Categories
Hukum Kriminalitas Megapolitan TNI

KRI Kurau-856 Koarmabar Tangkap 2 Kapal Ikan Diduga Gunakan Trawl di Perairan Sibolga 

Koranjurnal.co.id, Jakarta – KRI Kurau-856 salah satu unsur Satuan Patroli Lantamal II Padang yang sedang melaksanakan Operasi Laga Sagara-18 BKO Gugus Tempur Laut Koarmabar (Guspurlabar) berhasil menangkap dua kapal ikan di Perairan Sibolga Sumatera Utara.

Dari siaran pers yang diterima redaksi di Jakarta (29/04/2018) melalui pesan singkat Dinas Penerangan Koarmabar dijelaskan bahwa penangkapan 2 Kapal ini dilakukan karena kedua kapal tersebut pada saat melaksanakan kegiatan penangkapan ikan di laut tidak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen yang sah dalam melaksanakan pelayaran maupun kegiatan dilaut.

Penangkapan kedua kapal ikan tersebut bermula saat KRI Kurau-856 melaksanakan patroli di sekitar perairan barat daya Sibolga mendeteksi adanya dua kapal ikan sedang melaksanakan aktifitas penangkapan ikan. Sesaat kemudian, Komandan KRI Kurau memerintahkan prajuritnya untuk melaksanakan Prosedur Pengejaran, Penangkapan dan Penyelidikan (Jarkaplid) terhadap kedua kapal ikan tersebut. Sesaat setelah KRI mendekat, dilanjutkan dengan Peran Pemeriksaan dan Penggeledahan terhadap kapal, dokumen, muatan beserta anak buah kapal.

Setelah diperiksa, adapun data kedua Kapal tersebut adalah KM Sehat GT 39 yang di nahkodai oleh PG. Saat diperiksa kapal tidak memiliki dokumen SPB, SLO, Dokumen Surat Tanda Lunas hasil Perikanan, Crewlist, dan masa berlaku SIPI sudah habis. Dengan muatan 200 kg ikan campur. Sedangkan untuk kapal kedua yaitu KM. Hotma-01 yang di nahkodai oleh AP dengan mesin kapal 30 GT, saat diperiksa tidak dapat menunjukkan Dokumen Crewlist, Masa berlaku SIPI Habis, Dokumen SPB masa berlaku habis. Adapun muatan ikan sejumlah 2 Ton ikan campuran. Diduga kedua kapal ikan tersebut melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap trawl.

Atas dasar beberapa kesalahan tersebut, maka kedua kapal ikan beserta dokumen dikawal menuju Lanal Sibolga oleh untuk dilaksanakan proses lebih lanjut.

Menurut Komandan Lantamal II Padang Laksma TNI Agus Sulaeman, M.Sc., melalui Komandan Satrol Lantamal II Kolonel Laut (P) Joko Triwanto, Benar telah dilaksanakan penangkapan atas KM. Sehat dan KM. Hotma-01 oleh KRI Kurau-856. Menurutnya hal ini merupakan wujud keseriusan Koarmabar dan juga Lantamal II Padang dalam melaksanakan penegakan hukum dilaut.

Bukan hanya pelanggaran surat-surat saja yang akan di tegakkan, target operasi kita adalah untuk mencegah berbagai kerawanan yang terjadi, antara lain illegal fishing, illegal mining, illegal logging, drugs trafficking dan people smuggling Tambahnya.(tonmp/Disp)

Categories
Hiburan Megapolitan TNI

Lestarikan Budaya Indonesia, Koarmabar Gelar Pagelaran Wayang Kulit

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) mengadakan Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk dalam rangka malam prajurit Koarmabar bersama pimpinan TNI AL dengan masyarakat, di Lapangan Arafuru Markas Komando (Mako) Koarmabar, Jakarta Pusat, pada Jum’at (13/04/2018). Pagelaran Wayang Kulit yang dibuka untuk umum ini dimulai pada pukul 19.30 WIB.

Pangarmabar Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit ini merupakan ungkapan rasa syukur dan doa selamat bagi seluruh jajaran Koarmabar khususnya dan TNI Angkatan Laut pada umumnya. Acara ini dimaksudkan juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antara pemimpin dengan segenap prajurit Koarmabar sekaligus sebagai hiburan bagi seluruh prajurit dan masyarakat dalam rangka manunggal TNI dan rakyat serta ikut melestarikan budaya tradisional bangsa.

“Pada malam yang berbahagia ini akan ditampilkan wayang kulit dengan kisah “Pendowo Boyong” yang akan dilakonkan oleh Dalang Ki Purbo Asmoro, S.Kar., M.Hum., dari Surakarta Jawa Tengah. Kisah tersebut memiliki pesan moral yang patut untuk diteladani, bahwa pemimpin adalah seorang yang mampu membangun jiwa, dapat mengerti kehendak rakyat dan mampu berbuat adil. Semoga kita dapat mengambil keteladanan dari kisah yang akan dilakonkan dalam cerita ini demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa dan negara,” ujar Pangarmabar.

Selanjutnya, dalam sambutan KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., yang dibacakan Asrena Kasal Laksamana Muda TNI Arusukmono Indra Sucahyo, S.E., M.M., mengatakan, pagelaran wayang kulit ini dalam rangka malam prajurit bersama Pimpinan TNI Angkatan Laut dan masyarakat, sebagai perwujudan rasa cinta tanah air dan untuk menumbuhkan semangat kebangsaan, juga sebagai salah satu sarana untuk memberikan pembelajaran tentang falsafah hidup yang dapat dijadikan panutan yang baik bagi kehidupan prajurit dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Usai sambutan, secara simbolis Danjen Akademi TNI Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., didampingi Pangarmabar menyerahan lakon “Pandowo Boyong” kepada Dalang Ki Purbo Asmoro. Dalam pagelaran wayang kulit ini juga menghadirkan pelawak legendaris Gogon dan Cak Dikin.

Turut hadir menyaksikan pagelaran wayang kulit tersebut, para Pajabat Utama Mabes TNI Angkatan Laut, para Pangkotama TNI Angkatan Laut, para Pejabat Utama Koarmabar serta Ibu-ibu Jalasenastri dan Prajurit maupun Pegawai Negeri Sipil Koarmabar.(tonmp/Disp)

Categories
Nasional TNI

Pangarmabar Kunjungi Prajurit Satgas Pam Pulau Terluar Sekatung dan Pangkalan TNI AL Wilayah Natuna

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangkaian kegiatan Latihan Tempur Laut Koarmabar Tahun 2018, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E, M.M,. melaksanakan peninjauan dan kunjungan kepada para prajurit Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgas Pam Puter) Pulau Sekatung serta prajurit TNI AL yang berdinas di Pos TNI Angkatan Laut Pulau Laut, Lanal Ranai, Lanal Tarempa serta Lanudal Matak.

Kunjungan dan peninjauan tersebut bertujuan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para prajurit dimana Pulau Sekatung, Pulau Laut, Ranai, Tarempa dan Matak merupakan wilayah kerja yang berada dibawah tanggung jawab Koarmabar. Dalam kunjungannya, Pangarmabar berkesempatan meninjau beberapa fasilitas penunjang disekitar ksatrian seperti sarana messing dan sarana komunikasi serta melakukan dialog dengan para prajurit Satgas Pengamanan Pulau terluar di Pulau Sekatung. Dalam dialognya, Pangarmabar menyampaikan rasa bangga dan ucapan terima kasih kepada para prajurit dikarenakan dedikasi dan pengabdiannya yang luar biasa dimana selama lebih kurang 9 Bulan meninggalkan keluarga demi melaksanakan tugas negara sebagai penjaga dan pengawal pulau terluar.

“Tetap semangat dan ikhlas dalam melaksanakan tugas, karena berkat kalian lah maka pulau terdepan dan terluar dibagian utara Natuna ini tetap terjaga dan aman,” ujar Pangarmabar dari siaran pers yang diterima redaksi di Jakarta, Senin (02/04/2018).

Dalam dialognya tersebut, Pangarmabar menyampaikan beberapa pesan diantaranya agar para prajurit senantiasa tetap waspada serta memperhatikan keselamatan dan keamanan personil dan materil dalam melaksanakan tugas pengamanan sehari-hari baik dalam melaksanakan patroli maupun penjagaan disekitar Pos.

Selesai berdialog dengan para prajurit Satgas Pengamanan Pulau Terluar Pulau Sekatung, Pangarmabar memberikan bantuan berupa sembako untuk mendukung kebutuhan Sehari-hari para Prajurit.

“Bantuan ini merupakan salah satu bentuk perhatian pimpinan serta salah satu ungkapan rasa bangga dan terima kasih atas dedikasi para Prajurit,” ujar Pangarmabar.

Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Pos TNI Angkatan Laut Pulau Laut. Dalam kunjungannya, Pangarmabar meninjau beberapa fasilitas Posal diantaranya Mess Prajurit serta fasilitas sarana komunikasi di Posal Pulau Laut. Kedepan, fungsi Posal sebagai kepanjangan mata dan telinga Lanal serta pengumpul data-data intelijen akan ditingkatkan berdasarkan tingkat kerawanan-kerawanan sesuai wilayah kerjanya,” demikian ujar Pangarmabar.

Pangarmabar melanjutkan kunjungannya ke Lanal Ranai dengan melaksanakan peninjauan Fasilitas labuh TNI AL di Selat Lampa serta mengecek fasilitas Pusat Pengendalian Komando (Puskodal) Lanal Ranai.

Selain itu, Pangarmabar menyempatkan peninjauan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) dimana para Abk Kapal Ikan asing titipan Imigrasi ditahan. Selain mengunjungi Lanal Ranai, Pangarmabar pun melaksanakan kunjungan ke Lanal Tarempa. Kehadiran Pangarmabar disambut hangat oleh unsur Forkopimda Anambas pimpinan Bupati Anambas. Pangarmabar bertatap muka dengan para prajurit Lanal Tarempa. Kegiatan kunjungan kerja Pangarmabar di wilayah Natuna tersebut ditutup dengan kunjungan ke Pangakalan Udara TNI AL Marak.

Kunjungan Pangarmabar beserta rombongan tersebut dilaksanakan disela-sela kegiatan Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar Tahun 2018 di Perairan Laut Natuna Utara, dimana Pangarmabar memimpin secara langsung latihan tersebut diatas KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355.(tonmp/Disp)

Categories
Megapolitan Polhukam TNI

Koarmabar Gelar TFG Dukungan Pengamanan Pelaksanaan Pemanduan di Perairan Selat Malaka dan Selat Singapura

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Dalam rangka mendukung pengamanan dalam pelaksanaan pemanduan di Perairan Selat Malaka dan Selat Singapura antara TNI AL dan PT. Pelindo I (Persero), Koarmabar menggelar Tactical Floor Game (TFG) di Gedung Nanggala Mako Koarmabar, Jakarta Pusat, Rabu (28/03/2018).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Operasi (Asops) Pangarmabar Kolonel Laut (P) Didong Rio Duta, S.T., M.A.P., M.Han., yang diwakili Paban Operasi Koarmabar Letkol Laut (P) Bagus Badari.

Dalam sambutan Asops Pangarmabar yang dibacakan Pabanopsarmabar, menyampaikan seperti yang sudah diketahui bersama bahwa Perairan Selat Malaka dan Selat Singapura merupakan salah satu kawasan terpenting jalur laut di Kawasan Asia Tenggara serta salah satu jalur utama pelayaran dunia, khususnya Asia, yang digunakan untuk menunjang kepentingan ekonomi, sosial, budaya dan militer. Dengan terbentuknya Tripartite Technical Expert Group yaitu 3 Littoral State (Indonesia, Malaysia dan Singapore) bertujuan untuk memastikan pelaksanaan peraturan UNCLOS dan Kedaulatan Littoral State dengan baik di perairan Selat Malaka dan Selat Singapura yang akan difokuskan pada penggunaan jasa pemanduan di Traffic Seperation Scheme (TSS).

Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam kegiatan TFG yang diselenggarakan ini merupakan latihan yang menitik beratkan pada kegiatan diskusi dan ajang bertukar pikiran dengan tujuan meningkatkan keterampilan, profesionalisme serta hubungan antara TNI AL dan PT. Pelindo I (Persero) di Perairan Selat Malaka dan Selat Singapura.

Diakhir amanatnya, Asops Pangarmabar mengharapkan setelah menyelesaikan TFG ini para peserta agar mampu memahami dan mengerti lebih dalam dan mampu mengaplikasikan di lapangan dengan semestinya. Serta untuk menunjang pelaksanaan tugas sehingga tercapai hasil yang lebih optimal.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Paban VI Binkuat Sopsal, Asops Danlantamal IV, Dansatrol Lantamal I, Dansatrol Lantamal IV, Kapuskodalarmabar, Pabanops Guskamlabar, Pamen Sopsal, Para Pasops Lanal dan Perwakilan PT. Pelindo I (Persero) sebagai Koordinator PMO Selat Malaka Bapak Parsaulian Manurung.(tonmp/Disp)

Categories
Megapolitan Militer Polhukam TNI

Laksda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., Resmi Jabat Pangarmabar

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke XXXIII/tahun 1988, resmi menjabat sebagai Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) ke-33 menggantikan Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., dalam prosesi serah terima jabatan (sertijab) di Komplek Satuan Koarmabar I Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (15/3). Upacara sertijab dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., sekaligus menyematkan tanda jabatan kepada Laksda TNI Yudo Margono, S.E., M.M.

Dalam amanatnya, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., mengatakan bahwa serah terima jabatan merupakan aktualisasi dari regenerasi kepemimpinan di lingkungan TNI Angkatan Laut yang memiliki nilai dan arti strategis. Hal ini berkaitan erat dengan dinamika pembinaan organisasi secara menyeluruh untuk memberikan penyegaran melalui ide dan gagasan yang inovatif bagi peningkatan kinerja organisasi.

Selanjutnya, KSAL mengatakan Koarmabar dan Kolinlamil adalah kotama pembinaan dan operasional TNI Angkatan Laut. Dimana Koarmabar bertugas membina kemampuan SSAT dan potensi maritim menjadi kekuatan pertahanan negara di laut, melaksanakan operasi laut, operasi tempur laut dan proyeksi kekuatan ke darat dalam rangka penegakan kedaulatan dan hukum di laut. Sedangkan Kolinlamil mengemban tugas membina kemampuan sistem angkutan laut militer dan potensi angkutan laut nasional untuk kepentingan pertahanan negara, serta melaksanakan angkutan laut administratif, taktis maupun strategis TNI/POLRI dan melaksanakan bantuan angkutan laut dalam rangka pembangunan nasional. Perkembangan lingkungan yang strategis diwarnai dengan berbagai permasalahan terkait perbatasan antar negara, pengamanan pelayaran, pencemaran lingkungan, dan pelanggaran hukum di laut serta penanggulangan bencana alam. Selain itu, pemberontakan bersenjata, separatisme dan terorisme masih menjadi ancaman serius bagi integritas NKRI.

Baca juga: KSAL Pimpin Sertijab 2 Panglima Kotama TNI AL 

Diakhir amanatnya, KSAL mengharapkan Koarmabar dan Kolinlamil menjadi tumpuan TNI Angkatan Laut dalam menjawab tantangan tugas tersebut, sehingga kesiapsiagaan operasional kedua kotama harus optimal. TNI Angkatan Laut tengah melaksanakan pembangunan kekuatan dan pembinaan kemampuan yang diarahkan untuk mewujudkan kekuatan pokok minimum guna mendukung pemerintah menjadikan indonesia sebagai poros maritim dunia. menyikapi hal tersebut, Koarmabar dan Kolinlamil dituntut untuk terus meningkatkan profesionalitas personel dengan didukung Standard Operating Procedure (SOP) yang implementatif.

Sebelum menjabat sebagai Pangarmabar, Laksamana Muda Yudo Margono, S.E., M.M. menjabat sebagai Pangkolinlamil. Sementara Laksamana Muda Aan Kurnia, S.Sos akan menjabat sebagai Asisten Operasi (Asops) Kasal.

Hadir dalam acara tersebut, Pangkostrad, Danjen Kopassus, Gubernur DKI Jakarta, Kepala Bidang Penindakan BNN, para Athan negara sahabat, para Pejabat Utama TNI AL serta undangan lainnya.(red/Disp)

Categories
Daerah Polhukam TNI

Tingkatkan Naluri Tempur, Prajurit Satkopaska Koarmabar Latihan Tempur Di Kawasan Hutan Jatiluhur

Koranjurnal.co.id, Purwakarta – Dalam rangka untuk terus meningkatkan naluri tempur sebagai prajurit komando, prajurit Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmabar melaksanakan latihan tempur di kawasan hutan yang berada di daerah Rawalumbu Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (07/03/2018).

Menurut Komandan Satkopaskaarmabar Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki, M.M., latihan tempur ini merupakan latihan geladi tugas tempur setingkat K-2 yang dilaksanakan selama dua minggu dengan mengambil medan latihan di hutan kawasan Purwakarta, Jawa Barat. Sebagai prajurit komando, diperlukan latihan secara terus menerus dengan tujuan untuk memelihara naluri tempurnya agar selalu terjaga profesionalisme sebagai prajurit tri matra.

Dalam latihan ini, materi latihan yang dilaksanakan antara lain; melaksanakan patroli hutan, patroli malam, menembak tempur, menembak sniper, menembak senjata bantuan, mountaineering berupa merayap tali satu, rappeling, scrambling, memanjat tali satu dan materi terakhir melaksanakan lintas medan menempuh jarak kurang lebih sekitar 40 Km ditempuh dalam waktu tiga hari.

Sementara itu, menurut Perwira Pelaksana Harian Latihan Letkol Laut (P) M. Machri Mokoagow, M. Tr. Hanla., bahwa inti materi latihan itu semua tujuannya adalah untuk menjaga naluritas dan stabilitas prajurit Satkopaska Koarmabar, sekaligus meningkatkan daya tahannya dalam menghadapi medan yang sebenarya. Terutama medan pegunungan, karena ini dibutuhkan ketika prajurit ditugaskan menghadapi medan sebenarnya sudah paham dalam kesulitan-kesulitan alam yang dihadapi nantinya.(tonmp/Disp)

Categories
Megapolitan Militer Polhukam TNI

Pangarmabar Pimpin Sertijab Lima Jabatan Strategis di Jajaran Koarmabar

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) lima jabatan strategis di jajaran Koarmabar yaitu Komandan Gugus Tempur Laut Koarmabar (Danguspurlabar), Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmabar (Danguskamlabar), Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta, Danlantamal XII Pontianak dan Asisten Personel (Aspers) Pangarmabar, bertempat di Markas Komando Koarmabar, Jakarta Pusat, Selasa (27/02/2018).

Jabatan yang diserahterimakan yaitu Danguspurlabar dari Laksma TNI Arsyad Abdullah, S.E., kepada Kolonel Laut (P) Irvansyah, Danguskamlabar dari Laksma TNI Bambang Irwanto, M.Tr (Han) kepada Kolonel Laut (P) Dafit Santoso, Danlantamal III Jakarta dari Laksma TNI Muchammad Ricard, S.H., M.M., kepada Kolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E., M.M., Danlantamal XII Pontianak dari Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi kepada Laksma TNI Gregorius Agung W.D., M.Tr (Han) dan Aspers Pangarmabar dari Kolonel Laut (P) H. Yudho Warsono, S.E., M.M., kepada Kolonel Laut (P) Deni Herman, S.T., M.AP.

Dalam amanatnya Pangarmabar mengatakan, serah terima jabatan merupakan dinamika organisasi dan merupakan proses regenerasi yang bertujuan untuk memantapkan kualitas kepemimpinan dan mengembangkan kemampuan manajerial serta merupakan wujud kepercayaan dari pemimpin TNI Angkatan Laut kepada Perwira terpilih, yang diharapkan mampu mengemban setiap tugas yang dibebankan secara profesional demi kemajuan organisasi.

Guspurla Koarmabar merupakan Komando Pelaksana Operasi di bawah Pangarmabar, bertugas melaksanakan dan menyelenggarakan operasi tempur laut dan operasi amphibi guna mendukung pengendalian laut dan pencapaian tujuan strategis dalam rangka penegakkan kedaulatan dan hukum di laut. Guskamla Koarmabar sebagai Komando Pelaksana Operasi di bawah Pangarmabar bertugas melaksanakan dan menyelenggarakan operasi laut sehari-hari dalam rangka penegakan hukum nasional dan internasional, menjaga kedaulatan di laut dan melaksanakan bantuan terhadap operasi militer lainnya.

Sedangkan Komando pelaksana dukungan, Lantamal III Jakarta dan Lantamal XII Pontianak bertugas menyelenggarakan dukungan logistik dan administrasi unsur-unsur operasi dan pembinaan potensi maritim. Dan untuk Spers Koarmabar bertugas merumuskan dan mengembangkan kebijakan Pangarmabar di bidang personel, baik militer maupun pegawai negeri sipil di lingkungan Koarmabar.

Lebih lanjut dikatakan Pangarmabar, wilayah kerja Koarmabar yang strategis karena dilalui jalur pelayaran Internasional menjadi tantangan bagi Koarmabar. Tugas Koarmabar untuk mewujudkan tugas pokok TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan nasional dan regional di perairan wilayah barat Indonesia harus ditingkatkan, melalui pelaksanaan gelar operasi Guspurla dan Guskamla Koarmabar serta penyiapan dukungan oleh pangkalan dalam mendukung kebutuhan unsur operasi. Koarmabar tidak mentolerir terhadap segala bentuk pelanggaran hukum di laut. Hal ini ditunjukkan dengan keberhasilan KRI Sigurot-864 dalam menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1.037,58 kilogram yang dilakukan oleh kapal MV. Sunrise Glory di Selat Philip Kepulauan Riau.

Diakhir amanatnya, Pangarmabar memberikan penekanan antara lain agar mengingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI dan Trisila TNI Angkatan Laut sebagai pedoman dalam bekerja dan bertugas. Melaksanakan perintah dan keputusan pemimpin sebagai wujud dedikasi, loyalitas dan herarki. Memahami dan melaksanakan rantai komando organisasi sesuai garis kewenangan tak terputus dalam satu kesatuan komando. Meningkatkan intensitas jam komandan sebagai bagian pembinaan dan konsolidasi kepada prajurit. Melaksanakan kegiatan dengan skala prioritas, efisiensi anggaran yang ada dan tertib administrasi. Serta melaksanakan check and recheck terhadap semua kegiatan dengan berpedoman pada Standart Operating Procedure untuk mewujudkan zero accident.(tonmp/Disp)

Categories
Megapolitan Militer Polhukam TNI

Kolonel Laut (P) Denih Hendrata Jabat Danlantamal III

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E, M.M., menjabat sebagai Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta menggantikan Laksamana Pertama (Laksma) TNI Muchammad Richad S.H, M.M, dalam upacara serah terima jabatan (Sertijab) yang dipimpinPanglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Aan Kurnia S.Sos, di Lapangan Markas Komando Armada RI Kawasan Barat (Mako Armabar), Jalan Gunung Sahari No.67, Jakarta Pusat, Selasa (27/02).

Dengan dilaksanakannya sertijab tersebut, Laksma TNI Muchammad Richad, SH, M.M yang menjabat Danlantamal III sejak 15 Maret 2017 akan pindah ke Mabes TNI sebagai Staf Ahli Panglima TNI Bidang Polkamnas.

Sedangkan Kolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E, M.M, yang kini menjabat sebagai Danlantamal III Jakarta yang ke-43, sebelumnya adalah Wadan Lantamal III. Berbagai jabat yang pernah diemban Perwira lulusan AAL-35 tahun 1989 yang telah mengikuti Dikreg PPRA LVI Lemhannas tahun 2017 ini antara lain Komandan KRI Cut Nyak Dien-375 tahun 2003, Komandan KRI Pati Unus-384 tahun 2004, Komandan Lanal Cirebon tahun 2007, Asintel Danlantamal II Padang tahun 2009, Komandan Satrol Koarmabar tahun 2010, Komandan Satkat Koarmabar tahun 2011, Komandan Satkor Koarmabar tahun 2012, dan Komandan Lanal Batam tahun 2013,  Ka Depops Seskoal tahun 2014 dan Kas Guspurla Koarmabar tahun 2015.

Selesai pelaksanaan upacara sertijab dilanjutkan acara ramah tamah di Gedung Serbaguna Mako Lantamal III Jakarta dengan mengundang para mantan Danlantamal III beserta ibu dan mitra serta relasi Lantamal III. Kemudian diteruskan acara  penyerahan kemudi kapal dari pejabat lama Laksma TNI Muchammad Richad, SH, M.M kepada pejabat baruKolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E, M.M, sebagai simbol telah diserahterimakannya jabatan Danlantamal III.

Selanjutnya acara tradisi pelepasan Laksma TNI Muchammad Richad, SH, M.M beserta ibu dan penyambutan Danlantamal III yang baru Kolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E, M.M, beserta ibu dan diakhiri taklimat awal Danlantamal III kepada seluruh  Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil jajaran Lantamal III.(tonmp/Disp)

Categories
Daerah Ragam TNI

Danlanal Ranai Tekankan Prajuritnya Tetap Jaga Semangat dan Disilpin

Koranjurnal.co.id, Kepulauan Natuna – Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Ranai Letkol Laut (P) Harry Setyawan, S.E., memberikan penekanan kepada seluruh prajurit dan PNS Lanal Ranai tentang pentingnya tetap menjaga semangat dan disiplin, hal ini salah satu penekanan yang disampaikan pada acara jam komandan yang dilaksanakan di gedung serba guna, Mako Lanal Ranai, Kepulauan Natuna, Senin (26/02/2018) kemarin.

Lebih lanjut Danlanal Ranai memerintahkan kepada seluruh Perwira untuk membantu menjaga dan ikut membina prajurit Lanal Ranai, menciptakan lingkungan kerja yang baik dan kondusif sehingga semua prajurit Lanal Ranai merasa nyaman berdinas di Lanal Ranai. Begitu juga kepada prajurit agar membuat kegiatan-kegiatan positif disela-sela waktu yang senggang dengan berolahraga dan berkreasi untuk menciptakan inovasi-inovasi baru. Selain itu juga agar selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kesempatan tersebut, Danlanal Ranai juga memberikan apresiasi kepada seluruh prajurit Lanal Ranai yang masih dihormati dan disegani oleh warga setempat karena dinilai masih memiliki semangat dan disiplin prajurit yang tinggi, untuk itu, hal ini harus tetap dipertahankan sebagai modal dasar mengabdi demi NKRI.

“Jangan berkecil hati walaupun kita berdinas di Lanal Ranai, tetap kita tunjukkan bahwa prajurit Lanal Ranai adalah prajurit yang terpilih dan selalu menjaga nama baik TNI AL khususnya Koarmabar, untuk itu tetap semangat dengan bekerja keras secara tuntas dan ikhlas”, ujar Danlanal Ranai.

Diakhir pengarahan, Danlanal Ranai mengingatkan kepada seluruh prajurit dan PNS Lanal Ranai agar menghindari perselisihan antar sesama TNI dan Polri serta masyarakat, tingkatkan sinergitas antara aparat kewilayahan, hindari pelanggaran-pelanggaran yang dapat merugikan masa depan seperti minuman keras dan juga penyalahgunaan Narkoba.(tonmp/Disp)

Categories
Hukum Megapolitan Polhukam TNI

Koarmabar Tangkap Kapal Ikan Asing Langgar UU Pelayaran dan Perikanan di Perairan Utara Bintan

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Unsur gelar operasi Koarmabar yaitu KRI Sigurot-864 dan KRI Pulau Rangsang-727 BKO Guskamlabar yang sedang melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Singapore, berhasil menangkap kapal ikan asing MV Fu Yu di perairan Utara Bintan, Minggu (25/02/2018).

Penangkapan bermula pada saat KRI Sigurot-864 melaksanakan patroli di Selat Singapore, Perwira jaga mendapat kontak kapal nelayan tidak berbendera melintas di TSS Utara Nongsa. Hal tersebut dilaporkan kepada Komandan karena berdasarkan pengamatan secara visual diketahui bahwa kapal tersebut tidak menaikan bendera. Pada saat dilaksanakan pendekatan oleh KRI Sigurot-864, kapal tersebut langsung berbalik haluan dan menuju ke perairan Malaysia kemudian melaksanakan lego jangkar. Dari hasil pengamatan secara visual diketahui bahwa nama kapal tersebut adalah MV Fu Yu.

Selanjutnya KRI Sigurot melaksanakan pengawasan di sekitar perairan Nongsa. Sesaat kemudian, kapal tersebut terlihat melakukan pergerakan ke arah timur memasuki wilayah perairan Indonesia. Mengetahui hal tersebut, maka KRI SGR-864 melaksanakan  intercept dengan prosedur Pengejaran, Penangkapan dan Penyelidikan (Jarkaplid). Berkat kesigapan awak KRI, maka kapal tersebut berhasil didekati dan  dihentikan pada posisi 01 15.608 U – 104 19.594 T tepatnya di perairan Utara Pulau Bintan.

Dikarenakan kondisi cuaca buruk, pemeriksaan hanya dapat dilakukan terhadap dokumen kapal dengan cara tender. Hal tersebut dilaksanakan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Untuk menghindari hal-hal yang membahayakan baik bagi KRI maupun kapal tersebut, maka KRI menjauh dan tetap melaksanakan pengawasan sambil melaksanakan pemeriksaan terhadap dokumen kapal.

Disaat cuaca semakin tidak mendukung karena kondisi  laut gelombang tinggi dan angin kencang, hal tersebut dimanfaatkan oleh MV Fu Yu dengan bergerak menjauh ke barat menuju ke perairan Singapura. Sesaat kemudian KRI SGR-864 melaksanakan manuver  pengejaran.  Namun KRI SGR terpaksa menghentikan pengejaran setelah mendeteksi awal MV Fu Yu telah memasuki perairan teritorial Malaysia di selatan Tanjung Selapa, Johor.

Atas dasar hal tersebut, maka Komandan KRI Sigurot melaporkan kepada Guskamlabar. Dan selanjutnya Guskamlabar melaksanakan koordinasi dengan pihak Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) atau Malaysia Maritime Enforcement Agency. Atas dasar informasi dari Guskamlabar, maka akhirnya MV Fu Yu dapat ditangkap oleh APMM di perairan malaysia.

Sabtu 25 Februari 2018 pukul 15.00 WIB, pihak APMM melaksanakan serah terima MV Fu Yu kepada KRI Pulau Rangsang-727  pada koordinat 01 17.740 U – 104 7.190 T dengan pengawalan KRI Sigurot-864 dan KRI Lepu-861 serta didampingi Motor Boat Petir dari pihak APMM. Serah terima dilaksanakan di atas geladak MV Fu Yu meliputi kapal MV Fu Yu dan ABK berjumlah 10 orang beserta pasportnya. Setelah pelaksanaan serah terima dari pihak APMM kepada KRI PRG-727, selanjutnya MV Fu Yu dikawal menuju dermaga Fasharkan Mentigi dalam rangka proses pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pers rilis yang diterima redaksi di Jakarta, Senin (26/02/2018), Koarmabar menyampaikan, selama proses pemeriksaan terhadap dokumen yang ada di kapal, terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh MV. Fu Yu dimana tidak adanya dokumen kapal yang asli (foto copy) sehingga tidak laik laut serta kapal tidak memiliki Sikpi. Atas dasar pemeriksaan awal tersebut, maka diduga MV Fu Yu melanggar UU Pelayaran dan UU Perikanan. Rencana kapal akan diserahkan dalam rangka penyelidikan lebih lanjut kepada Lantamal IV Tanjung Pinang.(tonmp/Disp)