Categories
IPTEK TNI

Danpushidrosal Lepas Keberangkatan Tim Peneliti Ekspedisi Jala Citra I Aurora Etape IV Selat Manipa

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P melepas keberangkatan Tim peneliti Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” Etape IV di Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Selasa (06/10/2021).

Adapun tim peneliti tersebut terdiri dari Kolonel Laut (P) Anom Puji Hascaryo (Kadishidro Pushidrosal), Mayor Laut (E) Aditya Prayoga (Satsurvei Pushidrosal), Dr. Rina Zuraida (Pusat Survei Geologi ESDM), Gabriella Alodia, S.T., M.Sc. (ITB), Ir. Kristianto, M.Si. (PVMBG ESDM), Ir. Mustafa Hanafi, M.Sc. (P3GL ESDM), serta Fareza Sasongko Yuwono, M.Sc. (Pusat Riset Laut Dalam LIPI).

Para peneliti tersebut selanjutnya berangkat menuju Ambon untuk bergabung dengan KRI Spica-934 guna melaksanakan penelitian di perairan Selat Manipa dan sekitarnya. Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” Etape IV ini, direncanakan selama 6 hari mulai tanggal 6 sampai 12 Oktober 2021 untuk melaksanakan penelitian fitur batimetri di sekitar perairan Selat Manipa.

Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” merupakan kegiatan penelitian kelautan yang memiliki arti strategis, karena Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” ini merupakan Ekspedisi pertama kali dilakukan oleh TNI AL dalam hal ini Pushidrosal yang dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan pemetaan batimetri untuk keselamatan pelayaran dan sekaligus penelitian tentang geofisika dan geomorfologi kelautan serta analisa fitur-fitur bawah laut lainnya yang melibatkan para peneliti nasional dari kementerian, lembaga penelitian serta universitas.

“Ekspedisi ini akan terus dilanjutkan sebagai agenda tahunan yang akan dikembangkan terus terutama melalui koordinasi dan kolaborasi dengan peneliti pada tingkat nasional dan bahkan berpeluang untuk dikembangkan dengan melibatkan interaksi dengan kelembagaan penelitian internasional terkait,” tutur Komandan Pushidrosal.

Hadir Dalam acara pemberangkatan tim peneliti tersebut antara lain, Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Budi Purwanto, S.T., M.M, Asopssurta Danpushidrosal Laksamana Pertama TNI Dyan Primana S, M.Sc., Aspamkersamtas Danpushidrosal Kolonel Laut (E) Dr. Yanuar Handwiono, M.Sc., serta segenap pejabat utama Pushidrosal.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Tim Peneliti Ekspedisi Jala Citra I 2021 “Aurora” Bersiap Menuju Laut Halmahera

Koran Jurnal, Jakarta – Tim Peneliti Ekspedisi Jala Citra I-2021 “Aurora” Etape I yang bergabung dengan KRI Spica-934 berangkat menuju daerah operasi ekspedisi yaitu Laut Halmahera untuk memulai penelitiannya.

Tim peneliti yang terdiri dari 7 Peneliti dari Kementerian Lembaga (P2O LIPI, P3GL KEM-ESDM, ITB, UGM, Universitas Papua, PT. Hidronav Teknikatama) telah bergabung di KRI Spica-934 sejak hari Kamis (12/08/2021).

Menurut rencana pada hari Jum’at, (13/08/2021) KRI Spica-934 akan bertolak menuju daerah operasi ekspedisi, yaitu Laut Halmahera untuk melaksanakan penelitian di Laut Halmahera dan sekitarnya etape I dari tanggal 13 sampai dengan 23 Agustus 2021. Sebelum bertolak, KRI SPICA-934 sebagai wahana penelitian Ekspedisi Aurora melaksanakan bekal ulang di dermaga XVI Sorong.

Sehubungan dengan kegiatan ekspedisi ini, Tim peneliti telah menyiapkan materi rencana survei dan penelitian untuk pelaksanaan survei di area ekspedisi, serta melakukan diskusi teknis rencana kegiatan survei dan penelitian hidrografi, batimetri, oseanografi serta geofisika pada area yang menjadi fokus utama kegiatan ekspedisi penelitian AURORA di wilayah Halmahera.

Dalam rangka mendukung kelancaran kegiatan ekspedisi, Tim Survei KRI SPICA-934 dan peneliti juga telah melaksanakan uji kesiapan teknis, seluruh peralatan yang akan di siapkan seperti peralatan Magnetometer, Singlebeam Echosounder, Multibeam Echosounder, peralatan water sampling serta ROV. dengan hasil pengujian, seluruh peralatan berjalan dengan baik.

Selain itu, Tim Survei KRI SPICA-934 juga telah mulai melaksanakan kegiatan survei pendukung yang meliputi pengamatan geodetik, pengamatan pasut, pengamatan Meteorologi, pemeriksaan peralatan survei serta Geografi maritim.(disp/red)

Categories
TNI

Komandan Pushidros TNI AL Lepas Keberangkatan Tim Peneliti Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” Etape I

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P melepas keberangkatan Tim peneliti Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” Etape I di Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Sabtu (07/08/2021).

Adapun Tim peneliti untuk etape I tersebut di antaranya Letkol Laut (KH) Dikdik Satria Mulyadi, MT (Pushidrosal), Mayor Laut (P) Alin Abimanyu (Pushidrosal), Ir. Mustafa Hanafi, MSc (KEMESDM), Dr. Adi Purwandana (LIPI), Gabriella Alodia, S.T, M.Sc (ITB), Febrian Fitryanik Susanta, S.T., M.Eng.(UGM), Nada Geraldine, ST (Hidronav Tehnikatama) serta Stanislaus Ariyanto (PT. Hidronav Tehnikatama) dan 2 personel dari Dispenal.

Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” ini merupakan kegiatan penelitian kelautan di wilayah perairan Halmahera dan sekitarnya. Kegiatan ekspedisi ini memiliki nilai sangat strategis, sehingga besar harapannya dapat memberikan kontribusi bagi kepentingan peningkatan khazanah pengetahuan kelautan nasional dan hidrografi.

Para peneliti tersebut selanjutnya akan menuju Sorong untuk bergabung dengan KRI Spica-934 dalam rangka melaksanakan penelitian di Laut Halmahera dan sekitarnya etape I yakni dari tanggal 13 sampai dengan 23 Agustus 2021.

Pada akhir sambutannya Komandan Pushidrosal menekankan agar para peneliti dalam melaksanakan kegiatannya selalu memperhatikan keamanan personel dan material, serta tetap memperhatikan protokol kesehatan, mengingat saat ini masa pandemi covid-19 masih belum berakhir. Selanjutnya setelah tiba di sorong para peneliti tersebut akan melaksanakan karantina sebelum bergabung dengan KRI Spica 934.

Hadir Dalam acara tersebut antara lain, Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Budi Purwanto, S.T., M.M, Asopssurta Danpushidrosal Laksamana Pertama TNI Dyan Primana S, M.Sc. dan segenap pejabat utama Pushidrosal. Sebelum mengakhiri acara dengan ramah tamah dan makan malam, Komandan Pushidrosal menyerahkan paket perlengkapan pendukung personel kepada peneliti secara simbolis.(disp/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Ajak Profesor Riset Terapkan Hasil Penelitian

Koran Jurnal, Bogor – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo kembali mengukuhkan dua professor atas keberhasilan menjadi Profesor Riset, masing-masing dalam bidang hama dan penyakit tanaman untuk inovasi teknologi pengendalian tikus dan teknologi proses pascapanen buah tropis untuk standart eksport. Mentan juga turut menantang para professor untuk menerapkan hasil riset sehingga berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani kita.

“Saya memberikan tantangan kepada Saudara Prof. Dr. Ir. Setyadjit, M.App.Sc, untuk dapat menyusun rancangan program dalam meningkatkan produksi dan kualitas buah tropis kita sesuai standar ekspor yang berlaku, dan pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan pendapatan petani kita” kata Syahrul dalam sambutannya di Auditorium Utama Ir.Sadikin Sumintawikarta Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor,Selasa (25/02/2020).

Menurut SYL, research menjadi sangat penting karena pertanian dan pemuliaan bibit menjadi bagian-bagian terpenting untuk bisa mendapatkan hasil pertanian yang maksimal. Kita mempunyai penduduk 267 juta orang yang membutuhkan seluruh komoditi pertanian kalau kita tidak mau impor dan lain-lain sebagainya adalah kita harus bijak.

“Salah satunya adalah terus memperbaiki hasil research kita sehingga kita mendapatkan kualitas-kualitas dan penyisihan-penyisihan agroklimat dari masing-masing potensi lahan yang kita miliki. Itu membutuhkan research,”ucap Mentan.

Syahrul mengungkapkan bahwa acara orasi pengukuhan tersebut bertepatan dengan dua momentum yang sangat penting dalam kebijakan IPTEK Nasional, terutama terkait penataan kelembagaan strategis. Sebagai implementasi dari UU No.11/2019 tentang Sistem Nasional IPTEK, pemerintah telah membentuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Sesuai dengan Perpres No. 74 /2019 yang kemudian diubah dengan Perpres No.95/2019 BRIN mempunyai tugas menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi,”ucap SYL.

Syahrul juga mengharapkan Profesor Riset yang baru dikukuhkan dapat lebih berperan aktif menjadi pembina dan motivator bagi para peneliti yang lebih muda, baik dalam bidang kepakaran, maupun dalam pengembangan jati-diri, integritas serta profesionalisme mereka.

“Saya sampaikan penghargaan dan selamat kepada jajaran keluarga kedua Profesor Riset, yang telah memberikan kontribusi dan pengorbanan yang besar dalam mendukung karir dan pencapaian prestasi para Profesor Riset yang dikukuhkan,”ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si mengatakan jika inovasi yang dilakukan terkait pengendalian hama tikus dapat mengurangi losis dengan pasca panen. Sehingga hasil riset terkait inovasi teknologi pengendalian tikus sangat penting untuk diterapkan oleh masyarakat.

“Bertani itu sekarang kan dibeberapa daerah ada yang terserang tikus dan salah satu terobosan yang disampaikan Dr. Sudarmaji tadi jadi salah satu solusi memecahkan masalah pengendalian tikus secara bioekologi. Dan ini sudah lama kita lakukan tinggal menunggu dilakukan secara masif dilapangan,”ucap Fadjry.

Menurutnya paling penting melakukan antisipasi atau early warming system. Bagaimana bisa mendeteksi secara cepat sehingga sebelum serangan itu sudah dilakukan pengendalian dan hal tersebut juga sudah dimulai dengan Dirjen teknis Kementerian Pertanian.

“Sehingga paling tidak jangan cepat penyebaran serangan tikus ini, kita bisa lebih awal mengendalikan ini,” ucapnya.

Terkait inovasi teknologi proses pascapanen buah tropis ditujukan untuk memperpanjang daya simpan buah tropis. Menurutnya pertanian punya potensi buah tropis yang sangat melimpah di Indonesia, persoalannya daya simpannya tidak lama. Selain itu, semua produk pengiriman lewat kapal laut dan perlu waktu dua minggu sampai satu bulan supaya barang diterima.

“Sehingga memang perlu ada teknologi bagaimana memperlama daya simpan sehingga sampai negara tujuan itu kualitasnya masih terjaga, mutunya masih bagus sehingga nilai jualnya masih bagus. Ini yang tadi dibicarakan itu,”tukas Fadjry.

Sekedar informasi kedua professor yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Ir. Setyadjit, M.App.Sc untuk inovasi teknologi proses pascapanen buah tropis untuk pemenuhan standar ekspor dan Prof.Dr.Drs.Sudarmaji, MP untuk inovasi teknologi pengendalian hama tikus terpadu berbasis bioekologi untuk pengamanan produksi padi nasional.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Kemenristekdikti dan Martha Tilaar Group Jalin Kerja Sama Penelitian Produk Inovatif untuk Pasar Internasional

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Sebagai bentuk peningkatan inovasi dalam memaksimalkan hasil penelitian, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melakukan kerja sama dengan Martha Tilaar Group untuk melakukan penelitian 12 produk inovatif.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe, usai menghadiri acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT. Martina Berto, Tbk dan Clariant di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat Senin (1/10).

“Penelitian ini dilakukan oleh Martha Tilaar bersama dengan beberapa perguruan tinggi. lembaga litbang, termasuk Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan ini akan kita kembangkan terus,” ucap Jumain.

Penandatangan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan oleh Direktur PT. Martina Berto, Tbk, Kunto Widarto dan Head of Business Unit Industrial and Costumer Specialities Clariant Asia Pasifik Francois Bleger, untuk memasarkan 12 produk inovatif dari PT. Martina Berto, Tbk dengan memanfaatkan jaringan internasional Clariant.

Kerja sama ini merupakan upaya untuk mempromosikan ekspor produk-produk domestik dari Indonesia, seperti yang telah digariskan oleh pemerintah dalam beberapa tahun terakhir, untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki kekayaan alam terbesar kedua di dunia setelah Brazil, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Sejalan dengan visi dan misi Martha Tilaar Group untuk memanfaatkan kekayaan alam Indonesia, sehingga dapat menghasilkan produk berkualitas hasil inovasi anak bangsa yang memiliki nilai ekonomi, sejak awal berdiri PT. Martina, Tbk salah satu unit bisnis dari Martha Tilaar Group telah berkomitmen untuk memanfaatkan kekayaan alam asli Indonesia.

Martha Tilaar Innovation Center (MTIC), PT. Martino Berto, Tbk juga bekerja sama dengan Kemenristekdikti, setiap lima tahun sekali yang dimulai sejak 2007 lalu untuk menyelenggarakan RISTEKDIKTI-MTIC Award dalam upaya memotivasi peneliti agar dapat memadukan pengetahuan leluhur, teknologi, sumber daya alam Indonesia, dan consumer insight dalam kegiatan penelitiannya, serta meningkatkan kesadaran konsumen dalam pemanfaatan kekayaan alam Indonesia, khususnya di bidang kesehatan, obat tradisional dan kecantikan.(red/ton)