Categories
TNI

Pushidrosal Tanam Padi dan Tabur Benih Ikan di Desa Pasir Angin Kabupaten Bogor

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam Rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) melaksanakan penanaman padi dan menabur benih ikan di lahan pertanian terpadu Pushidrosal di Desa Pasir Angin, Kabupaten Bogor, Rabu (23/03/2022).

Penanaman padi dan penaburan benih ikan tersebut dilakukan Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat yang didampingi oleh Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Budi Purwanto, S.T., M.M., Komandan Lantamal III Brigadir Jenderal TNI (Mar) Umar Farouq, segenap pejabat utama Pushidrosal, serta Wakil Ketua Gabungan Jalasenastri Pushidrosal Ny. Diyah Budi Purwanto beserta Pengurus Jalasenastri Pushidrosal.

Program Ketahanan Pangan Pushidrosal ini sebagai wujud pelaksanaan perintah Pemimpin TNI AL Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dengan melaksanakan pembinaan potensi maritim dalam bidang ketahanan pangan berupa penanaman padi dan penaburan benih ikan sebagai langkah antisipatif bila terjadi kelangkaan pangan sebagai dampak pandemi Covid-19

Komandan Pushidrosal dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Ketahanan Pangan Pushidrosal tersebut terlaksana berkat kerja sama Pushidrosal dengan Dinas terkait dan petani setempat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah membantu terselenggaranya panen raya ini, semoga kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat terus kita pertahankan dan tingkatkan,” kata Komandan Pushidrosal.

Program Ketahanan pangan Pushidrosal dilaksanakan di kawasan Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, berupa penanaman padi jenis IR 64 di lahan seluas dua hektar dan penaburan benih ikan Nila sebanyak sepuluh ribu ekor dan ikan Lele sebanyak lima ribu ekor yang merupakan bantuan dari Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLU PPB) KKP Karawang. Pada kesempatan itu, juga dilakukan panen ikan Nila sebanyak seribu ekor.(disp)

Categories
Ekonomi

Menteri Pertanian Lakukan Panen dan Percepat Tanam Padi di Cilacap

Koran Jurnal, Jawa Barat – Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan produksi padi guna menjamin ketersediaan beras nasional dapat dipenuhi sendiri dan sekaligus sebagai upaya agar sektor pangan tidak terkena dampak pandemi covid 19 atau virus corona. Setelah melakukan percepatan tanam di Jawa Barat dan Kalimantan Tengah, selanjutnya Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan panen sekaligus percepatan tanam padi di Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (13/06/2020).

Mentan Syahrul mengatakan dalam upaya memajukan pertanian atau meningkatkan produksi pangan sangat penting sebuah manajemen dan tidak adanya korupsi serta memanfaatkan lahan pertanian dan pekarangan yang kosong untuk menambahkan penghasilalan masyarakat terutama dalam mengurai kesulitan ekonomi akibat dampak covid 19. Oleh karena itu, dalam kunjungan ini Kementan menggulirkan bantuan stimulan untuk Cilacap sebesar Rp 26 miliar.

“Oleh karena itu, dengan dana yang ada kami hadir ingin mendukung agar pertanian Cilacap. Saya mohon izin kepada Pak Gubernur, Kapolda, TNI dan Pak Bupati, Cilacap ini kita bantu. Masih banyak lahan-lahan kosong. Cilacap memiliki lahan sawah 64 ribu hektar, kalau dikali 8 ton per hektar, berarti ada 512 ribu ton gabah kering panen,” demikian kata Syahrul pada acara panen dan tanam padi di Desa Sidaurip, Kecamatan, Gandrungmangu, Cilacap tersebut.

Syahrul menyebutkan komitmen Kementan dalam meningkatkan produksi beras dan percepatan tanam yakni melalui Gerakan Olah Tanah dan Tanam (GPOT), pemberitan bantuan benih, alat mesin pertanian, Kredit Usaha Rakyat (KUR), asuransi pertanian dan pendampingan yang masif. Pada tahun 2020, secara nasional pemerintah mentargetkan luas tanam padi 11,66 juta ha, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras, sementara sasaran luas tanam padi pada musim kemarau hingga september 2020 ini sebesar 5,6 juta hektar.

“Kami mengharapkan kepada Provinsi dan Kabupaten/Kota melakukan gerakan di lapangan dan menggerakkan Kostratani (Komando Strategi Pertanian,- red) di Kecamatan sebagai ujung tombak nya. Komitmen yang kuat semua pihak yang terlibat di masing-masing tingkatan akan menjadi indikator keberhasilan pencapaian sasaran tanam padi,” ujarnya.

Syahrul menegaskan guna mewujudkan kemandirian pangan, oleh karenanya sasaran tanam padi 2020 ini cukup tinggi dibanding realisasi tahun sebelumnya. Langkah nyata yang diambil guna mewujudkan hal ini adalah pertanaman padi bulan Mei sampai dengan September 2020 harus dioptimalkan.

“Kami mengharapkan di masing-masing daerah yang mempunyai potensi luas lahan yang ada dapat dimaksimalkan, melalui peningkatan Indeks Pertanaman dengan cara percepatan pengolahan lahan sehingga dapat segera melakukan tanam padi, pemanfaatan jaringan irigasi yang telah dibangun, dan perluasan di areal baru pada lahan kering, lahan rawa-lebak, dan hasil cetak sawah,” bebernya.

Kemudian, lanjut pria yang akrab disapa Komandan ini, Kementan dalam mendorong pemanfaatan lahan pertanian juga melalui penyediaan dana KUR bagi para petani. Kementan juga fokus dalam mengoptimalkan bantuan alsintan prapanen dan pascapanen.

“Yang terpenting juga adalah bagaimana kita mempercepat pelaksanaan kegiatan APBN dan APBD tahun 2020 dan meningkatkan pendampingan dan pengawalan pelaksanaan kegiatan di lapangan oleh penyuluh, babinsa, POPT (petugas organisme pengganggu tanaman, red), Pengawas Benih Tanaman, dan Kepala Cabang Dinas di Kecamatan. Dengan demikian, jika ini berjalan maka pemanfaatan lahan pertanian bisa ditingkatkan untuk menghasilkan pangan,” jelas Syahrul.

Sementara itu, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji mengapresiasi perhatian Kementan dalam menggenjot produksi pangan khususnya padi di daerahnya. Ia menegaskan persediaan beras di tahun 2020 terjamin aman sebab selain dari produksi di tahun 2020, juga terdapat stok dari surplus 2029 sebanyak 265.000 ton beras.

“Oleh karena itu, kami prediksi panen padi di tahun 2020 akan mencapai 786.364 ton. Panen padi di Cilacap sudah berjalan sejak awal tahun 2020. Pada bulan Januari-Maret, produksi padi mencapai 183.319 ton dan pada bulan April mencapai 136.534 ton. Jadi produksi padi kami yakin surplus bahkan bisa disuplai ke daerah lain,” ucapnya.

Direktur Jenderal Tanama Pangan Suwandi mengaku optimis jika di tahun 2020 walaupun tengah dilanda pandemi corona dapat meningkatkan produksi pangan khususnya beras. Oleh karenanya, wabah dunia tersebut menjadi tantangan untuk menunjukkan hadirnya negara bagi rakyat.

“Kementan melakukan empat upaya strategis dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Pertama, percepatan tanam di musim tanam II, kejar tanam bulan ini supaya target roduksi bisa kita capai,” katanya.

Kedua, lanjut Suwandi, pengembangan lahan rawa yang masih memiliki potensi laahan sangat luas. Ketiga, diversifikasi pangan lokal dengan memanfaatkan pangan alternative dikembangkan di pekarangan. Dan keempat, penguatan cadangan pangan pemerintah dan pengembangan lumbung pangan masyarakat yang akan dikerjasamakan dengan Kostraling.

“Dalam upaya percepatan tanam, kami mengharapkan kepada para penyuluh melaporkan perkembangan mingguan luas tanam/panen padi dan jagung di wilayah kerjanya secara berjenjang di Kostratani dan disampaikan secara online sekaligus ke Kabupaten, Provinsi dan Pusat agar kinerja kita terlapor dengan baik,” jelasnya.

Perlu diketahui, dalam kunjungan ini Mentan Syahrul memberikan bantuan untuk Kabupaten Cilacap dengan total nilai Rp 26 Miliar. Bantuan berupa benih, alat mesin pertanian, asuransi pertanian dan KUR.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Komisi IV DPR RI Dukung Program Mentan SYL Percepatan Tanam Padi

Koran Jurnal, Subang – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi mendukung penuh program yang sedang dijalankan Menteri Pertanian(Mentan) Syahrul Yasin Limpo yakni gerakan percepatan tanam April- September (ASEP) 2020. Program tersebut dinilai dapat menjadi senjata ampuh dalam memerangi dampak pandemi Covid-19.

“Saya sangat mendukung adanya program percepatan tanam ini untuk memerangi dampak dari pandemi Covid-19,” demikian dikatakan Dedi dalam acara Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT) bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasn Limpo, Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Subang, Ruhimat, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryan, Wakapolda Jawa Barat, Brigjen. Pol. Akhmad Wiyagus, dan Anggota DPD RI, Oni Suwarman di Desa Ciberes, Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang, Sabtu (06/06/2020).

Dedi menegaskan saat ini merupakan waktu paling tepat dalam melakukan percepatan tanam dimana saat ini banyak masyarakat khususnya generasi muda yang biasa kerja di proyek belum bisa kembali bekerja karena belom normal. Dengan demikian, sektor pertanian bisa menjadi satu solusi yang dapat dilakukan dalam menyelamatkan ekonomi masyarakat.

“Saya minta para bupati untuk mengajukan berbagai programnya ke Kementerian Pertanian. Mudah mudahan dengan jeda waktu yang antara 1 sampai 2 bulan seperti saat ini masyarakat desa setelah menanam tetap menghasilkan uang sambil menunggu panen,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama jajaran eselon 1 Kementan menyatakan komitmen untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional khususnya yang ada di Jawa Barat saat ini di dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan ke depan. Sektor pertanian menjadi solusi nyata terhadap dampak yang diakibatkan pandemi covid 19 terutama pada melemahnua ekonomi nasional.

“Dari apa yang kita saksikan hari ini, semangat petani yang terus berkobar itu menjadi tanda bagi saya bahwa sebenarnya kepedulian kita menghadapi Covid dengan daya tahan masyarakat melalui pertanian dan ketahanan pangan adalah sesuatu kekuatan,” kata Syahrul.

Mentan Syahrul mengatakan bahwa Gerakan percepatan tanam padi adalah kelanjutan dari pertanaman musim tanam I atau musim hujan. Dengan sisa hujan pada bulan Mei-Juni maka musim tanam II yang disebut musim tanam gadu harus segera dikejar.

“Karena itu dengan sisa hujan bulan Mei-Juni ini maka seluruh jajaran Kementerian Pertanian bersama seluruh pemerintah daerah harus bisa memanfaatkan sisa hujan sampai bulan Juni-Juli,”sambungnya.

Selain Mentan juga mengatakan target luas tanam 2020 sebeear 11,66 juta ha yang berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras. Sementara stok beras akhir Juni 2020 diperkirakan masih mencapai 6,84 juta ton.

Terkait hal itu, Syahrul menerangkan bahwa potensi panen padi Mei 2020 mencapai 1,25 juta ha dengan hasil beras sebesar 3,43 juta ton. Sedangkan potensi panen padi Juni 2020 mencapai 0,74 juta ha, yang dapat menghasilkan beras sebesar 1,94 juta ton.

“Musim tanam dua, target kita di atas 5,6 juta hektar dan mudah-mudahan kalau ini bisa menghasilkan maka ketahanan pangan itu bisa kita jamin lebih baik,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Subang, Ruhimat mengapresiasi kepedulian pemerintah pusat melalui Kementan yang begitu fokus meningkatkan produksi pangan di masa pandemi virus corona. Ketersediaan pangan di masa virus corona dan hingga saat ini dalam kondisi aman.

“Karena itu, Kabupaten Subang siap mendukung percepatan tanam padi dan peningkatan produksi pangan lainnya agar dampak yang ditimbulkan pasca pandemi corona tidak menyebabkan kegaduhan ekonomi,” ungkapnya.

“Di Kabupaten Subang banyak lahan tidur, baik itu eks Perhutani maupun PTPN. Ini bisa kita optimalkan untuk menghasilkan pangan demi membantu penguatan pangan nasional,” pinta Ruhimat.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan , Suwandi menambahkan percepatan tanam pada April-September 2020 ini dilaksanakan di 8 wilayah andalan, 9 wilayah utama dan 16 wilayah pengembangan. Kementan memberikan bantuan benih, alat mesin pertanian, asuransi pertanian dan pendampingan agar percepatan tanam sukses dan memberikan hasil yang tinggi.

“Ini saatnya setiap wilayah membuktikan komitmennya. Komitmen untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat, maka dari itu gerakan percepatan tanam menjadi yang utama,” sebut Suwandi.(hum/red)

Categories
Daerah Ekonomi

Bupati Fredirikus Gebze: Merauke Lumbung Pangan Papua Kejar Tanam Padi

Koran Jurnal, Merauke – Kabupaten Merauke, wilayah paling ujung timur Indonesia, dan merupakan wilayah perbatasan Indonesia-PNG mulai melakukan perceoatan tanam di beberapa wilayah. Hal ini sebagai tindak lanjut partisipasi Bupati Merauke dalam gerakan tanam padi dan jagung serentak se-Indonesia yang dicanangkan Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo (SYL), melalui video Confrence (VICON) di ruang Agriculture War Room (AWR).

Bupati Merauke Fredirikus Gebze, kala itu didampingi beberapa pejabat turun langsung di lokasi panen padi dan melakukan penanaman padi di kampung Yabamaru Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke yang kemudian dilaporkan kepada Mentan SYL via VICON.

Diwawancara pada hari Rabu (20/05/2020) Fredirikus menjelaskan lebih detail kondisi pertanaman di wilayahnya. Sasaran luas tanam di Kabupaten Merauke untuk Musim Tanam Tahun 2019/2020 (rendeng) seluas 36.155 Ha dan terealisasi tanam seluas 33.948 Ha. Belum tercapainya sasaran luas tanam itu disebabkan pengaruh iklim dimana curah hujan normal baru terjadi pada awal Februari. Selain itu, kendala OPT yaitu serangan hama tikus dan burung juga menjadi penyebab tidak tercapainya sasaran luas tanam tersebut.

“Untuk itu saya instruksikan ke jajaran Dinas Pertanian dorong petani bisa segera tanam supaya kekurangan luas tanam dapat direalisasikan pada musim tanam gadu 2020,” ujarnya.

Adapun target Luas Tanam Musim Gadu 2020 seluas 25.341 Ha. Menurutnya strategi pencapaian luas tanam bisa ditingkatkan dengan memaksimalkan percepatan tanam dengan memanfaatkan air.

Kabupaten Merauke dengan besaran luasan yang cukup luas dan produksi yang melimpah, yang mampu mensuplay beras ke wilayah-wilayah sekitarnya seperti Jayapura, Timika dan empat kabupaten pemakaran yaitu Merauke, Mapi, Boven Digul dan Asmat, namun mengalami kendala dalam penanganan pasca panen, sehingga diharapkan dukungan dan support Pemerintah Pusat.

“Harapan kami tindak lanjut pada momen yang lalu, guna mendukung peningkatan kualitas produksi di Kabupaten Merauke, kami membutuhkan alat pasca panen. Kami inigin mengajukan bantuan alat combine harvester sebesar 6o unit supaya petani bisa kerja lebih mudah,” ungkap Fredirikus.

Sebelumnya dalam video conference bersama kepala daerah dalam rangka gerakan percepatan tanam padi dan jagung, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengucapkan terimakasih kepada seluruh Pemerintah Daerah yang dapat hadir dalam pertemuan secara daring tersebut. Dengan demikian dapat bertatap muka langsung dengan Gubernur dan Bupati yang berada langsung di lokasi lahan pertanian untuk melaksanakan panen padi bersama dan melihat kondisi ketersediaan pangan didaerah masing-masing yang diharapkan kondisi pangan di Indonesia dapat terjaga dengan baik.

“Persiapan pangan atas dampak covid-19 ini agar menjadi perhatian serius kita semua. Diminta kepada Gubernur bersama Bupati bahu membahu dan bergotong royong dalam menjaga ketersediaan pangan Indonesia. Berdasarkan ramalan cuaca dari BMKG akan terjadi kemarau panjang,” ujarnya.

“Agar segera dipersiapkan lahan-lahan pertanian. Lahan yang telah panen untuk segera dilakukan persiapan penanaman,“ pinta SYL, sapaan akrab Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menjelaskan gerakan percepatan tanam ini sesuatu yang tidak bisa ditawar. Hal ini mengingat rekomendasi FAO tentang ancaman krisis panjang akibat musim kemarau yg diprediksi akan terjadi pada puncak Agustus 2020. Kementan menargetkan luas tambah tanam padi periode April – September 2020 seluas 5,62 juta hektar yang dapat menghasilkan beras sebanyak 15,05 juta ton.

“Untuk itu, pertanaman padi bulan Mei sampai dengan September 2020 harus dioptimalkan agar target luas tambah tanam itu tercapai. Gerakan tanam serentak ini pasti bisa mewujudkan hal tersebut. Jika skema ini berjalan dengan baik, stok beras kita pastikan aman hingga akhir tahun 2020,” tegas Suwandi.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Canangkan Gerakan Tanam Padi Jagung Serentak se-Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam situasi pandemi covid 19 yang belum berakhir ini, tidak menyurutkan langkah Kementerian Pertanian sebagai salah satu garda terdepan dalam upaya penanganan dampak wabah Covid 19. Kementan sesuai arahan Presiden Jokowi dituntut melakukan langkah konkret untuk menjamin ketersediaan pangan terutama di masa pandemi ini.

Menindaklanjuti hal tersebut Mentan Syahrul Yasin Limpo menyapa seluruh petani di kabupaten dalam rangka Video Conference Gerakan Percepatan Tanam Padi dan Jagung serentak seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian menyampaikan terimakasih yang sebesar besar nya kepada para kepala daerah yang mau terjun langsung ke lapangan dapat dipastikan dengan optimis semua dapat di kendalikan dn amankan bersama. “Kalau para kepala daerah turun ke lapangan,keputusan itu pasti terjadi,“ ujar SYL, di ruang rapat Agriculture War Room (AWR) Kementan, Selasa (12/05/2020).

“Saya 25 tahun menjadi kepala daerah dan saya rasakan kalau mengambil keputusan di lapangan aroma tanah pasti tercium sehingga berefek baik bagi daerah masing masing,“ lanjutnya.

Lebih lanjut Mentan mengatakan Covid 19 ini adalah tantangan yang nyata yang berdampak sudah tersentuh langsung ke masyarakat. Oleh Karena itu solusi dari covid 19 ini adalah Medical Solution dan Food Security. Persipan pangan adalah solusi covid 19, oleh karena itu kita harus bekerja lebih keras, lebih terpadu dan lebih gotong royong agar makanan rakyat bisa terjamin.

“Yang harus kita waspadai adalah rekomendasi dari FAO yang menyatakan bahwa setelah Covid 19 ini berlalu akan hadir krisis pangan dunia dan akan datang nya kemarau panjang sesuai dengan rekomendasi BMKG,“ lanjut SYL.

“Ini tidak boleh terjadi di negeri kita, kita harus hadapi dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi krisis pangan dunia,“ tegasnya.

Oleh karena itu Mentan mengajak seluruh insan pertanian untuk menghadapi tantangan tantangan tersebut dengan 2 langkah yaitu dengan penanaman yang lebih cepat dan momentum penyaluran sarana dan prasarana yang tepat. Dan berharap kerjasama yang lebih intens dari berbagai pihak agar semua dapat berjalan dengan baik.

“Saya siap dihubungi kapan saja untuk hal hal yang urgent untuk selanjutnya saya akan berkoordinasi dengan para Dirjen,“ tegasnya.

Acara Video conference yang digelar kali ini diikuti oleh 77 titik yang menggambarkan kabupaten yang sedang tanam,panen padi dan jagung, bahkan ada Gubernur NTT serta 22 Bupati dari Jayapura, Merauke, Tapin, Sumbawa Barat, Humbang S, Aceh Barat Daya, Batang, Barru, Enrekang, Lingga, OKI, Banyuasin, Bungo, Landak, Kolaka, Belu, Batang, Bone, Bone Bolango, Pringsewu, Lingga, dan Tuban dan Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat yang bergabung sebagai wujud sikap komitmennya untuk mendukung langkah yang dilakukan Mentan SYL.

Turut hadir dalam acara Video Conference, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, yang berharap pandemi ini segera berlalu agar kegiatan di Pertanian dapat berjalan normal kembali. Terutama kaitannya dengan Recofusing anggaran diharapkan tidak mengurangi kinerja aparatur pertanian.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan Komitmen bersama “Kami siap menjaga pangan Indonesia“ yang digaungkan oleh seluruh peserta yang tersebar di 77 Kabupaten dan 21 Provinsi.

Selain itu dialognya dengan Gubernur dan para Bupati, Mentan menyampaikan
arahan spesifik yaitu agar menyiapkan lumbung pangan di tingkat Provinsi dan Kabupaten. Bahkan di harapkan para kepala Desa dan Lurah untuk membangun juga lumbung desa agar ketersedian pangan selalu tetap ada.

“Rakyat jangan buru-buru menjual padinya. Agar ada cadangan beras di tingkat rakyat selalu tersedia,“ tandasnya.

Tidak lupa SYL mengimbau untuk memperhatikan irigasi melalui program padat karya pengairan, “Kami akan bicara dengan Kementerian PUPR agar untuk bisa mendukung pertanian kami,” lanjutnya dengan penuh semangat.

Mentan SYL terus meyakinkan bahwa pasokan pangan aman dan meminta komitmen bersama dari seluruh daerah untuk tetap fokus pada upaya peningkatan produksi pangan.

Sebagai gambaran dijelaskan pula oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi bahwa Sasaran tanam padi dan jagung Tahun 2020 cukup tinggi dibanding realisasi tahun sebelumnya.

“Untuk mencapai keberhasilan sasaran tersebut, pertanaman padi bulan Mei sampai dengan September 2020 harus dioptimalkan,“ jelasnya.

Pada tahun 2020 secara nasional Pemerintah mentargetkan luas tanam padi 11,66 juta ha, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras. Untuk jagung, ditargetkan seluas 4,49 juta ha, berpotensi menghasilkan 24,17 juta ton pipilan kering.

“Angka sasaran tersebut diatas diharapkan bisa disampaikan kepada masing-masing Provinsi, Kabupaten/Kota untuk menjabarkan angka tersebut ke tingkat Kecamatan dan sampai tingkat Desa, dengan rincian perbulan. Rincian angka sasaran tersebut dapat dijadikan sebagai komitmen semua pihak yang terlibat di masing-masing tingkatan, dan sebagai acuan dalam mengukur keberhasilan pencapaian sasaran tanam padi,“ ujar Suwandi.

Disebutkan strategi yang akan dilakukan Pemerintah diantaranya dengan peningkatan indeks pertanaman dengan cara percepatan pengolahan lahan sehingga dapat segera melakukan tanam padi, serta perluasan di areal baru pada lahan kering, lahan rawa-lebak, dan hasil cetak sawah. Mengoptimalkan bantuan alsintan prapanen dan pascapanen dan mempercepat pelaksanaan kegiatan APBN dan APBD tahun 2020. Yang tidak kalah penting adalah meningkatkan pendampingan dan pengawalan pelaksanaan kegiatan di lapangan oleh penyuluh, babinsa, POPT, Pengawas Benih Tanaman, dan Kepala Cabang Dinas di Kecamatan.

Lebih lanjut Suwandi menjelaskan bahwa Berdasarkan KSA BPS diketahui bahwa potensi panen padi bulan Mei 2020 mencapai 1,25 juta ha, yang dapat menghasilkan beras sebesar 3,43 juta ton. Sedangkan potensi panen padi bulan Juni 2020 mencapai 0,74 juta ha, yang dapat menghasilkan beras sebesar 1,94 juta ton. Stok beras akhir Juni 2020 diperkirakan masih mencapai 6,84 juta ton. Untuk komoditas jagung, disepakati potensi panen bulan Mei 2020 seluas 0,21 juta ha, yang dapat menghasilkan pipilan kering dengan kadar air 15% sebanyak 0,98 juta ton.

Suwandi berharap para penyuluh melaporkan perkembangan luas tambah tanam padi diwilayah kerjanya secara berjenjang melalui sms kepada koordinator penyuluh dan KCD/KUPT Dinas Kecamatan.

“Jangan sampai lupa untuk selalu mengirimkan laporan harian ke Dinas Pertanian Kabupaten/kota yang kemudian dilanjutkan ke Dinas Provinsi dan Pusat/pendamping UPSUS Pusat masing-masing Kabupaten/ Kota,“ tutupnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Bersama Pemuka dan Masyarakat Pasuruan Panen dan Tanam Padi

Koran Jurnal, Pasuruan – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Wakil Komisi IV DPR RI, KH. Hasan Aminuddin dan Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf melakukan panen dan tanam perdana padi di Desa Nguling, Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (12/01/2020).

“Hari ini adalah bagian dari konsolidasi, tekad dan kemauan kita agar besok kita siap kerja lebih baik dan terarah,” kata Syahrul.

Membicarakan pertanian, Menurut Syahrul, adalah berbicara soal lapangan, bagaimana mempersiapkan bibit dan benih yang baik, budidaya yang tepat, manajemen air yang efektif dan efisien, karena dengan itu semua produktivitas akan meningkat.

Bupati Pasuruan, M. Irsyad Yusuf dalam sambutannya menjelaskan bahwa Kabupaten Pasuruan surplus beras sebesar 2,65 persen.

“Pasuruan mempunyai luas lahan sawah seluas 39.804 hektar dengan indeks pertanaman 2,6 dan produksi beras sampai dengan akhir tahun 2018 mencapai 4.403,700 ton, sementara kebutuhan sebesar 4.301,936 ton per tahun,” ungkap Irsyad.

Beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemkab Pasuruan dalam meningkatkan produksi menurut Bupati M. Irsyad Yusuf adalah meningkatkan indeks pertanian yang semula 200 menjadi 300 dengan membangun sumur pompa oleh petani secara swadaya sebanyak 1.338 unit dan pencetakan sawah baru kurang lebih seluas 266 hektar. Atas upaya yang telah dilakukan Pemkab Pasuruan tersebut, Mentan Syahrul memberikan apresiasi tinggi dengan secara simbolis menyerahkan bantuan pertanian.

Pada kesempatan itu juga, di hadapan petani yang hadir, Mentan Syahrul meluruskan perihal informasi kelangkaan pupuk subsidi yang dalam beberapa hari terakhir merebak.

“Pupuk baru dibagi kok dibilang langka?, apa betul pupuk tidak ada?. Padahal tahap pertama baru diturunkan. Jangan sampai ada yang mau mendapat jatah lebih atau mengalihkan ke tempat lain. Dan jika itu terjadi, maka akan saya lawan, tentu dengan dukungan Bapak-bapak semua, Pak Bupati dan juga Pak Kiayi Hasan, setuju?,” tegas Syahrul.

Langkah untuk meminimalisir penyimpangan dan penyalahgunaan distribusi pupuk bersubsidi sesungguhnya sudah dilakukan dengan menerapkan metode verifikasi data melalui e-RDKK oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

“Setelah dicek, ternyata alokasi pupuk itu ada. Cuma belum dibagi secara merata karena ada e-RDKK yang belum berjalan dengan baik. Ada kendala teknis, KTP yang tertukar dan lain sebagainya. Selama ada di e-RDKK dan CPCL pasti pupuk itu akan diterima. Jangan, tidak ada di e-RDKK dan CPCL dia minta,” kata Syahrul.(hum/red)