Categories
Hukum Polhukam

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Laptop yang Rugikan Negara Rp 1,98 Triliun

Koran Jurnal, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek periode 2019-2022.

“Pada hari ini penyidik kembali menetapkan satu orang tersangka (kasus pengadaan laptop Chromebook) dengan inisial NAM selaku Mendikbudrsitek periode 2019-2024,” ujar Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Nurcahyo Jungkung Madyo dalam konferensi pers di gedung Jampidsus Kejagung, Kamis (4/9/2025).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, dalam keterangan persnya, menambahkan, penetapan status tersangka setelah tim penyidik mengantongi bukti kuat. Bukti tersebut berasal dari keterangan saksi, ahli, petunjuk, dokumen, serta barang bukti lain yang diperoleh sepanjang proses penyidikan.

Sebelum menjadi tersangka, Nadiem telah beberapa kali diperiksa penyidik terkait kasus yang menyeret banyak pejabat dan rekanan proyek tersebut. Sejak 19 Juni 2025, ia juga telah masuk dalam daftar pencegahan ke luar negeri untuk memudahkan proses penyidikan.

NAM terakhir menjalani pemeriksaan di Gedung Jampidsus Kejagung pada Senin (23/6) dan kembali diperiksa pada hari penetapan tersangka. Usai ditetapkan, ia langsung dibawa ke Rutan Salemba untuk menjalani masa penahanan awal.

Selain NAM, Kejagung sebelumnya pada 15 Juli 2025 telah menetapkan empat orang sebagai tersangka terlibat dalam kasus pengadaan barang jasa yang rugikan negara Rp 1,98 triliun. Keempat tersangka yakni mantan Staf Khusus Nadiem, Jurist Tan; mantan konsultan Kemendikbudristek, Ibrahim Arief; Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek periode 2020-2021, Sri Wahyuningsih; dan Direktur Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kemendikbudristek 2020-2021, Mulyatsyah.

Pasal yang disangkakan yakni Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tenteng Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidanan Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.(*/Anton)

Categories
Pendidikan

Hari Sumpah Pemuda ke-91, Ini Harapan Alpha Omega School kepada Mendikbud Nadiem Makarim

Koran Jurnal, Jakarta – Ratusan siswa dan siswi Alpha Omega School memperingati hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019 di kawasan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (28/10/2019).

Turut hadir sejumlah kalangan masyarakat sekitar, seperti Penilik UPTD kecamatan Bantar Gebang, Tri Cahya Pancaningsih, Ketua Himpaudi Kecamatan Bantar Gebang, Sri Werya Wetari, tokoh agama Pendeta (Pdt) Brian Pattyasina, dan jajaran keamanan serta kelompok karang taruna setempat.

Meski diadakan ditengah kawasan timbunan sampah dan hembusan aroma sampah, namun acara tetap berlangsung meriah. Tampak berbagai penampilan dari anak-anak didik Alpha Omega School dengan menggunakan pakaian daerah bercorak warna-warni dan berbahan kemasan bekas dari bermacam-macam merek produk.

Kepala sekolah Alpha Omega School, Guntar Sri Hartati mengatakan, peringatan hari sumpah pemuda ke-91 dihadiri 6 sekolah pra sejahtera PAUD (Pendidikan Usia Dini) Alpha Omega School (AOS) dari beberapa wilayah, yaitu Depok, Bantar Gebang, Tanah Tinggi, Marunda, Rawa Kucing dan Pulo Gebang.

“Memang tidak semua murid dari 6 wilayah itu hadir, mereka hanya mewakili saja untuk mengisi acara. Tujuannya untuk membangkitkan semangat sehingga mereka mencintai bangsanya. Dan menjadi orang-orang yang luar biasa. Misal, nantinya mereka akan ada yang menjadi menteri ataupun presiden, ya seperti Presiden Jokowi,” ujarnya.

Alpha Omega School juga mendukung program pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Selaku pendidik, Guntar Sri Hartati berharap, dengan ditetapkan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Indonesia Maju, mampu memberikan terobosan baru dalam dunia pendidikan nasional.

“Kita merindukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru, bapak Nadiem Makarim untuk melakukan sesuatu yang luar biasa bagi sekolah-sekolah seperti sekolah kami ini yang menjangkau anak-anak yang kurang mampu secara umum,” tambahnya.

Ditempat sama, Founder Yayasan CARE Mety Cornelia mengungkapkan, selain memperingati hari sumpah pemuda ke-91, Alpha Omega School juga merayakan hari ulang tahun (HUT) yang ke-10.

“Hari ini kita memperingati hari sumpah pemuda dan HUT Alpha Omega School yang ke-10, dimana ini suatu perjuangan yang luar biasa mengajak anak-anak pra sejahtera bergabung dengan guru-guru dan membangun generasi muda yang berguna bagi bangsa dan negara,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Alpha Omega School, lanjut Mety, juga mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali bapak Jokowi sebagai Presiden RI dan KH Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden periode 2019-2024.

“Semoga apa yang sudah dicanangkan oleh bapak (Jokowi) adalah Indonesia maju, bekerja dan bekerja. Kami dari Alpha Omega School berharap Kabinet Indonesia Maju yang sudah bapak bentuk bisa membantu kami, generasi-generasi ini untuk bangkit dan menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan negara,” lugas Mety yang juga founder Paud Alpha Omega School.(red)