Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL-UKHO Sepakat untuk Terus Tingkatkan Kerjasama di Bidang Hidrografi

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dan The United Kingdom Hydrographic Office (UKHO) sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

Hal tersebut merupakan pokok pembahasan dalam kunjungan National Hydrographer of United Kingdom Rear Admiral Peter Sparkes ke Pushidrosal. Kamis (20/02/2020).

Dalam kunjungan itu, Rear Admiral Peter Sparkes yang didampingi Mr. Steve Druce dan Mr Christopher Hunt selaku Head of Partnering and Engagement of Asia pasific, , diterima langsung oleh Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. yang didampingi pejabat utama di anjungan utama Pushidrosal Jalan Pantai Kuta V/1 Ancol Timur Jakarta Utara.

Dalam Pertemuan itu, dibahas beberapa kerja sama yang selama ini sudah terjalin erat antara Pushidrosal dan UKHO di antaranya tentang peningkatan capacity building SDM hidrografi. Selama ini, Pushidrosal secara rutin telah mengirimkan peserta kursus marine kartografi kategori B di UKHO Inggris, diharapkan kerja sama tersebut dapat berlanjut untuk meningkatkan profesionalisme personel Pushidrosal dan diharapkan kedepannya Pushidrosal diberikan kesempatan untuk bisa mengirimkan perwira untuk pendidikan yang lebih tinggi

Hal lain yang didiskusikan adalah tentang pendistribusian peta laut. Saat ini UKHO merupakan Partner Utama bagi Pushidrosal dalam hal pendistribusian peta terutama peta ENC, diharapkan hal ini dapat terus ditingkatkan di masa datang.

Kerja sama peta dual badge antara Pushidrosal dan Inggris yang berjumlah 57 nomer peta saat ini sudah terlaksana sejumlah 42 nomer, diharapkan 15 nomer peta lagi dapat segera diselesaikan

Pada kesempatan tersebut Kapushidrosal juga menyampaikan bahwa Indonesia telah berhasil mengajukan trafic separation Scheme (TSS) di selat sunda dan selat lombok dan telah di adopsi dalam peta laut, dan akan diberlakuakn secara penuh pada 1 juli 2020, diminta untuk Admiralty dan peta ENC dari UKHO dapat menyesuaikan dengan memasukan kedua TSS tadi

Sementara itu, National Hydrographer of United Kingdom Rear Admiral Peter Sparkes mengapresiasi kemajuan Kantor Hidrografi Indonesia, serta eksistensi dan kontribusi Pushidrosal terhadap berbagai kegiatan di IHO, serta aktif dalam 3 regional hydrographic Commission yaitu EAHC, NIOHC dan SWPHC yang memiliki cakupan area yang sangat luas.

Rear Admiral Peter Sparkes menyampaikan, bahwa secara geografis wilayah Indonesia berada pada posisi yang sangat strategis, sehingga Misi untuk Menjadi World Maritime Fulcrum bukan lah suatu hal yang salah, keberadaan kantor hidrografi yang kuat dan modern sangatlah penting untuk mewujudkan hal tersebut.

UKHO mengakui bahwa Indonesia merupakan partner yang penting bagi Inggris, sehingga kedepannya kerja sama antar dua kantor hidrografi dapat terus ditingkatkan lagi.(disp/red)

Categories
Megapolitan TNI

National Hydrographer of United States Kunjungi Pushidros TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – National Hydrographer Of United States Rear Admiral Shepard M. Smith mengunjungi Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal), dalam rangka mempererat kerja sama Angkatan Laut Amerika Serikat/US Navy dengan TNI AL terutama di bidang hidrografi.

Kunjungan Rear Admiral Shepard M. Smith yang merupakan Chief Hydrographer Amerika Serikat ini, diterima langsung oleh Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. yang didampingi pejabat utama di anjungan utama Pushidrosal Jalan Pantai Kuta V/1 Ancol Timur Jakarta Utara. Senin (17/02/2020).

Pertemuan Chief Hydrographer Amerika Serikat dan Indonesia tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kedua pihak saling bertukar pikiran dan berdiskusi mengenai Angkatan Laut kedua negara, utamanya dalam bidang hidrografi. kegiatan tersebut juga sebagai sarana menjalin hubungan yang baik dan meningkatkan kerjasama antara TNI AL dan Angkatan Laut Amerika Serikat dalam kerangka Navy to Navy Talk, khususnya dalam peningkatan Capacity building antar kedua kantor hidrografi.

Pada kesempatan itu, Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H, menyampaikan bahwa Indonesia yang diwakili Pushidrosal, selain sebagai anggota IHO, juga berupaya meningkatkan kiprah dan perannya dalam organisasi regional seperti EAHC, NIOHC maupun SWPHC untuk menunjukkan kontribusi dan memperluas kerjasama kawasan regional dalam bidang hidrografi.

Pushidrosal juga terus meningkatkan pelayanan publik dengan mengembangkan terus Marine Spatial data Infrastructure (MSDI), dengan mengembangkan Hydrographic Data Center menjadi Indonesian Marine Geospatial Information Center (IMaGIC) yang menjadi sumber informasi bagi masyarakat luas tentang masalah kehidrografian.

Hal tersebut sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah yang mendudukkan sektor kemaritiman sebagai salah satu pilar prioritas pembangunan nasional, sesuai visi Pushidrosal, yaitu mewujudkan Pushidrosal sebagai lembaga hidrografi nasional dan Pusat Informasi Geospasial Kelautan terbaik di dunia.

Sementara itu, menurut Rear Admiral Shepard M. Smith yang pada kunjungan ini didampingi Atase Angkatan Laut Captain Stacey Prescot, kunjungan ke Pushidrosal ini bertujuan untuk bertemu dan berdiskusi dengan negara yang sama-sama anggota International Hydrographic Organization (IHO) tentang masalah kehidrografian dan peluang menjalin kemitraan hidrografi antara The National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan Pushidrosal.

Menurutnya, menjalin kemitraan hidrografi dengan Indonesia merupakan hal yang sangat penting, karena secara geografis, posisi wilayah Indonesia yang sangat strategis karena terletak di antara dua samudera dan dua benua, sebagai jalur pelayaran internasional yang sangat padat.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

Negara-negara Pasifik Barat Daya Apresiasi Kemajuan Hidrografi Indonesia

Koran Jurnal, Wollongong – Negara-negara kawasan Pasifik Barat yang tergabung dalam South West Pacific Hydrographic Commission (SWPHC) mengapresiasi keberhasilan dan kemajuan Indonesia dalam bidang hidrografi.

Apresiasi itu disampaikan dalam Konferensi Hidrografi Regional Pasifik Barat Daya ke -17, atau17th South West Pacific Hydrographic Commission Conference (SWPHC) 12-14 Februari 2020 di Hotel Wollongong North Beach, Wollongong Australia dengan Australian Hydrographic Office (AHO) berlaku sebagai tuan rumah.

Dalam konferensi ini, Delegasi Indonesia dipimpin Wakapushidrosal sekaligus sebagai Deputy Chief Hydrographer Laksma TNI Dr. Ir. Trismadi yang hadir mewakili Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H.selaku Chief Hydrographer Indonesia, yang didampingi oleh Kasubdit Kerja sama Pushidrosal, Letkol Laut (P) Franciscus Asisi Mahendra.

Apresiasi itu diberikan kepada Indonesia dalam hal ini Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) terkait terlaksananya survei Danau Toba (inland waterways), keberhasilan pembuatan Trafic separation Scheme di selat Sunda dan Selat Lombok, keberhasilan dalam menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, pelaksanaan Maritime Safety Information (MSI) Training dan MSI Database Workshop yang merupakan kegiatan capacity Building lintas regional serta bersandarnya kapal Cruise Sun Princess Cruise milik Carnival Cruise Company baik di pelabuhan gili mas Lombok serta Splendor Cruise di Pelabuhan Benoa Bali, karena adanya jaminan Peta Laut yang akurat.

Konferensi SWPHC yang diadakan di Wollongong ini merupakan Rapat tahunan yang dilaksanakan sebagai bentuk Evaluasi Negara Pasifik barat daya terkait dengan kegiatan survei dan pemetaan di Tahun 2019, sekaligus penyampaian Agenda serta rencana kegiatan masing-masing Kantor Hidrografi di Tahun 2020 terutama kegiatan yang berkaitan baik dengan organisasi Hidrografi Internasional (IHO) maupun dengan regional SWPHC sendiri

Selain itu juga dilaksanakan sharing experience antara Negara anggota SWPHC dan beberapa pelaku bisnis di Bidang Survey dan pemetaan seperti: Fugro, Eomap, Teledyne CARIS, IIC Technologies dan Carnival Cruise, salah satu tujuannya sebagai upaya untuk dapat meningkatkan kemampuan teknis hidrografi dan kartografi dengan mengedepankan teknologi yang disesuaikan dengan tema hari hidrografi Dunia 2020 “Hydrography Enabling Autonomous Technologies”.

Dalam salah satu sesi disebutkan adanya peluang serta permintaan untuk dapat menjadikan Labuhan Bajo sebagai salah satu tujuan Wisata yang bias disinggahi oleh kapal Cruise, hal ini cukup sejalan dengan program pemerintah yang menjadikan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi Wisata super prioritas yang nantinya akan dijadikan salah satu Objek Wisata Premium di Indonesia

Untuk peningkatan capacity di Kawasan Pushidrosal memenawarkan suatu kegiatan Workshop dan Seminar terkait dengan Marine spatial data Infrastructure (MSDI) yang direncanakan akan diselenggarakan pada triwulan ke tiga tahun 2020 oleh Pushidrosal kepada negara anggota SWPHC diharapkan untuk bisa hadir dan berpartisipasi dalam program tersebut.

Selain itu, Pushidrosal juga menawarkan kepada negara anggota SWPHC untuk dapat mengirimkan perwira Angkatan Laut sebagai siswa pada pendidikan kursus hidrografi Cat B dengan sertifikasi IHO yang secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

Untuk rapat tahunan SWPHC tahun 2021 akan dilaksanakan di Tonga. Sementara untuk pemilihan Chairman terpilih New Zealand dengan Vice Chairman Tonga.(disp/red)

Categories
Opini TNI

Kapushidrosal: Jabatan adalah Amanah Sekaligus Penghargaan dari Pimpinan TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Serah terima jabatan adalah suatu hal yang biasa dalam sebuah organisasi, agar terjadinya regenerasi kepemimpinan. Di harapkan akan muncul ide-ide baru serta kreasi baru dari pemimpin yang baru sehingga organisasi jadi lebih hidup.

Pada hakekatnya jabatan yang diemban merupakan amanah sekaligus penghargaan dari pimpinan TNI AL, atas dedikasi dan loyalitas serta kemampuan yang dimiliki pada bidangnya, dengan harapan untuk lebih berkontribusi kepada organisasi, untuk memantapkan manajemen organisasi dihadapkan pada dinamika lingkungan dan tantangan tugas dimasa mendatang yang semakin kompleks.

Demikian antara lain amanat Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. saat memimpin acara serah terima jabatan (sertijab) Direktur Logistik (Dirlog) Pushidrosal dari Kolonel Laut (T) Armand Renaldy R., S.E., M.M kepada penggantinya Kolonel Laut (T) Andi Djaswadi, S.T bertempat di Ruang Serbaguna Pushidrosal Jl. Pantai Kuta V No.1 Ancol Timur Jakarta Utara. Jum’at (14/02/2020).

Kapushidrosal juga mengharapkan Pushidrosal sebagai lembaga Hidrografi Nasional akan lebih profesional dan senantiasa memiliki kualitas penampilan yang semakin baik, serta dapat menghasilkan produk dan informasi yang makin berkualitas dari waktu ke waktu pada dinamika Hidrografi yang terus berkembang saat ini, sehingga diperlukan loyalitas disertai semangat kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas.

Hal ini agar visi menjadikan Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional terbaik di dunia dapat tercapai.

Dalam kaitan dengan sifat tugas yang sangat dinamis, Kapushidrosal berharap agar profesionalitas, soliditas dan loyalitas harus berjalan seiring dan sejalan. Profesional tanpa soliditas tidaklah memiliki arti. Soliditas dan profesionalitas yang tinggi tanpa adanya loyalitas tentunya juga akan membahayakan organisasi.

Loyalitas merupakan prinsip yang harus dipegang teguh agar semangat pengabdian tidak mudah tergoyahkan oleh faktor eksternal yang akan merongrong soliditas.

Hal ini agar visi menjadikan Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional terbaik di dunia dapat tercapai. Tidak lupa, pemimpin Pushidrosal selalu mengingatkan kepada seluruh personel Pushidrosal bahwa “Hidrografi bukan hanya sekedar peta laut. Hidrografi adalah kunci gerbang perekonomian dan ujung tombak pertahanan laut suatu negara.”

Di akhir amanatnya, Kapushidrosal mengucapkan selamat bekerja dan bertugas kepada Kolonel Laut (T) Andi Djaswadi, S.T sebagai Dirlog Pushidrosal dan selanjutnya kepada Kolonel Laut (T) Armand Renaldy R., S.E., M.M Kapushidrosal menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasinya yang selama ini diberikan Pushidrosal serta selamat dan sukses dalam menempuh pendidikan Dikreg PPRA LX Lemhanas.

Hadir dalam acara tersebut para pejabat utama, perwira, bintara serta pegawai negeri sipil di jajaran Pushidrosal.(disp/red)

Categories
International TNI

EAHC-SC Meeting di Jepang, Pushidros TNI AL Sosialisasikan Penetapan TSS Selat Sunda dan Lombok 

Koran Jurnal, Tokyo – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menyosialisasikan penetapan Bagan Pemisahan Alur Laut atau Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok pada pertemuan ke-7 East Asia Hydrographic Commission (EAHC) Steering Committee di Aomi Government Building, Tokyo Jepang 5 sampai 7 Februari 2020.

Pada pertemuan itu, delegasi Indonesia diwakili oleh Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H didampingi oleh Dirpamkersamtas Kolonel Laut (E) Yanuar Handwiono, Kadispeta Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana. P, dan Kasubdis Petmilsus Letkol Laut (KH) Moh. Qisthi Amarona.

Pada kesempatan tersebut Pushidrosal menyampaikan presentasi tentang sosialisasi kesiapan adopsi Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok oleh IMO pada bulan Juni 2019 yang akan diberlakukan pada 1 Juli 2020.

Menurut Kapushidrosal yang merupakan Chief Hydrographer Indonesia, Forum ini merupakan wadah yang tepat untuk menyampaikan sosialisasi TSS tersebut, karena perwakilan negara anggota yang hadir merupakan pemangku utama dalam aspek keselamatan navigasi negaranya dan memiliki kemampuan untuk meneruskan informasi tentang keberadaan kedua TSS tersebut kepada pemilik kapal, serta komunitas pelaut dinegaranya yang akan berlayar melintasi Selat Lombok dan Selat Sunda.

“Selat Lombok dan Selat Sunda merupakan chokepoint strategis, bagian dari ALKI dan Selat yang dilewati oleh pelayaran internasional, sehingga penetapan TSS di Selat tersebut akan meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan laut sebagai bagian program kebijakan kelautan Indonesia” kata Kapushidrosal.

Dalam hal penetapan TSS Selat Sunda dan Selat Lombok ini Pushidrosal merupakan pendukung teknis penyiapan data hidrografi dan oseanografi dari proses survei hidrografi, penyiapan peta hingga penggambaran design TSS di atas peta.

Menanggapi sosialisasi Pushidrosal tentang penetapan TSS Selat Sunda dan Selat Lombok ini, delegasi Malaysia mengusulkan agar Indonesia juga membuat TSS lain di selat lain yang ramai lalu lintas pelayaran seperti Selat Makassar dan Selat Karimata.

Hal ini sehubungan dengan rencana pemindahan ibukota RI dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Diharapkan dengan membuat TSS baru tersebut dapat mengantisipasi peningkatan jalur transportasi laut dari dan ke ibukota baru.

Pertemuan ke-7 EAHC ini dihadiri oleh Jepang sebagai tuan rumah, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, China, Korea Selatan, Korea Utara dan Brunei Darussalam. Turut hadir pula perwakilan negara observer EAHC yaitu Amerika Serikat, Inggris, Vietnam dan Kamboja selain juga perwakilan dari IHO secretariat yang kali ini diwakili oleh IHO Director Capt. Abri Kampfer dengan jumlah total peserta yang hadir 50 orang.

Pertemuan diawali penyampaian singkat dari perkembangan terkini aktivitas IHO yang disampaikan oleh direktur IHO Captain Abri Kampfer, serta laporan tentang permasalahan dari 3rd IHO Council oleh Chair EAHC Dr. Yukihiro Kato, dan Pembangunan IHO Innovation and Technology Lab oleh MPA Singapore yang diharapkan akan menjadi cikal bakal Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hidrografi di masa yang akan datang.

Isu penting yang di bahas pada pertemuan ini adalah permaasalahan overlapping ENC antar negara yang memerlukan prioritas untuk dapat segera disepakati solusinya untuk menghindari ketidakpastian interpretasi dalam bernavigasi oleh para pelaut pengguna sehubungan dengan adanya duplikasi data. Terkait dengan permasalahan tersebut, juga disampaikan bahwa IHO telah membangun system yang dinamakan INToGIS yang diharapkan dapat membantu dalam memonitor adanya overlapping ENC antar negara produsen ENC.

Selain itu, agenda yang tidak kalah penting adalah review kapasitas Lembaga hidrografi di masing-masing negara sesuai standar IHO C-55 yang diukur berdasarkan ketersediaan populasi data hidrografi, liputan peta laut serta diseminasi informasi keselamatan maritim yang menjadi tolak ukur utama dalam MIMSAS (Mandatory IMO Member States Audit Scheme).

East Asia Hydrographic Commission (EAHC) merupakan salah satu dari 15 Regional Hydrographic Commission (RHC) dibawah International Hydrographic Organization (IHO), yang mewadahi kerjasama Hidrografi di area Asia Timur, berdiri Tahun 1971 atas inisiatif China, Indonesia, Jepang, Republic of Korea, Philippines, dan Thailand. Saat ini yang menjabat sebagai Chairman EAHC adalah Dr. Yukihiro KATO (Jepang) dan yang menjabat sebagai Vice Chairman EAHC adalah Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H (Indonesia).(disp/red)

Categories
Polhukam TNI

Tiga Negara Pantai Sepakati Strategi Peningkatan Kualitas Peta Navigasi Elektronik Selat Malaka-Singapura

Koran Jurnal, Tokyo – Tiga negara pantai yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapura menyepakati strategi peningkatan kualitas Peta Navigasi Elektronik Selat Malaka-Selat Singapura (Malacca and Singapore Straits – Electronic Navigational Charts (MSS-ENC).

Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan MSS ENC Steering Committee di Tokyo, Jepang pada tanggal 4 Februari 2020, yang dihadiri Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) sebagai wakil Indonesia, National Hydrographic Centre Malaysia, Maritime Port Authority – Hydrographic Division Singapura, dan Japan Hydrographic Association (JHA) sebagai administrator MSS ENC serta Japan Hydrographic Oceanographic Department.

Malacca and Singapore Straits – Electronic Navigational Charts (MSS ENC) adalah ENC produksi tiga negara Indonesia, Malaysia dan Singapura yang telah dipublikasikan sejak Tahun 2005 sebagai edisi pertama dengan MPA Singapura. Pada tanggal 17 Oktober 2019 yang lalu.

Pada pertemuan MSS-ENC/SC disepakati bahwa di masa mendatang MSS ENC akan beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan standarisasi survei hidrografi dan kartografi yang terus berkembang secara pesat.

Kehadiran Indonesia di MSS ENC Steering Committee meeting di Tokyo, Jepang dipimpin langsung oleh Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H yang didampingi oleh Dirpamkersamtas Kolonel Laut (E) Yanuar Handwiono, Kadispeta Pushidrosal Kolonel Laut (P) Oke Dwiyana. P, dan Kasubdis Petmilsus Letkol Laut (KH) Moh. Qisthi Amarona.

Pada kesempatan itu Kapushidrosal mengatakan bahwa Pushidrosal sebagai koordinator telah menerbitkan MSS ENC edisi ke-6 yang mana pembaruan MSS ENC edisi ke-6 tersebut mengakomodasi data hasil survei bersama (joint hydrographic survey) Tahun 2018 di area Traffic Separation Scheme (TSS).

“Sebagai Chairman MSS ENC, Pushidrosal akan terus meningkatkan kualitas produksi MSS ENC dengan dukungan pembaruan data dari littoral states” kata Kapushidrosal

Perubahan yang memerlukan perhatian secara khusus terutama terkait dengan beberapa perubahan besar dari kriteria teknis peta navigasi elektronik (Electronic Navigational Chart/ ENC) sebagaimana mandat organisasi IHO yaitu untuk menuju kepada migrasi dari kriteria standar sebelumnya (S-57/IHO) untuk menuju kepada adopsi dari standar internasional peta elektronik yang baru (S-100/IHO).

“Hal ini memerlukan langkah-langkah strategis untuk menghadapi tantangan perubahan tersebut dan salah satunya melalui pembentukan MSS ENC Task Group for S-101 implementation yang terdiri dari tenaga ahli peta elektronik dari tiga negara pantai Selat Malaka bekerjasama dengan Jepang” katanya

Pada pertemuan tersebut disampaikan laporan dan evaluasi hasil penjualan MSS ENC yang terus meningkat setiap tahunnya sebagai indikator meningkatnya kepercayaan pengguna laut. JHA menyampaikan apresiasi dari distributor-distributor tentang peningkatan kualitas data dan pembaruan data MSS ENC hasil joint hydrographic survey oleh littoral states.

Salah satu agenda penting dari kegiatan MSS ENC/SC ini adalah menetapkan strategi dan rencana kegiatan MSS ENC task group S-100 untuk dapat disiapkan sebagai antisipasi mandat IHO untuk S-100 series standard serta mendiskusikan hasil kegiatan joint hydrographic survey untuk dapat dipublikasikan pada 7th edition MSS ENC yang rencananya akan di launching pada awal tahun 2021. Jepang melalui JHA berperan sebagai administrator dan distributor MSS ENC sangat mengapresiasi dan akan mendukung upaya littoral states untuk dapat meningkatkan kualitas MSS ENC yaitu migrasi dari S-57 ke S-100 implementation.(disp/red)

Categories
TNI

Pushidros TNI AL Terima Penghargaan “Indriya Mandrawa” dari LAPAN RI

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menerima Penghargaan “Indriya Mandrawa” dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Citra Satelit Penginderaan Jauh 2020 yang berlangsung di Hotel Sari Pacific Jakarta, Selasa (28/01/2020).

Penghargaan tersebut diberikan Kepala LAPAN Thomas Jamaluddin dan diterima oleh Kadisinfolahta Kolonel Laut (KH) Irfan Winanto mewakili Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos.,S.H., M.H.

Penghargaan ini diberikan kepada Pushidrosal sebagai pelaku aktif dalam memanfaatkan data dan informasi satelit Penginderaan Jauh terbaik selama periode 2019, untuk kategori Kementerian dan Lembaga Pemerintah.

Penyerahan penghargaan tersebut merupakan salah satu langkah LAPAN untuk memacu penggunaan dan pemanfaatan data serta informasi satelit Penginderaan Jauh oleh stakeholder terkait.

Rakornas Citra Satelit Penginderaan Jauh tahun 2020 yang digelar LAPAN bertema “Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh Cerdas dan Inovatif untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia”. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala LAPAN Thomas Jamaluddin, dengan menampilkan Key note speaker Menristek Bambang S. Brojonegoro.(disp/red)

Categories
TNI

Italian National Hydrographer Kunjungi Pushidrosal

Koran Jurnal, Jakarta – Guna mempererat kerjasama di bidang hidrografi antara kantor hidrografi Indonesia dan Italia, Italian National Hydrographer Rear Admiral Luigi Sinapi mengadakan kunjungan ke Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) Jalan Pantai Kuta V/1 Ancol Timur Jakarta Utara, Rabu (22/01/2020).

Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan setelah beberapa waktu yang lalu Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. mengadakan kunjungan kerja ke Kantor Hidrografi Italia/Italian Hydrographic Institute di Genoa, Italia.

Italian National Hydrographer Rear Admiral Luigi Sinapi yang didamping Ltc Stefano Cossu (Defence Italian Hydrographic and National Hydrographer ) dan Athan Italia Orthello Orchini ini, diterima langsung oleh Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. yang didampingi pejabat utama di anjungan utama Pushidrosal.

Pertemuan kedua Chief Hydrographer tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kedua belah pihak sepakat untuk lebih meningkatkan kerjasama dan kemampuan antara kedua kantor hidrografi, utamanya dalam pengembangan dan pembangunan capacity building untuk meningkatkan profesionalitas personel yang dihadapkan dengan tuntutan global bidang kemaritiman khususnya aspek hidrografi.

Selain itu, kegiatan tersebut juga sebagai sarana menjalin hubungan yang baik dan meningkatkan kerjasama antara TNI AL dan Angkatan Laut Italia dalam kerangka Navy to Navy Talk.

Pada kesempatan itu, Rear Admiral Luigi Sinapi berkesempatan untuk mengunjungi Dinas pemetaan Pushidrosal, dan menerima penjelasan dari Kapushidrosal tentang sistem mekanisme kerja pemetaan dari akuisisi data hingga proses charting, yaitu pengumpulan data hidrografi di lapangan melalui survei, pengolahan data, hingga proses pembuatan peta. Selanjutnya mengunjungi Indonesian Marine Geospatial Information Center (IMaGIC), Dinas Produksi dan Distribusi (Disprodisi), serta Pusat Pendidikan Hidro-oseanografi.(pen/red).

Categories
Militer TNI

TNI AL Dukung Republik Demokratik Timor Leste Memiliki Kantor Hidrografi

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut dalam hal ini diwakili Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) akan mendukung dan membantu Republica Democratic de Timor-Leste (RDTL) untuk dapat memiliki kantor Hidrografi guna menjamin keselamatan navigasi dan pelayaran di wilayah perairan RDTL.

Hal tersebut disampaikan Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H saat berkunjung ke Kantor Komponen Angkatan Laut Timor Leste dalam rangkaian kegiatan Satuan Tugas (Satgas) Port Visit Indonesia Maritim Envoy (IME) 19.B le Dilli, baru-baru ini.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kapushidrosal beserta Komandan Satgas dan Komandan unsur Satgas IME 19.B melaksanakan Courtesy Call dan diterima oleh pimpinan Komponen Angkatan Laut Timor Leste Capitao de fragata Joao Da Silva.

Menurutnya, saat ini Pushidrosal memiliki Peran yang cukup Strategis baik di IHO sebagai Anggota Dewan/Council serta Di regional sebagai Vice chairman EAHC dan pada tahun 2021 akan menjadi Chairman EAHC, sehingga Pushidrosal memiliki posisi yang cukup baik dalam membantu RDTL untuk menjadi anggota baik IHO maupun sebagai anggota regional EAHC.

“Pelabuhan Dili belum mempunyai Peta Laut maupun ENC yang diproduksi oleh pemerintah Timor Leste, peta laut yang ada merupakan peta laut lama yang dibuat oleh pemerintah Indonesia saat masih bergabung dengan Indonesia dan dari hasil bantuan Australia namun tidak pernah dilakukan pemutakhiran data,” kata Kapushidrosal, Sabtu (14/12/2019).

Pada kesempatan itu, Kapushidrosal yang juga merupakan Chief Hydrographer Indonesia tersebut menekankan pentingnya suatu negara Pantai untuk membangun suatu Kantor hidrografi demi menjamin tersedianya peta Laut bagi keselamatan bernavigasi, sehingga memberikan keyakinan kepada Kapal barang maupun Cruise ship untuk memasuki pelabuhan-pelabuhan yanga ada di RDTL sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi baik dari segi ekspor, impor maupun pariwisata serta membuka lapangan pekerjaan seluas luasnya terutama bidang Injasmar.

“Selain itu, keuntungan menjadi Anggota IHO maupun EAHC seperti memperoleh kesempatan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang survei dan pemetaan hidro-oseanografi melalui IHO Capacity Building maupun kerjasama-kerjasama yang dapat dilakukan oleh Negara-negara anggota IHO khususnya Negara-negara anggota EAHC,” pungkas Kapushidrosal.

Dalam kesempatan yang baik tersebut dengan didampingi Kepala Dinas Pendidilan TNI AL, Kapushidrosal juga menyampaikan tawaran kepada Komponen AL Timor Leste untuk mengirimkan Perwiranya untuk mengikuti pendidikan setingkat Seskoal dan Pusdikhidros yang selama ini juga telah diikuti oleh Angkatan Laut Negara Tetangga dan meningkatkan hubungan antara kedua Angkatan Laut dalam wadah Navy To Navy Talk (NTNT).(disp/red)

Categories
International TNI

Pushidros TNI AL Perkuat Delegasi Indonesia dalam Sidang Majelis IMO Ke-31 di Inggris

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) mengirimkan wakilnya untuk memperkuat Delegasi Indonesia dalam Sidang Majelis International Maritime Organization (IMO) ke-31 yang berlangsung di London, Inggris.

Pushidrosal mengirimkan wakilnya yaitu Kadisnautika Pushidrosal Kolonel Laut (P) Yudi Kuncoro dalam Sidang Majelis IMO ke-31 berlangsung dari tanggal 25 November hingga 4 Desember 2019 yang dihadiri oleh delegasi dari 174 negara, termasuk Indonesia.

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H menyampaikan bahwa dalam bidang tugasnya International Maritime Organization (IMO) dan International Hydrographic Organization sangat berkaitan dan saling berkaitan, sehingga dalam delegasi Indonesia diperlukan seorang Hidrografer. Oleh sebab itulah Pushidrosal termasuk dalam tim delegasi Indonesia di sidang IMO tersebut.

“IMO dan IHO mempunyai bidang tugas yang terkait dan saling mendukung demi kepentingan keselamatan navigasi pelayaran, sehingga diperlukan sinergitas antar kedua organisasi tersebut. Tidak mungkin kapal dapat berlayar dengan aman tanpa adanya informasi hidro-oseanografi berupa peta laut dan publikasi nautika lainnya” Kata Kapushidrosal.

Menurut orang nomor satu di jajaran Pushidrosal itu, selain terkait keselamatan navigasi, dalam sidang tersebut delegasi Indonesia berupaya dapat menjadi Anggota dewan IMO kategori C periode 2020-2021.

“Dengan menjadi anggota Dewan IMO menunjukan pengakuan dunia atas eksistensi Indonesia di sektor maritim Internasional, serta memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk ikut serta dalam menentukan kebijakan-kebijakan IMO yang sangat berpengaruh pada dunia kemaritiman” tambah Kapushidrosal yang juga merupakan Chief Hydrographer Indonesia tersebut.

Setelah melalui proses pemilihan suara, Indonesia terpilih kembali menjadi anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C Periode 2020 – 2021 dalam sidang IMO Assembly tanggal 29 November 2019 di London. Anggota Dewan IMO berisikan 40 negara dengan 3 kategori dari total 174 negara anggota IMO.(disp/red)