Categories
Megapolitan TNI

Gladi Bersih HUT 77 TNI AU, KSAU: Pengerahan Alutsista, Bentuk Pertanggung Jawaban TNI AU Kepada Rakyat

Koran Jurnal, Jakarta – Dua hari jelang peringatan HUT ke-77, TNI AU menggelar gladi bersih, di Taxyway Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (6/4/2023). Gladi bersih yang juga terbuka untuk masyarakat tersebut, ditinjau Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E.,.M.P.P., CSFA.

Kepada media Kasau mengatakan, peringatan HUT ke-77 TNI AU tahun 2023 digelar cukup besar, dengan mengerahkan 82 pesawat TNI AU berbagai jenis dan 3.300 prajurit, serta simulasi demo udara dan darat.

“Pengerahan alutsista dan personel yang cukup besar, sebagai bentuk pertanggung jawaban TNI AU kepada masyarakat Indonesia, mengingat selama pandemi Covid-19, aktifitas TNI AU kepada publik sangat terbatas,” ujar Kasau.

Kasau sangat bersyukur pelaksanaan gladi bersih dapat berjalan aman dan lancar, meskipun ada evaluasi untuk perbaikan. Seluruh rangkaian acara, mulai parade, defile serta demo udara dan darat, berjalan sesuai rencana.

Seusai meninjau gladi bersih, Kasau juga meninjau kesiapan pesawat dan berdialog dengan para kru pesawat, di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma. Untuk keselamatan dan kelancaran peringatan HUT ke-77 TNI AU, Kasau juga mengikuti doa bersama dengan para prajurit TNI AU.

Upacara puncak peringatan HUT ke-77 TNI AU sendiri akan digelar pada Minggu, 9 April 2023, dengan Inspektur Upacara (Irup) Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, dan dihadiri sejumlah pejabat baik sipil maupun militer, termasuk para Athase Pertahanan (Athan) negara sahabat.

Bagi masyarakat yang akan menyaksikan langsung ke Lanud Halim Perdanakusuma, dapat datang mulai pukul 07.00 wib, melalui akses pintu Dirgantara I Pondok Gede, atau pintu pos Kali Malang, serta pintu Pos lama Makasar.(disp)

Categories
Industri TNI

TNI Angkatan Laut Perkuat Alutsista Gunakan Industri Pertahanan Dalam Negeri

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali membangun 2 (dua) Kapal Patroli Cepat 60 Meter Multiyears TA. 2022, 2023 dan 2024 untuk menambah kekuatan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang diawali dengan proses First Steel Cutting (proses pemotongan plat pertama kali) dan Keel Laying (peletakan lunas pertama saat kapal dibangun) bertempat di PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) Banten, Jum’at (09/12/2022).

Pembangunan kedua kapal ini dipercayakan kepada PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) Banten yang akan diselesaikan selama 26 bulan dimana nantinya kedua kapal ini direncanakan akan memperkuat Koarmada III Sorong.

Wakasal dalam sambutannya mengatakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong kemajuan yang cukup signifikan dalam pembangunan Industri Pertahanan Dalam Negeri. Keberadaan PT. Caputra Mitra Sejati, sebagai salah satu industri pertahanan bidang maritim untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam membangun industri pertahanan.

“Untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam membangun industri pertahanan, TNI Angkatan Laut akan terus berkomitmen semaksimal mungkin memanfaatkan industri dalam negeri untuk pemenuhan Alutsista” ujar Laksdya Heri.

Menurut Wakasal, TNI AL sudah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan anjuran pemerintah untuk bagaimana sebanyak mungkin menggunakan produk dalam negeri.

“Kita ketahui bersama bahwa kondisi geografi kita yang sangat luas dibandingkan dengan keadaan jumlah kapal yang dimiliki saat ini, disamping itu juga masih belum terpenuhinya program program postur kekuatan dalam hal ini kita perlu mengambil kebijakan untuk bagaimana menutupi capability gap dengan membuat kapal-kapal produksi dalam negeri,” kata Wakasal.

Sementara itu, Direktur PT. CMS Kriss Pramono menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PT. CMS untuk membangun kembali 2 Kapal Patroli Cepat 60 M yang ke 10 dan 11. “Saya juga berharap semoga kedepan PT. CMS diberi kepercayaan untuk membangun kapal Kombatan yang dilengkapi dengan CMS”, harapnya.

Kedua kapal patrol cepat ini memiliki spesifikasi panjang seluruh (LOA) 61.20 meter, lebar 8,50 meter, tinggi 4,95, kecepatan penuh 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot, kecepatan ekonomis 15 knot, akomodasi untuk 50 ABK dan 5 cadangan. Kapal patroli cepat ini juga dilengkapi dengan persenjataan Meriam 40 mm, serta dilengkapi Firing Control System dan Meriam kaliber ringan 12,7 mm.

Kegiatan First Steel Cutting dan Keel Laying ditandai dengan penekanan tombol sirine, pemotongan plat pertama kali sekaligus pengelasan oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Ahmadi Heri Purwono diiringi lagu Bagimu Negeri dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara oleh Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksma TNI Maman Rohman selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Direktur PT. CMS Kriss Pramono disaksikan Wakasal Laksdya Ahmadi Heri Purwono dan Pejabat Utama Mabesal.(disp)

Categories
Militer TNI

Pangkoarmada I Pastikan Kesiapan Alutsista yang Terlibat Gladi Tugas Tempur

Koran Jurnal, Jakarta – Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) Koarmada I Tahun 2020 bersama pendaratan amfibi oleh Pasukan Marinir dalam sepekan kedepan, Panglima Koarmada I Laksda TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., melaksanakan inspeksi ke KRI dan kesiapan personel di Dermaga Sunda Komplek Satuan Koarmada I Pondok Dayung, Rabu (15/07/2020).

Kesiapan personel dan KRI dalam mendukung latihan ini merupakan hal yang sangat mendasar, sehingga mengetahui kondisi secara langsung dan mendapatkan informasi secara langsung permasalahan yang ada di satuan bawah sangat penting. Pangkoarmada I menegaskan bahwa, “Kualitas material, kesiapan spare part dan kesiapan personel yang mengawaki merupakan kunci utama keberhasilan tugas dan harus terpenuhi. Kondisi cuaca di laut merupakan tantangan yang harus terselesaikan sebelum menghadapi musuh, sehingga personel pengawak alutsista dan alutsistanya harus yakin mampu dioperasionalkan sesuai dengan rencana operasi dan kondisi alam. Harus tidak ada keraguan, karena latihan dan kesiapan alutsista hanya cara yang bisa dipertanggungjawabkan untuk meningkatkan profesionalisme dan hal ini harus kita laksanakan secara mandiri”.

Inspeksi yang dihadiri juga oleh Sekertaris Dinas Kelaikan Material Angkatan Laut (Sekdislaikmatal) Kolonel Laut (T) I Wayan Maradana menyampaikan bahwa Alutsista yang tidak layak atau tidak siap secara material untuk tidak dilibatkan dalam latihan, sehingga perlu ada pemeriksaan secara menyeluruh dan yakin bahwa alutsista yang akan ditugaskan dalam latihan ini dalam kondisi siap melaksanakan operasi.

Pangkoarmada I dalam inspeksi didamping oleh Asinten Logistik (Aslog) Pangkoarmada I, Kepala Dinas Pemeliharaan Kapal (Kadisharkap) Koarmada I, dan Kepala Dinas Material dan Perbekalan (Kadismatbek) Koarmada I.(disp/red)

Categories
Militer TNI

Pangdivif 2 Kostrad Tinjau Alutsista Baru M3 Amphibious Pontoon Yonzipur 10 Divif 2 Kostrad

Koran Jurnal, Pasuruan – Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.AP., M.Si., M.Tr (Han), melaksanakan peninjauan Alutsista baru yang dimiliki oleh Yonzipur 10 Divif 2 Kostrad yang bermarkas di Pasuruan, Sabtu (30/05/2020).

Yonzipur 10 Kostrad secara bertahap kembali akan mendapatkan tambahan perkuatan Alutsista baru guna mendukung pelaksanaan tugas yang diemban oleh satuan ini. Untuk saat ini Alutsista yang telah diterima oleh satuan ini adalah M3 Amphibious Pontoon dan Treva-15 (Heavy Duty Recovery Vehicle).

Didampingi oleh Danyonzipur 10 Divif 2 Kostrad Letkol Czi Dendi Rahmat Subekti, S.Sos., Pangdivif 2 Kostrad mengecek secara langsung kondisi dan operasional 2 jenis Alutsista yang baru diterima ini.

Danyonzipur 10 Kostrad menjelaskan, M3 Amphibious Pontoon merupakan kendaraan amfibi yang dapat bergerak baik di darat mapun diperairan, sedangkan Treva-15 adalah jenis kendaraan evakuasi dan pemulihan yang bersifat taktis.

Dalam kesempatan ini, Pangdivif 2 Kostrad menyampaikan, bahwa Alutsista baru yang diterima ini adalah bentuk kepercayaan pimpinan TNI AD kepada Yonzipur 10 Kostrad yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas pokok yang dipercayakan kepada Yonzipur 10 Kostrad,” ungkapnya.

“Seperti kita ketahui, M3 Amphibious ini dilengkapi dengan dua sisi pontoon yang apabila digelar dapat berfungsi sebagai jembatan maupun rakit dimana mampu menahan beban sebesar 70 ton untuk kendaraan beroda dan 85 ton untuk kendaraan berantai. Sedangkan Treva-15 merupakan kendaran dengan empat pintu kabin yang berfungsi unuk mengangkut kru kendaraan yang di evakuasi serta mampu mengangkut beban hingga 30 ton,” tambah Pandivif 2 Kostrad.

“Saya berpesan, Alutsista ini dioperasionalkan secara profesional, terutama bagi personel yang mengawakinya, laksanakan pengecekan dan pemeliharaan secara berkala, sehingga Alutsista baru yang dimiliki saat ini dapat mendukung tugas pokok Satuan Yonzipur 10 Divif 2 Kostrad,” pungkas Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.AP., M.Si., M.Tr (Han).(pen/red)

Categories
Militer TNI

Kapal Selam-3/Alugoro-405 Segera Menambah Pertahanan Armada TNI AL

Koran Jurnal, Surabaya – Kapal Selam-3/Alugoro-405 secepatnya akan memperkuat jajaran Armada TNI Angkatan Laut. Hal tersebut terungkap saat kapal selam ini ditinjau oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito, di Galangan Kapal PT PAL (Persero), Surabaya, Kamis (08/08/2019).

Kapal Selam-3/Alugoro-405 merupakan kapal selam ketiga yang dibangun dengan skema alih teknologi (Transfer of Technology) antara Daewoo Shipbuilding Marine and Engineering (DSME) Korea Selatan dengan industri pertahanan dalam negeri PT PAL Surabaya. Seperti yang telah diketahui sebelumnya, saat ini TNI Angkatan Laut telah diperkuat oleh dua kapal selam sejenis, yakni KRI Nagapasa-403 pada tahun 2017 dan KRI Ardadedali-404 pada tahun 2018.

Nama Alugoro diambil dari nama sebuah senjata pemukul yang dimiliki oleh tokoh pewayangan Prabu Baladewa, senjata tersebut berupa gada yang digunakan oleh para ksatria atau bangsawan lainnya. Kekuatan senjata ini adalah dengan sekali pukul dapat menghancurkan kepala orang yang dipukulnya. Senjata ini dianggap sakti karena pemberian dari Dewa yaitu Batara Guru, sebagai hadiah pada waktu Baladewa menikah dengan Dewi Erawati.

Kapal Selam-3/ Alugoro-405 memiliki panjang 61,3 meter dengan kecepatan ± 21 knot di bawah permukaan air, mampu berlayar lebih dari 50 hari dan dapat menampung lebih dari 40 kru kapal ditambah dengan satu tim pasukan elit TNI AL untuk menunjang fungsi operasinya.(Disp/red)