Categories
Polhukam TNI

Tingkatkan Kerjasama Dua Negara, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali Kunjungi Industri Kapal Perang Turki

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam lawatannya di Turki guna meningkatkan kerja sama antar Angkatan Laut dua negara, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali berkesempatan meninjau ke lokasi Industri Kapal Perang Golcuk Naval Shipyard yang berada di Pantai Timur Laut Marmara di Golcuk, Kocaeli, Turki, Rabu (21/6/2023).

Galangan Kapal tersebut didirikan pada tahun 1926, dan difungsikan untuk pembangunan dan pemeliharaan kapal perang.

Sehari sebelumnya, Laksamana TNI Muhammad Ali juga melaksanakan pertemuan dengan Commander of the Turkish Naval Force, Admiral Ercument Tatlioglu. Dalam pertemuan itu membicarakan sejumlah kerjasama bilateral, mulai dari kerjasama bidang latihan dan pendidikan, pertukaran informasi, hingga penggunaan teknologi maritim.

“Kami menyepakati untuk menjadikan pertemuan ini sebagai landasan awal dalam meningkatkan kemitraan strategis antara TNI AL dan Turkish Naval Force, yang mana dilatar belakangi pada sikap saling menghormati dan saling percaya,” ungkap Laksamana TNI Muhammad Ali.

Kerjasama militer dengan Turki sangat strategis mengingat industri alutsista Turki berkembang pesat khususnya terkait kapal perang dan kapal selam. Selain itu, Turki memiliki sejarah militer yang panjang sebagai negara yang kuat bidang pertahanan.(disp)

Categories
Pendidikan TNI

KSAL: Pendidikan Tingkatkan SDM yang Berkualitas dan Berdaya Saing

Koran Jurnal, Makassar – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali meresmikan pembangunan fasilitas Gedung Satuan Pendidikan (Satdik) 1, 2, dan 3 Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) serta pembangunan Sky Diving Simulator di Surabaya, bertempat di Markas Komando (Mako) Satdik 2 Kodiklatal, Makassar, Kamis (8/6/2023).

Dalam sambutannya, Kasal menyampaikan peran pendidikan sangatlah penting untuk melahirkan generasi muda yang berkualitas.

“Pemerintah telah menetapkan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan, sebagai salah satu program prioritas nasional, yaitu meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” ungkapnya.

Lebih lanjut KSAL menjelaskan bahwa untuk mendukung pembangunan SDM yang tangguh dan profesional, dibutuhkan kerja keras dan komitmen yang tinggi dari semua pihak. Kemajuan teknologi yang semakin pesat dan dinamika perkembangan lingkungan strategis yang semakin dinamis, tentunya akan menimbulkan tantangan tugas yang juga semakin kompleks dan tidak mudah.

Tujuan dibangunnya fasilitas ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi para calon prajurit TNI Angkatan Laut yang berasal dari seluruh penjuru nusantara.

“Jadi Satdik 1 berada di Tanjung Uban, Satdik 2 berada di Makassar dan Satdik 3 berada di Sorong, di mana keberadaan Satdik ini ditujukan untuk merekrut atau melaksanakan pengadaan personel, pengawak dari organisasi TNI AL, baik yang mengawaki alutsista maupun mereka yang akan mengawaki Pangkalan-Pangkalan, Posal-Posal, dan termasuk kantor-kantor yang berada di wilayah masing-masing,” ucap KSAL dihadapan awak media.

Selain peresmian pembangunan gedung Satdik, dalam kesempatan ini juga diresmikan Sky Diving Simulator 01 Di Surabaya. Pembangunan simulator ini dilaksanakan guna meningkatkan kecakapan prajurit dalam hal kemampuan terjun payung. Dengan adanya Sky Diving simulator ini diharapkan dapat memberikan pelatihan simulasi terjun payung yang lebih realistis dan aman, sehingga dapat mengasah keterampilan, melatih teknik penerjun serta meningkatkan kepercayaan diri prajurit sebelum melakukan terjun payung yang sebenarnya dalam penugasan.(disp)

Categories
Militer TNI

Seaman Brotherhood, KSAL Berikan Penghargaan kepada Nahkoda MV Golden Ace

Koran Jurnal, Makassar – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali secara langsung mengucapkan terima kasih dan memberikan piagam penghargaan kepada nahkoda kapal MV Golden Ace yang turut membantu evakuasi para prajurit Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Hading-538 saat mengalami kebakaran di sekitar Perairan Selayar, bertempat di Mako Lantamal VI Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (4/6/2023) kemarin.

Nahkoda MV Golden Ace, Captain Johanes, menyampaikan kepada KSAL saat menerima berita keadaan tanda bahaya dari KRI Teluk Hading-538 melalui radio di channel 16. Captain Johannes segera memerintahkan Anak Buah Kapal (ABK) nya menuju titik koordinat yang telah diinformasikan oleh prajurit KRI Teluk Hading-538. Sesampai dilokasi kejadian, Captain Johanes bersama ABK dari MV Golden Ace segera mengevakuasi seluruh prajurit ke MV Golden Ace.

Captain Johanes juga menyampaikan rasa kagumnya kepada prajurit KRI Teluk Hading-538 yang kapalnya saat itu mengalami kebakaran. Semua prajurit terlihat tenang dan tidak panik, sehingga evakuasi berjalan dengan lancar.

Ketenangan dari para Prajurit KRI Teluk Hading-538 tersebut tidak lepas dari latihan yang setiap saat dilakukan oleh para prajurit TNI AL terutama yang bertugas di KRI, saat mengalami bahaya salah satunya saat terjadi kebakaran di kapal. Setiap prajurit sudah mengerti apa yang harus dilakukan, bagaimana cara menanggulanginya dan bagaimana cara menyelamatkan diri.

Didasarinya jiwa Seaman Brotherhood dan tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh Captain Johanes terhadap prajurit KRI Teluk Hading-358 tersebut, Kasal memberikan perhargaan berupa Koin penghargaan, Plakat dan Jaket Layar khas TNI AL. Semangat Seaman Brotherhood lainnya ditunjukkan oleh kapal-kapal lainnya yang berada di dekat lokasi kejadian saat itu diantaranya TB Bahtera Zalfa dan MV Green Wave yang juga turut standby untuk memberikan membantu.

Semangat Seaman Brotherhood ini merupakan wujud kerjasama yang baik antar sesama pengguna laut. Hal ini juga ditunjukkan TNI AL bersama 35 Angkatan Laut negara sahabat mulai tanggal 5-8 Juni 2023 melaksanakan kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023 di Makassar yang bertujuan melaksanakan latihan non perang dengan mengedepankan kerja sama bidang maritim, penanggulangan bencana, serta operasi kemanusiaan guna mempererat kerja sama antara TNI AL dengan angkatan laut negara-negara sahabat.(disp)

Categories
TNI

KSAL Laksamana Muhammad Ali Luncurkan Korvet Bung Karno ‘369’ di Batam

Koran Jurnal, Batam – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali meluncurkan Kapal Korvet terbaru TNI Angkatan Laut, bertempat di galangan PT. Karimun Anugrah Sejati, Batam, Rabu (19/04/2023). Nantinya Kapal tersebut akan diberi nama Bung Karno dengan nomor lambung “369”.

“Baru saja kita menyaksikan peluncuran Korvet Bung Karno, dan kita menguji kekedapannya yang menjadi salah satu proses dalam pembangunan Kapal. Nanti bulan Juni akan dilaksanakan delivery kapal tersebut, kemungkinan pelaksanaannya di Jakarta,” ugkap KSAL.

Penamaan “Bung Karno” dilatarbelakangi karena perjuangan, tekad dan filosofinya dengan harapan dapat meneladani kebulatan tekat dan kegigihan Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia, maupun menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta perdamaian dunia.

Kapal ini merupakan hasil karya anak bangsa yang telah menjadi komitmen TNI AL dalam Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), guna mewujudkan kemandirian dalam pembangunan kekuatan pertahanan matra laut.

Selain berorientasi kepada kemampuan sebagai kapal kelas Korvet, namun juga dapat berfungsi mengamankan VVIP Presiden dalam berkegiatan di laut sesuai dengan standar pengamanan VVIP yang memiliki kemampuan persenjataan dan pertahanan mumpuni. Kapal perang ini memiliki kemampuan Anti Surface Warfare, Anti Air Warfare, Anti-Submarine Warfare dan Electronic Warfare, serta mampu membawa heli sebagai sarana escape dari udara.

Nantinya kapal Korvet Bung Karno akan memperkuat jajaran TNI AL di Satuan Kapal Eskorta Komando Armada I. Kapal ini memiliki panjang (LOA) 73 m, dengan lebar 12 m, berat 650 ton, akomodasi 55 personel, dengan kecepatan jelajah 20 knot dan kecepatan maksimum 24 knot.(disp)

Categories
TNI

Laksamana Muhammad Ali Jadi Warga Kehormatan Korps Polisi Militer TNI Angkatan Laut 

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali diangkat menjadi warga kehormatan Korps Polisi Militer TNI AL (Pomal) melalu prosesi pembaretan yang disematkan oleh Komandan Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal) Mayor Jenderal TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso bertempat di Mako Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (20/3/2023).

Upacara penyematan baret Pomal ini merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan yang tinggi dari seluruh prajurit Polisi Militer Angkatan Laut kepada KSAL atas semua usaha serta dedikasi dalam mengembangkan organisasi Polisi Militer Angkatan Laut, baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi dan menginspirasi bagi prajurit lain, untuk lebih berperan aktif dalam memberikan sumbangsih terbaik demi kemajuan TNI AL.

“Diangkat menjadi warga kehormatan Korps Pomal merupakan sebuah penghargaan yang sangat prestisius dan membanggakan. Selain dari pada itu, penghargaan tersebut memberi konsekuensi bagi saya untuk memberikan kontribusi dan pengabdian yang lebih besar dalam membina kepercayaan dan meningkatkan profesionalisme prajurit Korps Pomal,” ujar KSAL.

Lebih lanjut KSAL menyampaikan Baret Biru sebagai identitas dan kebanggaan Korps Pomal bukan semata-mata sebagai simbol, namun merupakan lambang perwujudan pengayoman, kehormatan dan kebanggaan korps, sehingga timbul konsekuensi logis, prajurit Korps Pomal harus siap menjadi teladan dalam bertindak dan bersikap, dalam rangka penegakan hukum, disiplin dan tata tertib di lingkungan TNI AL.

Dalam kesempatan ini, seusai dilaksanakan pembaretan, Kasal didampingi ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Pol (Purn) Firli Bahuri, melaksanakan peninjauan dan peresmian Rumah Tahanan (Rutan) KPK yang berada di dalam Mako Puspomal.

Dihadapan awak media Ketua KPK menjelaskan tidak ada satu individu atau lembaga yang bebas dari peran serta pemberantasan korupsi, sehingga KPK bekerja sama dengan TNI AL dalam melakukan upaya menegakan hukum kepada para pelaku korupsi, selain itu KPK juga menyadari keterbatasan Rumah Tahanan yang tersedia saat ini.

“KPK menyadari bahwa pemberantasan korupsi harus melibatkan seluruh kekuatan baik itu kekuasan Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif termasuk TNI itu sendiri, karena kita ingin Indonesia bersih dari praktek praktek korupsi, sehingga ini adalah semangat komitmen bersama untuk membersihkan NKRI dari praktek-praktek korupsi,” ujar Ketua KPK

Rutan KPK kelas 1 yang berada di Puspomal ini berdiri di atas lahan seluas 605 meter persegi, dilengkapi dengan 18 titik CCTV dan alat deteksi X-Ray, tempat ibadah, balai pengobatan serta ruang tunggu keluarga untuk besuk tahanan, pungkasnya.(disp)

Categories
Polhukam TNI

Tingkatkan Kerja Sama Bilateral, KSAL Terima Introductory Visit Panglima Tentera Laut Diraja Malaysia

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menerima kunjungan (Introductory Visit) Panglima Tentera Laut Diraja Malaysia (PTLDM) Laksamana Datuk Abdul Rahman Bin Ayob di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (2/3/2023).

Kunjungan yang bertujuan meningkatkan hubungan bilateral antar Angkatan Laut kedua negara ini, khususnya bidang keamanan maritim juga sekaligus sebagai kunjungan balasan yang sebelumnya Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali telah berkunjung ke Malaysia.

Kedatangan Panglima disambut hangat oleh Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali beserta jajarannya dan pasukan jajar kehormatan di halaman Gedung R.E Martadinata, Mabesal.

Kasal dan PTLDM membicarakan beberapa kegiatan bilateral di masa yang akan datang, diantaranya merencanakan pelaksanaan Navy To Navy Talk (NTNT) dan Submarine Staff Talk TNI AL – TLDM pada tahun 2023 dan sepakat saling mendukung pengembangan sumber daya manusia secara bilateral dalam bentuk latihan, dan pendidikan.

TNI AL dan TLDM akan berpartisipasi pada kegiatan bilateral dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di kawasan seperti Coordinated Operations Control Comitee Malaysia-Indonesia (COCC Malindo) dan penandatanganan updating Standart Operations Prosedure (SOP) Patroli Terkoordinasi (Patkor) Malindo yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Kerja sama yang telah berjalan secara profesional tersebut telah terbukti dalam menjamin keamanan dan keselamatan pengguna Selat Malaka. Seperti halnya yang baru saja terjadi adalah penyelamatan kapal patroli Perikanan Malaysia PL 87 yang dilaporkan hilang kontak pada tanggal 28 Februari 2023, dan diselamatkan oleh KRI Sigalu-857 pada tanggal 1 Maret 2023, di sekitar perairan Pulau Nipah.

Sementara itu dalam bidang latihan, Kasal menyampaikan rencana kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023 yang akan dilaksanakan pada Bulan Juni mendatang.

Panglima TLDM turut mengundang Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali sebagai pembicara dalam Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition 2023 (LIMA 23).

Disela-sela kunjungan ke Mabesal, Panglima TLDM Laksamana Datuk Abdul Rahman Bin Ayob didampingi Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali juga berkesempatan melakukan kunjungan kehormatan kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono.(disp)

Categories
Polhukam TNI

KSAL Laksamana Muhammad Ali Bilang Situasi Laut Natuna Utara Tidak seperti yang dibayangkan

Koran Jurnal, Jakarta – “Situasi Laut Natuna Utara khususnya yang berada di ZEEI kita ini tidak terlalu rawan seperti yang dibayangkan atau diberitakan. Sebetulnya situasi panas adalah yang dekat dengan perairan Kepulauan Spratly. Sedangkan di Laut Natuna Utara kendalanya adalah masalah penangkapan ikan Illegal oleh pihak asing”, ujar Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muhammad Ali saat kegiatan Upacara Serahterima Jabatan sejumlah jabatan strategis di jajaran TNI AL bertempat di Lapangan Apel, Mako Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dan KRI Banda Aceh (BAC)- 593 yang sedang sandar di Dermaga Kolinlamil, Rabu (25/1/2023).

Lebih lanjut Kasal menyampaikan bahwa sebagian besar penangkap kapal ikan illegal tersebut berasal dari negara yang berbatasan dengan Indonesia, namun berkat diplomasi yang terus dilaksanakan akhirnya TNI AL dengan negara tetangga tersebut mengadakan pertemuan dan berhasil mencapai kesepakatan dalam penanganan permasalahan penangkapan ikan illegal tersebut.

TNI AL juga telah memberikan tindakan tegas terhadap kapal-kapal ikan illegal asing yang memasuki batas landas kontinen dengan melaksanakan penangkapan terhadap kapal-kapal tersebut. Selanjutnya kapal-kapal tersebut dibawa ke Pangkalan Angkatan Laut seperti Natuna atau Ranai untuk dilaksanakan pemeriksaan.

Kasal juga menyampaikan bahwa dengan hadirnya Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang selalu melaksanakan patroli dan ditambah dengan pesawat udara TNI AL yang juga hadir untuk melakukan patroli udara maritim di wilayah perairan Natuna Utara tersebut, jumlah kehadiran kapal-kapal asing illegal yang melakukan penangkapan ikan di wilayah Indonesia selama beberapa waktu belakangan ini turun dengan drastis.

Kehadiran Kasal di Mako Kolinlamil tersebut dalam rangka memimpin upacara sertijab beberapa Pejabat TNI AL. Untuk upacara sertijab para Komandan dan Pangkotama dilaksanakan di Lapangan Silam Mako Kolinlamil sementara sertijab para Pejabat Utama Mabesal dilaksanakan di atas geladak KRI Banda Aceh-593.

Adapun jabatan yang diserahterimakan di tank deck KRI BAC-593 adalah Koordinator Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Laut (Koorsahli Kasal) dari Laksda TNI I.N.G. kepada Laksda TNI Tunggul Suropati, Asisten Intelijen (Asintel) Kasal dari Laksda TNI Dr. Angkasa Dipua kepada Brigjen TNI (Mar) Suaf Yanu Hardani, dan sertijab Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) Kasal dari Laksda TNI Tunggul Suropati kepada Laksda TNI Dwika Tjahja Setiawan.

Selain itu, sertijab Kepala Dinas Pengamanan dan Persandian Angkatan Laut (Kadispamsanal) dari Laksma TNI Liber Sihombing kepada Laksma TNI Yudhi Bramantyo, Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) dari Laksma TNI Maman Rohman kepada Laksma TNI Widiyantoro, Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) Laksma TNI Widiyantoro kepada Kolonel Laut (T) Suryaman dan jabatan Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut (Kadisjarahal) diserahterimakan dari Laksma TNI Eko Gajah Seno kepada Kolonel Laut (P) Hariyo Poernomo.

Sedangkan upacara sertijab para Komandan dan Pangkotama yang dilaksanakan di lapangan Mako Kolinlamil adalah sertijab Panglima Komando Lintas Laut Militer Angkatan Laut (Pangkolinlamil) dari Laksda TNI Agus Hariadi kepada Laksda TNI Yayan Sofiyan, Sementara itu, Laksda TNI Agus Hariadi akan menempati jabatan baru sebagai Pangkoarmada III menggantikan Laksda TNI Irvansyah yang dipromosikan menjadi bintang tiga sebagai Pangkogabwilhan I.

Kemudian Jabatan Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Danpuspenerbal) diserahterimakan dari Laksda TNI Dwika Tjahja Setiawan kepada Laksma TNI Imam Musani, Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal) dari Laksda TNI Edwin kepada Brigjen TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso dan terakhir Komandan Pusat Komando Pasukan Katak (Danpuskopaska) dari Laksma TNI Yudhi Bramantyo kepada Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki.(disp)

Categories
TNI

KSAL Laksamana Muhammad Ali: TNI AL Terus Penuhi Kebutuhan Sarpras Wujudkan Prajurit Profesional 

Koran Jurnal, Jakarta – “Kita akan terus melanjutkan upaya pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh prajurit dan operasional organisasi di seluruh jajaran. Tidak lain dan tidak bukan hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme prajurit sesuai dengan visi saya yaitu mewujudkan prajurit TNI AL yang profesional dan tangguh dilatarbelakangi kemajuan teknologi modern.”

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali saat meresmikan Mako Koopskasel dan Submarine Fire Damage Control Trainer (SFDCT) yang akan digunakan untuk melatih, menjamin keamanan dan keselamatan operasi para awak kapal selam, yang bertempat di Komando Latihan (Kolat) Koarmada II Surabaya, Jawa Timur. Kamis (19/1/2023).

Lebih lanjut Kasal menyampaikan bahwa dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi Koopskasel secara berkesinambungan, diperlukan adanya Markas Komando Koopskasel sebagai sarana pelaksanaan Kodal maupun fungsi administrasi.

Mako Koopskasel merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi Koarmada RI dalam melaksanakan pengendalian operasi kapal selam secara efektif dan efisien. Tidak hanya itu Mako tersebut juga bertugas menjamin keamanan dan keselamatan operasi Kapal Selam. Sementara Fasilitas Submarine Fire Damage Control Trainer (SFDCT) berfungsi sebagai tempat untuk menyelenggarakan latihan dan kursus bagi awak Kapal Selam untuk memelihara dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam mencegah dan menanggulangi kondisi kedaruratan di kapal selam serta penyelamatan personil.

Fasilitas tersebut untuk melengkapi beberapa fasilitas yang telah dimiliki sebelumnya, yakni Submarine Control Simulator (SCS), Submarine Command Team Trainer (SCTT) dan Submarine Sonar Simulator (SSS). TNI AL juga akan melengkapi dengan Submarine Motor Propulsion Control Simulator (SMPCS), Submarine Escape Tank Trainer (SETT), dan Submarine Bridge Simulator (SBS). Peralatan tersebut berfungsi sebagai fasilitas dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) TNI AL yang memiliki profesionalisme, modern, dan tangguh untuk pencapaian kekuatan yang memiliki kesiagaan dan kesiapan operasional yang tinggi.

Mengakhiri sambutan, Kasal berharap dengan adanya Mako Koopskasel dan fasilitas simulator kapal selam ini akan meningkatkan profesionalisme dan kemampuan para prajurit Hiu Kencana, sehingga mampu menjawab tuntutan tugas di masa mendatang baik individu maupun teamwork dan juga sebagai sarana untuk memfasilitasi pelatihan awak kapal selam yang sedang tidak melaksanakan tugas operasi. Dengan kemampuan yang semakin terasah dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang ada, maka pencapaian peningkatan profesionalisme prajurit bisa tercapai.(disp)

Categories
Polhukam TNI

Menhan RI dan KSAL Bahas Pembangunan Kekuatan Matra Laut

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, SE., MM., M.Tr.Opsla., melaksanakan kunjungan Kehormatan kepada Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, di Kantor Kementrian Pertahanan, Jakarta, Selasa (03/01/2023) kemarin.

Kunjungan ke Kementerian Pertahanan RI ini merupakan kali pertama, sejak Laksamana TNI Muhammad Ali dilantik menjadi KSAL oleh Presiden RI Joko Widodo pada pekan lalu.

Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah hal strategis khususnya terkait pembangunan kekuatan matra laut. Disampaikan oleh Kasal bahwa visinya adalah membangun kekuatan Angkatan Laut yang profesional, modern, dan tangguh guna mencapai kesiapsiagaan yang tinggi dalam melaksanakan tugas-tugas angkatan laut yang dipercayakan oleh negara.

“Saat ini TNI AL telah mempersiapkan baik itu aspek utama maupun aspek pendukung, terkait operasional serta perawatan Alutsista, sesuai dengan kebutuhan operasi dalam menghadapi berbagai bentuk tantangan serta ancaman terhadap keamanan dan pertahanan negara,” tegas KSAL.

Senada dengan itu, Menhan RI menyampaikan akan senantiasa melaksanakan berbagai upaya untuk penguatan TNI Matra Laut guna menjamin kedaulatan NKRI di wilayah perairan.

Perlu diketahui bersama bahwa, saat ini sebanyak 41 KRI TNI AL tengah menjalankan perbaikan dan peningkatan kemampuan sehingga siap tempur. Hal tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Industri Pertahanan dalam negeri PT. PAL Indonesia.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah Perwira Tinggi TNI diantaranya Laksamana Madya TNI (Purn) Didit Herdiawan, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto, Asisten Perencanaan (Asrena) Kasal Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, serta pejabat terkait lainnya.(disp)

Categories
TNI

Entry Briefing KSAL, Laksamana Muhammad Ali Sampaikan 4 Program Prioritas TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., langsung menggelar Entry Briefing kepada seluruh Prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) seluruh Indonesia melalui tatap muka langsung maupun sarana Video Conference (Vicon) dari Auditorium Denma Mabesal Cilangkap, Jakarta Timur, Jum’at (30/12/2022).

KSAL Laksamana Muhammad Ali menyampaikan, visinya untuk mewujudkan kekuatan Angkatan Laut yang profesional, modern dan tangguh guna mencapai kesiapan dan kesiagaan yang tinggi dalam melaksanakan tugas-tugas Angkatan Laut yang dipercayakan oleh negara. Selain itu, disampaikan misi dan penekanan-penekanan serta arah kebijakan pembinaan kekuatan Angkatan Laut, dan program prioritas KSAL yang akan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas kedepannya.

Selain meneruskan kebijakan pejabat sebelumnya dengan berpedoman kepada kebijakan pemerintah, KSAL juga menyampaikan empat program prioritas dimana Sumber Daya Manusia (SDM) prajurit TNI AL ditempatkan sebagai prioritas utama dengan pertimbangan berputarnya roda sebuah organisasi akan bertumpu pada kemampuan sumber daya manusianya.

Program prioritas kedua adalah pemenuhan kebutuhan akan alutsista. TNI AL akan memfokuskan diri untuk mencapai kekuatan yang siap dioperasionalkan dalam bentuk kesiagaan dan kesiapan yang tinggi. ”Modernisasi dan pemeliharaan serta perawatan Alutsista harus memiliki hasil nyata yakni alutsista yang siap dioperasionalkan dan siap digelar sesuai kebutuhan operasi,” tegasnya.

Sementara itu, program prioritas ketiga adalah peningkatan fasilitas pangkalan dan sarana maupun prasarana yang dapat menunjang operasi serta tugas-tugas TNI AL. Menurut Kasal, pangkalan harus dilengkapi untuk mampu memberi dukungan secara optimal kepada satuan operasional, selain itu peningkatan fasilitas maupun sarana dan prasarana (Sarpras) juga diperlukan bagi operasi perbatasan, serta dalam menunjang validasi organisasi, dimana ada beberapa satuan baru maupun satuan yang direlokasi sarprasnya belum memadai.

Sedangkan program prioritas keempat adalah manajemen operasi dan sistem dukungan logistik. Dalam mencapai keberhasilan operasi maupun pencapaian tugas-tugas TNI AL diperlukan penataan terhadap manajemen operasi yang diikuti dengan evaluasi sesuai dengan tahapannya, guna menentukan strategi yang tepat serta efektif.

Beberapa penekanan yang juga disampaikan diantaranya agar prajurit TNI AL melaksanakan pengabdian dengan ketulusan serta rasa keikhlasan hati, menyamakan visi, langkah dan persepsi dalam mencapai program-program prioritas KSAL, memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing bidang dan fokus terhadap penyelesaian tugas sesuai dengan arah kebijakan KSAL, meningkatkan kesiapan operasional baik Alutsista dan satuan-satuan operasi, diikuti dengan peningkatan kemampuan (capability), memperkokoh soliditas antar matra TNI, menjaga netralitas TNI serta perkuat dedikasi dan loyalitas kepada TNI AL, TNI, bangsa dan negara.

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali berharap kepada TNI sebagai Patriot NKRI (Prajurit TNI yang Profesional, Modern dan Tangguh) agar dapat bekerja sama dan berjuang bersama dengan kesamaan tekad, visi dan misi  dalam membangun TNI AL untuk meraih kejayaan Angkatan Laut yang hakiki, yakni Jalesveva Jayamahe.(disp)