Categories
Ragam TNI

Bung Karno Bapak Sistem Senjata Armada Terpadu TNI Angkatan Laut 

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno atau Bung Karno adalah tokoh dibalik konsep sistem kesenjataan Angkatan Laut yang digunakan TNI Angkatan Laut hingga saat ini, yaitu Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari kapal perang, pesawat udara, marinir, dan pangkalan.

Sejarah ini diungkap Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono pada kegiatan Sarasehan Pembinaan Mental Ideologi dan Shipnaming KRI Bung Karno-396 bertempat di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (20/6/2022).

KSAL menjelaskan beberapa momentum penting mendasari hal tersebut  dalam sejarah terbentuknya TNI Angkatan Laut, mulai dari ditetapkannya Bung Karno sebagai nahkoda, disemati brevet kapal selam, membangun dan meresmikan pusat penerbangan Angkatan Laut, kemudian memberikan panji panji korps komando kepada Marinir yang saat itu disebut KKO serta Pangkalan.

“Kita juga generasi penerus baru paham kalau ternyata penggagas konsep SSAT TNI AL adalah Bung Karno”, ujar KSAL seraya menunjukkan beberapa dokumentasi sang Proklamator yang dipasang berjejer disepanjang pintu masuk Gedung Balai Samudera yang menjadi bukti sejarah tersebut.

Konsep ini menurut KSAL tidak dimiliki oleh negara lain. Hanya TNI AL yang memiliki kemampuan Sistem Senjata Armada Terpadu yang lengkap dan ini digagas oleh Bung Karno dan dari ke empat kekuatan itulah secara bersama-sama menjadi kekuatan TNI AL didalam operasi Gabungan TNI dalam mendukung tugas pokok penegakan kedaulatan dan hukum di laut. Itulah kemudian yang mendasari sehingga KRI yang saat ini sedang dibangun diberi nama Bung Karno.(disp)

Categories
Militer TNI

Dejavu, KSAL Gunakan Kendaraan Irup Soekarno di HUT Penerbal

Koran Jurnal, Jakarta – Peringatan HUT ke-66 Penerbangan TNI Angkatan Laut (Penerbal) Tahun 2022 disuguhi suatu pemandangan yang berbeda saat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menjadi Inspektur Upacara (Irup) di Juanda, Surabaya, Jum’at (17/06/2022). Sebagai pelestari kepemimpinan nasional KSAL menggunakan kendaraan replika yang sama dengan kendaraan yang digunakan Presiden RI pertama Ir. Soekarno saat meresmikan Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda 58 tahun silam tepatnya 12 Agustus 1964 lalu.

Seperti sebuah sejarah yang terulang, momen tersebut terekam dengan jelas saat KSAL menggunakan kendaraan jenis jeep Land Rover melintas didepan pasukan upacara. Replika Kendaraan Ir. Soekarno ini sengaja digunakan, selain KSAL adalah seorang pecinta dan kolektor kendaraan jeep klasik, Laksamana Yudo juga sangat mengagumi sosok Proklamator Indonesia tersebut.

Ketegasan Ir. Soekarno dalam mengusir penjajah dari negara Indonesia, sejalan dengan ketegasan Kasal dalam menjaga keutuhan wilayah laut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan membakar semangat para prajuritnya agar Prajurit Jalasena jangan pernah gentar dan ragu menghadapi musuh-musuh yang berusaha mengganggu tegaknya kedaulatan dan keutuhan NKRI.

“Musuh-musuh kita akan selalu berusaha mengganggu, mengerdilkan, memfitnah, dan menyudutkan kita. Sebagai prajurit Jalasena, jangan pernah gentar, jangan pernah ragu dan jangan pernah mundur. Tegakkan loyalitas kepada pemimpin dan negara laksana tegaknya mercusuar di tengah samudera yang tidak pernah goyah sekuat apapun gelombang menerjang.” tegas KSAL dihadapan para peserta upacara Peringatan HUT Penerbal.

Peringatan HUT ke-66 Penerbal diawali dengan penyampaian sejarah pembentukan Penerbang TNI AL yang terinspirasi pada kekuatan pertempuran Perang Dunia ke II, bahwa pertempuran laut akan sangat efektif dan efisien dan memiliki daya penghancur yang dahsyat dengan menggunakan pesawat udara. Kemudian untuk mewujudkan keinginan membentuk penerbangan Angkatan Laut tersebut, Badan Keamanan Rakyat (BKR) terus mengembangkan kekuatan militer Indonesia melalui organisasi Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) sebagai komponen utama matra Iaut. Hingga pada 12 Agustus 1964 Ir. Soekarno meresmikan Pangkalan Udara Angkatan Laut Djuanda atau disingkat Lanudal Djuanda.

Menurut KSAL, sejarah pengabdian penerbangan TNI AL mencatat bahwa Penerbangan Angkatan Laut telah menjadi elemen vital dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) selain KRI, Marinir dan Pangkalan.

“Penerbangan Angkatan Laut adalah mata, telinga serta kepanjangan tangan KRI dan pasukan Marinir. Berkat kalian, KRI bisa melihat lebih luas, mendengar lebih banyak, dan menjangkau musuh lebih jauh. Kalian sangat menentukan kemenangan pertempuran dan keselamatan pasukan kawan. Selain bertempur, kalian juga mengemban misi mulia, seperti pencarian dan pertolongan serta penanggulangan bencana alam,” jelas KSAL.

Penerbangan TNI AL juga telah mencatatkan sejarah dan eksistensinya dengan turut serta pada Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Republik Indonesia dari awal kemerdekaan hingga saat ini antara lain: Operasi Trikora (pembebasan Irian Jaya), Operasi Dwikora (konfrontasi dengan Malaysia), Operasi Seroja (Timor Timur), Operasi Perdamaian Dunia yang tergabung dalam Maritime Task Force (MTF), Operasi Pembebasan (Somalia dan Filipina), Operasi Kemanusiaan dan Operasi SAR maupun operasi-operasi lainnya. Saat ini Penerbangan TNI AL juga berperan serta mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam upaya pencegahan meluasnya pandemi Covid-19.

Upacara Peringatan HUT Ke-66 Penerbal ditandai dengan penganugerahan tanda jasa Bintang Jalasena, Satya Lencana (SL) 24 th, SL 16 th dan SL 8 th dan dimeriahkan dengan demonstrasi Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL, Defile pasukan, Heli Dances, Fly Pass Pesawat Udara TNI AL serta Brass Band.(disp)

Categories
Daerah TNI

Rekam Peran dan Kontribusi TNI AL Untuk Nusantara Akan Diabadikan di Museum Pusat TNI AL

Koran Jurnal, Surabaya – Sebuah sarana edukasi baru tentang keangkatanlautan dan kemaritiman kembali akan dibangun TNI AL dalam wujud Museum di kawasan yang sebelumnya adalah Kantor Dinas Angkutan Lantamal V, Surabaya. Museum ini akan menjadi Museum Pusat TNI AL dan koleksi museum baru yang dimiliki Indonesia yang diharapkan dapat menjadi warisan berharga bagi generasi penerus guna membentuk mindset dan karakter maritim menuju Jalesveva Jayamahe.

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Museum oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono didampingi Ketua Umum Jalesenastri Ny. Vero Yudo Margono bertempat di Dinas Angkutan Lantamal V, Surabaya, Jawa Timur, Jum’at (17/06/2022).

Museum pusat TNI AL dibangun di atas lahan kurang lebih 3,2 hektar berkonsep museum pintar, karena dirancang mengadopsi teknologi 4.0, yang mana perangkat museum berupa perangkat elektronik, multimedia. Selain itu, museum ini juga akan sangat memperhatikan pembangunan ruang terbuka hijau, dengan konsep landscape, teduh dan memadukan keasrian taman.

Masyarakat akan semakin diperkenalkan dengan TNI AL dan dunia Kemaritiman, nantinya museum tersebut akan memiliki gedung heritage dan ruang pamer utama yang isinya menggambarkan konten jejak sejarah kejayaan maritim Indonesia, sejarah perjuangan TNI AL, galeri jalasenastri, ruang perpustakaan, imersif cinema dan diorama perjuangan.

Selain itu, juga akan terdapat bangunan gedung KRI klass R.E. Martadinata yang isinya menyajikan impresi visual interior dalam dinamis tema kontemplatif, standout memorable edutainment, dengan konsep sejarah armada TNI AL, profil Koarmada RI, kekuatan Sistem Senjata Armada Terpadu dan Artwork Animated Relief Combined With Projection Mapping serta yang tidak kalah menarik yaitu adanya ruang teater yang menyajikan pemutaran film-film kejayaan TNI AL dengan kapasitas 60 kursi penonton serta ruang introducing museum pusat angkatan laut.

Dengan hadirnya museum pusat TNI Angkatan Laut ini akan menjadi destinasi baru di Jawa Timur khususnya bagi masyarakat luas. Museum tersebut akan mengintegrasikan konsep edukasi, rekreasi, serta pembangunan ekonomi kerakyatan.

Dalam berbagai kesempatan Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan dirinya sebagai pemimpin TNI AL berkomitmen terus untuk membangun berbagai fasilitas yang dibutuhkan prajurit di seluruh jajaran TNI AL dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

“Penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh prajurit TNI AL telah menjadi komitmen dan kebijakan pemimpin TNI AL,” ujar KSAL.

KSAL berharap dengan sarana prasarana yang telah banyak dibangun ini dapat meningkatkan profesionalisme prajurit.

“Tanpa adanya sarana prasarana yang bagus saya yakin prajurit-prajurit kita malas untuk berbuat yang lebih baik dan dengan pembangunan ini bisa meningkatkan pengetahuan mengenai Angkatan Laut dan yang bagus tentunya ada upaya untuk meningkatkan profesionalisme sehingga kita akan menuju Angkatan Laut yang modern dan tangguh,” tegas KSAL.

Sebelumnya, KSAL juga berkesempatan melaksanakan peresmian Masjid Assalam Koarmada II yang telah selesai direnovasi, serta Masjid An-Nur Lanal Kendari dan Masjid Al-Mu’min Pasmar 3 Sorong yang telah selesai pembangunannya secara daring. Perbaikan dan pembangunan sarana ibadah yang dilaksanakan ini merupakan wujud kesadaran bahwa personel TNI AL harus dibangun secara seimbang, baik fisik maupun rohaninya.(disp)

Categories
IPTEK Nasional TNI

KSAL Laksamana Yudo Margono Sematkan Brevet Hidro-Oseanografi TNI AL kepada Menteri Kelautan dan Perikanan

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut memberikan Brevet Kehormatan Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Wahyu Sakti Trenggono.

Penyematan brevet tersebut dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono di Anjungan KRI Rigel-933 di Dermaga Kolinlamil sebelum bertolak melaksanakan Ekspedisi Jala Citra 2 “Banda”, Kamis (16/6/2022).

KSAL mengatakan dan memberikan alasan penyematan Brevet Kehormatan Pushidrosal TNI Angkatan Laut kepada Menteri KKP RI Wahyu Sakti Trenggono. Tanda kehormatan itu, lanjut KSAL, diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dukungan dan peran KKP RI dalam turut memajukan dan mengembangkan Pushidrosal serta berkontribusi besar dalam mewujudkan kerjasama di bidang Hidro-Oseanografi secara nasional dan internasional.

“Kenapa saya berikan (Brevet Kehormatan Pushidrosal) kepada beliau atas pertimbangan, beliau telah memberiksan support (dukungan) dan memberikan kemajuan kepada hidro-oseanografi TNI AL, terutama dalam kerja sama yang erat dan harmonis di bidang kemaritiman, khususnya kerja sama dalam penataan ruang laut, diantaranya dalam pengaturan dan pemasangan kabel dan pipa bawah laut yang sesuai korido, sebagaimana ditetapkan dalam Kepmen KP Nomor 14/2021 tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut,” kata Laksamana TNI Yudo Margono, Kamis (16/6/2022).

Laksamana Yudo Margono menambahkan, TNI Angkatan Laut dan Kementerian KKP selama ini telah berkolaborasi dalam melakukan penelitian di berbagai bidang yang mencakup data kelautan hingga pembangunan wilayah pesisir dengan tujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem laut tetap terjaga dan menjadi lebih tertata.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Wahyu Sakti Trenggono mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pemberian Brevet Kehormatan Pushidrosal yang diberikan oleh KSAL Laksamana TNI Yudo Margono.

“Ini suatu kebanggan bagi saya menerima brevet kehormatan ini. Peta tentang kelautan dan oseanografi adalah hal yang esensial. Pushidrosal adalah mitra kerja KKP. Kita akan dukung penuh apa yang dilakukan Pushidrosal,” ujar Menteri Wahyu Trenggono kepada wartawan.

Dengan demikian, penyematan brevet kehormatan secara resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan RI sebagai warga kehormatan komunitas hidrografi, sehingga diharapkan dapat memberikan inspirasi dalam peningkatan motivasi dan semangat profesionalisme bidang hidrografi bagi seluruh personel Pushidrosal sebagai Kotama Pembinaan dan Operasi pada lingkup TNI AL dan pengembangan hidrografi pada tingkat nasional.

Pantauan pewarta di lokasi kegiatan penyematan Brevet dan sekaligus acara pelepasan Tim Ekspedisi Jala Citra 2 “Banda” itu tampak dihadiri Pati TNI Angkatan Laut diantaranya, Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono, Komandan Pushidrosal TNI AL, Laksamana Madya TNI Nurhidayat, Panglima Koarmada RI Laksda TNI Abdul Rasyid Kacong, dan Panglima Koarmada I Laksda TNI Arsyad Abdullah.

Categories
IPTEK Militer TNI

KSAL Laksamana Yudo Margono Lepas  Keberangkatan Ekspedisi Jala Citra-2 2022 “Banda”

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono melepas keberangkatan Ekspedisi Jala Citra 2 – 2022 “Banda” di dermaga Kolinlamil Jl. Pelabuhan Pos 9 Tanjung Priok Jakarta Utara, Kamis (16/06/2022).

Hadir dalam acara tersebut di antaranya Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat, Panglima Kotama TNI AL Wilayah Jakarta, Pejabat Utama Mabes TNI AL, wakil dari kementerian/lembaga negara, rektor universitas serta pimpinan organisasi profesi terkait.

Ekspedisi Jala Citra 2 – 2022 “Banda” merupakan suatu kegiatan penelitian kelautan dengan tema “Mengungkap keberadaan fitur bawah laut dan massa air purba serta karakteristik akustik bawah air di perairan Laut Banda sebagai wilayah pertahanan maritim”.

Tujuan dari Ekspedisi Jala Citra 2 – 2022 ini adalah untuk memperkaya khazanah pengetahuan tentang kondisi perairan Laut Banda dari bidang Hidrografi dan Oseanografi serta bidang keilmuan lainnya dengan landasan wawasan nusantara yang dapat mendukung keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan laut, mitigasi bencana dan kepentingan maritim lainnya.

KSAL dalam amanatnya menyampaikan bahwa Ekspedisi Jala Citra 2 – 2022 “Banda” menjadi momentum kebangkitan ekspedisi kelautan untuk mengeksplorasi sumber daya kelautan Indonesia. Sejarah ekspedisi kelautan pada masa Hindia Belanda di perairan Nusantara pada tahun 1899-1900 telah mencapai sukses dan diakui dunia pada saat itu dengan nama “Ekspedisi Siboga”. Ekspedisi lainnya di perairan Indonesia sejak masa Hindia Belanda sampai saat ini antara lain ekspedisi Snellius tahun 1929- 1930, Ekspedisi Hahuko Maru, Buginesia, Indonesia Australia Survey for Submarine Hydrothermal Activity (IASSHA), Bandamin-1, Ekspedisi Indonesia-Japan Deep Sea, Ekspedisi Laut Banda, Ekspedisi Palung Jawa dan lain-lain.

“Oleh karena itu, besar harapan saya kepada seluruh peserta untuk dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya, serta menjadikan ekspedisi ini sebagai momentum kebangkitan dan kemandirian tanpa keterlibatan pihak asing untuk mengeksplorasi berbagai data hasil penelitian yang sangat bermanfaat bagi kepentingan militer, pengembangan ilmu pengetahuan, penemuan biota laut, sumber daya alam laut, mineral yang terkandung di dasar laut dan lain-lain” kata KSAL.

Ekspedisi Jala Citra 2 – 2022 “Banda” dilaksanakan selama kurang lebih 60 hari, terbagi menjadi dua etape dengan fokus penelitian bidang hidrografi dan geofisika pada etape satu, dan oseanografi serta meteorologi pada etape kedua.

Kegiatan penelitian tersebut dilaksanakan berkolaborasi dengan para peneliti dari kementerian/lembaga terkait, perguruan tinggi, dan profesional serta pihak swasta yang bergerak di bidang survei dan pemetaan kelautan. kementerian lembaga yang berpartisipasi antara lain: TNI AL, Pushidrosal, Kementerian ESDM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BRIN, BIG DAN BMKG. Lembaga pendidikan tinggi yang mendukung antara lain: ITB, IPB, UGM, UHT, Unpatti, Undip, Unpad, Unbabel, Unsri dan STTAL. Ekspedisi ini juga didukung oleh industri survey nasional yang diwakili oleh Hydronav dan Geotronix.

Pemilihan Laut Banda sebagai area ekspedisi merupakan hasil pertimbangan berbagai aspek, meliputi aspek geologi, aspek hidrografi, aspek oseanografi, aspek geofisika, aspek mitigasi bencana, dan aspek militer. Ekspedisi Jala Citra 2-2022 “Banda” merupakan kampanye dalam rangka peringatan Hari Hidrografi Dunia tahun 2022 dan bentuk partisipasi dalam agenda PBB Decade Of Ocean Science For Sustainable Development 2021-2030.

Ekspedisi Jala Citra 2-2022 “Banda” menggunakan alutsista KRI Rigel-933 di bawah komando Komandan KRI Rigel-933 Letkol Laut (P) Yohanis Kalambo, selaku komandan satgas, yang merupakan lulusan Akademi TNI Angkatan Laut angkatan 48. Hasil Ekspedisi ini diharapkan dapat dioptimalkan guna mendukung visi Poros Maritim Dunia dalam rangka mewujudkan tujuan nasional di laut.(disp)

Categories
TNI

Menhan Prabowo Subianto: TNI AL Garda Terdepan Penjaga Kedaulatan Bangsa

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menjadi garda terdepan sebagai penjaga kedaulatan bangsa. “Kita negara kepulauan tergantung pada udara dan maritim, sehingga, TNI AL melalui kapal perangnya dan unsur pesawat udara yang melaksanakan patroli maritim merupakan garda terdepan penjaga kedaulatan bangsa.” Hal tersebut ditegaskan Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto pada acara penyerahan tiga pesawat udara (Pesud) dari PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk TNI AL, bertempat di Apron Delivery Center PTDI, Bandung, Jawa Barat, Rabu, (15/6/2022).

Alat utama sistem senjata (Alutsista) itu terdiri dari satu unit Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) Full Mission, dan dua unit Helikopter AS565 MBe Panther Anti Kapal Selam (AKS) Full Mission. Penyerahan simbolik ketiga pesud dilakukan oleh Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan kepada Menhan RI yang kemudian diserahkan kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

Menhan RI menyampaikan ucapan terima kasih kepada KSAL dan jajarannya yang telah menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan serta membawa bendera republik dimana-mana.

“Anda menjaga kehormatan bangsa dan juga kedaulatan bangsa. Untuk itu saya akan bekerja keras beserta jajaran pertahanan untuk segera memperkuat armada-armada kita di laut dan memodernisasi kapal-kapal kita,” ujar mantan Danjen Kopassus tersebut.

Lebih jauh, Menhan mengungkapkan Indonesia harus memiliki TNI AL, TNI AU dan TNI AD, Bakamla serta Polairud yang kuat. Ini adalah tuntutan kalau mau sejahtera mudah-mudahan ini merupakan tampilan yang baik dari PTDI.

“Kita berharap PTDI bisa menghasilkan laba untuk negara,” tegas Menhan RI.

Pesawat CN235-220 MPA yang akan dioperasikan oleh Skadron 800 Puspenerbal merupakan pesawat angkut militer yang secara khusus difungsikan sebagai pesawat patroli maritim, dibekali dengan Mission System yang terintegrasi ke dalam Mission Management System (MMS) dari Nexeya dan beberapa perangkat pendukung misi seperti High Performance Search Radar dengan kemampuan deteksi sejauh 200 Nautical Mile (NM) yang dapat melakukan surveillance atas wilayah permukaan laut secara continue 360° ke segala arah.

Sementara itu, Dirut PTDI mengatakan dengan tambahan kemampuan Synthetic Aperture Radar (SAR) dan Inverse Synthetic Aperture Radar (ISAR), maka Search Radar yang terpasang dapat memberikan kemampuan tidak hanya mendeteksi keberadaan target, tetapi juga dapat memberikan tampilan citra dari target sejauh 60 NM, jauh sebelum adanya visual contact. Pesawat yang ditenagai oleh mesin General Electric CT7-9C ini juga dilengkapi dengan Automatic Identification System (AIS) untuk mengidentifikasi kapal dan Forward Looking Infra-Red (FLIR).

Sementara itu, Helikopter AS565 MBe Panther Full Mission AKS yang nantinya akan di bawah komando Skuadron 400 Wing Udara 1 mampu mendeteksi keberadaan kapal selam yang dilengkapi dengan Dipping Sonar L3 Ocean System DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS), yang dapat beroperasi optimal di area laut dangkal, maupun laut dalam. Helikopter AKS ini dirancang ideal untuk melakukan redetection, melokalisir sasaran dan melancarkan serangan torpedo di perairan.(disp)

Categories
Megapolitan Militer Polhukam TNI

Tujuh Jabatan Strategis TNI AL Diserahterimakan

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) tujuh jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Laut, di Komplek Satuan Koarmada I, Pondok Dayung , Jakarta Utara, Senin (13/6/2022).

Sertijab itu dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Nomor 458/V/2022 tentang Pemberhentian Dari dan Pengangkatan Jabatan di Lingkungan TNI yang dikeluarkan pada tanggal 30 Mei 2022 lalu.

Tujuh jabatan yang diserahterimakan, yakni Panglima Koarmada RI dari Laksdya TNI Agung Prasetiawan kepada Laksda TNI Abdul Rasyid Kacong, Panglima Koarmada II dari Laksda TNI Iwan Isnurwanto kepada Laksda TNI T.S.N.B. Hutabarat, Koorsahli Kasal dari Laksda TNI T.S.N.B. Hutabarat kepada Laksda TNI I.N.G. Sudihartawan.

Sementara itu jabatan Asrena Kasal diserahterimakan dari Laksda TNI Abdul Rasyid Kacong kepada Laksda TNI Iwan Isnurwanto, Askomlek Kasal dari Laksda TNI I.N.G. Sudihartawan kepada Laksma TNI Avando Bastari dan jabatan Komandan STTAL dari Laksma TNI Avando Bastari kepada Kolonel Laut (E) Mukhlis dan Kadissenlekal dari Laksma TNI Endarto Pantja Irianto kepada Laksma TNI Teguh Prasetyo.

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan tugas TNI AL kedepan tidak akan semakin ringan dan mudah. Dinamika ancaman dan gangguan aspek maritim akan selalu berubah dan berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan situasi yang terjadi saat ini menyadarkan kita untuk menghadapi pilihan terakhir apabila terjadi benturan kepentingan antar negara tidak dapat dikompromikan, maka perang pilihannya.

“Untuk itu TNI AL harus membangun kemampuan dan kesiapsiagaan sebagai komponen utama pertahanan negara,” tandas KSAL.

Komando Armada RI yang merupakan kekuatan inti TNI AL adalah Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang sangat penting dalam peran dan fungsinya. Demikian pula para pengawak alutsista TNI AL dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memenangkan peperangan.

“Kemenangan peperangan ditentukan oleh penguasaan teknologi dan disinilah peran STTAL sangat dibutuhkan,” jelas Laksamana TNI Yudo Margono.

Disisi lain, roda organisasi TNI AL bergerak dan berputar dan sebagai konsekuensi tuntutan kebutuhan organisasi adalah rotasi jabatan.

KSAL menilai langkah kongkrit dan positif yang telah dilaksanakan Koarmada RI, Koarmada II dan STTAL dalam melaksanakan pembinaan dan operasi telah menunjukan hasil yang membanggakan. Ini tentu tidak lepas dari kerja keras, dedikasi dan kepemimpinan para Panglima dan Komandan,” ujar orang nomor satu TNI AL ini.

KSAL berpesan kepada seluruh prajurit TNI AL untuk tetap menjaga kedaulatan negara dan tegakan hukum di laut.

“Jangan pernah mundur satu yard pun, jangan pernah surut karena berita hoax yang ditebar para pencoleng laut. Tetaplah tegas agar pencoleng laut itu meranggas,” tegas KSAL.

Upacara sertijab ditandai dengan pembacaan keputusan Panglima TNI, pengambilan sumpah jabatan, pelaksanaan serah terima jabatan dan penyerahan Pataka Koarmada RI Ekapada Banda Jala Nusa, Pataka Koarmada II Ghora Wira Madya Jala serta Pataka Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut Dharma Vidya Adhiguna oleh pejabat lama kepada Inspektur Upacara dan diserahkan kepada pejabat baru serta penanggalan dan penyematan tanda jabatan. Dalam kesempatan tersebut prajurit TNI AL juga melaksanakan deville dan unjuk kekuatan dengan melaksanakan demonstrasi Anti Serangan Udara.(disp)

Categories
Militer Opini TNI

KSAL Laksamana Yudo Margono: Laut Harus Jadi Pusat Aktifitas Ekonomi Global

Koran Jurnal, Jakarta – Dekade kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki makna bahwa untuk memacu pembangunan ekonomi yang berkelanjutan diperlukan sasaran pembangunan yang solid bagi seluruh masyarakat dunia, laut harus menjadi pusat dari aktifitas ekonomi global. Pada skala regional, kebijakan pemerintah harus di implementasikan melalui manajemen sektor kemaritiman.

Demikian keynote speech yang disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono saat membuka Seminar Internasional dalam rangka Peringatan Hari Hidrografi Dunia Tahun 2022 dengan tema “Hydrography – Contributing to the United Nations Ocean Decade” yang digelar oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) di Hotel Anvaya Beach Resort, Kuta Bali. Kasal menyampaikan Keynote speech secara virtual dari Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (9/6/2022).

Menurut KSAL dekade kelautan telah membuka banyak peluang bagi Indonesia untuk memunculkan integrasi tanpa batas antara berbagai kecanggihan teknologi seperti machine learning, artificial intelegence, internet of things, wahana survei nirawak, pembangunan perkapalan, sistem navigasi, dan kebijakan yang berbasis ilmu pengetahuan.

Pushidrosal berperan sebagai institusi yang bertanggung jawab terhadap tugas negara di bidang hidrografi serta berkontribusi penting melalui peta laut untuk mendukung kebijakan dan pengambilan keputusan yang berbasis sains.

“Oleh karena itu, aktifitas ekonomi kelautan seperti perdagangan, lalu lintas barang dan manusia, rantai pasokan sumber daya alam seperti minyak dan gas, serta komoditas hasil produksi, akan sangat membutuhkan peta laut untuk mendukung keselamatan navigasi,” ujar KSAL.

Selanjutnya Kasal menyampaikan bahwa Pushidrosal telah melaksanakan pemetaan dasar laut di perairan Indonesia untuk menghasilkan data batimetri terbaik dengan akurasi dan cakupan yang memadai, selaras dengan program pemetaan bawah laut dari IHO-GEBCO 2030. “Berbagai langkah tersebut sejalan dengan implementasi hidrografi untuk berkontribusi dalam dekade kelautan perserikatan bangsa-bangsa,” kata KSAL.

Sementara itu Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat menyampaikan bahwa Pushidrosal, tidak hanya berfokus pada penyediaan data hidrospasial dalam rangka menjamin keselamatan pelayaran di seluruh perairan Indonesia di tingkat nasional, tetapi juga memiliki peran dan kontribusi di tingkat regional dan internasional.

“Berawal dari peran Hidrografi untuk keselamatan navigasi, hidrografi berkembang untuk mendukung semua kegiatan yang berhubungan dengan laut, termasuk pembangunan ekonomi, keamanan dan pertahanan, batas laut, penelitian ilmiah, pariwisata, mitigasi bencana dan perlindungan lingkungan dan pengelolaan wilayah pesisir,” ungkap Danpushidrosal.

Seminar yang dihadiri langsung oleh Direktur IHO, Laksamana Muda Luigi Sinapi ini menampilkan pembicara Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Dan Energi, Kemenko Marves RI, Dirjen Manajemen Zona Maritim KKP RI, Laksamana Madya Dr. Fujita Masayuki (Kepala East Asia Hidrografi Commission), Mr. Evert Flier (Kepala Komisi Pengawas Gebco), Laksamana Muda Rhett Hatcher (United Kingdom National Hydrographer), Commodore Stewart Dunne (Hidrografer Australia), Dr. Thomas Heege (Manajer Direktur Eomap) serta komunitas hidrografi internasional.(disp)

Categories
TNI

KSAL Berkomitmen Bangun SDM Prajurit Yang Berciri Khas Matra Laut

Koran Jurnal, Jakarta – “Dengan adanya kolam renang Tirto Sagoro Mabesal dan Tirto Sagoro 10, diharapkan memberi manfaat yang sebesar – besarnya bagi prajurit dan keluarga serta kebanggaan bersama. Jadikan olahraga bagian dari gaya hidup sehat dan akhirnya berkontribusi membentuk prajurit TNI Angkatan Laut yang tanggap, tangguh dan trengginas berciri khas matra laut.”

Demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono saat meresmikan kolam renang Tirto Sagoro bersamaan dengan kolam renang Tirto Sagoro 10 Lantamal XIII Tarakan yang diresmikan secara virtual di Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/6/2022).

Laksamana Yudo Margono menegaskan dirinya sebagai pemimpin TNI AL berkomitmen terus untuk membangun berbagai fasilitas yang dibutuhkan prajurit di seluruh jajaran TNI AL.

“Penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh prajurit TNI AL telah menjadi komitmen dan kebijakan pemimpin TNI AL. Salah satunya kolam renang,” ujar KSAL.

KSAL menjelaskan bahwa dibangunnya sarana prasarana khususnya kolam renang yang sengaja dibangun di seluruh jajaran TNI AL ini, agar prajurit-prajurit TNI AL memiliki kualifikasi dalam berenang.

“Jadi saya harapkan dengan sarana prasarana yang ada khususnya kolam renang yang sudah disediakan, untuk seluruh prajurit TNI AL ini harus memiliki kualifikasi berenang dan di samping untuk olahraga, kolam renang ini bisa dijadikan tempat rekreasi dikarenakan tempatnya yang indah,” jelas KSAL.

Disampaikan pula, olahraga dan aktifitas berenang erat kaitannya dengan medan tugas prajurit matra laut. Dengan berenang tubuh dapat membakar kalori yang tentunya menunjang stamina yang kuat bagi prajurit sebagai modal penting dalam mengawal pertahanan dan keamanan digaris terdepan kedaulatan nusantara.

Peresmian kolam renang ini juga menjadi momentum dapat digunakannya kolam renang Tirto Sagoro oleh prajurit dan keluarga besar TNI dan Kasal juga mengharapkan dari kolam renang Tirto Sagoro mampu melahirkan atlet – atlet berprestasi ditingkat nasional maupun internasional.

Kasal berharap dengan sarana prasarana yang telah banyak dibangun ini dapat meningkatkan profesionalisme prajurit.

“Tanpa adanya sarana prasarana yang bagus saya yakin prajurit-prajurit kita malas untuk berbuat yang lebih baik dan dengan pembangunan ini bisa meningkatkan keselamatan jasmani dan yang bagus tentunya ada upaya untuk meningkatkan profesionalisme sehingga kita akan menuju Angkatan Laut yang modern dan tangguh,” ujar KSAL.

Dalam acara tersebut dimeriahkan pula dengan persembahan tarian Dewa Ruci, renang indah dan perlombaan renang antar satuan kerja di Mabesal.

Sebelumnya pejabat nomor satu dilingkungan TNI AL ini telah meresmikan kolam renang dijajaran TNI AL seluruh Indonesia, seperti Tirto Sagoro 01 di Kolat Armada I, Tirto Sagoro 02 di Pondok Dayung, Tirto Sagoro 03 di Lantamal I Belawan, Tirto Sagoro 04 di Komplek Fasharkan Tanjung Uban, Tirto Sagoro 05 di Lantamal VI Makassar, Tirto Sagoro 06 di Lantamal XIV Sorong, Tirto Sagoro 07 di Lantamal VII Kupang dan Tirto Sagoro 08 di Seskoal.(disp)

Categories
Polhukam TNI

TNI Angkatan Laut Jamin Stabilitas dan Keamanan di Kawasan

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono kembali menegaskan bahwa TNI Angkatan Laut menjamin stabilitas di kawasan dan keamanan laut yurisdiksi nasional. Hal ini disampaikan KSAL saat meresmikan Studio Nusantara Sagoro 1 dan Studio Nusantara Sagoro 2 di Markas Besar TNI AL Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/6/2022).

Laut Natuna memiliki simpanan sumber daya kemaritiman yang sangat tinggi, serta dengan posisi yang secara geografis sangat strategis, menjadikan perairan tersebut sebagai International Sea Lane yang menghubungkan samudera Hindia dengan Samudera Pasifik. Sehingga banyak negara negara di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik memiliki kepentingan di perairan tersebut.

Menanggapi pemberitaan yang berkembang saat ini yaitu adanya peningkatan tindakan melanggar hukum dan pelanggaran wilayah yang dilakukan negara asing di perairan Natuna Utara, KSAL menegaskan bahwa hal itu tidak benar. Situasi keamanan laut seluruh Indonesia akan di update setiap hari dan dilaporkan secara berjenjang, sebagai bentuk jaminan rasa aman bagi pengguna laut yurisdiksi nasional.

Secara rutin TNI Angkatan Laut menugaskan 4 (empat) sampai dengan 6 (enam) KRI yang melaksanakan patroli di perairan Natuna Utara. Sehingga jika menemukan pelaku tindak pelanggaran hukum dan kedaulatan di laut, Kasal menegaskan untuk ditindak sesuai dengan hukum dan Undang-Undang nasional maupun internasional yang berlaku, tegasnya.

Laksamana TNI Yudo Margono menjamin bahwa situasi di perairan yurisdiksi nasional dan situasi regional dalam keadaan yang stabil, hal ini didukung oleh negara-negara sahabat yang sempat dikunjungi Kasal beberapa waktu yang lalu. Laksamana TNI Yudo Margono menjelaskan, “Jika KRI bertemu dengan kapal negara Asing di daerah operasi, laksanakan komunikasi kasih tahu jika mereka masuk kedalam perairan yurisdiksi nasional Indonesia dan laksanakan koordinasi untuk melaksanakan latihan bersama Passex (Passing Exercise), untuk meningkatkan kemampuan dan professional prajurit dan selalu kedepankan persahabatan. Hal ini sangat didukung oleh para Kepala Staf Angkatan Laut negara-negara kawasan.”(disp)