Categories
Polhukam

Amerika Serikat Serahkan Kendaraan Amfibi Serbu AAV kepada Korps Marinir TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Amerika Serikat menyerahkan Kendaraan Amfibi Serbu (Assault Amphibious Vehicles/AAV) kepada Korps Marinir Indonesia (KORMAR). Momen penyerahan dilakukan dalam Upacara Penyambutan yang berlangsung di lapangan apel Markas Batalyon Infanteri ke-6 di Cilandak, Jakarta, pada Senin (28/9/2026).

Penyerahan tersebut menandai tonggak penting dalam kemitraan pertahanan Amerika Serikat dan Indonesia.

Penjabat Wakil Duta Besar AS Aqueelah T. Johnson turut hadir bersama Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto, serta sejumlah Kepala Staf Angkatan TNI dalam upacara yang menandai keberhasilan pengiriman peralatan sekaligus mencerminkan kuatnya kerja sama keamanan antara Amerika Serikat dan Indonesia.

“Pengadaan Assault Amphibious Vehicles oleh Indonesia menunjukkan komitmen bersama kita untuk meningkatkan keamanan dan kesiapan di seluruh kawasan Indo-Pasifik melalui modernisasi peralatan pertahanan,” ujar Penjabat Wakil Duta Besar AS Aqueelah T. Johnson, dalam siaran pers.

“Saya bangga melihat kemitraan yang terus kita bangun semakin memperkuat keamanan kawasan melalui penggunaan platform buatan Amerika Serikat yang telah teruji dalam pertempuran,” ucapnya.

Dalam tahap awal ini, TNI Angkatan Laut (TNI-AL) mengadakan 35 unit AAV dengan nilai lebih dari 23 juta dolar AS, yang merupakan pembelian dalam skala besar pertama oleh Indonesia dalam beberapa tahun terakhir melalui skema Foreign Military Sales (FMS) dengan Amerika Serikat.

Sebanyak 12 kendaraan pertama tiba pada 22 September, terdiri dari 11 unit varian AAVP7 sebagai kendaraan pengangkut personel dan satu unit varian AAVC7 untuk keperluan komando.

Korps Marinir Indonesia dan Korps Marinir Amerika Serikat sama-sama mengakui kinerja teruji dalam pertempuran dari generasi AAV ini, yang akan memberikan kemampuan baru dan lebih kuat bagi TNI-AL untuk mendukung operasi dari laut menuju daratan. Indonesia berencana untuk mengakuisisi 70 unit AAV tambahan guna memperkuat kemampuan operasional di seluruh wilayah kepulauan Indonesia.

Amerika Serikat menantikan kelanjutan kemitraan dengan Indonesia seiring Indonesia mempertimbangkan berbagai peluang untuk semakin memperkuat kemampuan Korps Marinir Indonesia.

Amerika Serikat tetap berkomitmen mendukung upaya modernisasi pertahanan Indonesia dan memajukan kemitraan keamanan yang kuat dan berkelanjutan guna mendukung perdamaian, stabilitas, dan kesiapan di kawasan Indo-Pasifik.(**)

Categories
Megapolitan

Menhan Tinjau Latsarmil Komcad ASN di Brigif 1 Marinir, Tekankan Penguatan Bela Negara

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) *Sjafrie Sjamsoeddin* melaksanakan kunjungan kerja ke Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta, Rabu (29/4/2026), dalam rangka meninjau pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) kementerian dan lembaga.

Sebanyak 280 peserta Komcad dari 16 kementerian dan lembaga tengah mengikuti pendidikan tersebut, di antaranya Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Transmigrasi, Kementerian Koperasi, Kementerian Pariwisata, serta Kementerian Kehutanan.

Mengawali rangkaian kegiatan, Menhan RI menyaksikan demonstrasi yang ditampilkan oleh para siswa Komcad, meliputi peragaan baris-berbaris (PBB) serta simulasi penanganan huru hara.

Dalam arahannya, Menhan RI menegaskan bahwa ASN yang mendapatkan pembekalan sebagai Komcad diharapkan mampu menjadi kekuatan penguat bagi Komponen Utama, yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menhan juga menekankan bahwa kementerian dan lembaga merupakan pilar strategis dalam memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, ASN perlu memiliki mentalitas bela negara yang dilandasi nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme.

Lebih lanjut, Menhan RI menyampaikan bahwa pendidikan Komcad ini bukan untuk membentuk ASN menjadi militeristik, melainkan untuk menanamkan karakter kebangsaan yang kuat, disiplin, kekompakan, serta semangat pengabdian. Nilai-nilai tersebut, menurut Menhan, memerlukan proses, komitmen, dan kesungguhan dari setiap peserta.

Menhan RI juga mengapresiasi perkembangan para peserta selama mengikuti pelatihan. Hal ini terlihat dari perubahan positif, khususnya dalam aspek kedisiplinan, kekompakan, dan semangat kebersamaan. Peningkatan tersebut dinilai penting mengingat ASN merupakan elemen kunci dalam mendukung kinerja kementerian dan lembaga.

Selain itu, Menhan RI menekankan bahwa keberagaman latar belakang peserta dari berbagai kementerian dan lembaga merupakan kekuatan yang mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam pesannya, Menhan RI juga menegaskan pentingnya integritas dan tanggung jawab ASN sebagai abdi negara. Menhan mengingatkan bahwa seluruh fasilitas, termasuk pelatihan yang dijalani, bersumber dari rakyat. Oleh karena itu, ASN dituntut untuk memberikan pengabdian terbaik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Menhan RI berharap, pada akhir pelatihan, para peserta dapat menunjukkan kualitas diri sebagai ASN Komcad yang disiplin, berintegritas, serta mampu menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing.

Atas nama pemerintah, Menhan RI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pangkormar beserta seluruh staf dan pelatih. Dedikasi dan kerja keras mereka dinilai menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan Latsarmil Komcad, sehingga program ini semakin menunjukkan profesionalisme dan menjadi kebanggaan bagi ASN yang mengikutinya.

Turut hadir dalam acara tersebut Pangkormar, Kabaloghan Kemhan, Kabacadnas Kemhan, Danpasmar 1, Dirjen Pothan Kemhan, Dirjen Kuathan Kemhan, Kas Kormar, Karo TU & Protokol Setjen Kemhan, Karo Infohan Setjen Kemhan.(hum)

Categories
Polhukam

Kemhan RI dan Departemen War USA Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan – MDCP

Koran Jurnal, Jakarta – Delegasi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Bapak Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan pertemuan dengan Secretary of War Amerika Serikat, Pete Hegseth, di Pentagon, Washington D.C. membahas tentang penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam kerangka hubungan bilateral yang saling menghormati, saling percaya, dan saling menguntungkan, Senin (13/4/2026).

Pertemuan ini merupakan line of departure bagi penguatan program International Military Education and Training (IMET), melalui pengembangan capacity building dan human invest dalam bidang pendidikan dan latihan, termasuk untuk pasukan khusus. Pembahasan ini sejalan dengan semangat penguatan hubungan pertahanan Indonesia–Amerika Serikat yang diarahkan untuk mendukung perdamaian, stabilitas kawasan, peningkatan profesionalisme kedua angkatan bersenjata dengan tetap menghormati kedaulatan dan kepentingan nasional masing-masing negara.

Sebagai tindak lanjut telah dilakukan pengumuman bersama (Joint Statement) kesepakatan peningkatan kerjasama pertahanan kedua negara menjadi Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) antara Amerika Serikat dan Indonesia yang diresmikan pada 13 April 2026. Major Defence Cooperation Partnership (MDCP) merupakan kerangka panduan untuk memperluas kerja sama pertahanan bilateral secara lebih strategis. Di bawah kerangka ini, Indonesia dan Amerika Serikat menjajaki inisiatif-inisiatif yang disepakati bersama, termasuk kerja sama pengembangan kapasitas, teknologi pertahanan generasi berikutnya, peningkatan kesiapan operasional, pendidikan militer profesional, serta penguatan hubungan antarpersonel pertahanan kedua negara. Bagi Indonesia, kerja sama ini dipandang sebagai peluang untuk memperkuat kapasitas pertahanan nasional, namun tetap dijalankan dalam koridor politik luar negeri bebas aktif, kepentingan nasional, dan penghormatan penuh terhadap kedaulatan negara.

Selain itu, sebelum pelaksanaan pertemuan kedua Menteri, dilaksanakan penandatanganan dokumen kerja sama yaitu MoU Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA) antara Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan Republik Indonesia, Mayjen TNI Agus Widodo dengan Direktur DPAA, Kelly K McKeague sebagai counterpart dari pihak Amerika Serikat, dihadapan Menhan RI dan US Secretary of War. DPAA pada prinsipnya merupakan bentuk kerja sama kemanusiaan dan historis untuk penelitian, pencarian, pemulihan, identifikasi, dan repatriasi sisa-sisa kerangka jenazah personel militer Amerika Serikat dari Perang Dunia II yang berada di wilayah Indonesia. Ini merupakan komitmen dan penghormatan terhadap rasa kemanusiaan dan tanggung jawab moral untuk mengembalikan kepada keluarganya di AS. Pada praktiknya, kerja sama tersebut dilaksanakan hanya atas persetujuan tertulis Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertahanan dan harus sepenuhnya sesuai dengan hukum dan peraturan perundang-undangan Indonesia. Selain itu, kegiatan DPAA juga diharapkan memperhatikan kepentingan masyarakat lokal, perlindungan lingkungan, nilai sejarah, serta memberikan manfaat sosial, akademik, dan ekonomi bagi daerah lokasi kegiatan.

Sementara itu, terkait Letter of Intent (LoI) Overflight Clearance, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan usulan dari pihak Amerika Serikat yang selanjutnya menjadi bahan pertimbangan internal Pemerintah Indonesia. Usulan tersebut ditinjau secara cermat berdasarkan kepentingan nasional, prinsip politik luar negeri Indonesia, serta kedaulatan negara. Dalam proses pembahasannya, Indonesia telah melakukan sejumlah penyesuaian penting serta menegaskan bahwa dokumen tersebut tidak bersifat mengikat (non-binding) dan tidak otomatis berlaku, serta masih memerlukan pembahasan lebih lanjut melalui mekanisme teknis dan prosedur nasional yang berlaku.

Kemhan RI menegaskan bahwa setiap kemungkinan kerja sama, termasuk yang masih berupa usulan dan dalam pembahasan, akan selalu ditempatkan dalam kerangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kepentingan nasional, serta kepatuhan pada hukum nasional dan hukum internasional yang berlaku. Oleh karena itu, setiap langkah ke depan akan dilakukan secara hati-hati, terukur, dan melibatkan mekanisme resmi pemerintah sesuai kewenangan masing-masing instansi terkait.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memandang bahwa hubungan pertahanan dengan Amerika Serikat merupakan bagian dari diplomasi pertahanan yang terus dikembangkan secara seimbang dan konstruktif. Namun demikian, seluruh bentuk kerja sama tetap harus memberikan manfaat nyata bagi Indonesia dan tidak boleh mengurangi prinsip dasar kedaulatan negara, kemandirian kebijakan nasional, serta posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif.(hum)

Categories
TNI

TNI AU Kerahkan Pesawat Hercules Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat C-130J-30 Super Hercules nomor registrasi A-1342 untuk mengirimkan tim aju bantuan kemanusiaan, logistik, dan alat perlengkapan (Alkap) ke Myanmar, Senin (31/3/2025).

Pesawat yang diterbangkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, ini membawa 11 personel tim aju yang terdiri dari dua personel TNI, tiga personel Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), satu personel Kementerian Luar Negeri, dua personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dua personel Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan satu personel Kementerian Kesehatan.

Selain itu, turut dikerahkan unsur pengamanan tiga personel Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dan tiga personel Marinir TNI AL. Adapun kru pesawat yang bertugas sebanyak 22 personel, dengan Komandan Wing Udara I Kolonel Pnb Beny Aprianto, S.M., sebagai Mission Commander.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Marsdya TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., M.S.P. dalam keterangannya menyampaikan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto. Bantuan dikirim untuk membantu masyarakat Myanmar yang terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter beberapa hari lalu.

Hercules diterbangkan Letkol Pnb Chandra Danang yang saat ini menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 31, mengangkut 12.030 kg logistik dan Alkap berupa 20 unit tenda serbaguna dan bahan kebutuhan pokok dari Kementerian Pertahanan, logistik dari BNPB, serta truk dari Basarnas.

Pesawat menempuh rute penerbangan melalui Sultan Iskandar Muda-Naypyidaw dan dijadwalkan tiba di Myanmar pada Selasa, 1 April 2025. Setelah menurunkan bantuan, pesawat akan segera kembali ke Indonesia.

Wamenhan menjelaskan bahwa pengiriman tim aju ini bertujuan menyiapkan kedatangan tim utama yang akan diberangkatkan secara bertahap. Pengiriman bantuan lebih besar dijadwalkan pada 3 April 2025 mendatang.

“Saat ini yang berangkat adalah tim awal untuk mempersiapkan segala sesuatunya di lapangan. Besok dan tanggal 3 akan ada pengiriman bantuan tambahan dengan jumlah yang lebih besar,” tambahnya.(disp)

Categories
TNI

Kemenhan RI, Mirage Defence dan ST Engineering Berkolaborasi Gelar Program Pelatihan Perdana Siber TNI 

Koran Jurnal, Jakarta – Dengan tujuan meningkatkan pertahanan siber untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), Mirage Defence dan ST Engineering serta Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) menyelenggarakan program pelatihan siber perdana untuk unit siber TNI yang dibuka, di Jakarta, Rabu (5/2/2025).

Pelatihan perdana selama tiga hari yang berlangsung hingga 7 Februari 2025 di Jakarta diikuti oleh sekitar 20 peserta dari personnel unit siber TNI, Kemenhan, BAIS dan Universitas Pertahanan.

Para peserta pelatihan akan dibekali dengan
pengetahuan dasar dan keterampilan praktis dalam pertahanan siber.

Personel akan dilatih mengenai
lanskap ancaman siber, risiko, serta pentingnya langkah pertahanan yang kuat. Sesi ini juga akan mengevaluasi, meningkatkan, dan menguji Prosedur Penanganan Insiden Keamanan Siber TNI dalam kondisi simulasi.

Inisiatif ini merupakan langkah signifikan dalam mendukung upaya TNI untuk membentuk cabang keempat sebagai kekuatan militer siber yang tangguh guna melindungi lanskap digital Indonesia.

ST Engineering sebagai sebuah group teknologi, pertahanan, dan teknik global dengan pelanggan di 100 negara telah menggunakan teknologi dan inovasi untuk memecahkan masalah dunia nyata dan meningkatkan kualitas hidup melalui
portofolio bisnisnya di bidang aerospace, smart city, pertahanan, dan keamanan publik.

“Kami berharap dengan kompetensi yang kami miliki, kami dapat berbagi melalui berbagai platform dan event, seperti yang kita selenggarakan di sini,” kata Wakil Presiden ST Engineering Ivan Lee yang juga kepala training dalam sambutannya.

“Pastinya dengan partner kami Mirage Defence dan mitra-mitra kehormatan lainnya, kami berharap dapat menghasilkan banyak hal, kompetensi, kapabilitas yang lebih tinggi,” tambahnya.

Sementara itu Direktur Pengembangan Bisnis untuk Indonesia Ary Lestari mewakili Mirage Defence pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pertahanan dalam hal ini Badan Instalasi Strategi Pertahanan (Bainstrahan) dan Pusat Pertahanan Siber (Pushansiber) yang menjadi pihak kolaborator penyelenggara pelatihan tersebut.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pusat siber di TNI, TNI AD, TNI AU, TNI AL dan juga Universitas Pertahanan yang ikut berpartisipasi di pelatihan keamanan siber ini.

Mirage Defence memainkan peran penting dalam memfasilitasi program pelatihan ini,
mencerminkan pentingnya kemitraan kolaboratif dalam memajukan keamanan regional dan membangun kerangka pertahanan yang tangguh.

“Di era digital ini, menguasai perkembangan teknologi siber adalah komparatif untuk memastikan kemampuan keamanan siber TNI dan pertahan Indonesia,” kata Ary.

Ia berharap kerjasama ini dapat berlangsung di masa depan, termasuk dalam membuat pelatihan-pelatihan serupa.

Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI Brigjen Juinta Sembiring, pada kesempatan itu membacakan sambutan dari Panglima TNI Jend. Agus Subiyanto, yang menggarisbawahi perlu dan pentingnya pelatihan keamanan siber dilakukan mengingat potensi ancamannya.

Menurut Panglima TNI, ancaman siber adalah nyata dan multidimensi yang tidak dapat diabaikan.

“Setiap detik, serangan siber mengintai infrastruktur database kita semua. Oleh karena itu, kesadaran kolektif dan pertahanan teknis menjadi tulang punggung ketahanan institusi,” kata Panglima TNI.

“Serangan siber juga tidak hanya mengancam infrastruktur teknologi informasi, tapi juga bisa berdampak pada operasi militer, keamanan nasional bahkan ketahanan negara,” tambahnya.

Pelatihan keamanan siber merupakan salah satu cara mengantisipasi ancaman dan hal itu menjadi tanggungjawab bersama.

“Acara ini dirancang sebagai bagian bahwa kita menjadi garda terdepan dalam pertahanan dunia maya yang memiliki kesadaran dan keterampilan yang memadai dalam menghadapi ancaman siber,” katanya.

Diharapkan para peserta pelatihan keamanan siber dapat memperkuat kesadaran risiko siber dan langkah-langkah pencegahannya.

Diharapkan juga dari pelatihan keamanan siber nanti peserta dapat terlihat dalam menyusun langkah-langkah teknis melalui siberenstr yang realistis termasuk ancaman serangan siber.

Sebagai pembicara kunci yang sekaligus membuka pelatihan tiga hari tentang keamanan siber, Sekretaris Kepala Bainstrahan Laksma Arif Hanan, membacakan pidato tertulis Kabainstrahan Mayjen TNI Robi Herbawan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan keamanan siber ini.

“Acara ini diselenggarakan oleh Kemenhan dan TNI dalam rangka mengenali dan merespon dari ancaman siber dan serangan siber yang dapat mengancam keamanan organisasi,” katanya.

Pelatihan ini dinilai menjadi bagian dari strategi pertahanan total bagi setiap organisasi, yang mana perlu mengembangkan dan memelihara tim profesional dan terampil dalam mendeteksi, menangani dan memperkuat keamanan siber.

“Acara ini bertujuan untuk memberikan pelatihan yang relevan untuk membantu organisasi dalam membangun pertahanan dari ancaman siber melalui skenario aksi langsung yang tentunya bermakna,” tambahnya. (***)

Categories
TNI

Itjen Kemhan Lakukan Pengawasan Internal di Pushidros TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat, didampingi Kolonel Laut (S) Mukti Gilang M, S.E., M.M., M.Tr Opsla selaku Kepala Tim Pengawasan Internal dari Itjen Kementerian Pertahanan (Kemhan) membuka dan dibacakan taklimat awal kegiatan Pengawasan Internal Itjen Kemhan TA. 2022 di Pushidrosal di Ruang Rapat Danpushidrosal, Mako Pushidrosal, Jalan Pantai Kuta V/I, Ancol Timur, Jakarta Utara, Senin (7/11/2022)

Pengawasan Internal ini akan berlangsung selama 8 hari, dimulai dari tanggal 7-16 November 2022. Makna dari pengawasan dan pemeriksaan oleh Itjen Kemhan ini akan mendorong terwujudnya iklim organisasi yang sehat, mekanisme kerja yang lancar dan terhindar dari kemungkinan penyimpangan dan kekeliruan, sehingga dapat mengoptimalkan pencapaian tugas pokok.

“Sebagai Implementasi fungsi kontrol pengawasan dan pemeriksaan yang didukung oleh piranti lunak yang memadai dan pelaksana yang profesional, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi terciptanya kualitas kinerja organisasi dalam rangka mewujudkan efektivitas dan efisiensi program kerja,” ucap Danpushidrosal.

Diharapkan pelaksanaan pemeriksaan Itjen Kemhan akan memberikan hasil optimal bagi terwujudnya Clean Government dan Good Governance khususnya di Pushidrosal, sedangkan pada sisi lain, berbagai permasalahan yang belum atau tidak dapat kita pecahkan, dapat dicarikan jalan keluar pada tingkat komando atas.

“Kepada para Kasatker yang terkait dengan kehadiran tim pengawasan internal Kemhan ini, agar keterbukaan dan kejujuran dalam menyampaikan data dan informasi khusus sasarannya adalah Surta Hidros Pushidrosal TA 2021yang menjadi penting adalah obyektifitas dalam melaksanakan audit, sehingga tercapai hasil yang optimal, yang akan menjadi masukan bermanfaat bagi upaya peningkatan kinerja Pushidrosal,” pesan orang nomor satu di Pushidrosal.

Hadir dalam acara tersebut Inspektur Pushidrosal Laksamana Pertama TNI Rony Saleh, Kapoksahli Danpushidrosal Laksamana Pertama TNI Suhendro, Asopssurta Danpushidrosal Laksamana Pertama TNI Dyan Primana S. beserta para pejabat utama Pushidrosal.(disp)

Categories
TNI

KSAU Hadiri Penyerahan Predikat WTP atas LPH Keuangan Kemhan dan Jajarannya

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., mengikuti penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LPH) atas keuangan Kemhan dan Jajarannya melalui video telekonferensi (Vicon) di ruang kerja Kasau Mabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (08/07/2021).

Predikat opini Wajar Tanpa Pengecuali (WTP) diraih oleh Kemhan beserta Jajarannya yang diserahkan oleh Pimpinan Pemerintahan Keuangan Negara I, Dr. Hendra Susanto, S.T., M.Eng.,M.H., CFrA., CSFA. kepada Menhan Letjen (Purn) Prabowo Subianto.

Pada kesempatan tersebut Menhan Letjen (Purn) Prabowo Subianto memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras, profesionalisme, dan kompetensi BPK yang telah bekerja dengan sangat baik selama ini.

“Kepada pihak yang terkait agar segera menyelesaikan seluruh temuan dengan rekomendasi BPK RI sehingga dapat memperbaiki sistem pengendalian internal serta meningkatkan kepatuhan terhadap perundang-undangan dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara serta dapat mempertahankan predikat WTP di tahun berikutnya,” jelas Menhan RI.

Sementara Pimpinan Pemerintahan Keuangan Negara I, Dr. Hendra Susanto, S.T., M.Eng.,M.H., CFrA., CSFA., mengatakan bahwa kriteria yang digunakan BPK dalam melakukan pemeriksaan laporan keuangan adalah laporan keuangan harus sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan, laporan keuangan harus menyajikan informasi yang cukup, efektivitas sistem pengendalian internal, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

“Selamat atas pencapaian opini WTP dan kami harapkan rekomendasi BPK segera ditindaklanjuti oleh kementerian Pertahanan dan TNI, sekali lagi kami ucapkan selamat semoga tahun-tahun yang akan datang dapat dipertahankan,” tegas Pimpinan Pemerintahan Keuangan Negara I.

Hadir pada Vicon tersebut Wamenhan Letjen TNI M. Helindra, Sekjen Kemhan Marsdya TNI Donny Ermawan, Para Pejabat Kemhan, Kasad Jendral TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, dan Irjen TNI Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, Auditor Pertama Keuangan Negara I Bapak Novy GA. Palengkahu, Kepala Auditor I.A Bapak Hendra Gunawan, Tenaga Ahli Pimpinan Keuangan Negara I Bapak Johan Marta Utama, Kepala Sub Auditorat I.A.3 Bapak Joni Setiawan.(disp/red)

Categories
TNI

KSAL Terima Kunjungan Kehormatan Wamenhan RI

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono S.E., M.M., menerima kunjungan kehormatan Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Letnan Jenderal TNI Muhammad Herindra, M.A., M.Sc., bertempat di Gedung Utama, Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (08/02/2021).

Kunjungan kerja ini dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta perkenalan sebagai Wamenhan RI setelah dilantik oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo pada bulan Desember 2020 lalu. Dalam silaturahmi di Mabesal ini, diharapkan TNI Angkatan Laut dan Kemhan RI dapat lebih mempererat kerja sama antar instansi dan lebih meningkatkan komunikasi dalam rangka membangun kemajuan bangsa dan negara.

Turut mendampingi KSAL, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal Laksamana Muda TNI Muhammad Ali S.E., M.M., Asisten Intelijen (Asintel) Kasal Laksamana Muda TNI Angkasa Dipua S.E., M.M. dan Wakil Asisten Logistik (Waaslog) Kasal Laksamana Pertama TNI Rachmad Hartoyo, S.Sos., M.M., CHRMP.
Sementara itu, Wamenhan didampingi Direktur Jenderal Kekuatan dan Pertahanan (Dirjen Kuathan) Kemhan Marsekal Muda TNI N. Ponang Djawoto, Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan (Dirjen Renhan) Kemhan Mayor Jenderal TNI Budi Prijono dan Kepala Bagian Dukungan Administrasi (Kabag Dukmin) Kemhan Kolonel Czi Irfan Siddiq.(disp/red)