Categories
TNI

Tatap Muka Pembina dan Ketua Gabungan Jalasenastri Pushidros TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., selaku Pembina Jalasenastri Pushidrosal bersama Ketua Gabungan Jalasenastri Pushidrosal Ny. Dhiyah Budi Purwanto mengadakan tatap muka dengan anggota Jalasenastri Pushidrosal bertempat di ruang serbaguna Pushidrosal, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (15/5/2025).

Kegiatan dihadiri oleh Pejabat Utama, para Kadis/Kasatker Pushidrosal dimana Danpushidrosal antara lain menyampaikan bahwa Jalasenastri merupakan organisasi ekstra struktural TNI Angkatan Laut yang bertujuan untuk membantu kedinasan dalam meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI Angkatan Laut beserta keluarganya.

Jalasenastri bukan sekadar organisasi pendamping, namun juga merupakan pilar penting dalam membina ketahanan keluarga prajurit. Sebagai istri, ibu rumah tangga, dan anggota organisasi, ibu-ibu Jalasenastri harus mampu menempatkan diri dengan bijak, serta senantiasa menjaga keharmonisan dan mendukung suami dalam dinas, dan selalu bijak dalam menggunakan media sosial maupun untuk selalu menghindari gaya hedonisme dan flexing.

Sementara itu, Ketua Gabungan Jalasenastri Pushidrosal dalam pengarahannya menyampaikan bahwa Peran dan tanggung jawab istri sebagai pendamping prajurit TNI AL bukan hanya sebagai pendamping tetapi juga mitra strategis dalam tugas suami, namun harus menjadi sumber motivasi, stabilitas emosional, dan penyeimbang psikologis serta menjaga kehormatan keluarga sebagai bagian dari wajah institusi TNI AL.

Selain kegiatan yang diisi tatap muka oleh Pembina dan Ketua Gabungan Jalasenastri Pushidrosal, juga dilaksanakan paparan oleh Aspers Danpushidrosal Kolonel Laut (P) Hendi Suhendi S.E., CHRMP., tentang etika bermedia sosial dan hak-hak istri TNI, sosialisasi organisasi oleh Kasi Organisasi PG Jalasenastri Pushidrosal Ny. Dani Gultom dan diakhiri dengan sesi tanya jawab serta kegiatan Ice Breaking oleh Sie Budaya.

Acara ditutup dengan pesan inspiratif dari pembina Jalasenastri Pushidrosal “Dibalik kesuksesan suami, ada isteri yang setia mendampingi dan mendukungnya”, ungkapan ini menjadi pengingat akan pentingnya peran para istri prajurit sebagai penggerak dalam mendukung suami dalam menjalankan kedinasannya.(disp)

Categories
TNI

KSAU Marsekal TNI Tonny Harjono Tatap Muka Dengan Keluarga Besar Lanud Supadio Pontianak

Koran Jurnal, Pontianak – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M. berkesempatan untuk bertatap muka dengan keluarga besar Lanud Supadio, Pontianak di Graha Teddy Kustari, sebelum bertolak melanjutkan kunjungan kerja ke Lanud Raden Sadjad, Natuna, Selasa (7/5/2024).

Mengawali arahannya KSAU menyampaikan terkait tekad TNI AU ke depan yakni terwujudnya TNI AU yang AMPUH, Adaptif, Modern, Profesional, Unggul dan Humanis, dan kesiapan Lanud Supadio dalam menerima alutsista TNI AU yang terbaru yakni Pesawat Tempur Rafale yang secara bertahap dalam waktu dekat ini akan menjadi alutsista andalan Lanud Supadio.

Lebih lanjut Kasau mengajak kepada seluruh Prajurit TNI Angkatan Udara, untuk bersama-sama bekerja sama dan bersinergi dalam membangun TNI AU untuk menjaga stabilitas di Kawasan.

Dibagian akhir pengarahannya, KSAU menekankan kepada seluruh personel TNI AU untuk selalu menjaga nama baik TNI AU, dan jangan pernah terjerumus dalam kegiatan negatif seperti Narkoba, Judi Online, dan hal-hal yang dapat menghancurkan diri masing-masing, serta selalu menjaga hubungan baik dengan satuan-satuan lain juga lembaga-lembaga pemerintah, dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat dengan mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan.

Turut mendampingi KSAU dalam tatap muka ini, Pangkoopsudnas Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M., Asrena Kasau Marsda TNI Wayan Superman, Aspers Kasau Marsma TNI Djohn Amarul, S.A.B., Aslog Kasau Marsda TNI T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P, M.A., Aspotdirga Kasau Marsda TNI Andi Wijaya, S.Sos dan sejumlah pejabat utama Mabesau.(disp)

Categories
Daerah TNI

Dansatgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS Tatap Muka Bersama Para Tokoh Distrik Kanggime Papua

Koran Jurnal, Papua – Dansatgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS didampingi Danpos Kanggime Letda Inf Totok beserta beberapa anggota melaksanakan pertemuan dan tatap muka bersama para Tokoh Agama, Adat dan Pemuda termasuk Aparat Pemerintah yang berada di wilayah Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, Papua, Sabtu (02/10/2021).

Dalam pertemuan dengan para tokoh tersebut, banyak hal yang menjadi pertanyaan Dansatgas terutama dibidang keamanan. Hal ini dikarenakan Distrik Kanggime berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten puncak Jaya yang diketahui sampai saat ini masih sering terjadi penyerangan terhadap personel TNI oleh Kelompok Separatis Teroris (KST).

Dansatgas mengatakan bahwa dalam melaksanaan tugas pengamanan daerah rawan, Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS selalu berupaya mengambil dan merebut hati rakyat dengan cara mengenali Tokoh Mayarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Agama serta kelompok intelektual.

“Suasana yang aman dan damai dapat tercipta dari hubungan yang harmonis antara masyarakat dengan aparat keamanan yang ada diwilayah tersebut, dasar inilah yang mendorong saya menyempatkan diri untuk menemui para tokoh yang ada diwilayah Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dansatgas menyampaikan bahwa dirinya dan seluruh Prajurit Yonif 751 mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak-bapak Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Aparat Pemerintahan Distrik yang telah menyempatkan diri datang ke pos Satgas Yonif 751 yang ada di Kanggime ini.

“Saya berharap situasi yang sudah damai ini terus berlangsung dan seluruh masyarakat tidak dapat terpengaruh terhadap ajakan dari kelompok yang ingin membuat kekacauan didaerah ini,” katanya.

“Semoga hubungan yang sudah terjalin dengan baik ini dapat terus dijaga, dan saya juga berharap  para tokoh  disini dapat menegur personel satgas apabila ada yang melakukan kesalahan yang akan merusak citra TNI, terutama nama baik Yonif 751,” tambah Dansatgas.

Hal senada juga disampaikan oleh bapak Piter Gurik (60 th) selaku Tokoh Adat dan Panglima Perang Kanggime.

“Saya selaku Tokoh Adat dari Kanggime ini mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Danyon yang telah rela datang jauh-jauh dari Wamena, dengan melewati gunung-gunung dan lembah-lembah hanya untuk bertemu kami para tokoh yang ada di Kanggime ini,” ungkapnya.

“Hubungan kami dengan pos Yonif 751 sampai saat ini sudah sangat baik dan kami akan tetap jaga,” kata bapak Piter Gurik.

Disaat Dansatgas Yonif RK 751/VJS beserta rombongan akan meninggalkan Distrik Kanggime menuju Wamena, Bapak Yaguli Gurik (45 th) selaku Kepala Suki Kanggime sekaligus Sekwilcam Distrik Wolu menyerahkan buah merah besar kepada Dansatgas.

“Saya serahkan buah merah ini karena buah ini adalah buah yang baik buat kesehatan, semoga bapak Danyon dan semua anggota 751 selalu sehat dalam melaksanakan tugas,” ucap bapak Yaguli Garuk.(pen/red)

Categories
Kesehatan Pendidikan

Mendikbud: Pembukaan Sekolah Tatap Muka Harus Keputusan Bersama

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. SKB ini ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri yang diumumkan pada Jum’at 20 November 2020 di Jakarta.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menjelaskan bahwa keputusan untuk membuka sekolah tatap muka harus mendapatkan keputusan bersama dari pemerintah daerah, kepala sekolah dan Komite Sekolah.

“Komite Sekolah adalah perwakilan orang tua dalam sekolah. Jadinya kuncinya, ada di orang tua. Dimana kalau komite sekolah tidak membolehkan sekolah buka, sekolah itu tidak diperkenankan untuk buka,” ujarnya menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers perkembangan pemulihan ekonomi nasional di Kantor Presiden, Rabu (25/11/2020) yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Meski demikian, pemerintah daerah memiliki hak untuk membuka sekolah mana yang diizinkan untuk dibuka kembali. Alasan untuk dibukanya kembali sekolah tatap muka, menurut Nadiem karena permintaan dari pemerintah daerah itu sendiri.

Pemerintah daerah yang terdiri dari kecamatan hingga desa, bisa menilai sendiri mana daerah yang aman. Dan juga bagi sebagian masyarakat sangat sulit untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Lalu dari sisi orang tuanya, tidak perlu khawatir ketika sekolah tatap muka dibuka kembali.

Jika orang tua merasa tidak nyaman, sekolah tidak bisa memaksa anaknya masuk ke sekolah. Siswa tersebut bisa melanjutkan belajar melalui PJJ. “Jadi, _hybrid_ model ini akan terus berada. PJJ bukan berarti berakhir,” lanjut Nadiem.

Yang harus diketahui juga oleh masyarakat, ketika sekolah kembali dibuka, tidak seperti kondisi sebelum pandemi. Karena kapasitas maksimal dalam satu kelas hanya 50 persen dari total kapasitas. Pihak sekolah juga harus melakukan penjadwalan kegiatan belajar mengajar.

“Sekolah harus melakukan dua _shift_ minimal, agar bisa mematuhi aturan itu. Masker wajib dikenakan, tidak ada aktivitas selain sekolah, tidak ada kantin lagi, tidak ada ekskul (ekstrakurikuler) lagi, tidak ada olahraga lagi. Tidak ada aktivitas yang diluar lagi, siswa masuk kelas dan setelahnya langsung pulang,” kata Nadiem.

Sebelumnya memang sudah ada sejumlah daerah yang berada dalam zona hijau (tidak terdampak dan tidak ada kasus baru) dan zona kuning (risiko rendah). Dan itupun menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Untuk zona hijau saja kata Nadiem baru sekitar 75 persen sekolah melakukan tatap muka dan zona kuning hanya sekitar 20 sampai 25 persen melakukan tatap muka.

Dan ia mengakui memang membutuhkan waktu untuk membuka sekolah tatap muka. Karena harus memenuhi daftar periksa. Yaitu, ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun pakai air mengalir atau _hand sanitizer_ dan disinfektan. Juga harus mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memilki alat pengukur suhu badan atau thermogun.

“Jadi daftar periksa itu sangat komprehensif. Dan Pemda akan menggunakan diskresinya, karena Pemda tahu mana daerah yang sebenarnya rawan dan mana yang lebih aman. Dan ketika ada yang terkena Covid-19, maka harus langsung ditutup sekolahnya,” tegas Nadiem.(KPC/red)