Categories
Ekonomi TNI

TNI Angkatan Darat Terima Hibah Ambulance dan Alat Kesehatan

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menerima hibah berupa Ambulance Ransus Mini ICU dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan tabung oksigen, oxygen concentrator dan Alat Pelindung Diri (APD) dari Bank Indonesia (BI) sebagai dukungan kedua lembaga tersebut kepada TNI AD dalam mengatasi pandemi Covid-19, di Lantai Dasar Gedung E Mabesad, Jakarta, Kamis (02/09/2021).

Acara penyerahan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima 6 (enam) unit Ransus Ambulance Mini ICU dari BRI yang diwakili Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN Agus Noorsanto kepada Kapuspalad Mayjen TNI Sigid Witjaksono, S.I.P., M.Si. Sedangkan untuk penyerahan tabung oksigen beserta isi dan regulator ukuran 6 meter kubik sebanyak 500 unit, oxygen concentrator 150 unit dan APD berupa Baju Hazmat sebanyak 15.000 Pcs diwakili Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono kepada Kapuskesad Mayjen TNI dr. Budiman, Sp.BP-RE (K)., M.A.R.S. disaksikan Kasad, Direktur Utama (Dirut) BRI dan Asisten Gubernur Bank Indonesia.

Menurut Kasad bantuan ambulance dari BRI maupun alat kesehatan dari Bank Indonesia yang diberikan saat ini waktunya sangat tepat dan juga sangat berarti mengingat dari 95 rumah sakit TNI AD di seluruh wilayah Indonesia, masih ada yang belum memiliki ambulance mini ICU, sehingga pendistribusian bantuan ini akan diprioritaskan kepada rumah sakit TNI AD yang belum memiliki, di antaranya rumah sakit TNI AD yang ada di Jayapura, Manado, Pontianak, Surabaya, Baturaja dan Denpasar. Kasad berharap dengan adanya bantuan tersebut jika sampai terjadi lagi gelombang pandemi, maka Rumah Sakit TNI AD akan lebih siap dibanding sebelumnya.(disp/red)

Categories
Ekonomi TNI

KSAL Tandatangani Nota Kesepahaman dengan 3 Bank Nasional

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara TNI Angkatan Laut dengan tiga Bank Nasional yaitu Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), di Lobby Utama Gedung R.E. Martadinata, Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap Jakarta Timur, Senin (15/06/2020).

Pelaksanaan Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan dengan Direktur Utama PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk., Royke Tumilaar, Direktur Utama PT. BNI (Persero) Tbk., Herry Sidharta dan Direktur Utama PT. BRI (Persero) Tbk., Sunarso, yang disaksikan Kepala Dinas Keuangan Angkatan Laut (Kadiskual), Laksma TNI Dr. R. Anang D. Kuncoro, S.E., M.M., CFrA., CHRMP, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan physical and social distancing.

Dalam kesempatan tersebut, KSAL antara lain mengatakan bahwa, Nota Kesepahaman, selain untuk meningkatkan fungsi layanan perbankan agar lebih efektif, efisien, aman dan modern, juga dapat memberikan kemudahan pelayanan dan kesejahteraan bagi para prajurit TNI Angkatan Laut beserta keluarganya.

Penyebutan Penandatanganan Nota Kesepahaman ini sebelumnya adalah Piagam Kesepakatan Bersama (PKB), yang pertama kali ditandatangani pada tahun 2010 oleh Kasal Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., dan pada tahun 2015 oleh Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.AP.

Selanjutnya berdasarkan pada Peraturan Panglima TNI Nomor 61 tahun 2016 dan Peraturan Kasal Nomor 2 tahun 2020, Piagam Kesepakatan Bersama tersebut berubah menjadi Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh KSAL.

Hal itu mengacu pada pendelegasian penandatanganan Nota Kesepahaman berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprint: 1026/V/2020 tanggal 29 Mei 2020, yang berlaku selama lima tahun mulai 1 Juni 2020 sampai dengan Mei 2025 mendatang.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal), Laksdya TNI Mintoro Yulianto, S.Sos., M.Si., Inspektur Jenderal Angkatan Laut (Irjenal), Laksda TNI Suselo, Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal, Laksda TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., dan Asisten Personel (Aspers) Kasal, Laksda TNI I Nyoman Mandra, M.Sc.(disp/red)

Categories
Daerah Ekonomi Ragam

Penggunaan Kartu Elektronik Brizzi Wujudkan BPU di Rutan Wates

Koranjurnal.co.id, Wates – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Wates memfasilitasi sosialisasi Kartu Brizzi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Aula Rutan, Wates, Kulon Progo, Jawa Tengah, Kamis (18/01/2018).

Diikuti oleh para petugas bersama WBP Rutan Wates, sosialisasi tersebut dilaksanakan berkat kerja sama antara Rutan Wates dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Wates, Kulon Progo.

Dalam sambutannya, Kepala Rutan (Karutan) Wates, Teguh Suroso, mengucapkan terima kasih kepada pihak BRI Kantor Cabang Wates yang telah membantu mewujudkan program Bebas Peredaran Uang (BPU) di rutan melalui pembuatan Brizzi.

Menurutnya, penggunaan Kartu Brizzi sudah direncanakan sejak lama, namun baru dapat terealisasi sekarang. Sebelumnya, untuk bertransaksi di kantin maupun warung telekomunikasi WBP menggunakan uang tunai melalui pencatatan di Register D.

“Kami berharap penggunaan Kartu Brizzi dapat dijadikan solusi untuk mendukung program BPU di rutan sehingga  kedepannya uang tunai tidak ada lagi yang beredar di dalam rutan. Selain itu, penggunaan Brizzi dimaksudkan untuk meningkatkan E-Goverment yang dicanangkan pemerintah, khususnya Kementerian Hukum dan HAM,” urai Teguh.

Sementara itu, Kepala Sub Pelayanan Tahanan Rutan Wates, Aris Yulianta, berharap penggunaan kartu uang elektronik ini dapat meminimalisir dan mencegah gangguan ketertiban maupun keamanan yang disebabkan oleh peredaran uang tunai. Selain itu, Brizzi sangat mudah penggunaan dan pengisiannya sehingga keluarga yang jauh dari rutan dapat melakukan pengisian tanpa harus datang ke rutan.
“Penggunaan Brizzi sangat berguna untuk meminimalisir pungutan liar di dalam rutan. Peredaran uang tunai di dalam rutan juga dapat ditekan. Nantinya, WBP dapat menggunakan kartu tersebut untuk berbelanja di koperasi,” terang Aris.
Saat menyampaikan sosialiasi, perwakilan dari BRI menjelaskan cara penggunaan Kartu Brizzi secara rinci, cara pengisian, pengecekan, penggunaan di koperasi rutan serta kemudahan-kemudahan yang didapat apabila menggunakan kartu tersebut.

Mereka juga memberikan kesempatan kepada WBP untuk bertanya tentang segala hal yang dianggap kurang jelas tentang Brizzi sehingga WBP dapat mengetahui secara jelas kelebihan dan kekurangan kartu ini.

Di akhir acara, dilakukan penyerahan secara simbolis kaKartu Brizzi kepada WBP serta penyerahan alat EDC kepada Karutan Wates didampingi Ketua Koperasi Rutan Wates.(tonmp/Hum)

Categories
Megapolitan

Diduga Rugikan Pihak Ketiga, Dirut BRI dan Kurator Dipolisikan

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Suprajarto dilaporkan ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, Senin (11/12/2017) sore. Penyebabnya keputusan pailit yang diajukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, dianggap merugikan orang lain yang bukan Debitur. Tidak hanya Suprajarto, mantan Direktur Utama BRI, Randi Anton, juga dipidanakan melalui laporan bernomor polisi LP/1356/XII/2017 Bareskrim, tanggal 11 Desember 2017 itu.

“Turut dilaporkan R. Pandu Bagja Sumawijaya yang merupakan Kepala BRI Cabang Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, dan Tim Kurator,” ujar kuasa hukum korban, Johnny Situwanda kepada wartawan di Jakarta.

Perkara sendiri bermula saat Nyonya Lusy yang merupakan Ibunda dari klien Johnny, Ita Yuliana, mengajukan pinjaman ke BRI cabang Sumbawa. Pinjaman sekitar Rp 5,1 miliar itu, dilakukan dengan menjaminkan sejumlah barang berharga. Antara lain tujuh sertifikat meliputi rumah, rumah toko (ruko), dan tanah.

Dalam perjalanannya, ibunda Ita dinilai BRI tak memenuhi kewajiban membayar angsuran. Karenanya, gugatan sebagai Debitur yang pailit didaftarkan bank. Putusan hakim atas gugatan itu berpihak kepada BRI, sehingga eksekusi dilakukan. Persoalan mulai muncul, karena dalam eksekusi harta benda yang disita bukan hanya milik Debitur, tapi juga punya Ita.

“Tim kurator memancangkan tiang papan pengumuman yang bertuliskan bahwa tanah, rumah, beserta isinya seperti barang berharga, barang usaha dan perhiasan, sebagai objek jaminan yang disita,” kata dia.

Total, nilai harta benda milik Ita yang disita mencapai Rp 35 miliar. Sementara sebelumnya, tim kurator juga telah menyita barang berharga jaminan milik Nyonya Lusy senilai Rp 37 miliar.

Di samping menyita barang berharga yang bukan jaminan, tim kurator juga dinilai bertindak tak sepatutnya dalam proses eksekusi, tim kurator dituding melakukan pengerusakan.

“Selain melakukan eksekusi bukan terhadap objek yang dijadikan jaminan, tim kurator juga melakukan perusakan dengan mencongkel rumah ketika eksekusi, tindakan yg sangat tidak patut dilakukan seorang Kurator, semua dugaan tindakan pidana yg merugikan tersebut klien kami laporkan sebagai dugaan perbuatan pidana ke polisi,” tegas Johnny.

Terlapor dijerat Pasal 368, 406, 335 dan 55 KUHP, tentang tindak pidana perampasan, pengerusakan dan perbuatan tidak menyenangkan.

Lebih lanjut, Johnny juga berencana memproses hukum keputusan pengajuan pailit oleh bank, karena dinilai menyalahi aturan. Dia menjelaskan, jika seorang debitur dinyatakan tak sanggup membayar angsuran dari uang yang dipinjam, seharusnya tindakan berupa pelelangan barang jaminan sudah cukup. Bukan bank malah mengajukan kepailitan.

Tak hanya itu, prosedur dan syarat pengajuan kepailitan juga dianggap Johnny telah dilanggar BRI.

“Syarat kepailitan itu minimal harus ada dua Kreditur, Di situ dimasukkan pihak Asuransi yg seharusnya bersama sama dengan BRI merupakan satu Pihak dalam Perjanjian Kredit, karena asuransi adalah permintaan atau ketentuan dari BRI bahwa setiap Debitur harus diasuransikan, Karena itu sedang kita kaji apakah ini kebohongan kepada pengadilan atau tidak,” tandasnya.

Pewarta : Anton

Categories
Bisnis Ekonomi Nasional Polisi

Polri Gandeng BRI, Bank Pembayaran Pelayanan Samsat Online Nasional Secara Elektronis

Koranjurnal.co.id, Jakarta – BRI kembali memperkuat kerjasama dengan Polisi Republik Indonesia (POLRI) melalui peluncuran/launching Samsat Online yang dilaksanakan di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta (09/11/2017).

Launching tersebut langsung oleh Direktur Kredit Menengah, Korporasi & BUMN Bank BRI Kuswiyoto dan sejumlah pejabat teras dari lingkungan Mabes POLRI. Samsat Online Nasional merupakan bentuk kerjasama antara Tim Pembina Samsat Nasional, Lembaga Keuangan Perbankan, Pemerintah Provinsi, Bank Pembangunan Daerah, dan Bank Swasta Nasional.
‎
“Kerjasama ini merupakan wujud keseriusan Bank BRI dalam memberikan layanan perbankan yang professional kepada POLRI dan masyarakat yang hendak melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor,” ungkap Hari Siaga Corporate Secretary Bank BRI.‎

Program Samsat Online Nasional bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menghadirkan inovasi pelayanan pembayaran penerimaan Negara yang dilakukan secara elektronis melalui jaringan e-channel Bank BRI, di antaranya adalah pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB),Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Pengesahan STNK.
‎
Launching Samsat Online Nasional merupakan salah satu rangkaian acara Workshop Fungsi Lalu Lintas POLRI Tahun 2017 dengan tema ”Modernisasi Polantas sebagai Implementasi Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan Menuju Polantas yang Promoter”.

Untuk tahap awal, Samsat Online Nasional dikembangkan di wilayah Jawa dan Bali. Selanjutnya, pengembangan dilakukan untuk layanan Samsat Online Nasional di seluruh wilayah Indonesia.
‎
“Kami ingin semua lapisan masyarakat dapat menikmati kemudahan pembayaran pajak, SWDKLLJ, dan pengesahan STNK secara online melalui sistem perbankan BRI,’’ tutur Hari Siaga.
‎
Dengan layanan Samsat Online Nasional, masyarakat dapat melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan lebih cepat, praktis dan murah melalui seluruh jaringan ATM Link Bank BRI dan Internet Banking Bank BRI.
 
Hari Siaga mengungkapkan, bahwa launching Samsat Online Nasional ini merupakan hal yang membanggakan bagi Bank BRI, karena dapat berperan aktif mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dalam penerimaan pajak maupun Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Indonesia.
‎
Dengan jaringan tersebar dan terbesar di Indonesia, yang terdiri dari 10.660 kantor; 467 kantor cabang, 609 kantor cabang pembantu, 3 Teras kapal dan 357.679jaringan e-channel, Bank BRI dapat memberikan keleluasaan layanan perbankan bagi instansi pemerintah maupun masyarakat luas. Bank BRI berkomitmen untuk senantiasa mendukung penerimaan pajak dan memberikan kemudahan kepada wajib pajak dalam melakukan transaksi pembayaran pajak di pusat maupun di daerah.‎
Pewarta : Anton
Categories
Daerah Ekonomi

BRI Dukung Program Pemerintah Perhutanan Sosial di Boyolali

Koranjurnal.co.id, Boyolali – Program pemerataan ekonomi merupakan salah satu program prioritas yang mendapatkan perhatian khusus pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas. Hingga saat ini, pemerintah telah memiliki 2 agenda utama yang menjadi fokus kegiatan dalam rangka menekan angka kemiskinan di wilayah kehutanan, yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan dan penciptaan model pelestarian hutan yang efektif dan berkelanjutan yang pada gilirannya meningkatkan sistem perekonomian masyarakat di sekitar hutan. Sebagai gambaran, saat ini terdapat 25.863 desa yang berada dalam wilayah hutan yang 70 persen diantaranya menggantungkan kehidupan dari sumber daya alam yang tersedia dari hutan. 

Dalam kerangka tersebut, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terus gencar mengimplementasikan  pemerataan ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, salah satunya melalui program Perhutanan Sosial yang bertujuan memberdayakan masyarakat sekitar hutan, dengan berpedoman pada pemeliharaan hutan yang lestari. Melalui Perhutanan Sosial, pemerintah memberikan kesempatan kepada masayarakat untuk mengajukan hak pengelolaan area hutan sebagai lahan pertanian yang bersifat ekonomis.

Untuk mendukung program tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan Direktur Utama Bank BRI Suprajarto pada Sabtu, 04 November 2017 menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada masyarakat yang dilaksanakan di Boyolali, Jawa Tengah. Bank BRI sebagai salah satu BUMN, ikut berperan aktif  dalam kegiatan tersebut melalui berbagai layanan dan produk-produk perbankan berbasis UMKM. 

BRI akan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR)  kepada lebih para petani yang tersebar di Pemalang dan Boyolali. Para petani juga akan diberikan Kartu Tani yang juga dapat difungsikan sebagai kartu debit Bank BRI bagi para petani, kartu penjualan hasil panen, pengambilan pupuk bersubsidi, dan sebagai data sumber untuk memberikan pinjaman dan layanan KUR kepada para petani.
 
“BRI akan mendukung program Perhutanan Sosial yang digagas oleh pemerintah, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Boyolali. Bentuk dukungan Bank BRI sebagai lembaga keuangan perbankan salah satunya adalah dengan memberikan KUR, Kartu Tani, dan CSR BRI Peduli kepada masyarakat yang tinggal di kawasan hutan,” ungkap Suprajarto di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (04/11/2017).‎

Bank BRI melalui kegiatan ini mendukung penuh program pemerintah, yakni redistribusi asset kepada para petani dalam bentuk lahan yang dapat dikelola secara ekonomis untuk kesejahteraan bersama. Harapannya melalui program ini, dapat meningkatkan ketahanan pangan, produktivitas pertanian, dan penambahan jumlah luas lahan bagi para petani.

Bank BRI pada kesempatan yang sama juga memberikan bantuan CSR BRI Peduli kepada Poktan yang berasal dari Kabupaten Pemalang, berupa 7 Alat Pemipil Jagung, 3 unit Saung Meeting, 11 unit Tandon air, dan Rumah pompa sebanyak 3 unit. 

Tidak hanya itu, untuk Poktan yang terdapat di Kabupaten Boyolali, BRI juga memberikan CSR BRI Peduli berupa 8 unit alat Pemipil Jagung dan 8 Hand Tractor. Bantuan ini disesuaikan dengan kebutuhan para petani untuk mengelola lahan pertanian yang akan di garap.

“Pemberian CSR ini merupakan bentuk kepedulian Bank BRI kepada masyarakat yang telah mendapatkan legal standing  pengelolaan lahan hutan. Harapannya agar dapat meningkatkan produktivitas para petani yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” tutup Suprajarto.

Pewarta : Anton

Categories
Ekonomi Nasional

BRI Luncurkan BRIZZI Asian Games 2018‎

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Jelang perhelatan akbar Asian Games 2018, Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) luncurkan BRIZZI Edisi Asian Games 2018 di event Indocomtech, Jakarta Convention Centre ( JCC ), Jakarta, Jumat sore (03/11/2017).

BRIZZI Edisi Asian Games 2018 ini didesain khusus dengan menampilkan gambar maskot Asian Games 2018 beragam desain.

Direktur Konsumer Bank BRI, Handayani dalam gelar launching tersebut mengatakan Penerbitan BRIZZI desain khusus ini bertujuan agar semakin menumbuhkan rasa nasionalisme, Cinta tanah air dan juga rasa bangga pada masyarakat Indonesia pada umumnya karena Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan event besar olahraga Asian Games tahun depan.

“Dengan launching ini kami ingin agar masyarakat sudah mulai merasakan antusiasme dan keramaian perhelatan Asian Games di tahun depan,” imbuhnya.

Melalui launching BRIZZI Edisi Asian Games 2018, ucap Handayani, diharapkan dapat semakin meningkatkan awareness masyarakat dan mendorong masyarakat untuk menggunakan uang elektronik sesuai dengan program yang telah dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo, yakni mendorong terciptanya cashless society di Indonesia.

Lebih lanjut, Handayani memaparkan BRIZZI merupakan uang elektronik milik Bank BRI yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas transaksi masyarakat, misalnya untuk digunakan bertransaksi di berbagai merchant seperti bayar belanja di mini market (chain market) atau swalayan, dan berbagai lokasi lainnya.

BRIZZI ini, Handayani menambahkan, juga dapat digunakan sebagai uang elektronik untuk melakukan transaksi bayar di semua penyedia transportasi seperti di Transjakarta, Commuter Line, terminal parkir elektronik dan transaksi di gerbang tol.

Hingga saat ini, lanjut Handayani, tercatat lebih dari 7,6 juta kartu BRIZZI beredar di masyarakat. “BRIZZI juga bisa dipergunakan untuk membayar di 38 ruas tol yang ada di seluruh Indonesia,” terangnya.

Mengakhiri keterangannya, Handayani menekankan bahwa penggunaan BRIZZI ini sangat mudah, karena dapat melakukan top up atau pengisian saldo di seluruh unit kerja BRI seluruh Indonesia. “Selain itu BRIZZI juga bisa diisi langsung melalui smartphone anda dengan menggunakan fiur NFC, ” jelasnya.‎

Pewarta : Anton

Categories
Daerah Ekonomi Energi SDA Nasional

Bank BRI Dukung Program BPDP Kelapa Sawit

Koranjurnal.co.id, Musi Banyuasin – Di Desa Panca Tunggal, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP Kelapa Sawit) bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Pertanian RI, Pemprov Sumatera Selatan, dan Pemkab Musi Banyuasin menyelenggarakan kegiatan Penanaman Perdana Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit, Jum’at (13/10/2017).‎‎
‎
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendukung program pemerintah (khususnya program BPDP Kelapa Sawit) tersebut yang bertujuan untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit. Wujud dukungan tersebut ditunjukan oleh Bank BRI melalui komitmen pembiayaan untuk replanting kebun plasma, yang merupakan plasma dari PT Inti Indosawit Subur (Asian Agri Group) di Pelalawan, Pekanbaru. Total plafond kredit yang diberikan adalah sebesar Rp 635 Milyar guna peremajaan kebun kelapa sawit plasma seluas 8.600 hektar di bawah 13 koperasi binaan Asian Agri.

“Fasilitas kredit yang diberikan oleh Bank BRI dalam rangka melengkapi biaya replanting perkebunan, dimana sebagian dana yang diberikan bersumber dari dana BPDP Kelapa Sawit. Pemberian kredit dilakukan dengan mekanisme bantuan dana dari BPDP Kelapa Sawit sebesar Rp 25 juta per hektar,” ujar Corporate Secretary Bank BRI Hari Siaga Amijarso.
‎
Sebelumnya Bank BRI bersama dengan BPDP Kelapa Sawit telah menandatangani kesepakatan bersama mengenai pengelolaan dana dan pengembangan kelapa sawit Indonesia. Dalam lingkup kerja sama ini, Bank BRI menyediakan layanan dan jasa perbankan yang terintegrasi, menyeluruh, dan real time online berupa simpanan, pinjaman dan jasa perbankan lainnya serta pengelolaan data hingga informasi dalam menghimpun, mengadministrasikan, mengelola, menyimpan, dan menyalurkan dana yang bersumber dari pungutan ekspor sawit atau sumber lainnya melalui jaringan kerja dan e-Channel BRI yang tersebar ke pelosok Indonesia.

Kesiapan Bank BRI dalam mendukung pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi. Dengan tersebarnya unit kerja operasional dan dukungan e-channel yang mumpuni, Bank BRI mampu memberikan pelayanan perbankan yang menyeluruh dan optimal. Hingga September 2017, Bank BRI mencatat jaringan kerja operasional dan elektronik telah mencapai sebanyak 10.458 unit kerja konvensional, 24.802 unit jaringan ATM, dan 319.619 unit jaringan EDC, atau secara total 345.913 unit jaringan e-Channel BRI.‎

Kedepannya, Bank BRI optimis dapat terus memberikan inovasi pelayanan terbaik bagi seluruh stakeholder industri kelapa sawit.‎

Pewarta : Anton