Categories
TNI

Pushidrosal Hadiri Rapat Rakor 2nd United Nations Ocean Conference 2022 yang Diselenggarakan Kemenkomarves

Koran Jurnal, Jakarta -Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Pushidrosal) menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) tentang 2nd United Nations Ocean Conference 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) RI secara daring, Rabu (22/06/2022).

Rapat yang dipimpin oleh Menkomarves Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan tersebut membahas rencana delegasi delegasi RI yang hadir pada acara 2nd United Nations Ocean Conference, serta penyiapan bahan-bahan yang akan dipaparkan oleh Menkomarves dan MenKP pada kegiatan tersebut.

2nd United Nations Ocean Conference rencana dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2022 sampai dengan 1 Juli 2022 di Lisbon Portugal, dengan Menkomarves sebagai Ketua Delegasi Indonesia, KKP, BRIN, Bappenas, BMKG, Perwakilan dari KBRI Lisbon, serta Perwakilan dari PTRI New York.

Komandan Pushidrosal (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat hadir dalam rapat tersebut, didampingi oleh Asopssurta Danpushidrosal Laksamana Pertama TNI Dyan Primana Sobaruddin, M.Sc., Aspamkersamtas Danpushidrosal Kolonel Laut (P) Fajar Rusdianto, serta Kadisosemet Kolonel Laut (KH) Nawanto Budi.

Dalam rapat tersebut dibahas beberapa materi, di antaranya delapan topik bahasan pada The 2nd UNOC 2022 yang digolongkan dalam tiga kluster, yaitu Ocean Gevernance, Blue Economy dan Capacity Building, Law Enforcement, serta Partnership.

Beberapa isu yang akan didorong Indonesia dalam pertemuan antara lain Ocean Climate, Marine Plastic Pollution, Archipelagic and Islands States (AIS) Forum, Mangrove Rehabilitation, Marine Conservation, Blue Economy dan Pengelolaan Pulau-pulau Kecil, Blue Halo-S, serta Disaster Management (InaTEWS).

Berkaitan dengan kegiatan tersebut, Pushidrosal turut berperan pada topic “Law Enforcement, and Partnership” dengan menyiapkan pengembangan terknologi survey dan pemetaan dalam upaya memetakan Indonesia sebagai negara kepulauan, pemetaan gunung api bawah laut dan dampak sampah plastik di laut.(disp)

Categories
TNI

Warga Perbatasan Timor Leste “Sukarela” Serahkan Senjata Rakitan kepada TNI AL

Koran Jurnal, Kupang – Warga masyarakat yang berdomisili di Perbatasan Republik Indonesia dan Timor Leste  tepatnya di Desa Dualas kecamatan Kakuluk Mesak Antonio Gomes (55 th) dan Fransisco Da Silva (39 th) secara sukarela atas dasar keinginan pribadi mendatangi Pos Angkatan Laut (Posal) Atapupu Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyerahkan empat (4) pucuk senjata api rakitan. Senjata ini kemudian diserahkan kepada Lantamal VII Kupang.

Senjata api Laras Panjang dan Laras Pendek sejenis rakitan ini dulunya digunakan pada saat konflik antara masyarakat Eks Milisi yang pro terhadap pemerintahan RI dengan warga Timor-Timur.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) VII Kupang Laksamana Pertama (Laksma) TNI Dr. Heribertus Yudho Warsono saat acara pemusnahan senjata di Posal Belu, Selasa (21/6/2022) kemarin dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Belu menyampaikan apresiasi atas kesadaran warga yang datang sendiri  menyerahkan senjata  untuk diamankan aparat TNI AL.

“Penyerahan senjata ini didasari oleh keinginan pribadi artinya kita tidak memaksa tetapi bapak-bapak datang kepada kita untuk menyerahkan senjata dengan kesadarannya ini penting sekali karena keamanan sekarang ini sudah ada yang lebih bisa mengatasi artinya tidak perlu lagi menyimpan senjata,” kata Danlantamal VII.

Laksma Heribertus berharap agar warga yang memiliki senjata menyerahkan kepada aparat TNI untuk diamankan. Warga tidak perlu lagi menyimpan senjata karena nanti apabila senjata itu disalah gunakan akan muncul masalah baru dan memicu tindakan kriminal. “Percayakan bahwa keamanan negara sudah ada yang melindungi, jadi warga tidak perlu menyimpan senjata”, ujarnya.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan bahwa dimanapun TNI AL berada, harus memberikan manfaat pada rakyat, dan cepat tanggap dengan permasalahan rakyat.

Sementara itu, kunjungan kerja yang dilaksanakan Danlantamal VII Kupang beserta rombongan di Wilayah kerja Posal Atapupu, Kabupaten  Belu  NTT dalam rangka Bakti Sosial TNI AL yang merupakan rangkaian kegiatan Ulang Tahun Lantamal VII Kupang. Danlantamal didampingi Bupati Belu dr. Agustinus Taolin salah satunya meninjau wilayah Kabupaten Belu dan Perbatasan RI-RDTL sebagai salah satu upaya untuk menjaga keamanan diwilayah perairan laut sepanjang pesisir pantai yang Perbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.(disp)

Categories
TNI

Dankormar Mayjen Widodo Dwi Purwanto Tinjau Pembebasan Sandera di Pesawat Sriwijaya Air

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto bersama Komandan Koopssus TNI Mayjen TNI Joko.P. Putranto,M.Sc meninjau secara langsung operasi pembebasan sandera di Pesawat Sriwijaya Air dan Ruang tunggu penumpang yang sudah dikuasasi teroris, Selasa malam (21/6/2022) pukul 23.00 WIB.

Pasukan Satgultor TNI yang diterjunkan dalam operasi pembebasan sandera dan melumpuhkan teroris yang sudah menguasai Pesawat Sriwijaya Air dan Ruang tunggu penumpang tersebut terdiri dari Sat-81 Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL dan Satbravo 90 Kopasgat TNI AU.

Hanya dalam hitungan detik pasukan khusus dari Tri Matra yang memang sudah sangat terlatih berhasil melumpuhkan teroris yang menguasai Pesawat Sriwijaya Air dan Ruang tunggu Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta.

Aksi ini adalah sebuah skenario latihan Komando Operasi Khusus (Koopssus) dalam Latihan Penanggulangan Terorisme Satgultor TNI Semester I TA 2022.

Sebelumnya latihan Satgultor TNI ini sudah berlangsung dari tanggal 15 sd 17 Juni 2022 dalam bentuk Gladi Posko dan pada hari Selasa pagi tanggal 21 Juni 2022 pelaksanaan latihan yang berlangsung di Kawasan Ancol Jakarta Utara serta puncak latihan malam ini di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Dalam kegiatan tersebut Komandan Korps Marinir TNI AL di dampingi Asops Dankormar, Komandan Denjaka, Wadan Pasmar 1 dan Staf Ops Kormar.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Peringati Hari Hidrografi Dunia, Pushidrosal Luncurkan Buku Ekspedisi Jala Citra 1 “AURORA”

Koran Jurnal, Jakarta – Bertepatan dengan peringatan Hari Hidrografi Dunia yang ke 101, Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) meluncurkan buku Ekspedisi JalaCitra 1 AURORA, berjudul “Menguak Kekayaan Bawah Laut Indonesia”.

Peluncuran buku tersebut dilaksanakan dalam acara minum kopi bersama stakeholder bertempat di Gedung Serbaguna Mako Pushidrosal, Ancol Timur Jakarta Utara, Selasa (21/06/2022).

Dalam buku tersebut ditulis tentang Ekspedisi Kelautan “JalaCitra-1 Aurora” tahun 2021 di perairan Halmahera menggunakan KRI Spica-934 beserta tim peneliti dari kementerian lembaga dan perguruan tinggi terkait, yang antara lain telah menghasilkan beberapa temuan diantaranya gunung laut yang telah diberi nama dan masuk dalam gazeteer UNESCO dari hasil Sidang Sub-Committee On Undersea Feature Names (SCUFN) yang ke-35 di UNESCO, Paris, Prancis bulan Maret yang lalu.

Hadir dalam acara tersebut para perwakilan dari Kementerian/Lembaga negara terkait, pejabat utama di lingkungan TNI dan TNI AL, akademisi, professional, serta Industri nasional kemaritiman.

Komandan Pushidrosal (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Budi Purwanto antara lain menyampaikan bahwa hidrografi memiliki peran yang sangat penting dan strategis. Pada peringatan Hari Hidrografi Dunia ke-101 tahun ini, eksistensi dan peran hidrografi tidak hanya untuk keselamatan pelayaran, namun telah berkembang bagi kepentingan strategis lainnya seperti pertahanan, mitigasi bencana alam, perlindungan lingkungan laut dan pembangunan maritim lainnya.

Hari Hidrografi Dunia tahun 2022 ini mengambil tema “Hydrography – Contributing To The United Nations Ocean Decade”. tema tersebut dipilih untuk menyoroti peran kontribusi nyata ilmu pengetahuan di bidang ilmu hidrografi, dalam kaitannya untuk pemanfaatan laut dalam bingkai pembangunan berkelanjutan. Satu Dekade Pembangunan Kelautan dari PBB 2021-2030 memiliki makna, bahwa, untuk mempercepat pembangunan ekonomi berkelanjutan diperlukan sebuah tujuan pembangunan yang solid, dan dapat diterapkan oleh seluruh masyarakat dunia khususnya masyarakat maritim di Indonesia, Laut harus menjadi pusat dari aktifitas ekonomi dunia.

“Pushidrosal sebagai lembaga hidrografi nasional terus melakukan upaya-upaya meningkatkan dan mengembangkan infrastruktur yang ada dari sisi akuisisi data maupun sistem pemetaan laut yang modern, meningkatkan koneksitas serta komunikasi dengan fungsi kelembagaan nasional lainnya guna terbangunnya sinergitas dalam rangka mendukung kebijakan pembangunan maritim nasional,” tegas Danpushidrosal.(disp)

Categories
TNI

TNI AL Evakuasi Ibu Melahirkan Terombang-ambing di Perairan Madura

Koran Jurnal, Jakarta – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Surabaya (SBY)-591 jajaran Koarmada II dengan Komandan Letkol Laut (P) Handoyo, membantu evakuasi ibu melahirkan yang sedang terombang-ambing di atas Kapal Siaga Desa, saat KRI melaksanakan operasi pelayaran dari Pulau Sepekan menuju Pulau Sapudi di perairan sebelah barat Pulau Kangean, Senin (20/6/2022).

Kapal Siaga Desa yang mengalami kerusakan (As Mesin Induk patah) ini selanjutnya digandeng menuju Pelabuhan Kangean untuk evakuasi ke darat. KRI Surabaya-591 selanjutnya lego jangkar di Teluk Ketapang Kangean dilanjutkan penurunan 2 LCVP untuk proses evakuasi korban ke darat, sedangkan kapal Siaga Desa diantar ke area lego jangkar.

Komandan KRI Surabaya-591 menjelaskan, jika kapal Siaga Desa yang sedang dalam misi mengantar warga dalam proses persalinan , mengalami mati mesin dan sempat terombang-ambing di lautan.

“Setelah dilokasi dengan jarak 1.200 yard dari kapal Siaga Desa, selanjutnya KRI Surabaya-591 menurunkan 2 unit LCVP untuk menuju kapal Siaga Desa guna melaksanakan evakuasi,” jelas Letkol Handoyo.

Dalam evakuasi kapal tersebut, KRI Surabaya-591 berhasil mengevakuasi 8 personel dengan keterangan 2 orang pasien (1 Ibu pasca operasi Caesar beserta 1 bayi), 2 orang keluarga pasien dan 4 orang tenaga medis (3 dokter dan 1 bidan).

Seluruh personel dalam kondisi aman selanjutnya dirawat di ruang kesehatan KRI Surabaya-591 untuk kemudian dibawa menuju puskesmas terdekat.

Kesigapan KRI Surabaya-591 ini dalam menindak cepat terjadinya permasalahan di laut sesuai dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono agar dimana pun prajurit TNI AL berada harus dapat membantu dan memberikan manfaat dilingkungan sekitarnya.(disp)

Categories
Ragam TNI

Bung Karno Bapak Sistem Senjata Armada Terpadu TNI Angkatan Laut 

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno atau Bung Karno adalah tokoh dibalik konsep sistem kesenjataan Angkatan Laut yang digunakan TNI Angkatan Laut hingga saat ini, yaitu Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari kapal perang, pesawat udara, marinir, dan pangkalan.

Sejarah ini diungkap Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono pada kegiatan Sarasehan Pembinaan Mental Ideologi dan Shipnaming KRI Bung Karno-396 bertempat di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (20/6/2022).

KSAL menjelaskan beberapa momentum penting mendasari hal tersebut  dalam sejarah terbentuknya TNI Angkatan Laut, mulai dari ditetapkannya Bung Karno sebagai nahkoda, disemati brevet kapal selam, membangun dan meresmikan pusat penerbangan Angkatan Laut, kemudian memberikan panji panji korps komando kepada Marinir yang saat itu disebut KKO serta Pangkalan.

“Kita juga generasi penerus baru paham kalau ternyata penggagas konsep SSAT TNI AL adalah Bung Karno”, ujar KSAL seraya menunjukkan beberapa dokumentasi sang Proklamator yang dipasang berjejer disepanjang pintu masuk Gedung Balai Samudera yang menjadi bukti sejarah tersebut.

Konsep ini menurut KSAL tidak dimiliki oleh negara lain. Hanya TNI AL yang memiliki kemampuan Sistem Senjata Armada Terpadu yang lengkap dan ini digagas oleh Bung Karno dan dari ke empat kekuatan itulah secara bersama-sama menjadi kekuatan TNI AL didalam operasi Gabungan TNI dalam mendukung tugas pokok penegakan kedaulatan dan hukum di laut. Itulah kemudian yang mendasari sehingga KRI yang saat ini sedang dibangun diberi nama Bung Karno.(disp)

Categories
International TNI

Latihan TNI AL dengan Angkatan Laut India Tingkatkan Kerja Sama 

Koran Jurnal, Jakarta – Dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo (TOM) – 357 dan KRI Usman Harun (USH) – 359 menggelar Passing Exercise (Passex) dengan unsur-unsur Indian Navy yakni INS Sahyadri-F49 dan INS Kamorta-P28, di perairan Laut Jawa, Sabtu (19/06/2022).

Ke empat kapal perang dua negara sahabat ini melaksanakan latihan dengan membentuk formasi Charlie lambung kanan. Selanjutnya INS Kamorta mengirimkan tanda melalui kibaran bendera sebagai isyarat bahwa seluruh kapal sudah dalam formasi, yang diteruskan kepada KRI USH dan KRI TOM.

Serial latihan selanjutnya adalah Replenishment at Sea (RAS), sebagai kapal penerima, KRI TOM menerima approach dari lambung kanan INS Syahdari, sedangkan KRI USH menerima approach dari lambung kiri INS Kamorta sebagai kapal pemberi. Dengan kecepatan 10 knots dan jarak 45 yard, mail bag transfer yang dikirim dapat terima oleh KRI dan INS dengan aman serta lancar.

Usai melaksanakan Passex, unsur TNI AL dan Indian Navy membentuk formasi 1 untuk melakukan Farewell Pass. INS Sahyadri dan INS Kamorta dengan cepat 17 knots mendahului KRI TOM dan KRI USH lambung kanan. Pada saat Indian Navy Ship melintang, KRI TOM dan KRI USH mengirimkan isyarat lampu. Kemudian KRI TOM memberikan Farewell Speech kepada Indian Navy Ship. Selesai pelaksanaan, KRI TOM dan KRI USH kembali ke pelabuhan Tanjung Priok.

Kegiatan Passex antara TNI AL dan Indian Navy merupakan salah satu upaya diplomasi dalam program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono yang  menekankan kepada komandan-komandan KRI untuk meningkatkan latihan dengan kapal-kapal perang asing yang melintas tidak hanya di Natuna namun juga di seluruh wilayah perairan yurisdiksi Nasional, karena latihan tersebut juga merupakan sarana diplomasi untuk menjaga stabilitas keamanan maritim di wilayah Indonesia dan di kawasan.(disp)

Categories
Militer TNI

Dejavu, KSAL Gunakan Kendaraan Irup Soekarno di HUT Penerbal

Koran Jurnal, Jakarta – Peringatan HUT ke-66 Penerbangan TNI Angkatan Laut (Penerbal) Tahun 2022 disuguhi suatu pemandangan yang berbeda saat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menjadi Inspektur Upacara (Irup) di Juanda, Surabaya, Jum’at (17/06/2022). Sebagai pelestari kepemimpinan nasional KSAL menggunakan kendaraan replika yang sama dengan kendaraan yang digunakan Presiden RI pertama Ir. Soekarno saat meresmikan Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda 58 tahun silam tepatnya 12 Agustus 1964 lalu.

Seperti sebuah sejarah yang terulang, momen tersebut terekam dengan jelas saat KSAL menggunakan kendaraan jenis jeep Land Rover melintas didepan pasukan upacara. Replika Kendaraan Ir. Soekarno ini sengaja digunakan, selain KSAL adalah seorang pecinta dan kolektor kendaraan jeep klasik, Laksamana Yudo juga sangat mengagumi sosok Proklamator Indonesia tersebut.

Ketegasan Ir. Soekarno dalam mengusir penjajah dari negara Indonesia, sejalan dengan ketegasan Kasal dalam menjaga keutuhan wilayah laut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan membakar semangat para prajuritnya agar Prajurit Jalasena jangan pernah gentar dan ragu menghadapi musuh-musuh yang berusaha mengganggu tegaknya kedaulatan dan keutuhan NKRI.

“Musuh-musuh kita akan selalu berusaha mengganggu, mengerdilkan, memfitnah, dan menyudutkan kita. Sebagai prajurit Jalasena, jangan pernah gentar, jangan pernah ragu dan jangan pernah mundur. Tegakkan loyalitas kepada pemimpin dan negara laksana tegaknya mercusuar di tengah samudera yang tidak pernah goyah sekuat apapun gelombang menerjang.” tegas KSAL dihadapan para peserta upacara Peringatan HUT Penerbal.

Peringatan HUT ke-66 Penerbal diawali dengan penyampaian sejarah pembentukan Penerbang TNI AL yang terinspirasi pada kekuatan pertempuran Perang Dunia ke II, bahwa pertempuran laut akan sangat efektif dan efisien dan memiliki daya penghancur yang dahsyat dengan menggunakan pesawat udara. Kemudian untuk mewujudkan keinginan membentuk penerbangan Angkatan Laut tersebut, Badan Keamanan Rakyat (BKR) terus mengembangkan kekuatan militer Indonesia melalui organisasi Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) sebagai komponen utama matra Iaut. Hingga pada 12 Agustus 1964 Ir. Soekarno meresmikan Pangkalan Udara Angkatan Laut Djuanda atau disingkat Lanudal Djuanda.

Menurut KSAL, sejarah pengabdian penerbangan TNI AL mencatat bahwa Penerbangan Angkatan Laut telah menjadi elemen vital dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) selain KRI, Marinir dan Pangkalan.

“Penerbangan Angkatan Laut adalah mata, telinga serta kepanjangan tangan KRI dan pasukan Marinir. Berkat kalian, KRI bisa melihat lebih luas, mendengar lebih banyak, dan menjangkau musuh lebih jauh. Kalian sangat menentukan kemenangan pertempuran dan keselamatan pasukan kawan. Selain bertempur, kalian juga mengemban misi mulia, seperti pencarian dan pertolongan serta penanggulangan bencana alam,” jelas KSAL.

Penerbangan TNI AL juga telah mencatatkan sejarah dan eksistensinya dengan turut serta pada Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Republik Indonesia dari awal kemerdekaan hingga saat ini antara lain: Operasi Trikora (pembebasan Irian Jaya), Operasi Dwikora (konfrontasi dengan Malaysia), Operasi Seroja (Timor Timur), Operasi Perdamaian Dunia yang tergabung dalam Maritime Task Force (MTF), Operasi Pembebasan (Somalia dan Filipina), Operasi Kemanusiaan dan Operasi SAR maupun operasi-operasi lainnya. Saat ini Penerbangan TNI AL juga berperan serta mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam upaya pencegahan meluasnya pandemi Covid-19.

Upacara Peringatan HUT Ke-66 Penerbal ditandai dengan penganugerahan tanda jasa Bintang Jalasena, Satya Lencana (SL) 24 th, SL 16 th dan SL 8 th dan dimeriahkan dengan demonstrasi Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL, Defile pasukan, Heli Dances, Fly Pass Pesawat Udara TNI AL serta Brass Band.(disp)

Categories
Daerah TNI

Rekam Peran dan Kontribusi TNI AL Untuk Nusantara Akan Diabadikan di Museum Pusat TNI AL

Koran Jurnal, Surabaya – Sebuah sarana edukasi baru tentang keangkatanlautan dan kemaritiman kembali akan dibangun TNI AL dalam wujud Museum di kawasan yang sebelumnya adalah Kantor Dinas Angkutan Lantamal V, Surabaya. Museum ini akan menjadi Museum Pusat TNI AL dan koleksi museum baru yang dimiliki Indonesia yang diharapkan dapat menjadi warisan berharga bagi generasi penerus guna membentuk mindset dan karakter maritim menuju Jalesveva Jayamahe.

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Museum oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono didampingi Ketua Umum Jalesenastri Ny. Vero Yudo Margono bertempat di Dinas Angkutan Lantamal V, Surabaya, Jawa Timur, Jum’at (17/06/2022).

Museum pusat TNI AL dibangun di atas lahan kurang lebih 3,2 hektar berkonsep museum pintar, karena dirancang mengadopsi teknologi 4.0, yang mana perangkat museum berupa perangkat elektronik, multimedia. Selain itu, museum ini juga akan sangat memperhatikan pembangunan ruang terbuka hijau, dengan konsep landscape, teduh dan memadukan keasrian taman.

Masyarakat akan semakin diperkenalkan dengan TNI AL dan dunia Kemaritiman, nantinya museum tersebut akan memiliki gedung heritage dan ruang pamer utama yang isinya menggambarkan konten jejak sejarah kejayaan maritim Indonesia, sejarah perjuangan TNI AL, galeri jalasenastri, ruang perpustakaan, imersif cinema dan diorama perjuangan.

Selain itu, juga akan terdapat bangunan gedung KRI klass R.E. Martadinata yang isinya menyajikan impresi visual interior dalam dinamis tema kontemplatif, standout memorable edutainment, dengan konsep sejarah armada TNI AL, profil Koarmada RI, kekuatan Sistem Senjata Armada Terpadu dan Artwork Animated Relief Combined With Projection Mapping serta yang tidak kalah menarik yaitu adanya ruang teater yang menyajikan pemutaran film-film kejayaan TNI AL dengan kapasitas 60 kursi penonton serta ruang introducing museum pusat angkatan laut.

Dengan hadirnya museum pusat TNI Angkatan Laut ini akan menjadi destinasi baru di Jawa Timur khususnya bagi masyarakat luas. Museum tersebut akan mengintegrasikan konsep edukasi, rekreasi, serta pembangunan ekonomi kerakyatan.

Dalam berbagai kesempatan Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan dirinya sebagai pemimpin TNI AL berkomitmen terus untuk membangun berbagai fasilitas yang dibutuhkan prajurit di seluruh jajaran TNI AL dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

“Penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh prajurit TNI AL telah menjadi komitmen dan kebijakan pemimpin TNI AL,” ujar KSAL.

KSAL berharap dengan sarana prasarana yang telah banyak dibangun ini dapat meningkatkan profesionalisme prajurit.

“Tanpa adanya sarana prasarana yang bagus saya yakin prajurit-prajurit kita malas untuk berbuat yang lebih baik dan dengan pembangunan ini bisa meningkatkan pengetahuan mengenai Angkatan Laut dan yang bagus tentunya ada upaya untuk meningkatkan profesionalisme sehingga kita akan menuju Angkatan Laut yang modern dan tangguh,” tegas KSAL.

Sebelumnya, KSAL juga berkesempatan melaksanakan peresmian Masjid Assalam Koarmada II yang telah selesai direnovasi, serta Masjid An-Nur Lanal Kendari dan Masjid Al-Mu’min Pasmar 3 Sorong yang telah selesai pembangunannya secara daring. Perbaikan dan pembangunan sarana ibadah yang dilaksanakan ini merupakan wujud kesadaran bahwa personel TNI AL harus dibangun secara seimbang, baik fisik maupun rohaninya.(disp)

Categories
IPTEK Nasional TNI

KSAL Laksamana Yudo Margono Sematkan Brevet Hidro-Oseanografi TNI AL kepada Menteri Kelautan dan Perikanan

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut memberikan Brevet Kehormatan Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Wahyu Sakti Trenggono.

Penyematan brevet tersebut dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono di Anjungan KRI Rigel-933 di Dermaga Kolinlamil sebelum bertolak melaksanakan Ekspedisi Jala Citra 2 “Banda”, Kamis (16/6/2022).

KSAL mengatakan dan memberikan alasan penyematan Brevet Kehormatan Pushidrosal TNI Angkatan Laut kepada Menteri KKP RI Wahyu Sakti Trenggono. Tanda kehormatan itu, lanjut KSAL, diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dukungan dan peran KKP RI dalam turut memajukan dan mengembangkan Pushidrosal serta berkontribusi besar dalam mewujudkan kerjasama di bidang Hidro-Oseanografi secara nasional dan internasional.

“Kenapa saya berikan (Brevet Kehormatan Pushidrosal) kepada beliau atas pertimbangan, beliau telah memberiksan support (dukungan) dan memberikan kemajuan kepada hidro-oseanografi TNI AL, terutama dalam kerja sama yang erat dan harmonis di bidang kemaritiman, khususnya kerja sama dalam penataan ruang laut, diantaranya dalam pengaturan dan pemasangan kabel dan pipa bawah laut yang sesuai korido, sebagaimana ditetapkan dalam Kepmen KP Nomor 14/2021 tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut,” kata Laksamana TNI Yudo Margono, Kamis (16/6/2022).

Laksamana Yudo Margono menambahkan, TNI Angkatan Laut dan Kementerian KKP selama ini telah berkolaborasi dalam melakukan penelitian di berbagai bidang yang mencakup data kelautan hingga pembangunan wilayah pesisir dengan tujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem laut tetap terjaga dan menjadi lebih tertata.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Wahyu Sakti Trenggono mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pemberian Brevet Kehormatan Pushidrosal yang diberikan oleh KSAL Laksamana TNI Yudo Margono.

“Ini suatu kebanggan bagi saya menerima brevet kehormatan ini. Peta tentang kelautan dan oseanografi adalah hal yang esensial. Pushidrosal adalah mitra kerja KKP. Kita akan dukung penuh apa yang dilakukan Pushidrosal,” ujar Menteri Wahyu Trenggono kepada wartawan.

Dengan demikian, penyematan brevet kehormatan secara resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan RI sebagai warga kehormatan komunitas hidrografi, sehingga diharapkan dapat memberikan inspirasi dalam peningkatan motivasi dan semangat profesionalisme bidang hidrografi bagi seluruh personel Pushidrosal sebagai Kotama Pembinaan dan Operasi pada lingkup TNI AL dan pengembangan hidrografi pada tingkat nasional.

Pantauan pewarta di lokasi kegiatan penyematan Brevet dan sekaligus acara pelepasan Tim Ekspedisi Jala Citra 2 “Banda” itu tampak dihadiri Pati TNI Angkatan Laut diantaranya, Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono, Komandan Pushidrosal TNI AL, Laksamana Madya TNI Nurhidayat, Panglima Koarmada RI Laksda TNI Abdul Rasyid Kacong, dan Panglima Koarmada I Laksda TNI Arsyad Abdullah.