Categories
Ekonomi

Mentan SYL Serahkan KUR Hingga 500 Juta Per Konstraling di Cilacap

Koran Jurnal, Cilacap – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo secara simbolis menyerahkan kredit usaha rakyat (KUR) hingga mencapai 500 juta per komando strategi penggilingan (Konstraling) di Cilacap, Sabtu (13/06/2020). Kementan menggerakan Konstraling guna mengoptimalkan serapan KUR sebagai langkah mengamankan harga gabah saat panen.

Pada kesempatan tersebut, Syahrul selalu menegaskan butuh kebersamaaan untuk memastikan pertanian bisa berjalan dengan akselerasi yang cepat, apalagi adanya ancaman kekeringan yang telah disampaikan FAO serta krisis pangan dunia, harus segera direspon untuk antisipasinya. Caranya dengan mempercepat pertanaman supaya target tanam bisa dipenuhi. Jika semua bergerak bersama maka bisa dipastikan kondisi pangan kita aman sampai akhir tahun,

“Ada langkah strategis untuk ini. Kita lakukan percepatan tanam, gerakkan pangan alternatif, siapkan lumbung pangan serta siapkan kostraling. Kami sediakan fasilitasi bagi yang punya komitmen kuat,” kata Syahrul saat kunjungannya ke Desa Sidaurip Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap tersebut.

Mentan Syahrul meminta agar Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan kabupaten mendampingi Kostraling penggilingan untuk akses KUR sehingga mampu menyerap gabah petani. Menurutnya, Kostraling sebagai langkah upaya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menjaga kestabilan harga gabah. Petani penggilingan didorong untuk menyerap gabah petani.

Namun demikian, lanjutnya, pemerintah tidak hanya mendorong saja, difasilitasilah kelompok penggilingan ini untuk memdapat akses pembiayaan dari perbankan dengan bunga yang rendah.

“Kalau ini termanfaatkan dengan baik, maka petani akan terbantu melalui program Konstraling agar nanti harga gabah petani dibeli dengan harga yang menguntungkan dan tidak jatuh saat panen raya,” ujarnya.

Selain itu, Mentan SYL menginstruksikan agar penyaluran KUR ini diintensifkan untuk merespon dampak virus Covid-19. Hal ini sesuai instruksi yang diberikan Presiden Jokowi.

“Sektor pertanian tidak boleh goyah akibat virus corona. KUR ini juga sebagai upaya agar dampaknya tidak sampai memukul perekonomian petani dan usaha tani di Cilacap,” terangnya.

Bupati Cilacap Tato Suwarto Pamuji sangat mendukung program Kementan. Seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Cilacap diharapkan mampu bergerak bersama untuk menjaga pasokan pangan di CIlacap.

“Kami bersyukur meskipun masih ada pandemic covid 19 namun petani maupun jajaran Dinas Pertanian masih bekerja seperti biasa untuk memenuhi target produksi pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi, menuturkan Kabupaten Cilacap memiliki andil yang cukup besar untuk menambah sumbangan produksi padi. Suwandi juga meminta petani bisa menyerap KUR melalu gerakan kostraling sebagai pengamanan harga gabah.

“Kami sudah sediakan KUR untuk komoditas tanaman pangan, silahkan dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama bagi penggilingan padi bisa digunakan untuk menyerap gabah petani dengan harga yang layak melalui program Kostraling,” ucapnya.

Suwandi pun mengemukakan program Kostraling ini merupakan gagasan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk menyerap gabah petani di saat panen raya dengan harga yang wajar. Kegiatan ini didukung dengan KUR dan pemasaran berasnya dengan cara langsung dan kerjasama pasar online.

“Kementan memberikan stimulus berupa bantuan alat panen dan pasca panen untuk menekan biaya, sedangkan permodalan dengan skema KUR yang bunganya disubsidi oleh pemerintah,” tuturnya.

“Dengan mekanisme timbal balik tersebut, maka Gapoktan dan anggota merasa sama-sama merasa di untungkan dan merupakan cikal bakal dari terbentukya Factory Farming,” pinta Suwandi.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Kementan Apresiasi Bank Sinarmas yang akan Gulirkan 100 Milyar Rupiah untuk Kredit Usaha Peternakan Sapi

Koran Jurnal, Bogor – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian memberikan apresiasi kepada PT. Bank Sinarmas yang akan menggulirkan kredit senilai Rp.100 Milyar untuk usaha peternakan sapi.

“Saya mengapresiasi kepada PT. Bank Sinarmas yang berkeinginan mendorong dan mengembangkan pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta kemitraan usaha untuk komoditas peternakan terutama untuk ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing dan domba,” kata Fini Murfiani Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan saat ditemui di kediamannya di Bogor, Jawa Barat, Minggu (02/12/2018).

“Saya berharap dengan fasilitasi pembiayaan kredit oleh perbankan, maka dapat mendorong peran aktif dan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Perbankan, dan Swasta dalam rangka pengembangan investasi usaha peternakan di Indonesia,” ucap Fini Murfiani.

Ia sampaikan bahwa penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada periode tahun 2018 untuk sub sektor peternakan sampai dengan 31 Oktober 2018 sangat menggembirakan.

“Dana KUR tahun 2018 sebesar Rp. 4,23 triliun, mengalami peningkatan 2 kali lipat dibandingkan realisasi tahun 2017 yang hanya Rp. 2,02 triliun,” ungkap Fini.

Lebih lanjut Ia tekankan bahwa peningkatan investasi usaha peternakan melalui pembiayaan oleh perbankan diharapkan dapat mengembangkan kemitraan usaha peternakan yang saling menguntungkan.

“Pembiayaan melalui kemitraan ini sebagai bagian dari berbagai upaya untuk mewujudkan swasembada protein hewani, mendukung tercapainya Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045,” ujarnya.

Sementara itu, Wahyu Adhi Nugroho selaku Micro Unsecure Loan Departmen Head PT Bank Sinarmas saat acara workshop pembiayaan peternakan ruminansia dengan pola kemitraan di Jakarta (26/11) menyampaikan, pada tahun 2019 PT Bank Sinarmas akan menggelontorkan Rp 100 Milyar dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk peternakan sapi.

Jumlah kredit tersebut meningkat tajam dibandingkan dengan 2 tahun sebelumnya. “Dana KUR dari PT Sinarmas sebelumnya sebesar Rp. 30 Milyar untuk periode tahun 2016 hingga 2017”, ungkap Wahyu. Lonjakan dana KUR oleh PT Bank Sinarmas tersebut menurutnya, karena pihaknya melihat potensi bisnis peternakan ruminansia (sapi, kambing dan domba) masih sangat besar untuk terus dikembangkan.

Menurutnya, pengembangan usaha ruminansia di dalam negeri masih memiliki peluang besar untuk terus ditingkatkan, yakni melalui penambahan populasi ternak, mengingat Indonesia saat ini masih harus impor untuk pemenuhan kebutuhan daging sapi dan adanya peluang ekspor kambing/domba yang semakin terbuka.

Wahyu menyampaikan, dengan meningkatnya dana KUR yang akan digelontorkan pada tahun 2019 tersebut, pihaknya sama sekali tidak merasa khawatir dengan tersendatnya pengembalian kredit oleh debitur. Hal ini karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, pengembalian dana KUR yang telah digelontorkan oleh PT Bank Sinarmas untuk peternakan sapi tidak mengalami kendala.

Lebih lanjut Ia jelaskan, mekanisme penyaluran dana kredit untuk usaha peternakan sapi, PT Bank Sinarmas melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan Value Chain Company (VCC) atau Offtaker yang memiliki peran diantara sebagai: 1) pemberi referensi peternak ke Bank; 2) penyedia bibit; 3) penyedia pakan; 4) pendampingan ke petani saat pemeliharaan sapi; dan atau 5) pembeli hasil panen. Selanjutnya apabila pemberian kredit telah disetujui, PT Bank Sinarmas akan menyalurkan pembiayaan kredit. Pada saat peternak melakukan penjualan ternak sapi ke VCC/offtaker, maka pembayaran harga jual oleh VCC/offtaker ke peternak melalui PT Bank Sinarmas. Kemudian PT Bank Sinarmas akan membayarkan hasil penjualan ternak sapi kepada peternak setelah dikurangi dengan biaya angsuran kredit yang harus dibayarkan.

Plafond kredit untuk usaha peternakan sapi baik sapi potong maupun sapi perah oleh PT Bank Sinarmas adalah 80% dari Rincian Anggaran Belanja (RAB) yang disetujui, dengan maksimal kredit yang diperoleh sebesar Rp 500 juta/peternak. “Pada periode tahun 2016 hingga 2018, dana kredit yang disalurkan pada kisaran Rp. 75 juta hingga Rp 500 juta per peternak,” terangnya.

Ia sebutkan bahwa Bank Sinarmas telah menyalurkan kredit kepada 200 peternak sapi potong yang tersebar di Kabupaten Wonogiri, Boyolali, Sleman, Cianjur, Garut, Sukabumi dan Bogor. Nilai kredit yang disalurkan sebesar Rp. 6 Miliyar untuk pembelian 580 ekor sapi potong.

Menurut Wahyu, Bank Sinarmas menggandeng PT. Pasir Tengah sebagai mitra yg berperan sebagai off-taker.

“Kemitraan ini saling menguntungkan para pihak, antara lain para peternak mendapatkan kepastian pasar, sementara PT. Pasir Tengah mendapat kepastian pasokan ternak,” ungkap Wahyu.

Ia katakan bahwa kemitraan juga dapat melibatkan pihak terkait lainnya, sebagai contoh, di Kabupaten Wonogiri, PT. Sinar Mas dan PT. Pasir Tengah bekerja sama dengan BUMP PT. Pengayom Tani Sejagad sebagai pendamping pengembangan usaha para peternak.(ton/Hum)

 

Categories
Daerah Ekonomi

BRI Dukung Program Pemerintah Perhutanan Sosial di Boyolali

Koranjurnal.co.id, Boyolali – Program pemerataan ekonomi merupakan salah satu program prioritas yang mendapatkan perhatian khusus pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas. Hingga saat ini, pemerintah telah memiliki 2 agenda utama yang menjadi fokus kegiatan dalam rangka menekan angka kemiskinan di wilayah kehutanan, yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan dan penciptaan model pelestarian hutan yang efektif dan berkelanjutan yang pada gilirannya meningkatkan sistem perekonomian masyarakat di sekitar hutan. Sebagai gambaran, saat ini terdapat 25.863 desa yang berada dalam wilayah hutan yang 70 persen diantaranya menggantungkan kehidupan dari sumber daya alam yang tersedia dari hutan. 

Dalam kerangka tersebut, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terus gencar mengimplementasikan  pemerataan ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, salah satunya melalui program Perhutanan Sosial yang bertujuan memberdayakan masyarakat sekitar hutan, dengan berpedoman pada pemeliharaan hutan yang lestari. Melalui Perhutanan Sosial, pemerintah memberikan kesempatan kepada masayarakat untuk mengajukan hak pengelolaan area hutan sebagai lahan pertanian yang bersifat ekonomis.

Untuk mendukung program tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan Direktur Utama Bank BRI Suprajarto pada Sabtu, 04 November 2017 menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada masyarakat yang dilaksanakan di Boyolali, Jawa Tengah. Bank BRI sebagai salah satu BUMN, ikut berperan aktif  dalam kegiatan tersebut melalui berbagai layanan dan produk-produk perbankan berbasis UMKM. 

BRI akan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR)  kepada lebih para petani yang tersebar di Pemalang dan Boyolali. Para petani juga akan diberikan Kartu Tani yang juga dapat difungsikan sebagai kartu debit Bank BRI bagi para petani, kartu penjualan hasil panen, pengambilan pupuk bersubsidi, dan sebagai data sumber untuk memberikan pinjaman dan layanan KUR kepada para petani.
 
“BRI akan mendukung program Perhutanan Sosial yang digagas oleh pemerintah, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Boyolali. Bentuk dukungan Bank BRI sebagai lembaga keuangan perbankan salah satunya adalah dengan memberikan KUR, Kartu Tani, dan CSR BRI Peduli kepada masyarakat yang tinggal di kawasan hutan,” ungkap Suprajarto di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (04/11/2017).‎

Bank BRI melalui kegiatan ini mendukung penuh program pemerintah, yakni redistribusi asset kepada para petani dalam bentuk lahan yang dapat dikelola secara ekonomis untuk kesejahteraan bersama. Harapannya melalui program ini, dapat meningkatkan ketahanan pangan, produktivitas pertanian, dan penambahan jumlah luas lahan bagi para petani.

Bank BRI pada kesempatan yang sama juga memberikan bantuan CSR BRI Peduli kepada Poktan yang berasal dari Kabupaten Pemalang, berupa 7 Alat Pemipil Jagung, 3 unit Saung Meeting, 11 unit Tandon air, dan Rumah pompa sebanyak 3 unit. 

Tidak hanya itu, untuk Poktan yang terdapat di Kabupaten Boyolali, BRI juga memberikan CSR BRI Peduli berupa 8 unit alat Pemipil Jagung dan 8 Hand Tractor. Bantuan ini disesuaikan dengan kebutuhan para petani untuk mengelola lahan pertanian yang akan di garap.

“Pemberian CSR ini merupakan bentuk kepedulian Bank BRI kepada masyarakat yang telah mendapatkan legal standing  pengelolaan lahan hutan. Harapannya agar dapat meningkatkan produktivitas para petani yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” tutup Suprajarto.

Pewarta : Anton