Categories
Nasional

Presiden Prabowo Puji Polri Bantu Pemerintah Wujudkan Ketahanan Pangan

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya jagung di Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar). Ia merasa bahagia dapat melanjutkan produksi pangan dengan panen raya jagung.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat panen raya jagung serentak kuartal II di Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (5/6/2025).

Presiden Prabowo didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sejumlah menteri, dan anggota kabinet.

“Saudara-saudara sekalian, saya ingin menyampaikan penghargaan saya yang setinggi-tingginya kepada Kapolri, seluruh jajaran kepolisian, tentunya juga pejabat-pejabat lain. Tapi hari ini, bisa dikatakan adalah tuan rumahnya adalah Kapolri dan jajarannya,” ujarnya.

Presiden Prabowo bahagia dengan panen raya jagung yang diinisiasi oleh Kapolri dan jajaran Polri lainnya.

“Hari ini saya merasa besar hati, merasa bahagia, karena kalau beberapa saat yang lalu kita sudah melihat bukti keberhasilan kita di bidang produksi pangan yaitu terutama komoditas beras,” ujar Presiden Prabowo.

Ia menyambut baik panen raya jagung ini karena memberikan sinyal bagus soal pangan. Presiden Prabowo tak merasa cepat puas dengan sinyal ini, tapi menjadi tanda untuk keberlanjutan.

“Kita sudah lihat bukti tanda-tanda keberhasilan awal, bukan kita cepat puas, tapi kita juga secara objektif kita harus paham, dan harus mengerti, hasil-hasil yang telah dicapai,” imbuhnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan capaian panen raya jagung kuartal II. Total panen raya jagung kuartal II mencapai 2,54 juta ton.

“Pada hari ini, dengan dipimpin Bapak Presiden Republik Indonesia, kami akan melaksanakan panen raya jagung serentak kuartal II pada lahan seluas 344.524,37 hektare dengan hasil panen mencapai 1,78-2,54 juta ton,” ujar Kapolri.

Khusus Kalimantan Barat, akan dilaksanakan panen raya pada lahan seluas 2.054,3 hektare. Estimasi hasil panen sebanyak 10.102-20.136,6 ton.

Capaian panen raya kuartal II ini jauh melebihi hasil panen raya pada kuartal I. Diketahui, panen raya kuartal I mencapai 118.975 ton pada lahan seluas 16.656 hektare.

“Seiring dengan bertambahnya luas lahan dan potensi panen di Provinsi Kalbar, kami telah memfasilitasi pembangunan sebuah gudang penyimpanan sekaligus pabrik pengolahan jagung di Provinsi Kalimantan Barat oleh PT. Pangan Merah Putih. Lokasi ini memiliki kapasitas penyimpanan 1.000 ton dan kapasitas produksi mencapai 300 ton/hari,” ungkap Jenderal Sigit.(**)

Categories
TNI

Dukung Ketahanan Pangan, TNI AL Tebar Ratusan Ribu Benih Udang Vaname di Aceh Utara 

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam hal ini Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Andi Susanto menebar benih udang Vaname sebanyak 220.000 ekor bersama dengan VNM Shrimp Aquaculture yang merupakan mitra binaan Lanal Lhokseumawe. Kegiatan ini bertujuan untuk membina ekonomi masyarakat pesisir dan merupakan bagian dari Program Kampung Bahari Nusantara (KBN) TNI AL, yang fokus pada lima bidang pembinaan, termasuk ekonomi. Adapun kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Madat Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (7/3/2024).

Selain menjadi pembinaan ekonomi lokal, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya TNI AL dalam mendukung Program Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Menurut Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) Andi Susanto, budidaya udang Vaname dipilih karena memiliki potensi besar dan mudah untuk dibudidayakan, serta memiliki solusi yang lebih mudah dalam menangani kendala budidaya.

Danlanal Lhokseumawe berharap kegiatan ini akan mendorong masyarakat untuk meningkatkan usaha budidaya mereka secara intensif dan produktif. Diperkirakan, dalam tiga bulan ke depan, udang Vaname yang ditebar akan siap dipanen sehingga memberikan dorongan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat pesisir.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan bahwa TNI AL harus selalu mendukung kegiatan ketahanan pangan agar tetap terjaga dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat meningkat.(disp)

Categories
Ekonomi TNI

Kodam III/Siliwangi Dukung Program Pemerintah Ketahanan Pangan

Koran Jurnal, Serang – Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo didampingi Danrem 064/MY menghadiri acara Panen Raya jagung bersama para santri di Kampung Munding Jalu, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kabupaten Serang,.

Demikian disampaikan Kapendam III/Slw Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto di sela-sela kegiatannya mendampingi Pangdam III/Slw di daerah Marenggo Baduy, Lebak Banten, Kamis (4/8/2022).

“Kegiatan Panen Raya jagung dilaksanakan Rabu (3/8/2022), di Kampung Munding Jalu, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kabupaten Serang, mengusung tema ‘Gerakan Bersatu Untuk Ketahanan Pangan’. Saat itu juga, diberikan kesempatan kepada para santri untuk memanen jagung bersama Pangdam III/Slw yang luasnya mencapai 3 hektar,” ujarnya.

Sesaat sebelum kegiatan Panen Raya jagung dimulai, Pangdam III/Slw dan Wamentan RI juga pejabat lainnya bersama-sama memukul kentongan yang menandakan bahwa kegiatan Panen Raya jagung resmi dimulai.

“Tidak hanya panen jagung saja, Mayjen TNI Kunto Arif Wibowo bersama Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi, Danrem 064/MY Brigjen TNI Yunianto, Pj Gubernur Banten Al Muktabar dan beberapa unsur terkait lainnya, melaksanakan kegiatan penanaman benih jagung dengan menggunakan alat Rotari,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu Pangdam mengatakan bahwa, Panen Raya jagung dan juga penanaman benih jagung, merupakan salah satu upaya kita dalam menindaklanjuti program ketahanan pangan Nasional, terutama untuk memenuhi ketersediaan pangan ketika terjadinya musim paceklik atau gagal panen padi. Dengan adanya kegiatan panen jagung dan penanaman bibit jagung, diharapkan dapat menstimulasi generasi muda untuk turut serta mendukung program swasembada pangan

Lebih jauh Kapendam menjelaskan bahwa Program Ketahanan Pangan terkait pertanian jagung tidak terlepas dari peran MAJ. Yang mana MAJ memberikan solusi atas masalah sosial yang terjadi di bidang pertanian jagung, meliputi pelaksanaan budidaya jagung hingga proses distribusi hasil pasca panen.

Lanjutnya dikatakan, Wamentan memberikan apresiasi kepada Pangdam III/Slw yang telah mendukung program ketahanan pangan di seluruh wilayah teritorial Kodam III/Slw.

Pada rangkaian kegiatan tersebut, Wamentan menyematkan Pin Penghargaan kepada Pangdam III/Slw, kemudian Pangdam juga menyematkan wing kepada Wamentan. Dilanjutkan penyematan Pin Penjaga Pangan oleh Wamentan kepada PJ Gubernur Banten, Danrem 064/MY, Dandim 0602/Serang, Kapolresta Serang, Walikota Serang, Ketua PWNU Banten dan Ketua Umum MAJ.

Seusai mengikuti rangkaian Panen Raya jagung, Pangdam bersama Wamentan dan PJ Gubernur Banten menuju Dodiklatpur Rindam III/Slw untuk melaksanakan video conference bersama Korem dan Kodim seluruh jajaran Kodam III/Slw serta unsur yang berkaitan dengan ketahanan pangan.

Pada kesempatan itu Wamentan menyampaikan bahwa Kementrian Pertanian akan mendukung semua pihak yang masih kekurangan alat mesin pertanian, untuk itu kepada masing-masing pihak di wilayah agar mengajukan permohonan ke kantor Pusat Pertanian di Jakarta dan dalam minggu ini suratnya sudah dikirimkan. Selesai video conference acara dilanjutkan penanaman jagung di kebun Dodiklatpur, yang diawali dengan penanaman bibit jagung oleh Pangdam III/Slw, Wamentan dan Gubernur Banten.

Sebelum meninggalkan lokasi penanaman jagung, Pangdam dan Wamentan menyerahkan 100 paket sembako yang diberikan secara simbolis kepada 10 orang warga kelompok tani.(pen)

Categories
Ekonomi

Menkeu: APBN 2021 Fokus Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa salah satu program strategis yang termasuk dalam APBN 2021 akan difokuskan untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui dukungan pemulihan ekonomi dan revitalisasi sistem pangan nasional serta pengembangan food estate.

Menurut Menkeu, program food estate merupakan upaya pemerintah untuk menciptakan ketahanan pangan dengan meningkatkan produktivitas di luar pulau Jawa serta bagian dari reformasi struktural yang telah diakomodasi di dalam APBN 2021.

“Saya kira kita harus dukung APBN sebagai instrumen fiskal untuk mewujudkan ketahanan pangan di dalam negeri,” ujarnya, Minggu (11/10/2020) lalu.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa, program food estate merupakan program jangka panjang yang dapat menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan. Program ini juga mampu meningkatkan pendapatan keluarga petani dan memastikan ketahanan pangan secara nasional.

Dengan program ini, kata Mentan, nantinya akan ada kelompok tani yang menggarap lahan seluas 100 hektare dan lahan per 1.000 hektare akan di garap oleh gabungan kelompok tani yang dikorporasikan menjadi lebih besar lagi hingga 10.000 hektare.

“Diharapkan nantinya petani tidak lagi menjual gabah secara murah. Artinya semua harus hilirisasi dan industrinya harus dirancang dengan baik,” katanya.

Lebih lanjut, kawasan pengembangan food estate di Provinsi Kalimantan Tengah akan dijadikan sebagai lahan percontohan dengan penerapan sentuhan teknologi pertanian modern sehingga budidaya pertaniannya berbeda dari cara tradisional.

“Dalam proyek lintas kementerian ini, penerapan mekanisasi serta teknologi pertanian diharapkan dapat mengoptimalkan rawa menjadi lahan pertanian produktif dan meningkatkan produksi pertanian,” tutupnya.(hum/red)

Categories
TNI

Dukung Ketahanan Pangan Ditengah Pandemi Covid-19, Koarmada I Tebar Benih Udang dan Ikan

Koran Jurnal, Jakarta – Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan, Koarmada I melaksanakan penebaran benih udang vaname dan ikan kerapu cantang dipimpin oleh Kapok Sahli Koarmada I Laksma TNI Catur Sudarmono, S.A.P., M.M., Si (Han)., mewakili Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., Selasa (29/09/2020).

Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda dimana penebaran benih udang vaname sebanyak 400.000 bibit dilaksanakan di Tambak Udang Vaname Lom ad Marunda, sedangkan penebaran ikan kerapu cantang sebanyak 6.000 bibit dilaksanakan di Tambak Kerapu Dul Marine, Jalan Akses Kampung Bambu Kuning, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Pangkoarmada I melalui Kapok Sahli Koarmada I menyampaikan bahwa Koarmada I dalam hal ini Staf Potensi Maritim (Spotmar) Koarmada I terus mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan salah satunya adalah penebaran benih udang vaname dan ikan kerapu di tambak binaan Spotmar Koarmada I.

“Walaupun ditengah pandemi Covid-19, tidak menjadi penghalang bagi Koarmada I untuk terus melaksanakan kegiatan ketahanan pangan dalam mendukung program pemerintah, semoga ke depan apa yang kita laksanakan ini bermanfaat bagi organisasi dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kegiatan dihadiri oleh Kapoksahli Koarmada I Laksma TNI Catur Sudarsono S.A.P., M.M., Si (Han), Ir Um Koarmada I Kolonel Laut (P) Achman Santoso, Aspotmar Koarmada I Kolonel Laut (P) Iwan Kuswanto, Aspotmar Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) Daniel Mudji Rahadi, Kadispotmar Koarmada I Kolonel Laut (KH) Riduan, S.Ag., M.M., M.Tr.Hanla., Aspotmar Danlantamal III Kolonel Laut (KH) Muhadi, dan pengelola tambak, serta perwakilan masyarakat sekitar.(disp/red)

Categories
Ekonomi TNI

TNI AL Sukseskan Ketahanan Pangan di Kampung Bahari Nusantara

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan di Kampung Bahari Nusantara, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono melaksanakan panen raya, tebar benih ikan, dan bakti sosial Covid-19 bertempat di Tanjung Pasir, Banten, Rabu (05/08/2020).

Pelaksanaan panen raya tersebut sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemimpin Angkatan Laut kepada prajurit TNI AL serta warga sekitar, agar tercipta hubungan yang baik, dan terjalin rasa kebersamaan secara langsung dengan prajuritnya.

Kasal menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras prajurit Lantamal III Jakarta dan Lanal Banten dalam membantu Pemerintah menangani masalah Covid-19 serta berupaya keras mencegah penyebaran virus dengan tetap menjaga pola hidup sehat dan menaati protokol kesehatan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan video conference bersama perwakilan Perwira Lantamal I sampai dengan Lantamal XIV terkait dengan penerapan new normal ditengah pandemi Covid-19 dengan cara menguatkan ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan diberbagai satuan kerja diantaranya melaksanakan penanaman sayur dan buah, tanaman toga, pembibitan dengan menggunakan medio tanah dan hidroponik, peternakan, serta budidaya ikan.

Pada kesempatan tersebut, Kasal juga melaksanakan momentum peresmian dan pembentukan Babinpotmar diseluruh wilayah Indonesia. Mereka nantinya akan bekerjasama dan bersinergi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat khususnya di wilayah pesisir dan perbatasan. Selain itu, juga dilaksanakan bakti sosial berupa penyerahan bantuan sembako kepada Lurah dan perwakilan warga Tanjung Pasir. Selanjutnya Kasal dan Ketua Umum Jalasenastri melaksanakan panen raya dan penebaran benih ikan bandeng di tambak Posal Tanjung Pasir, peninjauan budidaya ikan lele sistem bioflok, penanaman secara simbolis pohon cemara laut, peninjaun serta panen sayuran hasil budidaya hidroponik.

Disela-sela kegiatan panen raya, Kasal beserta Ibu dan rombongan menuju area hidroponik untuk meninjau stand pameran hasil panen sayur yang diikuti oleh stand Lantamal III, Lanal Banten, Lanal Palembang, Lanal Bangka Belitung, Lanal Bandung, dan stand Posal Tanjung Pasir.(disp/red)

Categories
Ekonomi

Kemendag Apresiasi Program Kementan Jaga Ketahanan Pangan Masa ‘New Normal’ 

Koran Jurnal, Jakarta – Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Srie Agustina mengapresiasi kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga ketahanan pangan di era tatanan normal baru (New Normal). Salah satunya program dalam membangun lumbung pangan di daerah yang menjadi satu solusi dimasa ini.

“Sekarang sudah bagus sekali kerja Kementan.Sekarang Kementan sudah prioritaskan menanam kebutuhan daerah,” ujar Srie Agustina yang pernah menjabat sebagai Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dalam Rapat Dengar Pendapat DPD RI, di Jakarta, Senin (29/06/2020).

Menurutnya kebijakan Kementan dibawah pimpinan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo lebih baik dimana setiap provinsi saat ini didorong untuk menanam kebutuhan daerahnya sendiri sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain sehingga tercipta kemandirian pangan.

“Saya dulu juga pernah menjabat jadi dirjen perdagangan dalam negeri. Dulu, misalnya provinsi Lampung butuh cabe maka barang akan didatangkan dari pasar kramat jati tapi kalo sekarang tidak,”ucap Srie.

Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengatakan bahwa sesuai arahan Mentan dalam menghadapi era tatanan baru pemberdayaan masyarakat dengan mengembangkan lumbung pangan secara mandiri dan berkelanjutan harus dapat dioptimal dalam penyediaan pangan.

“Dalam kebijakan stategis ketahanan pangan dan gizi, kita lakukan upaya memperkuat cadangan pangan dengan mendorong penerbitan peraturan daerah cadangan pangan provinsi dan kabupaten/kota,” ucapnya.

Lebih lanjut Agung membahas pelaksanaan Undang – Undang No.18 tahun 2012 tentang pangan yang menjadi acuan dalam membangun ketahanan pangan nasional.

Sebagai informasi, dalam UU No18 tahun 2012 dijelaskan bahwa pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan.

Baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman.

“Mentan selalu mengatakan 267 juta penduduk Indonesia tidak boleh lapar. Artinya setiap individu juga harus dalam sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan,” tutupnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Berdasarkan Global Hunger Index, Ketahanan Pangan Indonesia Terus Menguat

Koran Jurnal, Jakarta – Situs resmi Global Hunger Index (GHI) merilis bahwa tingkat kelaparan dan kekurangan gizi di dunia mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni sebesar 28,6 persen pada tahun 1999 menjadi 9,9 persen. Angka tersebut dikumulatif sejak riset ini dibuat pada tahun 2000 lalu.

Dalam laporannya, Indonesia tercatat mendapat skor 20,1 yang berarti masuk dalam kategori serius karena dari 117 negara yang tercantum, Indonesia menempati peringkat ke 70.

Masih pada laporan GHI, ada tiga kategori yang dipakai dalam melakukan riset. Kategori pertama adalah kategori rendah yakni kurang dari 9,9. Kemudian kategori moderat yakni 10-19,9. Lalu ada kategori serius 20-34,9, kategori mengkhawatirkan 35-49,9 dan sangat mengkhawatirkan lebih dari 50.

Sejak tahun 2005, indeks kelaparan di Indonesia terus mengalami penurunan dari 26,8 menjadi 24,9 di tahun 2010. Angka tersebut kembali turun pada tahun 2019 yakni sebesar 20,1.

Dengan laporan tersebut, maka dapat diindikasikan bahwa ketahanan pangan di tanah air mengalami peningkatan alias terus membaik.

Menegenai hal ini, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri, ketika dihubungi menyampaikan bahwa ada berbagai upaya yang tengah dilakukan pemerintah, khususnya Kementan dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.

“Upaya tersebut adalah dengan meningkatkan produksi, ketersediaan dan akses pangan masyarakat, ujar Kuntoro di Jakarta, Sabtu (20/06/2020).

Kementan juga mengajak masyarakat Indonesia untuk melakukan gerakan tanam melalui konsep family farming. Sebab hanya dengan cara itu, kebutuhan pangan secara mandiri bisa meningkat dan mendukung gerakan yang lebih besar lagi yaitu optimalisasi lahan pertanian.

“Intinya setiap keluarga bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Masyarakat bisa membangun pertanian keluarga seperti memanfaatkan lahan kosong dan pekarangan rumah,” katanya.

Kuntoro menjelaskan, konsep family farming mampu menghasilkan kecukupan pangan keluarga dan dijadikan berbagai olahan pangan sebagai makanan alternatif masyarakat. Bahkan, bahan-bahan hasil panen seperti umbi-umbian dan tanaman lokal lain dapat diolah menjadi aneka kuliner khas Nusantara dan diversifikasi pangan yang sangat kaya sebagai warisan yang harus dijaga.

“Ternyata, makanan berbahan dasar jagung, umbi-umbian dan sayuran mayur dari pekarangan adalah bahan dasar yang sejak dulu dijadikan olahan menarik khas berbagai daerah. Jadi, selalu ada hidangan pangan tradisional yang khas untuk disantap bersama, dari hasil pekarangan” jelasnya.

Terkait hal itu, kata Kuntoro, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatanya meminta agar masyarakat terus mengembangkan makanan lokal secara masif. Dia berharap dengan cara ini konsep family farming dan diversifikasi pangan berkembang secara baik.

Sebagai informasi, Global Hunger Index adalah laporan tahunan peer-review, yang diterbitkan bersama oleh Concern Worldwide dan Welthungerhilfe dan dirancang untuk mengukur serta melacak kelaparan secara komprehensif di tingkat global, regional, dan negara.

Adapun skor GHI sendiri dihitung setiap tahun untuk menilai kemajuan dan kemunduran dalam memerangi kelaparan. GHI dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang perjuangan melawan kelaparan. Sedangkan skor GHI menggabungkan empat komponen indikator. Pertama kekurangan gizi, pemborosan anak, pengerdilan anak, dan kematian anak.(hum/red)

Categories
Daerah Ekonomi TNI

Dukung Program Ketahanan Pangan, Lanal Nias Budidayakan Singkong dan Ikan Lele

Koran Jurnal, Nias – Dalam rangka mendukung Pemerintah untuk mewujudkan program Ketahanan Pangan dalam situasi Pandemi Covid-19, Pangkalan TNI Angkatan (Lanal) Nias bersama Unsur Forkopimda Kabupaten Nias Selatan mengoptimalkan lahan kosong yang ada di wilayah Kabupaten Nias Selatan dengan penanaman pohon ubi (singkong) dan budidaya ikan lele, Jum’at (29/05/2020).

Komandan Lanal Nias dalam hal ini diwakilkan oleh Pjs. Palaksa Lanal Nias Mayor Laut (T) Rudi Taufik menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian Lanal Nias bersama Unsur Forkopimda dalam membantu dan memotivasi masyarakat di wilayah Nias untuk meningkatkan Ketahanan Pangan terlebih saat-saat sulit dengan adanya wabah Covid-19.

“Kesungguhan Lanal Nias dalam mewujudkan Ketahanan Pangan ini terlihat dari penanaman pohon ubi (singkong) dan penebaran bibit ikan lele, diharapkan nantinya hasil dari ketahanan pangan ini dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan pangan di Kabupaten Nias Selatan,” ujarnya.(disp/red)

Categories
Ekonomi Nasional

Ini Penjelasan Pemerintah Soal Kondisi Pangan Nasional Ditengah Pandemi Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Jokowi dengan tegas menyayangkan adanya pemberitaan yang menyebutkan terjadi defisit pangan nasional di tengah pandemi corona (covid 19). Faktanya, kata Jokowi, secara nasional produksi pangan surplus, hanya saja yang terjadi adalah defisit pangan di provinsi atau wilayah tertentu.

“Ramainya di media mengenai defisit pangan kita, bahwa yang dibicarakan itu adalah defisit pangan di provinsi, defisit di wilayah. Itu bisa ditutup dari surplus di provinsi lain,” demikian ditegaskan Jokowi dalam Rapat terbatas melalui video conference, Selasa (05/05/2020).

Tentang hal ini, Jokowi pun sangat mengapresiasi kerja keras Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang terus meningkatkan produksi dan membantu petani di tengah pandemi virus corona (covid 19).

“Jadi jangan ditulis-tulis Menteri Pertanian bohong. Nanti repot Pak Menteri Pertanian. Lha kita bicara bukan defisit pangan nasional kok, tapi provinsi,” sambung Jokowi.

Senada dengan hal ini, Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB, Prof Muhammad Firdaus menegaskan bahwa kondisi ketersediaan pangan pokok nasional secara kumulatif mencukupi, meskipun belum merata sebarannya. Sebab surplus- defisit dalam sistem penyediaan pangan antar-wilayah itu sudah menjadi hal yang biasa terjadi.

“Di negara maju seperti Amerika Serikat sekalipun distribusi pangannya belum merata. Apalagi kita negara kepulauan terbesar di dunia, tidak mungkin produksi merata sama di seluruh wilayah. Sistem distribusinya yang perlu ditata lebih baik,” jelas Firdaus.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kementan terus berupaya melakukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjaga ketersediaan dan distribusi pangan khususnya pada 11 komoditas bahan pokok. Bahkan tahun ini, sebagian besar provinsi mengalami surplus produksi.

“Untuk itu, Kementerian Pertanian mengembangkan strategi sistem logistik nasional dalam menyederhanakan rantai pasok dan intervensi distribusi. Salah satunya dengan mengalihkan komoditas dari daerah yang surplus ke daerah yang defisit. Untuk saat ini, setidaknya ada 28 propinsi dalam kondisi terkendali,” jelasnya.

“Provinsi lainnya yakni Kalimantan Utara dan Maluku tentu perlu mendapat perhatian lebih,” tegas Syahrul.

Perlu diketahui, perkiraan ketersediaan pangan nasional berdasarkan perkiraan produksi yang dirilis BPS, terdapat surplus beras hingga Juni 2020 diperkirakan 6,4 juta ton, jagung surplus 1,01 juta ton, bawang merah surplus 330.384 ton, gula pasir sebanyak 1,07 juta ton, dan minyak goreng surplus 5,7 juta ton. komoditas lainnya, yakni bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, daging sapi, daging kerbau, telur ayam juga diperkirakan surplus.

Untuk komoditas beras, stok beras akhir Maret 2020 sebanyak 3,45 juta ton, yang ada di Bulog 1,4 jt ton, di penggilingan 1,2 jt ton, di pedagang 754 ribu ton, dan di Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) 2.939 ton. Ini belum termasuk stok di masyarakat lainnya seperti di rumah tangga dan horeka.(hum/red)