Categories
Bencana TNI

Tim Siaga Bencana Koopsud I Patroli Seputar Wilayah Koopsud I yang Rawan Banjir

Koran Jurnal, Jakarta – Satuan tim siaga bencana banjir Koopsud I melakukan pengecekan perlengkapan siaga banjir dan dilanjutkan patroli ke daerah-daerah seputar wilayah Koopsud I yang rawan banjir. (Senin, 27-02-2023).

Satuan tim siaga bencana banjir tersebut dipimpin oleh Dansatgas Letkol Pom Aswinto, Wadansatgas Mayor Sus Eko Wahyudiono dan didampingi oleh Dandenma Koopsud I Letkol Kal Alexander Maspanator, Pabandyabakkomsos Spotdirga Koopsud I Letkol Sus Firdaus Bustam, Pabandyapotwilnat Spotdirga Koopsud I Letkol Sus M. Toriq, beserta anggota satgas banjir Koopsud I lainnya.

Lokasi patroli berada di wilayah Kelurahan Kampung Makassar, Kecamatan Makassar, Kotamadya Jakarta Timur. Dengan kondisi ketinggian air mencapai 30 cm.

Perlengkapan-perlengkapan yang disiapkan untuk mendukung tim siaga banjir, 1 perahu karet besar, 7 perahu karet kecil, 17 pelampung, 5 dayung perahu, truk 1 unit dan mobil double cabin 1 unit.

“Tim siaga bencana banjir Koopsud I harus selalu siaga kapanpun jika terjadi bencana banjir di seputaran wilayah Koopsud I dan sekitarnya, mengingat kondisi cuaca saat ini yang tinggi intensitas hujannya,” pesan Pangkoopsud I kepada tim siaga banjir Koopsud I.(disp)

Categories
Megapolitan

Kepala Pushidros TNI AL Hadiri Apel Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan di DKI Jakarta

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P. menghadiri Apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di wilayah tingkat DKI Jakarta, yang dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Anies Baswedan di Lapangan Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (04/11/2020).

Kegiatan ini didasari bahwa di masa Pandemi saat ini, tantangan yang dihadapi semakin besar, ketika tingkat curah hujan yang tinggi dibulan Oktober hingga Desember masuk ke kawasan Indonesia terutama di DKI Jakarta. Maka pemerintah DKI Jakarta, perlu mewujudkan sinergitas / kolaborasi antara unsur TNI-POLRI, unsur pemerintah serta perangkat daerah untuk menggalang seluruh kekuatan yang dimiliki bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana banjir akibat musim hujan, dengan membentuk tim kesiapsiagaan dalam menghadapi musim penghujan di wilayah DKI Jakarta.

Personel yang terlibat dalam acara ini berjumlah sekitar 955 orang yang terdiri dari perangkat daerah yakni, BPBD DKI, PMI, SAR DKI, Polri, TNI, hingga Satpol PP DKI. Didukung pula Kendaraan berat, ambulan, kendaraan operasional, mobil dapur umum, perahu karet, dan rainbow. Hadir pula Wagub DKI Ahmad Riza Patria, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Wakabasarnas Mayjen TNI Bambang Suryo Aji, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., Panglima Kolinlamil Laksda TNI Irwan Achmadi, M.Tr (Han), Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal) Laksda TNI Nazali Lempo, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko, dan Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Sudjarwoko.

Gubernur DKI mengatakan bahwa dalam memasuki musim hujan diperlukan tingkat kewaspadaan lebih tinggi. Ada tiga kata kunci dalam penanganan musim hujan di Ibu Kota, yakni pertama siaga artinya mengingatkan seluruh potensi untuk bisa menghadapi semua kemungkinan yang terjadi. kedua tanggap, dengan memantau dengan dekat perkembangan cuaca, sehingga bisa merespon dengan cepat apapun kondisinya dan terakhir, galang yang artinya dalam menghadapi bencana harus memiliki kemampuan untuk menggalang seluruh kekuatan, kemampuan memanggul bersama beban yang dirasakan bersama.

Selain itu, Gubernur DKI juga menambahkan bahwa ke depannya yang perlu diwaspadai adalah bencana La Nina. Dikatakannya, Kota Jakarta memiliki kapasitas maksimal mampu menampung 100 milimeter kubik/jam sehari. Jika volume air yg masuk melebihi dari 100 milimeter kubik/jam maka akan terjadi banjir.

“Diharapkan tanggung jawab kita dalam hal ini memastikan seluruh masyarakat yang terkena bencana tersebut dipastikan selamat, jangan ada yang menjadi korban. Genangan banjir di Jakarta ini biasanya mengering dalam waktu kurang dari 6 jam,” kata Gubernur.

Tantangan di DKI Jakarta yang menjadi penyebab banjir ada 3 penjuru antara lain pertama Hujan Lokal secara terus menerus, kedua terjadi hujan lebat di daerah pegunungan atau dataran tinggi, maka kita akan terkena imbasnya atau tumpahan dan yang ke tiga adalah akibat permukaan air laut yang meninggi di kawasan dataran rendah yaitu banjir rob, mengingatkan perhatian kita kepada penanganan banjir bukan saja air dari pegunungan, dan hujan lokal tetapi juga dari kawasan pesisir pantai.

“Kita mendapat kehormatan untuk menjaga nama baik ibukota DKI Jakarta ini. Dalam masa pandemi diharapkan perhatikan seluruh protokol kesehatan dalam semua kegiatan kita. Sebagai manusia kita tetap berikhtiar kepada Tuhan Yang Maha Esa, InshaAllah Jakarta terbebas dari bencana banjir,” pungkasnya.(disp/red)

Categories
Megapolitan

Lantamal III dan Yonmarhanlan III Jakarta Terjunkan Tim Siaga Banjir Awal Tahun 2020

Koran Jurnal, Jakarta – Hujan deras yang mengguyur menjelang pergantian malam Tahun Baru 2020 hingga pagi tadi, membuat sejumlah wilayah di Jakarta dan beberapa tempat sekitarnya mengalami banjir, tinggi genangan air bahkan mencapai lebih dari satu meter, Tim Siaga Banjir Lantamal III Jakarta dan Tim Siaga Banjir Yonmarhanlan III terjunkan tim siaga banjir dalam rangka membantu mengevakuasi dan menyelamatkan warga masyarakat Jakarta yang terkena bencana banjir, Rabu (01/01/2020).

.
Tim Siaga Banjir Lantamal III melaksanakan evakuasi dan memberikan bantuan di daerah-daerah yang terdampak banjir di Cawang, Kali Malang, Jati Bening dan Bendungan Hilir dengan kekuatan satu tim siaga banjir yang terdiri dari 1 perahu karet, 10 personel, 10 baju pelampung dan 10 dayung.

Untuk Tim Siaga Banjir yang sudah dikerahkan berjumlah 5 tim, diantaranya satu tim 1 Lantamal III di pimpin Peltu Tku Taroni ke daerah Cawang Usman Harun sampai ke Kali Malang dan sekitarnya, tim 2 Lantamal III dan tim 3, 4 Yonmarhanlan ke Bendungan Hilir (RSAL Mintoharjo) dan sekitarnya, sedangkan Tim 5 Yonmarhanlan III di pimpin Letda Mar Herpri ke Jati Bening dan sekitarnya.

Dalam membantu evakuasi dan menyelamatkan warga, tim dari Lantamal III dan tim Yonmarhanlan III bergabung bersama tim satgas banjir lainnya baik dari pemerintah provinsi, Basarnas, Polri, BPBN, Damkar dan masyarakat untuk bahu membahu membantu warga Jakarta yang terkena bencana banjir.

Berdasarkan informasi dari BMKG yang memperkirakan dalam sepekan ke depan di beberapa daerah berpotensi cuaca ekstrem, cuaca hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.(disp/red)