Categories
TNI

Pesawat Hercules TNI AU Kirim 27 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Udara bergerak cepat menyalurkan bantuan pemerintah bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada hari yang sama, Sabtu (15/8/2026), sebanyak 27,09 ton bantuan tahap pertama langsung diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Bandara Internasional Komodo, NTT, menggunakan dua pesawat Hercules.

Bantuan berupa kebutuhan pokok tersebut diangkut menggunakan pesawat C-130J Super Hercules dengan muatan 14.000 kilogram dan C-130 Hercules dengan muatan 13.090 kilogram.

Selain mengerahkan dua pesawat Hercules untuk membawa bantuan, TNI AU turut mengerahkan pesawat Boeing 737-800 untuk mengangkut personel yang akan membantu penanganan bencana di wilayah terdampak.

Pengiriman bantuan melalui jalur udara dilakukan untuk mempercepat distribusi logistik kepada masyarakat terdampak gempa. Kapasitas angkut pesawat Hercules memungkinkan ribuan paket bantuan diberangkatkan dalam satu rangkaian penerbangan menuju NTT untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, kesiapan penerbangan ditinjau langsung oleh Komandan Grup 1 Angkut, Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma, S.T., M.M., M.Han., di Apron Baseops Lanud Halim Perdanakusuma.

Dalam arahannya kepada kru, Komandan Grup 1 Angkut menekankan agar seluruh personel tetap fokus menjalankan tugas dengan mengutamakan keselamatan penerbangan.

Pengiriman bantuan melalui jalur udara ini memperkuat dukungan TNI Angkatan Udara dalam mempercepat penanganan dampak gempa serta memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak NTT.(disp)

Categories
TNI

TNI AU Kerahkan Pesawat Hercules Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat C-130J-30 Super Hercules nomor registrasi A-1342 untuk mengirimkan tim aju bantuan kemanusiaan, logistik, dan alat perlengkapan (Alkap) ke Myanmar, Senin (31/3/2025).

Pesawat yang diterbangkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, ini membawa 11 personel tim aju yang terdiri dari dua personel TNI, tiga personel Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), satu personel Kementerian Luar Negeri, dua personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dua personel Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan satu personel Kementerian Kesehatan.

Selain itu, turut dikerahkan unsur pengamanan tiga personel Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dan tiga personel Marinir TNI AL. Adapun kru pesawat yang bertugas sebanyak 22 personel, dengan Komandan Wing Udara I Kolonel Pnb Beny Aprianto, S.M., sebagai Mission Commander.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Marsdya TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., M.S.P. dalam keterangannya menyampaikan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto. Bantuan dikirim untuk membantu masyarakat Myanmar yang terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter beberapa hari lalu.

Hercules diterbangkan Letkol Pnb Chandra Danang yang saat ini menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 31, mengangkut 12.030 kg logistik dan Alkap berupa 20 unit tenda serbaguna dan bahan kebutuhan pokok dari Kementerian Pertahanan, logistik dari BNPB, serta truk dari Basarnas.

Pesawat menempuh rute penerbangan melalui Sultan Iskandar Muda-Naypyidaw dan dijadwalkan tiba di Myanmar pada Selasa, 1 April 2025. Setelah menurunkan bantuan, pesawat akan segera kembali ke Indonesia.

Wamenhan menjelaskan bahwa pengiriman tim aju ini bertujuan menyiapkan kedatangan tim utama yang akan diberangkatkan secara bertahap. Pengiriman bantuan lebih besar dijadwalkan pada 3 April 2025 mendatang.

“Saat ini yang berangkat adalah tim awal untuk mempersiapkan segala sesuatunya di lapangan. Besok dan tanggal 3 akan ada pengiriman bantuan tambahan dengan jumlah yang lebih besar,” tambahnya.(disp)

Categories
TNI

Pangkoopsud I Sambut Kedatangan Pesawat C-130J Tail Number A-1343 di Lanud Halim Perdanakusuma.

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima Komando Operasi Udara I Marsda TNI Bambang Gunarto, S.T., M.M., M.Sc., sambut kedatangan pesawat C-130J Super Hercules dengan Tail Number A-1343 dengan prosesi water salute di Apron Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (9/8/2023).

Penyambutan kedatangan Pesawat C-130J Super Hercules Tail Number A-1343 yang ketiga kalinya tersebut disambut langsung oleh Pangkoopsudnas Marsdya TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., dengan melaksanakan pengalungan slempang batik kepada crew pesawat C-130J A-1343. Kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan foto bersama crew pesawat di depan pesawat C-130J A-1343 tersebut.

Pesawat tersebut merupakan pesawat transportasi militer berat yang digunakan untuk memindahkan kargo dan personel di seluruh dunia. C-130J Super Hercules dirancang untuk operasi di udara, dengan kemampuan membawa kargo yang sangat besar dan mencapai jarak yang jauh.

Pesawat C-130J Tail Number A-1343 untuk melengkapi armada pesawat angkut Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma yang menjadi home base bagi pesawat tersebut untuk melaksanakan tugas-tugas selanjutnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asintel Kasau, Danlanud Halim Perdanakusuma beserta para pejabat TNI dan TNI AU lainnya.(pen)

Categories
TNI

Pesawat C-130 J-Super Hercules Kedua Diserahterimakan kepada TNI AU

Koran Jurnal, Jakarta – TNI AU kembali mendapat tambahan satu pesawat C-130 J Super Hercules. Prosesi penyerahan pesawat, dilakukan oleh Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto kepada Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo S.E., M.P.P., CSFA, di baseops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (6/7/2023).

Penyerahan pesawat tail number A-1340, ditandai dengan pemecahan kendi, penyiraman air kembang, pelepasan tirai Skadron udara 31, dan penyerahan miniatur kunci pesawat dari Menhan kepada Kasau.

Menteri Pertahanan mengatakan, pesawat angkut berat buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat, akan menambah kekuatan armada TNI AU, untuk pertahanan yang tangguh. Pesawat A-1340 merupakan pesawat ke dua, dari lima pesawat yang dibeli pemerintah (Kemenhan).

“Secara bertahap, akan datang lagi pesawat ketiga (Juli 2023), keempat (Oktober 2023) dan kelima pada (Januari 2024),” ujar Menhan RI.

Seusai penyerahan pesawat, Menhan, Kasau dan sejumlah pejabat TNI serta perwakilan media, ikut terbang dalam Joy Flight. Pesawat yang diterbangkan Mayor Pnb Ulung dan Mayor Pnb Chandra, terbang pada ketinggian 17.000 feet, selama kurang lebih 40 menit di area Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta – pantai selatan Jawa Barat – Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Seusai Joy Flight, Menhan RI menyampaikan apresiasi kepada Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA., dan seluruh jajaran TNI AU, yang telah mampu mengawaki serta menguasai teknologi canggih.

Pesawat C-130 J-30 Super Hercules buatan Lockheed Martin ini mempunyai keunggulan mampu terbang sejauh 4.425 kilometer dengan ketinggian maksimum 8.000 meter dengan muatan 44.000 pounds (19.958 Kg). Selain itu membawa 8 palet atau 97 tandu atau 24 bundel CDS (Container Delivery System), 128 pasukan tempur, atau 92 pasukan terjun sesuai kapasitas maksimum.

Hadir dalam penyerahan pesawat, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Dony Ermawan, Kasum TNI Letjen TNI Bambang Ismawan, Wakasau Marsdya TNI A.Gustaf Brugman, Dankodiklatau Marsdya TNI Tedy Rizalihadi, Kabaranahan Kemhan, Asrena Kasau, Asops Kasau, Aslog Kasau, dan beberapa pejabat TNI AU lainnya.(disp)

Categories
TNI

Pesawat C-130J Super Hercules Kedua Pesanan Pemerintah Mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta

Koran Jurnal, Jakarta – Setelah menempuh penerbangan dari Marieta AS sejak 23 Juni 2023 lalu, akhirnya Pesawat C-130 J Super Hercules yang dipesan pemerintah Indonesia (Kemhan), mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (28/6/2023).

Kedatangan pesawat dengan _tail_number_ A-1340, disambut water salute dan pengalungan bunga kepada lima kru dari Lokcheed Martin.

Pesawat A-1340, merupakan pesawat kedua dari lima pesawat yang dibeli pemerintah.

Sebelum mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, pesawat A-1340 telah menjalani penerbangan pengantaran (fery flight) dengan total jam terbang 25 jam 56 menit dalam lima etape ferry flight.

Pesawat diterbangkan langsung oleh lima orang kru pabrik Lockheed Martin, terdiri dari tiga orang test pilot, seorang enginer dan seorang loadmaster.

Rute yang ditempuh berturut-turut pada Jumat (23/6) Marietta – San Diego (5 jam 36 menit), Sabtu (24/6) San Diego – Honolulu Hawai (7 jam 36 menit), Minggu (25/6) Honolulu – Kwajalien/Marshall Island (7 jam).

Selanjutnya Senin (26/6) Kwajalien – Guam (4 jam 30 menit) dan Rabu (28/6) Guam – Jakarta (8 jam 24 menit).

Secara keseluruhan Kemhan memesan 5 pesawat. Pesawat yang pertama sdh datang pada awal Maret 2023 lalu. Rencananya pesawat ketiga akan datang pada Juli 2023, dilanjutkan pesawat keempat pada Oktober 2023 dan pesawat kelima pada Januari 2024.

Kelima pesawat akan ditempatkan di Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, untuk melaksanakan tugas-tugas TNI AU dalam mendukung angkutan udara baik untuk misi Operasi Militer Perang (OMP) maupun Opersi Militer Selain Perang (OMSP).

Turut hadir menjemput kedatangan A-1340, Wakil Kasau (Wakasau) Marsdya TNI A.Gustaf Brugman, M.Tr (Han), Pangkoopsudnas Marsdya TNI M.Toni Hardjono, S.E., M.M., Kabaranahan Marsda TNI Yusuf Jauhari, M.Eng, Asrena Kasau Marsda TNI Dr. Purwoko Aji, Asintel Kasau Marsda TNI Dr.Age Wiraksono, Asops Kasau Marsda TNI Minggit Tribowo, Aspers Kasau Marssa TNI Fajar Sumaridjadi, Aslog Kasau Marsda TNI M.Khairil Lubis, Pangkoopsud I Marsda TNI Bambang Gunarto, Karo Humas Kemhan Brigjen TNI Edwin, Kapus Alpalhan Kemhan Marsma TNI Yusran Lubis, Kadispenau Marsma TNI R. Agung Sasongkojati MA.Sc., M.SS., Kadisaeroau Marsma TNI Susanto, Kadisadaau Marsma TNI Cahyo Tursiono, Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Adrian P. Damanik, serta perwakilan Lokcheed Martin.(disp)

Categories
Megapolitan TNI

TNI AU Kerahkan C-130 Hercules, Kirim Bantuan Korban Badai Mocha Myanmar

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Udara mengerahkan satu pesawat C-130 Hercules, untuk melaksanakan misi kemanusiaan pengiriman bantuan sosial korban badai Mocha Myanmar.

Sesuai perintah Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA., TNI AU memberangkatkan satu pesawat C-130 Hercules A-1320 Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, menuju Yangon, Myanmar, Senin (26/6/2023).

Sebelum terbang ke Yangon Myanmar, pesawat A-1320 yang diterbangkan langsung oleh Komandan Skd 31 Letkol Pnb Anjoe Manik, terlebih dahulu transit di Subang Air Base Malaysia, loading barang-barang bantuan kemanusiaan dari gudang ASEAN Coordinating Humanitarian Assistance_ (AHA).

Barang-barang bantuan sosial tersebut terdiri dari _Emergency Shelter Tool Kit_ (656 Ea), _Shelter_ (390 Ea), _Water Filtration System_ (2 unit) dan _Jerry Can_ (780 Ea).

Selanjutnya pesawat A-1320 dengan call sign Rajawali 01, mendarat di Yangon, Myanmar, untuk proses unloading dan distribusi logistik. Selesai unloading pesawat A-1320 kembali ke tanah air tanggal Selasa, 27 Juni 2023 hari ini.

TNI AU selalu tampil terdepan menjadi “Ambassador In Blue” sebagai duta bangsa dalam menunjukkan peran negara kita membantu perdamaian dan keamanan dunia melalui kekuatan dirgantara , termasuk dalam misi kemanusiaan membantu penanggulangan bencana dan masalah kemanusiaan di negara lain.(disp)

Categories
Militer TNI

Pesawat C-130J Super Hercules TNI AU Kedua Segera Tiba di Tanah Air

Koran Jurnal, San Diego AS – Sebuah pesawat C-130 J Super Hercules yang dipesan pemerintah Indonesia (Kemhan), segera akan tiba di tanah air. Pesawat dengan tail number A-1340 ini merupakan pesawat kedua dari lima pesawat yang dibeli pemerintah.

Pesawat A-1340 saat ini telah menjalani penerbangan pengantaran (fery flight) dengan jarak yang panjangnya separuh lingkaran bumi dari pabriknya, Lokcheed Martin AS menuju Jakarta Indonesia.

Pesawat mengawali penerbangan pada Jumat (23/6) kemarin dan take off dari Marietta di barat laut kota Atlanta Georgia AS pukul 09.00 waktu setempat, menuju San Diego AS, dan setelah melewati samudra Pasifik dan singgah di Kepulauan Hawai, Kepulauan Marshall dan Kep. Guam, diperkirakan akan tiba di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, pada Rabu (28/6/2023), pukul 14.24 WIB.

Pesawat Super Hercules kedua TNI AU diterbangkan langsung oleh lima orang kru pabrik Lockheed Martin, terdiri dari tiga orang test pilot, seorang enginer dan seorang loadmaster.
Pesawat akan menjalani penerbangan dalam lima etape ferry flight. Rute yang akan ditempuh berturut-turut pada Jumat (23/6) Marietta – San Diego (5 jam 36 menit), Sabtu (24/6) San Diego – Honolulu Hawai (7 jam 36 menit), Minggu (25/6) Honolulu – Kwajalien/Marshall Island (7 jam).

Selanjutnya Senin (26/6) Kwajalien – Guam (4 jam 30 menit) dan Rabu (28/6) Guam – Jakarta (8 jam 24 menit).

Pesawat C-130 J A-1340 merupakan pesawat kedua dari lima yang dipesan pemerintah (Kemhan) untuk TNI AU. Sementara pesawat yang pertama sdh datang pada awal Maret 2023 lalu. Rencananya pesawat ketiga akan datang pada Juli 2023, dilanjutkan pesawat keempat pada Oktober 2023 dan pesawat kelima pada Januari 2024.

Kelima pesawat akan ditempatkan di Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, untuk melaksanakan tugas-tugas TNI AU dalam mendukung angkutan udara baik untuk misi Operasi Militer Perang (OMP) maupun Opersi Militer Selain Perang (OMSP).(disp)

Categories
Polhukam TNI

Presiden Jokowi Resmikan Pesawat C-130J Super Hercules A-1339

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pesawat C-130J Super Hercules A-1339, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (8/3/2023).

Peresmian ditandai dengan pemecahan kendi dan penyiraman air kembang di hidung pesawat oleh Presiden Jokowi, yang disaksikan Menhan RI Prabowo Subianto, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Dikatakan Jokowi, pesawat baru TNI AU adalah pesawat yang sangat canggih.

“Hercules yang kita terima pada pagi hari ini adalah pesawat yang sangat canggih,” ujar Jokowi.

Jokowi juga menyebut, pesawat ini dapat mengangkut 98 personel penerjun atau 128 personel non-penerjun. Kapasitas angkut pesawat buatan Amerika Serikat ini, tambah Jokowi, mencapai 19,9 ton sehingga cocok digunakan untuk mendistribusikan bantuan bila terjadi bencana.

“(Pesawat) Ini bagus untuk operasi militer maupun non militer, bencana alam juga bisa. Bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia karena pesawat super hercules ini bisa terbang 11 jam,” terang Jokowi.

Pesawat Hercules C-130J A-1339 adalah satu dari 5 pesawat serupa yang dipesan oleh pemerintah Indonesia.

“Pak Menhan tadi menyampaikan hari ini datang satu, nanti Juni tambah lagi, Juli tambah satu lagi, Oktober tambah satu, Januari tahun depan tambah 1. Jadi 5 pesawat yang akan datang ke negara kita,” jelas Jokowi.

Sebelumnya diinformasikan, pesawat buatan Lokcheed Martin, AS merupakan pesawat pertama yang datang dari lima pesawat pengadaan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan RI yang tertuang melalui kontrak pada bulan Agustus 2019 lalu.

Kelima pesawat akan ditempatkan di Skadron Udara 31, Lanud Halim Perdanakusuma, sebagai pesawat angkut berat untuk mendukung pelaksanaan tugas TNI AU, baik OMP ataupun OMSP.

Categories
TNI

KSAU: Program Pengadaan Pesawat Hercules Seri Terbaru akan Meningkatkan Kemampuan TNI AU secara Signifikan

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam beberapa waktu ke depan, TNI Angkatan Udara mendapatkan tambahan kekuatan Alutsista pesawat angkut berat jenis C-130J Hercules yang saat ini sedang diproduksi oleh Lockheed Martin. C-130J Hercules yang akan diterima TNI AU ini, merupakan pesawat Hercules seri terbaru yang di desain secara modern versi militer, baik teknologi mesin pesawat maupun sistem avioniknya.

Program pengadaan alutsista ini, menjadi atensi khusus dari Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P. saat mengunjungi dan melihat proses produksi pesawat di Lockheed Martin pada 7 September 2021 lalu.

“Dengan diperolehnya pesawat dengan mesin, teknologi dan sistem avionik yang modern, merupakan suatu langkah yang besar bagi TNI Angkatan Udara Indonesia untuk menyesuaikan doktrin Operasi Angkutan Udara,” ungkap KSAU saat mengunjungi Lockheed Martin.

Saat berkunjung, KSAU juga berharap, pesawat tersebut juga dilengkapi dengan berbagai peralatan dan fasiltas pendukung pesawat, diantaranya tempat duduk navigator dan juru mesin di cockpit pesawat. Selain itu cargo pesawat juga dilengkapi dengan portable passenger seat, toilet, dan pantry serta wiring yang siap digunakan untuk memudahkan loading-unloading barang di pesawat.

Kepada pihak Lockheed Martin, Kasau juga berharap adanya jaminan ketersedian dan keberlangsungan suku cadang pesawat, terutama ketersediaan suku cadang sejak awal pesawat dioperasionalkan oleh TNI AU, termasuk juga suku cadang yang bersifat urgen atau mendesak.

Hal lain yang menjadi atensi Kasau adalah, tentang pelaksanaan pelatihan yang komprehensif dan baik untuk air crew dan ground crew TNI AU, agar mendapatkan kemampuan terbaik dalam mengoperasikan pesawat tersebut.

Pengadaan pesawat C-130J Hercules seri terbaru ini, nantinya akan menambah kekuatan pesawat angkut berat yang digunakan untuk pelaksanaan Operasi Militer Perang dan Operasi Militer Selain Perang, termasuk untuk operasi kemanusiaan dan operasi penanggulangan bencana.

Hingga saat ini, TNI AU masih mengandalkan pesawat C-130 Hercules, sebagai pesawat angkut berat yang telah dioperasionalkan sejak awal tahun 1960. Indonesia tercatat sebagai pengguna pertama pesawat C-130 Hercules di luar negara Amerika Serikat. Pesawat C-130 Hercules yang digunakan oleh TNI AU selama ini adalah C-130B dan C-130H/S yang dioperasionalkan di Skadron Udara 31, 32 dan Skadron Udara 33.

Turut mendampingi Kasau saat kunjungan ke Lockheed Martin adalah Danjen Akademi TNI, Asintel kasau, Asrena Kasau, Aslog Kasau, dan Kadisaeroau, serta Atase Pertahanan Indonesia untuk Amerika Serikat.(disp/red)