Categories
Militer TNI

Kapushidrosal Kukuhkan Profesi Penimbal Pushidros Angkatan Laut

Koran Jurnal, Jakarta – Sesuai dengan tugas pokoknya, Pushidrosal berkewajiban menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi untuk kepentingan TNI maupun Umum. Pushidrosal bertugas menyelenggarakan pembinaan hidro-oseanografi, yang salah satunya adalah penimbalan kompas magnet untuk keselamatan navigasi pelayaran.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H secara resmi mengukuhkan profesi Penimbal Pushidrosal di Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Kamis (21/11/2019).

Sebanyak 21 orang profesi Penimbal dikukuhkan, setelah melalui pendidikan/pelatihan sertifikasi penimbalan yang dilaksanakan di Pushidrosal. Setelah dikukuhkan, mereka mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam melaksanakan pemeriksaan, pengujian dan pelaporan untuk menerbitkan sertifikat penimbalan kompas magnet.

Dalam Sambutannya, Kapushidrosal menyampaikan bahwa berdasarkan pada konvensi Safety Of Life At Sea (SOLAS) 1974 serta mengacu kepada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 65/2009 tentang standar kapal non konvensi berbendera Indonesia (NCVS), penimbalan kompas magnet dilakukan untuk kepentingan keselamatan navigasi pelayaran, baik militer maupun umum. Pelaksanaan penimbalan tersebut dilakukan usai docking untuk memastikan pemenuhan aspek keselamatan kapal.

“Penimbalan kompas magnet bertujuan untuk mengurangi gaya induksi magnet bumi pada besi kapal, dengan tujuan akhir untuk membuat deviasi sekecil mungkin, lalu membuat perubahan deviasi pada haluan terjadi secara berangsur-angsur dan merata sehingga akan menjamin keselamatan pelayaran” Kata Kapushidrosal.

Hadir dalam acara tersebut di antaranya, Wakapushidrosal Laksamana Pertama TNI Dr. Ir. Trismadi, perwakilan Ditpolair, Yonbekang/Air, Pelindo, Syahbandar Tanjung Priok, IKPPMI, IMARE, Akademi Maritim DJADAJAT, PT. Tanto, PT. SPIL, serta segenap pejabat utama Pushidrosal.(disp/red)

Categories
TNI

TNI AL Gelar Sidang Wanbangopstik-LXXV/2019 di Pushidrosal

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut menggelar sidang Dewan Pengembangan Operasi dan Taktik (Wanbangopstik) ke-75 Tahun 2019, di Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Jalan Pantai Kuta V/I, Ancol Timur Jakarta Utara, Senin (18/11/2019).

Sidang yang digelar selama dua hari kedepan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Operasi dan Latihan Angkatan Laut (Kadisopslatal) Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., mewakili Asisten Operasi (Asops) Kasal Laksamana Muda TNI Didik Setiyono, S.E., M.M.

Hadir dalam acara tersebut para pejabat utama Kotama TNI AL diantaranya Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., selaku Penanggung jawab Penyelenggaraan kegiatan, Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Dr. Amarullah Octavian, ST., M.Sc., Dirdiklat Laksamana TNI Deny Septiana, Kepala Staf Koarmada I Laksamana Pertama TNI Bambang Irwanto, Komandan Pasmar 2 Brigjen TNI (Mar) Ipung Purwadi, M.M, serta sejumlah 202 Perwira menengah dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya Asops Kasal menyampaikan forum ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan pola operasi taktik serta pengembangannya dengan uji coba konsep operasi peperangan matra laut dalam rangka mendukung tugas TNI Angkatan Laut.

Sebagai komponen utama pertahanan negara di laut, sesuai undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI Angkatan Laut bertugas melaksanakan tugas TNI Matra Laut di bidang pertahanan dalam rangka melaksanakan tugas tersebut perlu dilakukkan pembinaan terhadap kekuatan alutsista dan prajurit yang dimiliki dalam bentuk penggelaran latihan-latihan untuk emndukung gelar tugas operasi. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang terus berkembang maka beberapa buku petunjuk perlu diadakan pemutakhiran atau bila diperlulkan dilaksanakan penghapusan disesuaikan dengan dinamika perkembangan saat ini serta perlunya penyusunan buku petunjuk baru yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi tersebut, tambahnya.

Sidang Wanbangopstik kali ini mengambil tema “Melalui wanbangopstik ke-75 Tahun 2019 kita tingkatkan kesiapan dan kemampuan system senjata terpadu guna mendukung tugas TNI Angkatan Laut” diharapkannya dapat tersusun doktrin turunan tentang operasi dan taktik peperangan matra laut sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi.

Materi yang dibahas pada sidang wanbangopstik ke-75 kali ini antara lain, petunjuk penyelenggara operasi salvage TNI Angkatan Laut, petunjuk penyelenggara pelatihanoperasioanal koarmada, petunjuk penyelenggara operasi survei dan pemetaan hidro-oseonografi, petunjuk referensi pengerahan satuan korps Marinir dalam operasi membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan, petunjuk referensi penilaian penilaian latihan puncak TNI Angkatan Laut “Armada Jaya” serta petunjuk penyelenggaraan latihan bersama TNI Angkatan Laut.

Diakhir sambutannya Asops Kasal memberikan penekanan yang perludijadikan pedoman diantaranya memanfaatkan forum tersebut untuk mendiskusikan doktrin dan buku petunjuk lainnya untuk mendukung pelaksanaan operasi, melaksanakan diskusi forum secara serius dan sistematis dalam nuansa akademis guna menggali pengembangan pemikiran-pemikiran baru yang kreatif dan solutif serta inovatif, diskusi harus dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan referensi yang jelas dan yang terakhir menemukan solusi yang terbaik dalam rangka menyusun buku petunjuk baru sesuai dengan dinamika perkembangan saat ini.(disp/red)

Categories
Militer TNI

Pushidros TNI AL Kawal Sandar Perdana Kapal Cruise Sun Princess di Pelabuhan Gilimas Lombok

Koran Jurnal, Jakarta – Untuk pertama kalinya, Pada Tanggal 5 November 2019, Pukul 07.00 WITA, kapal cruise Sun Princess berhasil sandar di Terminal Gilimas Lombok. Kapal tersebut sandar di dermaga Gilimas dengan menggunakan peta navigasi elektronik/Electronic Navigational Charts-ENC yang dibuat oleh Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).

Kapal yang memilliki Panjang 261 meter dan draft 8,2 meter ini mengangkut 1988 turis dari Fremantle Australia yang akan berkunjung ke Lombok. Pada saat ini Lombok merupakan salah satu destinasi wisata “super prioritas Mandalika” yang menjadi andalan Indonesia.

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., menyampaikan bahwa penggunaan peta navigasi elektronik (Electronic Navigational Charts-ENC) oleh kapal-kapal berbagai tipe dan ukuran dalam bernavigasi di laut sudah menjadi suatu kebutuhan selain kewajiban dimana hal tersebut telah diatur dalam konvensi safety of life at sea (SOLAS) International Maritime Organization (IMO).

“Sebagai Lembaga hidrografi nasional Pushidrosal terus melakukan upaya-upaya penyediaan ENC diseluruh perairan NKRI untuk meningkatkan keselamatan bernavigasi dan perlindungan lingkungan laut serta pariwisata bahari, khususnya dalam rangka mendukung destinasi wisata super prioritas” katanya, Selasa (05/11/2019).

Penyediaan ENC merupakan tugas Pushidrosal dalam mendukung visi pemerintah, mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, sekaligus menggalakkan destinasi daerah wisata di tanah air.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemetaan Pushidrosal, Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana Pribadi, MM, menambahkan bahwa dalam rangka merespon permintaan pengguna ENC dalam hal ini kapal-kapal pesiar (cruise) berdraft besar yang akan berlabuh di pelabuhan Gilimas Lombok dibutuhkan ENC sekala besar dengan kategori Harbour.

Ia menegaskan bahwa ENC Terminal Gilimas merupakan produk yang memiliki standar internasional S-57 yang telah ditetapkan oleh International Hydrographic Organization (IHO) dengan kriteria tertentu yang bertujuan memastikan keamanan navigasi yang diperlukan oleh kapal-kapal yang membutuhkan kepastian kedalaman yang aman di bawah lunas.

“Seluruh kedalaman dan object yang menonjol pada alur Pelabuhan Gilimas telah diidentifikasi dan diinvestigasi secara seksama untuk memastikan tidak ada bahaya navigasi yang terlewatkan” ujarnya.

Berhasil sandarnya kapal cruise Sun Princess akan menjadi pintu pembuka jalan bagi kapal-kapal cruise lainnya untuk mengunjungi salah satu destinasi wisata “super prioritas” ini diantara 4 destinasi super prioritas lainnya yang akan difokuskan pengelolaannya oleh pemerintah yaitu: Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo dan Likupang Sulawesi Utara.

Dengan meningkatnya kapal-kapal yang masuk ke pelabuhan Gilimas khususnya kapal pesiar diharapkan kegiatan ekonomi sektor pariwisata Indonesia akan meningkat. Selanjutnya terkait dengan destinasi tersebut, Pushidrosal akan terus memberikan dukungan penuh serta pelayanan prima dalam menjamin keselamatan navigasi bagi kapal-kapal pesiar yang akan berlabuh dalam rangka meningkatkan perekonomian nasional.(disp/red)

Categories
International TNI

Dua Perwira Pushidros TNI AL Terpilih Menjadi Pembicara di Konferensi ABLOS ke-10 Tahun 2019

Koran Jurnal, Monaco – Dua Perwira Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal terpilih) sebagai pembicara pada kegiatan Joint IAG-IHO Advisory Board on the Law of the Sea -10th ABLOS Conference 2019 yang berlangsung di Monaco, 8 hingga 10 Oktober 2019.

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. menyampaikan, kedua perwira menengah Pushidrosal tersebut yakni Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana. P, S.H., sehari-hari menjabat sebagai Kepala Dinas Pemetaan dengan tulisan berjudul “Legal Status of the International Warships Wrecks in Indonesian Waters” dan Mayor Laut (KH) Sigit Sutadi Nugroho, S.H. sehari-hari menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Hukum Laut Internasional, Bagian Hukum Pushidrosal dengan tulisan berjudul “Delimitation of Internal Waters on Archipelagic States-Case Study Indonesia”.

“Paper dari Indonesia itu masuk dalam 25 yang terpilih untuk dipaparkan di forum tersebut, dari lebih dari 60 paper yg dikirimkan,” kata Kapushidrosal.

ABLOS (Advisory Board on the Law of the Sea) merupakan salah satu Working Group yang beranggotakan para pakar hukum laut internasional yang berada di bawah Organisasi Hidrografi Dunia yakni International Hydrographic Organization (IHO). ABLOS bertujuan memberikan saran masukan, bimbingan teknis dan jika diperlukan dapat memberikan pendapat tentang aspek geografi dan atau geodesi serta ketentuan hukum laut kepada IHO dan negara anggota ABLOS lainnya

“Selain itu, ABLOS juga melakukan tinjauan terhadap praktik-praktik negara dan yurisprudensi tentang permasalahan hukum laut yang relevan dengan tugas dan fungsi Dewan IHO sehingga berada dalam posisi untuk memberikan pendapat sebagai ahli ketika dibutuhkan. ABLOS akan mempelajari, mensosialisasikan, dan mendorong perkembangan teknik yang tepat dalam menerapkan ketentuan teknis yang terkandung dalam United Nation Conventions on the Law of the Sea (UNCLOS) dan menerbitkan serta memperbaharui publikasi ABLOS” jelas Kapushidrosal.

Kegiatan ABLOS Conference merupakan pertemuan tahunan yang dihadiri oleh Sekertaris Jenderal IHO, Direktur IHO, dewan penasehat, perwakilan dari Anggota IHO dan perwakilan dari negara-negara anggota IHO. Pada tahun ini pelaksanakan konferensi ABLOS yang ke 10 bertempat di Negara Monaco pada tanggal 8-9 Oktober 2019, adapun tema yang diangkat adalah “Opportunities and Challenges in the Governance of the Planet Ocean”. Bertindak sebagai Key Note Address adalah Prof. Dr Ronan Long-Director, WMU Sasakawa Global Ocean Institute, menyampaikan materi tentang The Draft Agreement on Marine Biodiversity beyond National Jurisdiction: New Opportunities and Challenges in Ocean Governance.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Kapushidrosal: Kebijakan Satu Peta, dapat mengacu pada data spasial yang akurat dari Pushidrosal

Koran Jurnal, Jakarta – Perpres No. 9 Tahun 2016 tentang Kebijakan Satu Peta yang merupakan salah satu program prioritas dalam pelaksanaan Nawa Cita pemerintahan Presiden Jokowi.

Kebijakan Satu Peta bidang Maritim yang akan digulirkan oleh Pemerintah dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan, penyediaan infrastruktur, dan berbagai kebijakan nasional pembangunan bidang kemaritiman.

Nantinya dapat mengacu pada data spasial yang akurat dari Pushidrosal dengan Publikasi yang telah dikeluarkan, yaitu Peta Laut Indonesia (PLI) baik Peta Kertas maupun Elektronik.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H, saat menerima kunjungan Ir. Agung Kuswandono , MA. Deputi Bidang Kordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Kemenkomar yang didampingi Tito Setiawan (Sekretaris Deputi) dan Rasman Manafi (Kepala Bagian Program Sumber Daya Alam) di Mako Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Senin (26/08/2019).

Menurut Kapushidrosal lebih lanjut, peningkatan kerjasama dengan Kementerian dan Lembaga (K/L) kemaritiman dalam upaya menata wilayah laut dapat memanfaatkan PLI baik kertas maupun elektronik dan Indonesian Marine Geospatial Information Centre (I-Magic) milik Pushidrosal yang dapat di-overlaykan ke Puskodal K/L kemaritiman, sehingga dapat memberikan informasi tidak hanya untuk keselamatan pelayaran, tetapi juga sebagai peta dasar dalam mengelola wilayah laut.

Sementara itu, Deputi Bidang SDA Kemenkomar mengharapkan kepada Pushidrosal untuk bekerja sama dalam mengolah data base yang gunanya untuk mewujudkan Indonesia menjadi poros maritim dunia, sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia dan bukan sekedar hanya menjadi wacana. Diharapkan Pushidrosal ikut mendukung program tersebut dan selalu meng-update data-data hidrografi, sehingga data-data yang sekarang menjadi data terbaru yang dihasilkan oleh Pushidrosal.

Pada kunjungan itu, Kapushidrosal juga mengajak tamunya untuk berkunjung di ruang Imagic, disana dijelaskan bahwa mudahnya kita saat ini mendapatkan data-data yang akurat tentang pelayaran, jumlah kegiatan yang terjadi di tengah laut, dan data pasang surut yang terjadi diseluruh pesisir laut.
Data tersebut dilakukkan update secara berkala sesuai prioritas melalui survei lapangan, kunjungan selanjutnya ke ruang pembuatan peta kelautan di Dinas Pemetaan, serta Dinas Produksi dan Distribusi (Disprodisi) yang mencetak Peta Laut dan Publikasi Nautika.

Turut mendampingi Kapushidrosal dalam menerima kunjungan tersebut, Wakapushidrosal Laksamana Pertama TNI Dr. Ir. Trismadi, serta segenap pejabat utama Pushidrosal.(pen/red)

Categories
IPTEK TNI

Kapushidrosal: Pentingnya Hidrografi dalam Penyelenggaraan Pembangunan Nasional

Koran Jurnal, Surabaya – Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H memeparkan pentingnya hidrografi dalam penyelenggaraan pembangunan nasional pada forum Geomatics International Conference 2019 (GEOICON 2019) yang digelar Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di Ballroom Swiss Bell Inn Hotel, Surabaya, Rabu (21/08/2019).

Dalam event yang bertema “Geospatial Technology for Mapping The Future: Integrating Land And Marine Development” ini Kapushidrosal diundang oleh penyelenggara sebagai Keynote Speakers. Hadir pula pembicara lain, di antaranya Dr. Ian Church Assistant Professor, Department of Geodesy and Geomatics Engineering, University of New Brunswick, Canada., Prof Kai Wei Chiang, Geomatics Engineering Department, National Cheng Kung University, Taiwan., serta Prof Wan Mohd Naim, Head of Strategic Planning Unit, Universiti Teknologi Mara, Malaysia

Pada kesempatan itu, Kapushidrosal memaparkan tentang Tugas pokok Pushidrosal selaku penyedia data dan informasi hidro-oseanografi berupa Peta Laut Indonesia (PLI) baik peta kertas maupun elektronik bagi kepentingan umum maupun militer.

Menurut Kapushidrosal, Indonesia merupakan negara maritime yang besar, kepentingan nasional dapat dicapai dengan menggunakan lingkungan maritime sebagai salah satu medianya. Ini didasarkan karena Perairan Indonesia merupakan perairan yang sangat strategis, karena sebagai Sea Line of Communication(SLOC) dan Sea Lane of Oil Trade (SLOT) bagi kapal-kapal yang berlayar mengingat posisi Indonesia berada pada persilangan dua samudera dan dua benua, serta 4 dari 9 choke point dunia berada di Indonesia.

“Lebih dari 80% perdagangan dunia dilaksanakan melalui laut, 40% melalui perairan Indonesia. Oleh sebab itu dibutuhkan data dan informasi hidro-oseanografi yang akurat, terpercaya dan mutakhir berupa peta laut Indonesia dan publikasi nautika terbitan Pushidrosal termutakhir yang dapat memberikan jaminan keselamatan bagi-kapal-kapal yang berlayar di perairan Indonesia,” katanya.

Dalam penentuan batas maritime, data hidrografi dipergunakan dalam mendukung kebijakan politik luar negeri dalam menentukan batas maritime antar negara. Dalam hal ini Pushidrosal merupakan staf teknis Kementerian Luar Negeri RI. Data hidrografi yang akurat sangat vital dan merupakan persyaratan dasar penentuan batas maritime sesuai ketentuan UNCLOS’82.

Selain itu, hidrografi juga memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan kelautan, seperti pengembangan/pembangunan pulau-pulau kecil, pengembangan pariwisata bahari, pembuatan peta tematik area konservasi laut, zonasi laut, data untuk analisa pertahanan laut nasional, serta pembangunan pelabuhan, alur pelabuhan, ALKI dan alur strategis untuk tol laut dalam rangka mewujudkan Poros Maritim Dunia.

“Dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa Pushidrosal adalah center of grafity dalam kebijakan Poros Maritim Dunia” tegas Kapushidrosal.(pen/red)

Categories
IPTEK TNI

Dukung Tol Laut, Pushidros TNI AL Perbarui Peta Laut Perairan Larantuka NTT

Koran Jurnal, Larantuka – Larantuka merupakan kota Pelabuhan yang  berada tepat di bawah kaki gunung Mandiri dan merupakan salah satu lokasi dengan aktifitas pelabuhan teramai di NTT. Kota dengan julukan kota Bunda Maria atau Reinha Rosari ini merupakan kota di pesisir yang diapit oleh dua pulau yakni Pulau Adonara dan Pulau Solor.

Guna mendukung Tol Laut dan  konektivitas antar pulau, antara Pelabuhan dengan pelabuhan lainnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI), Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) melakukan survei dan pemetaan hidro-oseanografi di perairan Larantuka-NTT, untuk memperbarui data Alur Pelabuhan dan Perairan Pelabuhan Larantuka serta Publikasi Nautika perairan tersebut.

“Survei ini dilaksanakan guna mendukung Tol Laut dan konektivitas antar pulau di wilayah Timur Indonesia Khususnya di Perairan Larantuka dengan pelabuhan lainnya, untuk mengurangi diparitas harga barang antar Provinsi dan antar Pulau serta menjamin keselamatan navigasi dan keamanan pelayaran di perairan  tersebut,” Kata Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. (30/06/2019).

Menurutnya, Pelabuhan Larantuka merupakan lokasi transportasi utama di Kabupaten Flores Timur untuk berhubungan dengan Pulau-Pulau sekitarnya termasuk dengan kota Kupang Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pelabuhan Larantuka terpetakan dalam Peta Laut Indonesia (PLI) Nomor 301 berdasarkan sumber data survei pada perairan Larantuka terakhir, yang dilaksanakan survei hidrografi Belanda pada tahun 1908-1909. Sehingga sudah terjadi banyak perubahan kedalaman di perairan dan morfologi pantai sehingga memerlukan pemutakhiran data survei Hidro-Oseanografi.

Berkaitan dengan hal tersebut Pushidrosal menggelar Operasi “Kerta wardana 04-2019”  dibawah pimpinan Komandan Unit Survei -7 Mayor Laut (P)  A. Agus Sutomo, S.T. Operasi Kerta wardana 04-2019 bertugas melaksanakan operasi survei Hidro-Oseanografi yang meliputi akuisisi, pengumpulan, pengolahan dan penyajian data Hidro-oseanografi di perairan Larantuka, Flores Timur NTT, yang dalam beberapa hari lagi akan segera menuntaskan tugasnya melakukan Update data Hidrografi, Oseanografi, Geografi Maritim serta sarana bantu navigasi pelayaran di perairan tersebut.

Kabupaten Flores Timur merupakan penghasil kacang mede (jambu mete) sebesar 11.344 ton yaitu sebesar 44.67% dari total produksi tanaman perkebunan di Flores Timur, Kecamatan penghasil jambu mete terbesar yaitu kecamatan Tanjung Bunga sebesar 1.863 ton, sebagai sumber pendapatan tambahan  masyarakat setempat. Dengan tol laut dan konektivitas antar pulau lancar, diharapkan proses distribusi barang (terutama bahan pangan) dan komoditas di Indonesia,  utamanya di kawasan Timur Indonesia  menjadi semakin mudah.

Selain itu data survei yang diperoleh dapat digunakan oleh Pemda setempat utuk perencanaan tata ruang di laut dan pengelolaan sumberdaya kelautan.(Disp/red)