Categories
Nasional Ragam TNI

TNI AD dan AMPI ‎Selenggarakan Lomba Generasi Milenia Bertema Nasionalisme

Koranjurnal.co.id, Jakarta – ‎Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, TNI Angkatan Darat bersama Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) mengadakan kerjasama dalam menyelenggarakan kegiatan lomba yang mengajak generasi muda untuk semakin mencintai Tanah Air dan Pahlawan Indonesia

“Kami dari Angkatan Darat bersama rekan-rekan dari AMPI mengadakan kerjasama yakni semacam kegiatan lomba generasi muda yaitu untuk generasi Melenia. Tujuan kegiatan lomba ini juga sebagai bagian dari salah satu misi TNI Angkatan Darat yaitu adalah Bersama Rakyat TNI Kuat,” jelas Mayjen TNI Widagdo Hendro Sukoco, Asisten Teritorial (Aster) Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) dalam keterangan pers yang disampaikan kepada rekan wartawan di Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Darat, Jalan Veteran, Jakarta (10/11/2017).

Aster KSAD mengatakan, kegiatan lomba untuk generasi muda yang pertama kali diadakan bersama AMPI bertujuan mencari masukan dari anak-anak muda/generasi muda tentang TNI Angkatan Darat.

“Inti dari kerjasama ini adalah TNI AD ingin mencari masukan dari anak-anak muda/generasi muda, tentang bagaimana masukan mereka tentang TNI Angkatan Darat dan bagaimana tanggapan mereka selama ini serta harapannya apa kepada TNI AD,” ujar Aster KSAD. 

Penyelenggaraan kegiatan lomba tersebut, TNI AD dan AMPI akan memperlombakan beberapa hasil karya anak-anak muda Melenia sekarang yang dalam aktivitasnya sehari-hari menggunakan aplikasi media sosial.

“Ada tiga kegiatan, yakni membuat Vlog (film singkat) terkait dengan Hari pahlawan. Dan diharapkan seluruh lapisan masyarakat khususnya generasi muda membuat Vlog masing-masing dengan durasi 1 (satu) menit. Bagaimana mereka memberikan semangat kepada TNI, memberikan masukan dan itu akan dilombakan dan diberi hadiah, dan juga membuat komik satu halaman terkait Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan, dan membuat Game Online yang menggunakan tokoh nasional yakni Gatot Kaca,” papar Aster KSAD,  Mayjen TNI Widagdo Hendro Sukoco.

“Anak-anak bermain game, tapi ini kita salurkan ‎dengan tokoh nasional dan ini sudah kita publikasikan sejak Oktober lalu dan peminatnya alhamdulilah cukup banyak. Memang kan dunia anak-anak sekarang kan tidak lepas dari itu,” tambahnya.

Aster KSAD berharap dengan kegiatan lomba tersebut, TNI AD mendapatkan masukan-masukan yang berguna. Selain itu, juga ingin agar generasi muda, ‎rasa nasionalisme dan rasa cinta tanah air ‎selalu tetap melekat di hati mereka. “Harapannya TNI Angkatan Darat mendapatkan masukan dari generasi muda, sehingga kedepan TNI AD dengan anak-anak muda yang juga merupakan bagian dari rakyat, semakin erat dan masukan-masukannya dapat berguna bagi TNI Angkatan Darat,” harapnya.

“Jadi harapannya dengan AMPI ini, mengajak anak-anak muda makin menjiwai negaranya, makin mencintai tanah airnya,” ujar Aster KSAD menambahkan.

Sementara itu, Ketua DPP AMPI Dito Ariotedjo mengatakan, bersyukur atas kerjasama dengan TNI AD dalam penyelenggaraan kegiatan lomba ini. “Kami bersyukur dengan kerjasama dengan TNI AD melalui bapak Aster KSAD,” ucapnya.

Lebih lanjut, Dito menuturkan, lomba tersebut akan disediakan hadiah dengan total puluhan juta rupiah. “Lomba ini akan ada hadiah berupa uang tunai, dan juga ada tambahan doorprize dengan total hadiah puluhan juta (rupiah),” kata Dito.

Untuk tim penilaian hasil karya lomba tersebut, lanjut Dito, nanti tim penjuriannya adalah dari kalangan profesional dan Dinas Penerangan ‎Angkatan Darat.

Lomba akan mulai dipromosikan kembali pada hari Senin (13/11) mendatang melalui media sosial digital dan online. Dari informasi yang diterima rekan wartawan, batas waktu pengiriman karya (lomba) akan diperpanjang hingga 25 November 2017.

Ayo..! ikuti lomba bersama generasi-generasi Milinia dan cetak karya dan kreasimu untuk Cinta Tanah Air dan Pahlawan kita. Kunjungi informasi selanjutnya melalui hastag: #milenialnasionalism .

Pewarta : Anton

Categories
Nasional Ragam

MURI Serahkan Sertifikat Rekor Dunia Terjun Tandem Satwa Kopassus

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Enam Peterjun Kopassus yang membawa satwa/anjing penyerang dalam demonstrasi terjun bebas militer (free fall) saat HUT ke 72 TNI 5 Oktober di Pelabuhan Dermaga Indah Kiat Merak Cilegon Banten menerima sertifikat piagam penghargaan dari Pendiri sekaligus Ketua Museum Rekor Dunia – Indonesia (MURI) Jaya Suprana di Lapangan Makopassus, Cijantung,  Sabtu (14/10/2017).

Piagam Penghargaan yang sama juga diterima dari Ketua Persatuan Olahraga Dirgantara Terjun Payung (PORDIRGA) Nisfu Chasbullah, didampingi oleh Sekjen PORDIRGA Effendi Soen.

Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni tidak ketinggalan memberikan apresiasi secara khusus atas keberhasilan dan kesuksesan prajuritnya melaksanakan pemecahan rekor MURI ini.

Pemecahan rekor MURI tersebut telah diverifikasi saat gladi bersih HUT ke-72 TNI dan disaksikan langsung oleh Ketua MURI Jaya Suprana dan perwakilan MURI Triyono selaku Manajer Operasional MURI.

Bahkan sebelum pemberian piagam penghargaan dilakukan, Ketua MURI  Jaya Suprana, Direktur Utama MURI Ibu Alyawati Sarwono, Ketua PORDIRGA Nisfu Chasbullah dan Sekjen PORDIRGA Efendi Soen diberikan kesempatan untuk menyaksikan langsung demonstrasi para peterjun free fall beserta satwa/anjing penyerang dari ketinggian 8.000 feet yang mendarat sempurna di lapangan  upacara Makopassus Cijantung.

Terjun bebas militer (free fall) dengan membawa satwa/anjing penyerang sangat beresiko dan memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Terjun tandem seperti ini biasanya dilakukan peterjun dengan membawa manusia dalam satu payung. Teknik terjun payung tandem membawa satwa/anjing jauh lebih sukar dibandingkan dengan membawa manusia, karena peterjun harus memiliki ikatan emosional (bounding) dengan satwa/anjing yang dibawa untuk terjun.

Jika manusia bisa diatur maka satwa/anjing tidak bisa diatur seperti layaknya manusia. Selain itu, terjun bebas militer (free fall) sangat jauh berbeda dengan terjun static dan teknik pendaratan para peterjun pun memiliki kerawanan tersendiri ketika melakukan pendaratan.

Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni menyampaikan bahwa untuk mengukir rekor MURI terjun tandem Satwa K-9 tidak mudah karena harus memenuhi persyaratan yaitu berkualifikasi pawang satwa anjing K-9 dan peterjun tandem master dengan catatan minimal 500 kali jam terbang serta jenis satwa K-9 yang dibawa juga merupakan anjing penyerang yang harus dalam kondisi prima sehingga berdaya serang maksimal pada saat melaksanakan aksi serangan. 

“Kegiatan ini sebelumnya diawali dengan uji coba penerjunan individu pada latihan Tribuana Cakti XXI Kopassus tahun 2017 beberapa bulan lalu di Merauke pada materi terjun taktis Blind Jump Free Fall malam hari dengan kondisi gelap gulita,” tegas Danjen. 

Dikatakan Danjen Kopassus, untuk menjawab tuntutan tugas ke depan, kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan kembali dihadapkan dengan spektrum ancaman dan kerawanan-kerawanan di daerah tugas operasi, sehingga hasil evaluasi penerjunan harus menggunakan tandem Satwa K-9 untuk memberikan daya kejut saat mengatasi sasaran yang memiliki tingkat kesulitan tinggi bahkan membahayakan keselamatan peterjun.

Itulah sebabnya lanjut Danjen, para peterjun harus mampu menguasai dan menjinakkan satwanya, baik sebelum,  selama dan sesudah penerjunan, dilanjutkan dengan serangan aksi di sasaran. Hal tersebut menjadi tantangan yang tidak mudah bagi prajurit Kopassus yang telah melewati proses latihan yang keras, efektif dan efisien serta berhasil guna mendukung kegiatan infiltrasi baik siang maupun malam hari.

Pemberian apresiasi atas keberhasilan dan kesuksesan peterjun satwa/anjing penyerang ini digelar oleh Kopassus, diikuti dengan demonstrasi besar-besaran seperti HUT ke-72 TNI dengan menampilkan demonstrasi lainnya seperti demonstrasi serbuan gedung, demonstrasi Yong Moodo, merpati putih dan pawang ular, sebelum pendiri MURI melihat secara langsung para peterjun beserta satwa/anjing penyerang melakukan terjun dari ketinggian 8.000 feet.‎

Pewarta : Anton

Categories
Megapolitan Militer TNI

Letkol Kav. Andre Henri Masengi Resmi Jabat Dandim 0503/JB

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Letnan Kolonel (Letkol) Kavaleri (Kav) Andre Henri Masengi resmi menjabat Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0503/Jakarta Barat pada acara upacara serah terima jabatan (sertijab) yang diadakan di Makodim 0503/JB, Jalan Letjen S Parman, Jakarta Barat, Kamis pagi (12/10/2017).‎

Upacara peralihan jabatan Dandim 0503/JB dari pejabat lama Letnan Kolonel Inf Wahyu Yudhayana kepada pejabat baru Letnan Kolonel Kav. Andre Henri Masengi dipimpin oleh Komandan Korem (Danrem) 052/Wijayakrama Kolonel Inf H. Iwan Setiawan. 

Dalam sambutannya Danrem 052/Wkr mengatakan, bahwa mutasi dan pergantian pejabat di lingkungan TNI-Angkatan Darat, khususnya jajaran Korem 052/Wkr merupakan hal yang biasa terjadi, sebagai realisasi dari kebijakan pimpinan TNI-AD dalam proses pembinaan personel dan satuan, sesuai dengan tuntutan perkembangan dan kebutuhan organisasi.

“Dengan pengalaman tugas selama di Kodim 0503/JB dapatlah dijadikan bekal yang bermanfaat bagi pelaksanaan tugas di satuan baru nantinya. Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Letkol Inf Wahyu Yudhayana beserta istri yang akan menempati jabatan baru sebagai Waaspers Paspampers, doa serta harapan semoga sukses di tempat tugas yang baru. Selanjutnya kepada Letkol Kav Andre Henri Masengi beserta istri saya mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas di Kodim 0503/JB, semoga dengan berbekal pengalaman bertugas selama ini dapat memberikan manfaat yang besar dalam menyukseskan pelaksanaan tugas wewenang serta bertanggung jawab jabatan baru ini,” kata Danrem 052/Wkr.

Menurutnya, jabatan Dandim merupakan suatu kehormatan dan kepercayaan yang harus diterima dengan rasa syukur serta menjadi motivasi untuk bekerja keras meningkatkan berbagai keberhasilan yang sudah diraih para pendahulunya.‎

‎“Sadarilah bahwa jabatan yang kalian emban saat ini adalah sebuah amanah dari Sang Khalik sehingga apa yang kalian lakukan dan tidak lakukan berkaitan dengan jabatan itu akan dimintai pertanggung jawaban kelak dihadapan Allah SWT,” pungkasnya.

Pewarta : Anton

Categories
Militer TNI

Kodam Jaya/Jayakarta Ikuti Gladi Bersih Peringatan HUT Ke-72 TNI 

Koranjurnal.co.id, Cilegon –  Pasukan Upacara Kodam Jaya/Jayakarta turut melaksanakan gladi bersih dalam rangka peringatan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Provinsi Banten, Selasa (03/10/2017).

Gladi tersebut dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasan) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Bertindak selaku Komandan Upacara adalah Letjen TNI Edy Rahmayadi yang sehari-harinya sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Dalam Gladi bersih tersebut, selain menyertakan pasukan upacara, Kodam Jaya juga turut memamerkan Alutista yang dimilikinya seperti kendaraan tempur lapis baja Anoa. Kehadiran Anoa memang sangat menjadi perhatian warga yang hadir saat itu, bahkan warga antusia ikut menaiki Anoa tersebut.
‎
Antusias dan perhatian warga ini sejalan dengan tema Peringatan HUT Ke-72 TNI Tahun 2017 yaitu “Bersama Rakyat TNI Kuat”.‎

Pewarta : Anton‎

Categories
Daerah Militer Ragam

Terjun Satwa Kopassus Akan Meriahkan HUT Ke-72 TNI‎

Koranjurnal.co.id, Banten – Dalam rangka memperingati HUT ke 72 TNI tahun 2017, para penerjun Kopassus melaksanakan latihan akhir untuk memeriahkan demonstrasi terjun bebas militer (free fall) dengan akrobat membentuk ular-ularan bersama satuan TNI lain dan demonstrasi terjun bebas militer (free fall) dengan satwa (anjing) penyerang di Pelabuhan Indah Kiat, Merak Cilegon Provinsi Banten, Kamis (28/09/2017).

Demonstrasi itu puncaknya akan dipertunjukkan pada tanggal 5 Oktober 2017 di tempat yang sama. Disamping itu, yang tak kalah menarik akan tampil pula puluhan prajurit Kopassus dalam demonstrasi pendaki serbu (Dakibu) pada sebuah crane yang terletak di pinggiran dermaga Cilegon.

Kali ini Kopassus mengeluarkan masing-masing 6 penerjun free fall yang pelaksanaan latihannya sudah dimulai beberapa hari yang lalu, baik secara internal di lingkungan Kopassus maupun secara eksternal bergabung dengan satuan TNI lain di Bandara Halim Perdanakusuma.

Banyak prestasi yang telah diukir oleh para penerjun Kopassus di kancah internasional dalam cabang olahraga free fall. Keikut sertaan Kopassus dalam kejuaran terjun payung militer dunia yang bertajuk Conseil International Du Sport Military (CISM) World Military Parachuting Championship tahun 2013 yang diselenggarakan di China, meraih medali perunggu. Tahun 2014 saat di selenggarakan di Stadion Manahan Solo berhasil meraih medali emas, dan pada tahun 2015 ketika diselenggaran di Korea Selatan juga berhasil meraih medali perak.

Selain itu, prajurit Kopassus bersama satuan lain yang tergabung dalam Tim Persatuan Terjun Payung Angkatan Darat (PTPAD), dengan komandan kontingen Mayor Inf  Frengki Susanto berhasil menjadi Juara Umum pada kejuaraan terjun payung “The Trengganu Challenge Parachutting Championship and Malaysian Armed Forces Championship Closed” pada tahun 2015 di Malaysia. Dalam pemecahan Museum Rekor Indonesia (MURI), Sertu Teddi M. Romdhon juga berhasil terjun dengan membawa bendera Merah Putih berukuran besar (22,25 meter x 33,25 meter) di atas langit Lapangan Suparlan Pusdiklatpassus Kopassus Batujajar pada tahun 2016.

Pada tahun 2017 ini, kembali para penerjun payung Kopassus melakukan variasi penerjunan dengan membawa satwa (anjing) penyerang pada pelaksanaan demonstrasi yang akan digelar dalam HUT ke 72 TNI nanti.

Sertu Teddi M. Romdhon yang ikut ambil bagian sebagai salah satu peterjun diantara 6 penerjun lain yang membawa satwa (anjing) penyerang mengatakan bahwa terjun bebas militer (free fall) kali ini memiliki keunikan tersendiri, karena setiap penerjun harus mampu menjinakkan satwa agar satwa yang ikut terjun bisa beradaptasi ketika melaksanakan penerjunan dari udara.

“Sebelumnya kami harus menyatu dengan satwa yang akan kita bawa untuk terjun, sehingga dalam pelaksanaan latihan sehari-hari, kita ajak satwa itu untuk bermain-main dan bercengkerama serta dielus-elus agar jinak dan menurut.  Ini adalah salah satu cara berkomunikasi dengan satwa sehingga pada saatnya nanti satwa yang akan kita ajak terjun sudah familiar dengan penerjun,” tegas Romdhon.

Sementara itu, Sertu (K) Dessy Alvionita yang sudah malang melintang di dunia terjun payung, kali ini juga turut serta membawa salah satu bendera Mabes TNI/Angkatan sebagai Srikandi Udara penerjun wanita Kopassus dalam demonstrasi terjun payung memeriahkan HUT ke 72 TNI.

Wanita asal Kutai Barat, Kalimantan Timur ini sudah memiliki segudang prestasi dalam bidang terjun payung. Dessy juga merupakan salah satu penerjun perempuan yang sudah seringkali beraksi dalam moment-moment seperti ini.

“Saya merasa bangga bisa ikut melakukan penerjunan di setiap event, baik kegiatan formil maupun kejuaraan lainnya. Ini juga tidak terlepas dari perjuangan saya untuk selalu konsisten melakukan latihan dan terus mengukir prestasi,” tegas Dessy.

“Pertandingan World Military Parachuting Championship tahun 2013 di China, kta mendapat peringkat ke 5 dari 42 negara. Rekor 375 penerjunan dan paling tinggi 10.000 feet.Sebagai penerjun saya merasa enak dan seru aja, meskipun awalnya merasa takut. Tetapi kita harus bisa mengatasi rasa ketakutan itu,” kata Dessy anak bungsu dari tiga bersaudara ini.‎

Pewarta : Anton