Categories
TNI

TNI AL dan Masyarakat Gotong Royong Bangun Akses Jalan di Nabire 

Koran Jurnal, Jakarta – Sebagai salah satu wujud pengabdian masyarakat, Prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) dari Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Nabire bergotong royong dengan masyarakat membangun akses jalan Kaleb Waray di Kampung Labani, Teluk Kimi Samabusa, Nabire, Papua Tengah, Selasa (09/01/2024).

Pembangunan jalan sepanjang 200 meter ini direncanakan memakan waktu pengerjaan selama 2 minggu yang bertujuan agar masyarakat Kampung Labani dan sekitarnya mendapatkan akses infrastruktur yang lebih baik guna mempermudah kegiatan sosial masyarakat sehari-hari.

Komandan Lanal Nabire, Letkol Laut (P) Pius Herdasa Krisna Murti menyampaikan semoga kehadiran prajurit Lanal Nabire ditengah-tengah masyarakat dapat selalu menjadi contoh dalam usaha usaha untuk mengatasi serta membantu kesulitan rakyat disekelilingnya sebagaimana tercantum dalam 8 Wajib TNI.

Pembangun akses jalan Kaleb Waray di Kampung Labani ini selaras dengan yang disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bahwa TNI AL akan senantiasa menjadi pelopor maupun contoh bagi masyarakat sekitar dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan selalu memberi manfaat bagi rakyat, sebagai wujud TNI senantiasa bersama rakyat dan dicintai rakyat.(disp)

Categories
Nasional

Refleksi Hari Lahir Pancasila, Kapolri: Bersatu dan Gotong Royong Melawan Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bergotong royong melawan dan memerangi Pandemi Covid-19 atau virus corona dewasa ini.

Semangat gotong royong itu, kata Sigit, merupakan salah satu bentuk merefleksikan peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2021.

Dengan bergandengan tangan melawan Covid-19, hal tersebut merupakan wujud generasi penerus bangsa saat ini untuk melanjutkan semangat Founding Fathers Indonesia dalam merumuskan Pancasila sebagai Idiologi Bangsa ketika itu.

“Menanamkan nilai Pancasila di tengah Pandemi Covid-19 dapat dilakukan dengan gotong royong, bersatu dan bergandengan tangan sebagaimana butir ketiga pancasila ‘Persatuan Indonesia’ dalam melawan dan memerangi Pandemi Covid-19 yang saat ini sedang dihadapi oleh Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, kepada pewarta, di Jakarta, Selasa (01/06/2021).

Pancasila yang merupakan kepribadian dan pandangan hidup berbangsa, menurut Sigit, menjadi landasan yang kuat untuk masyarakat dengan pemerintah bersatu menghadapi tantangan yang terjadi saat Pandemi Covid-19.

“Tingginya semangat persatuan dan kesatuan dari seluruh lapisan masyarakat bersama dengan Pemerintah, maka dapat terwujud Indonesia yang tangguh ketika menghadapi virus corona saat ini,” ujar Sigit.

Lanjut Sigit menyatakan, dengan adanya persatuan itu, maka efek domino yang dihasilkan dari Pandemi Covid-19, mulai dari perekonomian dan kehidupan sosial dapat teratasi dengan baik.

Refleksi Hari Lahir Pancasila saat ini, kata Sigit, juga dapat diimplementasikan dengan kesadaran kedisiplinan dari masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, masyarakat juga harus memberikan dukungan dari seluruh kebijakan pemerintah dalam rangka memutus mata rantai virus corona.

“Kedisplinan protokol kesehatan dapat menjadi kunci untuk Indonesia segera bisa keluar dari Pandemi Covid-19. Dukungan dari masyarakat untuk turut serta dan berperan aktif dalam pelaksanaan PPKM Mikro, vaksinasi nasional serta penguatan 3M dan 3T, juga bisa menjadi bentuk nasionalisme atau wujud kecintaan terhadap Pancasila,” paparnya.

Adanya gotong royong masyarakat dan Pemerintah dalam memerangi Covid-19 maka akan terwujud Pancasila dalam tindakan, bersatu untuk Indonesia tangguh. Sebagaimana tema Hari Lahir Pancasila 2021 yang diusung oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tahun ini.(red)

Categories
Megapolitan Ragam

Komunitas IAC19: Gotong Royong Perkuat Ketahanan Keluarga Hadapi Pandemi Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Siapa pun tidak dapat memprediksikan waktu berakhirnya pandemi sebelum vaksin berhasil ditemukan. Kondisi ini memperburuk ketahanan keluarga maupun individu. Kekuatan dan kemampuan adaptif mereka menjadi poros untuk bertahan hidup.

Merespons badai penyebaran Covid-19, nilai gotong royong dapat menjadi penopang maupun memperkuat ketahanan keluarga. Nilai ini dibagikan oleh sosok perempuan Putri Simorangkir dari Indonesia Against Covid-19 (IAC19). Ia menunjukkan kepedulian jauh sebelum virus SARS-CoV-2 ini merebak di Indonesia. Putri dan kelompoknya mengenalkan urban farming kepada masyarakat kampung Pesanggarahan, Jakarta Selatan. Urban farming merupakan bercocok tanam di lingkungan rumah perkotaan dengan lahan terbatas.

Ingin mengembalikan nilai kegotongroyongan di tengah masyarakat merupakan latar belakang Putri kala itu.

“Dengan cara bertanam kolektif ini, kami harapkan memiliki rasa peduli kepada orang lain, bisa bekerja sama bahkan juga memelihara toleransi. Tepatnya mengembalikan sifat gotong royong,” ujar Putri melalui pesan digital pada Sabtu (16/05/2020).

Ia sudah menduga bahwa virus ini akhirnya masuk ke Indonesia.

Ketika Covid-19 terdengar masuk Indonesia, ia bersama kelompoknya IAC19 mengajak warga untuk tangguh. Ketangguhan tersebut ingin ia tunjukkan dengan cara sederhana, yakni urban farming. Putri mengatakan bahwa Covid-19 ini mematikan.

“Kondisi penyebaran yang meluas sangat mengejukan siapa pun bahkan ketika wabah ini merembet dengan cepat ke seluruh dunia itu sangat mengejutkan sekaligus menakutkan,” ujarnya.

Penyebaran COVID-19 yang meluas memperlemah kondisi masyarakat. Ketangguhan masyarakat dalam bentuk ketahanan pangan diuji di krisis ini. Ia pun tergerak membagikan pengalamanan untuk bertanam sayur dan beternak ikan.

“Saya sebagai salah satu ketua grup relawan pernah memiliki pengalaman tentang bertanam sayur secara hidroponik yang pernah kami terapkan di suatu wilayah Jakarta Selatan di Gang Hijau Pesanggrahan,” ujarnya.

Langkah yang digagas untuk warga ini bertujuan untuk mendukung pemerintah. Saat bertemu dengan Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Widjaja pada Jum’at lalu (15/5), salah satu rekannya, Lourda, menyampaikan dukungan untuk mengenalkan secara luas urban farming. Salah satu harapan dari upaya urban farming, Putri menyampaikan ini untuk mengantisipasi kesulitan pangan dan solusinya.

“Nah, kemudian teman-teman dari berbagai perkumpulan relawan bergabung oleh inisiatif ibu Lourda Hutagalung, bekerja sama dengan BNPB maupun Gugus Tugas. Semuanya berkonsolidasi dan berusaha melakukan apa yang bisa dilakukan untuk menolong saudara-saudara sebangsa, baik para medis maupun para korban serta mereka yang terdampak COVID-19,” ujarnya.

Putri menuturkan kisah bahwa kelompoknya yang didampingi seorang ahli pertanian mengenalkan berkebun di lahan terbatas kepada warga kampung Pesanggrahan.

“Tim ahli kami, Pak Bambang Riono, memberikan arahan dan kami lengkapi seluruh peralatan yang diperlukan bagi wilayah yang memang menunjukkan antusias. Oleh kerja keras serta semangat gotong royong, warga wilayah ini bersama-sama menjaga dan mengelola dalam bertanam sayur-sayuran secara hidroponik tersebut,” tuturnya.

Kenangnya, panen pertama sukses. “Hasil mereka nikmati sendiri, siapa pun yang membutuhkan boleh mengambil secukupnya. Demikianlah mereka menikmati hasil panen setiap tiga minggu sekali,” katanya.

Belakangan karena hasil panen semakin baik, mereka bisa mulai belajar menjual hingga saat ini. Putri dan relawan lain juga mengenalkan sistem baru yang lebih menjanjikan yaitu budidaya sayuran dan ikan sekaligus, dengan aquaponik.

Salah satu contoh kampung yang telah menerapkan dengan sukses, yaitu di RT 14/RW 1 Kampung Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kampung yang semua gersang, menjadi hijau.

“Setiap tempat yang bisa dimanfaatkan semuanya ditanami sayuran,” ucapnya.

Di saat krisis akibat dampak Covid-19, pemerintah dan multipihak bagian dari pentaheliks telah berupaya untuk memutus rantai penyebaran dan menjaga stabilitas di berbagai sektor. Namun, ini belum lah cukup karena dampak pandemi yang sangat kompleks. Masyarakat sendirilah dan nilai-nilai positifnya merupakan kapital terbesar di negeri ini, salah satu bentuknya melakukan aktivitas bermanfaat untuk keseimbangan fisik dan mental di tengah pandemi.(hum/red)

Categories
Ekonomi Ragam

Tema “Pawai Hias 1000 Komunitas 1000 Kreativitas” Angkat Nyawa Spekta Merah Semangat Gotong Royong

Koran Jurnal, Karawang – Ratusan pawai kendaraan hias dari berbagai komunitas mengikuti acara puncak kegiatan kreativitas yang diselenggarakan Spekta Merah, di Lapangan Galuh Mas, Karawang, Minggu (08/12/2019).

Dari pantauan pewarta di lokasi acara, tampak kendaraan hias dari berbagai macam bentuk memadati area lapangan.

Brand Manager Spekta Merah, Fabio Junot Ardelto mengatakan, acara puncak kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang melibatkan komunitas dari berbagai daerah sejak Juni 2019.

“Kegiatan Spekta Merah dengan mengusung tema “Pawai Hias 1000 Komunitas 1000 Kreativitas” ini dilaksanakan secara serentak di 7 titik kota di Indonesia, yaitu: Banda Aceh, Lhokseumawe, Kabupaten Karawang, Kabupaten Lebak – Serang, Kota Binjai – Medan, Kisaran – Pematang Siantar serta Kota Sibolga – Padang Sidempuan,” kata Fabio.

Adapun alasan mengapa Spekta Merah memilih tema untuk kegiatan pawai hias itu, ungkap Fabio, karena tema tersebut mengangkat nyawanya Spekta Merah dengan nyawanya Indonesia yakni sifat gotong royong dan solidaritas.

“Nah mengapa kita bikin pawai hias, karena dalam pembuatan kendaraan hias itu membutuhkan kerja sama, gotong royong dan loyalitas dengan sesama komunitasnya sehingga bisa kita ambil intisarinya untuk kita sinkronkan dengan versinya dari Spekta Merah,” jelasnya.

“Dari tema yang diambil, selain gotong royong dari cara membuatnya, temanya harus sesuai dengan komunitas dan daerah masing-masing,” terang Fabio.

Ia juga mengungkapkan berbagai upaya dan cara untuk mengumpulkan para komunitas ini, agar bisa memecahkan rekor MURI sebagai Pawai Hias dengan Komunitas Terbanyak se-Indonesia.

“Dari tiap area ada PIC (perwakilan atau koordinator cabang) masing-masing buat komunitas, kemudian PIC mencari komunitas yang sudah lama berkecimpung bersama Spekta Merah, disamping itu mereka juga membantu mencari komunitas dibawah mereka,” bebernya.

“Jadi kita seperti bola salju, dari beberapa komunitas akhirnya menjadi banyak (komunitas),” pungkasnya.(red)