Categories
Ekonomi

Kemendag Apresiasi Program Kementan Jaga Ketahanan Pangan Masa ‘New Normal’ 

Koran Jurnal, Jakarta – Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Srie Agustina mengapresiasi kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga ketahanan pangan di era tatanan normal baru (New Normal). Salah satunya program dalam membangun lumbung pangan di daerah yang menjadi satu solusi dimasa ini.

“Sekarang sudah bagus sekali kerja Kementan.Sekarang Kementan sudah prioritaskan menanam kebutuhan daerah,” ujar Srie Agustina yang pernah menjabat sebagai Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dalam Rapat Dengar Pendapat DPD RI, di Jakarta, Senin (29/06/2020).

Menurutnya kebijakan Kementan dibawah pimpinan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo lebih baik dimana setiap provinsi saat ini didorong untuk menanam kebutuhan daerahnya sendiri sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain sehingga tercipta kemandirian pangan.

“Saya dulu juga pernah menjabat jadi dirjen perdagangan dalam negeri. Dulu, misalnya provinsi Lampung butuh cabe maka barang akan didatangkan dari pasar kramat jati tapi kalo sekarang tidak,”ucap Srie.

Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengatakan bahwa sesuai arahan Mentan dalam menghadapi era tatanan baru pemberdayaan masyarakat dengan mengembangkan lumbung pangan secara mandiri dan berkelanjutan harus dapat dioptimal dalam penyediaan pangan.

“Dalam kebijakan stategis ketahanan pangan dan gizi, kita lakukan upaya memperkuat cadangan pangan dengan mendorong penerbitan peraturan daerah cadangan pangan provinsi dan kabupaten/kota,” ucapnya.

Lebih lanjut Agung membahas pelaksanaan Undang – Undang No.18 tahun 2012 tentang pangan yang menjadi acuan dalam membangun ketahanan pangan nasional.

Sebagai informasi, dalam UU No18 tahun 2012 dijelaskan bahwa pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan.

Baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman.

“Mentan selalu mengatakan 267 juta penduduk Indonesia tidak boleh lapar. Artinya setiap individu juga harus dalam sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan,” tutupnya.(hum/red)

Categories
Bisnis Ekonomi

Pemerintah Diminta Bantu UMKM Agar Kembali Pulih di Masa New Normal

Koran Jurnal, Jakarta – Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta pemerintah membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai pelaku bisnis yang mendapatkan dampak wabah virus corona atau covid-19. Yakni dengan meringankan pajak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menyambut dibukanya kembali sektor ekonomi di masa tatanan kehidupan baru atau New Normal.

Hal itu dikatakan Sandiaga, mengingat sektor bisnis ini telah mendapatkan hantaman pandemi Covid-19, untuk itu peringanan pajak sangat diperlukan agar UMKM kembali pulih.

“Pemerintah harus menunjukkan keberpihakannya. Berikan kelonggaran bagi UMKM untuk mereka bisa pulih kembali,” kata Sandiaga dalam keterangannya, Rabu (17/06/2020).

Sandiaga mengatakan, Indonesia harus menghindari gelombang PHK yang lebih jauh lagi. Pengusaha nasional ini ingin agar jangan sampai ada masyarakat kehilangan pekerjaannya, tidak mendapat penghasilan sementara beban biaya hidup semakin meningkat.

Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini mengaku melihat bahwa UMKM mengalami kesulitan dalam berbisnis. Dia lantas meminta pemerintah memberikan bantuan modal usaha kepada masyarakat untuk memulihkan ekonomi masyarakat yang terdampak, khususnya UMKM.

“Dalam masa pemulihan ekonomi yang dibutuhkan masyarakat adalah dana tunai, bagaimana masyarakat mendapatkan bantuan likuiditas untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan membuka kembali usaha yang sempat tutup,” katanya.

Sandi berpendapat, pembukaan kembali sektor ekonomi saat penerapan normal baru merupakan hal penting. Mantan calon wakil presiden ini mengatakan, sekitar 5 juta orang saat ini sudah kehilangan pekerjaan yang mayoritas berasal dari sektor UMKM.

Ia mengatakan, UMKM telah menciptakan 97 persen lapangan pekerjaan dan 60 persen sumber ekonomi. Menurutnya, salah satu solusi yang harus dilakukan pemerintah adalah bekerja sama dengan perbankan untuk menyediakan permodalan kepada pelaku UMKM.

Sebagai salah satu pengusaha, Sandi juga menuturkan, sulit bagi mereka mendapatkan modal dari perbankan karena banyaknya persyaratan administrasi tanpa jaminan pemerintah. Sedangkan, sambung dia, kesulitan akses pada permodalan harus segera mendapatkan solusi.

Meski demikian, dia tetap mendorong pemerintah untuk mengumpulkan pajak dari perusahaan-perusahaan besar di tengah pandemi Covid-19. Dia mengatakan, pasalnya mereka telah lama menikmati keuntungan dari pasar di Indonesia.

“Ini kita harus berikan satu dukungan kepada pemerintah untuk bisa mengumpulkan pajak kepada perusahaan-perusahaan besar karena rata-rata mereka ini yang menikmati pasar populasi Indonesia yang besar,” katanya, seperti dilansir Republika.(red)

Categories
Polhukam Polisi

Kabaharkam Agus Andrianto: Polri Harus Beradaptasi dengan New Normal saat Berikan Pelayanan Masyarakat

Koran Jurnal, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus beradaptasi dengan menerapkan kebiasaan baru (new normal) saat melaksanakan pelayanan kepada masyarakat berpedoman pada protokol kesehatan.

“Apabila hal ini dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, kita bisa mencegah terjadinya cluster baru,” kata Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, selaku Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, saat rapat bersama Pejabat Utama Mabes Polri dengan para Kapolda melalui video conference (Vicon) dari Ruang Pusdalsis Mabes Polri, Jakarta, Selasa (16/06/2020).

Untuk itu, Komjen Pol Agus Andrianto memohon kepada para Kapolda agar memastikan semua anggota yang bertugas di lapangan, baik itu dalam pelayanan masyarakat, pengamanan, maupun pendisiplinan, harus sesuai dengan 13 poin protokol kesehatan untuk aparat.

Selain itu, Komjen Pol Agus Andrianto mengingatkan bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pusat telah membuat aplikasi “Bersatu Lawan COVID” dan Kemenkominfo membuat aplikasi “Peduli Lindungi” yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam pencegahan masifnya penularan COVID-19.

“Imbau masyarakat untuk men-download aplikasi tersebut sehingga masyarakat sadar dan mampu melindungi dirinya sendiri dari dampak COVID-19,” ungkap Komjen Pol Agus Andrianto.

Tak lupa, Komjen Pol Agus Andrianto mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah memberikan penghargaan kepada 10 anggota Polri yang telah menyumbangkan plasma darahnya untuk dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk penyembuhan COVID-19.

“Mohon imbau masyarakat yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 untuk dapat menyumbangkan plasma darahnya,” kata Komjen Pol Agus Andrianto mengajak jajaran kepolisian menggalakkan metode pengobatan COVID-19 lewat terapi plasma konvalesen.(hum/red)

Categories
Militer Polhukam TNI

Kepala Staf TNI AD, AL dan AU Dukung Pemerintah dalam Penerapan Kebiasaan Adaptasi Baru

Koran Jurnal, Jakarta – Para Kepala Staf TNI menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjalankan adaptasi kebiasaan baru di tengah masyarakat. Para prajurit TNI secara lebih giat akan turut mendisiplinkan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan sehingga tetap produktif sekaligus aman dari Covid-19.

Hal tersebut terungkap dalam keterangan pers Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/06/2020).

“Tentunya TNI Angkatan Laut akan tetap membantu percepatan penanganan Covid-19 ini. Sekarang pada tahap untuk pendisiplinan masyarakat tentunya kita juga akan lebih giat lagi, terutama pasukan-pasukan yang di lapangan untuk membantu pemerintah daerah untuk mendisiplinkan masyarakat,” kata Laksamana TNI Yudo Margono.

Hal senada diungkapkan oleh KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo yang menyatakan kesiapan angkatan yang dipimpinnya untuk membantu sejumlah hal terkait penanganan Covid-19. Selain pendisiplinan masyarakat, TNI AU juga mendukung pengiriman peralatan kesehatan ke seluruh penjuru Indonesia.

“Untuk TNI Angkatan Udara kami tetap siap untuk mendukung dan kami seperti contohnya kita melaksanakan pengiriman peralatan-peralatan kesehatan ke seluruh pelosok Tanah Air yang di mana ada pangkalan udara dan bandara. Kami juga tetap melaksanakan operasi-operasi udara karena tetap harus menjaga kedaulatan wilayah negara,” tegas Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Sementara itu, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa menjelaskan bahwa Presiden secara khusus meminta angkatan darat bisa meneladani capaian mantan KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie yang baru saja berpulang. Presiden juga mendoakan almarhum dan mengucapkan terima kasih atas seluruh jasanya.

“Presiden secara spesifik menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Mantan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Pramono Edhy Wibowo. Beliau benar-benar mengucapkan terima kasih atas semua jasa-jasa, juga mengucapkan harapan agar keluarga tetap kuat dan angkatan darat bisa meneladani apa yang bisa dicapai Pramono Edhy selama beliau menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat,” ungkap Jenderal TNI Andika Perkasa. (DBPers/red).

Categories
Militer TNI

TNI Angkatan Laut Siap Dukung Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru dan Mendisplinkan Masyarakat

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut siap mendukung upaya pemerintah dalam menjalankan adaptasi kebiasaan baru di tengah masyarakat dan prajurit TNI AL akan turut mendisiplinkan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan sehingga masyarakat tetap produktif sekaligus aman dari Covid-19. Hal ini disampaikan Kepala staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., seusai mengikuti olahraga santai jalan kaki bersama Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo menyusuri lingkungan Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu pagi (14/06/2020).

“Tentunya TNI Angkatan Laut akan tetap membantu percepatan penanganan Covid-19 ini. Saat ini pada tahap untuk pendisiplinan masyarakat, tentunya kita akan lebih giat lagi, terutama pasukan-pasukan yang di lapangan untuk membantu pemerintah daerah untuk mendisiplinkan masyarakat,” kata Laksamana TNI Yudo Margono.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo pada kesempatan ini memerintahkan kepada jajaran TNI agar terlibat aktif membantu pemerintah dalam rangka mendisiplinkan masyarakat agar taat kepada protokol kesehatan sehingga masyarakat bisa hidup produktif dan aman dari Covid. Presiden juga mengharapkan kesiapan pasukan TNI untuk digunakan Panglima TNI dalam mengantisipasi jika ada Covid gelombang dua.

Olahraga santai di Istana Kepresidenan yang juga dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., Ph.D., dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yakni menjaga jarak fisik dan sosial dengan tetap menggunakan masker.(disp/red)

Categories
Daerah TNI

Jelang New Normal, Divif 2 Kostrad Lakukan Penyemprotan Disinfektan Tempat Ibadah di Malang Raya

Koran Jurnal, Malang – Dalam rangka menghadapi masa transisi menuju new normal, Unit Desinfeksi Divisi Infanteri 2 Kostrad melakukan penyemprotan disinfektan tempat-tempat ibadah di Malang Raya, Rabu (10/06/2020) lalu.

Beberapa tempat ibadah tersebut antara lain Masjid Ar Rahman, Masjid An Nur serta Masjid Al Furqon yang berada di Kec. Lawang, Gereja Immanuel, Gereja Kalam Kudus serta Klenteng Eng An Kiong yang berada di Kota Malang.

Kegiatan penyemprotan terhadap tempat ibadah ini terus gencar dilakukan Divif 2 Kostrad diwilayah Malang Raya untuk mencegah penyebaran Covid-19 setelah sebelumnya Pemerintah Jawa Timur resmi menerapkan masa transisi menuju new normal.

Selain fasilitas umum, Divif 2 Kostrad juga melakukan penyemprotan pasar dan jalan raya dengan menggunakan kendaraan khusus yang di desain sendiri oleh prajurit Divif 2 Kostrad.

Salah satu takmir masjid menyampaikan rasa terima kasih kepada Divif 2 Kostrad yang telah melaksanakan penyemprotan disinfektan di tempat ibadah. “Syukur Alhamdulillah saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Divif 2 Kostrad dalam mencegah penyebaran Covid-19 yang salah satunya melalui penyemprotan di tempat ibadah ini,” tuturnya

Sementara itu Koordinator Lapangan (Korlap), Mayor Inf Sumardi mengungkapkan, bahwa kegiatan ini merupakan wujud keseriusan dan kepedulian Divif 2 Kostrad dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 pada masa transisi menuju new normal.

“Diharapkan melalui kegiatan ini dapat menekan penyebaran virus Corona di wilayah Malang Raya, khususnya yang berada di sekitar lingkungan Madivif 2 Kostrad, serta dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat agar supaya lebih disiplin dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan,” pungkas Mayor Inf Sumardi.(pen/red)

Categories
Polhukam Polisi

Kabaharkam Komjen Pol Agus Andrianto: Polri Siap Dukung Penerapan New Normal

Koran Jurnal, Jakarta – Walau kebijakan penerapan tatanan kehidupan normal baru (New Normal) belum diputuskan, Polri telah menyatakan kesiapannya mendukung kebijakan tersebut dan kebijakan pemerintah lainnya.

Hal itu disampaikan Kabaharkam Polri sekaligus Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH, MH, saat menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (Webinar Series) “New Normal di Masa Pandemi Prospek dan Tantangan” yang diselenggarakan Divhumas Polri di Hotel Ambhara, Jakarta, Kamis (04/06/2020).

Menurut Kabaharkam Polri, konsep new normal merupakan salah satu exit strategy yang menjadi pertimbangan pemerintah untuk diterapkan di masa pandemi agar masyarakat tetap produktif dan aman dari COVID-19.

“Karena dampak pandemi ini tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga berdampak pada ekonomi. Dampak ekonomi tidak ditangani akan merembet ke gangguan sosial. Gangguan sosial tidak bisa ditangani, nanti akan lari ke masalah keamanan. Masalah keamanan nanti bisa lari ke masalah politik sehingga stabilitas negara kita terganggu,” jelas Komjen Pol Agus Andrianto.

Dalam rangka persiapan penerapan exit strategy tersebut, Kabaharkam Polri mengungkapkan, Presiden Jokowi telah memerintahkan kementerian/lembaga agar menyusun protokol kesehatan yang sesuai dengan tatanan kehidupan baru di tengah pandemi.

“[Protokol kesehatan itu] yang bisa dijadikan dasar dalam upaya mendisiplinkan masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan tatanan normal baru, sebagai acuan kami bertindak di lapangan,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Namun demikian, Kabaharkam Polri mengingatkan, seluruh jajaran kepolisian agar mengedepankan tindakan humanis, edukatif, persuasif, dan menghindari tindakan kontraproduktif dalam menjalankan tugas.

“Petugas Polri dalam melakukan penindakan agar betul-betul menggunakan hati nurani dan akal sehatnya,” pesan Komjen Pol Agus Andrianto.

Selain Kabaharkam Polri, narasumber FGD yang dibuka oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono SIK, MSi, itu juga dihadiri oleh Kepala Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Ir Bernadus Wisnu Widjaja MSc, Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia, Ir Handaka Sentosa, dan Deputi Staf Kepresidenan Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Bidang Polhuhankam, Jaleswari Pramodhawardani.(bmb/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Jelang New Normal, Kasubsatgas II Ditbinmas Polda Metro Jaya Gencarkan Edukasi dan Sosialisasi Protokol Kesehatan

Koran Jurnal, Jakarta – Jelang memasuki Tatanan Kehidupan Baru atau ‘New Normal’ di wilayah DKI Jakarta, AKBP Sri Wardiningsih (Kasubsatgas ll Aman Nusa) menggencarkan edukasi serta sosialisasi dan sekaligus menghimbau kepada masyarakat untuk menerapkan disiplin dan mematuhi protokol kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, AKBP Sri Wardiningsih (Kasubsatgas ll Aman Nusa) mengajak masyarakat, memahami pentingnya penyuluhan dan sosialisasi dalam pencegahan Covid-19 jelang menyambut kehidupan New Normal.

“Agar masyarakat senantiasa melakukan social distance dan physical distance dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengggunakan masker, jaga kesehatan dan selalu cuci tangan menggunakan sabun serta mematuhi aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Wilayah DKI Jakarta dengan tujuan utk memutus penyebaran Covid-19,” kata Sri Wardiningsih, saat melakukan kegiatan  dipasar Pal Merah Jakarta Barat dan Plaza Slipi Jaya, Jalan S.Parman, Senin (01/06/2020).

Lebih lanjut, Ia mengingatkan apabila akan bepergian keluar masuk DKI Jakarta, masyarakat agar melengkapi diri dengan SIKM serta mempersiapkan diri untuk memasuki era kehidupan New Normal dengan tetap pedomani protokol kesehatan.

Dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi tersebut juga di pasang Spanduk/pamflet dan menempel brosur/pamflet tentang pencegahan Covid-19 di tempat kos-kosan, Pos Pengamanan perumahan, Apartemen, Mall, pasar, tempat ibadah, mini market, Stasiun, terminal dan area keramaian lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan, Kompol Rendy Arsy Ridho, S.Sos (Wakil Kasubsatgas II), Iptu Nani Supryhatini (Anggota Unit Satgas), dan Aipda M.Fauzi Isron (Anggota Unit Satgas). Kegiatan ditutup dengan membagikan masker kepada masyarakat.

Setelah lakukan sosialisasi kepada masyarakat, kegiatan selanjutnya dilakukan patroli melintasi jalan Slipi – Citra Land – Kalideres – Pesing – Jembatan 5 – Jembatan 3 – Kota Tua dan kembali ke Mako Polda Metro Jaya.(np/red)

Categories
Nasional Polhukam

MenPAN-RB: ASN Bersiap Menyongsong Tatanan Normal Baru

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah akan menerapkan tatanan normal baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai 5 Juni 2020. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo berharap seluruh ASN dapat beradaptasi dengan perubahan tatanan hidup pada situasi pandemi Covid-19 ini.

Hal itu disampaikan MenPAN-RB dalam siaran persnya, di Jakarta, Sabtu (30/05/2020).

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB No.58/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru. SE tersebut memuat penyesuaian sistem kerja bagi ASN untuk menjaga keberlangsungan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik menyongsong tatanan normal baru yang produktif dan aman dari covid 19.

Tugas dan fungsi ASN dalam tatanan normal baru dilakukan dengan tetap memprioritaskan aspek kesehatan dan keselamatan bagi ASN dengan cara menjalankan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian. Adaptasi terhadap tatanan normal baru di lingkungan kementerian/lembaga/daerah meliputi penyesuaian sistem kerja, dukungan sumber daya manusia, dukungan infrastruktur, dengan memperhatikan protokol kesehatan dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Penyesuaian sistem kerja

ASN masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja yang berlaku. Namun untuk beradaptasi dengan kondisi pandemi, perlu dilakukan penyesuaian sistem kerja dengan menjalankan protokol kesehatan dalam aktivitas keseharian. Penyesuaian sistem kerja dapat dilaksanakan melalui fleksibilitas dalam pengaturan lokasi bekerja, yakni pelaksanaan tugas kedinasan di kantor (work from office/WFO) dan/atau pelaksanaan tugas kedinasan di rumah (work from home/WFH).

2. Dukungan Sumber Daya Manusia Aparatur

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen SDM aparatur antara lain penilaian kinerja oleh pejabat pembina kepegawaian (PPK); pemantauan dan pengawasan oleh pimpinan unit kerja; dan PPK memastikan kediplinan pegawai;

3. Dukungan infrastruktur

Dalam penyesuaian dengan tatanan normal baru, PPK diminta untuk mempersiapkan dukungan sarana dan prasarana yang dibutuhkan ASN dalam pelaksanaan tugas kedinasan dengan fleksibilitas lokasi bekerja dan memastikan penerapan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik dilaksanakan dengan memperhatikan pedoman penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, dan keamanan informasi dan keamanan siber. Selain itu, PPK agar menyesuaikan lingkungan kerja dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 sesuai dengan panduan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Dalam SE tersebut juga dijelaskan bahwa pelaksanaan sistem kerja ASN dalam tatanan normal baru disesuaikan dengan status penyebaran Covid-19 yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Ketentuan pelaksanaan mengenai penyesuaian sistem kerja ASN diatur lebih lanjut oleh PPK masing-masing.

Selain itu, PPK bertanggungjawab dalam melakukan pelaksanaan dan pengawasan pelaksanaan SE Menteri PANRB No. 58/2020 ini pada setiap unit organisasi di bawahnya. Pimpinan instansi melakukan evaluasi atas efektivitas pelaksanaan SE tersebut dan melaporkannya kepada Menteri PANRB.(hum/red)

Categories
TNI

Kawal Penerapan New Normal, Korem 061/SK Persiapkan Personelnya

Koran Jurnal, Bogor – Personel Jajaran Korem 061/Suryakencana telah dipersiapkan untuk mengawal penerapan status New Normal bila status tersebut resmi diberlakukan.

Hal tersebut disampaikan Komandan Korem 061/SK Brigjen TNI Agus Subiyanto dalam keterangannya di Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/05/2020).

Diungkapkan Danrem, setelah berakhirya penerapan PSBB di sejumlah wilayah di Indonesia, Pemerintah Pusat mempersiapkan tatanan kehidupan baru atau New Normal selama pandemi Covid-19 ini masih berlangsung.

“TNI khususnya Korem 061/SK dan jajaran satuan kewilayahan akan ikut mendukung dalam persiapan New Normal ini, yaitu dengan penegakan disiplin protokol kesehatan penanganan Covid-19 di tempat keramaian atau area publik,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, penerapan protokol kesehatan ini akan menerjunkan anggota Korem 061/Suryakancana yang di fokuskan di tempat fasilitas umum dan keramaian yang berada di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Kab. Sukabumi, Kota Sukabumi dan Cianjur.

Brigjen TNI Agus Subiyanto menyampaikan, prosedur tatanan kehidupan normal baru (New Normal) yaitu dengan beraktivitas keseharian melalui disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Jaga jarak aman fisik (1-2 Meter), disiplin menggunakan masker, mengukur suhu tubuh, menyiapkan tempat cuci tangan/hand sanitizer di ruang publik serta membatasi hingga separuh pengunjung di fasilitas umum,” terang Danrem.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Penerangan Korem 061/SK Mayor Inf Ermanayah, S.H, M.H., mengatakan bahwa persiapan menuju penerapan New Normal Danrem 061/SK menggelar Video Conference (Vicon) dengan para Komadan satuan kewilayahan di jajaran Korem 061/SK untuk memberikan instruksi dan arahan yang diperlukan dalam pelibatan satuan TNI AD di wilayah Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

“Pada Vicon tersebut Danrem memberikan arahan dan instruksi kepada para Dansat di jajaran Korem 061/SK agar dalam pelaksanaanya nanti dapat berjalan sesuai ketentuan dan dilakukan secara persuasif,” pungkas Ermansyah.(Pen/red)