Categories
TNI

‘Giant Flag’ TNI AU Masuk Rekor MURI

Koran Jurnal, Jakarta – Pengibaran bendera merah putih ukuran raksasa (23 X 30 m) Giant Flag, oleh Helikopter TNI AU, masuk dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Piagam penghargaan MURI, diserahkan pendiri dan Ketua Umum MURI Prof. DR. (H.C) KP Jaya Suprana, disampingi Dirut / Wakil Ketua Umum MURI, Aylawati Sarwono, kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA., di Apron terminal selatan, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (15/8/2022) kemarin.

Pengibaran bendera merah putih raksasa, dilakukan satu flight 6 Helikoter, jenis EC-725 Caracal Skdron Udara 8 dan NAS-332 Superpuma Skadron Udara 6, Lanud Atang Senjdaja, Bogor.

Pengibaran Giant Flag dilakukan pada event demo udara memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan RI tahun 2021 lalu, dalam misi Nusantara Flight, di atas istana negara Jakarta.

KSAU mengucapkan terima kasih kepada MURI atas penghargaan yang diberikan kepada TNI Angkatan udara. Kasau menyatakan, apa yang telah diraih merupakan keberhasilan seluruh prajurit TNI AU, sekaligus sebagai dedikasi TNI AU kepada bangsa Indonesia.

“Penghargaan ini adalah kebanggaan seluruh prajurit, dan pada tahun 2022 ini, rekor yang sudah diraih akan kita ulangi lagi pada 17 Agustus 2022 saat peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia,” ujar KSAU.

Sementara pendiri dan Ketua Umum MURI menyampaikan apresiasinya kepada TNI AU yang telah manorehkan rekor MURI dengan mengibarkan berdera Merah Putih ukuran besar menggunakan helikopter. Menurutnya penghargaan yang diberikan menunjukkan tingginya dedikasi, kemampuan dan semangat juang prajurit TNI AU.

Turut hadir, Wakasau Marsdya TNI A.Gustaf Brugman, Pangkoopsudnas Marsdya TNI Andyawan Martono Putro, Dankodiklatau Marsdya TNI M.Tony Haryono, Irjenau, Koorsahli Kasau, Para Asisten Kasau, dan para pejabat TNI Angakatan Udara lainnya.(disp)

Categories
Ragam TNI

TNI AL Pecahkan Rekor Dunia, Tanam 1.000.377 Bibit Mangrove Nasional Serentak

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut berhasil mencatatkan Rekor MURI sekaligus Rekor Dunia untuk penanaman 1.000.377 bibit mangrove secara serentak di 77 lokasi yang berbeda di seluruh wilayah Indonesia. Rekor MURI diserahkan Osmar Semesta Susilo M.I.B. selaku Wakil Direktur Utama MURI kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc dan Kadispotmaral Laksma TNI Dr. Suradi Agung S. S.T., S.Sos., M.M.

Kegiatan yang dipusatkan di Tanjung Pasir, Teluk Naga, Tangerang Banten pada Selasa (26/7/2022) tersebut adalah dalam rangka menyambut Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 Juli, sekaligus dalam rangka memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI Tahun 2022 serta menyambut KTT G-20 di Bali.

Acara penanaman mangrove serentak nasional ini dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Ibu Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc dengan mengambil tema “Melalui Sinergitas Penanaman Mangrove Nasional Secara Serentak TA 2022, TNI Angkatan Laut Bersama Rakyat Siap Mendukung Program Penanggulangan Bencana, Perubahan Iklim & Cuaca Global”. Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Prasasti oleh Kasal dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penanaman mangrove yang diprakarsai oleh Dinas Potensi Maritim Angkatan Laut (Dispotmaral) ini dilaksanakan serentak di 77 lokasi TNI Angkatan Laut dengan melibatkan lembaga fungsional, Kementerian, seluruh jajaran TNI/Polri, pemerintah daerah dan stakeholder terkait.

KSAL Yudo Margono dalam sambutannya mengatakan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dengan garis pantai terpanjang ke-dua di dunia, namun yang terpenting adalah bagaimana laut dengan segala kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dapat menjadi sumber kesejahteraan bagi seluruh bangsa Indonesia.

“Hal ini telah menjadi cita-cita pemerintah melalui visi poros maritim dunia. Berulangkali Bapak Presiden mengingatkan kita semua bahwa laut adalah harapan, laut adalah masa depan,” katanya.

Menurut KSAL, agar dapat menjadi sumber kehidupan dan kesejahteraan, maka laut harus terjaga kelestarian lingkungan hidupnya, termasuk di sepanjang garis pantainya.

“Berangkat dari kesadaran inilah, TNI Angkatan Laut mengambil peran aktif dalam menjaga ekosistem laut dan pantai melalui gerakan restorasi mangrove secara serentak di seluruh Indonesia,” terang KSAL.

Lebih jauh Laksamana Yudo menjelaskan selain kaya akan keanekaragaman hayati dan habitat bagi ikan dan krustasea, mangrove juga berperan sebagai pertahanan pantai alami terhadap gelombang badai, tsunami, kenaikan permukaan air laut dan erosi. Ekosistem mangrove mempunyai potensi yang besar dalam menyerap dan menyimpan karbon hingga lima kali lipat dibandingkan hutan tropis.

“Dengan menjaga ekosistem mangrove kita telah melakukan mitigasi bencana yang disebabkan oleh perubahan iklim,” jelas KSAL.

Sementara itu Menteri LHK RI Siti Nurbaya menegaskan bahwa Indonesia mempunyai komitmen kepada dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mangrove adalah bagian yang cukup strategis dan besar dalam rangka penurunan emisi gas rumah kaca tersebut.

“We have our commitment from Indonesia to the world untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” tegasnya.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Kepala Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai Dan Hutan Lindung, World Bank Country Director For Indonesia And Timor Leste, United Nation Resident Coordinator, Sekretaris Jenderal Asean, Duta Besar Amerika Serikat, Duta Besar Jepang, Duta Besar Jerman, Duta Besar Uni Eropa, Duta Besar Uni Emirat Arab, Duta Besar Republik Korea, Gubernur Dan Jajaran Forkopimda Banten, Pejabat Daerah dan Forkopimda yang mengikuti secara Vicon, Pejabat Utama Mabesal dan Pemimpin Kotama TNI AL wilayah Jakarta, Pimpinan Sedayu Group Project dan Manager PIK 2.(disp)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Terima Rekor MURI sebagai Pemrakarsa Gerakan IP400

Koran Jurnal, Jakarta – Pada peringatan Hari Krida Pertanian ke 50 Tahun 2022 yang dihelat secara langsung di Kabupaten Sukoharjo, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meraih sertifikat Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa Gerakan Indeks Pertanaman (IP) 400 atau tanam dan panen padi 4 kali setahun. Rekor MURI ini pertama kalinya dicetak sepanjang sejarah pertanian Indonesia.

Melalui virtual, Jaya Suprana, Founder Ceo MURI mengatakan gerakan peningkatan produksi padi dengan tanam dan panen 4 kali setahun adalah cara baru memanfaatkan lahan. Di saat musibah Covid-19 tantangan iklim ekstrem dan berbagai kendala dapat dihadapi sehingga di tahun 20121, gerakan IP400 berhasil tanam dan panen 4 kali setahun seluas 9.834 hektar tersebar di 98 kabupaten, di antaranya 2.088 hektar di Kabupaten Sukoharjo.

“Gerakan sistem budidaya IP400 mulai diaplikasikan pada era Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo pada tahun 2021,” demikian dikatakan Jaya Suprana pada acara pemberian Rekor MURI dalam peringatan Hari Krida Pertanian 2022, Rabu (22/6/2022) kemarin.

Sebagai pemrakarsa Gerakan Tanam Padi IP400, Mentan SYL menjelaskan Gerakan IP400 merupakan salah satu langkah mengamankan atau meningkatkan produksi Beras nasional. Gerakan IP400 adalah cara baru, inovasi baru dan bisa dijadikan sebuah motivasi bagi semua pihak karena memindahkan paradigma rakyat menjadi sebuah edukasi bahwa 4 kali bertanam dan panen dalam satu tahun itu hal yang sangat pasti.

“Kalau kita tanam cuma 2 kali biasa saja. Kalau tiga kali, kamu boleh diangkat sebagai sesuatu yang terus maju. Tapi kalau 4 kali itu luar biasa itu,” jelasnya.

Perlu diketahui, pengembangan Gerakan IP400 di tahun 2022 ini menjadi seluas 150.000 ha yang dilaksanakan di 27 Provinsi dan 169 Kabupaten/Kota. Di Kabupaten Sukoharjo sendiri seluas 10.000 ha yang dilaksanakan di 12 kecamatan, 124 Desa.(hum)

Categories
Nasional Ragam

MURI Serahkan Sertifikat Rekor Dunia Terjun Tandem Satwa Kopassus

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Enam Peterjun Kopassus yang membawa satwa/anjing penyerang dalam demonstrasi terjun bebas militer (free fall) saat HUT ke 72 TNI 5 Oktober di Pelabuhan Dermaga Indah Kiat Merak Cilegon Banten menerima sertifikat piagam penghargaan dari Pendiri sekaligus Ketua Museum Rekor Dunia – Indonesia (MURI) Jaya Suprana di Lapangan Makopassus, Cijantung,  Sabtu (14/10/2017).

Piagam Penghargaan yang sama juga diterima dari Ketua Persatuan Olahraga Dirgantara Terjun Payung (PORDIRGA) Nisfu Chasbullah, didampingi oleh Sekjen PORDIRGA Effendi Soen.

Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni tidak ketinggalan memberikan apresiasi secara khusus atas keberhasilan dan kesuksesan prajuritnya melaksanakan pemecahan rekor MURI ini.

Pemecahan rekor MURI tersebut telah diverifikasi saat gladi bersih HUT ke-72 TNI dan disaksikan langsung oleh Ketua MURI Jaya Suprana dan perwakilan MURI Triyono selaku Manajer Operasional MURI.

Bahkan sebelum pemberian piagam penghargaan dilakukan, Ketua MURI  Jaya Suprana, Direktur Utama MURI Ibu Alyawati Sarwono, Ketua PORDIRGA Nisfu Chasbullah dan Sekjen PORDIRGA Efendi Soen diberikan kesempatan untuk menyaksikan langsung demonstrasi para peterjun free fall beserta satwa/anjing penyerang dari ketinggian 8.000 feet yang mendarat sempurna di lapangan  upacara Makopassus Cijantung.

Terjun bebas militer (free fall) dengan membawa satwa/anjing penyerang sangat beresiko dan memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Terjun tandem seperti ini biasanya dilakukan peterjun dengan membawa manusia dalam satu payung. Teknik terjun payung tandem membawa satwa/anjing jauh lebih sukar dibandingkan dengan membawa manusia, karena peterjun harus memiliki ikatan emosional (bounding) dengan satwa/anjing yang dibawa untuk terjun.

Jika manusia bisa diatur maka satwa/anjing tidak bisa diatur seperti layaknya manusia. Selain itu, terjun bebas militer (free fall) sangat jauh berbeda dengan terjun static dan teknik pendaratan para peterjun pun memiliki kerawanan tersendiri ketika melakukan pendaratan.

Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni menyampaikan bahwa untuk mengukir rekor MURI terjun tandem Satwa K-9 tidak mudah karena harus memenuhi persyaratan yaitu berkualifikasi pawang satwa anjing K-9 dan peterjun tandem master dengan catatan minimal 500 kali jam terbang serta jenis satwa K-9 yang dibawa juga merupakan anjing penyerang yang harus dalam kondisi prima sehingga berdaya serang maksimal pada saat melaksanakan aksi serangan. 

“Kegiatan ini sebelumnya diawali dengan uji coba penerjunan individu pada latihan Tribuana Cakti XXI Kopassus tahun 2017 beberapa bulan lalu di Merauke pada materi terjun taktis Blind Jump Free Fall malam hari dengan kondisi gelap gulita,” tegas Danjen. 

Dikatakan Danjen Kopassus, untuk menjawab tuntutan tugas ke depan, kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan kembali dihadapkan dengan spektrum ancaman dan kerawanan-kerawanan di daerah tugas operasi, sehingga hasil evaluasi penerjunan harus menggunakan tandem Satwa K-9 untuk memberikan daya kejut saat mengatasi sasaran yang memiliki tingkat kesulitan tinggi bahkan membahayakan keselamatan peterjun.

Itulah sebabnya lanjut Danjen, para peterjun harus mampu menguasai dan menjinakkan satwanya, baik sebelum,  selama dan sesudah penerjunan, dilanjutkan dengan serangan aksi di sasaran. Hal tersebut menjadi tantangan yang tidak mudah bagi prajurit Kopassus yang telah melewati proses latihan yang keras, efektif dan efisien serta berhasil guna mendukung kegiatan infiltrasi baik siang maupun malam hari.

Pemberian apresiasi atas keberhasilan dan kesuksesan peterjun satwa/anjing penyerang ini digelar oleh Kopassus, diikuti dengan demonstrasi besar-besaran seperti HUT ke-72 TNI dengan menampilkan demonstrasi lainnya seperti demonstrasi serbuan gedung, demonstrasi Yong Moodo, merpati putih dan pawang ular, sebelum pendiri MURI melihat secara langsung para peterjun beserta satwa/anjing penyerang melakukan terjun dari ketinggian 8.000 feet.‎

Pewarta : Anton