Categories
Daerah Kriminalitas Militer TNI

Guspurlabar Tangkap Kapal Bawa 10 TKI Ilegal di Selat Malaka‎

Koranjurnal.co.id, Jakarta – KRI Surik-645 yang sedang melaksanakan Operasi Kanal Udhaya -17 BKO Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guspurlabar), berhasil menangkap kapal pembawa 10 TKI (Tenaga Kerja Indonesia) Ilegal yang sedang melakukan pelayaran dari Kelang Malaysia. Rencana kapal pembawa TKI Ilegal tersebut akan menuju ke daerah pesisir Bagan Siapiapi.  Penangkapan kapal tersebut terjadi pada koordinat 02 47.350 U – 100 49.200 T tepatnya di Perairan sebelah Tenggara Pulau Jemur Utara Sinaboi, Sabtu (25/11).
 
Kejadian bermula saat KRI SUR-645 melaksanakan patroli dan mendeteksi adanya kontak yang sedang mengapung di Perairan Tenggara Pulau Jemur. Hal tersebut menimbulkan kecurigaan karena setelah dilaksanakan pengecekan secara visual oleh Perwira Jaga,  terlihat kapal tersebut sejenis perahu pancung. Selanjutnya KRI Surik-645 segera bergerak cepat mendekati kontak dengan melaksanakan Prosedur Jarkaplid (Pengejaran,  Penangkapan dan Penyelidikan).
 
Setelah mendekat, KRI Surik-645 melaksanakan Peran Pemeriksaan dan Penggeledahan dengan hasil bahwa perahu tersebut berlayar dari Kelang Malaysia tujuan Bagan Siapiapi dengan jumlah personil diatas perahu 11 ABK (1 Nakhoda dan 10 ABK berjenis kelamin Laki-laki 6 orang serta Perempuan 4 orang).
 
Saat diperiksa, nakhoda merupakan warga negara Malaysia. Sementara perahu tersebut berlayar tanpa dilengkapi dokumen kegiatan pelayaran serta dokumen personil. Sehingga diduga 10 ABK  tersebut adalah merupakan TKI Ilegal.
 
Dari hasil pemeriksaan maka kegiatan tersebut  melanggar Undang-undang Pelayaran serta Undang-undang Keimigrasian. Selanjutnya 11 ABK dan perahu diserahkan kepada Lanal Tanjung Balai Asahan guna  pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

Pewarta : Anton/Disp.
‎

Categories
Militer TNI

2 KRI Koarmabar Berhasil Melaksanakan Ujicoba Penembakan Rudal C-705

Koranjurnal.co.id, Jakarta – KRI Kujang-642 Satuan Kapal Cepat Koarmabar (Satkat Koarmabar)  berhasil meluncurkan Rudal C-705 serta mengenai target dengan sasaran Ex KRI Karimata-960. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Uji Coba Penembakan Rudal C-705 oleh 2 KRI Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmabar, KRI Kujang-642 dan KRI Clurit-641 serta dilanjutkan dengan Penembakan Torpedo SUT Kepala Perang oleh KRI Nanggala-402 di Laut Bali, Jum’at (17/11/2017).

Ketiga KRI tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Uji Coba Penembakan Rudal C-705 dan Torpedo SUT dimana sebagai Dansatgas Penembakan adalah Kolonel Laut (P)  I G.P. Alit Jaya, S.H., M. Si., yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmabar.

Kegiatan uji coba tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S. E., M. A. P.,  dengan didampingi oleh Asops Kasal, Aslog Kasal, Pangarmabar, Pangarmatim serta Pangkolinlamil diatas geladak KRI Teluk Bintuni-520.

Selanjutnya Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., menyampaikan rasa bangga kepada seluruh prajurit yang tergabung dalam Satgas atas keberhasilannya dalam melaksanakan Ujicoba tersebut.  “Selamat atas keberhasilan penembakan Rudal C705 dan Torpedo SUT, agar tampilan dan kemampuan yang ditunjukkan hari ini menjadi momentum untuk peningkatan performa kemampuan tempur prajurit TNI Angkatan Laut. Selamat untuk seluruh Prajurit yang tergabung dalam Satgas,” ujar KSAL dalam pengarahannya selesai keberhasilan Satgas melaksanakan uji coba tersebut.

Sebelum penembakan, Satgas telah melaksanakan persiapan secara matang dari mulai persiapan teknis peralatan serta persiapan kemampuan prajurit dengan melaksanakan latihan-latihan taktis berupa Prosedur penembakan Rudal dan Torpedo, prosedur pengoperasian Fire Control Sistem yang terdapat di KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642 serta melaksanakan Tactical Floor Game (TFG) dalam rangka memantapkan rencana taktis yang telah disusun pada saat tahap persiapan.

Rudal C-705  merupakan senjata strategis yang saat ini dimiliki oleh TNI Angkatan Laut, dimana Rudal C-705 tersebut telah terpasang di dua KRI type KCR-40 Satkat Koarmabar yaitu KRI CLT-641 dan KRI KJG-642. Kedua kapal ini memiliki kemampuan Peperangan Anti Kapal Permukaan dan Peperangan Anti udara terbatas. Sehingga pemasangan rudal beserta platformnya di kedua kapal tersebut sangatlah tepat, karena Rudal C-705 memiliki kemampuan menghancurkan sasaran kapal permukaan.

Dalam ujicoba penembakan tersebut, turut hadir menyaksikan Pejabat TNI Angkatan Laut  lainnya diantaranya, Kadislaikmatal, Kadisadal, Kadissenlekal, Irops Itjenal, Danguspurlatim serta Danpuspenerbal.

Pewarta : Anton/disp.

Categories
Daerah Militer TNI

TNI AL Berhasil Laksanakan Uji Coba Senjata Strategis Rudal C-705 dan Torpedo SUT di Laut Bali

Koranjurnal.co.id, Jakarta – TNI Angkatan Laut berhasil melaksanakan uji coba penembakan senjata-senjata strategis yaitu penembakan Rudal C-705 dan Torpedo SUT di Perairan Laut Bali, Jum’at (17/11/2017).

Penembakan Rudal C-705 berhasil diluncurkan dari KRI Kujang-642  Satuan Kapal Cepat Koarmabar (Satkat Koarmabar) dengan berhasil  mengenai tepat pada sasaran Ex KRI Karimata-960. Dilanjutkan dengan penembakan Torpedo SUT dari Kapal Selam KRI Nanggala-402 dari Satuan Kapal Selam (Satsel)  Koarmatim, dimana tembakan kedua tersebut berhasil menenggelamkan sasaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Uji Coba Penembakan Rudal C-705 oleh KRI Kujang-642 dan KRI Clurit-641 serta Penembakan Torpedo SUT Kepala Perang oleh KRI Nanggala-402 di Laut Bali.

Ketiga KRI tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Uji Coba Penembakan Rudal C-705 dan Torpedo SUT dimana sebagai Dansatgas Penembakan adalah Kolonel Laut (P) I G.P. Alit Jaya, S.H., M. Si. yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmabar.  

Kegiatan uji coba tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S. E., M. A. P., dengan didampingi oleh Asops Kasal, Aslog Kasal, Pangarmabar, Pangarmatim serta Pangkolinlamil diatas geladak KRI Teluk Bintuni-520. 

Selanjutnya Kasal Laksmana Ade Supandi, S. E., M. A. P., menyampaikan rasa bangga kepada seluruh prajurit yang tergabung dalam Satgas dan atas keberhasilannya dalam melaksanakan ujicoba tersebut.

“Selamat atas keberhasilan penembakan Rudal C705 dan Torpedo SUT, agar tampilan dan kemampuan yang ditunjukkan hari ini menjadi momentum untuk peningkatan performa kemampuan tempur prajurit TNI Angkatan Laut. Selamat untuk seluruh Prajurit yang tergabung dalam Satgas,” ujar Kasal dalam pengarahannya selesai keberhasilan Satgas melaksanakan uji coba tersebut. 

Selain dalam rangka menguji kehandalan dan daya hancur kedua senjata tersebut juga menguji kemampuan integrasi peralatan sensor dan sistem kendali senjata yang baru CMS MSI-90U MK Kongsberg. Selain itu, tujuan dari uji coba ini adalah terpeliharanya kemampuan tempur prajurit TNI AL serta meningkatkan profesionalisme prajurit KRI dalam melaksanakan tugas sebagai pengawak alutsista TNI Angkatan Laut. 

Sebelum penembakan, Satgas telah melaksanakan persiapan secara matang dari mulai persiapan teknis peralatan serta persiapan kemampuan prajurit dengan melaksanakan latihan-latihan taktis berupa Prosedur penembakan Rudal dan Torpedo, prosedur pengoperasian Fire Control sistem yang terdapat di KRI Nanggala-402, KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642 serta melaksanakan Tactical Floor Game (TFG) dalam rangka memantapkan rencana taktis yang telah disusun pada saat tahap persiapan.

Rudal C-705 serta Torpedo SUT merupakan senjata strategis yang saat ini dimiliki oleh TNI Angkatan Laut, dimana Rudal C-705 memiliki kemampuan menghancurkan sasaran kapal permukaan dan sasaran di daratan. Sementara Torpedo SUT punya kemampuan untuk menghancurkan sasaran kapal permukaan maupun sasaran Kapal Selam. 

Hadir dalam ujicoba penembakan tersebut, para Pejabat TNI Angkatan Laut diantaranya Kadislaikmatal, Kadisadal,  Kadissenlekal,  Irops Itjenal,  Danguspurlatim serta Danpuspenerbal.

*Jalesveva Jayamahe*

Pewarta : Anton/disp

Categories
Megapolitan Militer Ragam TNI

Marinir Luncurkan Buku ‎Ensiklopedia Korps Baret Ungu TNI AL

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Masih dalam rangkaian memperingati HUT ke-72 Baret Ungu, Korps Marinir TNI AL secara resmi meluncurkan buku Ensiklopedia Korps Marinir TNI AL di Lapangan Apel Brigif-2 Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis malam (16/11/2017).

Dalam acara yang dihadiri Wakasal Laksamana Madya TNI Taufiqoerrochman, Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr (Han) mengawali prosesi peluncuran dengan membuka kain selubung yang berisi mock-up buku Ensiklopedia berukuran 132 x 200 cm.

Dalam sambutannya Dankormar mengatakan, sebagai generasi penerus Korps, sudah merupakan kewajiban untuk selalu menjaga Korps Marinir terus berkembang dan selalu memberikan yang terbaik kepada negara dan bangsa serta masyarakat.  

“Oleh karena itu, sebagai salah satu bentuk tanggung jawab kami kepada korps dan generasi pendahulu, kami hadirkan sebuah buku yang kami kemas dalam bentuk Ensiklopedia Korps Marinir TNI AL. Dengan diterbitkannya buku ini, kami berharap seluruh prajurit Korps Marinir TNI AL dapat meningkatkan derap langkah pengabdiannya kepada bangsa dan negara serta selalu berpegang teguh kepada sapta marga dan sumpah prajurit,” kata Dankormar.

Acara peluncuran dimeriahkan dengan acara talk show yang dipandu oleh host presenter SCTV, Paramita Andini, dengan menghadirkan empat narasumber yaitu Komandan Korps Marinir, Letjen TNI Mar (Purn) Safzen Noerdin, sejarahwan militer Dr. Ambarwulan, dan Direktur Penerbit Lentera Abadi Ir. Budi Sudarmono, M.M.

Penerbitan buku Ensiklopedia Korps Marinir TNI AL mendapatkan tanggapan yang positif dari masyarakat di antaranya Letjen TNI (Purn) Safzen Nurdin yang mengungkapkan, buku ensiklopedia ini merupakan langkah tepat Korps Marinir dalam melestarikan nilai-nilai kejuangan kepada generasi penerusnya. Sedangkan wartawan senior Kompas, Iwan Ong menyatakan buku ini merupakan dokumentasi sejarah perjuangan dan pengabdian sebuah Korps yang patut dijadikan contoh bagi satuan lain.  

Ensiklopedia Korps Marinir TNI Angkatan Laut  merupakan buku yang menuturkan secara lengkap rekam jejak perjuangan, pengabdian Korps  Marinir terhadap bangsa, negara dan dunia. Buku yang menuturkan secara periodik kiprah “Baret Ungu” ini disusun dan diolah secara matang oleh Tim  gabungan dari Korps Marinir dan Penerbit Lentera Abadi. Buku ini terdiri atas 11 (sebelas) jilid dengan tidak kurang dari 2.500 halaman dilengkapi dengan lebih dari 2.500 foto dan gambar. Masing-masing jilid mengupas materi yang berbeda yaitu Jilid 1  Selayang Pandang, Jilid 2 Korps Marinir TNI AL Periode 1945-1950, Jilid 3, Korps Marinir TNI AL Periode 1951-1960, Jilid 4 Korps Marinir TNI AL Periode 1961-1970, Jilid 5 Korps Marinir TNI AL Periode 1971-1980, Jilid 6 Korps Marinir TNI AL Periode 1981-1990, Jilid 7 Korps Marinir TNI AL Periode 1991-2000, Jilid 8  Korps Marinir TNI AL Periode 2001-2005, Jilid 9 Korps Marinir TNI ALPeriode 2006-2014, Jilid 10  Korps Marinir TNI AL Periode 2014-2015, Jilid 11 Korps Marinir TNI AL Periode 2016-2017.‎

Pewarta : Anton/Pen

Categories
Daerah Militer Nasional TNI

KSAL Pimpin Sertijab Delapan Jabatan Strategis TNI AL‎

Koranjurnal.co.id, Surabaya – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) delapan jabatan strategis di TNI AL bertempat di Dermaga Madura Koarmatim, Ujung, Surabaya, Selasa (14/11/2017).

Pejabat yang diserahterimakan adalah Laksamana Muda TNI Darwanto, menggantikan Laksamana Muda TNI I.G. Putu Wijamahaadi sebagai Dankodiklatal, Laksamana Pertama TNI Didik Setiyono, menggantikan Laksamana Muda TNI Darwanto, sebagai Pangarmatim, Laksamana Pertama TNI Sulistiyanto, sebagai Danseskoal menggantikan Laksamana Muda TNI Aru Sukmono Indra Sucahyo, serta Kolonel Laut (P) Dwika Tjahya Setiawan sebagai Danpuspenerbal menggantikan Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir.

Dalam sambutannya KSAL mengatakan, serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Laut merupakan proses berkelanjutan dari pembinaan personel. Pergantian pejabat bertujuan untuk mendinamisasikan lingkungan kerja yang terus bergerak adaptif, guna menjawab tantangan tugas kedepan yang semakin kompleks.

“Serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika pembinaan organisasi secara menyeluruh dan saling terkait, oleh karena itu pergantian personel pada jabatan strategis merupakan sebuah kebutuhan untuk menghasilkan kinerja organisasi yang lebih optimal”, ujar KSAL.

“Tidak dapat kita pungkiri bahwa tantangan tugas TNI Angkatan Laut dari waktu ke waktu semakin kompleks dan berubah secara dinamis, sehingga peningkatan kinerja dan kualitas organisasi merupakan suatu hal yang harus dilakukan,” kata KSAL.

“Untuk itu, kita terus berupaya melakukan perubahan secara positif melalui kerja cerdas yang terarah, terukur dan bertanggung jawab dengan bekerja keras dan senantiasa adaptif terhadap situasi dan kebutuhan organisasi”,.

Mengakhiri amanatnya KSAL memerintahkan kepada seluruh prajurit dan aparatur sipil negara TNI Angkatan Laut, untuk memberikan dukungan sepenuhnya kepada pejabat baru, agar tugas yang diemban dapat terlaksana dengan lebih baik.

“Kepada para istri pejabat yang baru, saya juga menyampaikan selamat dan berharap agar selalu setia mendampingi, seraya berdoa dan memberikan dukungan demi suksesnya pelaksanaan tugas suami,” tegas KSAL.

Sementara itu di hari yang sama, bertempat di Gedung Candrasa Koarmatim, sebelumnya telah dilaksanakan serah terima jabatan Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) KSAL, dari Laksamana Muda TNI Tri Wahyudi Sukarno, kepada Laksamana Muda TNI Aru Sukmono Indra Sucahyo, Kepala Dinas Operasi dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kadisopslatal) dari Laksamana Pertama TNI Didik Setiyono, kepada Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid Kacong, Kepala Dinas Pendidikan TNI Angkatan Laut (Kadisdikal) dari Laksamana Pertama TNI Sulistiyanto, kepada Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir, dan Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Laut (Kadislitbangal) dari Laksamana Pertama TNI Ir. Arief Maksum kepada Laksamana Pertama TNI Moelyanto.

Pada upacara sertijab di Armatim, dimeriahkan dengan tarian kolosal gabungan Kowal, ASN dan ibu-ibu Jalasenastri. Selain itu, juga ditampilkan fly pass Bonanza G36 dari Puspenerbal, dilanjutkan upacara defile dari Gabungan 1 Kompi Pamen, Gabungan 1 Kompi Pama, 1 Kompi Kowal, 1 Kompi Pasukan Khusus,  1 Batalyon Koarmatim, 1 Batalyon Marinir, 1 Batalyon Kodiklatal, 1 Batalyon Seskoal, 1 Batalyon Puspenerbal, dan 1 Kompi Pomal, serta 1 Kompi ASN Wilayah Timur. 

Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, Ketua Umum Jalasenastri Ny. Endah Ade Supandi, para Asisten Kasal, para pejabat utama Mabesal, para Pangkotama TNI AL, para Kepala Dinas di lingkungan Mabesal, dan pejabat terkait lainnya, serta Pengurus Pusat Jalasenastri.

Pewarta : Anton/disp.

Categories
Daerah Militer TNI

Kursus Senbanif Kormar Tahun 2017 di Puslatpurmar Teluk Ratai Lampung Resmi Ditutup.

Koranjurnal.co.id, Lampung – ‎Perwira Staf Operasi Komando Latih Korps Marinir (Pasops Kolatmar) Letnan Kolonel Marinir Baju Kelana Putra secara resmi menutup Kursus Senjata Bantuan Infanteri Korps Marinir (Sus Senbanif Kormar) Tahun 2017 di Lapangan Apel Puslatpurmar-8 Teluk Ratai Lampung, Jumat (10/11/2017).‎



Upacara Penutupan Kursus yang diikuti oleh dua peleton pasukan upacara terdiri dari satu peleton pelatih dari Puslatpurmar-8 Teluk Ratai dan satu peleton peserta kursus, dihadiri oleh Komandan Puslatpurmar Teluk Ratai Letkol Mar Nandang PJ, Para Perwira Menengah Puslatpurmar Teluk Ratai, Pasosp Brigif-3 Mar Letkol Mar Datuk Sinaga, Para Pasipers Satlak Brigif-3 Mar dan Perwira Brigif-3 Mar. 

Kursus yang diikuti oleh 30 peserta terdiri dari 4 personel dari Pasmar-2, 20 personel dari  Brigif-3 dan 6 personel dari Kolatmar serta didukung oleh 25 personel pendukung dan pelatih dibawah pengawasan Mayor Marinir Joko Susilo selaku Perwira Pelaksana Latihan. Selama kurang lebih satu bulan para peserta melaksanakan praktek penebakan di Pusatpurmar-8 Teluk Ratai Lampung.

Dankolatmar dalam amanatnya yang dibacakan oleh Pasops Kolatmar berharap kepada peserta kursus setelah mengikuti kursus tersebut hendaknya dimanfaatkan di Kesatuan masing-masing. Kolatmar sebagai penyelenggara sudah berusaha secara optimal dalam upaya meningkatkan hasil kualitas dan kuantitas kursus, namun perlu disadari bersama, bahwa dalam pelaksanaannya masih banyak hambatan atau kekurangan baik sarana maupun prasarana yang dimiliki oleh Kolatmar. Letkol Mar Baju Kelana Putra  juga berpesan agar para peserta kursus mau dan terus menerus mengasah kemampuan diri setelah kembali dikesatuan masing-masing.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Pasops Kolatmar berpesan kepada para anggota yang telah melaksanakan kursus tersebut. Pesan pertama, tetaplah belajar dan terus pelajari semua ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti kegiatan kursus di Kolatmar dan kembangkan serta aplikasikan di Kesatuan. Kedua, dengan bertambahnya ilmu yang didapat, janganlah menjadikan lupa diri dan besar kepala tetapi jadikan ini untuk memacu prestasi kearah yang lebih baik dengan berpedoman pada ilmu padi “semakin berisi semakin menunduk”. Ketiga, pelihara dan tingkatkan kemampuan saudara, karena apapun sarana dan fasilitas yang saudara gunakan hanya dapat meringankan didalam menjalankan tugas.‎

Pewarta : Anton/disp.

Categories
Militer Nasional TNI

TNI AL Gelar MPC Jelang Kegiatan MNEK Ke-3 2018

Koranjurnal.co.id, Jakarta – TNI Angkatan Laut menyelenggarakan Mid Planning Conference (MPC) selama tiga hari mulai 6 sampai 8 November 2017 di Hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara.

Kegiatan MPC ini dibuka oleh Panglima Armada Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, S H., MA P., dan seremoni pembukaan MPC ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Pangarmatim dengan didampingi Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Amin.



Penyelenggaraan MPC tersebut dalam rangka persiapan kegiatan 3rd Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 yang akan dilaksanakan di Lombok Utara pada bulan Mei 2018 yang akan datang.



“MPC ini dalam rangka persiapan kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) yang ke-3 yang akan dilaksanakan bulan Mei 2018. Dimana kita (TNI AL) sudah melaksanakan (MNEK) yang pertama di daerah Batam Natuna kemudian Kepulauan Anambas, dan kemudian tahun 2016 dilaksanakan di Padang. Kegiatan ini dilaksanakan setiap 2 tahun, bertujuan bahwa yang pertama (di Batam) kita melakukan kerjasama untuk stabilitas keamanan, kemudian yang kedua (di Padang) dilaksanakan untuk kerjasama perdamaian. Kegiatan ini merupakan kegiatan secara global untuk mempererat hubungan antara Indonesia dengan negara-negara lain. Dan yang ketiga untuk MNEK ke-3 ini kita mengambil tema (“Cooperation to Respond to Disaster and Humanitarian Issues”), bahwa kerjasama untuk merespon bencana dan masalah kemanusiaan (penyelundupan manusia atau trafficking, dan bhakti kesehatan). Di sisi lain kegiatan ini juga untuk memperkenalkan daerah-daerah kita ke dunia internasional melalui kerjasama TNI Angkatan Laut dengan angkatan laut negara-negara sahabat,” jelas Pangarmatim kepada wartawan saat memberikan keterangan persnya usai membuka kegiatan MPC.



Kegiatan MPC yang dihadiri para pejabat teras TNI Angkatan Laut dan 27 negara peserta delegasi angkatan laut akan membahas mengenai perencanaan latihan untuk bulan Mei 2018 di Lombok. Latihan angkatan laut dari negara-negara yang berbeda secara historis akan bekerjasama dalam skenario latihan mulai dalam misi bantuan kemanusiaan seperti Medical Civic Action Project (MEDCAP), Engineering Civic Action Project (ENCAP), Fleet Infection, Community Activity, Logistic, Aviation and Security.

“Pagi hari ini kita akan melaksanakan diskusi yang terkait dengan berapa aset dan berapa personil akan mengikuti Komodo Exercise (MNEK) yang akan diselenggarakan di Lombok, NTB,” ujarnya.

Adapun 27 negara yang turut dalam kegiatan MPC antara lain, Singapura, Australia, Timor Leste, Selandia Baru, Rusia, Belanda, Mexico, Inggris, Peru. Myanmar, Polandia Uni Emirat Arab, Filipina, Jepang, Spanyol Brunei, Vietnam, USA, Thailand, China, Korsel, Jerman, Malaysia, Sri Lanka, Brazil, Kanada, Pakistan, dan PNG (Papua Nugini).

MPC yang diselenggarakan di Jakarta, merupakan kelanjutan dari kegiatan Initial Planning Conference (IPC) yang telah diselenggarakan di Surabaya, pada tanggal 9-21 Juli 2017 lalu.

Dari siaran pers kit yang diterima rekan-rekan wartawan disampaikan bahwa Latihan MNE Komodo 2018 akan mengusung tema “Cooperation to Respond to Disaster and Humanitarian Issues”, dan rencananya akan mengundang Angkatan Laut dari 42 negara sahabat dan melibatkan kurang lebih 50 kapal perang dan lebih dari 5.500 prajurit.

 Dalam pelaksanaan MNEK 2018, akan bertindak selaku Komandan Satuan Tugas Latihan adalah Laksamana Pertama TNI Rachmad Jayadi, M, Tr (Han), yang sehari-hari menjabat Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Timur (Danguspurlatim).

Pewarta : Anton

 

Categories
Militer TNI

Koarmabar dan Jajarannya Serentak Sosialisasikan Program Peduli Keselamatan Pelayaran 2017

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Peduli Keselamatan Pelayaran Tahun 2017 kepada para Nakhoda dan Anak Buah Kapal (ABK) di Dermaga 17 Pantai Marina Ancol, Jakarta Utara, Senin (06/11/2017).

Kegiatan sosialisasi tersebut dipusatkan di Jakarta dan secara serentak dilaksanakan di seluruh jajaran wilayah kerja Koarmabar mulai dari Sabang sampai dengan Cirebon.
 
Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., mengatakan bahwa tingkat kecelakaan laut di wilayah perairan barat Indonesia cukup tinggi. Terhitung sejak bulan Januari hingga bulan November 2017, tercatat 82 kecelakaan laut yang memakan 52 orang korban jiwa meninggal dunia dan 14 orang dinyatakan hilang.
 
Lebih lanjut Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., mengatakan, terjadinya kecelakaan di laut selain faktor alam juga disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, karena mengabaikan prosedur keselamatan berlayar dan prakiraan cuaca yang diterbitkan oleh BMKG.
 
Oleh karena itu untuk mengurangi bahkan menghilangkan kejadian tersebut dihimbau kepada para nakhoda dan awak kapal untuk selalu cek dan ricek kelaikan kapal. Mulai dari kondisi bangunan kapal, alat keselamatan, radio/alat komunikasi, track pelayaran yang akan ditempuh, kelengkapan dokumen kapal serta memperhatikan keselamatan bernavigasi. Selain itu senantiasa mencatat nomor-nomor darurat instansi terkait mulai dari syahbandar, Pangkalan TNI Angkatan Laut, Basarnas dan Stakeholder lain yang berhubungan dengan keselamatan pelayaran.

Pangarmabar Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos memberikan pengarahan kepada Nakhoda dan ABK serta penumpang kapal. Foto: Ist/disp.

Dalam kesempatan tersebut, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., didampingi Kasarmabar Laksamana Muda TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M., melaksanakan peninjauan terhadap kapal-kapal yang akan berlayar, sekaligus memberikan pengarahan kepada seluruh nakhoda, ABK dan penumpang yang berada di dalam kapal.

Dalam kegiatan tersebut, TNI AL juga bekerja sama dengan seluruh instansi terkait di bidang maritim, untuk mencegah serta meminimalisir kecelakaan laut di wilayah barat dikarenakan saat ini sudah memasuki angin muson barat. Kegiatan tersebut diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada perwakilan pelaku usaha jasa penyeberangan kapal.
 
Turut hadir pada kegiatan tersebut, Direktur KPLP Kementerian Perhubungan, Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Komandan Lantamal III Jakarta dan para Pejabat Utama Koarmabar.

Pewarta : Anton

Categories
Daerah Militer TNI

KRI Kelabang-826 Kawal Kepulangan 39 Nelayan Aceh

Koranjurnal.co.id, Jakarta – KRI Kelabang-826 salah satu unsur jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) mengawal kepulangan 39 nelayan asal Banda Aceh dan kapal KM. Saudara Bahagia GT 120 yang ditangkap oleh Angkatan Laut India di perairan Andaman Nicobar India, Kamis (02/11/2017). Saat ini KM. Saudara Bahagia sandar di dermaga Pangkalan TNI AL Sabang.
 
Komandan Lanal Sabang Kolonel Laut (P) Kicky Salvachdie, S.E., menjelaskan bahwa para nelayan yang berangkat dari Lampulo, Banda Aceh, ini berhasil dipulangkan setelah dilakukan diplomasi dengan Angkatan Laut India. Diplomasi tersebut dilakukan oleh KRI Imam Bonjol-383 yang pada saat itu sedang melaksanakan latihan bersama patroli terkoordinasi India-Indonesia (Latma Patkor Indindo) dengan Angkatan Laut India.
 
Lebih lanjut Komandan Lanal Sabang menerangkan proses pemulangan ke 39 nelayan bersama kapal KM. Saudara Bahagia, saat memasuki perairan Indonesia kapal nelayan tersebut disambut dan selanjutnya dikawal KRI Kelabang-826 yang pada saat itu sedang menggelar operasi patroli laut di ZEE Indonesia.
 
Seperti yang diketahui, pada tanggal 30 Oktober lalu kapal KM. Saudara Bahagia GT 120 pada saat melaut mengalami gangguan pada mesin yang mengakibatkan kapal hanyut hingga masuk ke wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) India, sehingga mereka diamankan oleh kapal Angkatan Laut India (India Khan).
 
Kedatangan KRI Kelabang-826 dengan komandan oleh Mayor Laut (P) Aris Pratikto bersama KM. Saudara Bahagia dengan beserta 39 ABK di Sabang  disambut langsung oleh Palaksa Lanal Sabang, Mayor Laut (PM) Ahmad Azahari, S.H., M.H., beserta prajurit Lanal Sabang. Selanjutnya seluruh ABK KM. Saudara Bahagia diperiksa kesehatanya oleh tim medis Lanal Sabang.
 
Saat ini kapal KM. Saudara Bahagia sandar di dermaga pangkalan TNI AL Sabang sambil menunggu dokumen kapal ikan tersebut yang sedang dibawa oleh KRI Imam Bonjol-383 dari Nicobar Andaman, India.

Pewarta : Anton/disp.

Categories
Militer Nasional TNI

KRI Bung Tomo-357 Sukses Selesaikan Satgas Maritime Task Force

Koranjurnal.co.id, Jakarta – KRI Bung Tomo-357 sukses menyelesaikan misi perdamaian PBB dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) Kontingen Garuda XXVIII-I United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) Lebanon.

Pada kedatangannya di tanah air, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., mendampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyambut kedatangan 107 Prajurit KRI Bung Tomo-357 yang dikomandani oleh  Komandan Satgas Maritim TNI KONGA XXVIII-I/UNIFIL, Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo, Kamis (2/11), di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara.

Dalam amanatnya saat upacara penyambutan, Panglima TNI  beserta segenap keluarga besar TNI mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi, semangat dan loyalitas kepada seluruh prajurit selama melaksanakan tugas pada misi PBB, Satgas UNIFIL di Lebanon.

Turut hadir dalam kegiatan ini para Kepala Staf Angkatan dan para petinggi dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU serta Mabes TNI.

Pewarta : Anton/Disp.