Categories
Ekonomi

Kemendag Apresiasi Program Kementan Jaga Ketahanan Pangan Masa ‘New Normal’ 

Koran Jurnal, Jakarta – Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Srie Agustina mengapresiasi kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga ketahanan pangan di era tatanan normal baru (New Normal). Salah satunya program dalam membangun lumbung pangan di daerah yang menjadi satu solusi dimasa ini.

“Sekarang sudah bagus sekali kerja Kementan.Sekarang Kementan sudah prioritaskan menanam kebutuhan daerah,” ujar Srie Agustina yang pernah menjabat sebagai Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dalam Rapat Dengar Pendapat DPD RI, di Jakarta, Senin (29/06/2020).

Menurutnya kebijakan Kementan dibawah pimpinan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo lebih baik dimana setiap provinsi saat ini didorong untuk menanam kebutuhan daerahnya sendiri sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain sehingga tercipta kemandirian pangan.

“Saya dulu juga pernah menjabat jadi dirjen perdagangan dalam negeri. Dulu, misalnya provinsi Lampung butuh cabe maka barang akan didatangkan dari pasar kramat jati tapi kalo sekarang tidak,”ucap Srie.

Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi mengatakan bahwa sesuai arahan Mentan dalam menghadapi era tatanan baru pemberdayaan masyarakat dengan mengembangkan lumbung pangan secara mandiri dan berkelanjutan harus dapat dioptimal dalam penyediaan pangan.

“Dalam kebijakan stategis ketahanan pangan dan gizi, kita lakukan upaya memperkuat cadangan pangan dengan mendorong penerbitan peraturan daerah cadangan pangan provinsi dan kabupaten/kota,” ucapnya.

Lebih lanjut Agung membahas pelaksanaan Undang – Undang No.18 tahun 2012 tentang pangan yang menjadi acuan dalam membangun ketahanan pangan nasional.

Sebagai informasi, dalam UU No18 tahun 2012 dijelaskan bahwa pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan.

Baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman.

“Mentan selalu mengatakan 267 juta penduduk Indonesia tidak boleh lapar. Artinya setiap individu juga harus dalam sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan,” tutupnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto Gencarkan Gerakan Belanja Produk Dalam Negeri

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Perdagangan RI (Mendag), Agus Suparmanto mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan pegawai Kemendag berbelanja produk-produk buatan Indonesia.

Ajakan ini disampaikan Mendag dalam acara “Gerakan Belanja Produk Dalam Negeri” yang berlangsung di Thamrin City, Jakarta, Sabtu (07/12/2019).

Menurut Agus, konsumsi masyarakat terhadap produk dalam negeri dapat memberikan efek domino bagi penguatan pasar dalam negeri, meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat, dan menjamin pendapatan pekerja lokal.

“Untuk itu, saya mengajak Seluruh masyarakat Indonesia berbelanja produk-produk dalam negeri,” ujar Agus saat membuka acara tersebut.

Kemendag terus menggencarkan ‘Gerakan Belanja Produk Dalam Negeri’ baik secara luring maupun daring. Kali ini acara tersebut digelar Kemendag bekerja sama dengan PT Jakarta Realty selaku pengelola Thamrin City.

Thamrin City merupakan pusat belanja yang konsisten dan menjual produk-produk UMKM nusantara. Pusat perbelanjaan yang berada kawasan Tanah Abang ini juga dikenal sebagai salah satu destinasi pusat perbelanjaan produk UMKM dari segala penjuru Indonesia.

Ada sekitar 1000 pedagang berjualan di sana. Produk- produk dagangannya seperti batik, tenun, fesyen, busana muslim, dan lain sebagainya.

Agus juga menyampaikan, produk Indonesia mampu bersaing dengan produk luar. Menurutnya, produk buatan Indonesia memiliki karakteristik tersendiri. Selain memiliki kualitas yang baik, produk Indonesia itu unik dan harganya terjangkau.

“Tingginya minat berbelanja produk lokal juga dapat meningkatkan citra dan daya saing produk Indonesia di pasar dalam negeri di tengah keterbukaan pasar global,” tegas Agus.

Selain itu, tambah Agus, produk-produk dalam negeri, khususnya UMKM kini semakin keren dan menawarkan berbagai keunggulan. Beberapa keunggulan tersebut, antara lain memiliki material berkualitas dan pengerjaan yang baik, desain yang unik dan beragam, serta harga yang cenderung lebih terjangkau.

“Produk UMKM juga memiliki konsep kearifan lokal dari masing-masing daerah di Indonesia,” kata Agus.

Turut hadir dalam acara ini Komisaris Utama PT Jakarta Realty Ongky Sukasah, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey, Ketua Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah, serta Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) A. Stefanus Ridwan.(red)

Categories
Bisnis Ekonomi Industri Megapolitan

Kemendag Canangkan Hari Pakai Produk Indonesia

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan makin menumbuhkan rasa bangga terhadap produk-produk Indonesia, Kementerian Perdagangan RI bersama Sarinah mencanangkan Hari Pakai Produk Indonesia yang diadakan di Sarinah Thamrin, Jakarta,  Minggu (10/12 /2017).

Dalam sambutannya, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang naik positif sebesar 5,1 persen menjadi angin segar yang bisa dimanfaatkan bagi pelaku UMKM.

Tjahya Widayanti mengajak seluruh penduduk Indonesia untuk terus memakai produk lokal hasil karya anak bangsa Indonesia.

“Mulai dari detik ini,  mulai hari ini kita pakai produk-produk Indonesia. Hari ini kita harus berketetapan hati 100 persen memakai produk-produk Indonesia,” tukasnya dalam acara deklarasi Hari Pakai Produk Nasional tersebut.

Selain itu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag juga mendorong para pengusaha UMKM berlomba dengan menghasilkan karya-karya atau produk-produk unggulan yang berdaya saing.

“Ada 600 UMKM yang mendaftar dalam UKM Award, namun hanya sekitar 220 UKM yang lolos seleksi. Dari sinilah nantinya akan hadir produk-produk Indonesia berkualitas. Sehingga diharapkan dapat mempermudah cara untuk mendapatkan produk yang baik,” tuturnya.

Sementara Direktur Utama PT Sarinah (Persero) I.G.N.P. Sugiarta Yasa, menyampaikan rasa bangga dengan dideklarasikannya Hari Pakai Produk Nasional, dimana Sarinah sebagai The Windows of Indonesia dapat menjadi tuan rumah dalam acara peresmian ini.

“Dalam kesempatan ini dengan bangga kita (Sarinah) sebagai The Windows of Indonesia menjadi tuan rumah dalam pencanangan HPPI (Hari Pakai Produk Indonesia). Ini merupakan sebuah gerakan yang sangat penting. Sebagai BUMN yang mengkhususkan pada penjualan ritel produk-produk khas dalam negeri, Sarinah melihat keberhasilan gerakan ini kelak akan menjadi salah satu tonggak berkembangnya rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya terhadap produk-produk nasional,” kata Sugiarta.

“Mari kita jadikan produk Indonesia sebagai produk keseharian kita,” imbuhnya.

Acara peresmian dan sekaligus deklarasi ini, dimeriahkan oleh musisi dan artis ibu kota seperti Kikan, Calvin Jeremy, Dwi Andika, Delia Septiarani dan Kiki Amalia. Hadir Kevin Liliana sebagai Runner Up Puteri Indonesia 2017 yang juga merupakan Miss International 2017 dan Direktur Utama PT Mustika Ratu Putri Kuswisnu, serta Kabid Perancangan & Kerjasama Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Widodo.

“Pakai Produk Indonesia, 100 persen Indonesia”

Pewarta : Anton