Categories
TNI

Kompak, Personel Satgas Yonif 125/Simbisa Panen Cabai Bersama Warga Perbatasan

Koran Jurnal, Merauke – Untuk memelihara hubungan tali silaturahmi dan kekompakan tetap terjaga, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW memanen cabai bersama warga Kampung Toray, Distrik Sota, Kabupaten Merauke.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (27/01/2021).

Dansatgas mengungkapkan, kegiatan memetik cabai bersama warga ini dilakukan tiga orang personel Satgas Yonif 125/Simbisa dipimpin Serda Frans Eliezer Theopilus Tarigan di kebun Pos Toray. “Panen bersama ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada warga agar lebih giat dan telaten dalam merawat tanaman, sehingga nanti hasilnya lebih memuaskan,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, selain memotivasi warga agar lebih giat dalam pengolahan lahan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan kekeluargaan antara Satgas dengan warga yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

Di tempat terpisah, Danpos Toray Letda Inf Bambang Suprapto mengatakan bahwa sebelumnya personel Satgas juga sudah melakukan pendampingan terhadap masyarakat Kampung Toray mengenai cara pembibitan hingga pemindahan tanaman cabai ke lahan yang telah disediakan. “Perawatan tanaman cabai butuh ketekunan dan keuletan agar mendapat hasil yang memuaskan,” ucapnya.

“Kami berharap, melalui kegiatan panen bersama ini dapat memotivasi warga untuk lebih giat mengolah lahan mereka, sekaligus juga dapat meningkatkan kekompakan antara Satgas dengan warga di kampung ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kaur Kesra Kampung Toray Stepany Maujay (34 th) menuturkan sangat senang dan berterima kasih kepada personel Satgas, khususnya Pos Toray yang sudah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bersama-sama memetik cabai di lahan Pos Toray.

“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kepedulian dan kekompakan Satgas bersama warga di kampung ini. Satgas selalu peduli dan memperlakukan kami seperti keluarga,” pungkasnya.(pen/red)

Categories
Daerah TNI

Lanal Dabo Singkep Panen Perdana Sayuran Hidroponik

Koran Jurnal, Kepri – Jalasenastri Cabang 7 Korcab IV Daerah Jalasenastri Armada I melaksanakan panen raya perdana sayuran hidroponik yang dibudidayakan di Lahan Ketahanan Pangan Mako Pangkalan TNI AL Dabo Singkep, Jum’at (07/08/2020).

Kebun sayur-sayuran binaan dari Komandan Lanal (Danlanal) Dabo Singkep Letkol Laut (P) Zul Fahmi, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., dengan menggunakan metode hidroponik berlokasi di Lahan Ketahanan Pangan Mako Lanal Dabo Singkep. Dalam pelaksanaannya, panen raya dipimpin langsung oleh Ketua Cabang 7 Korcab IV Daerah Jalasenastri Armada I Ny. Nelli Zul Fahmi, serta ibu-ibu Jalasenastri Lanal Dabo Singkep.

Adapun yang dipanen melalui pola tanam Hidroponik berupa tanaman sayuran, diantaranya Sawi dan Bayam Merah yang siap dipanen pada umur 6 minggu. Kegiatan ini merupakan program kerja Lanal Dabo Singkep dalam memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki Lanal Dabo Singkep untuk dilakukan budi daya tanaman sayuran hidroponik guna mendukung ketahanan pangan sesuai program dari Pemerintah dalam situasi pandemic Covid-19 dan juga untuk kebutuhan sayuran keluarga di Mako Lanal Dabo Singkep.

Panen raya yang perdana ini, merupakan langkah awal positif bagi Lanal Dabo Singkep untuk memenuhi kebutuhan akan sayur-sayuran bagi keluarga, sayur yang merupakan sumber utama vitamin bertujuan agar warga Lanal Dabo Singkep dapat berpola hidup sehat dengan mengkonsumsi sayuran. Semoga dengan panen raya ini warga Lanal Dabo Singkep dapat menikmati hasilnya dan akan menunjang pekerjaan dengan badan yang sehat.(disp/red)

Categories
Ekonomi

Menteri Pertanian Lakukan Panen dan Percepat Tanam Padi di Cilacap

Koran Jurnal, Jawa Barat – Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan produksi padi guna menjamin ketersediaan beras nasional dapat dipenuhi sendiri dan sekaligus sebagai upaya agar sektor pangan tidak terkena dampak pandemi covid 19 atau virus corona. Setelah melakukan percepatan tanam di Jawa Barat dan Kalimantan Tengah, selanjutnya Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan panen sekaligus percepatan tanam padi di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (13/06/2020).

Mentan Syahrul mengatakan dalam upaya memajukan pertanian atau meningkatkan produksi pangan sangat penting sebuah manajemen dan tidak adanya korupsi serta memanfaatkan lahan pertanian dan pekarangan yang kosong untuk menambahkan penghasilalan masyarakat terutama dalam mengurai kesulitan ekonomi akibat dampak covid 19. Oleh karena itu, dalam kunjungan ini Kementan menggulirkan bantuan stimulan untuk Cilacap sebesar Rp 26 miliar.

“Oleh karena itu, dengan dana yang ada kami hadir ingin mendukung agar pertanian Cilacap. Saya mohon izin kepada Pak Gubernur, Kapolda, TNI dan Pak Bupati, Cilacap ini kita bantu. Masih banyak lahan-lahan kosong. Cilacap memiliki lahan sawah 64 ribu hektar, kalau dikali 8 ton per hektar, berarti ada 512 ribu ton gabah kering panen,” demikian kata Syahrul pada acara panen dan tanam padi di Desa Sidaurip, Kecamatan, Gandrungmangu, Cilacap tersebut.

Syahrul menyebutkan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi beras dan percepatan tanam yakni melalui Gerakan Olah Tanah dan Tanam (GPOT), pemberitan bantuan benih, alat mesin pertanian, Kredit Usaha Rakyat (KUR), asuransi pertanian dan pendampingan yang masif. Pada tahun 2020, secara nasional pemerintah mentargetkan luas tanam padi 11,66 juta ha, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras, sementara sasaran luas tanam padi pada musim kemarau hingga september 2020 ini sebesar 5,6 juta hektar.

“Kami mengharapkan kepada Provinsi dan Kabupaten/Kota melakukan gerakan di lapangan dan menggerakkan Kostratani (Komando Strategi Pertanian,- red) di Kecamatan sebagai ujung tombak nya. Komitmen yang kuat semua pihak yang terlibat di masing-masing tingkatan akan menjadi indikator keberhasilan pencapaian sasaran tanam padi,” ujarnya.

Syahrul menegaskan guna mewujudkan kemandirian pangan, oleh karenanya sasaran tanam padi 2020 ini cukup tinggi dibanding realisasi tahun sebelumnya. Langkah nyata yang diambil guna mewujudkan hal ini adalah pertanaman padi bulan Mei sampai dengan September 2020 harus dioptimalkan.

“Kami mengharapkan di masing-masing daerah yang mempunyai potensi luas lahan yang ada dapat dimaksimalkan, melalui peningkatan Indeks Pertanaman dengan cara percepatan pengolahan lahan sehingga dapat segera melakukan tanam padi, pemanfaatan jaringan irigasi yang telah dibangun, dan perluasan di areal baru pada lahan kering, lahan rawa-lebak, dan hasil cetak sawah,” bebernya.

Kemudian, lanjut pria yang akrab disapa Komandan ini, Kementan dalam mendorong pemanfaatan lahan pertanian juga melalui penyediaan dana KUR bagi para petani. Kementan juga fokus dalam mengoptimalkan bantuan alsintan prapanen dan pascapanen.

“Yang terpenting juga adalah bagaimana kita mempercepat pelaksanaan kegiatan APBN dan APBD tahun 2020 dan meningkatkan pendampingan dan pengawalan pelaksanaan kegiatan di lapangan oleh penyuluh, babinsa, POPT (petugas organisme pengganggu tanaman, red), Pengawas Benih Tanaman, dan Kepala Cabang Dinas di Kecamatan. Dengan demikian, jika ini berjalan maka pemanfaatan lahan pertanian bisa ditingkatkan untuk menghasilkan pangan,” jelas Syahrul.

Sementara itu, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji mengapresiasi perhatian Kementan dalam menggenjot produksi pangan khususnya padi di daerahnya. Ia menegaskan persediaan beras di tahun 2020 terjamin aman sebab selain dari produksi di tahun 2020, juga terdapat stok dari surplus 2029 sebanyak 265.000 ton beras.

“Oleh karena itu, kami prediksi panen padi di tahun 2020 akan mencapai 786.364 ton. Panen padi di Cilacap sudah berjalan sejak awal tahun 2020. Pada bulan Januari-Maret, produksi padi mencapai 183.319 ton dan pada bulan April mencapai 136.534 ton. Jadi produksi padi kami yakin surplus bahkan bisa disuplai ke daerah lain,” ucapnya.

Direktur Jenderal Tanama Pangan Suwandi mengaku optimis jika di tahun 2020 walaupun tengah dilanda pandemi corona dapat meningkatkan produksi pangan khususnya beras. Oleh karenanya, wabah dunia tersebut menjadi tantangan untuk menunjukkan hadirnya negara bagi rakyat.

“Kementan melakukan empat upaya strategis dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Pertama, percepatan tanam di musim tanam II, kejar tanam bulan ini supaya target roduksi bisa kita capai,” katanya.

Kedua, lanjut Suwandi, pengembangan lahan rawa yang masih memiliki potensi laahan sangat luas. Ketiga, diversifikasi pangan lokal dengan memanfaatkan pangan alternative dikembangkan di pekarangan. Dan keempat, penguatan cadangan pangan pemerintah dan pengembangan lumbung pangan masyarakat yang akan dikerjasamakan dengan Kostraling.

“Dalam upaya percepatan tanam, kami mengharapkan kepada para penyuluh melaporkan perkembangan mingguan luas tanam/panen padi dan jagung di wilayah kerjanya secara berjenjang di Kostratani dan disampaikan secara online sekaligus ke Kabupaten, Provinsi dan Pusat agar kinerja kita terlapor dengan baik,” jelasnya.

Perlu diketahui, dalam kunjungan ini Mentan Syahrul memberikan bantuan untuk Kabupaten Cilacap dengan total nilai Rp 26 Miliar. Bantuan berupa benih, alat mesin pertanian, asuransi pertanian dan KUR.(hum/red)

Categories
Jurnal Foto Ragam TNI

Danlanal Babel dan Ketua Jalasenastri Cabang 4 Korcab III DJA 1 Panen Ikan dan Sayur

 

 

Categories
Daerah Ekonomi

Mentan SYL Panen Bawang Merah di Bima, Produksi Melimpah

Koran Jurnal, NTB – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya bawang merah di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna memastikan produksi atau ketersediaan dalam negeri cukup sehingga kebutuhan dalam negeri bisa dipenuhi sendiri.

“Saya memintan jajaran Kementerian Pertanian untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah guna mewujudkan NTB menjadi penyangga pangan nasional. Oleh karna itu, kinerja pertanian harus dimasifkan sehingga produksi komoditi andalan NTB seperti bawang, jagung dan padi meningkat,” demikian dikatakan Syahrul saat panen bawang merah bersama Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri di areal seluas 45 hektar di Desa Risa, Kecamatan Woha, Kamis (28/05/2020).

Menurut Syahrul, saat ekonomi dunia melambat, sektor pertanian harus dimasifkan karena perut rakyat harus terus dipikirkan. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk menggenjot produksi pangan khusus bawang merah sehingga Kabupaten Bima menjadi penyangga nasional.

“Insya Allah, Bima dan NTB akan menjadi contoh kita, lakukan langkah kita maksimal. Kita harapkan NTB akan menjadi penyangga pangan nasional kita dari seluruh komoditi terutama padi, jagung dan bawang merah,” ujarnya.

Luas tanam bawang merah di Kabupaten Bima mencapai 11 ribu hektar. Di saat pandemi covid 19 ini, Syahrul menyebutkan sektor pertanian salah satunya komoditas bawang merah merupakan sektor yang menjanjikan dari melemahnya perekomian saat ini.

“Saya bersyukur melihat apa yang ada di Bima dan saya kira tugas kita makin banyak dan tugas ini baru kita mulai. Pertanian menjanjikan masyarakatnya tidak miskin jadi salah orang mengatakan kalo ada yang bilang pertanian itu untuk orang kecil,” ucapnya.

Lebih lanjut, Syahrul meminta pemerintah daerah bersama para petani untuk menyusun langkah manajemen yang baik. Pengembangan pertanian NTB harus didukung dengan sistem pengairan yang bagus dan kerjasama dalam membantu petani salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas dari pemerintah berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Bawang sedang naik daun namun harga itu bisa naik turun sehingga kita harus punya manajemen yang bagus. Untuk jagung dryer harus diperkuat sehingga pergudangan akan makin kuat jadi kita harus atur penyimpanan yang bagus. Kalo perlu ambil modal dari KUR untuk setiap kabupaten,” tegasnya.(hum/red)