Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Launching S-101 dan Sea Trial Produk S-100 di Teluk Jakarta

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) melaksanakan kegiatan Launching ENC S-101 dan Sea Trial Produk S-100 di perairan Teluk Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M.

Launching ENC S-101 dan Sea Trial Produk S-100 ini merupakan bagian dari roadmap Pushidrosal dalam mempersiapkan implementasi seri S-100 yang mengacu pada standar International Hydrographic Organization (IHO).

Dalam sambutannya, Danpushidrosal menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan Pushidrosal menuju persiapan dan penerapan seri S-100 yang merupakan standar internasional terbaru peta laut digital yang akan diterapkan pada Tahun 2029. Upaya tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2021 dan terus dikembangkan secara bertahap sebagai bagian integral dari roadmap implementasi S-100 Pushidrosal.

“Roadmap ini mencerminkan komitmen kuat Pushidrosal untuk terus meningkatkan kualitas, interoperabilitas, dan pemanfaatan yang efektif, selaras dengan perkembangan standar IHO,” ujar Danpushidrosal.

Danpushidrosal menjelaskan, sea trial S-100 yang dilaksanakan merupakan tahap pertama dari rangkaian pengujian untuk memvalidasi secara langsung di lapangan penerapan produk dan layanan S-100, termasuk ENC S-101, Batimetri S-102, Pasang Surut S-104, dan Arus Permukaan S-111.

Pengujian pada tahap selanjutnya akan diperluas ke wilayah dengan karakteristik pasang surut dan arus yang lebih ekstrem. Hal tersebut dilakukan untuk mengkaji lebih lanjut efisiensi, ketahanan, serta kemampuan sistem S-100 guna merespons kondisi hidro-oseanografi yang lebih kompleks dan beragam dalam rangka meningkatkan keamanan dan efisien bernavigasi.

Hasil sea trial ini juga diharapkan memberikan masukan bagi proses evaluasi, penyempurnaan, dan pengembangan implementasi S-100 baik di internal Pushidrosal maupun IHO.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan dan pakar hidro-oseanografi dari mitra internasional, yaitu Timothy William Lewis dan Graeme Stringer dari UKHO, Anna Childerhose dan Michael Sebastian Melchger dari OSI Kanada, serta Dan Morash dari Teledyne CARIS Kanada.

Sebelumnya, pada pekan lalu Pushidrosal juga telah melaksanakan kegiatan Sea Trial pendahuluan yang dihadiri oleh para pejabat dan undangan dari internal TNI AL, dimana unsur TNI AL merupakan pengguna utama Peta Laut Elektronik untuk operasional dan latihan TNI AL. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Pushidrosal dalam mempersiapkan penerapan S-100 dan meningkatkan kemampuan penyediaan informasi hidro-oseanografi yang modern, terintegrasi, dan interoperabel untuk TNI AL.

“Melalui rangkaian pengujian tersebut, Pushidrosal terus memperkuat kesiapan teknologi, sumber daya, dan sistem dalam mendukung transformasi digital hidro-oseanografi serta penyediaan informasi kelautan dan navigasi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan operasional,” pungkas Danpushidrosal.(disp)

Categories
TNI

AACC ke-23, TNI AU Perkuat Interoperabilitas Angkatan Udara ASEAN untuk Penanganan Kemanusiaan dan Bencana

Koran Jurnal, Cilangkap – TNI Angkatan Udara memperkuat interoperabilitas Angkatan Udara ASEAN melalui kerja sama yang praktis, bertahap, inklusif, dan berorientasi pada misi, khususnya dalam bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M. dalam 23rd ASEAN Air Chiefs Conference (AACC) yang dilaksanakan melalui video conference, Rabu (9/9/2026).

KSAU menegaskan bahwa interoperabilitas tidak berarti Angkatan Udara ASEAN harus memiliki sistem yang sama atau berada dalam satu komando. Kerja sama tetap dibangun dengan menghormati kedaulatan, kewenangan nasional, serta perbedaan sistem dan kemampuan masing-masing negara.

Dalam menghadapi misi bersama, khususnya Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR), kemampuan bekerja sama menjadi faktor penting. Kekuatan udara memiliki peran dalam bantuan kemanusiaan, pencarian dan pertolongan, evakuasi medis, penilaian udara, serta distribusi bantuan secara cepat.

TNI AU mendorong penguatan komunikasi, berbagi informasi, latihan, dan pendidikan sebagai fondasi interoperabilitas. Upaya tersebut sejalan dengan mekanisme ASEAN, termasuk AHA Centre dan prinsip One ASEAN, One Response.(disp)

Categories
TNI

Lanud Yohanis Kapiyau Bantu Salurkan 505 Kilogram Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Koran Jurnal, Timika – Dari wilayah timur Indonesia, TNI AU melalui Lanud Yohanis Kapiyau mendukung pengiriman 505 kilogram bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (1/9/2026).

Bantuan yang diberikan atas kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mimika tersebut dikirim dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua Tengah, menuju Lanud El Tari Kupang, NTT, menggunakan pesawat TNI AU.

Bantuan kemanusiaan yang dikirimkan meliputi air mineral, susu dan makanan bayi, selimut, serta terpal. Berbagai kebutuhan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama masa tanggap dan pemulihan pascabencana.

Lanud Yohanis Kapiyau berperan dalam mendukung proses pengiriman bantuan dari Timika menuju Kupang. Setibanya di Lanud El Tari, bantuan akan didistribusikan lebih lanjut ke wilayah yang terdampak bencana sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.(disp)

Categories
Pendidikan TNI

Danpushidrosal Bekali Pasis Dikspespa Hidros, Mahasiswa S1 dan S2 STTAL

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., memberikan pembekalan kepada 17 orang Perwira Siswa Pendidikan Spesialisasi Perwira Hidrografi (Pasis Dikspespa Hidros) Angkatan-XXIV Tahun 2026 (12 siswa TNI AL, 1 orang disnav tanjung priok dan 4 orang dari negara pakistan, kamboja, vietnam dan brunai), 1 orang Mahasiswa S1 dan 3 orang mahasiswa S2 STTAL Hidros bertempat di ruang serbaguna Pusdikhidros, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (18/8/2026).

Dalam pembekalannya yang mengusung tema “Menjadi Perwira Hidrografi yang Profesional dan Adaptif”, Danpushidrosal menegaskan bahwa profesi hidrografi tidak dapat dipandang sebatas aktivitas pengukuran kedalaman laut maupun pembuatan peta laut, namun dituntut mampu menjadi problem solver berbasis data maritim, dengan memastikan setiap data yang diperoleh melalui kegiatan survei memiliki tingkat kebenaran, akurasi, dan data survei yang akurat selanjutnya diolah menjadi informasi berupa peta laut dan produk nautika yang relevan, mutakhir, serta terintegrasi, sehingga informasi tersebut menjadi landasan bagi pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan aman, baik untuk kepentingan operasi TNI Angkatan Laut, keselamatan navigasi pelayaran, maupun kebutuhan pembangunan dan kebijakan nasional.

Lebih lanjut disampaikan, sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan lembaga hidrografi yang mampu menjamin ketersediaan data dan informasi kelautan yang berkualitas. Dalam konteks tersebut, Pushidrosal memiliki peran ganda (dual role) sebagai satuan kerja TNI Angkatan Laut sekaligus Lembaga Hidrografi Nasional. Lima pilar fungsi Pushidrosal meliputi fungsi militer, pelayanan umum, penerapan lingkungan laut, diplomasi, dan penelitian.

Dalam perspektif pertahanan, Danpushidrosal menekankan bahwa pemahaman terhadap karakteristik medan laut merupakan bagian fundamental dari keberhasilan operasi militer. Data batimetri, arus, pasang surut, dan karakteristik dasar laut yang akurat diperlukan dalam mendukung berbagai operasi, termasuk pergerakan kapal selam, pendaratan amfibi, maupun perencanaan operasi ranjau laut.

Sejalan dengan perkembangan teknologi, para perwira hidrografi juga dituntut mampu menguasai berbagai perangkat survei modern, seperti Single Beam Echosounder (SBES), Multibeam Echosounder (MBES), Side Scan Sonar (SSS), Sub-Bottom Profiler (SBP), Magnetometer, hingga sistem nirawak seperti AUV, ROV, dan USV. Namun, kecanggihan teknologi tetap harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia.

Dalam pembekalan tersebut juga disampaikan mengenai penguatan tata kelola survei dan pemetaan hidrografi nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2026 tentang Survei Hidrografi dan Pemetaan Hidrografi Nasional. Kebijakan tersebut mempertegas posisi Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional serta memperkuat tanggung jawab dalam penyelenggaraan, pemantauan, dan validasi kegiatan survei dan pemetaan hidrografi di wilayah perairan Indonesia.

Menurut Danpushidrosal, penguatan tersebut sekaligus membawa konsekuensi meningkatnya tanggung jawab profesi para perwira hidrografi. Produk yang dihasilkan tidak semata-mata menjadi konsumsi internal, tetapi dapat menjadi rujukan dalam mendukung kepentingan hukum, pembangunan nasional, keselamatan pelayaran, serta berbagai kepentingan strategis negara.

Karena itu, para Pasis dituntut menjaga kualitas dan integritas data, meningkatkan kemampuan berkolaborasi lintas kementerian/lembaga, menguasai teknologi digital, serta memiliki kesadaran terhadap keamanan data maritim.

Menutup pembekalannya, Danpushidrosal berpesan “Jadilah perwira hidrografi yang menguasai ilmu, teknologi, dan medan”, reputasi seorang perwira hidrografi tidak dibangun dari janji manis atau retorika belaka, melainkan dari data yang akurat, kerja lapangan yang disiplin, dan integritas moral yang tidak dapat digoyahkan.

Categories
TNI

Pesawat Hercules TNI AU Kirim 27 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Udara bergerak cepat menyalurkan bantuan pemerintah bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada hari yang sama, Sabtu (15/8/2026), sebanyak 27,09 ton bantuan tahap pertama langsung diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Bandara Internasional Komodo, NTT, menggunakan dua pesawat Hercules.

Bantuan berupa kebutuhan pokok tersebut diangkut menggunakan pesawat C-130J Super Hercules dengan muatan 14.000 kilogram dan C-130 Hercules dengan muatan 13.090 kilogram.

Selain mengerahkan dua pesawat Hercules untuk membawa bantuan, TNI AU turut mengerahkan pesawat Boeing 737-800 untuk mengangkut personel yang akan membantu penanganan bencana di wilayah terdampak.

Pengiriman bantuan melalui jalur udara dilakukan untuk mempercepat distribusi logistik kepada masyarakat terdampak gempa. Kapasitas angkut pesawat Hercules memungkinkan ribuan paket bantuan diberangkatkan dalam satu rangkaian penerbangan menuju NTT untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, kesiapan penerbangan ditinjau langsung oleh Komandan Grup 1 Angkut, Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma, S.T., M.M., M.Han., di Apron Baseops Lanud Halim Perdanakusuma.

Dalam arahannya kepada kru, Komandan Grup 1 Angkut menekankan agar seluruh personel tetap fokus menjalankan tugas dengan mengutamakan keselamatan penerbangan.

Pengiriman bantuan melalui jalur udara ini memperkuat dukungan TNI Angkatan Udara dalam mempercepat penanganan dampak gempa serta memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak NTT.(disp)

Categories
TNI

154 Perwira Remaja TNI AU Resmi Dilantik, Siap Hadapi Tantangan Pertahanan Udara Masa Depan

Koran Jurnal, Jakarta – Regenerasi sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam menjaga kesinambungan pengabdian TNI Angkatan Udara kepada bangsa dan negara. Melalui lahirnya perwira-perwira baru, TNI AU terus memperkuat kualitas sumber daya manusia untuk menjawab tantangan pertahanan yang semakin dinamis.

Komitmen tersebut kembali diperkuat dengan bertambahnya 154 perwira pertama TNI Angkatan Udara setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melantik para calon perwira remaja (Capaja) Akademi Angkatan Udara (AAU) dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri Tahun 2026 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026). Upacara ini turut dihadiri Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M.

Usai dilantik, para lulusan AAU resmi menyandang pangkat Letnan Dua (Letda) dan siap mengemban tugas sebagai perwira di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Presiden dalam amanatnya menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar akhir dari pendidikan, melainkan awal pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Hari ini bukan sekadar upacara, hari ini bukan garis akhir, hari ini adalah awal sebuah pengabdian kepada bangsa dan negara,” tegas Presiden.

Presiden mengingatkan bahwa pangkat yang disandang para perwira merupakan amanah dan kepercayaan rakyat yang harus dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, serta kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan rakyat Indonesia.

Sejalan dengan perkembangan lingkungan strategis, Presiden juga menekankan pentingnya membangun kompetensi perwira yang adaptif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Perwira masa depan harus unggul dalam karakter, disiplin, kepemimpinan, dan penguasaan sains dan teknologi,” ujarnya.

Pelantikan ini juga menandai keberhasilan Letda Pnb Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara.

Pada Upacara Praspa TNI-Polri Tahun 2026 tersebut turut dilantik 512 Capaja Akademi Militer, 229 Capaja Akademi Angkatan Laut, dan 282 Capaja Akademi Kepolisian.(disp)

Categories
Militer TNI

TNI AU Bangun Kolaborasi Keselamatan Penerbangan dengan Russian Armed Forces

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Udara membangun kolaborasi di bidang keselamatan penerbangan dengan Russian Armed Forces melalui penyelenggaraan Aviation Safety Meeting TNI AU and Russian Armed Forces di Jakarta Timur, Selasa (7/7/2026). Pertemuan perdana ini menjadi langkah awal kedua pihak memperkuat kerja sama melalui pertukaran informasi dan pengalaman guna meningkatkan keselamatan terbang dan kerja.

Delegasi TNI AU dipimpin oleh Kapuslaiklambangjaau Marsda TNI Fakhrizet, S.Sos., sedangkan delegasi Russian Armed Forces dipimpin oleh Major General Gadzhiev Tagir Minetullahovich, Head of the Flight Safety Service, Inspectorate of the Russian Armed Forces.

Dalam sambutannya, Kapuslaiklambangjaau menyebutkan pertemuan ini menjadi momentum awal untuk membangun pemahaman, kepercayaan, dan hubungan profesional yang lebih erat dalam bidang keselamatan terbang dan kerja.

Kapuslaiklambangjaau juga menyampaikan keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesiapan operasi dan keberhasilan pelaksanaan tugas. Menurutnya, keselamatan dibangun melalui regulasi yang kuat, personel yang kompeten, alutsista yang laik, penerapan manajemen risiko yang efektif, serta budaya keselamatan yang terus ditingkatkan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai upaya peningkatan keselamatan penerbangan, meliputi penerapan pendekatan proaktif dan prediktif dalam pengelolaan keselamatan, penguatan Safety Management System (SMS), digitalisasi pelaporan dan analisis data keselamatan, pengembangan predictive risk management, integrasi data keselamatan secara berkelanjutan, serta peningkatan kompetensi personel guna mendukung keselamatan penerbangan militer.(disp)

Categories
TNI

Tiga Perwira TNI AU Berhasil Selesai Pendidikan Air Command and Staff College di USA 

Koran Jurnal, Amerika Serikat – Tiga perwira TNI Angkatan Udara berhasil menyelesaikan pendidikan Air Command and Staff College (ACSC) Academic Year 2025–2026 di Maxwell Air Force Base, Amerika Serikat yang berlangsung pada 2 Juni 2025 hingga 21 Mei 2026.

Ketiga perwira tersebut adalah Mayor Pnb Ilham Widi Pratama, Mayor Pnb Dentabela Kusmanto, dan Mayor Lek Ramayuda Rahmad.

Program ACSC diikuti oleh 485 peserta yang terdiri dari perwira United States Air Force, United States Space Force, United States Navy, United States Marine Corps, United States Army, kalangan sipil, serta 81 peserta internasional dari 67 negara.

ACSC merupakan lembaga pendidikan pengembangan perwira tingkat menengah United States Air Force yang setara dengan Seskoau di Indonesia. Kurikulumnya dirancang untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan, pemikiran strategis, perencanaan operasi militer, serta pengambilan keputusan dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global yang terus berkembang.

Sebelum mengikuti program ACSC, ketiga perwira TNI AU tersebut terlebih dahulu menjalani International Officer Preparation Course selama satu bulan sebagai bagian dari persiapan akademik.

Keberhasilan menyelesaikan pendidikan tersebut mencerminkan komitmen TNI AU dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan militer bertaraf internasional, sekaligus memperkuat kerja sama internasional dan diplomasi pertahanan dengan negara-negara sahabat.(disp)

Categories
TNI

Perwira TNI AU Rampungkan Logistic Readiness Officer Course di Sheppard Air Force Base

Koran Jurnal, Amerika Serikat – Perwira TNI Angkatan Udara, Kapten Kal Bhakti Panji Wibowo, S.Tr. (Han), telah merampungkan Logistic Readiness Officer Course yang diselenggarakan di Sheppard Air Force Base, Amerika Serikat. Program tersebut berlangsung sejak 28 Februari hingga 15 April 2026.

Selama mengikuti kursus, berbagai materi terkait logistik militer modern dipelajari secara mendalam. Kurikulum yang diterapkan mencakup empat pilar utama logistik tempur, yaitu manajemen pasokan (supply management), pemeliharaan kendaraan (vehicle management), pengelolaan bahan bakar (fuels management), serta perencanaan distribusi dan penyebaran pasukan (deployment, distribution, and transportation).

Tidak hanya berfokus pada teori, pelatihan juga dirancang untuk memperkuat kemampuan praktis dalam mengelola sistem logistik yang terintegrasi secara global. Dengan pendekatan tersebut, peserta didorong mampu memahami alur dukungan operasional secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Melalui keberhasilan mengikuti pendidikan tersebut, diharapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat mendukung penguatan kemampuan logistik TNI Angkatan Udara dalam menunjang kesiapan operasional satuan secara efektif dan modern.(disp)

Categories
TNI

Meriahkan HUT ke 80 TNI AU, Lanud R. Suryadi Suryadarma Gelar Pentatlon Kemiliteran 

Koran Jurnal, Subang – Lanud R. Suryadi Suryadarma menggelar olahraga pentatlon kemiliteran dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 TNI Angkatan Udara, Jumat (17/4/2026).

Lomba sejauh 7 kilometer ini diikuti 13 satuan kerja (satker) dan Insub di jajaran Lanud Suryadarma. Seluruh peserta membawa perlengkapan perorangan berupa senjata, helm, dan ransel seberat 3,5 kilogram, sehingga menguji ketahanan fisik sekaligus mental prajurit.

Setelah bendera start dikibarkan, peserta menempuh lintasan dengan berbagai tantangan. Setiap regu harus berlari sambil melewati rintangan menembak, bersepeda, titian dua tali, hingga penyeberangan basah dengan garis finish di Suryadarma Golf Driving Range (SGDR).

Danlanud Sdm Marsma TNI M.R.Y. Fahlefie, S.Sos., psc., menyampaikan bahwa perlombaan tidak semata mengejar hasil, tetapi juga menjadi sarana pembinaan fisik dan mental serta memperkuat kebersamaan antara personel Lanud Suryadarma dan Insub.

“Kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan yang hendak kita raih, tetapi bagaimana kita dapat menunjukkan kekompakan dan kebersamaan,” ujar Danlanud.

Danlanud juga menambahkan, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan, tetapi juga oleh kekompakan, soliditas, dan integritas setiap personel, sehingga tim yang solid dapat melampaui yang lebih cepat.

Dalam lomba tersebut, Satker Dinas Logistik meraih juara pertama dengan waktu tercepat, disusul Satker Satpomau di posisi kedua, serta Satker Dinas Operasi di peringkat ketiga.(disp)