Categories
Polhukam

Amerika Serikat Serahkan Kendaraan Amfibi Serbu AAV kepada Korps Marinir TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Amerika Serikat menyerahkan Kendaraan Amfibi Serbu (Assault Amphibious Vehicles/AAV) kepada Korps Marinir Indonesia (KORMAR). Momen penyerahan dilakukan dalam Upacara Penyambutan yang berlangsung di lapangan apel Markas Batalyon Infanteri ke-6 di Cilandak, Jakarta, pada Senin (28/9/2026).

Penyerahan tersebut menandai tonggak penting dalam kemitraan pertahanan Amerika Serikat dan Indonesia.

Penjabat Wakil Duta Besar AS Aqueelah T. Johnson turut hadir bersama Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto, serta sejumlah Kepala Staf Angkatan TNI dalam upacara yang menandai keberhasilan pengiriman peralatan sekaligus mencerminkan kuatnya kerja sama keamanan antara Amerika Serikat dan Indonesia.

“Pengadaan Assault Amphibious Vehicles oleh Indonesia menunjukkan komitmen bersama kita untuk meningkatkan keamanan dan kesiapan di seluruh kawasan Indo-Pasifik melalui modernisasi peralatan pertahanan,” ujar Penjabat Wakil Duta Besar AS Aqueelah T. Johnson, dalam siaran pers.

“Saya bangga melihat kemitraan yang terus kita bangun semakin memperkuat keamanan kawasan melalui penggunaan platform buatan Amerika Serikat yang telah teruji dalam pertempuran,” ucapnya.

Dalam tahap awal ini, TNI Angkatan Laut (TNI-AL) mengadakan 35 unit AAV dengan nilai lebih dari 23 juta dolar AS, yang merupakan pembelian dalam skala besar pertama oleh Indonesia dalam beberapa tahun terakhir melalui skema Foreign Military Sales (FMS) dengan Amerika Serikat.

Sebanyak 12 kendaraan pertama tiba pada 22 September, terdiri dari 11 unit varian AAVP7 sebagai kendaraan pengangkut personel dan satu unit varian AAVC7 untuk keperluan komando.

Korps Marinir Indonesia dan Korps Marinir Amerika Serikat sama-sama mengakui kinerja teruji dalam pertempuran dari generasi AAV ini, yang akan memberikan kemampuan baru dan lebih kuat bagi TNI-AL untuk mendukung operasi dari laut menuju daratan. Indonesia berencana untuk mengakuisisi 70 unit AAV tambahan guna memperkuat kemampuan operasional di seluruh wilayah kepulauan Indonesia.

Amerika Serikat menantikan kelanjutan kemitraan dengan Indonesia seiring Indonesia mempertimbangkan berbagai peluang untuk semakin memperkuat kemampuan Korps Marinir Indonesia.

Amerika Serikat tetap berkomitmen mendukung upaya modernisasi pertahanan Indonesia dan memajukan kemitraan keamanan yang kuat dan berkelanjutan guna mendukung perdamaian, stabilitas, dan kesiapan di kawasan Indo-Pasifik.(**)

Categories
Uncategorized

Pemerintah RI dan Amerika Serikat Bahas Penguatan Kemitraan Strategis

Koran Jurnal, Jakarta — Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menerima kunjungan Delegasi Staf Kongres Amerika Serikat (AS) pada Selasa (5/8/2025). Pertemuan dipimpin oleh Plt. Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Amerika dan Eropa, dan turut dihadiri perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan KBRI Washington DC.

Delegasi beranggotakan enam staf dari berbagai negara bagian di AS—New York, California, Carolina Selatan, Virginia Barat, Nevada, dan Washington. Kunjungan ini bertujuan memperkuat pemahaman terhadap kebijakan kedua negara di bidang politik dan keamanan, sekaligus membangun dialog konstruktif terkait peluang dan tantangan dalam kerja sama bilateral.

Plt. Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Amerika dan Eropa, Nur Rokhmah Hidayah, menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan komprehensif strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

“Pertemuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada semakin kuatnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat,” ujar Nur Rokhmah.

Dalam diskusi, Delegasi AS memperoleh penjelasan mengenai peran Kemenko Polkam sebagai kementerian koordinator yang mengkoordinasikan dan mensinergikan kebijakan lintas kementerian dan lembaga terkait dalam isu-isu strategis nasional.

Pertemuan turut membahas sejumlah isu prioritas, seperti penanganan kejahatan transnasional, Trafficking in Persons (TIPs) Report, kontra terorisme termasuk situasi terkini di Suriah, keamanan siber, serta potensi kerja sama bilateral lainnya.

“Kami menyambut baik pertukaran pandangan yang terbuka seperti ini. Isu-isu lintas negara seperti perdagangan orang, terorisme, dan keamanan siber membutuhkan kerja sama erat dan saling pengertian antarnegara mitra,” tambah Nur Rokhmah.

Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Delegasi Staf Kongres AS ke Indonesia, yang mencakup pertemuan dengan parlemen, kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, serta kalangan akademisi dan industri nasional. Melalui pertemuan ini diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral RI–AS dan memperkuat kerja sama konkret antar kedua negara di bidang politik dan keamanan.(**)

Categories
International Nasional Polhukam

Indonesia Kecam Keras Pengakuan Sepihak Amerika Serikat Terhadap Jerusalem

Koranjurnal.co.id, Bogor – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras tentang pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terkait Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (07/12 /2017).

Selain itu, Presiden Jokowi meminta kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar mempertimbangkan kembali keputusan (pengakuan) tersebut.

Menurut Presiden Jokowi,  pengakuan Amerika Serikat tersebut, dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan keamanan di dunia.

“Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB dimana Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya. Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia,” kata Jokowi.

“Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” jelasnya.

Presiden Jokowi mengatakan, dalam beberapa hari ini Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar OKI segera mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak ini pada kesempatan pertama. Dan meminta PBB untuk segera bersidang serta menyikapi pengakuan sepihak Amerika Serikat.

“Saya memerintahkan Menteri Luar Negeri untuk memanggil Duta Besar Amerika Serikat untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia,” tukasnya.

Pewarta : Anton/DBPres