air di wilayah sekitar.

“Saya minta agara Pemerintah Provinsi (dan) Pemerintah Kabupaten betul-betul memanfaatkan infrastruktur ini sebaik-baiknya sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah, memberikan keuntungan bagi masyarakat, meningkatkan produksi pertanian bagi daerah, dan juga memudahkan penyediaan air bersih bagi daerah,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam laporannya mengatakan Bendungan Tukul adalah salah satu dari Proyek Strategis Nasional yang pengerjaannya telah dimulai sejak enam tahun silam di tahun 2015 sampai dengan tahun 2020 dan dibiayai oleh APBN.

“Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan ini 1 Oktober yang lalu sudah impounding (pengisian awal) dan tentu ini akan jadi bagian dari penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah Pacitan ini karena bisa menyuplai irigasi sampai 600 hektare, kemudian penyediaan air baku sampai dengan 300 liter per detik, dan potensi sebagai energi listrik, tentu juga adalah untuk wisata dan konservasi,” tutur Khofifah.

Dalam sambutannya, Gubernur Jatim juga menyampaikan ucapan terima kasih atas ditetapkannya enam proyek bendungan di Jawa Timur sebagai Proyek Strategis Nasional, yaitu Bendungan Tukul di Pacitan, Bendungan Tugu dan Bendungan Bagong di Trenggalek, Bendungan Bendo di Ponorogo, Bendungan Gongseng di Bojonegoro, dan Bendungan Semantok di Nganjuk.(skb/red)

Categories
Militer TNI

Danpusdiklatpassus Kopassus Resmikan Wira Yudha Fitness Centre di Bandung

Koran Jurnal, Bandung – Untuk membentuk prajurit profesional yang memiliki tubuh ideal, dapat bergerak cepat dalam melaksanakan tugas, Pusdiklatpassus Kopassus Bandung mendirikan Wira Yudha Fitness Centre “SFETC Gym”. Sarana kebugaran tersebut diresmikan oleh Danpusdiklatpassus Kopassus Brigjen TNI Thevi A. Zebua, Jum’at (15/01/2021).

Peresmian gedung Fitness Centre ini diawali pemaparan tentang proses renovasi gedung yang dijadikan tempat Fitness Centre dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian serta pengguntingan pita.

Setelah pengguntingan pita kemudian dilanjutkan peninjauan fasilitas Wira Yudha Fitness Centre oleh Danpusdiklatpassus Kopassus Brigjen TNI Thevi A. Zebua, dan Coching Clinic oleh Binaragawan Indonesia Ade Rai.

Danpusdiklatpassus Kopassus Brigjen TNI Thevi A. Zebua mengatakan Wira Yudha Fitness Centre ini dibangun sesuai dengan visi Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan bahwa prajurit Kopassus harus semakin profesional, adaptif, modern dan tangguh.

“Fitness Centre ini untuk melatih Kebugaran anggota pusdiklatpassus sehingga dapat meningkatkan Imun dan juga Iman dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 ini. Sehingga dengan diresmikannya Fitness Centre ini menjadikan prajurit yang ada di Pusdiklatpassus semakin sehat dan bugar sehingga dapat menyelesaikan tugas dengan baik,” jelas Danpusdiklatpassus saat peresmian Wira Yudha Fitness Centre.

Selain itu, sambung Danpusdiklatpassus, Wira Yudha Fitness Centre juga dapat dimanfaatkan oleh keluarga besar Pusdiklatpassus Kopassus dalam menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan, sehingga menjadikan hidup semakin berkualitas.

“Wira Yudha Fitness Centre juga bisa menjadi sarana komunikasi silaturahmi dengan sahabat sahabat Pusdiklatpassus Kopassus terutama pemerhati olahraga kebugaran/fitness,” imbuh Brigjen TNI Thevi A. Zebua.

Diakhir sambutannya, Danpusdiklatpassus menerangkan bahwa Fitness Centre yang dibangun ini merupakan hasil kerja keras swadaya satuan dan dukungan doa semangat dan materi dari seluruh warga Pusdiklatpassus Kopassus dan Sahabat Pusdiklatpassus Kopassus.

Dalam kesempatan yang sama Binaragawan Indonesia Ade Rai menambahkan kegiatan  yang sering dilakukan oleh prajurit TNI yaitu kegiatan HIIT (Hight Intensity Interval Training), untuk intensitas latihan disesuaikan dengan kesiapan tubuh masing-masing orang.

Lalu, lanjut Ade Rai, untuk suplemen adalah pendukung latihan. Penambahan suplemen diperlukan untuk mengganti sel sel otot yang “dirusak” (dibentuk) sehingga kinerja otot saat latihan dapat dilakukan dengan maksimal.

“Recovery latihan juga penting dilakukan,” kata Ade Rai.

Hadir dalam peresmian Wira Yudha Fitness Centre yaitu seluruh jajaran Pusdiklatpassus, dan para undangan diantaranya Choky Sihotang, Sandi Yudha serta perwakilan Idachi Fitness Centre.(pen/red)

Categories
Daerah TNI

Pangdam XVII/Cenderawasih Resmikan Kodim 1703/Deiyai

Koran Jurnal, Papua – Setelah melaksanakan kunjungan kerja pertama ke Kabupaten Nabire, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A., melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Deiyai untuk meresmikan Kodim baru 1703/Deiyai yang berada di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua, Selasa (12/01/2021).

Dalam acara peresmian tersebut, Pangdam XVII/Cenderawasih didampingi Ketua Persit KCK PD XVII/Cenderawasih Ny Natalia Yogo Triyono, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M., sejumlah pejabat Kodam Cenderawasih dan Korem 173 PVB, Bupati Deiyai serta Forkompimda Kabupaten Deiyai.

Dalam arahannya, Pangdam menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat tidak pernah lelah untuk terus bersinergi dan melibatkan diri dalam membangun situasi yang aman dan kondusif serta mensejahterakan masyarakat di wilayahnya.

“Untuk itu, Kodam Cenderawasih senantiasa berkomitmen mendukung seluruh program yang dijalankan Pemerintah untuk selalu melayani, mengamankan dan menyejahterakan kehidupan rakyat di wilayah Papua,” ujarnya.

Menurut Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, pembentukan Kodim 1703/Deiyai diharapkan dapat mendorong Pemerintah Kabupaten Deiyai, dalam melakukan percepatan pembangunan dan perekonomian masyarakat.

“Terkait hal itu, saya berharap kepada Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Deiyai, agar dapat mendukung Tugas Pokok Kodim 1703/Deiyai,” ucapnya.

Pangdam XVII/Cenderawasih juga berpesan kepada para prajurit yang berdinas di Kodim 1703/Deiyai, agar senantiasa memelihara fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dan laksanakan tugas dengan semaksimal mungkin.

“Tumbuhkan sikap dan rasa tanggung jawab yang tinggi, sehingga bangunan tersebut memiliki masa pakai yang panjang dan indah dipandang, karena secanggih apapun fasilitas yang kita miliki, tidak akan memberikan nilai tambah kalau tidak dirawat dengan baik,” pesannya.

“Buatlah terobosan inovatif dan kreatif serta laksanakan koordinasi dan komunikasi yang baik dan perintahkan kepada para Prajurit Kodim 1703/Deiyai untuk melaksanakan Pembinaan Teritorial yang tepat dan efektif, dengan selalu melibatkan peran seluruh komponen masyarakat serta Jadilah Ksatria Pelindung Rakyat sejati, yang selalu menghormati adat istiadat dan kearifan lokal Papua,” tutup Pangdam.(pen/red)

Categories
TNI

Panglima TNI Resmikan Sarana Prasarana Koopssus TNI

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. meresmikan Sarana Prasarana (Sarpras) Mako Akademi TNI dan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI, bertempat di lapangan Tembak Tri Cakti Koopssus TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (30/12/2020).

Peresmian tersebut, ditandai dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menandatangani Prasasti dan Pengguntingan Pita, dilanjutkan menyaksikan Demo Menembak Reaksi Perorangan dan Menembak saling melindungi oleh anggota Koopssus TNI di Lapangan Tembak Tri Cakti Koopssus TNI.

Sarpras yang diresmikan yaitu Revitalisasi Taman dan Danau Mako Akademi TNI, Fasilitas Latihan Koopssus TNI, Barak Standby Force Koopssus TNI, Lapangan Tembak Tri Cakti Koopssus TNI dan Rumah Dinas prajurit Koopssus TNI.

Turut hadir pada acara tersebut, antara lain Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., Kasum TNI Letjen TNI M. Herindra, M.A., M.Sc., Irjen Kemhan Letjen TNI Ida Bagus Purwalaksana, S.I.P., M.M., Irjen TNI Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr. (Han), Danjen Akademi TNI Marsdya TNI Tamsil Gustari Malik, S.E., Irjenad Letjen TNI Benny Susianto, S.I.P., Pejabat Teras Mabes TNI serta Pimpinan Keuangan Negara (KN) 1 BPK RI Dr. Hendra Susanto, S.T., M.Eng., M.H., C.Fr.A., CSFA. dan Auditor Utama KN 1 BPK RI Novi GA Palenkahu.(Pusp/red)

Categories
TNI

Resmikan Kampus C, KSAU Harap Universitas Suryadarma Hasilkan SDM yang Unggul

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., meresmikan kampus C Universitas Suryadarma (Unsurya) di Gedung Auditorium Denma Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (24/11/2020).

Dalam sambutannya KSAU menyampaikan, seiring berkembangnya teknologi kedirgantaraan serta bertambahnya jumlah mahasiswa. Unsurya terus berupaya mengembangkan fasilitas pendidikan untuk menjawab kebutuhan tersebut.

“Saya meyakini dan optimis, bahwa penambahan fasilitas baru ini akan meningkatkan kenyamanan peserta didik, yang sekaligus menambah semangat dan motivasi bagi sivitas akademika Unsurya,” ujar KSAU.

KSAU berharap semoga dengan diresmikannya gedung ini, akan menjadikan Unsurya semakin baik kinerjanya, dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Marsda TNI (Purn) Dr. Polter Gultom, SH.,M.M., menyampaikan Kampus C yang telah selesai dibangun selama lebih kurang 3 tahun, memiliki luas area kurang lebih 3.300 meter persegi tersebut dengan terdiri dari 3 lantai, sehingga dalam waktu dekat dapat digunakan sebagai perkantoran dan perkuliahan.

Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kasau didampingi oleh Rektor Unsurya dan Ketum Yasau.

Hadir pada acara tersebut, Wakasau, Irjenau, para Asisten Kasau, Wakapuslaiklambangja, Kadispenau, Danwing I Lanud Halim Perdanakusuma, Ketua Umum Pengurus Yayasan Adi Upaya, dan pejabat Unsurya.(disp/red)

Categories
Infrastruktur

Presiden Jokowi Yakini Keberadaan Jembatan Teluk Kendari Memberikan Banyak Manfaat Perekonomian

Koran Jurnal, Kendari – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Jembatan Teluk Kendari, di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10/2020). Jembatan sepanjang 1,34 kilometer dan lebar 20 meter ini dibangun selama 5 tahun (2015-2020) dengan total biaya Rp804 miliar.

Presiden meyakini keberadaan jembatan yang menjadi ikon baru Kota Kendari ini akan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.

“Saya yakin lamanya waktu pengerjaan dan besarnya dana yang dibutuhkan untuk membangun jembatan ini, akan sebanding dengan manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat,” kata Jokowi di lokasi peresmian.

Keberadaan jembatan yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Kota Lama dengan Pulau Bungkutoko dan Kecamatan Poasia ini akan mengurangi waktu tempuh secara signifikan. Dengan adanya jembatan ini, perjalanan dari Kota Lama ke Poasia atau sebaliknya bisa ditempuh hanya dalam waktu 5 menit. Sebelumnya, diperlukan waktu 30-40 menit dengan menggunakan feri dan memutari teluk sejauh 20 kilometer.

“Kelancaran konektivitas dan akses ini akan membuat mobilitas barang, mobilitas jasa, mobilitas manusia akan menjadi semakin efisien. Dengan demikian, daya saing akan semakin meningkat, sehingga Sulawesi Tenggara khususnya Kota Kendari menjadi semakin menarik untuk pengembangan usaha-usaha baru,” ujar Presiden.

Pembangunan infrastruktur, tegas Presiden, harus memberikan nilai tambah, yakni terintegrasi dengan berbagai kawasan yang sudah ada, seperti kawasan pertanian, perkebunan, maupun industri. Jembatan Teluk Kendari sendiri, akan mendukung pengembangan kawasan Konawe dan pelabuhan baru di Pulau Bungkutoko yang akan menjadi bagian pengembangan Kota Kendari.

“Sehingga betul-betul memberikan daya ungkit kepada produktivitas dan daya saing, dan juga memunculkan sentra-sentra ekonomi pertumbuhan baru yang tentu saja kita harapkan dapat memunculkan lapangan pekerjaan yang lebih banyak,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat, Presiden meyakini keberadaan jembatan yang dinilainya menarik dari sisi arsitektur ini, akan mempercantik lanskap Kota Kendari dan menjadi kebanggaan masyarakat sekitar. “Mempercantik lanskap Kota Kendari, menjadi ikon baru, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Kendari, dan tentu saja membuat Kota Kendari lebih dikenal karena memiliki landmark yang baru,” ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, imbuhnya, kawasan di sekitar jembatan ini juga akan ditata dan dilengkapi dengan ruang terbuka publik seperti lapangan olahraga, area parkir, dan street cinema. “Saya yakin ini akan meningkatkan daya tarik dari Jembatan Teluk Kendari ini,” pungkas Presiden.

Usai memberikan sambutan, Presiden Jokowi menekan tombol sirine dan menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian jembatan. Untuk diketahui, sebelum diresmikan Presiden jembatan ini telah menjalani uji coba layak fungsi dan akan segera dioperasikan setelah peresmian.

Hadir dalam acara peresmian tersebut di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat Hedy Rahadian, Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Novel Arsyad, dan Direktur Utama PT Nindya Karya Haedar A. Karim.(sesk/red)

Categories
Infrastruktur Jalan Tol

Resmikan Tol Pekanbaru-Dumai, Presiden Jokowi Berharap Tingkatkan Konektivitas Pelabuhan dan Industri

Koran Jurnal, Bogor – Jalan tol Pekanbaru-Dumai akan meningkatkan konektivitas antara ibu kota Provinsi Riau dengan Kota Dumai sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis yang maju serta kawasan industri dan perkebunan lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Peresmian Jalan Tol Pekanbaru-Dumai secara virtual, Jum’at (25/09/2020), dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat.

“Jalan tol ini juga memperpendek jarak tempuh kota Pekanbaru-Dumai dari sebelumnya 200 kilometer (km) jika lewat jalan nasional menjadi hanya 131 km jika ditempuh melalui jalan tol ini,” ungkap Presiden.

Dengan kondisi ini, lanjut Presiden, truk-truk pengangkut sawit, pengangkut minyak, angkutan logistik, dan angkutan penumpang akan lebih efisien dari segi waktu maupun segi biaya.

Menurut Presiden, pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,5 km menghabiskan biaya Rp12,18 triliun telah rampung dan selesai dibangun sehingga dapat dioperasikan secara penuh, dan sudah bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif, baik untuk masyarakat Riau maupun juga untuk masyarakat yang melintasi Pulau Sumatra.

“Jalan tol ini merupakan bagian dari jalan tol Trans-Sumatra sepanjang 2.878 KM yang membentang dari Lampung hingga Aceh sebagai koridor utama,” tandas Presiden.

Turut hadir dalam acara peresmian, Mensesneg Pratikno dan KSP Moeldoko.(Ist/red)