Categories
Ekonomi

Indonesia – Timor Leste Perkuat Kerjasama Sub Sektor Peternakan dan Kesehatan Hewan

Koran Jurnal, Denpasar – Indonesia dan Timor Leste berkomitmen untuk memperkuat kerjasama antar kedua negara di sub sektor peternakan dan kesehatan hewan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pasokan pangan produk peternakan di ke dua negara. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Nasrullah saat acara penandandatangan Technical Arrangement (TA) kerjasama bidang peternakan dan kesehatan hewan dengan Pemerintah Timor Leste pada Senin, 26 September 2022 di Kantor Balai Besar Veteriner Denpasar.

“Fokus kerjasama bidang peternakan tidak terbatas pada fasilitasi akses pasar komoditas peternakan dan kesehatan hewan, namun juga termasuk harmonisasi peraturan ekspor dan impor komoditas peternakan dan kesehatan hewan, serta peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia bidang peternakan dan kesehatan hewan” terangnya.

Nasrullah pun menyampaikan, kerjasama ini sebagai tindaklanjut Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama di Bidang Pertanian antara Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Kementerian Pertanian dan Perikanan Republik Demokratik Timor-Leste yang telah ditandatangani
oleh Menteri Pertanian kedua negara pada 19 Juli 2022. “Ini sebagai bentuk konkrit, sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam meningkatkan kerja sama dengan negara tetangga dalam memperkuat pembangunan perbatasan”, tutur Nasrullah.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dapat meningkatkan kerjasama untuk pemenuhan kebutuhan pangan di Timor Leste, terutama terhadap produk peternakan dan kesehatan hewan seperti Daging ayam olahan, Bahan Pakan, Pakan Jadi dan Obat Hewan dari Indonesia, serta DOC (Day Old Chicken),” ungkapnya.

Sebagai informasi, volume ekspor komoditas peternakan dan kesehatan hewan ke Timor Leste semester 1 tahun 2022 sebesar 6.796 ton atau mencapai US Dollar 9.986.778.

Selain itu, sejak tahun 2007 hingga saat ini, Indonesia melalui BBIB Singosari Ditjen PKH Kementan telah melatih 32 tenaga teknis dari Timor Leste, selain itu juga telah mengirimkan 4 orang Tenaga Ahli untuk program pengembangan peternakan melalui kegiatan sinkronisasi Inseminasi Buatan (IB).

Selanjutnya, kedua negara juga sepakat akan mengambil tindakan tegas dalam meminimalisir bentuk perdagangan produk hewan yang tidak sah, yang akan berdampak buruk pada pasar para kedua negara.

“Bentuk konkrit rencana aksi akan dibahas lebih detil dalam bentuk pertemuan tahunan Join Africultural Working Group (JAWG) sebagai bagian dari pelaksanaan MoU ini”, ungkap Nasrullah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Timor Leste, Domingos Gusmao menyampaikan, Technical Arrangement ini bukan hal baru, tapi bentuk perpanjangan kerjasama dari MoU sebelumnya dengan tujuan untuk lebih memperkuat kerja sama di bidang peternakan dan kesehatan hewan.

“Semoga kerja sama ini akan lebih erat lagi”, pungkasnya.(hum)

Categories
Kesehatan Pendidikan

Kesehatan Hewan Naik ke Panggung Seni Pertunjukan, Kolaborasi Antara Kementan, FAO, dan USAID 

Koran Jurnal, Jakarta – Tiga dari empat penyakit baru ditularkan dari hewan kepada manusia. Hal ini membuat Kementerian Pertanian, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), dan USAID mengadakan pertunjukan teater yang mengisahkan bagaimana kehidupan hewan dan manusia sesungguhnya saling terkait secara dinamis, ibarat “frenemies” – kawan tapi lawan.

Tiga lembaga ini ingin meningkatkan kesadaran publik tentang kemungkinan penularan penyakit dari hewan ke manusia. Hewan memainkan berbagai peran dalam kehidupan manusia sebagai peliharaan, sumber protein, dan pendukung kehidupan manusia dalam pertanian dan peternakan. Kelompok teater anak muda Indonesia, Teater Pandora beserta aktris Rachel Amanda ikut serta dalam kolaborasi ini.

“Penyakit hewan sering kali dilupakan sebagai sumber penyakit manusia. Kita membutuhkan kesadaran dan dukungan publik yang lebih besar untuk mengendalikan penyakit hewan agar tidak menginfeksi manusia serta mengganggu produksi pangan dari sektor peternakan,” kata I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dalam sambutan pembukaan yang dibacakan oleh Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH, Jum’at (12/07/2019).

Dalam mendukung agenda pemerintah meningkatkan kesadaran publik, Stephen Rudgard, Perwakilan FAO di Indonesia menyatakan, “Kami senang dapat mempersembahkan prestasi Kementerian Pertanian dan FAO untuk memperkuat ketahanan pangan dengan meningkatkan kesehatan hewan melalui panggung teater. Teater dapat mendidik sekaligus menghibur masyarakat.”

Bertempat di AtAmerica, Pusat Kebudayaan Amerika di Jakarta, hampir 300 penonton umum disambut oleh Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Heather Variava. “Tahun ini menandai peringatan 70 tahun hubungan diplomatik AS-Indonesia. Amerika Serikat, melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), kami bangga menjadi mitra pilihan dalam memperkuat kapasitas Indonesia mengendalikan dan mencegah penyakit sebagai bagian dari komitmen kedua negara terhadap Agenda Keamanan Kesehatan Global, ”kata Variava.

Selain itu, Rachel Amanda, aktris yang berkolaborasi dengan kelompok teater kaum muda, Teater Pandora mengungkapkan kegembiraannya untuk berkolaborasi dalam pertunjukan teater pertama yang diangkat dari proyek PBB di Indonesia.

“Kolaborasi ini membuat kekuatan kreativitas kami sebagai seniman muda untuk mempromosikan kesadaran tentang masalah kesehatan yang akan memengaruhi kehidupan sehari-hari kita,” kata Amanda yang berperan sebagai putri Pak Sun, seorang peternak yang berhasil bangkit dari wabah flu burung.

Pentas teater ini menceritakan ketiga anak Pak Sun yang memutuskan antara melanjutkan atau menutup peternakan ayahnya. Bagi mereka, peternakan sudah ketinggalan zaman dibandingkan dengan kehidupan perkotaan. Tetapi mereka takjub melihat bagaimana bantuan teknis dari program Emerging Pandemic Threats (EPT-2) kerjasama Kementerian Pertanian, FAO, dan USAID telah meningkatkan kesehatan hewan ternak secara signifikan, sehingga membuat bisnis pertanian lebih menguntungkan.(ant/red)